Tampilkan postingan dengan label kapal latih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal latih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

KRI Dewaruci Bakal Punya Pendamping

0

KRI Dewaruci.

Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci bakal memiliki pendamping untuk mendukung kekuatan armada tempur di jajaran TNI Angkatan Laut (AL).

"Kami akan membeli kapal sejenis Dewaruci. Namun yang memiliki daya angkut lebih besar lagi," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, kapal sejenis Dewaruci yang baru nanti harus mampu mengangkut 150 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) ditambah 100 awak kapal.

"Soal kapan dan dari mana kapal itu berasal, sampai sekarang kami belum menentukannya," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Jenderal Akademi TNI di Lapangan Arafuru, kompleks AAL, itu.

KRI Dewaruci yang ada di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) hanya mampu mengangkut sekitar 100 orang, baik kadet maupun kru.

Kapal layar tiang tiga buatan Jerman tahun 1953 itu baru saja melakukan perjalanan muhibah ke Timur Tengah dan Eropa selama sembilan bulan pada 2010.

Mabes TNI juga akan memperbaiki sejumlah KRI buatan Belanda dan Jerman. "KRI-KRI itu 'platform' atau bodinya masih bagus, namun mesinnya sudah tua," katanya.

Perbaikan kapal-kapal itu bisa dilakukan oleh TNI-AL sendiri atau oleh PT Pal Indonesia sehingga tidak perlu dikirim ke luar negeri atau ke pabrik asalnya.

"Mesinnya baru bisa dibeli dari luar negeri. Demikian halnya dengan persenjataan bisa didatangkan dari Rusia dan China, seperti rudal Yakun yang kami pasang di KRI itu juga dari Rusia," kata Agus.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu menambahkan, untuk KRI-KRI produksi Amerika Serikat akan dimusnahkan karena sudah tidak bisa diperbaiki.

Dalam kesempatan itu, Panglima mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggelar razia terhadap penggunaan atribut-atribut TNI oleh masyarakat sipil.

"Kegiatan ini bagian dari upaya kami menjaga netralitas TNI. Kami tidak ingin ada kendaraan sipil yang dipasangi atribut TNI, seperti stiker dan lain-lain," katanya.

Sumber: ANTARA


Sabtu, 15 Januari 2011

Naik Dewa Ruci

0


Rupanya masih segar di dalam ingatan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Soeparno bagaimana pertama kali ia menjadi awak KRI Dewa Ruci. ”Itu pertama kalinya saya berlayar,” kenang pria kelahiran Surabaya, 28 September 1955, ini.

Semua siswa Akademi Angkatan Laut (AAL) memang wajib berlayar dengan kapal layar tiang tinggi ini. ”Parno, coba kamu naik ke tiang utama,” katanya menirukan perintah pertama yang ia terima saat naik ke KRI Dewa Ruci.

Ceritanya, Soeparno kemudian menatap ke puncak tiang utama yang tingginya 35,9 meter. Perintah berikutnya seakan berlalu begitu saja. ”Yang ada di kepala saya cuma, bisa enggak aku naik ya..,” katanya kepada para peserta seminar dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera.

Akhirnya, Soeparno muda berhasil menjalankan perintah. Walau begitu, hampir selalu ia mendapat hukuman. Gara-garanya, saat naik, dia terlambat sampai di atas, saat turun, terlambat lagi tiba di bawah. Hukumannya? ”Ya disuruh naik lagi,” katanya.

Menurut Soeparno, dibandingkan dengan negara-negara lain yang menurut prosedur para awak kapal masuk ke dalam pada kecepatan tertentu, awak Indonesia malah berdiri di tepian kapal. Namun, menurut Soeparno, justru di situlah bentuk diplomasi yang disuguhkan KRI Dewa Ruci. ”Nekat kita,” katanya.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 12 Januari 2011

Beli Pengganti KRI Dewa Ruci, TNI AL Kucurkan Rp 720 Miliar

0

KRI Dewa Ruci

Jakarta - Kapal layar legendaris milik TNI AL, KRI Dewa Ruci, memasuki masa pensiun. TNI AL menganggarkan dana US$ 80 juta atau sekitar Rp 720 miliar untuk membeli kapal penggantinya.

"Jadi dengan dana sebesar itu. Kita harus dapat pengganti yang lebih baik," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam jumpa pers di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2010).

Soeparno menjelaskan KRI Dewa Ruci sudah berumur 58 tahun. Kapal ini dibuat di Jerman. Saat itu, Jerman membuat 2 kapal sejenis. Yang satu untuk Indonesia yang satu untuk India. Kapal sejenis di India sudah lama dipensiunkan.

"Waktu atau umur tidak bisa ditipu. Dewa Ruci itu umurnya 58 tahun, tentara saja harus pensiun umur 58 tahun," Soeparno.

TNI AL masih mencari negara mana yang mampu membuat kapal layar tiang tinggi dengan spesifikasi lebih baik dari KRI Dewa Ruci. Indonesia belum mampu membuat kapal sejenis sehingga pembuatan kapal pengganti KRI Dewa Ruci harus dikerjakan di luar negeri.

"Kalau kita lihat KRI Dewa Ruci kan umurnya 58 tahun. Nanti penggantinya juga harus bisa dipakai selama 58 tahun dan tidak ketinggalan," kata jenderal bintang empat ini.

Soeparno berharap pengganti KRI Dewa Ruci sudah bisa dioperasionalkan pada tahun 2014.

"Nantinya, KRI Dewa Ruci tetap akan digunakan. Tetapi untuk misi-misi pelayaran yang tidak terlalu berat. Kalau untuk yang berat kan kondisi fisiknya sudah berkurang," kata dia.

KRI Dewa Ruci merupakan kapal layar tiang tinggi milik TNI AL. Kapal ini digunakan untuk mendidik taruna TNI AL. Selain itu, kapal ini juga selalu digunakan untuk misi-misi diplomasi lewat pelayaran keliling dunia.

Sumber: DETIK


Sabtu, 08 Januari 2011

TNI AL Cari Pengganti KRI Dewaruci

0

KRI Dewaruci

Malang - Mengingat usia kapal layar sekaligus kapal latih KRI Dewaruci yang sudah cukup lama, kini TNI AL sedang membahas tentang penggantinya.

Meski hingga sekarang belum ada gambaran pengganti kapal latih tersebut, namun penggantuan itu menjadi prioritas TNI AL untuk pengadaan kapal latih bagi calon perwira di jajaran TNI Angkatan Laut itu sendiri.

Asisten Perencanna (Asreba) Kasal, Laksamana Muda TNI Among Margono saat ditemui di Malang baru-baru ini mengatakan, nantinya setelah ada pengganti kapal latih tersebut, tinggal pembagian penugasan saja.

"Bisa saja KRI Dewaruci sebagai kapal latih didalam negeri sedang penggantinya untuk jalur luar negeri. Bagaimanapun, KRI Dewaruci adalah kapal latih monumental dan sangat bersejarah" katanya.

Untuk pilihan negara pembuat kapal layar pengganti KRI Dewaruci juga masih belum ditentukan bisa saja dari Jerman, Spanyol ataupun Belanda. Yang pasti, kata dia, kapal baru itu pun tetap menggunakan layar.

KRI Dewaruci dibuat oleh galangan kapal HC Stulchen & Soen Ship Yard, Hambrug Jerman. Masuk jenis kapal layar Barquentine Bertiang tiga, buatan tahun 1952.(Suara Merdeka/WDN/MIK).


Rabu, 24 November 2010

Update : KRI Dewaruci Tiba Setelah Keliling Eropa

0

KRI Dewa Ruci (kanan), yang sejak 12 Maret lalu melakukan muhibah ke 29 kota di 21 negara, Jumat (19/11), tiba kembali di Jakarta dan berlabuh di Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta. Dalam muhibah itu, kapal legendaris yang sudah berusia 58 tahun tersebut mengikuti dua perlombaan dan tiga festival kapal layar serta menyabet 23 penghargaan.

Surabaya (ANTARA News) - Kapal Republik Indonesia Dewaruci akhirnya tiba kembali di Surabaya, Selasa, setelah pelayaran keliling benua Eropa selama sembilan bulan sejak Maret 2010.

Kapal latih TNI AL itu disambut Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana TNI Bambang Suwarto, Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto, petinggi Koarmatim, dan keluarga awak kapal.

Istri Pangarmatim Ny Bambang Suwarto memberikan kalungan bunga selamat datang kepada Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto dan selanjutnya Pangarmatim mengiinspeksi atas kapal tersebut.

Suasana haru tampak menyelimuti keluarga awak KRI Dewaruci saat kapal itu merapat di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pelayaran ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi prajurit TNI AL, terutama Kadet AAL," kata Pangarmatim.

KRI Dewaruci berangkat dari Surabaya menuju benua Eropa untuk latihan pelayaran dan praktik operasi Kartika Jala Krida (KJK) pada 12 Maret 2010.

Dalam pelayaran menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) selama 258 hari itu, KRI Dewaruci yang membawa 66 awak kapal dan 88 Kadet AAL, menyinggahi 25 negara, antara lain Spanyol, Prancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda, Jerman, dan Italia.

Kapal latih jenis Barquentin buatan H.C Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman tahun 1952 itu, juga mengikuti sejumlah kejuaraan internasional dan meraih sedikitnya 13 penghargaan, diantaranya The Best Ship in Crew Parade di Volos dan Lavrion Yunani, The Historical Seas Tall Ship Regatta 2010, dan The Most Spectacular Ship Arrival di Belgia.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman yang didapat selama pelayaran, para Kadet AAL bisa menjadi prajurit TNI AL yang sejati," kata Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto yang hadir mewakili Gubernur AAL.

Sumber : ANTARA


Selasa, 23 November 2010

KRI Dewa Ruci Sabet 23 Penghargaan

0


KRI Dewa Ruci (kanan), yang sejak 12 Maret lalu melakukan muhibah ke 29 kota di 21 negara, Jumat (19/11), tiba kembali di Jakarta dan berlabuh di Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta. Dalam muhibah itu, kapal legendaris yang sudah berusia 58 tahun tersebut mengikuti dua perlombaan dan tiga festival kapal layar serta menyabet 23 penghargaan.

SURABAYA, KOMPAS.com - Setelah 8 bulan 11 hari berlayar ke Benua Asia, Afrika, dan Eropa dalam rangka tugas diplomasi, Kapal Perang Latih TNI Angkatan Laut KRI Dewa Ruci, Selasa (23/11/2010) akhirnya bersandar di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya. Dalam perjalanan diplomasinya ke 29 kota di 21 negara, kapal jenis kapal layar tiang tinggi atau tall ship ini berhasil menyabet sebanyak 23 penghargaan internasional.

Sejak 12 Maret 2010 lalu, KRI Dewa Ruci berlayar menempuh sekitar 27.537 mil menyusuri lautan dan tiga benua. Dalam pelayarannya, selain menjalankan latihan dan praktik berlayar, para kadet dan ABK juga bertugas menjadi duta budaya dan wisata serta duta diplomasi internasional.

KRI Dewa Ruci dioperasikan oleh 88 anak buah kapal (ABK) dan membawa 83 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan 57. Dalam perjalanannya, mereka berhasil memenangi 23 kejuaraan, antara lain peserta pelayaran terjauh pada The Historical Sea Tall Ships Regatta 2010, penampilan terbaik kirab kota di Volos dan Lavrion, kapal paling spektakuler memasuki pelabuhan di Antwerp, hingga kapal layar tinggi terpopuler di Sail Amsterdam 2010.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto mengatakan, seluruh ABK dan kadet KRI Dewaruci berhasil menjalankan salah satu tugas TNI, yaitu diplomasi. "Di tengah segala permasalahan yang sedang melanda negeri ini, diplomasi mereka telah membawa nama harum Indonesia di luar negeri," katanya saat menyambut kedatangan para ABK dan kadet KRI Dewa Ruci di Dermaga Armatim, Surabaya.

Saat tiba di Surabaya, beberapa kadet AAL tampak mengenakan pakaian-pakaian tradisional dari berbagai negara yang mereka kunjungi. Sebagian kadet lain juga mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Tampak pula piala dan sejumlah penghargaan ditata rapi di geladak KRI Dewa Ruci.

Sebelum berangkat berlayar, para prajurit TNI AL itu telah berlatih berbagai tarian tradisional Indonesia, seperti tarian Rampak Gendang dari Jabar, tarian Saman dari Aceh, tarian Kecak dari Bali, tarian Badinding dari Sumatera, Reog Ponorogo dari Jatim, musik band, hingga pencak silat. Berbagai kesenian itu mereka tampilkan saat berkunjung ke beberapa negara.

Bambang menambahkan, KRI Dewa Ruci setiap tahun menjalani pelayaran muhibah ke berbagai benua dan negara. Kapal buatan tahun 1952 oleh HC Stulchen dan Sohn dari Hamburg, Jerman ini memiliki panjang 58,30 meter, lebar 9,5 meter, draft 4,5 meter, serta berbobot mati 847 ton. Kapal ini dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan terkomputerisasi.

Jauh dari keluarga


Selama menjalani muhibah ke berbagai negara, para prajurit harus rela meninggalkan anak dan istri mereka. Letnan Satu TNI AL Wasis Nindito yang bertugas sebagai Kepala Departemen Logistik harus rela meninggalkan istrinya Seila yang bulan Maret lalu sedang mengandung sekitar enam bulan.

"Tiga bulan berlayar tepatnya saat berlayar di laut Mediterania di sekitar Meksiko, anak saya Lavriona Regitta lahir. Setelah tiba di Surabaya, anak saya sudah berumur lima bulan," kata Wasis sembari berkaca-kaca.

Hal serupa juga dialami, Kopral Satu TNI AL Wakhidin yang langsung menangis saat disambut mertua, istri, dan ketiga putrinya di Dermaga Armatim. Menurutnya, perjalanan berlayar selama berbulan-bulan merupakan pengalaman yang tak terlupakan, dimana salah satu tantangannya adalah jauh dari keluarga.

Sumber : KOMPAS


Jumat, 19 November 2010

Dewa Ruci, Kebesaran Maritim Indonesia

0

Diiringi dentuman meriam dan disaksikan ratusan warga Belgia, KRI Dewa Ruci, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu (14/7/2010) pagi, meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia. Selanjutnya kapal latih TNI AL ini akan mengikuti Tall Ships Races 2010 di Denmark.

JAKARTA, KOMPAS.com — Buku mengenai KRI Dewa Ruci berjudul Sebuah Kisah Nyata Dewa Ruci, Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra diluncurkan pada Jumat (19/11/2010) di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Timur. Buku ini berisi mengenai perjalanan pertama KRI Dewa Ruci pada tahun 1964.

Dalam buku setebal 472 halaman ini, Cornelis Kowaas menuliskan pengalamannya berlayar bersama KRI Dewa Ruci. Pengalaman manis dan pahit dia tulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.

Menurut Eddy Prastyono PhD, Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, setidaknya ada tiga kekuatan yang dimiliki buku ini. Kekuatan pertama adalah teknik penulisan dan alur cerita yang sangat baik.

"Bagaimana Pak Kowaas menceritakan pengalaman unik secara sangat baik, misalnya saat salah satu kru kapal mendekati seorang wanita Mediterania. Kru ini minta berkunjung ke rumah si wanita, padahal di sana kalau pacaran di rumah itu artinya melamar," kata Eddy.

Kekuatan kedua buku ini adalah mengenai substansinya. Eddy menjelaskan bahwa ternyata kapal Dewa Ruci selalu mendapat sambutan yang luar biasa saat melakukan kunjungan ke negara lain. "Jadi, kunjungan kapal ke mana-mana itu merupakan diplomasi juga yang tidak kalah efektifnya dengan diplomasi resmi," ujarnya.

Adapun kekuatan ketiga dari buku ini, lanjut Eddy, adalah bagaimana Kowaas menunjukkan bahwa dengan pelayaran ke luar negeri, Indonesia menunjukkan eksistensi dan kebesaran negara.

"Saat ketemu kapal-kapal lain, ternyata berlayarnya suatu kapal itu merupakan simbol eksistensi bangsa. Kita menunjukkan bahwa kita bangsa yang besar," ujarnya.

Kowaas sendiri berharap, buku ini dapat mengingatkan masyarakat, terutama kaum muda, terhadap kebesaran Indonesia di bidang kelautan. "Dengan buku ini, saya berharap kita ingat bahwa kita itu bangsa maritim. Kebanggaan kita jangan pernah pudar akan hal itu," katanya.

Sumber : KOMPAS


Rabu, 27 Oktober 2010

Lagu Kuch Kuch Hota Hai Menggoyang KRI Dewaruci

0

KRI Dewa Ruci Sedang Berlabuh

JAKARTA, (PRLM).- Setelah menjelajahi ganasnya samudera selama 8 bulan dan tersisa 30 hari menjelang kembali ke tanah air, para prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Kartika Jala Krida (KJK) 2010 Muhibah KRI Dewaruci ke negara-negara Eropa tetap semangat. Mereka mampu tampil memukau saat menyuguhkan atraksi gelar seni dan budaya nusantara pada acara cocktail party yang dilaksanakan di atas geladak kapal latih TNI AL KRI Dewaruci yang tengah bersandar di Pelabuhan Mumbai, India, Senin malam (25/10).

Sebelumnya, KRI Dewaruci sesuai rencana telah tiba di Mumbai, India pada Senin pagi (25/10) pukul 10.00 waktu setempat. Selain penampilkan seni tradisional Tari Perang (Papua), Tari Rantak (Sumatera Barat), Tari Saman (Aceh), Reog Ponorogo (Jawa Timur) dan Rampak Gendang yang menjadi atraksi rutin selama Muhibah 2010, juga ditampilkan aneka busana khas dari berbagai negara yang telah dikunjungi. Atraksi yang tidak kalah menarik dan memukau 30 pasang perwira India dan belasan Staf Konsulat Jenderal R.I Mumbai yang dipimpin langsung Konjen R.I Indra Kesuma Oesman saat Komandan Satgas KJK yang juga sebagai Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto, S.H., membawakan lagu India Kuch Kuch Hota Hai secara tidak disangka-sangka dengan cukup pasih.

Geladak KRI Dewaruci langsung berubah menjadi ajang tari massal dari pasangan India dan beberapa Staf KJRI termasuk Konjen RI Indra Kesuma Oesman dan istri serta para prajurit untuk menikmati goyang ala India tersebut. “Ini malam yang indah dan spesial bagi hubungan kedua Angkatan Laut Indonesia dan India, lagu India dinyanyikan oleh orang Indonesia dan oleh Komandan kapal lagi,” komentar Lieutenant Commander S.B. Nath, seorang perwira Angkatan Laut India.

Sebelumnya, Laksamana Madya Pradeep Chauhan, Panglima Armada Barat Angkatan Laut India berkenan menerima kunjungan kehormatan delegasi Indonesia yang dipimpin Komandan Satgas KJK 2010 Letkol Laut (P) Suharto, dua perwira TNI AL dan seorang staf Atase Pertahanan RI di India. Dalam penerimaannya Panglima Armada Barat Angkatan Laut India Laksamana Madya Pradeep Chauhan menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan hubungan mesra yang sudah terjalin selama ini, tidak saja antar kedua Angkatan Laut, tapi juga melalui pertukaran pelatihan Kadet dan budaya seperti kunjungan KRI Dewaruci ini, mengingat adanya kedekatan sejarah antar kedua negara. Bahkan, menurut Laksamana Madya Pradeep Chauhan, nama Dewaruci dan moto TNI AL Jalesveva Jayamahe keduanya berasal dari bahasa Sansekerta, ibu bahasa Hindi. Di akhir kunjungan, kedua pejabat tersebut saling bertukar cindera mata dan foto bersama.

Mumbai menjadi kota ke-28 dari 29 kota yang dikunjungi KRI Dewaruci pada Sail 2010 ini sebelum menuju Colombo di Sri Lanka sekaligus sebagai negara ke-21 dan negara terakhir senjelang kembali ke Indonesia yang direncanakan memasuki pelabuhan Belawan, Sumatera Utara pada Minggu II Nopember 2010.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT


Selasa, 19 Oktober 2010

KRI DEWARUCI “KEMBALI” TEMBUS PERAIRAN SOMALIA

0

ARMATIM (19/10),- Bermodalkan karung pasir 2,5 kubik yang dibuat menjadi perkubuan dan perlindungan di sekeliling kapal, KRI Dewaruci kembali menembus Perairan Somalia dengan aman. Ini kali kedua setelah akhir April 2010 lalu. Namun pelayaran dari Barat ke Timur kali ini tidak lagi tegang dibanding dari arah Timur ke Barat.

Rasa percaya diri dan meningkatnya moril para prajurit menjadi modal yang berharga. Peran jaga perang pun digelar selama pelayaran 2 x 24 jam melewati koridor atau jalur khusus yang disiapkan sepanjang 400 mil laut. Dua hal positif yang membuat lebih nyaman melewati perairan Teluk Aden ini, pertama, moril yang tinggi karena kapal sudah menjalani pelayaran kembali ke tanah air dan yang kedua, para prajurit KRI Dewaruci beragama Islam baru saja menunaikan ibadah umroh dengan lancar.

Dengan situasi Masjidil Haram sepi, sehingga dengan leluasa melaksanakan semua rukun umroh. Tawaf mengelilingi Kabah, kiblat umat muslim sedunia, tanpa harus bersusah payah dapat dijangkau dengan tangan, termasuk mencium Hajar Aswad. Karena semangatnya, penjagaan yang seharusnya dijaga setengah kekuatan personel, terlihat penuh. Mereka rela berkumpul di geladak menikmati pemandangan laut yang bening seperti kaca.

Saya yakin, kelancaran pelayaran sepanjang 9 hari dari Jeddah hingga Masqat, Oman berkat doa para prajurit selama di Masjidil Haram dan juga keluarga dan masyarakat Indonesia, ujar Letkol Laut (P) Suharto, Komandan KRI Dewaruci beberapa saat setelah kapal bersandar di pelabuhan Sultan Qaboos bin Said, Masqat. Kapal latih AAL jenis Barquentine tersebut bertolak dari Jeddah pada tanggal 7 Oktober 2010 dan tiba di Oman pada 16 Oktober 2010 pukul 9 waktu setempat.

Bendera Tengkorak pun tidak dikibarkan selama melintas

Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyediakan jalur khusus berupa International Recommended Transit Corridor dan membentuk Martime Task Force dari gabungan AL berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan lain-lain, untuk menjaga lalu lintas kapal yang melewati perairan paling rawan dan berbahaya di dunia saat ini. Lettu Laut (P) Agung Susyanto, Perwira komunikasi KRI Dewaruci telah mengirim e-mail ke Kantor Pusat IMO tentang rencana melintas sehingga tidak ada lagi kapal perang (AL) yang mendekat, karena mereka (kapal AL) mengetahui kehadiran KRI Dewaruci dengan kecepatan 7-9 knot. Cukup menjaga komunikasi melalui radio kapal dan siap memberikan informasi atau laporan apabila melihat perahu atau speedboat yang diduga sebagai alat angkut para pembajak. Bendera tengkorak yang berkonotasi bendera bajak laut yang selama ini dikibarkan, terpaksa diturunkan sebagai penghormatan pada kegiatan Hancurkan Bajak Laut.

Selama di Masqat, Komandan KRI Dewaruci didampingi Atase Pertahanan Kolonel Kav Achmad Riad, S.I.P., akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Masqat, Komandan Pangkalan AL serta mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Oman. Masqat menjadi pelabuhan ketiga terakhir di luar negeri, sebelum Mumbai India dan Colombo Srilanka. KRI Dewaruci diperkirakan tiba di Belawan Sumatera Utara pada Minggu kedua Nopember 2010.

Hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2010 jam 09.00 KRI Dewaruci sandar di Pelabuhan Sultan Qaboos Masqat Oman. Kemudian pada jam 12.00 Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto di damping Athan RI untuk Oman Kolonel Kav Achmad Riad, S.I.P., CC ke kepala Pelabuhan Sultan Qaboos Masqat Oman Bapak J.M. Serasinghe. Selanjutnya pada jam 19.00 Pertandingan sepak bola dan bola volli persahabatan dengan tenaga kerja Indonesia yang berada di Oman. KRI Dewaruci tolak hari Selasa tanggal 19 oktober 2010 jam 10.00.


Sumber: TNI


Rabu, 06 Oktober 2010

PERINGATAN HUT TNI KE-65 DI KRI DEWARUCI

0



Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur memimpin Upacara HUT TNI ke-65 di KRI Dewaruci di pelabuhan Jeddah yang diikuti para prajurit KRI Dewaruci, Staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah termasuk Zakaria Ashar, Konsul Jenderal R.I Jeddah dan Mayor Sus Muhammad Yuris, asisten Atase Pertahanan R.I Riyadh serta para Siswa SMA dan SMP Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).

Duta Besar RI Gatot Abdullah Mansyur yang membacakan amanat Panglima TNI juga berkesempatan menerima laporan kenaikan pangkat dari satu prajurit yang promosi pangkat yaitu Lettu Laut (K) dr. R. Prabowo Herbanu menjadi Kapten Laut (K).

Rangkaian upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng HUT ke-65 TNI yang diserahkan kepada Kapten Laut (K) dr. R.Herbanu dan Serda Nav Satria Mahardika sebagai perwakilan prajurit termuda. Di sela-sela ramah tamah Dubes R.I Riyadh mengucapkan Dirgahayu TNI dan menyampaikan rasa bangga atas perjuangan yang telah diberikan oleh TNI kepada perkembangan pembangunan Indonesia selama ini, khususnya kepada prajurit KRI Dewaruci yang telah menaklukkan ganasnya Laut Hitam, Laut Mediternia, Laut Utara dan Samudera Atlantik.

Ini kunjungan kedua setelah melakukan perjalanan panjang selama kurang lebih enam bulan dalam rangka Muhibah 2010 sejak meninggalkan Jeddah pada 28 April 2010 lalu. Kapal yang telah menuai berbagai prestasi di berbagai festival di Eropa tersebut kembali bersandar di Pelabuhan Islam Jeddah (Jeddah Islamic Port) pada Senin, 4 Oktober 2010. Jam 10.00 waktu jedah.

Sumber: TNI AL


Sabtu, 02 Oktober 2010

Foto News : Kapal Latih Jepang Ke Indonesia

0



JAKARTA, 2/10 - KAPAL LATIH JEPANG. Seorang pria berdiri di atas Kapal Pengawal Sawayuki yang singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang singgah di Indonesia untuk ke-9 kalinya dengan tiga kapal latih pada 2-5 Oktober 2010 dan pasukan skuadron tersebut memeriahkan Jak-Japan Matsuri.


Dua kapal latih milik Skuadron Pasukan Bela Diri Laut Jepang, Kapal Yamagiri (kanan) dan Kapal Pengawal Sawayuki, singgah di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang singgah di Indonesia untuk ke-9 kalinya dengan tiga kapal latih pada 2-5 Oktober 2010 dan pasukan skuadron tersebut memeriahkan Jak-Japan Matsuri.



Duta Besar epang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri melakukan inspeksi di atas Kapal Latih Kashima di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang tersebut memberi penghargaan kepada Kojiro karena telah menerima kapal latih mereka singgah di Indonesia.





Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri melakukan inspeksi di atas Kapal Latihan Kashima di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,Sabtu (2/10). Skuadron pasukan bela diri laut Jepang tersebut memberi penghargaan kepada Kojiro karena telah menerima kapal latih mereka singgah di Indonesia.

Sumber: ANTARA


Sabtu, 25 September 2010

Kapal Latih Portugal "Sagres" ke Indonesia

0

Kapal Latih Portugal "Sagres"(Foto:frankbaiamonte.blogspot.com)

Jakarta, Kompas - Kapal latih layar tinggi bertiang tiga milik Angkatan Laut Portugal, Sagres, berencana melakukan lawatan ke Indonesia sekaligus memperingati sejarah kedatangan Portugis di kawasan Nusantara lebih dari lima abad silam.

Menurut Duta Besar Portugal untuk Indonesia Carlos Frota, Jumat (24/9), saat mengundang sejumlah jurnalis makan siang di kediamannya, lawatan itu bukan bermaksud memperingati kehadiran kekuatan invasi negara itu di masa tersebut, melainkan lebih bersifat kunjungan persahabatan.

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang memiliki kultur beragam dan bahkan sudah dikenal sejak dahulu punya sikap dan pemikiran yang sangat terbuka (open minded) pada kultur dan nilai-nilai dari suku bangsa dan peradaban lain di dunia.

Bahkan, hingga sekarang pun, menurut Frota, dirinya meyakini terdapat berbagai macam kultur, bahasa, budaya, serta agama dari banyak bangsa di dunia, yang telah menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan di dalam kehidupan negeri ini, termasuk juga kebudayaan dan bahasa Portugis.

Lebih lanjut, menurut Frota, kapal latih layar tinggi itu rencananya akan berada di Indonesia, 26-30 September 2010. Sejumlah kegiatan seremonial juga akan digelar, termasuk membuka kesempatan masyarakat untuk datang dan naik ke kapal itu guna melihat langsung dari dekat. Acara kunjungan umum digelar 28-29 September.

Sebelum tiba di Jakarta, kapal yang dinakhodai Commander Luis Pedro Pinto P Mendes itu juga melawat ke Singapura dan Timor Leste. Kapal diawaki sedikitnya 139 personel Angkatan Laut Portugal. Seperti juga kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Dewa Ruci, kapal latih layar tinggi (tall-ships) Sagres juga berfungsi menjadi kapal latih bagi para kadet baru AL Portugal. Kapal tersebut bertugas sejak tahun 1962 dan telah berlayar ke seluruh penjuru dunia.

Kapal Sagres hanya absen menjalankan tugasnya tahun 1987 dan 1991 untuk menjalani perawatan dan perbaikan. Tahun ini Sagres direncanakan mengunjungi sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, sejumlah negara di Asia Tenggara, India, dan Mesir.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 15 September 2010

KRI Dewaruci Pukau Pengunjung Italia

0


Jakarta (ANTARA News) - Atraksi yang dilakukan crew KRI Dewaruci pada hari terakhir festival internasional kapal-kapal layar tiang tinggi Mediterania di Cagliari, Italia, berhasil memukau warga kota Cagliari meskipun kehadirannya terlambat tiga hari karena perbaikan tiang layar di pelabuhan Brest, Prancis.

Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Selasa menyebutkan keterlambatan tersebut ditebus dengan rangkaian atraksi budaya yang memuka pengunjung festival dari pagi hingga larut malam.

Dikatakannya crew KRI Dewaruci menampilkan tari perang Papua, Rantak Sumbar, Reog Ponorogo Jatim, Rapak Kendang Jabar, Saman Aceh dan ditutup dengan Poco-poco yang diikuti oleh para penonton.

Segera setelah merapat di dermaga Cagliari dengan atraksi kadet yang berdiri di tiang-tiang layar tinggi, Dewaruci menerima kunjungan masyarakat Cagliari, dimulai dengan rombongan para penderita cacat yang diantar keluarga dan didampingi petugas palang merah Italia.

Di luar skenario, kapten kapal Dewaruci, Letkol Soeharto La Djide menyiapkan anak buahnya mengelar pertunjukan budaya yang membuat seorang penderita cacat dengan segala keterbatasannya bangkit dari tempat duduknya dan bergoyang mutar-mutar, yang mengundang tepuk tangan pengunjung memadati geladak kapal dan antrian pengunjung di tepi dermaga.

Banyaknya pengunjung, membuat crew Dewaruci kembali mengelar pertunjukan dengan posisi penari menghadap pengunjung yang jumlahnya terus bertambah dan tidak dapat naik ke atas kapal.

Seusai gelar budaya , marching band Gita Taruna melakukan parade dengan berjalan sekitar satu km dari dermaga ke taman besar di sepanjang marina dengan latar belakang kapal-kapal layar kecil yang berjajar rapi dan indah.

Parade atraktif yang membawakan lagu-lagu populer menarik perhatian pengendara yang melewati jalan utama di depan marina yang melambaikan tangan sambil mengambil foto peserta parade .

Memperhatikan antusiasme tinggi pengunjung pada aktraksi budaya crew Dewaruci kembali memenuhi permintaan penyelenggara untuk tampil di terminal utama kapal pesiar di dermaga Ichnusa, Cagliari.

Suguhan pertunjukan budaya yang lebih menarik di depan pengunjung yang membuat mereka ikut menari dan memberikan tepuk tangan yang tidak henti-hentinya sepanjang pertunjukan.

Sambil menonton, sejumlah pengunjung menghampiri Duta Besar RI Roma, Mohamad Oemar yang duduk bersama kapten Dewaruci dan menyampaikan berbagai ungkapan pujian dan terima kasih atas kedatangan Dewaruci dalam festival.

Ketua Penyelenggara Fetival Pier Paolo Del Rio mengatakan keterlambatan Dewaruci sudah terbayar lunas dengan atraksi spektakuler hari ini.

"Saya mengenal nama Indonesia dari media massa," ujar seorang warga setempat yang mengakui kesan awalnya negatif, namun kehadiran Dewaruci yang menampilkan budaya yang belum pernah disaksikan di kapal lain yang ikut festival di Cagliari, membuat ia jatuh cinta dan ingin berkunjung ke Indonesia.

Para penonton sore itu kebanyakan datang bersama keluarga kemudian menuju kapal untuk menyaksikan keunikan Dewaruci, kapal latih TNI AL yang juga aktif memperkenalkan seni budaya Indonesia di 21 negara sahabat dalam pelayaran lintas benua sejak tujuh bulan lalu.

Sumber: ANTARA


Minggu, 29 Agustus 2010

Dunia Jatuh Hati pada Dewaruci

0

KRI Dewa Ruci Saat Sail Amsterdam

Kedatangan ataupun kepergian Kapal Perang Republik Indonesia Dewaruci ke suatu daerah selalu ditandai dengan parade yang memukau penonton. Penampilan drumband kadet yang atraktif juga menyedot perhatian warga.

Namun, sejatinya bukan itu alasan yang membuat mereka terpikat. Justru keramahtamahan dan kehangatan awak kapal yang mampu membuat orang dari berbagai belahan penjuru dunia jatuh hati kepada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

Perempuan bule muda yang selalu mengikuti ke mana pun rombongan awak Dewaruci dalam Sail Amsterdam 2010 memancing rasa penasaran saya untuk mendekatinya. Apalagi di setiap penampilan drumband kadet, dia selalu melambaikan bendera Merah Putih kecil dan berteriak menyemangati.

”Saya datang kemari memang khusus untuk Dewaruci. Bagi saya, Dewaruci adalah Indonesia dan Indonesia adalah segalanya,” kata perempuan tadi, yang belakangan diketahui bernama Pamela Wasro (26), warga Le Havre, Perancis, Senin (23/8).

Pamela menempuh perjalanan 12 jam naik kereta api, bus, dan feri, untuk bertemu awak Dewaruci. Lebih dari itu, ia yang sehari-hari menjadi perawat di salah satu rumah sakit di Le Havre bahkan mengajukan izin tidak masuk kerja empat hari agar bisa datang ke Amsterdam untuk bertemu awak Dewaruci. Selama empat hari di Amsterdam itu pula, Pamela tinggal dan makan bersama awak Dewaruci.

Perjumpaan Pamela dengan Dewaruci pertama kali terjadi pada tahun 2003, saat Dewaruci singgah di Le Havre. Saat itu ia dan adiknya, Carole Poupel (24), bertandang ke kapal, layaknya pengunjung lain.

Jatuh hati kepada kadet

Beragam kesenian dan masakan tradisional yang disajikan pada kesempatan itu makin memikat hati keduanya. Lebih dari itu, Carole bahkan kepincut dengan salah satu kadet. Saat Dewaruci meninggalkan Le Havre menuju Rouen, masih di Perancis, mereka berdua juga menyambangi kota itu.

Ketika KRI Dewaruci hendak meninggalkan Rouen, Carole menangis tiada henti. Bahkan ia nekat hendak menghalang-halangi kapal yang hendak berangkat. Setelah diberi pengertian, barulah ia mau melepas kepergian Dewaruci.

Waktu bergulir dan pada tahun 2005 Dewaruci kembali menyambangi Perancis. Di tiga kota yang disinggahi Dewaruci, yakni Cherbourg, Brest, dan Lisboa, Pamela juga setia mendatanginya. Kecintaannya kepada Dewaruci makin besar sehingga ia terobsesi untuk mendapatkan jodoh orang Indonesia.

Obsesinya tercapai saat ia diundang di suatu acara di Kedutaan Besar RI di Perancis pada 2007. Saat itu ia bertemu dengan Wasro, pemuda asal Cirebon, yang ingin belajar bahasa Perancis. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Keduanya berjodoh dan akhirnya menikah.

Tahun ini hampir di tiap kota di Eropa yang disinggahi KRI Dewaruci selalu ia datangi. Mulai dari Le Havre (Perancis), Antwerp (Belgia), Hartlepool (Inggris), Cherboug (Perancis), hingga Amsterdam (Belanda). Setiap kali datang ke Dewaruci, ia ikut bernyanyi, menari, makan, dan bahkan berjaga di geladak bersama awak kapal.

Masih di Amsterdam, saya bertemu dengan gadis setempat bernama Floor Krbijn (20). Meski selama KRI Dewaruci di sana ia tidak tinggal di kapal, hampir setiap hari ia datang ke kapal dan baru pulang pada larut malam. Seluruh kegiatan awak Dewaruci diikutinya, termasuk saat jamuan makan malam di rumah Duta Besar RI untuk Belanda JE Habibie.

”Dewaruci seperti keluarga baru bagi saya. Saya terkesan dengan keramahannya, makanannya, dan semuanya. Mereka semua menyenangkan dan juga menyayangi saya seperti adik sendiri,” kata Floor.

Pada malam pesta di atas geladak KRI Dewaruci, Floor juga larut dalam kegembiraan seluruh awak kapal. Sayangnya, saat pesta berlalu dan Floor harus pulang karena keesokan harinya harus mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, ia merasakan kepedihan yang mendalam. Ia pun tak kuasa menahan tangis saat berpamitan satu per satu dan memeluk awak kapal yang selama ini dekat dengannya.

Berjalan tanpa tongkat

Bukan hanya gadis-gadis muda yang terpikat dengan Dewaruci. Seorang nenek bernama Catherine (70) dari Perancis juga terpikat dengan Dewaruci. Saya mendapatkan cerita ini dari Kapten Laut (Pelaut) Andre Dotulung, Kepala Departemen Bahari KRI Dewaruci, yang sempat sekabin dengan saya.

Menurut Andre, Mama Catherine datang ke KRI Dewaruci pada 2003 saat singgah di LeHavre. Saat itu ia datang menggunakan tongkat karena kakinya yang sebelah lumpuh. Tidak lama berselang setelah pulang dari KRI Dewaruci, Mama Catherine merasakan kakinya sembuh total dan ia bisa berjalan tanpa tongkat. Dokter yang memeriksanya keheranan, tetapi Mama Catherine hanya memberi tahu bahwa ia baru saja mendapat mukjizat setelah mengunjungi Dewaruci.

”Boleh percaya boleh tidak, tapi itulah kesaksian yang pernah diceritakan Mama Catherine,” tutur Andre.

Buatan Jerman

Jika Anda berpikir wajar saja yang terpikat dengan Dewaruci adalah kaum hawa karena di sana banyak kadet atau prajurit yang selalu terlihat sopan dan gagah dengan seragamnya, Anda keliru. Klaus Neumann (56) tahun adalah salah satu buktinya.

Klaus, yang berkebangsaan Jerman, adalah seorang konsultan teknik maritim dan jurnalis lepas. Ia tinggal di Hamburg, kota tempat KRI Dewaruci dibuat pada 1952 di galangan kapal HC Stulchen & John Ship.

Perjumpaan Klaus dengan Dewaruci pertama kali terjadi pada tahun 2003, saat kapal singgah di Hamburg. Ia tertarik karena Dewaruci memiliki ikatan historis dengan Hamburg. Perusahaan yang membuat Dewaruci sudah tutup dan bisa jadi kapal itu menjadi satu-satunya yang masih bertahan.

Hampir di setiap perjumpaan dengan KRI Dewaruci, Klaus mengabadikan lebih dari 1.000 foto. Tahun 2005, Klaus berkesempatan mengikuti pelayaran Dewaruci dari Bremerhaven (Jerman) ke Amsterdam. Banyak kisah yang dituliskannya selama di perjalanan itu dan dituangkannya dalam blog www.dewaruci.net. Ia juga berkontribusi dalam membuat buku bagi Kedutaan Besar RI di Jerman.

Sebagai konsultan teknik maritim, Klaus paham betul seluk-beluk mesin Dewaruci. Bahkan ketika bertemu Dewaruci lagi pada lima tahun kemudian, ia masih mengenali bagian mana saja yang mengalami perubahan. Ia juga melakukan riset menelusuri jejak Albert Frederick Hermann Rosenow, orang Jerman yang menjadi komandan pertama Dewaruci. Dari penelusurannya itu, Rosenow merupakan orang yang dimintai tolong Presiden Soekarno untuk membangun Angkatan Laut Indonesia dan mencari kapal latih bagi Akademi Angkatan Laut Indonesia. Klaus sempat bertemu dengan putri Rosenow yang menceritakan kisah tersebut.

”Jika tahun 2005 saya ikut berlayar dari Bremerhaven ke Amsterdam, tahun 2010 ini saya berkesempatan ikut berlayar dari Amsterdam ke Bremerhaven,” katanya. Klaus memang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, apalagi ia tengah mengejar obsesinya membuat buku tentang Dewaruci.

Saking cintanya dengan Dewaruci, Klaus juga berharap kapal latih ini tidak dipensiunkan, apalagi jika sampai dijual ke swasta. Menurut dia, Dewaruci sebenarnya masih bisa berlayar hingga seabad mendatang.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 22 Agustus 2010

Selamat Datang di Amsterdam

0

KRI Dewa Ruci mnegikuti Sail Amsterdam

Langit biru yang menaungi Kota Amsterdam, Belanda, menjadi saksi kemeriahan puluhan ribu warga dari berbagai penjuru dunia yang memadati tepian Kanal Het Ij di kota itu. Mereka larut dalam gempita penyambutan konvoi 39 kapal peserta Sail Amsterdam 2010.

Sorak-sorai dan decak kagum melengkapi lambaian tangan warga kala Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci melintas dalam formasi parade roll. Dalam formasi kebanggaan KRI Dewaruci itu, puluhan kadet Akademi Angkatan Laut berdiri dan menari di atas tiang layar di ketinggian hingga 35 meter.

Sambutan meriah itu cukup beralasan. Hanya KRI Dewaruci yang bernyali melakukan tradisi parade roll di ajang ini. Mungkin hanya Indonesia dan Meksiko yang masih memiliki tradisi itu.

Meski bukan menjadi kapal terbesar yang ikut dalam ajang ini, penampilan KRI Dewaruci sangat mencolok dengan berkibarnya bendera Merah Putih berukuran 9 meter x 12 meter di buritan kapal. Biasanya KRI Dewaruci mengibarkan bendera Merah Putih ukuran 6 meter x 9 meter.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Den Haag Kolonel Laut (Pelaut) Wisnu Sumarto, sejumlah anggota staf Kedubes RI di Den Haag dan Paris, serta masyarakat Indonesia di Belanda turut menyambut KRI Dewaruci yang dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Suharto.

KRI Dewaruci yang memiliki panjang 58,3 meter dan lebar 9,5 meter itu tidak asing bagi masyarakat Eropa, khususnya di Belanda. Hampir setiap ajang lomba kapal layar internasional yang digelar di sana, KRI Dewaruci dinanti dengan antusias.

Buktinya, saat membuka diri untuk kunjungan ke dalam kapal, hampir seribuan warga silih berganti datang untuk melihat KRI Dewaruci dari dekat. Bahkan, mereka rela mengantre untuk naik ke geladak kapal. Di dalam kapal, pengunjung disambut keramahtamahan para awak kapal.

Hampir semua pengunjung mengabadikan bagian kapal yang unik-unik. Mulai dari bagian dasar tiga tiang layar utama yang berbentuk ukiran Dayak, Jawa, serta Papua; patung Dewaruci di bagian ujung depan kapal; hingga ukiran di anjungan kapal tidak luput dari bidikan.

Di geladak kapal, pengunjung juga diajak bernyanyi dan berjoget ”poco-poco”. Informasi budaya dan wisata di Indonesia tersedia dalam brosur, bisa mereka dapatkan secara cuma-cuma. Pengunjung juga bisa membeli cendera mata dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari wayang kulit, mainan tradisional, batik, kain tenun, patung, hingga replika kapal pinisi.

Fotografer Belanda, Mae Olan, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar KRI Dewaruci dari berbagai penjuru. Bagi dia, kapal ini unik dan eksotis dibandingkan kapal yang lain.

Masyarakat Indonesia di Belanda juga antusias melihat KRI Dewaruci. Selain sebagai pengobat rasa rindu terhadap Tanah Air, mereka juga bangga dengan KRI Dewaruci.

”Saya bangga Indonesia punya KRI Dewaruci. Lihat saja, orang berdecak kagum melihat keberanian awak kapal berdiri dan menari di atas tiang,” kata Nani Saragih, warga Medan yang bersuamikan warga Belanda.

Lomba ketiga

Sail Amsterdam kali ini merupakan lomba kapal layar internasional ke-3 yang diikuti KRI Dewaruci sepanjang 2010. Negara lain yang ikut dalam ajang ini, antara lain, Rusia, Inggris, Finlandia, Jerman, dan tentu saja tuan rumah Belanda.

Untuk urusan penyelenggaraan ajang lomba kapal layar internasional, Belanda bisa dibilang jagonya. Mereka bisa menyedot perhatian ribuan penonton dari sejumlah negara untuk memadati tepian kanal di sepanjang lebih kurang 10 mil.

Kemeriahan makin terasa kala hari mulai gelap. Lampu-lampu kapal membentuk siluet badan dan tiang kapal terlihat artistik. Pesta kembang api yang ditingkahi lengkingan peluit kapal dan dentuman meriam membuat suasana kian semarak.

Warga tidak hanya menikmati kemeriahan dari tepi kanal, tetapi juga dari atas kapal besar dan kecil yang hilir mudik. Gadis-gadis cantik berjoget, menyanyi, dan minum-minum, diiringi alunan keras suara musik.

Usahawan Belanda, Bert Kos, di atas kapalnya yang saya tumpangi untuk berkeliling mengabadikan KRI Dewaruci, dengan bangga menyatakan, ”Malam ini lebih dari 2.000 kapal besar kecil turut dalam pawai di kanal. Orang-orang dari banyak negara ada di sini. Hebatnya lagi, tidak ada satu kecelakaan pun.”

Suasana ingar-bingar itu baru berakhir dini hari, sekitar pukul 02.00. Benar-benar penyambutan luar biasa khas Belanda yang yang memang sebagian besar penduduknya menghidupi budaya maritim. Tidak salah jika pendatang yang hadir benar-benar merasakan apa yang mereka sebut welkom in Amsterdam, selamat datang di Amsterdam.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 10 Agustus 2010

KRI Dewaruci akan ikuti Sail Bremerhaven, Jerman

0

KRI Dewa Ruci

Berlin - Setelah keikutsertaannya dalam Tall Ship Race di Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Perancis, dan Belanda, KRI Dewaruci di bawah komando Letkol Laut Suharto akan berkunjung ke Jerman untuk berpartisipasi dalam acara Sail Bremerhaven yang akan berlangsung tanggal 25-29 Agustus 2010. Jerman sendiri merupakan tempat KRI Dewaruci dibuat pada 1953 oleh galangan kapal HC Stülcken Sohn, Hamburg.

Perjalanan menjelajahi Eropa tersebut selain merupakan ajang pelatihan bagi Taruna Akademi Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia, juga sekaligus sebagai misi promosi budaya Indonesia ke negara-negara yang disinggahinya. Dalam acara Sail Bremerhaven, kru KRI Dewaruci akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti Tari Reog Ponorogo, Tarian Minang, Tari Saman, Tari Rampak Kendang dan Tari Perang dari Papua.

Menurut deplu.go.id, Selasa (10/8), KRI Dewaruci akan berlabuh di Bremerhaven pada 24 Agustus 2010. Setelah misi selama empat hari di Jerman, KRI Dewaruci meninggalkan Bremerhaven menuju Italia.

KRI Dewaruci merupakan kapal layar bertiang tiga dengan panjang 58,5 meter dan lebar 9,5 meter. Pelayaran kali ini sangat bermakna karena disamping merupakan pelayaran ke tanah kelahirannya, setelah ini KRI Dewaruci hanya akan menjelajahi rute-rute Asia dan dalam negeri Indonesia saja.

Sumber: PRIMAIRONLINE


Kamis, 29 Juli 2010

KRI Dewa Ruci Disambut di Kristiansand

0

London (ANTARA News) - Kapal bersejarah KRI Dewa Ruci yang pertama kali berlayar ke Jerman di tahun 1953 ini merapat di Pelabuhan Kristiansand, Rabu dalam muhibahnya mengikuti Tall Ships Races 2010.

Kedatangan Dewa Ruci disambut dengan prosesi atraksi saat kapal itu merapat. Sekretaris Tiga KBRI Oslo, Febby Fahrani dalam keterangan persnya, Kamis menyebutkan sekitar 30 kapal-kapal kecil yang sedang berlayar di perairan sekitar pelabuhan turut mengiringi Dewa Ruci saat merapat di galangan sandar kota Kristiansand.

Sambutan khusus diberikan Dubes RI Oslo, Esti Andayani dan seluruh jajaran staf KBRI Oslo serta Atase Pertahanan RI untuk wilayah Norwegia berkedudukan di Berlin, Jerman, Fachri Adamy yang menunggu kedatangan KRI Dewa Ruci di galangan sandar kota Kristiansand.

Secara khusus, Esti Andayani mengalungkan rangkaian bunga anggrek kepada komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Suharto, sebagai ucapan selamat datang di Norwegia.

Selama mengikuti Tall Ships Races 2010 di kota Kristiansand yang diikuti oleh 81 kapal layar dari 18 negara ini, KRI Dewa Ruci akan menampilkan pertunjukan seni Indonesia di panggung utama pada 29 Juli 2010.

Sumber: ANTARA


Rabu, 21 Juli 2010

KRI Dewaruci Tiba di Denmark

0

Surabaya (ANTARA News) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci tiba di Kota Alborg, Denmark, demikian siara pers dari Bagian Penerangan Akademi Angkatan Laut (AAL), di Surabaya, Rabu malam.

Kapal tersebut menempuh perjalanan sejauh 595 mil laut dari Kota Antwerp, Belgia, sejak 13 Juli 2010 dan tiba di Alborg, Rabu waktu setempat.

Kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Suharto dengan 164 anak buah kapal, sebanyak 83 di antaranya merupakan kadet AAL, itu merapat di Pelabuhan Alborg dengan selamat.

Dalam siaran persnya itu disebutkan, para awak KRI Dewaruci akan menggelar sejumlah agenda kegiatan selama di Denmark.

Di antara kegiatan itu adalah menerima kunjungan pejabat pemerintah Kota Alborg, mengikuti pertandingan olahraga persahabatan, pesta jamuan makanan, dan menyuguhkan atraksi kesenian.

"Kami juga mendapat kesempatan mengunjungi situs-situs bersejarah dan berbagai kegiatan lainnya yang disusul Kedutaan Besar RI di Denmark," katanya.

Kapal layar bertiang tinggi buatan tahun 1956 itu akan meninggalkan Alborg, Sabtu (24/7) untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Kristiansand, Norwegia..

KRI Dewaruci tidak sendirian dalam menempuh perjalanan sejauh 200 mil laut itu karena akan bersaing dengan sejumlah kapal layar tiang tinggi lainnya dari berbagai negara dalam ajang "The Tall Ship Race 2010 in Alborg".

Gubernur AAL, Laksamana Pertama TNI Hari Bowo berharap awak KRI Dewaruci bisa kembali mendulang kesuksesannya dengan mengumpulkan gelar terbanyak seperti yang pernah diraihnya di sejumlah ajang sebelumnya.

Sebelumnya KRI Dewaruci telah mengoleksi beberapa gelar juara di ajang lomba kapal layar "The Tall Ship Race 2010" dengan rute Cherbourg (Perancis)-Antwerp (Belgia).

Awak kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut itu juga berhasil meraih gelar juara bola basket antarpelaut di negara-negara Eropa.

Gelar sejumlah ajang itu diraihnya dalam misi pelayaran muhibah KRI Dewaruci ke sejumlah negara di Asia, Afrika, dan Eropa, selama sembilan bulan sejak Januari 2010.

Sumber: ANTARA


Rabu, 14 Juli 2010

KRI Dewa Rucii Tinggalkan Belgia

0

Diiringi dentuman meriam dan disaksikan ratusan warga Belgia, KRI Dewa Ruci, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu (14/7/2010) pagi, meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia. Selanjutnya kapal latih TNI AL ini akan mengikuti Tall Ships Races 2010 di Denmark.

BRUSSELS, KOMPAS.com- Diiringi 14 kali dentuman meriam, Kapal Latih TNI AL KRI Dewaruci bertolak meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu pagi tadi. Ratusan warga Antwerpen menyemut untuk menyaksikan prosesi pelepasan kapal yang baru saja menyabet tiga penghargaan dalam ajang Tall Ships Races 2010 itu.

Keberangkatan KRI Dewa Ruci diantar KUAI KBRI Brussel, Minister Counsellor Sri Hartiningsih, Atase Pertahanan RI untuk Belanda dan Belgia, Kol Wisnu, serta Roy Wahab, dan Punjul Nugraha dari Pensosbud KBRI Brussel.

Minister Counsellor Pensosbud dan Diplomasi Publik KBRI Brussel dalam surat siaran persnya yang diterima Kompas.com, Rabu, menyatakan, ratusan warga Belgia yang hadir tak hentinya melambaikan tangan, mengiringi kapal yang berlayar ke tengah laut.

“Kedatangan dan keberangkatan KRI Dewaruci adalah yang paling spektakuler dari seluruh peserta, sehingga akan dijadikan atraksi penutup Tall Ships Races di Antwerpen,” kata Letkol Patrick Janssens, perwira penghubung AL Belgia yang bertugas mendampingi KRI Dewaruci.

KRI Dewaruci merupakan kapal tiang tinggi terakhir dari 75 peserta lomba yang meninggalkan pelabuhan Antwerpen. Sebelumnya, kapal-kapal yang berukuran lebih besar, seperti Shabab Oman dari Oman, MIR dari Russia, dan Christian Radich dari Norwegia, hanya memperoleh satu kali tembakan meriam.

Menurut Priatna, keberhasilan KRI Dewaruci merupakan salah satu bentuk konkrit diplomasi total, yang telah berhasil merebut hati dan pikiran (win hearts and minds) warga Belgia, khususnya Antwerpen.

Panitia memang membatasi hanya tiga penghargaan yang bisa diberikan kepada peserta dari sebuah negara. Akan tetapi, kata Priatna, KRI Dewa Ruci sesungguhnya mendapat empat penghargaan. Yang satu lagi adalah berhasil merebut hati dan pikiran (win heart and mind).

"Tidak hanya di hati warga Belgia, tapi juga masyarakat internasional. Itu jauh lebih berharga dan amat terhormat”, tulis Priatna dalam siaran persnya.

Kembali antusias

Menurut Priatna, antisiasme masyarakat Antwerpen kembali ditunjukkan saat KRI akan meninggalkan Antwerpen. Mereka bahkan sudah mulai berkumpul ketika kapal latih TNI AL itu tengah dalam tahap persiapan meninggalkan pelabuhan. Pengunjung semakin bertambah ketika para kadet menampilkan atraksi Korps Musik yang memainkan lagu-lagu populer, serta meneriakkan yel-yel yang bersahabat.

Sebelum bertolak, Komandan KRI Dewaruci, Letkol (Laut) Suharto Ladjide memberikan penghormatan kepada seluruh pengunjung dari tangga kapal, yang dibalas secara serentak oleh para pengunjung.

Aplaus meriah kembali diberikan oleh masyarakat ketika Korps Musik Kadet AAL RI mulai memainkan irama Auld Lang Syne, mengiringi ditariknya KRI Dewaruci dari dermaga oleh kapal tunda Pelabuhan Antwerpen.

Masyarakat dan pengunjung tetap berada di pinggir dermaga Pelabuhan Antwerpen, ketika KRI Dewaruci memutar untuk melintas lagi, dan baru bubar ketika KRI Dewaruci menghilang dari pandangan. Beberapa peserta bahkan sempat tidak dapat menahan rasa harunya ketika melepas keberangkatan KRI Dewaruci.

Beberapa pengunjung menyuarakan harapan agar KRI Dewaruci dapat kembali mengunjungi Antwerpen, atau pelabuhan Belgia lainnya. “Para kadet dan awak kapal sangat ramah dan bersahabat,” puji seorang pengunjung. “Penampilan dan atraksi keseniannya juga sangat menarik dan unik,” ujar pengunjung lainnya.

Setelah dari Antwerpen, KRI Dewaruci akan mengikuti lomba Tall Ships Races 2010 dari Antwerpen di Belgia ke Aalborg di Denmark. Bendera start akan dikibarkan secara resmi pada tanggal 14 Juli 2010 pukul 15.00 di Laut Utara.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 13 Juli 2010

KRI Dewa Ruci Rebut 3 Penghargaan

0


Marching band Gita Taruna yang diawaki para kadet KRI Dewa Ruci tampil memukau dalam parade di Antwerpen, Belgia, Senin (12/7/2010). Mereka membawa banner panjang bertuliskan Indonesia, berjalan sepanjang 3 km ini. KRI Dewa Ruci menyabet tiga penghargaan dalam Tall Ships Race 2010 di Antwerpen.

JAKARTA, KOMPAS.com- Luar biasa. Kapal Latih KRI Dewa Ruci mampu merebut tiga penghargaan di Belgia. Ketiga penghargaan itu adalah kapal dengan formasi terbaik saat berlabuh (the most spectaculer ship entering port), kapal asal terjauh, dan tim olah raga basket terbaik.

Penghargaan telah diberikan oleh panitia Tall Ship Race 2010 kepada Letkol (Laut) Suharto selepas parade di lapangan terbuka di pusat kota Antwerpen, Belgia, Senin (12/7/20010) waktu setempat.

Dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Selasa (13/7/2010), Minister Counsellor Penerangan Sosial-Budaya dan Diplomasi Publik KBRI Brussels PLE Priatna menyatakan, parade dan pengumuman itu disaksikan oleh Walikota Anwerpen, Komandan Pelabuhan Laut Antwerpen, KUAI KBRI Brussel, serta warga Indonesia dan ribuan masyarakat Belgia.

Ditambahkan Priatna, parade itu diikuti peserta dari berbagai negara. Dalam parade itu, Marching band Gita Taruna yang dimainkan para kadet KRI Dewa Ruci membawa banner panjang bertuliskan Indonesia. Mereka berjalan sepanjang 3 km dan amat memukau.

Ribuan masyarakat Belgia berjajar menyaksikan parade dan atraksi drum band kadet Dewa Ruci yang mengalunkan 4 lagu berbahasa Inggris populer yang bernada enerjik dan rapi: Besame Mucho, La Bamba, Oh Carol, dan lagu natal Jingle Bell. Masyarakat bersorak dan bertepuk mengucapkan kekagumannya mendengar lagu Barat yang tidak asing di telinga mereka dimainkan secara apik para taruna KRI Dewa Ruci, yang berasal dari negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim.

KRI Dewa Ruci mampu menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. Open ship yang dilakukan praktis lebih dari 12 sejam sehari hampir tidak pernah kosong dari para pengunjung yang ingin menyaksikan kapal layar bertiang tinggi yang cukup tua ini.

“Kami menyiapkan kunjungan ini secara serius, agar publik Belgia seluas mungkin dapat melihat Indonesia secara dekat”, demikian kilah Roy N Wahab, Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel , didampingi Sdr Punjul Nugraha, Sekretaris III Pensosbud yang telah menyiapkan acara kunjungan berlangsung lancar.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin