Tampilkan postingan dengan label KORUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KORUT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Januari 2011

AS "Dirayu" Tingkatkan Jangkauan Rudal Korsel

0

Rudal Korea Selatan.

SEOUL, RABU - Korea Selatan berencana meningkatkan daya jangkau peluru kendali yang mereka miliki untuk mengantisipasi sikap agresif negara tetangga, Korea Utara.

Upaya itu juga sekaligus untuk meningkatkan efek penggentar bagi Korut. Untuk merealisasikan niat tersebut, Korsel akan bekerja sama dan berkonsultasi dengan negara sekutunya, Amerika Serikat.

Langkah negosiasi dilaporkan sudah digelar kedua negara sejak akhir tahun lalu. Jika jadi dilakukan, daya jelajah peluru kendali Korsel bakal meningkat dari hanya mencapai radius 300 kilometer menjadi lebih dari 1.000 kilometer.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Rabu (19/1), menolak berkomentar. Namun, Perdana Menteri Korsel Han Seung-soo pernah menyampaikan di depan parlemen Korsel soal pentingnya upaya tersebut, apalagi menyusul langkah uji coba peluncuran peluru kendali Korut pada April 2009.

Sayangnya isu itu tidak mengemuka dan berlanjut dalam pertemuan keamanan bilateral tahun 2009. Ketika itu AS khawatir upaya tersebut hanya akan memicu perlombaan senjata di kawasan timur laut Asia.

Akan tetapi, isu tersebut kembali mencuat dan dinilai mendesak untuk segera direalisasikan, terutama pasca-serangan terhadap kapal perang Korsel, diduga dilakukan Korut. Dalam insiden itu 46 prajurit Angkatan Laut Korsel tewas.

Serangan Korut kembali terjadi saat mereka menyerang Pulau Yeonpyeong, Korsel, dan menewaskan empat orang dengan tembakan ratusan peluru artileri meriam Korut.

Saat ini diyakini Korut memiliki sedikitnya 1.000 peluru kendali dengan berbagai macam tipe dan 800 peluru kendali balistik. Kebanyakan dari peluru kendali itu diarahkan langsung ke Seoul atau ke sejumlah daerah lain di Korsel. Sejumlah peluru kendali Korut diketahui memiliki daya jelajah menengah, hingga 3.000 kilometer.

Hal itu berarti Korut memiliki kemampuan ”menghajar” basis militer AS yang ada di Jepang dan di Guam. Pada April 2009 Korut menguji coba tiga peluru kendali balistik antarbenua mereka. Salah satu peluru kendali itu melintas terbang di atas wilayah udara Jepang dan mendarat di Samudra Pasifik.

Dalam tur kunjungan kawasannya pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Robert Gates memperkirakan dalam lima tahun mendatang Korut sudah menguasai peluru kendali balistik antarbenua, yang mampu menjangkau negaranya. Dari sanalah kemudian muncul pernyataan Gates bahwa Korut telah menjadi ancaman langsung bagi AS.

Lebih lanjut, untuk bisa menjalankan rencananya meningkatkan daya jelajah peluru-peluru kendalinya, Korsel harus terlebih dahulu mendapat persetujuan AS untuk merevisi pakta perjanjian bilateral kedua negara, yang ditetapkan tahun 2001. Dalam pakta itu disebutkan, peluru kendali balistik Korsel dibatasi hanya memiliki daya jelajah maksimal 300 kilometer dan membawa bahan peledak sampai 500 kilogram.

”Saat ini pembicaraan tentang hal itu masih sangat awal dan dini, terutama untuk bisa mengetahui apakah rencana tersebut bisa dilakukan atau tidak,” ujar salah seorang sumber dari dalam pemerintahan Korsel.

Selama ini AS menjamin pertahanan Korsel dengan menggelar 30.000 personel pasukan militernya di kawasan tersebut.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 15 Januari 2011

Pasukan AS di Jepang dan Korsel Siap Hadapi Korut

0

ist

Seoul, Jumat - Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengakhiri kunjungan ke Asia dengan menyinggahi Seoul, Korea Selatan, Jumat (14/1). Salah satu masalah krusial yang ditekankan Gates adalah pasukan AS di Jepang dan Korsel akan terus dipertahankan demi menghadapi provokasi Korea Utara ”yang suka perang”.

Berbicara sebelum menemui Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-jin, ia mengatakan akan berdiskusi dengan Kim untuk menciptakan bentuk koordinasi yang baik dan erat sebelum menghadapi setiap provokasi yang mungkin dilakukan Korut dan sekutunya, China, pada masa mendatang.

Washington dan Seoul menuduh Pyongyang menorpedo sebuah kapal perang Korsel pada Maret 2010 yang menewaskan 46 pelautnya. Pyongyang membantah tuduhan itu. Meski demikian, serangan yang paling menyakitkan bagi Korsel adalah ketika Korut menghujani Pulau Yeonpyeong di perbatasan dua negara serumpun itu pada 23 November 2010. Dua marinir dan dua warga sipil Korsel tewas saat itu.

Washington memiliki 28.500 tentara di Korsel. Gates juga mengatakan, meski didukung kekuatan militer, AS tetap mengutamakan pendekatan diplomatik terhadap Korut.

Dalam pembicaraan dengan para pejabat Jepang, Kamis, Gates membahas penyusunan kembali ”postur kekuatan” militer AS-Jepang menanggapi ancaman Korut dan China. Pembicaraan Gates di Tokyo dan Beijing terpusat, sebagian, pada Korut. Uji coba pesawat tempur China baru-baru ini juga dilihatnya sebagai unjuk kekuatan.

Sumber : KOMPAS


Selasa, 11 Januari 2011

DPR: Kaji Ulang Kerja Sama Pesawat Tempur

0

Ist

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah, terutama Menteri Pertahanan, diminta untuk mengkaji ulang kerja sama pembuatan pesawat tempur Korean Fighter eXperimental antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Dorongan ini disampaikan menyusul ketegangan antara Korea Selatan dan tetangganya, Korea Utara.

Di tengah situasi ini Indonesia memang memiliki kerja sama urunan dengan Korsel untuk proyek pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 mulai tahun 2012. Meski keduanya akan urunan dana pembiayaan, politikus PDI-P, Hasanuddin, mengatakan, Korsel akan memimpin proyeknya.

"Mau tak mau, suka tak suka, leader-nya adalah Korsel. Dengan demikian, visi dan misi ke depan dari KFX itu tentu acuannya harus dengan kekuatan yang melawan pesawat dari Korut. Dari sisi pertahanan kita barangkali enggak besar pengaruhnya, tapi dari sisi politik kita keluar dari politik bebas aktif karena menjadi tidak fair terhadap Korut," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD, Selasa (11/1/2011).

Oleh karena itu, Hasanuddin ini meminta Menteri Pertahanan mempertimbangkan ulang perjanjian kerja sama itu. Menurutnya, selama ini pemerintah tak pernah membicarakannya dengan DPR karena perjanjian kerja sama tersebut bersifat teknis. Namun, secara politik, bisa mengganggu hubungan Indonesia dengan Korut. "Jadi kerja sama saja dengan negara yang lebih netral," tandasnya.

Sumber: KOMPAS


Senin, 10 Januari 2011

Hadang Kapal Selam, Korsel Pasang Sensor Bawah Laut Dekat Korut

0

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Serangkaian tindakan antisipatif dilakukan kedua negara yang tengah 'bertikai' yakni Korea Selatan dan Korea Utara. Salah satunya yang dilakukan Kosel, yakni dengan memasang sensor bawah laut dekat perbatasan lautnya dengan Korea Utara untuk mengantisipasi serangan kapal selam dari seterunya itu, menurut laporan pada Senin (10/1).

Harian bisnis The Maeil mengatakan militer Korsel berencana untuk menempatkan sensor itu di pulau terluar yang berada di Laut Kuning, tempat pertempuran luat berdarah pada 1999, 2002 dan November 2009. Sebuah korvet Korsel tenggelam dekat wilayah perbatasan yang masih dalam sengketa pada Maret tahun lalu, yang menurut Korsel merupakan serangan torpedo dari kapal selam Korut, sebuah tuduhan yang dibantah Pyongyang. Tenggelamnya kapal itu merenggut nyawa 46 orang.

Pada November tahun lalu Korut juga membombardir Pulau Yeonpyeong yang menewaskan empat orang termasuk warga sipil. "Kami merencanakan untuk menempatkan sejumlah sensor bawah laut guna meningkatkan kapabilitas pertahanan di kepulauan penting timur laut seperti Baengnyeong dan Yeonpyeong menyusul penenggelaman kapal perang Cheonan," kata seorang perwira militer yang tidak diidentifikasi seperti dikutip koran itu.

Pusat kontrol yang akan memantau sensor tersebut akan ditempatkan di pulau Baengnyeong, titik terdekat dengan perbatasan Korut, tulisnya. Namun kementerian pertahanan menolak berkomentar terhadap laporan itu dengan menyebut informasi semacam itu tergolong rahasia.

Ketegangan lintas perbatasan kedua Korea semakin akut sejak bombardir Korut terhadap pulau Yeonpyeong. Sejak itu Korsel telah menggelar sejumlah latihan militer, baik laut maupun daratan, termasuk sebuah latihan besar yang melibatkan Amerika Serikat, dalam upaya untuk unjuk kekuatan terhadap Pyongyang.

Sumber: REPUBLIKA


Halangi Cina-Korut, Jepang dan AS Gelar Latihan Perang Laut

0

Ist

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, Senin (10/1) menggelar latihan perang di Laut China Timur yang melibatkan kapal-kapal perang Amerika Serikat, demikian kata Kementerian Pertahanan Jepang.

USS Carl Vinson (CVN-70), salah satu supercarrier (kapal induk) kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS yang mampu membawa 90 pesawat jet tempur dan helikopter serta dikawal beberapa kapal perusak AS berpartisipasi dalam pelatihan itu. Pelatihan diadakan di barat pulau Kyushu, kata kementerian.

Saluran TV Jepang NHK mengatakan bahwa latihan ini ditujukan untuk menghalangi operasi angkatan laut yang mungkin dilakukan Korea Utara dan China.

Ketegangan di Semenanjung Korea tetap tinggi setelah penembakan terhadap pulau utara Korea Selatan Yeonpyeong pada November. Insiden menewaskan empat orang termasuk warga sipil.

Pada Desember, Seoul mengadakan latihan militer besar-besaran yang melibatkan ratusan personil militer dan lebih dari 100 jenis senjata, termasuk tank, rudal anti-tank, helikopter dan jet tempur.

Korea Utara kemudian memperingatkan lawan atas "perang suci" yang akan digelarnya dan bisa jadi bakal menggunakan penangkis nuklir. Sebelumnya pada Januari, Pyongyang mengusulkan Seoul untuk memulai perundingan "tanpa syarat" untuk memperbaiki hubungan yang tegang antara kedua negara.

Sumber: Republika


Selasa, 04 Januari 2011

Korsel Tambah Kekuatan Pesawat Anti Kapal Selam

0

Pesawat pengintai P-3CK Korsel

SEOUL--MICOM: Korea Selatan (korsel) mengirimkan lima pesawat patroli anti-kapal selam untuk menjaga kemungkinan potensi serangan Korea Utara, menurut satu laporan Selasa (4/1), di tengah tingginya ketegangan di perbatasan laut yang disengketakan.

Pihak militer Sabtu mengirimkan lima pesawat pengintai P-3CK sebagai tambahan 11 pesawat anti-kapal selam yang telah beroperasi mematroli pantai timur dan lepas laut barat, kata surat kabar Joong Ang Ilbo.

Langkah itu "bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi kapal-kapal selam setelah terjadinya serangan kapal selam Korea Utara terhadap kapal perang Cheonan," kata surat kabar itu mengutip seorang pejabat militer.

Seoul, merujuk pada hasil investigasi multinasional, menyalahkan Pyongyang menorpedo kapal perangnya, Cheonan, pada Maret 2010, yang menewaskan 46 pelaut, namun tuduhan tersebut dibantah keras Korea Utara.

"Dengan pengiriman tambahan pesawat pengintai maritim itu kami bisa mengintensifkan pemantauan gerakan-gerakan kapal selam Korea Utara di Laut Timur dan Laut Kuning," kata pejabat itu.

Pesawat tersebut, yang dijuluki "pembunuh kapal selam" berkemampuan mendeteksi dan menyerang kapal-kapal selam, menjadi bagian dalam latihan-latihan militer besar termasuk pelatihan angkatan laut bersama dengan Amerika Serikat pada Juli lalu, menurut surat kabar itu.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 30 Desember 2010

Asyik Manuver di Udara, Pesawat Jet Korut Malah Jatuh

0

Ist

REPUBLIKA.CO.ID, SOUL--Jelang perang di semenanjung Korea, Korea Utara melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kualiatas militernya, terutama angkatan udanya. Namun, siapa sangka, upaya peningkatan kualitas malah berbuah petaka. Sebuah jet Korea Utara jatuh saat negara itu meningkatkan pelatihan angkatan udara setelah serangannya bulan lalu terhadap satu pulau Korea Selatan yang meningkatkan ketegangan, kata berita sebuah surat kabar.

Sebuah pesawat MIG menghilang dari radar pekan lalu ketika negara komunis itu melakukan pelatihan terbang musim dingin yang tidak biasa dilakukan, kata surat kabar Korea JoongAng Daily, mengutip pernyataan satu sumber militer. Korea Utara (KOrut) biasanya jarang melakukan pelatihan terbang karena sangat kekurangan bahan bakar.

Surat kabar itu mengatakan jumlah pelatihan militer yang melibatkan tiga angkatan bersenjata meningkat 150 persen dibandingkan Desember 2009. "Itu menunjukkan militer Korut sangat tegang setelah serangan terhadap pulau Yeonpyeong," kata surat kabar itu mengutip sumber tersebut.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan menolak memberi komentar mengenai masalah-masalah intelijen militer. Korut juga melakukan pelatihan militer menggunakan peluru tajam dan peluncur-peluncur multi roket lima kali dalam bulan ini saja.

Surat kabar JoongAng Daily memberitakan kapal-kapal selam Korut sering terlihat dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan dan artileri dipindahkan lebih dekat ke pantai itu. Korea Selatan (Korsel) melakukan serangkaian pelatihan militer termasuk satu bersama dengan Amerika Serikat, sejak Korut menembaki pulau dekat perbatasan Laut Kuning 23 November yang menewaskan empat orang termasuk dua warga sipil.

Sumber: REPUBLIKA


Jumat, 17 Desember 2010

Korut Inginkan Perang Nuklir dengan Korsel

0

illustrasi Perang Nuklir Korut - Korsel.

SEOUL - Korea Utara (Korut) kembali memperingatkan negara tetangganya Korea Selatan (Korsel) tentang keterlibatan senjata nuklir dalam perang kedua negara. Menurut Korut perang nuklir hanya tinggal menunggu waktu.

"Kebijakan perang Korsel yang terlalu gegabah, membuat perang perang besar di Semenanjung Korea hanya tinggal menunggu waktu," pernyataan website resmi Pemerintah Korut Uriminzokkiri, seperti dikutip AFP, Jumat (17/12/2010).

"Jika perang akhirnya pecah, akan memicu perang nuklir dan tentunya perang tidak hanya terpusat pada Semenanjung Korea," lanjut pernyataan.

Sementara dalam komentar lainnya, suratkabar Korut Rodong Sinmun menggambarkan kondisi semenanjung saat ini tak ubahnya tempat paling berbahaya di dunia.

"Semenanjung Korea adalah wilayah paling berbahaya saat ini dan terancam perang besar," menurut Rodong Sinmun. "Kondisi ini merupakan buah keterlibatan Amerika Serikat (AS) yang terus mendesak kebijakan agresi kepada Korut," cetus Rodong Sinmun.

Sejak memanasnya hubungan kedua Korea setelah serangan artileri Korut ke Korsel 23 November lalu, Negeri Kim Jong-Il ini terus menebarkan ancaman perang nuklir. Meskipun dianggap sebagai gertakan belaka, patut dicemaskan karena Korut dicurigai memiliki senjata nuklir canggih.

Sumber: OKEZONE


Latihan Perang Digelar Lagi, Korut akan Serang Korsel

0

Serangan Korut Di pulau Yeonpyeong pada 23 November.

Seoul, CyberNews. Korea Utara, Jumat (17/12) mengatakan akan melancarkan serangan ke Korea Selatan jika latihan perang yang direncanakan Seoul di satu pulau yang disengketakan tetap dilakukan. Korut bahkan mengatakan akan memberikan serangan yang lebih kuat ketimbang penembakan bulan lalu.

Pengumuman yang disiarkan kantor berta Korea Utara (Korut) KCNA itu dikeluarkan saat Korea Selatan (Korsel) bersiap-siap untuk melakukan latihan militer dengan menggunakan peluru tajam di pulau Yeonpyeong, dekat satu perbatasan militer yang disengketakan dengan Korut.

Latihan ini digelar untuk pertama kali sejak baku tembak artileri November. Latihan miiter Korsel itu akan diselenggarakan 18-21 Desember.

"Serangan itu akan meningkatkan situasi lebih serius ketimbang 23 November dalam hal kekuatan dan luas serangan itu," kata KCNA.

Korut mengatakan serangannya terhadap pulau Yeonpyeong pada 23 November adalah untuk menanggapi "provokasi-provokasi" Korsel.

Peringatan Korut itu muncul setelah Seoul berjanji akan melakukan tanggapan yang lebih keras setiap serangan lebih jauh terhadap wilayahnya. Penembakan terhadap pulau itu adalah pertama kali sejak Perang Korea 1950-1953 bahwa Korut menyerang wilayah Korsel.

China, pendukung utama Korut, mengatakan bahwa Pyongyang berjanji akan menahan diri dan ancaman serangan baru Korut itu datang saat China mengemukakan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat James Steinberg bahwa kedua negara besar itu harus bekerja sama lagi untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea.

Sumber: SUARA MERDEKA


Kamis, 16 Desember 2010

Korsel Merombak Militernya

0

Foto yang dibuat Rabu (24/11) oleh kantor wilayah Ongjin memperlihatkan rumah-rumah yang hancur di Pulau Yeongpyeong akibat kontak senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan dalam sengketa perairan di Laut Kuning sehari sebelumnya.

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Selatan, Kamis, mengumumkan perombakan besar untuk memperkokoh dan mereformasi militernya terhadap ancaman-ancaman Korea Utara setelah terdapat kecaman sengit di dalam negeri atas responsnya terhadap serangan Korea Utara bulan lalu.

Kementerian Pertahanan mengumumkan promosi bagi 111 perwira, 75 dari angkatan darat, 14 dari angkatan laut, dan 22 dari angkatan udara. Kementerian itu mengatakan, mereka adalah bagian dari reformasi yang dilakukan Presiden Lee Myung-bak setelah tenggelamnya satu kapal perang Korea Selatan pada Maret lalu, yang menewaskan 46 orang.

Seoul menyalahkan serangan torpedo dilakukan Korea Utara, tuduhan yang dibantah Pyongyang. Seruan-seruan reformasi makin menguat setelah serangan artileri Korea Utara terhadap satu pulau perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, bulan lalu, yang merupakan serangan pertama terhadap daerah sipil sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir.

"Dengan perombakan ini, militer akan membangun angkatan bersenjata yang kuat yang mampu bertempur dan menang serta menjamin tegas kesiapan tempur," kata kementerian itu dalam pernyataannya.

Panglima militer baru, Jenderal Kim Sang-ki, juga mengambil alih jabatan, Rabu malam, setelah pendahulunya Jenderal Hwang Eui-don dipecat berkaitan investasi properti yang kontroversial.

Ketegangan-ketegangan masih tinggi setelah bombardemen ke pulau itu yang menewaskan empat orang, termasuk warga sipil. Marinir di pulau tersebut membalas serangan artileri Korea Utara, tetapi tidak disusuli dengan serangan udara.
Menteri Pertahanan baru Kim Kwan-jin telah berikrar menggunakan kekuatan udara jika Korea Utara menyerang lagi, setelah pendahulunya mengundurkan diri di tengah berondongan kritik dari media dan oposisi karena respons terlalu lemah terhadap serangan itu.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 15 Desember 2010

Korut Gali Terowongan untuk Uji Coba Nuklir

0

illustrasi

SEOUL--MICOM: Korea Utara (Korut) telah menggali terowongan di area uji coba nuklir, yang nantinya dipakai untuk uji coba ketiga nuklir pada Maret tahun depan. Demikian berita yang diembuskan surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, Rabu (15/12).

Surat kabar tersebut mengatakan penggalian dilakukan di Kota Punggye di wilayah timur laut. Kedalaman terowongan tersebut sudah mencapai 500 meter, setengah dari jarak yang dibutuhkan untuk sebuah uji coba nuklir.

Korut pun mempercepat pengerjaan sebuah konstruksi baru di kompleks nuklir Yongbyon. Kompleks tersebut baru saja terungkap sebagai fasilitas pengayaan uranium, ujar surat kabar mengutip sumber intelijen.

"Terowongan (Punggye) itu akan mencapai kedalaman 1.000, jarak yang dibutuhkan untuk tes nuklir antara Maret hingga Mei," ujar sumber intelijen, seperti dikutip oleh Chosun. Sementara, Kementerian Luar Negeri Korsel menolak berkomentar atas pemberitaan tersebut.

Para analis mengatakan terungkapnya fasilitas modern uranium dan persiapan uji coba nuklir lain akan memaksa negara-negara berpengaruh di kawasan regional kembali ke meja perundingan. Korut telah menunjukkan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon kepada ilmuwan nuklir AS pada November lalu. Namun, Menteri Luar Negeri pada Selasa (14/12) mencurigai Korut masih memiliki fasilitas pengayaan uranium lainnya, seperti di Yongbyon.

Korut telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir. Pada 2006 dan 2009, negara tersebut mengadakan tes nuklir ini di Punggye. Namun, ledakan nuklir dalam terowongan itu terdeteksi oleh AS dan Korsel. Dewan Keamanan PBB mengutuk percobaan tahun lalu itu. Selain memberikan sanksi embargo penjualan senjata Korut, DK PBB memotong dana untuk program-program tersebut.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Selasa, 14 Desember 2010

Panglima Militer Korsel Mundur

0

Panglima Militer Korsel Jenderal Hwang Eui-don Mundur.

SEOUL, KOMPAS.com — Panglima militer Korea Selatan (Korsel) mengundurkan diri pada Selasa (14/12/2010) karena terkait dengan kontroversi investasi properti. Pengunduran diri panglima militer itu, Jenderal Hwang Eui-don, terjadi di tengah ketegangan yang meninggi antara Korsel dan Korea Utara (Korut) menyusul serangan artileri mematikan negara komunis itu bulan lalu.

Seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan kepada AFP bahwa pengunduran diri Hwang Eui-don telah diterima, tetapi juru bicara itu tidak memberikan rincian. Kantor berita Yonhap mengatakan, jenderal tersebut, yang ditunjuk untuk menduduki posisi itu pada Juni lalu, terlibat dalam kontroversi pencarian keuntungan melalui investasi properti.

"Jenderal Hwang meminta pensiun menyusul laporan media tentang investasi propertinya karena ia menilai tidak pantas baginya untuk tetap menduduki jabatannya pada saat ia harus memimpin reformasi di ketentaraan," demikian pernyataan kementerian pertahanan.

Pengunduran diri itu merupakan pukulan lanjutan bagi militer Korsel, yang banyak dikritik karena tanggapannya yang dinilai lemah terhadap serangan Korut pada 23 November lalu terhadap sebuah pulau dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan. Menteri Pertahanan Kim Tae-Young mengundurkan diri setelah penembakan artileri Korut itu, yang menewaskan empat orang, termasuk dua warga sipil. Serangan itu merupakan serangan pertama terhadap daerah sipil di Korsel sejak perang tahun 1950-53 dan memicu krisis regional.

Korsel menembakkan 80 peluru artileri ke Korut sebagai balasan, tetapi tidak melancarkan serangan udara. Pihak militer mengatakan, mereka akan menggunakan kekuatan udara jika Korut berulah lagi.

Sumber: KOMPAS


Korsel Bisa Serang Korut Bila Kesabarannya Telah Habis

0

illustrasi

WASHINGTON(SINDO) – Mantan Kepala Intelijen Amerika Serikat (AS) Purnawirawan Laksamana Dennis Blair memperingatkan, Korea Selatan (Korsel) bisa menyerang Korea Utara (Korut) jika kesabaran Seoul habis. Blair memperkirakan, jika terjadi konflik,tidak akan menjadi perang besar karena Korut sadar akan kalah.“Jadi menurut saya,perang bisa dimulai, tapi hanya berupa konfrontasi militer di level lebih rendah hingga Korut bersedia bernegosiasi,” ujarnya.

Menurut Blair,Korut telah melewati batas dengan melakukan serangan artileri di sebuah pulau milik Korsel yang menewaskan empat warganya pada 23 November dan menenggelamkan kapal perang Seoul pada Maret silam yang menewaskan 46 pelautnya. “Karena itu,Korsel mulai kehilangan kesabaran terhadap Korut,” ungkap Blair.Saat ditanya apa itu artinya, dia menyatakan, “Itu berarti mereka akan mengambil aksi militer terhadap Korut.”

Komentar Blair muncul saat Korsel bersiap melakukan lima latihan penembakan artileri di laut lepas. Latihan itu digelar bukan di dekat perbatasan maritim dengan Korut di Laut Kuning. SeranganartileriKorutke Pulau Yeonpyeong merupakan aksi militer pertama kali di wilayah sipil sejak berakhirnya perang Korea 1953. Di tengah ketegangan di Semenanjung Korea, Beijing me-nyerukan pertemuan darurat antara kepala delegasi perundingan enam pihak untuk peluncuran nuklir Korut.

Pemimpin Korut Kim Jong-il mengatakan kepada pejabat senior Beijing Dao Bingguo bahwa Pyongyang ingin bergabung lagi dalam perundingan enam negara (Six Party Talks) jika negara tetangga lainnya sepakat. Namun, Blair mengaku yakin pemimpin Korsel akan terus mengambil sikap keras terhadap Pyongyang dan pendekatan semacam itu akan mendapat dukungan luas.

Sumber: SINDO


Sabtu, 11 Desember 2010

Jepang akan Gunakan Pencegah Rudal Terbaru

0

Rudal pencegah Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3)

TOKYO--MICOM: Jepang berencana akan menggunakan senjata canggih pencegah rudal pada markas pertahanan udaranya di seluruh negara untuk menepis ancaman rudal balistik milik Korea Utara. Demikian dilaporkan Kyodo News, Sabtu (11/12).

Pengunaan rudal pencegah Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) berada di bawah kebijakan pertahanan lima tahun baru yang akan diumumkan pada awal pekan depan, menurut Kyodo, mengutip para pejabat pemerintah dan pertahanan. Rudal PAC-3, yang dirancang untuk melumpuhkan peluru rudal darat, akan ditempatkan pada seluruh ke enam gugusan rudal pertahanan udara di markas udara Pasukan Bela Diri Jepang, yang saat ini baru melengkapi tiga gugusan, kata Kyodo.

Aksi tersebut dilakukan ditengah meningginya ketegangan di Semenanjung Korea menyusul serangan artileri Korut ke pulau perbatasan dengan Korea Selatan bulan lalu, dan peningkatan berkala pasukan militer dan aktivitas angkatan laut China.

Kemarin Jepang dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan militer bersama terbesar dengan mengunjuk kemampuan persenjataan setelah AS dan Korsel melakukan hal serupa guna menekan Pyongyang. Kebijakan baru juga akan menentukan rudal penghancur Aegis dengan rudal pencegah Standard Missile-3, serta menambah jumlah kapal selam dari 16 menjadi 22 unit guna meningkatkan kewaspadaan di barat daya Jepang.

Jumlah kapal pengawal akan ditingkatkan dari 47 menjadi 48, sementara pesawat terbang operasional besar akan dikurangi dari 350 menjadi 340 karena menggunakan pesawat transportasi berukuran lebih besar. Kebijakan tersebut akan mengatur pengurangan tank dan artileri sebagai upaya mengubah fokus dari operasi darat menjadi pertahanan maritim, menurut laporan media lokal.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 09 Desember 2010

Korsel Mempercepat Pengadaan Alutsista

0

Pesawat temput F-15Ks


Agresifitas Korea Utara yang meningkat dapat mengakibatkan upgrade dan pengadaan pesawat tempur dipercepat

Ini merupakan tahun yang sangat menegangkan di semenanjung Korea. Dari penerpodoan sebuah kapal Korsel jenis korvet oleh kapal selam milik Korut pada tanggal 26 maret. Kemudian, pada tanggal 23 November, Korea Utara mengebom pulau Yeonpyeong di Korea Selatan, menewaskan dua Marinir dan dua warga sipil Korea Selatan.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengikuti latihan menembak dengan angkatan laut yang sebelumnya direncanakan dan banyak didemonstrasolam di Laut Kuning yang melibatkan kapal induk USS George Washington. AS juga melakukan latihan dengan Jepang, yaitu kapal perang dan 400 pesawat. Sementara itu, menteri pertahanan baru Korea Selatan mengatakan bahwa ia akan mengendurkan aturan keterlibatan angkatan bersenjata.

Sementara ketegangan di semenanjung Korea bukan hal yang baru, beberapa sumber industri merasakan suasana penyerangan tersebut bisa mempercepat program yang ada.

Yaitu mengupgrade sebagian besar pesawat F-16 block 32 menjadi F-16 C/D block 52 oleh Angkatan Udara Korsel, Dari penelusuran Flightglobal Korsel memiliki 118 F-16C dan 51 two-seater F-16Ds.

Program peningkatan teknologi untuk F-16 akan digunakan untuk misi baru. Hal ini juga akan menyediakan link data umum dengan armada pesawat dan Korea Selatan untuk Boeing F-15Ks. Para produsen AS telah memproduksi 46 dari tipe yang terakhir, dan mendapatkan pesanan lagi sekitar 15 masih dalam pengerjaan.

Program lain yaitu mpembelian UAV Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk oleh Korea Selatan yang mempunyai kemampuan terbang dan tahan lama. Korea Selatan telah lama tertarik pada UAV ini, tapi karena keterbatasan anggaran telah memunda pengadaan UAV tersebut. Terlepas dari ketegangan yang sedang berlangsung, perjanjian Global Hawk juga bisa mendapatkan keuntungan dari menundaan penarikan U. S. pesawat mata-mata Angkatan Udara di masa Perang Dingin Lockheed U-2, yang telah menggunakan secara ekstensif di semenanjung Korea.

Namun banyak kendala dalam pengadaan Global Hawk Korea Selatan agar bisa menjadi sistem kontrol teknologi rudal. Jika kedua negara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah melakukan kesepakatan, dapat dibayangkan bila Korsel dan US banyak melakukan penandatangan pengadaan - akan menyebabkan sekutu Korea Utara, Cina - bisa mencoba untuk memblokir penjualan Global Hawk.

"MTCR pasti bisa jadi masalah," kata seorang narasumber. "Bahkan jika AS bisa membuat pengecualian berdasarkan kebutuhan pertahanan Korea Selatan - dan fakta lain dalam mitra perjanjian di Korea Selatan. "

Program utama lainnya termasuk Korea Selatan Korea Aerospace Industries pengembangan F/A-50, berdasarkan pesawat T-50 untuk pesawat latih lanjutan. Korea Selatan bisa mulai menguji F/A-50 pada tahun 2012, 60 dan 150 dari F/A-50 akan menggantikan pesawat F-5E.

Dua program utama lainnya adalah kontrak KF-X dan F-X3 oleh KAI untuk pengadaan pertama yaitu memproduksi 120 pesawat tempur KF-X untuk angkatan udara Korsel, dalam perkembangan pesawat yang akan didanai 60% oleh pemerintah Korea Selatan, 20% untuk KAI dan 20% untuk mitra asing(Indonesia). Dalam acara Indo Defense bulan November di Jakarta, mengatakan KAI masih berbicara dengan mitra asing potensial, meskipun bulan juli pada waktu Farnborough Airshow, KAI melakukan MoU dengan Indonesia dalam proyek tersebut.

Seoul cenderung mengeluarkan permohonan proposal untuk kontrak F-X3 pada kuartal pertama tahun 2011. Boeing F-15 Eagle silent, Eurofighter Typhoon dan Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter akan bersaing untuk menggantikan 60 pesawat McDonnell Douglas F-4Es.

Terlepas dari yang ada dan proyek-proyek yang akan datang, angkatan udara Korsel akan melakukan tindakan objektif, karena kekuatan udara Korsel lebih maju daripada Korut, baik secara kuantitatif dan kualitatif - yang sebelumnya dipertimbangkan oleh pasukan Amerika Serikat.

"Saya tidak berpikir Korut bisa menerbangkan pesawat tempurnya" kata salah satu narasumber. "Mereka sangat tidak kekurangan dana dan kemungkinan untuk mengalami kekurangan serius yaitu dalam pelatihan pilot. Korsel bisa terbang sampai wilayah Korea Utara bahkan sanggup terbang sejauh wilayah udara Irak."

Sumber: FG/MIK


Rabu, 08 Desember 2010

Korut Gelar Latihan Militer

0

illustrasi

SEOUL--MICOM: Korea Utara menembakkan arteleri di perairan pantai baratnya, Rabu (8/12), dua minggu setelah Korut menembaki sebuah pulau Korsel dekat perbatasan mereka yang disengketakan.

Seorang pejabat militer Korea selatan (Korsel) mengatakan, "Pada pukul 09:04 waktu setempat sejumlah perluru artileri jatuh di daerah Korea Utara (Korut) dari NLL (Garis Perbatasan Utara)."

Menurut media lokal, penembakan arteleri tersebut merupakan pelatihan militer Korut.

Penembakan sempat membuah gelisah pasar saham Korsel dan mata uang Won, tetapi kemudian segera pulih kembali setelah media memberitakan itu hanya pelatihan militer.

Latihan militer itu dilakukan saat Laksamana Mike Mullen, ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengunjungi Seoul di mana ia mendesak China untuk bertindak sebagai salah satu pemimpin dunia dan mengekang sekutunya Korut, seryara memperingatkan bahwa "orang jahat" dari Pyongyang akan terus berusaha mengacaukan kawasan itu.

"Mereka adalah pemimpin dunia dan para pemimpin harus berusaha --- terutama untuk mencegah krisis-krisis dan mencegah kegiatan-kegiatan yang membuat ketidakstabilan yang sangat jelas datang dari para pemimpin di Pyongyang," kata Mullen.

Dalam satu indikasi kegiatan diplomatik sejak serangan Korut atas sebuah pulau Korsel, surat kabar The Washington Post memberitakan Gubernur New Mexico Bill Richardson, mungkin akan mengungjungi Pyongyang pekan depan untuk satu "perundingan pribadi dengan para pejabat penting atas undang dari orang penting di sana".

Kunjungan Mullen ke Korsel dan Jepang menyusul perundingan di Washington, Senin antara Menlu AS Hillary Clinton dan sejawat-sejawatnya dari Korsel dan Jepang. Ketiga menlu itu menyatakan sangat cemas atas serangan-serangan Korut dan menyerukan China melakukan tindakan terhadap sekutunya itu.

Namun Beijing mengancam balik AS dan sekutu-sekutu Asianya atas penolakan mereka untuk beruding dengan Korut dengan mengatakan dialog adalah satu-satunya jalan untuk meredakan ketegangan yang meningkat di semenanjung Korea itu.

China menganggap Korut sebagai satu penyangga strategis terhadp Korsel sekutu AS dan adalah mitra dagang dan penyumbang terbesar Pyongyang.

Wakil Menlu AS Jim Steinberg akan memimpin delegasi AS ke China pekan depan dalam usaha membujuk Beijing untuk lebih menekan Pyongyang walaupun China khawatir bahwa ini mungkin menggoyahkan Korut.

Ketika Korsel melancarkan pelatihan militernya sendiri dengan menggunakan peluru tajam, Mullen akan bertemu dengan para pejabat senior militer Korsel dan Presiden Lee Myung -bak. Lee mengatakan ia akan mengubah pulau yang diserang bulan lalu itu serta empat pulau lainnya menjadi "benteng militer".

Mullen mengatakan ia ingin meninjau berbagai pelatihaan militer Korsel yang direncanakan akan diselengarakan dalam bulan-bulan depan dan bekerja
sama dengan Seoul untuk menenangkan situasi.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Selasa, 07 Desember 2010

Indonesia Siap Fasilitasi Konflik Korea

0

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri, Marty M Natalegawa, menyatakan, Indonesia siap menjadi fasilitator penyelesaian damai atas konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan di Semenanjung Korea, yang mengundang reaksi dari berbagai belahan dunia.

"Nanti akan ada pertemuan bilateral Presiden Korea Selatan dan Presiden Susilo B Yudhoyono, yang memberi peluang penting untuk saling bertukar pandangan tentang masalah yang dihadapi negara itu serta bentuk kontribusi yang bisa kita beri," katanya, kepada ANTARA, di Nusa Dua, Bali, Selasa petang.

Natalegawa berada di Bali untuk memimpin delegasi Indonesia dalam Forum Demokrasi Bali (BDF) Ke-III, yang akan berlangsung di Nusa Dua pada 9-10 Desember nanti.

Telah mengonfirmasikan diri 71 negara dan perutusan internasional yang akan berpartisipasi dalam forum itu, selain tiga kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara sahabat.

Pada BDF Pertama, tercatat hadir hanya 39 negara, meningkat menjadi 42 negara pada BDF II, dan 71 negara pada BDF Ke-III kali ini.

Kali ini, 42 negara mengirimkan utusan setingkat menteri luar negeri atau kementerian berbeda, pejabat setingkat menteri, atau wakil menteri luar negeri.

Ketiga kepala negara dan kepala pemerintahan itu adalah Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, Sultan Hassanal Bolkiah II dari Brunei Darussalam, dan Perdana Timor Timur, Kay Ralla Xanana Gusmao. Bersama dengan koleganya, Presiden Susilo Yudhoyono, Lee akan bertindak sebagai ketua bersama seluruh persidangan BDF Ke-III ini.

"Bagi kita, tidak tertutup untuk memfasilitasi komunikasi, dan forumnya tidak harus dalam bentuk satu atap semua pihak berkumpul bersama. Untuk saat ini, forum seperti itu akan sulit diandalkan untuk menghasilkan konsensus," katanya.

Menurut dia, yang paling pas untuk dilakukan pada saat-saat belakangan ini adalah setahap demi setahap membangun rasa saling percaya. "Yang penting jangan sampai keadaan memburuk. Situasi distabilkan dulu, itu yang penting sambil tetap memastikan bahwa yang bertanggung jawab harus memikul tanggung jawabnya itu," katanya.

Masalah situasi di Semenanjung Korea itu, katanya, sangat kompleks karena banyak dimensi yang terlibat, mulai dari permasalahan antara Korea Utara dan Korea Selatan, dengan Jepang, persenjataan nuklir, China, sampai isu proliferasi yang semuanya selama ini difasilitasi dgn Forum Enam Pihak.

Dengan semua pihak itu, Indonesia berhubungan sangat baik. Potensi Indonesia menjadi fasilitator sangat terbuka, namun semuanya dilakukan dengan cara yang tepat sasaran.

"Dua pekan lalu China menyatakan agar pembicaraan melalui Forum Enam Pihak dimulai lagi sekalipun langsung ditolak karena saatnya tidak pas. kapan buat seruan dan lain-lain harus pas waktu dan sasaran. Indonesia menyikapi kenyataan itu dengan melakukan sejumlah upaya kepada Korea Selatan dan China. Indonesia akan dengar langsung aspirasi Korea Selatan," katanya.

Dalam BDF III kali ini, telah dijadualkan pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dengan Presiden Lee Myung-bak.

"Pesan kita ke Korea sangat jelas, yaitu tegas menolak pemakaian kekerasan apalagi sampai menimbulkan korban tidak bersalah dari kalangan sipil selain karena melanggar Piagam PBB," katanya.

Sumber: ANTARA


Militer Korsel Mulai Latihan Menembak dengan Artileri Lagi

0

Para anggota marinir Korea Selatan melakukan patroli di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan, Senin 6 Desember 2010.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan, pihaknya telah mulai latihan artileri mempergunakan amunisi sungguhan selama lima hari di perairan dari kedua sisi Semenanjung Korea.

Kepala Staf Gabungan mengatakan hari Senin (6/12) tembakan latihan dimulai di 29 lokasi, termasuk di lepas pantai salah satu pulau dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara. Latihan ini dijadwalkan berlangsung sampai hari Jumat depan.

Namun, pejabat Korsel menolak mengidentifikasi lokasi-lokasi secara terperinci di mana penembakan berlangsung dan laporan media mengatakan tak ada artileri yang ditembakkan sejauh ini di dekat perbatasan laut sebelah barat.

Sebuah latihan artileri semacam ini di sebuah pulau di Laut Kuning, Yeonpyeong, telah menyebabkan Korea Utara melakukan penembakan artileri yang menewaskan empat orang pada 23 November.

Korea Utara mengecam latihan Angkatan Laut yang terbaru ini. Korea Utara berdalih hal itu merupakan usaha untuk memicu perang.

Menteri pertahanan Korea Selatan yang baru, purnawirawan Jenderal Kim Kwan-jin, telah bersumpah untuk membalas dengan serangan militer yang kuat jika pemerintah Korea Utara meluncurkan serangan lagi.

Sumber: REPUBLIKA


Senin, 06 Desember 2010

Korsel Latihan dengan Peluru Tempur

0

illustrasi (Foto: Arsipberita)

REPUBLIKA.CO.ID,SEOUL--Korea Selatan Senin mulai menggelar latihan besar dengan menggunakan peluru tempur di tengah tingginya ketegangan setelah Korea Utara melakukan pemboman mematikan terhadap pulau perbatasan bulan lalu, kata para pejabat. Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan, pelatihan penembakan oleh kapal perang atau kesatuan artileri telah dilakukan di 29 lokasi, termasuk salah satu dari lima pulau-pulau garis depan dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan dengan Korea Utara.

Korea Utara 23 November menewaskan dua warga sipil dan dua marinir dalam serangan artileri terhadap pulau Yeonpyeong, yang membuat ketegangan regional melonjak. Pelatihan mendatang itu dilakukan pada Ahad, dijadwalkan akan berlangsung di tiga pantai semenanjung dari Senin sampai Jumat, dianggap sebagai upaya untuk memicu perang.

Seorang juru bicara JCS, dia "bahkan tidak merasa perlu untuk berkomentar" pada pernyataan terbaru Utara. Dia mengutip pernyataan Menteri Pertahanan baru Korea Selatan Kim Kwan-Jin yang mengatakan: "latihan dilakukan di selatan Garis Batas Utara, di wilayah laut kita, dan jujur hanya latihan, dan kami akan melakukan latihan apa pun."

Pihak militer mengatakan latihan Senin itu sedang berlangsung di pulau Daecheong, 80 kilometer (50 mil) di barat Yeonpyeong, dan di 28 lokasi lain di seluruh negeri. Kim pekan lalu berikrar untuk membalas dengan serangan udara jika Korea Utara melakukan serangan baru.

Utara menolak untuk menerima Garis Batas Utara perbatasan laut yang ditarik oleh Pasukan PBB setelah perang 1950-1953, dan menuntut garis batas itu ditarik kembali lebih lanjut ke selatan.

Sumber: REPUBLIKA


Jumat, 03 Desember 2010

Inilah Kekuatan Korsel yang Ditakuti Korut

0


INILAH.COM, Jakarta- Angkatan Darat Korea Selatan (Republic of Korea Army / ROKA) terbesar nomor enam di dunia. Negara ini juga memiliki lebih dari satu juta tentara yang kuat.

ROKA dibagi menjadi tiga ketentaraan yaitu First Army (FROKA), Second Army (Sroka) dan Third Army (TROKA) di mana masing-masing memiliki markas, korps dan divisi.

Tiap ketentaraan memiliki markas besar Angkatan Darat, Komando Penerbangan dan Komando Khusus Perang dengan 11 korps, 49 divisi dan 19 brigade. Ini termasuk 522 ribu pasukan yang diperkirakan didukung oleh 5.850 kendaraan lapis baja, 11.337 sistem rudal, 7.032 sistem pertahanan rudal dan 13 ribu sistem pendukung infanteri.

Tank ROKA termasuk M48A5, T-80U, K1 dan K1A1 yang memiliki meriam 120 mm yang dibuat lokal. Tentara ROKA juga didukung 2.872 tank termasuk 1.524 K1 dan K1A1.

Pengganti masa depan K1 MBT adalah XK2 Black Panther yang memiliki mesin Diesel 1.500 hp, meriam utama 120mm/L55 dan senapan mesin koaksial. Tank baru itu juga memiliki peralatan radar dengan sistem deteksi laser serta relatif kuat dibandingkan M1A2 dari Amerika atau Leclerc dari Perancis.

Saat ini, Korea Selatan telah memproduksi K-9 Thunder yang sudah diekspor ke Turki, sama seperti seri K200 yang aksinya bisa kita lihat di operasi perdamaian PBB, sebagai bagian dari pasukan perdamaian Malaysia.

Korea Selatan juga memiliki K21 yang seluruhnya dibangun dari fiberglass di mana dapat mengurangi beban kendaraan. Ini memungkinkan tank melakukan perjalanan pada kecepatan yang tinggi tanpa mesin besar dan kuat. Saat diproduksi, K21 tipe NIFV dibangun lebih ringan, bahkan jika dibandingkan seri Bradley milik Amerika atau seri BMP dari Rusia.

ROMA juga memiliki K-SAM Pegasus yang dilengkapi dengan 8 rudal yang dapat terbang maksimum 2,6. Seri K-30 Biho juga didukung sistem senapan kembar 30mm yang mampu meledak sendiri di udara.

Sumber: INILAH




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin