Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranpur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Indonesia Membeli Sherpa Light Scout Dari Renault

0

Sherpa light Scout.

Renault Trucks Defense telah menandatangani dua kontrak dengan PT Pindad (Persero) untuk memasok kendaraan ringan jenis Sherpa Scout kit dan merakit powerpacks Panser, untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia. Renault Trucks Defense memberikan PT Pindad, sebagai penyedia peralatan. Dari unit pertama Sherpa Scout dilengkap dengan top-loading hard drive. Angkatan bersenjata Indonesia telah memilih Sherpa sebagai kendaraan pengintai ringan untuk menemani Panser lapis baja 6 x 6. Renault Trucks Defense akan menyediakan 12 unit VAB powerpacks 320 (mesin, transmisi, sistem pendingin, kotak drop) untuk melengkapi kendaraan panser. Dua tahun lalu, Renault melakukan pengadaan 150 paket untuk powerpacks PT Pindad.

Sumber: RENAULT


Kamis, 06 Januari 2011

Pangarmabar: Kualitas Prajurit TNI AL Terus Ditingkatkan

0

Ist

JAKARTA (Suara Karya): Kekuatan pertahanan laut Indonesia masih membutuhkan tambahan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memaksimalkan pengawasan sejumlah kawasan perairan Indonesia, termasuk di kawasan perbatasan.

Demikian disampaikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Hari Bowo di sela acara penyematan Brevet Kehormatan Manusia Katak kepada Pangarmabar yang dilakukan Komandan Satuan Pasukan Katak Koarmabar (Dansatpaskaarmabar) Kolonel Laut (T) Andy Kriswanto di Tanjung Pasir, Banten, Selasa (4/1) malam.

"Banyak kebutuhan, misalnya pengadaan kapal selam. Namun, itu semua sangat tergantung dari kemampuan APBN. Tapi kami berusaha untuk dapat memenuhinya," katanya.

Hari menjelaskan, dalam waktu dekat ini akan didatangkan Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) dari Inggris yang diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

"Ini yang sekarang menjadi perhatian pemerintah. Ada dua unit KTBA dari Inggris. Itu sudah masuk di dalam anggaran pengadaan alutsista tahun 2011," ujarnya.

Hari mengatakan, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia, baik itu dari kemampuan maupun sumber daya manusianya.

Terkait dengan peningkatan kualitas para prajurit TNI, dia menjelaskan, berbagai program pembinaan telah dilakukan. Antara lain, dengan melakukan pendidikan hingga latihan gabungan dengan negara lain. Salah satunya, yakni kerja sama dengan Malaysia maupun Singapura terkait kawasan perbatasan.

Sementara itu, terkait penyematan Brevet Kehormatan Manusia Katak itu sendiri diberikan kepada setiap perwira tinggi TNI yang berjasa dan telah memberikan dharma bakti sumbangan berupa pikiran, tenaga, dukungan, rasa simpati dan moril untuk perkembangan dan kemajuan Komando Pasukan Katak TNI AL (Kopaska TNI AL) di masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang.

Manuver Taktis

Prosesi kegiatan penyematan itu diawali dari pantai Mutiara Pluit. Pangarmabar yang didampingi Komandan Pasukan Satuan Pasukan Katak (Dansatpaska) dengan menggunakan combat boat Halilintar bergerak dengan kecepatan tinggi menuju check point diperairan Untung Jawa.

Selama dalam pelayaran tersebut para prajurit Kopaska memperlihatkan kemampuan mereka melakukan cast (lompatan dari perahu dengan kecepatan tinggi). Kemudian, di perairan Tanjung Pasir Banten dalam kegelapan malam satuan pasukan katak bergerak dalam manuver taktis satuan kecil yang dipimpin langsung oleh Pangarmabar untuk menghancurkan sasaran musuh.

Dengan gerakan taktis dan penuh kerahasiaan satu persatu anggota satuan Pasukan Katak mencari, mendekati dan menghancurkan kekuatan musuh.

Sumber: SUARA KARYA


Kamis, 02 Desember 2010

Tentara AS Bakal Punya Mobil Terbang

0

Transformer atau TX, Mobil terbang tentara Amerika.(dailymail)

TEMPO Interaktif, Tentara Amerika Serikat yang bertugas di Afghanistan sebentar lagi bakal punya "mainan" baru: mobil terbang. Mobil yang diberi nama Transformer atau TX ini memang bukan sembarang mobil. Selain berpenggerak empat roda, mobil yang bentuknya mirip Humvee ini punya baling-baling sehingga bisa terbang seperti helikopter.

Transformer memang kendaraan super canggih, bila tentara Amerika tengah melintasi gurun lalu dihadang oleh pasukan Taliban, maka mereka tinggal menekan tombol, lalu kendaraan berubah menjadi helikopter. Tentara Amerika pun bisa kabur dari sergapan dengan mudah.

Selain bisa kabur dengan cepat, mobil terbang ini bisa dengan mudah mengangkut tentara yang terluka. Mereka tidak perlu lagi menunggu helikopter untuk menjemput. Tingkat keselamatan tentara Amerika pun diyakini lebih tinggi berkat kendaraan ini.

Adalah Lembaga penelitian pertahanan Amerika atau The Defense Advanced Projects Agency (DARPA) yang mengembangkan kendaraan lapis baja ini. Mereka telah mengeluarkan uang sebesar 41 juta poundsterling. Mereka akan bekerja sama dengan Terrafugia yang telah lebih dulu mengembangkan mobil terbang.

Menurut bos Terrafugia, Carl Dietrich pembuatan mobil ini akan memakan waktu sekitar 5 tahun dan diperkirakan akan selesai pada 2015. "Untuk tahap awal detil dan konsepnya akan selesai tahun depan," kata Dietrich.

Yang jelas, Transformer akan terbuat dari baja komposit untuk melindungi prajurit dari tembakan, ledakan, dan misil. Kendaraan ini juga bisa menempuh perjalanan perjalanan 448 kilometer di darat maupun udara serta bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal. Canggihnya lagi, tak perlu keahlian seperti pilot untuk menerbangkan kendaraan ini karena dilengkapi dengan kontrol penerbangan otomatis.

Sumber: TEMPO


Selasa, 30 November 2010

Sekjen Kemhan Tinjau Prototype Kendaraan Taktis Produksi Dalam Negeri

0

prototype Kendaraan Taktis (Rantis) 3/4 ton 4 x 4

Jakarta, DMC - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Eris Herryanto S.Ip, M.A, melakukan inspeksi tiga buah prototype Kendaraan Taktis (Rantis) 3/4 ton 4 x 4 produksi industri pertahanan dalam negeri, Senin (29/11) di lapangan apel Setjen Kemhan, Jakarta.

Dari ketiga buah Rantis tersebut salah satunya adalah produksi dari PT. Pindad (Persero). Sedangkan dua buah Rantis lainnya adalah produksi perusahaan swasta nasional yaitu PT. Pasific Technology Indoraya IAD dan PT. Starion.

Ketiga buah prototype Rantis rencananya akan dilakukan pengujian pada tanggal 29 November sampai dengan 4 Desember 2010 yang akan dilakukan di Laboratorium Hubdar, B2TKS dan Dislitbangad Batujajar. Kegiatan pengujiannya meliputi pengujian statis, dinamis, manuver dan uji fatigue.

Saat melakukan inspeksi, Sekjen Kemhan didampingi Irjen Kemhan Laksdya TNI Gunadi, M.D.A, Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji D.E.A, Kabalitbang Kemhan DR. Ir. Pos M. Hutabarat, MA dan Dirjen Ranahan Kemhan Laksda TNI Susilo serta sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemhan. Hadir pula Dirut PT. Pindad Adik A. Soedarsono.
Rantis 3/4 Ton Pindad

Rantis 3/4 Ton Pindad dirancang dengan menggunakan basis kendaraan yang memiliki tenaga 156 PS dan torsi 38.7 kg.m yang cukup besar dan memiliki kemampuan 4WD sehingga mampu mengatasi segala jenis medan, kecuali medan terputus (sungai, rawa dan laut).

Kendaraan militer ini dirancang sesuai kebutuhan serta kegiatan taktis lapangan. Rantis tersebut mampu mengangkut personel sebanyak 10 orang karena memiliki double cabin untuk empat personel termasuk pengemudi dan bak belakang yang mampu dinaiki enam personel dengan perlengkapan perorangan.
Rantis Ÿ Ton Pindad tersebut juga dapat dikembangkan sebagai kendaraan ambulance, kendaraan unit komunikasi dan kendaraan yang dipersenjatai SLT/SMB/Rudal.

Sumber: DMC


Jumat, 19 November 2010

Mercedes-Benz G-Wagon buat Militer Australia

0


SYDNEY, KOMPAS.com - Kemarin (18/11/2010), Mercedes-Benz (MB) mulai memproduksi G-Wagon untuk angkatan bersenjata Australia, Australian Defence Force (ADF) di pabriknya di Austria dan akan dikirim awal 2011. Di saat yang bersamaan, perusahaan industri militer GH Varley of Newcastle yang berbasis di Australia juga memulai produksi berbagai modul militer spesifik untuk dipasangkan pada G-Wagon sebelum dikirim.

Sebelum diproduksi, selama dua tahun MB bersama Defence Material Organisation telah melakukan persiapan dan pengujian terhadap jip militer tersebut. Untuk pengujian yang menggunakan G-Wagon prototipe yang dikirim Oktober lalu, melibatkan Angkatan Darat dan Angkatan Udara Australia untuk mengevaluasi berbagai kondisi dengan melakukan simulasi militer.

Model yang diuji G-Wagon 4WD station wagon, sasis kabin 4WD, dan sasis 6WD kabin tunggal serta ganda yang semuanya menggunakan mesin turbodiesel V6 3,0 liter.

Mercedes akan mengirimkan 1.200 unit 4WD dan 6WD G-Wagon kepada ADF dalam tiga tahun ke depan, yang telah dilengkapi berbagai modul militer spesifik seperti kargo, pusat kendali dan ambulans. Mercedes juga akan memberikan dukungan teknis dan suku cadang pada mobil dan modulnya selama mobil ini masih digunakan oleh angkatan bersenjata.

Sumber: KOMPAS


Update : Daewoo, Doosan in Indonesian vehicle deal

0

K-21
SEOUL, Nov. 18 (UPI) -- Daewoo International Corp. has brokered a $70 million deal for Doosan DST to supply the K-21 tracked infantry fighting vehicle to the Indonesian army.

South Korean company Doosan DST, formerly part of Doosan Infracore, will export the 22 vehicles over the next three years.

Doosan Infracore is part of the Doosan Group. It was formed when Doosan acquired Daewoo Heavy Industries & Machinery in April 2005 and renamed it Doosan Infracore.

Daewoo International said the deal -- the first export order for the K-21 -- was finalized in early November. Daewoo acted on behalf of Doosan DST in its negotiations with the Indonesian Ministry of Defense.

The deal was financed in part by credit from the Export-Import Bank of Korea and production of the Indonesian units will start this month, Daewoo said in a statement.

Doosan DST and South Korea's Agency for Defense Development started work on the K-21 infantry combat armored vehicle in late 1999.

The first contract, worth $210 million, signed with the South Korean army in 2008 was crucial for ensuring production of the K-21 up to 2012.

Last December, Doosan DST signed a second contract with the South Korea's Defense Acquisition Program Administration for the supply of around 500 K-21 vehicles worth $665 million.

The company started mass production in early 2009 and began deliveries of the first combat-ready units to the South Korean army last November.

The new Indonesian export order means production can run until at least the end of 2013, Doosan said.

The K-21 operates similarly to a tank. It has a 40mm cannon and a third-generation anti-tank missile system giving it "sufficient fire power to destroy armored vehicles, battle tanks and attack helicopters," a Doosan statement said.

Doosan compares the K-21 to the M2A3 Bradley, made by BAE Systems Land and Armaments, formerly United Defense as part of the Bradley Fighting Vehicle family, and also Russia's 1980's Soviet-era BMP-3 vehicle made by Kurganmashzavod.

The K-21 weighs around 25 tons, carries three crewmembers and one platoon of troops at speeds up to 40 mph on land and just less than 5 mph in water.

Power is by a Doosan D2840LXE V-10 turbocharged diesel engine generating 750hp, with a fully automatic transmission. An upgraded K-21 has an 840hp power plant.

The main armament of the K-21 is a 40mm cannon and two anti-tank guided missile launchers fitted to the two-man turret, with ammunition for the cannon is kept beneath it.

There is speculation about a European manufacturer co-developing a turret system for the K-21 units bound for the Indonesian army, Jane's Defense analysts said.

Finmeccanica subsidiary Oto Melara signed a marketing and production agreement with Doosan Infracore in June 2008 to undertake joint-commercialization of turrets, including the Oto Melara 105mm HitFact anti-tank turret.

Doosan's Indonesian contract is the first of what the company said it hopes are more export orders to the Middle East, Southeast Asia and Latin America.

From : UPI


Minggu, 14 November 2010

Indonesia Melakukan Kontrak Senilai 70 Juta USD Untuk Pengadaan K-21

0

IFV K-21 Buatan Korea

Doosan DST perusahaan Korea Selatan, telah memperoleh kontrak oleh Departemen Pertahanan Indonesia (MoD) untuk memasok ranpur K-21 infantry fighting vehicle(IFV) untuk Angkatan Darat Indonesia (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, TNI-AD) , sumber industri dikonfirmasi ke Jane's pada tanggal 12 November.

Kontrak ini senilai USD70 juta akan dikerjakan Doosan DST (dahulu bagian dari Doosan Infracore) untuk pengadaan 22 unit IFV selama tiga tahun ke depan. Kesepakatan itu dicapai sekitar satu minggu yang lalu setelah perundingan antara Pertahanan Indonesia dan Daewoo International, sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Seoul bertindak atas nama Doosan DST.

Kontrak tersebut berasal dari kredit yang disediakan untuk Indonesia oleh Bank Ekspor-Impor Korea, ini order ekspor pertama dari K-21, meskipun Angkatan Darat Republik Korea telah memakai hampir 500 unit.

Berdasarkan perjanjian tersebut, sebuah perusahaan Eropa akan co-develop, bersama dengan Doosan DST, yang akan memasok turret system pada-K 21s dikirim ke TNI-AD.

Identitas perusahaan Eropa enggan dipublikasikan, meskipun dari catatan Jane, Finmeccanica subsidiary OTO Melara menandatangani perjanjian pemasaran dan produksi dengan Doosan Infracore pada bulan Juni 2008 untuk melakukan "komersialisasi bersama" dari turret, termasuk Melara Oto 105 mm tangki anti HitFact-turret . OTO Melara mengatakan pada waktu itu upaya akan berkonsentrasi untuk mengamankan bisnis di negara-negara Timur Tengah dan Asia Pasifik.

Doosan DST muncul sebagai perusahaan spin-off menyusul Infracore Doosan restrukturisasi pada Januari 2009.

Kesepakatan antara DST Doosan dengan TNI-AD menegaskan posisi Korea Selatan sebagai pemasok alutsista TNI. Seperti Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering mengupgrade dua unit kapal selam Cakra 209/1300-class Jenis diesel-listrik milik TNI AL dan kedua negara telah sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan pesawat tempur KFX Korea dengan Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Korea Selatan juga penawaran untuk pengadaan dua kapal selam tipe 209 untuk memenuhi program pengadaan kapal selam Indonesia, sementara Korea Aerospace Industries ikut serta dalam pengadaan pesawat latih Indonesia yaitu T-50 Golden Eagle. Selain itu, kedua negara telah membentuk sebuah program untuk mengembangkan sistem komunikasi militer yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia PT Len dengan perusahaan Korsel Lig Nex1.

Sumber : @Janes, Kenyot, screen69, MIK


Jumat, 12 November 2010

Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

0

eri Anoa 6x6 produksi PT. Pindad Pesanan Malaysia

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Malaysia berminat untuk menambah pembelian panser "Anoa" buatan PT Pindad.
Ditemui usai menyematkan Bintang Kehormatan Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja, di Jakarta, Jumat, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, permintaan Malaysia itu akan diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian 32 unit panser "Anoa" buatan PT Pindad.

"Ini menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional kita juga telah mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain. Untuk itu dalam `Indo Defence` 2010 ini kita fokus pada kerja sama industri pertahanan nasional dengan sejumlah negara, dalam rangka memodernisasi persenjataan TNI," kata Menhan.


"Indo Defence" 2010

Untuk makin memantapkan promosinya, PT Pindad memamerkan produk-produk terbarunya seperti panser APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka, dalam Pameran Pertahanan "Indo Defence" 2010.

APC Anoa V2 6 x 6 atau "armored personal carrier" Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya.

"Assistant Engineering Manager" PT Pindad (Persero) Sukidi Amd mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya."

Menurut dia, salah satu kelebihannya terletak pada "main hole" yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan.

"Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi.

Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

Tak hanya itu, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi.

"Anoa V2 memiliki `Remote Control Weapon System` yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan `joystick`. Jadi, seperti main game," tuturnya.

Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual.

Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya.

Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG.

Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System.

Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter.

Mesin yang digunakan adalah enam silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

Sumber: ANTARA


Menhan: Malaysia Berminat Tambah Panser Pindad

0

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Malaysia berminat untuk menambah pembelian panser "Anoa" buatan PT Pindad.
Ditemui usai menyematkan Bintang Kehormatan Yudha Dharma Utama kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja, di Jakarta, Jumat, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, permintaan Malaysia itu akan diproses lebih lanjut.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kontrak pembelian 32 unit panser "Anoa" buatan PT Pindad.

"Ini menunjukkan bahwa industri pertahanan nasional kita juga telah mampu bersaing dengan produk serupa dari negara lain. Untuk itu dalam `Indo Defence` 2010 ini kita fokus pada kerja sama industri pertahanan nasional dengan sejumlah negara, dalam rangka memodernisasi persenjataan TNI," kata Menhan.


"Indo Defence" 2010

Untuk makin memantapkan promosinya, PT Pindad memamerkan produk-produk terbarunya seperti panser APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka, dalam Pameran Pertahanan "Indo Defence" 2010.

APC Anoa V2 6 x 6 atau "armored personal carrier" Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya.

"Assistant Engineering Manager" PT Pindad (Persero) Sukidi Amd mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya."

Menurut dia, salah satu kelebihannya terletak pada "main hole" yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan.

"Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi.

Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

Tak hanya itu, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi.

"Anoa V2 memiliki `Remote Control Weapon System` yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan `joystick`. Jadi, seperti main game," tuturnya.

Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual.

Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya.

Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG.

Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System.

Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter.

Mesin yang digunakan adalah enam silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

Sumber: ANTARA


Panser "Anoa" Buatan Pindad Makin Gahar

0


Pengunjung berfoto dengan barisan kendaraan panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad di Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11/2010). Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010) mendatang.

KOMPAS.com — Pameran Indo Defense 2010 dimanfaatkan PT Pindad untuk memamerkan produk-produk terbarunya. Salah satu produk terbarunya adalah APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka.

APC Anoa V2 6 x 6 atau armored personal carrier Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Sukidi Amd, Assistant Engineering Manager PT Pindad (Persero), Jumat (12/11/2010), mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya." Ia mengatakan, salah satu kelebihannya ada pada main hole yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan. "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi. Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

Sukidi menjelaskan, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi. "Anoa V2 memiliki Remote Control Weapon System yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan joystick. Jadi, seperti main game," urainya. Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual. Hal itu menurutnya sangat memudahkan tugas tentara.

Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya. "Ramdoor yang ada di bagian belakang Anoa dibuat juga sistem pengoperasian manualnya sehingga bila sistem otomatis mengalami kerusakan, ramdoor tetap dapat berfungsi," ujar Sukidi. Bagian interior dari Anoa V2 juga berbeda dengan versi sebelumnya yang terdiri dari kursi-kursi yang bisa dilipat.

Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG. Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System. Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter. Mesinnya adalah 6 silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

Sukidi menjelaskan, Anoa V2 ini baru mulai dikembangkan sekitar dua bulan yang lalu. "Beberapa saat sebelum Indo Defense ini dimulai, Anoa V2 baru saja selesai dibuat dan langsung dikirim," katanya. Saat ini, yang bisa dinikmati di Pameran Indo Defense 2010 adalah prototipe dari produk tersebut. Dengan spesifikasi ini, Anoa V2 dipasarkan terutama bagi Tentara Nasional Indonesia. Selain Anoa V2, Pindad juga memamerkan tiga produk panser terbarunya, yaitu Panser Polisi, Panser Canon, dan Panser Mortir.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 11 November 2010

Daewoo International Akan Mengekspor Kendaraan Lapis Baja Ke Indonesia

0

K-200AI Merupakan Kendaraan Lapis Baja Buatan Daewoo

SEOUL, November 11 (Yonhap) - Daewoo International Corp, perusahaan perdagangan terbesar kedua Korea Selatan, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan menyediakan kendaraan lapis baja senilai US $ 70 juta untuk Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, Daewoo International akan memasok kendaraan lapis baja pada akhir 2013, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Daewoo International juga mengatakan mulai memproduksi kendaraan lapis baja bulan ini.

"Kami menerima bantuan besar dari Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (dapa) diplomasi militer dan Bank Ekspor-Impor dukungan keuangan Korea dalam menyimpulkan kesepakatan ini," kata perusahaan itu. Dapa adalah lembaga pengadaan senjata Korea Selatan.

Daewoo International menandatangani kesepakatan senilai $ 80 juta Angkatan Laut Indonesia untuk pemeliharaan kapal selam dan kesepakatan senilai $ 40 juta dengan TNI AU untuk menyediakan pesawat untuk pelatihan pilot selama tahun lalu, perusahaan menambahkan.

Sumber: YONHAP


Selasa, 09 November 2010

Obama ke Jakarta Kodam Jaya Kerahkan Kendaraan Berat

0


Aparat TNI bersiaga di samping panser buatan PT Pindad jenis Armoured Personnel Carrier (APC) di dekat Gedung Rektorat Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin (8/11/2010). Pengerahan aparat dan peralatan militer ini terkait dengan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di kampus tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya akan mengerahkan semua kendaraan berat untuk pengamanan Presiden AS Barack Obama selama di Jakarta.

"Kita kerahkan kendaraan berat untuk penyelamatan, semua kendaraan yang dimiliki Kodam Jaya akan kita kerahkan," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Marciano Norman seusai bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/11/2010).

Namun, Marciano mengaku belum mengetahui rute yang akan dilewati oleh Obama. "Nanti akan ada pemberitahuan dari Polda, kita gunakan jalur aman saja," katanya.

Jenderal bintang dua itu mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Polda untuk pengamanan Obama.

Ketika ditanyakan apakah tentara akan lebih dominan dalam penjagaan Obama dibanding polisi, Marciano menuturkan, pihaknya mempunyai prosedur tersendiri. "Tentara itu ada protapnya," katanya.

Terkait dengan ancaman keamanan saat kedatangan Obama, Marciano menyatakan, pihaknya selalu mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. "Apa pun info yang diterima harus kita tanggapi sebaik-baiknya dan kita antisipasi," katanya.

Sumber: KOMPAS


Berita Foto : Penjagaan di UI Jelang Kedatangan Obama

0

Pengamanan di Balairung UI Depok.

Stasiun UI dijaga ketat oleh polisi.


Selain pengamanan, rencananya, kampus ini akan meliburkan diri 1,5 hari untuk kelancaran acara pidato Obama.

Jelang kedatangan Presiden AS Barack Obama ke kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, penjagaan di kampus tersebut tampak diperketat. Sejumlah polisi terlihat di sejumlah titik.

Sumber: DETIK FOTO


Minggu, 07 November 2010

Berita Foto : Kendaraan Amfibi Dikerahkan ke Merapi

0







Dua kendaraan Hagglund (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.


Dua kendaraan Haglun (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.
Foto Humas PMI
Dua kendaraan Haglun (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengerahkan dua unit mobil Amfibi Hagglund ke lokasi bencana letusan Gunung Merapi, Minggu (7/11/2010). Kendaraan tersebut digunakan untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak maupun terkubur dibalik reruntuhan bangunan. Kendaraan amfibi ini oleh PMI diserahkan penggunaan operasionalnya pada anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Surakarta.

Menurut ketua PMI Jusuf Kalla (JK), Hagglund sangat cocok beroperasi di lokasi Merapi karena jalan raya di wilayah sekitarnya dipenuhi abu vulkanik, sehingga sulit dilalui kendaraan truk maupun jenis lainnya. Oleh karena cakupan lahar dingin yang dimuntahkan Gunung Merapi semakin luas, maka PMI berencana menambah lagi dua kendaraan amfibi yang akan didatangkan dari Jakarta.

PMI juga akan bekerjasama dengan Kopassus dan Marinir mendatangkan lagi kendaraan amfibi dari pangkalan militernya masing. Menurut JK, dirinya sudah melaporkan semua kegiatan PMI di Merapi, Mentawai dan Wasior kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu malam di Istana Gedung Agung Yogyakarta. Presiden menyetujui langkah yang diambil PMI dan meminta untuk berkoordinasi dengan BNPB.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 06 November 2010

Update : Pindad Akan Produksi Panser Dilengkapi Roket

0

illustrasi

BANDUNG, (PRLM).- Untuk meningkatkan sistem keamanan dan pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI akan memproduksi sejumlah alat utama sistem senjata. Di antaranya adalah panser tarantula yang dilengkapi dengan kanon serta roket dengan daya jangkau 15 kilometer.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang ditemui usai memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung di Aula Timur ITB, Jln. Ganesa Bandung, Jumat (5/11).

Menurut Purnomo, pengerjaan dari peralatan tersebut akan dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri, yakni PT. Pindad yang juga melibatkan PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Hal ini dilakukan untuk mendorong industri dalam negeri dan kembali membangkitkan PT. DI.

Rencananya roket buatan Pindad ini akan diuji coba hari ini (Sabtu (6/11)) di Pusat Latihan Tempur Baturaja. Jika ujicoba ini berhasil, pemerintah akan memproduksi 750 roket pada 2013 dan 1.000 roket di tahun 2014. “Kita prioritaskan untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Ini sangat bagus karena merupakan produk dalam negeri. Fokus pertama untuk kebutuhan dalam negeri dan selanjutnya akan dikembangkan untuk ekspor. Begitu juga untuk panser tarantula ini. kembangkan untuk memperkuat sistem keamanan kita selain juga mendorong industri dalam negeri,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Minerla ini, PT. Pindad juga telah memproduksi panser anoa. Sebanyak 150 panser anoa telah diproduksi untuk memperkuat tim perdamaian RI di di Libanon. “Panser Anoa ini sudah kita produksi juga untuk pasar luar negeri selain juga CN 235. Malaysia sudah memesan dan akan menambah pesanan. Rencananya minggu depan Menhan Malaysia akan datang ke Indonesia untuk membicarakan ini,” ujarnya.

Selain alat utama tersebut, pemerintah juga menurut Purnomo akan menambah produksi alat lain. Seperti payung terjun dan sejumlah sparepart lainnya. “Kita juga akan libatkan PT. DI untuk produksinya,” ucapnya.

Purnomo menambahkan, anggaran yang diperlukan untuk perawatan dan pembelian alutsista dalam kabinet kali ini sebesar Rp 150 triliun, di luar belanja pegawai. Sementara dalam APBN ditetapkan Rp 100 triliun. “Ada gep Rp 50 triliun. Sedang kita carikan. Pada 2011 nanti akan dipenuhi, selain juga kita coba tambah pada APBNP,” ujarnya.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT


Minggu, 17 Oktober 2010

Mobil Favorit Kaum Gerilyawan

0

Toyota Hilux Merupakan Mobil Favorit Kaum Gerilyawan(Foto: brian894x4.com)

Kabul - Hingga kini peperangan masih terjadi di banyak negara. Selain amunisi dan senjata, kendaraan dianggap adalah sesuatu barang yang vital bagi para gerilyawan. Tapi dari sekian banyak mobil yang beredar di dunia, mobil apakah yang menjadi mobil favorit para gerilyawan?

Ternyata mobil yang menjadi kendaraan favorit gerilyawan adalah Toyota Hilux. Mobil ini digunakan oleh banyak gerilyawan di berbagai arena perang karena dianggap mudah didapatkan.

"Di Afghanistan khususnya, (truk) sangat dihormati," ujar David Kilcullen yang merupakan ahli perang yang membantu Jenderal David Petraeus, Panglima militer AS di Afganistan seperti detikOto kutip dari Newsweek, Minggu (17/10/2010).

Kilcullen lalu bercerita bagaimana Hilux banyak berkeliaran di Afganistan untuk memobilisasi para gerilyawan. Dan itu ternyata tidak hanya terjadi di Afganistan semata.

"Toyota Hilux ada dimana-mana," ungkap Andrew Exum yang merupakan seorang mantan tentara Ranger dan sekarang membantu Center for a New American Security.

"Kendaraan ini setara dengan AK-47. Ada dimana-mana di setiap perang. Dan sebenarnya, baru-baru ini, juga digunakan oleh tentara. Ini adalah lawan untuk Humvee," tambahnya.

Tidak hanya itu, Hilux yang lahir di dekade 60an juga berkibar karena pengaruh Toyota yang menguat di berbagai belahan dunia.

Para pemberontak yang menjadikan mobil ini sebagai mobil favorit menyebar mulai dari bajak laut Somalia yang menggunakannya ketika mereka berada di Mogadishu, militan Pakistan, Nikaragua, Ethiopia, Rwanda, Liberia, Republik Demokratik Kongo, Libanon, Yaman hingga Irak.

Sementara pemimpin Taliban, Mullah Omar dikabarkan lebih menyukai Chevrolet Suburban sedangkan Osama Bin Laden lebih memilih saudara tua Hilux yakni Land Cruiser untuk menunjang aktivitasnya.

Bahkan di tahun 1980an ketika di Afrika terjadi perang antara Libia dan Chad, perang ini bisa dibilang sebagai 'perang Toyota'. Sebab kendaraan yang digunakan oleh kedua belah pihak kebanyakan adalah Toyota Hilux.

Toyota menurut Dr Alastair Finlan, yang mengkhususkan diri dalam studi strategis di Universitas Aberystwyth Inggris mengatakan bahwa kendaraan ini merupakan suatu senjata yang kuat bagi pemberontak.

Dan akan menjadi paket yang menyeramkan (ketika dipasangi) sebuah (senapan mesin) kaliber 50 yang dengan mudah dapat menembus pelindung tubuh tentara dan kendaraan lapis baja ringan.

Menurut Presiden Divisi Desain Toyota di California, Kevin Hunter, Hilux awalnya dirancang sebagai 'sebuah truk ringan dengan ban besar di roda besar'. Mobil ini dimaksudkan sebagai sebuah truk rekreasi. Mobil ini juga memiliki ground clearance yang benar-benar tinggi, yang berarti Hilux ideal untuk off-road.

Hilux selalu dibangun dengan konsep 'body-on-frame'. "Suatu konstruksi baja rangka yang kaku, dan tubuh yang dipasang di atasnya. Itulah yang lebih kuat dari mobil paling modern, di mana tubuh dan bingkai adalah satu," paparnya.

Sumber: DETIK


Kamis, 12 Agustus 2010

Motor Militer yang Sanggup Minum 7 Jenis BBM

0



LONDON- Namanya M1030-M2. Aneh memang, karena motor ini bukan kendaraan biasa melainkan ditakdirkan sebagai alat militer.

Sebagai motor militer, tentu kuda besi ini didesain memiliki kekuatan yang diatas rata-rata motor pada umumnya.

Dan uniknya, motor tersebut juga sanggup meminum tujuh jenis bahan bakar berbeda. Motor ini bisa diisi dengan bahan bakar jenis Solar, BioFuel, Aviation, atau empat bahan bakar lain yang biasanya digunakan pada kendaraan militer pada umumnya.

"Motor juga bisa melintasi genangan air hingga kedalaman 60 cm dan bila tanki bahan bakar terisi penuh maka sanggup menggerakkan kendaraan sejauh hampir 500 km," tulis Motorcyclenews, Rabu (11/8/2010).

Hayes Diversified Technologies Inc selaku pihak pengembang mengklaim M1030 merupakan trobosan dalam teknologi kendaraan militer.

Urusan mesin, motor militer ini dibekali jeroan berkapasitas silinder 670 4 silinder yang sanggup menciptakan tenaga sebesar 33 bhp. Ketika gas diputar penuh, maka motor mampu mencapai kecepatan maksimum 150 km/jam.

Dengan perkiraan harga mencapai Rp165 juta, para tentara bayaran dan pasukan khusus militer berharap untuk bisa memiliki motor tersebut dengan perubahan bagian body yang menggunakan baja.

Sumber: OKEZONE


Senin, 19 Juli 2010

Pentagon Bikin Humvee Bisa Terbang?

0

Washington - Siapa yang tidak mengetahui sepak terjang Humvee? Kendaraan jelajah khas Amerika yang pada saat Perang Dunia II meletus memiliki andil yang cukup signifikan untuk memenangkan sekutu.

Disaat yang sama Humvee bekerja di darat, sementara helikopter membantu dari udara. Nah, hal itu menjadi ide dasar saat ini untuk menggabungkan keduanya. Humvee yang bisa terbang?

Maka, seperti dilansir Popular Mechanics, Sabtu (17/7/2010) Pentagon Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sudah mengajukan proposal sebuah Humvee terbang, yang bakal mereka sebut 'The Transformer'.

Kendaraan jelajah yang bisa terbang tersebut akan digunakan untuk menghindari ranjau darat dimedan pertempuran, dan bisa terbang di atas markas pemberontak.

DARPA memiliki beberapa syarat wajib dari si Humvee terbang tersebut. Diantaranya harus bisa lepas landas secara vertikal, jangkauan tempuh minimal 400 km, gabungan antara darat dan udara.

Dan satu perusahaan kontraktor militer, Textron, sepertinya memiliki jawaban atas tantangan DARPA, dengan unit-unit yang melibatkan teknologi masa depan yang canggih.

Transpoter Humvee tersebut diusulkan memiliki sayap seperti rotor helikopter dan sebuah baling-baling yang menyalurkan tenaga untuk menggerakkan Humvee di udara.

Sementara untuk keperluan darat, mesin perang multitasking bakal menjadi imaje dari Humvee selain bertindak seperti pengangkut pasukan standar.

Sehingga, ketika medan pertempuran di darat dianggap mulai tidak ramah, sistem aerodinamis Humvee akan beralih pada mode 'Ready to Fly' dan rotor tersebut siap mengangkat Humvee ke udara.

Setelah terangkat di udara, giliran baling-balingnya yang mengambil alih tugas untuk membuat Humvee tetap berada di udara dan bisa diarahkan kemana saja yang dibutuhkan.

Untuk membuat si Humvee terbang, Textron akan bekerja dengan Carter Aviation Technologies, yang saat ini memproduksi kendaraan udara komersial.

Sumber: DETIK


Selasa, 13 Juli 2010

Jajaran Menarhanud-1/F Memerlukan Rudal

0

Multi Mobile Launcher(foto: DETIK)

Jakarta, Pelita
Tim Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Haryono Isman mengadakan kunjungan kerja ke jajaran Resimen Arhanudse 1/Faletehan yang dipusatkan di Markas Batalyon Arhanudse-6/Rangkok, di Jala Lagoa Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pekan lalu.
Rombongan diterima oleh Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI M Munir didampingi Irdam Jaya, Komandan Resimen Arhanud-1/Faletehan beserta jajarannya, para Asisten Kasdam Jaya, dan Dandim 0502/JU. Sedangkan Tim Komisi I DPR RI beserta rombongan berjumlah 25 orang, jelas Kapendam Jaya Letkol Inf Drs Ruminta.
Dalam paparan yang disampaikan oleh Danmen Arhanud-1/Faletehan Kolonel Art Irianto kepada Tim Komisi I DPR RI menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dirgantara dan alat utama sistem senjata pesawat udara saat ini demikian pesatnya, sehingga memungkinkan adanya potensi ancaman udara terhadap suatu negara. Hal ini menjadikan semakin dominannya penggunaan Alutsista wahana udara dalam menyelesaikan suatu konflik atau perang antarnegara.
Resimen Arhanud-1/F sebagai satuan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta sebagai sebagai unsur Komando Pertahanan Udara Nasional berperan dalam perlindungan udara terhadap obyek vital nasional di wilayah Ibukota Negara sehingga diperlukan kesiapan operasional alutsista yang memadai. Oleh karenanya perlu diketahui kondisi dan permasalahan kesiapan operasional satuan, apakah alutsista yang dimiliki masih efektif dan tepat hasil dalam mengemban misi Komando Pertahanan Udara Nasonal.
Dengan ini Danyon Arhanudse-6/Rangkok Letnan Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP menyarankan agar alutsista Meriam 57 MM/S-60 yang dimiliki oleh satuan jajaran Men Arhanudse-1/F saat ini perlu diganti dengan rudal tertentu. Sedangkan pengadaannya dengan mempertimbangkan dukungan anggaran yang tersedia. Untuk alternatif alutsista yang cocok sebagai pengganti alutsista yang lama adalah jenis rudal jarak pendek yang ditempatkan di atas kendaraan atau MML (Multi Mobile Launcher) dan jenis rudal portabel yang dapat dipanggul serta dapat dioperasikan di berbagai tempat.
Setelah menerima paparan Tim Komisi I DPR RI meninjau kondisi Alutsista yang dimiliki oleh Batalyon Arhanudse-6/Rangkok.

Sumber: PELITA


TNI Butuh Pesawat Tempur Sergap dan Peluru Kendali

0

illustrasi F-16 CD

JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) sangat membutuhkan alat utama sistem senjata (alutsista) modern dan canggih untuk mengamankan wilayah udara nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Paling substansi dibutuhkan, yakni pesawat tempur sergap dan angkut, peluru kendali, serta radar pendeteksi pesawat musuh.
"Untuk mampu mengamankan wilayah udara nasional, Kohanudnas harus didukung dengan peralatan alutsista yang memadai agar dapat mengawasi seluruh wiludnas sehingga tugas pokok Kohanudnas akan dapat dilaksanakan dengan baik," ujar Panglima Komando Pertahana Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjo di sela-sela kunjungan Komisi I DPR ke Markas Kohanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (11/7).
Kunjungan Komisi I DPR, untuk mengetahui dan menyerap aspirasi satuan-satuan TNI secara langsung. Masukan dari TNI AU akan dibawa dalam rapat dengar pendapat DPR dengan Kementerian Pertahanan/TNI dalam rangka pemenuhan alutsista ideal.
Menurut Dradjad, keberadaan alutsista TNI AU masih jauh dari ideal. Bahkan, secara kuantitas dan kualitas, alutsista yang dimiliki TNI AU sangat minim. "Kondisi ini merupakan kemunduran dan harus diperjuangkan," ujarnya.
Selain alutsista, Panglima Komando Operasi TNI AU I melalui Kepala Staf Kroops TNI AU I Marsma TNI Bagus Puruhito mengatakan, TNI AU membutuhkan pesawat angkut untuk mendukung operasi Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) ke daerah. "Pesawat angkut yang kita miliki cukup minim," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman menjanjikan akan memperjuangkan kebutuhan TNI.
"Kami sangat merespons tentang kondisi alutsista yang dibutuhkan TNI khususnya masalah Hanudnas, maupun dukungan alutsista lainnya. Kami akan memperjuangkan agar TNI ke depan lebih baik," ujarnya.
Bela Negara

Secara terpisah, 60 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran yang tergabung dalam kegiatan Integrasi Mahasiswa Dewasa (Simada) IV mengunjungi Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Senin (12/7). Rombongan yang dipimpin Rektor UPN Veteran Laksda Purn Budiman Djoko Said diterima Pangarmabar Laksda TNI Marsetio.
Menurut Marsetio, peran dan kepedulian mahasiswa terhadap pulau-pulau terluar di Indonesia punya nilai strategis untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatn NKRI, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.
"Dengan adanya program dari UPN Veteran untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sekaligus melaksanakan kerjasama dengan masyarakat yang berada di pulau-pulau terluar, karena mahasiswa memilki peran yang penting dalam hal bela negara," ujarnya.
Bela negara bukan hanya tugas TNI, melainkan juga tugas seluruh warga negara termasuk mahasiswa. Dijelaskan Budiman, Simada diarahkan pada kegiatan pembangunan masyarakat yang cinta tanah air dan memiliki kesadaran bela negara.

Sumber: SUARA KARYA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin