Tampilkan postingan dengan label ITALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITALIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 November 2010

M-346 Dan T-50 Menjadi Kandidat Pesawat Latih Israel

0

M-346 Dan T-50

Kementerian Pertahanan Israel telah mengirimkan permintaan informasi untuk Alenia Aermacchi dan Korea Aerospace Industries untuk armada baru pelatih jet canggih. Angkatan udara Israel telah dievaluasi masing-masing perusahaan desain M-346 dan T-50 sebagai pengganti Douglas dalam dokumen Akademi A/TA-4 Skyhawks digunakan dalam penerbangan. Permintaan baru itu dikeluarkan setelah komisaris antitrust Israel menegaskan bahwa draft perjanjian kerjasama pertahanan antara dua perusahaan terkemuka di negara ini masih dalam evaluasi. Partisipasi Elbit Sistem dan Israel Aerospace Industries, perusahaan patungan bermaksud untuk membeli dan menjual kemudian dipilih jam terbang pesawat dalam jenis Angkatan Udara. Perusahaan-perusahaan juga ingin merakit bagian-bagian dari jenis di Israel dan memberikan dengan beberapa sistem buatan lokal.

Sumber: FG


Senin, 14 Juni 2010

PUTRA TERBAIK KONTINGEN GARUDA KAWAL BENDERA UNIFIL KE ITALIA

0


PUSPEN TNI (14/6),- Satu Lagi kepercayaan dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) kepada Pasukan Garuda yakni adanya permintaan kepada Satgas Indo Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1 untuk mengirimkan salah satu prajurit terbaiknya yakni Sersan Mayor Lilik Indarto bersama perwakilan dari dua negara lainnya yakni Ghana dan Nepal untuk mengawal Bendera UNIFIL yang akan dibawa ke Roma, Italia selanjutnya diikutsertakan dalam upacara serta Defile menyambut Hari Kemerdekaan Italia atau “Itali National Day” (8/6).

Terpilihnya Serma Lilik Indarto oleh UNIFIL disampaikan langsung kepada Dansatgas Indo FHQSU Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan Kontingen Indonesia, Setelah mendapat permintaan dari UNIFIL tersebut, Kolonel Inf Restu Widiyantoro langsung memberikan perintah kepada Sersan Mayor Lilik Indarto yang sehari-hari menjabat sebagai Regimental Sergeant Major (RSM). Permintaan UNIFIL tersebut dikarenakan jabatan Serma Lilik Indarto sebagai RSM atau Bintara Utama atau Bintara Tinggi dari Satgas Indo FHQSU yang kemudian UNIFIL mengadakan seleksi terhadap semua anggota yang menjabat sebagai RSM dari berbagai negara anggota UNIFIL dari hasil hasil seleksitersebut terpilihlah Serma Lilik Indarto untuk mengawal bendera UNIFIL tersebut.

Keikutsertaan bendera UNIFIL dalam upacara serta Defile menyambut hari Kemerdekaan Itali ini merupakan permintaan langsung dari Pemerintah Italia, yang mengundang semua negara-negara sahabat Italia termasuk didalamnya UNIFIL dikarenakan Italia sudah lama dan telah banyak berperan aktif dalam keikutsertaannya di UNIFIL, selanjutnya para negara negara-negara undangan termasuk UNIFIL turut serta merayakan hari kemerdekaan Italia pada 2 Juni 2010 dengan membawa bendera dari negaranya masing-masing untuk dijadikan satu serta dibawa ke suatu tempat upacara perayaan lalu disertakan dalam Defile bendera yang berlangsung di Coloseum, Roma, Italia.

Turut serta dalam rombongan UNIFIL ke Italia selain dari Perwakilan Indonesia yakni Deputy Force Commander UNIFIL (DFC) yakni Brigjen Santi Bofanti, Force Sergeant Major (FSM) Master Warrant Officer/MWO Frempah Noses yang berasal dari Ghana serta Sergeant Katri dari Nepal.

Sebelum Berangkat Penugasan ke Lebanon Sersan Mayor Lilik Indarto yang merupakan putra kelahiran Magelang 8 November 1976 ini, berdinas
sebagai Bintara Pengaman di Sekolah Komando Pusdikpassus, Batu Jajar, Bandung. Bapak dari dua orang putra dan putri ini yakni Muhammad Rajif Hasani dan Raisah Aina Salsabila ini merupakan tamatan Secaba PK tahun 1996.

Menurut Dansatgas Indo FHQSU Kolonel Inf Restu Widiyantoro, “permintaan UNIFIL kepada Kontingen Garuda untuk mengirimkan wakilnya untuk mengawal bendera UNIFIL ke Italia merupakan suatu kehormatan juga kebanggaan sekaligus kepercayaan dari dunia internasional kepada Indonesia karena tidak semua kontingen suatu negara bisa memberangkatkan perwakilannya serta terpilih untuk mengawal bendera UNIFIL tersebut ini merupakan hasil dari kerja keras Kontingen Garuda selama ini dan kepercayaan tersebut haruslah kita jaga serta kita emban dengan sebaik-baiknya".

Sumber: TNI


Kamis, 08 April 2010

Italy Arms Exports Up 61 Percent Thanks To Saudi Typhoon Buy

0


Italy's arms exports jumped by 61.3 percent to 4.9 billion euros in 2009, newly released government figures show, thanks mainly to a hefty contribution from the sale of Eurofighter jets to Saudi Arabia.

Although the Eurofighter deal with Saudi Arabia was brokered by the U.K. government, Italian industry has a share in proceeds thanks to Italy's workshare on program, alongside Germany, Spain and the U.K.

The Italian government's annual report on defense sales does not specify the exact value of the work obtained by Italy on the Typhoon contract, but notes that Saudi Arabia leapt to become Italy's No. 1 export destination, worth 1.1 billion euros in sales. Italy's main Eurofighter contractor, Alenia Aeronautica, was the country's top exporter, worth 1.55 billion euros, 23 percent of all exports.

Saudi Arabia's top ranking, as well as the overall leap in Italian exports, is due to the Typhoon contract, the report stated.

Defense exports overall were up from 3 billion euros in 2008, which in turn were up 29 percent over 2007. That figure was pushed by AgustaWestland's sale of A129 helicopters to Turkey, which accounted for half the 2008 total. The 2007 total showed an increase of 9 percent on 2006.

The figures reflect export licenses for products released by the Italian government in any given year.

The numbers do not include material exported for use in intergovernmental programs in which Italy is a partner. Licenses granted for intergovernmental program exports totaled 1.82 billion euros last year, down on 2.69 billion euros in 2008.

Eurofighter is one such program, although the Saudi work is considered separately, as a commercial export, since the Gulf country is not among the original governmental partners on the Eurofighter program.

The report reveals that 1,692 definitive export licenses were issued last year for commercial and intergovernmental programs, of which 94 percent were for exports worth less than 10 million euros, combining for a total value of just over one billion euros, or 16 percent of the value of Italy's total exports.

At the other end of the scale, 22 licenses were for exports worth over 50 million euros, between them worth a total of nearly four billion euros, or 59 percent of total value of exports. In 2008 exports worth over 50 million euros totaled only 1.59 billion euros. The change "indicates a relevant increase on 2008 and a real capacity to operate in the sector as a systems integrator", the report states.

In the company rankings for 2009, helicopter firm AgustaWestland takes second place after its Finmeccanica stablemate Alenia, with 985 million euros in export licenses granted, 14.6 percent of the total. Propulsion firm Avio is third with 811 million euros, then shipyard Fincantieri with 271.5 million euros.

The table for destinations, which does not count intergovernmental programs, places Saudi Arabia as the top destination with 1.1 billion euros, or 16.4 percent of the total, followed by Germany with 553.5 million euros, the U.S. with 495.4 million euros, the U.K. with 379.6 million euros, Qatar with 317.3 million euros and India with 242.8 million euros, the latter total thanks in part to Fincantieri's sale of a logistics vessel.

The report also lists licenses granted for armaments imports into Italy. In 2009 the licenses total 1.17 billion euros. The U.S. accounts for 711.8 million euros worth of the imports, with the remainder mostly hailing from NATO and European nations, with the exception of 10.8 million euros in imports from Israel and 5.1 million euros from Switzerland.

Apart from listing licenses granted, the report also lists the armaments exports delivered, which rose to 2.2 billion euros from 1.77 billion euros in 2008. Likewise, imports delivered totaled 130 million euros, up from 57.9 million euros in 2008.

From: DN


Jumat, 05 Maret 2010

Soal Perdagangan Senjata, Iran Panggil Dubes Italia

0


TEHERAN, KOMPAS.com - Teheran memanggil duta besar Italia Alberto Bradanini soal penahan dua warga Iran di Turin karena dicurigai melakukan perdagangan senjata, demikian dikatakan kantor berita Iran, Jumat (5/3/2010).

"Duta besar Italia dipanggil Kamis petang ke kementerian luar negeri untuk menjelaskan alasan-alasan penahanan itu," kata juru bicara kementerian luar negeri Ramin Mehmanparast yang dikutip kantor berita itu.

"Berita-berita yang disiarkan yang menyangkut masalah penahanan itu diduga mengandung maksud yang bertujuan untuk menciptakan gangguan dan kebingungan," tambahnya.

Jaksa anti teroris Italia Armando Spataro, Rabu mengatakan dua warga Iran dan lima Italia ditahan di Turin,Italia karena diduga melakukan perdagangan senjata ke Iran yang melanggar sanksi-sanksi PBB.

Letkol Vincenzo Andreone dari polisi keuangan, yang memimpin operasi itu mengatakan, berdasarkan penyelidikan terungkap satu rencana pengiriman ke Iran roket-roket anti tank dan bahan-bahan peledak dalam jumlah besar.

Spataro mengidentifikasi warga-warga Iran yang ditahan itu bernama Hamid Msoumi Nejad, 51 tahun yang diakreditasi sebagai wartawan di Roma, dan Homayoun Bakhtiyari, 47 tahun.

"Dua warga Iran lainnya yang dicari yang juga menjalani kegiatan yang sama kini berada di Iran," tambah Spataro.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin