Tampilkan postingan dengan label RUSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUSIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Mistral yang Memikat Rusia

0



Kapal induk helikopter terbaru buatan Perancis, Mistral, bersandar di tepi Sungai Neva dalam kunjungan ke kota St Petersburg, Rusia, 23 November 2009. Rusia akhirnya memutuskan membeli dua kapal kelas Mistral, akhir Desember 2010, untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya. Ini adalah transaksi pembelian senjata terbesar yang dilakukan Rusia dengan negara anggota NATO.

Sepanjang sejarah, Rusia dikenal sebagai produsen dan eksportir senjata. Mulai dari pistol sampai kapal induk, negara itu memiliki kemampuan untuk membuat sendiri dan menjualnya ke negara lain. Tak pernah terbayangkan Rusia akan mengimpor alat utama sistem persenjataannya.

Namun, pekan lalu, dunia dikejutkan dengan kabar Rusia memutuskan membeli dua kapal perang kelas Mistral dari Perancis. Pembelian kapal induk helikopter Perancis oleh Rusia itu adalah transaksi perdagangan senjata terbesar antara Moskwa dan negara anggota NATO dalam sejarah.

Rusia dikabarkan akan mengeluarkan uang sebesar 1,37 miliar euro (Rp 16,4 triliun) untuk membeli dua kapal tersebut. ”Kapal pertama seharga 720 juta euro dan kapal kedua 650 juta euro,” tutur seorang pejabat Rusia yang mengikuti proses negosiasi pembelian kapal itu, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, 30 Desember 2010.

Perbedaan harga tersebut disebabkan Rusia berencana terlibat dalam pembuatan kapal. ”Jika pada kapal pertama Rusia memiliki andil 20 persen dalam proses pembuatan kapal, pada kapal kedua nanti peran Rusia bisa mencapai 40 persen,” tutur sumber yang dikutip RIA Novosti.

Rilis resmi dari Kantor Kepresidenan Perancis menyebutkan, kapal tersebut akan dibangun oleh sebuah konsorsium yang beranggotakan dua perusahaan Perancis, yakni DCNS dan STX, serta satu perusahaan Rusia, United Shipbuilding Corporation (OSK).

Menurut rencana, Rusia akan membeli total empat kapal jenis Bâtiments de Projection et de Commandement (BPC), kapal komando dan proyeksi kekuatan) itu. Dua kapal pertama dibangun di Perancis, sementara dua kapal berikutnya dibuat di galangan kapal Rusia.

Rencana transaksi alutsista di antara dua negara besar ini menuai protes jauh hari sebelumnya. Protes datang terutama dari sekutu Perancis sendiri di NATO, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Baltik eks Uni Soviet yang kini menjadi anggota NATO.

Hanya tiga hari setelah pengumuman transaksi itu, Menteri Pertahanan Lituania Rasa Jukneviciene menyebut keputusan Perancis menjual kapal-kapal perang canggih itu kepada Rusia adalah sebuah ”kesalahan besar”. Menurut Jukneviciene, keamanan kawasan Laut Baltik dipertaruhkan apabila Rusia nanti mulai mengoperasikan kapal-kapal itu.

Kekhawatiran senada dilontarkan Georgia, negara yang punya pengalaman pahit berperang dengan Rusia, 2008. Dalam salah satu bocoran kawat diplomatik rahasia AS di WikiLeaks, Menteri Luar Negeri Georgia Grigol Vashadze mengungkapkan kekhawatiran bahwa kapal-kapal kelas Mistral itu kelak tak hanya mengancam Georgia, tetapi juga seluruh kawasan Laut Hitam.

Kekhawatiran Georgia ini sangat beralasan mengingat dalam salah satu pernyataan pada tahun 2009 Kepala Staf Angkatan Laut Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky menyebutkan, kapal-kapal buatan Perancis itu akan melipatgandakan kecepatan operasi pasukan Rusia.

Vysotsky mengambil contoh, dengan kapal itu, operasi penyerbuan seperti ke Georgia tahun 2008 bisa dilakukan hanya dalam tempo 40 menit, tidak 26 jam seperti yang dibutuhkan Armada Laut Hitam Rusia waktu itu.

Apa yang membuat kapal-kapal sekelas Mistral ini begitu hebat sehingga diminati negara sebesar Rusia dan ditakuti negara-negara lain?

Kapal tipe BPC pada awalnya dibangun oleh Perancis untuk meningkatkan kemampuan amfibi dan pendaratan pasukan AL Perancis. Kapal ini dirancang untuk menggantikan kapal-kapal pendarat tipe landing platform docks (LPD) kelas Ouragan dan Foudre yang sudah dioperasikan AL Perancis sejak akhir 1960-an.

Perang dan damai


Namun, pada perkembangannya, gagasan itu berkembang sesuai dengan tuntutan perang amfibi modern yang membutuhkan dukungan kekuatan udara serta kemampuan untuk mengangkut kendaraan tempur dan pasukan yang lebih besar.

Menurut naval-technology.com, kapal BPC itu dilengkapi dengan fasilitas komunikasi canggih buatan perusahaan elektronik Perancis, Thales. Itu yang membuat kapal tersebut bisa menjadi kapal komando dan mampu menjalankan operasi gabungan multinasional.

Saat ini, AL Perancis baru mengoperasikan dua BPC yang dibuat di galangan kapal Saint Nazaire, Perancis barat, yakni Mistral (dioperasikan sejak Februari 2006) dan Tonnerre (Februari 2007). Kapal ketiga, Dixmude, baru dipesan pada 2009 dan dijadwalkan mulai beroperasi 2012.

Berbobot 21.300 ton, panjang 199 meter dan lebar 32 meter, kapal BPC mampu mengangkut 16 helikopter tempur kelas menengah-berat, seperti SA330 Puma dan AS665 Tigre buatan Perancis atau Kamov Ka-50/52 buatan Rusia. Helikopter-helikopter itu disimpan di hanggar seluas 1.800 meter persegi di bawah geladak kapal.

Geladaknya dilengkapi landasan helikopter yang mampu mengakomodasi pergerakan enam helikopter secara simultan di enam titik pendaratan. Dengan kemampuan ini, kapal kelas Mistral lebih populer dengan sebutan kapal induk helikopter.

Di dalam perutnya, kapal yang dilengkapi dua sistem rudal anti-serangan udara Simbad ini juga mampu membawa satu batalyon kavaleri berisi 40 tank tempur utama sekelas Leclerc buatan Perancis atau T-90 buatan Rusia. Atau dalam konfigurasi lain, mengangkut 13 tank tempur utama dan 46 kendaraan militer lainnya.

Kapal ini juga bisa membawa 450 tentara untuk pelayaran selama enam bulan atau 700 tentara untuk misi yang lebih pendek durasinya. Pasukan tersebut bisa langsung didaratkan di daerah sasaran dengan empat perahu pendarat yang tersedia di dalam kapal itu.

BPC juga dilengkapi dengan rumah sakit seluas 900 meter persegi, yang memiliki 20 kamar, 69 ranjang perawatan, 2 kamar operasi, dan fasilitas lain setara sebuah rumah sakit di kota kecil. Dengan segala kemampuannya ini, sebuah kapal kelas Mistral juga bisa digunakan secara efektif untuk operasi kemanusiaan di samping misi-misi tempur.

Bahkan, misi perdana Mistral pada 2006 adalah mengungsikan warga negara Perancis dari Lebanon dalam konflik antara Israel dan milisi Hezbollah di Lebanon.

Pihak AL Rusia, seperti dikutip GlobalSecurity.org, menyebutkan, misi utama kapal-kapal BPC ini nantinya adalah untuk mengangkut pasukan, misi pemeliharaan perdamaian, misi penyelamatan, dan kemungkinan juga akan berpartisipasi dalam misi antibajak laut di perairan Somalia.

Tak perlu dikhawatirkan

Menurut pengamat pertahanan Pierre Conesa dari Paris, kapal-kapal BPC milik Rusia itu kemungkinan besar akan ditempatkan di Armada Pasifik Rusia, yang berpangkalan di Vladivostok, dekat Jepang dan Korea, jadi tak perlu dikhawatirkan oleh negara-negara Baltik.

Conesa menambahkan, kekhawatiran negara-negara Baltik dan Georgia itu menunjukkan negara-negara tersebut masih melihat ke masa lalu, bukan masa depan. ”Masa lalu mereka dan kita sangat berbeda. Mereka pernah diduduki oleh Uni Soviet, dan dalam kasus Georgia, pernah berkonflik dengan Rusia. Tetapi, jalan terbaik untuk membangun hubungan yang damai dan stabil dengan Rusia adalah dengan menganggap Moskwa adalah mitra kita,” papar Conesa.

Conesa juga menepis kekhawatiran bahwa penjualan kapal-kapal BPC itu ke Rusia akan berdampak pada ”transfer teknologi” militer NATO ke Rusia. Ia mengatakan, penjualan kapal perang itu harus dilihat dalam konteks masa kini, saat NATO berniat menggandeng Rusia dalam program perisai rudal Eropa.

”Dalam (program) sistem pertahanan antirudal itu nanti, kerja sama (antara Rusia dan negara-negara NATO) akan lebih dalam dan melibatkan teknologi yang lebih sensitif daripada yang terpasang di Mistral,” ujar Conesa.

Meski demikian, tak ada jaminan apa pun kapal-kapal itu nantinya tidak akan digunakan untuk misi agresif, seperti yang dilakukan terhadap Georgia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menegaskan, terserah Rusia untuk memutuskan di mana dan bagaimana mengoperasikan sistem persenjataannya.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 30 Desember 2010

Russia to pay over 700 million euros for first Mistral helicopter carrier

0

Mistral helicopter carrier

Russia will pay France approximately 720 million euros for its first Mistral-class helicopter carrier for its Navy, a source close to the negotiations process told RIA Novosti on Thursday.

At the initial stage, two Mistral-class helicopter carriers will be built jointly by France and Russia at the STX shipyard in Saint-Nazaire, France. Another two will be constructed later at the Admiralty Shipyards in St. Petersburg.

"The cost of the first ship will be 720 million euros, the second will cost 650 million euros," the source said.

Russian President Dmitry Medvedev told his French counterpart Nicolas Sarkozy last week over the phone that France had won the tender to build amphibious assault ships for Russia. The winner is a consortium comprised of French DCNS and Russia's United Shipbuilding Corporation (USC), the Kremlin press service said.

The first Mistral-class ship is expected to be built within 36 months after Russia makes an advance payment scheduled for January 2011.

Russia had previously held talks with France on the purchase of Mistral-class warships on a 2+2 scheme whereby Russia would buy one or two French-built Mistrals and build another two under license at home.

A Mistral-class ship is capable of transporting and deploying 16 helicopters, four landing vessels, up to 70 armored vehicles including 13 battle tanks, and 450 personnel.

From : RIA


Media Vietnam :Pengadaan Kapal Selam Lada Masih Terkendala ToT

0

Kapal Selam Jenis Lada

Antara kantor berita mengutip Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Mayor Jenderal Marsetio pada 27/12 mengatakan dibutuhkan lebih dari 39 kapal selam untuk melindungi wilayah laut NKRI, karena meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, tapi saat ini memiliki dua kapal selam, jenis dan KRI KRI Cakra dan Nanggala.

Dalam rencana strategis, setidaknya dari sekarang sampai 2024, Indonesia akan perlu membeli dua kapal selam lagi untuk melengkapi angkatan laut. Membeli dua kapal telah disetujui, dan pendanaan pemerintah, diharapkan $ 700.000.000 berasal dari kredit ekspor luar negeri.

Terkait dengan pembelian dua kapal selam yang disebutkan di atas, kata Mayor Jenderal Marsetio empat negara yang berpartisipasi dalam penawaran untuk menutup kapal, termasuk Jerman, Perancis, Rusia dan Korea Selatan. Rusia dan Korea Selatan, kami telah mencapai persiapan dan TNI AL mempertimbangkan rincian kapal selam oleh dua negara yang diusulkan untuk memilih mereka yang paling tepat.

Sebelumnya pada tahun 2010, memiliki informasi bahwa Indonesia sangat menginginkan Kapal selam jenis Lada buatan Rusia. Namun, Rusia dan Indonesia masih ada beberapa perbedaan pendapat dalam proses transfer teknologi. Oleh karena itu, Indonesia ingin mengaplikasikan lebih dari 120 kapal selam, teknik baru, yang paling canggih.


Para ahli percaya bahwa Indonesia ingin membeli akan kapal selam dalam sejumlah besar yang bisa memulai perlombaan senjata antara negara-negara Asia Tenggara.

Sumber: TIENPHONG/MIK


Kamis, 16 Desember 2010

Rusia Tawarkan PLTN kepada RI

0

Konsep BOO (Built, Operate & Owned) dalam pembangunan PTLN di Rusia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Rusia menawarkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia. Hal ini disampaikan Petr Shchedrovitskiy, pimpinan badan usaha tenaga nuklir Rusia, Rosatom.

Petr Shchedrovitskiy menjadi kepala delegasi Rusia yang berkunjung ke Indonesia dan memberikan presentasi tentang kemampuan negerinya membangun PLTN.

“Kami berharap dapat membangun PLTN di Indonesia karena menurut hemat kami ini adalah pembangkit energi paling efisien,” katanya di sela sela lokakarya tentang energi nuklir di Pusat Studi dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, hari ini.

Pemerintah RI juga tak perlu sibuk mencari dana jika setuju membangun PLTN Rusia ini. Berbagai opsi pendanaan ditawarkan, termasuk yang sudah disepakati perusahaan ini dengan Turki dalam membangun PLTN berkekuatan 4 X 1000 MW, yaitu konsep BOO (Built, Operate & Owned) alias pemerintah tinggal membeli listriknya saja dengan harga dan dalam masa waktu yang telah disepakati.

Petr Shchedrovitskiy memperkirakan harganya berkisar antara U$ 0,10 hingga U$ 0,15/KWH. “Tergantung masa kontrak yang disepakati.” Reaktor PLTN, menurutnya, mempunyai usia pakai sekitar 60 tahun.

Lantas bagaimana dengan limbah nuklir dari PLTN? Petr Shchedrovitskiy mengatakan, perusahaannya bersedia membawa limbah itu keluar Indonesia untuk diproses kembali di Rusia.

Ia berharap pemerintah RI tertarik membangun reaktor berkapasitas 1000 MW karena terbukti paling efisisen. “Ongkos operasionalnya di bawah dua sen dolar per KWH,” katanya.

Belum jelas jawaban resmi pihak Indonesia karena pertemuan delegasi RI dan Rusia baru dijadwalkan malam ini.

Sumber: TEMPO


English News : Russia and India fix T-50 fighter design contract cost at $295 mln

0


Russia and India have agreed the estimated cost of a design contract for their joint fifth-generation fighter project at $295 million, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) Chairman Ashok Nayak said in an interview with RIA Novosti.

"The cost of preliminary design is estimated at $295 million. The work is expected to be complete within 18 months," Nayak said.

Russia's Sukhoi holding and India's Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet based on the prototype T-50 design. India confirmed that it had finalized a draft contract at a meeting with Russia in early October.

Nayak said the contract could be signed by the representatives of India's HAL and Russia's United Aircraft Corporation (UAC) during a visit by Russian President Dmitry Medvedev to India on December 20-22.

The two sides agreed to develop both a single-seat and a two-seat version of the aircraft by 2016, focusing on the single-seat version in the initial stages of development. The costs will be shared equally between Russia and India.

The first Russian prototype T-50 made its maiden flight in January 2010.

The new fighter aircraft is expected to enter service with the Indian Air Force by 2020.

From : RIA


Seragam Militer Rusia Bikin Masuk Angin

0

Peragaan Seragam Militer Di New Russian military uniform fashion show.

MOSKOW, KOMPAS.com - Seragam militer baru Rusia yang didesain oleh perancang mode terkenal membuat ratusan prajurit masuk rumah sakit karena terbukti terlalu tipis untuk dapat bertahan di musim dingin.

Hal itu diberitakan oleh surat kabar pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, pada Rabu. Harian itu menunjukkan, 60-250 prajurit dirawat karena menderita flu hingga pneumonia karena angin Artik yang bertiup di kawasan sebelah utara Rusia.

"Mereka benar-benar merasa telanjang saat berada di luar ruangan," kutip harian itu dari pernyataan ibu seorang prajurit.

"Banyak dari mereka dirawat di rumah sakit, anak kami terkena pneumonia," katanya mengenai putranya.

Harian pemerintah itu mengatakan pejabat kementerian pertahanan mengaku tidak menerima keluhan mengenai seragam tersebut sebelum musim dingin datang.

"Tampaknya semua itu terjadi karena kecerobohan kami," kata Kepala Staf Gabungan Jenderal Nikolai Makarov kepada harian tersebut.

Seragam parade yang diperkenalkan pada 2008 didesain oleh perancang mode selebriti Valentin Yudashkin dijalin dengan emas dan tampak lebih indah dan cantik, bentuk kemunduran dari seragam pasukan pada masa kekaisaran Tsar.

Sementara itu seragam versi lapangan lebih ringan dan tipis namun dilengkapi dengan sepatu boot yang lebih mudah digerakkan.

Rusia merancang seragam pasca Uni Soviet pertamanya pada periode 1990-an, namun tidak populer karena para prajurit mengeluh bahwa tampilan mereka lebih terlihat sebagai tentara negara dunia ketiga.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 14 Desember 2010

Di AS, Soeharto Sebut Senjata Asal Rusia Bebani TNI

0

Jakarta - Pasca jatuhnya Presiden Soekarno, Indonesia mulai berpaling dari Rusia dan China, dan melirik Amerika Serikat (AS). Termasuk di bidang militer, presiden yang baru, Jenderal Soeharto, mendekati AS untuk meningkatkan kekuatan TNI.

Saat bertemu dengan Presiden AS Ricard M Nixon di Gedung Putih pada 26 Mei 1970 atau 2 tahun sejak diangkat menjadi presiden oleh MPRS, Soeharto berbicara tentang kondisi persenjataan militer Indonesia. Soeharto menyebut, alutsista asal Rusia terlalu membebani TNI.

"Pemeliharaan peralatan dari Rusia menjadi masalah besar. Kami tidak lagi memiliki suku cadang. Kesulitan-kesulitan ini paling parah dirasakan oleh TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara," kata Soeharto seperti termuat dalam dokumen indoleaks yang diunduh detikcom, Selasa (14/12/2010).

Dalam dokumen yang bersifat "sangat rahasia dan "sensitif" tersebut, Soeharto mengatakan, dengan mengimpor senjata dari Rusia dan China, kedua negara itu menjadi tahu kelemahan Indonesia. Sementara Rusia dan China saat itu menjadi ancaman yang mengkhawatirkan.

"Mereka (China) sekarang memiliki rudal dengan jangkauan 1.100 mil. ...Angkatan Laut Rusia aktif di laut India dan mungkin kegiatan ini akan diperpanjang di kawasan Pasifik," ujar mantan Pangkostrad itu.

Di depan Nixon, Soeharto mengaku sudah berbicara dengan Laksamana McCain mengenai ancaman dari kedua negara komunis tersebut. Namun, katanya, pimpinan militer Indonesia belum memiliki rencana besar dan tenaga yang strategis. TNI hanya ingin meningkatkan kemampuan militer secara bertahap.

Soeharto juga mengaku telah membahas program militer Indonesia itu dengan Duta Besar AS untuk RI Galbraith. Namun, Soeharto tampaknya masih malu-malu untuk meminta bantuan langsung kepada Nixon dalam pertemuan tersebut.

"Kami tidak ingin Anda berkomitmen sekarang, tapi kami ingin anda tahu apa yang dapat dilakukan," kata pemimpin orde baru yang lebih dari 32 tahun berkuasa itu.

Bagaimana tanggapan Nixon? Menurut Presiden ke-37 AS itu, kekuatan militer cukup penting untuk menjaga keamanan sebuah negara. Dengan penduduk 150 juta jiwa, wilayah teritorial yang luas, serta sumber daya alam melimpah, Indonesia bisa manjadi target pihak lain. Karena itu TNI harus kuat.

"Netralitas tidak berarti tanpa kekuatan untuk mempertahankan netralitas tersebut. Selama kunjungan Anda di sini saya ingin Pimpinan TNI bertemu dengan orang yang tepat untuk menentukan kebutuhan Indonesia dan peran yang sesuai dari AS," ucap Nixon.

"Kita tahu niat Anda hanya untuk tujuan pertahanan dan tidak untuk menyerang orang lain," sambung Nixon.

Sumber: DETIK


Sabtu, 11 Desember 2010

Tank BMP-3f Resmi Memperkuat Korp Marinir TNI AL

0


Situbondo (ANTARA News) - Tank amfibi BMP-3F buatan Rusia, resmi memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara resmi 17 unit tank amfibi tersebut dari Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.

Setelah diserahterimakan kepada Menteri Pertahanan, diserahkan kepada TNI kemudian Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai pengguna.

Sebelumnya, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin, penambahan 17 tank amfibi dari Rusia itu akan semakin memperkuat jajaran korps baret ungu yang dipimpinnya.

Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.

Usai serah terima tank amfibi, akan dilakukan pengangkatan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Sumber: ANTARA


Dana Cekak, Proyek Kapal Induk Rusia Terbengkalai

0

MOSKOW--Informasi proyek armada angkatan laut Rusia diungkap oleh salah satu perwira tingginya, Jumat (10/12). Menurut si perwira, saat ini Moskow kekurangan anggaran untuk membentuk armada kapal induk baru seperti dijanjikan Kremlin.

"Program persenjataan negara untuk 2011-2020 tidak memadai untuk pembangunan kapal induk," kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Rusia yang tidak mau disebutkan namanya kepada kantor berita Interfax.

Ia mengatakan pendanaan saat ini hanya memungkinkan militer merancang kapal induk tersebut namun tidak dilanjutkan dengan pembangunan kapalnya,

"Hanya kemudian -- setelah menyelesaikan rancangan canggih kapal induk -- dapatkah kita meneliti tentang keuntungan dibangunnya kapal tersebut," kata pejabat itu.

Uni Soviet memiliki lima kapal induk pada masa kejayaannya namun Rusia kini hanya tinggal memiliki satu, kapal induk Admiral Kuznetsov.

Hal tersebut sangat jauh dibandingkan dengan 11 kapal induk Amerika Serikat yang beroperasi dan enam kapal induk cadangan lainnya, ditambah tiga buah kapal kini sedang dalam masa pembuatan, menurut Dinas Riset Kongres AS.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan akan mengangkat pamor maritim negaranya sebagai salah satu program militer yang diumumkan dengan meriah pada 2008.

Kepala Staf Angkatan laut Vladimir Vysotsky mengatakan pada tahun yang sama bahwa Rusia berencana untuk membangun enam kapal induk baru -- masing - masing tiga armada untuk Samudra Pasifik dan wilayah utara Rusia.

Sumber: REPUBLIKA


Kapal Perang Rusia Berkunjung ke Srilanka

0

VLADIVOSTOK--MICOM: Satuan gugus tugas Armada Pasifik yang dipimpin oleh kapal perusak Laksamana Vinogradov Sabtu (11/12), menyelesaikan kunjungan tiga hari ke Srilanka dan meneruskan perjalanan ke Teluk Aden untuk memerangi pembajakan laut di wilayah tersebut.

Kunjungan ke pelabuhan Kolombo bertepatan dengan ulang tahun ke-60 Angkatan Laut Srilanka. "Selama kunjungan persahabatan para pelaut Rusia mengunjungi kantor wali kota dan beberapa fasilitas militer," kata juru bicara Armada Pasifik Rusia. Destroyer Admiral Vinogradov mengawal misi tersebut dengan kapal penyelamat dan tanker Pechenga.

Gugus tugas itu adalah untuk menggantikan kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal perusak Armada Utara kelas Admiral Levchenko Udaloy yang dipandu-rudal. Kelompok, yang juga termasuk kapal tanker Olekma dan SB-36 kapal tunda dari Armada Laut Hitam Rusia itu, tiba di Teluk Aden pada 3 Juli.

Angkatan Laut Rusia telah mempertahankan kehadirannya di lepas pantai Tanduk Afrika sejak Oktober 2008, dengan kapal perang yang beroperasi secara rotasi.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Jumat, 10 Desember 2010

Soeharto Takut Indonesia Diserang Cina-Rusia

0

Halaman Muka Indoleaks.org

JAKARTA--Laman lokal Indoleaks membocorkan salinan dokumen dari Gedung Putih berkode Top Secret/Sensitive berupa percakapan antara mantan presiden Soeharto dengan mantan presiden Richard M Nixon dan mantan menlu Henry Kissinger.

Dokumen bertanggal 26 Mei 1970 berisi berbagai hal soal perkembangan Orde Baru Indonesia setelah lepas dari peristiwa G30S. Tercatat isu soal Partai Komunis Indonesia, investasi dan utang asing, serta pertahanan Indonesia dibahas.

Dalam pembicaraan lanjutan, Soeharto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap militer Cina dan Rusia. Menurut Soeharto, Cina dan Rusia mengetahui titik lemah pertahanan Indonesia.

"Armada dan peralatan militer kami datang dari Rusia dan Cina. Jadi mereka tahu persis kelemahan Indonesia. Kami sudah membicarakan hal ini dengan Admiral McCain terkait potensi ancaman Cina yang memiliki misil daya jelajah 1.100 mil," kata Soeharto.

"Kami juga memberi perhatian serius terhadap ancaman infiltrasi dari Rusia. Karena armada laut Rusia aktif di Laut Hindia dan kemungkinan meluas hingga ke Pasifik. Indonesia mengkhawatirkan Rusia menggunakan kapal selamnya, padahal kami belum punya senjata antikapal selam," sambung Soeharto.

Soeharto juga mengkhawatirkan kemampuan jenderal-jenderal militernya belum memiliki rencana strategis menangkal Cina-Rusia.

Terhadap penjabaran Soeharto ini, Nixon mengatakan, memang ada potensi dari Cina untuk membantu lagi komunis di Indonesia. Apalagi Indonesia termasuk negara strategis dengan potensi sumber daya alamnya yang kaya. "Indonesia menjadi target dari negara lain," kata Nixon.

Ia lalu mengarahkan Soeharto untuk bertemu dengan sejumlah tokoh penting membahas kekuatan militer Indonesia. "Ini untuk menentukan apa yang dibutuhkan Indonesia dan bagaimana peran Amerika yang tepat bagi Indonesia," kata Nixon.

"Selalu terbuka kemungkinan untuk menambah bantuan peralatan dan armada militer lagi bagi Indonesia," tambah dia.

Sumber: REPUBLIKA


Israel Kirim Pesawat Mata-mata ke Rusia

0

illustrasi

MOSKWA, KOMPAS.com — Israel telah mengirim sejumlah pesawat mata-mata ke Rusia, dalam pengiriman pertama pesanan Rusia.

Menurut kantor berita Interfax, Jumat (10/12/2010), Moskwa berusaha untuk merevitalisasi angkatan udaranya yang merosot.

Pengiriman pesawat itu ditujukan untuk mendorong kemampuan dalam mengumpulkan data intelijen Rusia.

Perjanjian pembelian pesawat mata-mata Israel senilai 550 juta dollar AS tersebut ditandatangani tahun lalu.

"Semua pesawat mata-mata itu ditetapkan melalui kontrak yang telah dikirim ke Kementerian Pertahanan Rusia. Satu kelompok perwira Rusia telah menjalani pelatihan dalam penggunaan peralatan itu," kata sebuah sumber diplomatik militer yang tak disebutkan namanya, Kamis, seperti dikutip Interfax.

Perang lima hari Rusia dengan bekas republik Soviet, Georgia, pada 2008 telah menyingkap sistem intelijen dan komunikasinya yang buruk.

Perjanjian dengan Israel untuk meningkatkan Angkatan Udara Rusia itu merupakan bagian dari penjualan yang memperoleh persetujuan Moskwa untuk mengalihkan penjualan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia ke Iran, menurut kawat diplomatik AS, yang dipublikasikan WikiLeaks.

Rusia telah membekukan pesanan rudal permukaan-ke-udara itu ke Iran awal tahun ini, dengan menyebut putaran baru sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Teheran karena aktivitas nuklirnya yang seperti bayangan.

Rusia menyatakan, mereka ingin membeli pesawat mata-mata Israel untuk mengetahui konstruksi dan teknologinya.

Sebuah sumber industri pertahanan Israel mengatakan kepada Reuters, Kamis, bahwa pengiriman itu merupakan hasil dari perjanjian yang ditandatangani satu setengah tahun lalu.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Vladmir Popovkin sebelumnya mengatakan, Rusia telah mempertimbangkan 14 pesawat mata-mata Israel dalam pesanan pertamanya.

Pada Oktober Rusia memesan dua kali lipat jumlahnya dari pesanan April lalu untuk satu set pesawat mata-mata lainnya.

Beberapa pengamat mengatakan, Angkatan Udara Rusia membutuhkan kira-kira 100 pesawat pengintai bagi pengumpulan data intelijen efektif jika terjadi konflik militer.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 07 Desember 2010

Skadron 31 Dapat Tambahan 6 Helikopter

0

Mi-17 TNI AD Buatan Rusia

SEMARANG (SINDO) – Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat yang bermarkas di kompleks Lanumad Ahmad Yani Semarang akan mendapatkan tambahan enam helikopter jenis MI 17.


Diharapakan dengan tambahan alutsista tersebut mampu meningkatkan kemampuan Skadron 31/Serbu sebagai satuan tempur udara TNI Angkatan Darat. “Rancananya, awal tahun depan tambahan helikopter ini akan diberikan,” kata Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Dan Puspenerbad) Brigjend TNI Nabris Haska di sela-sela serah terima jabatan Komandan Skadron 31 Letkol CPN Suprapto kepada Letkol CPN Wahyu Jatmiko kemarin. Letkol CPN Wahyu Jatmiko,sebelumnya menjabat Kepala Departemen Pengetahuan Militer Umum (Kadeppengmilum) Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdik Penerbad). Sementara Letkol CPN Suprapto akan menempati jabatan barunya sebagai Direktur Operasional Penerbagan (Diropsbang) Puspenerbad. Menurut Nabris Haska, pembinaan personel harus terus dilakukan untuk menjadikan prajurit yang profesional.

“Pergantian jabatan adalah hal yang wajar dalam rangka meningkatkan kinerja individu dan satuan tempat bertugas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan peran dan fungsi,”jelasnya. Nabris mengatakan, Skadron 31/Serbu sebagai satuan pelaksana Puspenerbad memiliki peranan penting dalam menjalankan satuan operasioanl penerbangan angkatan darat yang melaksanakan tugas- tugas penerbangan.

“Untuk itu pembinaan satuan harus mengarah pada kemampuan satuan dan perorangan, sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki agar menjadi prajurit WiraAmur yang profesional di bidang penerbangan,” jelasnya.

Sumber: SEPUTAR INDONESIA


Senin, 06 Desember 2010

TNI AL Uji Coba Tank Amfibi BMP-3F Rusia

3

BMP 3F TNI AL Buatan Rusia

SURABAYA, KOMPAS.com — TNI Angkatan Laut berencana melakukan uji coba terhadap kemampuan 17 tank amfibi jenis BMP-3 yang baru saja didatangkan dari Rusia untuk melengkapi persenjataan pasukan Marinir.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Senin (6/12/2010), mengatakan, uji coba akan dilakukan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini.

"Latihan dan uji coba itu sekaligus serah terima tank amfibi kepada pasukan Marinir," paparnya seusai memimpin upacara peringatan Hari Armada di Koarmatim.

Uji coba juga untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan tank amfibi berharga miliaran rupiah itu beroperasi dengan baik.

Tank amfibi sebanyak 17 unit yang dibeli TNI AL dari Rusia itu tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, pada akhir November lalu.

Menurut KSAL, pengadaan peralatan tempur baru itu untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di jajaran TNI AL.

"Sementara ini jumlah tank amfibi yang dibeli baru 17 unit dan kemungkinan bisa ditambah sesuai kebutuhan. Alutsista yang lama dan tidak bisa difungsikan lagi akan diganti dengan baru," katanya.

Laksamana TNI Soeparno menambahkan, pembelian peralatan tempur dari Rusia itu sudah melalui berbagai kajian, termasuk soal harga, kemampuan, dan kualitasnya.

Selain tank amfibi, pihaknya juga sudah merencanakan untuk melakukan pengadaan beberapa alutsista baru, seperti kapal selam, kapal perang, dan peralatan tempur lainnya.

"Pengadaan itu sudah masuk dalam agenda dan sekarang sedang diproses," ujarnya.

Sumber: KOMPAS


Terungkap, Parlemen Inggris disusupi Mata-mata Rusia

0


REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Seorang perempuan muda Rusia menghadapi ancaman deportasi setelah badan keamanan menahannya atas dugaan spionase alias mata-mata. Katia Zatuliveter (25) diam-diam bekerja bagi intelejen Rusia sebagai agen “tidur”.

Katia telah bekerja di Liberal Demokrat MP Mike Hancock yang duduk di komite pertahanan parlemen yang bertugas mempelajari kebijakan pertahanan tapi tidak memiliki akses pada materi-materi rahasia.

Hancock, yang juga seorang anggota parlemen untuk Porstmouth di Inggris selatan, lokasi pangkalan angkatan laut besar berada, membantah asisten penelitiannya telah melakukan sesuatu yang salah. "Dia bukan mata-mata Rusia, aku tak tahu menahu tentang spionase, tapi ia telah menjadi obyek perintah deportasi," ujar Hancock dalam sebuah pernyataan.

Anggota parlemen ini mengatakan bahwa layanan keamanan dalam negeri, MI5, tidak pernah mengatakan keprihatinan apapun mengenai Katia. "Tak seorang pun pernah mengatakan kepada saya, dalam kondisi apapun, bahwa dia telah terlibat dalam hal seperti itu," katanya. "Sekarang di tangan pengacara, aku yakin bahwa pada akhirnya ia akan terbukti benar."

Hancock mengatakan kepada BBC dalam sebuah wawancara, Katia ditangkap pada Kamis pagi dan dibawa ke pusat penahanan imigrasi di London, sebelum dipindahkan ke pusat di mana dirinya ditahan dan mengajukan banding bersamaan.

Sumber: REPUBLIKA


Sabtu, 04 Desember 2010

Kapal Selam Nuklir Pertama India Segera Dioperasikan

0


REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI--Panglima Angkatan Laut India, Nirmal Varma, menyatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir pertama negara ini akan dioperasikan dalam dua tahun mendatang. IRNA (2/12) melaporkan, Varma dalam konferensi pers tahunannya di New Delhi menyatakan, "Program pembangunan kapal selam nuklir yang dimulai tahun 2009 itu dirahasiakan dan dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2012."

Dikatakannya, pascapengoperasian kapal selam nuklir itu, Angkatan Bersenjata India akan memiliki kemampuan meluncurkan rudal-rudal strategis baik dari permukaan maupun dari bawah permukaan laut. Kapal selam nuklir itu merupakan satu dari rencana produksi tiga kapal selam nuklir yang dibantu oleh para pakar dari Rusia.

Sumber: REPUBLIKA


Jumat, 03 Desember 2010

SERAH TERIMA TANK AMPHIBI BMP-3 F RUSIA 11 DESEMBER 2010

0

Tank Amphibi BMP-3 F buatan Rusia

Paparan tentang serah terima Tank Amphibi BMP-3 F buatan Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dilaksanakan di Markas Komando Korps Marinir, Jalan Prapatan No. 40 Jakarta Pusat, Jumat (3/12).

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno beserta rombongannya turut hadir disitu serta diterima langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin.

Sebelumnya, Kasal beserta rombongan Sholat Jum’at bersama para prajurit Marinir dan warga sekitar mako di Gedung Graha Marinir.

Menurut rencana upacara serah terima BMP-3 F akan dilaksanakan di Banongan Situbondo tanggal 11 Desember 2010, serta diakhiri kegiatan pengangkatan Menhan sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Paparan disampaikan langsung oleh Dan Pasmar 1 Kolonel Marinir A. Faridz Whashington, serta dihadiri Irjenal Mayjen TNI (Mar) Djunaedi Djahri, Asops Kasal, Aspers Kasal, Aslog Kasal, Komandan Kobangdikal, Komandan Seskoal, para pejabat teras Mabesal dan pejabat teras di lingkungan Korps Marinir.

Sumber: KORP MARINIR


Menhan RI : Sidang Ke-6 Kerjasama Teknik – Militer RI – Rusia Diharapkan Tingkatkan Kerjasama Alutsista Kedua Negara

0

Sukhoi TNI AU

Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (30/11), menerima kunjungan kehormatan Ketua Delegasi Rusia dalam Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia Mr Vyaheslav Dzirkaln, di kediaman Menhan, Jakarta. Kedatangannya kali ini menjadi pembicaraan pembuka sebelum dilaksanakannya Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia di kantor Kementerian Pertahanan. Sidang akan berlangsung selama dua hari dimana hari kedua akan digunakan khusus untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antar industri pertahanan kedua negara.

Menhan Purnomo yang saat menemui Ketua Delegasi Rusia didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksda TNI Susilo, mengharapkan sidang ke-6 yang akan dipimpin oleh Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto ini dapat berhasil dengan baik.

Usai mengadakan pertemuan dengan Menhan Purnomo di kediaman Menhan, Ketua Delegasi Rusia juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan, Jakarta sebelum memulai Sidang ke-6 RI-Rusia tentang kerjasama teknik-militer yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan.

Ketua Delegasi Rusia Mr Vyaheslav Dzirkaln mengatakan, pemerintahnya menyambut baik pertemuan dengan Menhan Purnomo sebelum dilaksanakannya sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia. Karena menurutnya pertemuan ini dapat digunakan untuk membicarakan perkembangan terbaru hubungan teknik militer kedua negara. Dirinya menyetujui apa yang menjadi harapan Menhan Purnomo dan menyatakan bahwa pihak Rusia juga mengharapkan hasil terbaik dari pertemuan ini.

Sementara itu, saat membuka Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, sidang ke-6 ini merupakan pertemuan rutin setiap tahun dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan statuta perjanjian Pemerintah RI-Rusia di bidang kerjasama teknik-militer. Pertemuan tahun sebelumnya yaitu sidang ke-5 dilaksanakan di Rusia, karena itu sidang ke-6 ini diadakan di Jakarta.

Banyak hal yang telah dirumuskan dari hasil pertemuan tahunan sebelumnya yang sangat berguna dalam membangun kerjasama teknik-militer antara RI dan Rusia. Beberapa isu penting yang akan dibahas dalam pertemuan saat ini adalah tentang rencana penambahan enam pesawat Sukhoi-30 dan Sukhoi-27 serta pembangunan fasilitas service maintainance center untuk beberapa alutsista produk-produk Rusia yang ada di Indonesia seperti pesawat Sukhoi, helicopter, dan peluru kendali.

Hal lain yang ingin dibahas adalah bagaimana sistem atau rantai pengadaan alutsista dari Rusia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga kesiapan-kesiapan alutsista yang dimiliki oleh TNI dapat cepat teratasi. Hal itu dimaksudkan agar tingkat kesiapan operasional alutsista TNI menjadi lebih tinggi.

Sumber: DMC


Dilema Pengadaaan Alutsista TNI

0

Alutsista TNI

November 2, 2010: Indonesia telah meningkatkan anggaran pertahanan lebih dari $ 6 miliar untuk tahun depan. Itu sekitar satu persen dari PDB. Selama empat tahun ke depan, rencananya akan ditingkatkan 1,5 persen dari PDB. Karena pengadaan alutsista membutuhkan banyak pengeluaran, dan saat ini TNI sangat membutuhkan peralatan baru.

Lebih dari dua dekade kediktatoran, yang berakhir pada tahun 1998, korupsi melihat banyak anggaran pertahanan dialihkan untuk penggunaan non-militer. Para jenderal mendirikan bisnis komersial sendiri, daripada memelihara peralatan militer yang up-to-date.

Dengan berakhirnya kediktatoran, ada upaya untuk mengontrol kekuatan politik dan ekonomi militer. Hal ini memperlambat upgrade peralatan. Ada banyak kerusakan untuk memperbaiki. Misalnya, ketika Perang Dingin berakhir, Indonesia membeli sebagian besar angkatan laut Jerman Timur. Hal ini dilihat sebagai cara yang cepat dan murah untuk menghadapi memenuhi kapal TNI AL yang sudah tua dan tidak bisa dioperasi.

Banyak kapal Jerman Timur yang kecil dan mempunyai umur diatas 10 tahun. Tapi dipertahankan oleh Jerman, karena kapal tersebut masih dalam kondisi cukup bagus. Karena TNI AL setengah hati merawat kapal tersebut membuat banyak kapal mulai kerusakan. Itu disebabkan karena Indonesia memiliki daerah tropis, bukan daerah Baltik dingin, sehingga mempercepat kapal tersebut rusak. Pemerintah masih belum punya uang untuk membeli kapal baru, atau bahkan banyak kapal lama masih dalam perbaikan. Sehingga Indonesia mencari kapal perang terjangkau dari Rusia dan Korea Selatan. Indonesia berpaling ke Rusia membeli pesawat tempur baru.

Sekarang telah dalam rangka yaitu penambahan menjadi 16 Su-27s dan Su-30s. Meski mahal, pesawat tempur Rusia modern, dan canggih. Tapi hemat dalam perawatan. Namun, untuk menghemat anggaran, Indonesia mengirim para pilot sukhoi ke Cina untuk membantu pelatihan pilot untuk menerbangkan Su-30-an. Yang memnyebabkan Rusia tidak senang dengan ini, dan ketakutan bahwa Cina akan mencoba dan menjual salinan ilegal (di bawah Rusia) dari Su-27 (yang J-11) untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Rusia telah berjanji akan memproses melalui jalur hukum jika hal ini terjadi. Saat ini China telah memproduksi lebih dari 120 J-11. Indonesia ingin setidaknya membeli 50 pesawat tempur Rusia, tetapi Indonesia bisa tergoda oleh korupsi dan penurunan harga bila membeli J-11.

Saat ini TNI telah mengakuisisi peralatan senjata infanteri banyak yang baru, tetapi tidak banyak peralatan utama (tank, artileri). Anggaran pertahanan akan menyedot banyak anggaran yaitu pengadaan pesawat tempur dan kapal perang, hal ini bisa menyebabkan rawan korupsi dalam pengadaannya ( dari pemasok).

Sumber: STRATEGY PAGE/MIK


Kamis, 02 Desember 2010

Helikopter Mi-38 Akan Diproduksi Awal Tahun 2013

0


Helikopter Rusia akan dimulai pada 2013, produksi angkutan utilitas jenis baru helikopter Mi-38 setelah menyelesaikan masalah pasokan dengan pemasok mesin Pratt & Whitney Kanada, Kanada, produsen helikopter Rusia milik negara Helikopter Rusia mengatakan Kamis. Rusia Helicopters'spokesman Romawi Kirillov mengatakan bahwa semua masalah dengan Pratt & Whitney telah diselesaikan.

"Perusahaan berencana untuk melengkapi mesin helikopter Rusia dan Kanada. Kami melihatnya sebagai manfaat tambahan untuk pembeli kami. Mitra di Rusia dan negara-negara CIS tradisional memilih untuk mesin dibuat di Rusia, bahkan jika para mitra di dunia lebih memilih Kanada, "katanya. Pertengahan-38 program telah tertunda beberapa kali.

Mil Moskow Helikopter Plant helikopter Rusia mengatakan tahun lalu bahwa produksi helikopter generasi baru akan dimulai awal tahun 2014, Pratt & Whitney Kanada, awalnya dipilih sebagai pemasok pilihan motor, berencana untuk menarik diri dari proyek tersebut.

keengganan mereka untuk menyediakan mesin adalah karena embargo AS atas penjualan bivalensi peralatan di Rusia. Prototipe kedua Mi-38 telah 127/TS PW Pratt & Whitney, tetapi juga dapat dilengkapi dengan mesin diproduksi Rusia TV7-117V. Hal ini juga dilengkapi dengan diubah bilah rotor utama dan avionik baru sistem "kemudi" dari Tranzas. helikopter saat ini sedang menjalani pengujian dan kemudian siklus tes dalam penerbangan.

"Helikopter telah menyelesaikan 26 runup tanah dan tujuh hover dan penerbangan kecepatan rendah di landasan pacu," kata helikopter Rusia. Sebuah prototipe ketiga saat ini sedang dirakit di pabrik di Kazan, Tatarstan helikopter. Pertengahan-38 kembar tidur sampai dengan 30 penumpang, atau membawa muatan lima ton dan dapat digunakan untuk sipil dan militer.

Sumber: RIA / MIK




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin