Tampilkan postingan dengan label Kapal Angkut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Angkut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

KRI Banda Aceh Akan Lengkapi Armada TNI AL

0

KRI Banda Aceh Dalam Mengerjaan Di PAL.

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut tahun ini akan memiliki satu lagi kapal perang jenis LPD (Landing Platfrom Dock), yakni KRI Banda Aceh. Kapal perang pengangkut pasukan dan barang itu akan melengkapi koleksi kapal perang TNI AL setelah pekan lalu meresmikan kapal perang pertama buatan dalam negeri, KRI Banjarmasin.

Dikatakan oleh Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, pembuatan dua kapal perang itu dimaksudkan untuk meremajakan deretan kapal perang yang dimiliki TNI AL, yang umumnya merupakan kapal perang buatan Amerika Serikat yang sudah berusia lanjut.

"Sudah selayaknya kita ganti. Penggantiannya itu diupayakan yang buatan kita. Buktinya kita sudah buat oleh PT PAL dua (unit kapal), dan sudah dicoba," kata Soeparno dalam konferensi pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Kapal-kapal baru itu akan diuji coba untuk keliling perairan Indonesia.

Seperti halnya KRI Banjarmasin, KRI Banda Aceh merupakan kapal perang buatan dalam negeri, yakni oleh PT PAL, Surabaya. Harganya diperkirakan sedikit lebih mahal dari biaya pembuatan KRI Banjarmasin sebesar Rp 365 miliar. Proses pembuatan dilakukan sepenuhnya di PT PAL.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo mengatakan, kendati kontraktor utama pembangunan KRI Banda Aceh adalah Korea Selatan, tapi proses alih teknologinya dipastikan hampir seratus persen di PT PAL. "Cuma tenaga ahlinya ada yang dari Korea," ujarnya.

Prasodjo menilai wajar jika biaya produksi KRI Banda Aceh sedikit lebih mahal daripada KRI Banjarmasin. Sebab, selain disebabkan sub kontraktornya dikembangkan di dalam negeri, waktu yang diperlukan dalam proses pembuatannya juga agak lama. "Lalu masih ada material-material yang masih harus didatangkan dari Korea. Tapi mahalnya juga nggak seberapa," kata dia.

Sumber: TEMPO


AS Menyetujui Pemusnahan Enam Kapal Perang TNI-AL

0

KRI Teluk Langsa 501

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui pemusnahan enam kapal perang TNI Angkatan Laut buatan Negeri Paman Sam, yang telah berusia diatas 30 tahun.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Seoparno di sela-sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa mengatakan, pemusnahan enam kapal perang angkut buatan AS itu akan dilakukan di Indonesia.

"Terlalu repot jika harus mengembalikan kapal-kapal itu ke produsennya. Meski mereka (AS-red) sangat berat hati, namun mereka setuju kapal-kapal itu dimusnahkan," ujarnya.

Dengan berseloroh, Soeparno mengemukakan, enam kapal LST dan LDP buatan AS itu sudah rata-rata usia 64-70 tahun. Bahkan militer AS jika bertemu kapal itu akan memberikan hormat sebagai bentuk penghormatan kepada `senior`-nya. Jadi kapal-kapal itu sudah saatnya diganti.

Keenam LST itu, KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945. Keenam kapal itu dioperasikan Komando Lintas Laut Militer.

Tentang recana penggantian keenam kapal itu, Kasal mengatakan, pihaknya telah memprogramkan pengadaan dari PT PAL.

"Itu kan kapal angkut, jadi kita bisa adakan dari PT PAL. Toh saat ini PT PAL telah berhasil membuat satu kapal LPD yakni KRI Banjarmasin, dan tengah mengerjakan kapal serupa kedua yakni KRI Banda Aceh," papar Soeparno.

Kasal menegaskan, dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2011 pihaknya akan memantapkan program modernisasi alatutama sistem senjata dalam kerangka mewujudkan kekuatan pokok minimum, secara bertahap 2010-2014 hingga 2024. "Kita akan jalankan itu," ujarnya, menegaskan.

Soeparno mengatakan, dalam mordernisasi alat utama sistem persenjataanya ada tiga langkah yang dilakukan yakni memusnahkan yang sudah tidak layak operasional, dan menggantinya dengan yang baru serta meningkatkan kapasitas dan daya mampu alat utama sistem senjata yang masih laik operasional.

Untuk pengadaan baru, dilakukan dengan memprioritaskan produksi dalam negeri. "Jika belum bisa sepenuhnya diproduksi di dalam negeri, kita lakukan produksi bersama dengan persyaratan alih teknologi," ujarnya.

Sumber: YAHOO


Latihan Perang Perdana di Sulsel

0

KRI BANJARMASIN

MAKASSAR (SINDO) – Kapal Perang RI (KRI) Banjarmasin,dijadwalkan akan menjalani latihan perang perdana sejak diluncurkan dari galangan PT PAL Surabaya, November 2010 lalu.

KRI bernomor lambung 592 merupakan produksi dalam negeri. Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono mengungkapkan, latihan perang tersebut akan dilakukan kapal Rp365 miliar tersebut, sekembalinya dari pelayaran di Indonesia Timur.Pelayaran itu merupakan yang pertama kali, sekaligus patroli untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

“Iya benar, KRI Banjarmasin akan ikut latihan perang di perairan Sulsel. Kami belum tahu lokasinya karena yang menentukan tempat dan waktu dari pihak Lantaman VI,” kata dia kepada SINDO,kemarin. Kapal yang di sepanjang sisinya tertulis kalimat “Kapal ini dibeli dengan uang rakyat dengan harga Rp365.628.078.500, kita wajib menjaganya”, menyinggahi Pelabuhan Makassar untuk menurunkan muatan berupa empat tank milik TNI AD yang akan ditempatkan di Yonkav Kodam VII/Wirabuana, seperti KRI Banjarmasin.

Tank-tank tersebut merupakan produksi dalam negeri yang sengaja ditempatkan TNI AD Jakarta untuk memperkuat batalion kavaleri Kodam VII/ Wirabuana. Kapal jenis landing platform dock (LPD) termasuk kapal KRI terbesar dengan bobot 7.300 ton, panjang 125 meter dengan lebar 22 meter. Kapal perang ini mampu mengangkut 344 personel, 20 unit tank, dan 2 unit landing craft vehicles.Di anjungan kapal, KRI Banjarmasin mampu menampung tiga helikopter.

Asisten Operasi Pangkalan Utama TNIAL VI Kolonel Rahmat Eko yang dikonfirmasi terkait latihan perang,mengaku,pihaknya sedang melakukan survei lokasi yang cocok untuk menggelar latihan gabungan. “Kami survei perairan Sulsel, tapi belum pasti apakah di bagian selatan atau di mana,akan diinfokan lebih lanjut,”ujarnya. Latihan peran pertama menggunakan KRI Banjarmasin-592 ini juga akan banyak menggunakan peralatan peran buatan Indonesia.

Menurut Eko Jokowiyono, saat ini masyarakat Indonesia sudah patut berbangga karena mampu menciptakan peralatan pertahanan negara dari hasil karya anak bangsa. “Tulisan tentang harga dan produk dalam negeri ini sengaja dipampang agar rasa nasionalisme dan memiliki, kita pupuk dengan baik,”tukasnya.

Kemarin sebelum bertolak ke Maluku, dari pagi hingga siang KRI Banjarmasin-592 ini mendapat kunjungan berbagai siswa-siswi SMA pilihan yang ada di Makassar. Beberapa sekolah yang sempat datang, yakni SMA 1, SMA 5, SMA 17, SMA Islam Athirah, dan beberapa sekolah tingkat SMP.

Sumber: SINDO


Selasa, 18 Januari 2011

KRI Banjarmasin Melakukan Long Sea Trial

0


JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan, MPA,MBA. meninjau kesiapan KRI Banjarmasin-592 kapal perang baru TNI AL yang akan melaksanakan uji coba/long sie trial lintas laut di wilayah perairan Indonesia, diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (18/1)

Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan ,MPA.,MBA didampingi Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel laut (P) Yusup dan Asisten Logistik Pangkolinlamil Supriayit P.Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel laut (P) Dri Suatmaji dan beberapa pejabat Kadis Kolinlamil memberikan arahan dan penekanan kepada Komandan beserta para perwira pengawak KRI Banjarmasin-952 sebelum berangkat melaksanakan iji coba /long sea trial di long room perwira kapal.

Dalam Kesempatan tersebut Pangkolinlamil menegaskan kepada Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI Banjarmasin-592 agar selama melaksanakan long sea trial membuat jurnal kegiatan pada masing –masing departeman di kapal perang .

Tiap perwira, tambahnya dalam menyiapkan laporan agar dilaksanakan secara lengkap dan mendalami permasalahn yang ada sebagai dasar dalam pembuatan laporan kepada pemimpin ataupun atasan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam kegiatan long sea trial ini laksanakan kegiatan safari KRI Banjarmasin-592 hasil produksi putra-putra terbaik bangsa Indonesia atau produksi dalam negeri. Dan memanfaatkan mementum kehadiran KRI Banjarmasin-592 di beberapa dermaga untuk memperkenalkan kapal terbaru TNI AL buatan dalam negeri PT PAL Surabaya.. Dan sekaligus mengadakan kunjungan kehormatan kepada pejabat muspida didaerah maupun mengundang pejabat daerah dalam acara minum kopi bersama di KRI Banjarmasin-592.

Lebih lanjut pada saat merapat di dermaga pelabuhan ,tambahnya gunakan kesempatan tersebut untuk kegiatan open ship /kunjungan warga masyarakat setempat dan anak-anak sekolah sesuai prosedur ..namun hal tersebut tetap utamakan keamanan personel dan material.

Untuk mendukung kegiatan Safari kapal perang produksi dalam negeri tersebut KRI Banjarmasin-592 mengangkut ranpur kors marinir antara lain 4 tank PT 76, tank RRF 3 buah dan sea reader 2 buah untuk melakanakan latihan embarkasi dan debarkasi ranpur dan latihan pendaratan . Selain itu mengangkut ranpur 2 tank jenis AMX-10 P dari TNI AD ya digeser ke Makasar.

Untuk kegiatan latihan pendaratan dan embarkasi/debarkasi tersebut kapal perang yang memiliki panjang 125 meter dan lebar 22 meter tersebut dilibatkan pula personel dari Koprs Marinir sejumlah 75 orang untuk latihan pendaratan.

Kegiatan KRI Banjarmasin-592 dengan komandan KRI Letkol laut (P) Eko Joko Wiyono akan melaksanakan lintas laut menuju Makasar dan selanjutnya menurunkan 2 tank TNI AD untuk menambah ranpur Batalyon kavaleri di Makasar. Untuk rute selanjutnya direncanakan akan melaksanakan lintas laut menuju wilayah timur Indonesia, antara lain Ambon, Gorontalo, Bitung dan Balikpapan.

Sumber: POS KOTA


Mengubah Wajah TNI yang Lebih Ramah

0

KRI Banjarmasin 592

Ada yang berbeda dalam pelayaran KRI Banjarmasin 592, Minggu (16/1). Di kapal TNI AL yang berlayar dari Jakarta ke Kepulauan Seribu itu ada dua acara yang berdampingan, yaitu silaturahim Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI yang baru Laksamana Muda Iskandar Sitompul dan acara PT Datascript dengan produknya, Canon.

Acara diawali dengan forum antara Iskandar Sitompul dan belasan pimpinan media massa. Bersama para kepala dinas penerangan dari TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro, Brigadir Jenderal Wiryantoro (TNI AD), dan Laksamana Pertama Tri Prasodjo (TNI AL). ”Kita harapkan ada konfirmasi biar seimbang, agar baik untuk bangsa dan negara,” kata Iskandar soal pemberitaan menyangkut TNI.

Ia mengatakan, telepon selulernya dan seluruh jajaran penerangan siap ditelepon 24 jam. ”Media jangan anggap TNI itu seram. Kami ingin terbuka,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan tur kapal bagi para penumpang. Para distributor PT Datascript dan komunitas Canon berjalan-jalan dengan ditemani seorang pemandu dari awak kapal. Rupanya, KRI Banjarmasin 592 adalah kapal pengangkut pasukan. Jenis kapal landing platform dock (LPD) ini dibuat di PT PAL dengan bantuan Korea sebagai bagian dari proyek pembangunan LPD. Dua kapal dibuat di Korea, yaitu KRI Makassar dan KRI Surabaya. Dua lagi di PT PAL bersama dengan KRI Banda Aceh yang hampir rampung.

”Kalau kapal ini ditembak, lari ke mana yah?” tanya seorang distributor asal Surabaya. Ini pengalaman pertama naik kapal perang bagi sebagian besar peserta. Mereka berjalan-jalan hingga ke haluan, buritan, dek bawah, dan tempat sekoci. Percakapan mulai dari cerita-cerita seputar keadaan prajurit TNI AL hingga konflik Ambalat. ”Ini senjatanya di mana ya? Senjatanya harus bagus,” kata seorang pemuda dengan muka khawatir.

Kembali ke helipad tempat diselenggarakannya acara, panggung diisi dengan penarikan undian dan penghargaan kepada para distributor. Sambil menikmati makan malam, seperti mi ayam, sate ayam, udang goreng tepung, dan makaroni panggang, tiba-tiba dari arah panggung lagu ”Tick Tock” dari Kesha yang biasanya menggetarkan lantai dansa di diskotek mengentak. Tak disangka, acara dilanjutkan dengan pergelaran busana dari para prajurit TNI. Dua anggota Marinir berseragam tempur membuka pergelaran dengan terjun pakai tali dengan kepala di bawah.

Puluhan tamu segera bergerombol di bibir panggung. Bak model-model profesional, ada 80 prajurit pria dan wanita yang memperagakan seragam mereka, mulai dari pakaian dinas harian, pakaian dinas upacara, hingga pakaian tempur. Pengunjung berdecak kagum, misalnya, melihat para anggota korps wanita AD, AL, dan AU berpose dengan senyum manis.

Bisa jadi peristiwa tersebut menyiratkan wajah Mabes TNI yang lebih ramah. Artinya, komunikasi 24 jam itu benar-benar terwujud.

Sumber: KOMPAS


Senin, 17 Januari 2011

KRI Makasar Angkut Penumpang ke Bawean

0

Ist

GRESIK, KOMPAS.com- Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Makasar, Senin (17/1/2011) pukul 19.00 malam ini, merapat ke Pelabuhan Gresik untuk membantu mengangkut 2.600 penumpang asal Pulau Bawean.

Seperti diberitakan, warga Bawean sejak Sabtu (8/1) lalu tertahan di Gresik karena tiga kapal penumpang yang melayani pelayaran reguler Gresik-Bawean tidak berlayar. Cuaca buruk dan ketinggian gelombang mencapai 5 meter dengan kecepatan angin 32 hingga 48 knot menyebabkan kapal penumpang KMP Dharma Kartika, MV Tungkal Samudera 01 dan Express Bahari 1C tidak bisa berlayar.

Lebih dari sepekan aktivitas pelayaran Gresik-Bawean, khususnya kapal penumpang dan kapal kayu dengan bobot kurang dari 1.000 GT (gross tonage), tidak bisa berlayar.

Akhirnya Pemerintah Kabupaten Gresik meminta bantuan Panglima Armada Timur TNI AL agar mengirimkan kapal perangnya untuk mengangkut warga Bawean. Semula akan didatangkan KRI Saputan dengan kapasitas 50 penumpang dan 150 ton barang. Namun, jumlah penumpang lebih dari 2.000, akhirnya didatangkan KRI Makasar.

Saat ini sejumlah penumpang sudah memasuki kapal dan membawa barang bawaan. Sejumlah bahan pokok seperti sayuran, mie instan hingga kebutuhan lainnya terlihat menumpuk di dermaga.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 07 Januari 2011

Mistral yang Memikat Rusia

0



Kapal induk helikopter terbaru buatan Perancis, Mistral, bersandar di tepi Sungai Neva dalam kunjungan ke kota St Petersburg, Rusia, 23 November 2009. Rusia akhirnya memutuskan membeli dua kapal kelas Mistral, akhir Desember 2010, untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya. Ini adalah transaksi pembelian senjata terbesar yang dilakukan Rusia dengan negara anggota NATO.

Sepanjang sejarah, Rusia dikenal sebagai produsen dan eksportir senjata. Mulai dari pistol sampai kapal induk, negara itu memiliki kemampuan untuk membuat sendiri dan menjualnya ke negara lain. Tak pernah terbayangkan Rusia akan mengimpor alat utama sistem persenjataannya.

Namun, pekan lalu, dunia dikejutkan dengan kabar Rusia memutuskan membeli dua kapal perang kelas Mistral dari Perancis. Pembelian kapal induk helikopter Perancis oleh Rusia itu adalah transaksi perdagangan senjata terbesar antara Moskwa dan negara anggota NATO dalam sejarah.

Rusia dikabarkan akan mengeluarkan uang sebesar 1,37 miliar euro (Rp 16,4 triliun) untuk membeli dua kapal tersebut. ”Kapal pertama seharga 720 juta euro dan kapal kedua 650 juta euro,” tutur seorang pejabat Rusia yang mengikuti proses negosiasi pembelian kapal itu, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, 30 Desember 2010.

Perbedaan harga tersebut disebabkan Rusia berencana terlibat dalam pembuatan kapal. ”Jika pada kapal pertama Rusia memiliki andil 20 persen dalam proses pembuatan kapal, pada kapal kedua nanti peran Rusia bisa mencapai 40 persen,” tutur sumber yang dikutip RIA Novosti.

Rilis resmi dari Kantor Kepresidenan Perancis menyebutkan, kapal tersebut akan dibangun oleh sebuah konsorsium yang beranggotakan dua perusahaan Perancis, yakni DCNS dan STX, serta satu perusahaan Rusia, United Shipbuilding Corporation (OSK).

Menurut rencana, Rusia akan membeli total empat kapal jenis Bâtiments de Projection et de Commandement (BPC), kapal komando dan proyeksi kekuatan) itu. Dua kapal pertama dibangun di Perancis, sementara dua kapal berikutnya dibuat di galangan kapal Rusia.

Rencana transaksi alutsista di antara dua negara besar ini menuai protes jauh hari sebelumnya. Protes datang terutama dari sekutu Perancis sendiri di NATO, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Baltik eks Uni Soviet yang kini menjadi anggota NATO.

Hanya tiga hari setelah pengumuman transaksi itu, Menteri Pertahanan Lituania Rasa Jukneviciene menyebut keputusan Perancis menjual kapal-kapal perang canggih itu kepada Rusia adalah sebuah ”kesalahan besar”. Menurut Jukneviciene, keamanan kawasan Laut Baltik dipertaruhkan apabila Rusia nanti mulai mengoperasikan kapal-kapal itu.

Kekhawatiran senada dilontarkan Georgia, negara yang punya pengalaman pahit berperang dengan Rusia, 2008. Dalam salah satu bocoran kawat diplomatik rahasia AS di WikiLeaks, Menteri Luar Negeri Georgia Grigol Vashadze mengungkapkan kekhawatiran bahwa kapal-kapal kelas Mistral itu kelak tak hanya mengancam Georgia, tetapi juga seluruh kawasan Laut Hitam.

Kekhawatiran Georgia ini sangat beralasan mengingat dalam salah satu pernyataan pada tahun 2009 Kepala Staf Angkatan Laut Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky menyebutkan, kapal-kapal buatan Perancis itu akan melipatgandakan kecepatan operasi pasukan Rusia.

Vysotsky mengambil contoh, dengan kapal itu, operasi penyerbuan seperti ke Georgia tahun 2008 bisa dilakukan hanya dalam tempo 40 menit, tidak 26 jam seperti yang dibutuhkan Armada Laut Hitam Rusia waktu itu.

Apa yang membuat kapal-kapal sekelas Mistral ini begitu hebat sehingga diminati negara sebesar Rusia dan ditakuti negara-negara lain?

Kapal tipe BPC pada awalnya dibangun oleh Perancis untuk meningkatkan kemampuan amfibi dan pendaratan pasukan AL Perancis. Kapal ini dirancang untuk menggantikan kapal-kapal pendarat tipe landing platform docks (LPD) kelas Ouragan dan Foudre yang sudah dioperasikan AL Perancis sejak akhir 1960-an.

Perang dan damai


Namun, pada perkembangannya, gagasan itu berkembang sesuai dengan tuntutan perang amfibi modern yang membutuhkan dukungan kekuatan udara serta kemampuan untuk mengangkut kendaraan tempur dan pasukan yang lebih besar.

Menurut naval-technology.com, kapal BPC itu dilengkapi dengan fasilitas komunikasi canggih buatan perusahaan elektronik Perancis, Thales. Itu yang membuat kapal tersebut bisa menjadi kapal komando dan mampu menjalankan operasi gabungan multinasional.

Saat ini, AL Perancis baru mengoperasikan dua BPC yang dibuat di galangan kapal Saint Nazaire, Perancis barat, yakni Mistral (dioperasikan sejak Februari 2006) dan Tonnerre (Februari 2007). Kapal ketiga, Dixmude, baru dipesan pada 2009 dan dijadwalkan mulai beroperasi 2012.

Berbobot 21.300 ton, panjang 199 meter dan lebar 32 meter, kapal BPC mampu mengangkut 16 helikopter tempur kelas menengah-berat, seperti SA330 Puma dan AS665 Tigre buatan Perancis atau Kamov Ka-50/52 buatan Rusia. Helikopter-helikopter itu disimpan di hanggar seluas 1.800 meter persegi di bawah geladak kapal.

Geladaknya dilengkapi landasan helikopter yang mampu mengakomodasi pergerakan enam helikopter secara simultan di enam titik pendaratan. Dengan kemampuan ini, kapal kelas Mistral lebih populer dengan sebutan kapal induk helikopter.

Di dalam perutnya, kapal yang dilengkapi dua sistem rudal anti-serangan udara Simbad ini juga mampu membawa satu batalyon kavaleri berisi 40 tank tempur utama sekelas Leclerc buatan Perancis atau T-90 buatan Rusia. Atau dalam konfigurasi lain, mengangkut 13 tank tempur utama dan 46 kendaraan militer lainnya.

Kapal ini juga bisa membawa 450 tentara untuk pelayaran selama enam bulan atau 700 tentara untuk misi yang lebih pendek durasinya. Pasukan tersebut bisa langsung didaratkan di daerah sasaran dengan empat perahu pendarat yang tersedia di dalam kapal itu.

BPC juga dilengkapi dengan rumah sakit seluas 900 meter persegi, yang memiliki 20 kamar, 69 ranjang perawatan, 2 kamar operasi, dan fasilitas lain setara sebuah rumah sakit di kota kecil. Dengan segala kemampuannya ini, sebuah kapal kelas Mistral juga bisa digunakan secara efektif untuk operasi kemanusiaan di samping misi-misi tempur.

Bahkan, misi perdana Mistral pada 2006 adalah mengungsikan warga negara Perancis dari Lebanon dalam konflik antara Israel dan milisi Hezbollah di Lebanon.

Pihak AL Rusia, seperti dikutip GlobalSecurity.org, menyebutkan, misi utama kapal-kapal BPC ini nantinya adalah untuk mengangkut pasukan, misi pemeliharaan perdamaian, misi penyelamatan, dan kemungkinan juga akan berpartisipasi dalam misi antibajak laut di perairan Somalia.

Tak perlu dikhawatirkan

Menurut pengamat pertahanan Pierre Conesa dari Paris, kapal-kapal BPC milik Rusia itu kemungkinan besar akan ditempatkan di Armada Pasifik Rusia, yang berpangkalan di Vladivostok, dekat Jepang dan Korea, jadi tak perlu dikhawatirkan oleh negara-negara Baltik.

Conesa menambahkan, kekhawatiran negara-negara Baltik dan Georgia itu menunjukkan negara-negara tersebut masih melihat ke masa lalu, bukan masa depan. ”Masa lalu mereka dan kita sangat berbeda. Mereka pernah diduduki oleh Uni Soviet, dan dalam kasus Georgia, pernah berkonflik dengan Rusia. Tetapi, jalan terbaik untuk membangun hubungan yang damai dan stabil dengan Rusia adalah dengan menganggap Moskwa adalah mitra kita,” papar Conesa.

Conesa juga menepis kekhawatiran bahwa penjualan kapal-kapal BPC itu ke Rusia akan berdampak pada ”transfer teknologi” militer NATO ke Rusia. Ia mengatakan, penjualan kapal perang itu harus dilihat dalam konteks masa kini, saat NATO berniat menggandeng Rusia dalam program perisai rudal Eropa.

”Dalam (program) sistem pertahanan antirudal itu nanti, kerja sama (antara Rusia dan negara-negara NATO) akan lebih dalam dan melibatkan teknologi yang lebih sensitif daripada yang terpasang di Mistral,” ujar Conesa.

Meski demikian, tak ada jaminan apa pun kapal-kapal itu nantinya tidak akan digunakan untuk misi agresif, seperti yang dilakukan terhadap Georgia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menegaskan, terserah Rusia untuk memutuskan di mana dan bagaimana mengoperasikan sistem persenjataannya.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 06 Januari 2011

HOVERCRAFT TNI AL DIMODIFIKASI

0


HOVERCRAFT TNI AL DIMODIFIKASI Hovercraft yand dimiliki TNI Angkatan Laut sedang dimodifikasi sistim pendorongnya. Ada Lima unit Hovercraft yang dimiliki oleh Koarmatim yang di awaki oleh anggota Divisi Pantai yang berada dibawah jajaran Satuan Kapal Amfibi (satfib) Koarmatim yang saat ini diujicobakan dilaut sekitar Dermaga Koarmatim Kamis (06/01).

Sistim pendorong yang dirubah dari semula menggunakan Fix Propeler menjadi Picth Propeler yang memiliki sistim kerja yang berbeda. Sistim lama Fix Propeler memiliki kelemahan jika mesin di start, maka kendaraan tersebut langsung berjalan atau melaju.

Sedangkan sistim baru Picth Propeler memiliki keunggulan jika mesin distart kendaraan tersebut masih dalam kondisi diam ditempat. Dalam proses modifikasi Hovercraft dibawah ketua koordinasi Kolonel Laut (T) Cahyono R. SE yang merupakan Staf Ahli (Sahli) Pangarmatim bidang Teknologi Logistik bekerjasama dengan Fasilitas Pemeliharaan dan Pangkalan (Fasharkan) Surabaya serta Divisi pantai.

“Rencananya kelima Hovercraft yang ada di Koarmatim semuanya akan dimodifikasi jika dalam uji coba kali ini berhasil tanpa ada hambatan”, tegas Sahli Pangarmatim bidang Teknologi Logistik. Ada beberapa spesifikasi yang dimiliki oleh Hovercrat TNI AL buatan industry Nasional tahun 2005 yang ada sekarang diantaranya adalah kendaraan ini memiliki peralatan radar navigasi, Global Position Sistym (GPS) radio komunikasi, mampu mengangkut 20 personel dengan beban berat maksimum 2000 kilo gram. Kecepatan maksimum 33 knot, kecepatan jelajah 28 knot dengan menggunakan mesin 466HP. Deutz BF 8M 1015 CP buatan Jerman berbahan bakar solar yang mampu berjalan diatas gelombang setinggi 100 Cm menggunakan sistim kemudi hidrolik.

Yang belum diketahui oleh banyak orang bahwa hovercraft ini saat berjalan posisinya adalah tidak menyentuh air atau darat, tetapi melayang sekitar tiga sentimeter dari permukaan. Selain mampu menjelajah lautan juga mampu berjalan di rawa-rawa dan daratan. Fungsi hovercraft dikalangan TNI AL sebagai sarana mendukung operasi pendaratan amfibi, ambulan air dan angkut personel.

Sumber: Dispenarmatim


Selasa, 04 Januari 2011

TNI Minta PT PAL Tuntaskan Pesanan Kapal

0


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menerima pimpinan PT PAL di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (4/1). Pertemuan itu dilakukan untuk membahas perkembangan pembuatan kapal-kapal TNI oleh PT PAL.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT PAL Harsusanto melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan terkait pembuatan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dan Landing Platform Dock (LDP). Panglima TNI merupakan pihak pengguna kapal-kapal yang dibangun oleh PT PAL itu.

Menanggapi laporan PT PAL itu, Panglima TNI mengharapkan PT PAL memerhatikan ketepatan waktu penyelesaian kapal-kapal tersebut, sehingga dapat menaikkan kredibilitas PT PAL sebagai perusahaan industri strategis nasional.

Dalam keterangan pers tertulis, Panglima TNI pada pertemuan itu didampingi Aslog Mayjen (TNI) Hari Krisnomo, Asrenum Marsda (TNI) Amirullah Amin dan Kapuspen (TNI) Laksda TNI Iskandar Sitompul.

Sumber: YAHOO


Kamis, 30 Desember 2010

Russia to pay over 700 million euros for first Mistral helicopter carrier

0

Mistral helicopter carrier

Russia will pay France approximately 720 million euros for its first Mistral-class helicopter carrier for its Navy, a source close to the negotiations process told RIA Novosti on Thursday.

At the initial stage, two Mistral-class helicopter carriers will be built jointly by France and Russia at the STX shipyard in Saint-Nazaire, France. Another two will be constructed later at the Admiralty Shipyards in St. Petersburg.

"The cost of the first ship will be 720 million euros, the second will cost 650 million euros," the source said.

Russian President Dmitry Medvedev told his French counterpart Nicolas Sarkozy last week over the phone that France had won the tender to build amphibious assault ships for Russia. The winner is a consortium comprised of French DCNS and Russia's United Shipbuilding Corporation (USC), the Kremlin press service said.

The first Mistral-class ship is expected to be built within 36 months after Russia makes an advance payment scheduled for January 2011.

Russia had previously held talks with France on the purchase of Mistral-class warships on a 2+2 scheme whereby Russia would buy one or two French-built Mistrals and build another two under license at home.

A Mistral-class ship is capable of transporting and deploying 16 helicopters, four landing vessels, up to 70 armored vehicles including 13 battle tanks, and 450 personnel.

From : RIA


Rabu, 22 Desember 2010

Dua Kapal Baru Perkuat TNI AL

0

ilustrasi

Surabaya (ANTARA News) - Dua kapal baru jenis tunda dan "Landing Platform Dock" (LPD) hasil produksi perusahaan dalam negeri, dioperasikan untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut.

Kapal tunda TD Lawu produksi PT Jalakaca Mitraguna Jakarta diserahkan Asisten Logistik Kepala Staf TNI AL (Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Didik Suhari kepada Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto di Surabaya, Rabu.

Sedangkan kapal LPD buatan PT PAL Indonesia diserahkan kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan.

Kapal jenis LPD bernama KRI Banjasmasin itu, beberapa waktu lalu sudah diresmikan penggunaannya oleh Menteri Pertahanan.

Kapal TD Lawu yang memiliki panjang 25 meter dan lebar delapan meter itu, merupakan kapal tunda ketujuh yang dimiliki Dinas Kesyahbandaran TNI AL.

Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A. Hermanto mengatakan keberadaan Kapal TD Lawu akan sangat mendukung tugas Lantamal V, dalam memberikan dukungan logistik dan administrasi kepada unsur-unsur operasional Koarmatim dan TNI AL.

"Kami masih memerlukan tambahan kapal tunda dengan kemampuan manuver yang handal dan tenaga pendorong yang memadai, karena kapal perang yang dimiliki TNI AL semakin besar," katanya.

KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Aslog Kasal Laksda TNI Didik Suhari, mengatakan sebelum dioperasikan, Kapal TD Lawu telah menjalani berbagai uji kelaikan yang dilakukan Dislaikmatal dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

"Kapal ini siap menjadi pendukung operasional KRI-KRI yang memerlukan lepas dan sandar, khususnya di Dermaga Ujung Surabaya," ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan kedua kapal tersebut merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum.

Selain itu, TNI AL juga berusaha memenuhi sarana dan prasarana lainnya, seperti pembangunan pangkalan, agar mampu melaksanakan fungsi azasinya.

"Salah satu kelengkapan pangkalan untuk mendukung operasi adalah penyediaan fasilitas kapal tunda," tambah KSAL.

Sumber: ANTARA


Kamis, 16 Desember 2010

Damen Shipyards Gorinchem Jajaki Investasi di Sabang

0

Galangan Kapal Damen Shipyards Gorinchem.

Sabang (ANTARA News) - Perusahaan perkapalan Belanda, Damen Shipyards Gorinchem, menjajaki investasi bidang industri galangan kapal di kawasan Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh.

Manajer Pemasaran Damen Shipyards Gorinchem untuk Asia Pasifik, Maarten Jongen, di Sabang, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan studi kalayakan apakah Pulau Weh ideal untuk membangun galangan kapal.

"Kami memang butuh waktu untuk meneliti apakah kawasan Sabang ini cocok untuk didirikan sebuah galangan kapal. Kami belum bisa memutuskan sebelum adanya studi kelayakan ini," katanya.

Dalam kunjungan ke Sabang, perwakilan manajemen Damen Shipyards Gorinchem, didampingi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Ruslan Abdul Ghani, dan Wali Kota Sabang, Munawar Liza Zein.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak Pemerintah RI. Salah satunya yakni PT PAL di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan membuat empat kapal perang TNI AL.

Ketua Dewan Pengawas dan Asistensi Kawasan Sabang, Adnan Ganto, menjelaskan bahwa pihaknya sangat berkeinginan adanya sebuah galangan kapal di Sabang, namun bukan untuk membuat kapal perang tapi komersial.

Sabang, katanya, memiliki potensi cukup baik bagi investasi bidang maritim, termasuk industri galangan kapal komersial karena letak Pulau Weh yang strategis berada di jalur lintas perairan internasional.

Adnan Ganto, yang juga penasehat Kementerian Pertahanan RI di Bidang Ekonomi, menjelaskan bahwa dipilihnya Damen Shipyards Gorinchem untuk membangun industri perkapalan komersial di Sabang itu karena perusahaan Belanda tersebut sudah berpengalaman.

Menurut dia, perusahaan perkapalan asal Belanda itu telah menyelesaikan pembuatan empat kapal perang TNI AL, yakni KRI Diponegoro, KRI Hasanudin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Kaisabu.

"Saya pikir pemerintah sangat puas terhadap hasil kerja perusahaan Damen dalam membuat kapal perang itu," katanya.

Kemudian, Adnan menjelaskan, dalam pertemuan lanjutan antara president Damen dengan Menteri BUMN beberapa waktu lalu di Jakarta, manajemen Damen berkeinginan melebarkan sayap perusahaannya ke kawasan Asia.

"Dari hasil pembicaraan dengan Menteri BUMN, maka saya mencoba menggaet Damen untuk melihat potensi di Sabang yang memungkinkan perusahaan tersebut membuka sayapnya di Pulau Weh ini," kata dia.

Adnan Ganto menjelaskan bahwa hasil pertemuannya dengan pimpinan perusahaan Damen di Belanda membuat manajemen perusahaan tersebut memutuskan untuk meninjau Sabang.

"Kunjungan Maarten Jongen hari ini ke Sabang merupakan awal dan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Mudah-mudahan akan berlanjut untuk kehadiran industri perkapalan di Sabang ini," katanya menambahkan.

Sumber: ANTARA


Selasa, 14 Desember 2010

TNI AL Amankan Kapal Ikan Thailand di Natuna

0

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut mengamankan dua kapal ikan Thailand yang tengah menangkap ikan secara tidak sah (ilegal) di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Selasa.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (S) Tri Prasodjo mengatakan, kedua kapal ikan itu masing-masing Kapal Motor (KM) Jitruangporn 7 dan KM Karuna Samut.

"Keduanya ditangkap oleh Kapal Perang RI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 yang sedang melaksanakan operasi laut dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Ia mengungkapkan, KM Jitruangporn 7 berbobot 80 ton, dinakhodai Tarasi, diawaki delapan orang yang seluruhnya berkewarganegaraan Thailand, serta telah berhasil menangkap kurang lebih satu ton ikan campuran.

"Satu ton ikan itu, ditemukan di dalam palka kapal," kata Tri.

Sementara itu, KM Karuna Samut dari perusahaan yang sama, berbobot 80 ton, dinakhodai Padid, diawaki delapan orang warga negara Thailand telah berhasil menangkap ikan campuran kurang lebih tiga ton yang disimpan pula di palka kapal.

"Kedua kapal ikan asing tersebut berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan melakukan penangkapan ikan tidak dilengkapi dokumen pada saat diperiksa sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujar Tri.

Ia menambahkan, kedua kapal beserta 18 orang warga negara Thailand dan sejumlah barang bukti lainnya dikawal ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya.

Kapal Ikan Indonesia

Sementara itu, KRI Kalahitam-828 yang mengamankan laut sehari-hari di perairan Kepulauan Riau berhasil menangkap kapal berbendera Indonesia "KM Muara Harapan" di Selat Riau karena mengangkut berbagai jenis barang, diantaranya semen 575 ton tidak sesuai ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

Kapal yang dinahkodai Abdul Rahim tersebut tidak dilengkapi Surat Kecakapan Nakhoda, anak buah kapal, tidak memiliki Surat Perjanjian Kerja Laut, Surat Ijin Berlayar dan sejumlah persyaratan lainnya demi keamanan dan keselamatan kapal serta muatannya.

Atas tindakan itu, kapal yang berawak delapan orang digiring ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Kepulauan Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sedangkan KRI Wiratno-879 yang beroperasi di Laut Sulawesi menangkap KM Wahyu karena diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi. Pada saat pemeriksaan di atas kapan juga ditemukan keberadaan PPNS BPH Migas yang tidak masuk dalam daftar manives kapal.

KM Wahyu berbobot 91 ton yang dinakhodai Octo S. Hamel dan diawaki 30 orang itu selanjutnya dikawal ke Lantamal VIII Manado untuk proses hukum selanjutnya.

Tri Prasodjo menegaskan, unsur-unsur operasional TNI Angkatan Laut senantiasa bertindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

"Justru cuaca sangat buruk seperti sekarang ini, kapal perang TNI Angkatan Laut meningkatkan intensitas kehadirannya di laut selain melaksanakan penegakan kedaulatan dan hukum juga untuk pengamanan pelayaran dan SAR.

Sumber: ANTARA


Sabtu, 20 November 2010

Pemerintah Wajibkan Pertamina Bangun Kapal di Indonesia

0


REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mewajibkan PT Pertamina membangun kapal di galangan kapal Indonesia, mengingat kompetensi mereka sudah mendapat pengakuan secara internasional. "Kualitas tenaga kerja yang dimiliki sejumlah perusahaan galangan kapal nasional cukup andal, putra-putra terbaik anak bangsa yang diharapkan mampu memenangkan persaingan di tingkat internasional," kata Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian Negara BUMN, Irnanda Laksanawan, di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, selama ini banyak perusahaan ternama baik swasta maupun berstatus BUMN justru memesan kapalnya ke galangan kapal luar negeri seperti Cina. "Kalau mereka mengoptimalkan produksi kapalnya di Indonesia maka perputaran uang tetap berada di dalam negeri tidak lari ke asing," ujarnya.

Bahkan, jelas dia, pembuatan kapal di dalam negeri bisa menghemat sekitar delapan juta dolar Amerika Serikat dibandingkan memesan di luar negeri. "Pelaku galangan kapal nasional harus menyambut baik peluang ini," kata Irnanda Laksanawan.

Namun, Irnanda Laksanawan mengimbau, kinerja produsen kapal nasional harus profesional seperti kerja cepat, kualitas bagus, pengiriman kapal tepat waktu, dan harganya kompetitif. "Terkait belum adanya titik terang penetapan harga kapal elpiji yang akan dipesan Pertamina ke PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), bisa dibicarakan lebih lanjut," kata Irnanda Laksanawan.

Untuk itu, Irnanda Laksanawan meminta, Pertamina membuat laporan yang ditujukan kepada Kementerian Negara BUMN. Namun, pihaknya tidak memberi tenggat waktu khusus kapan pelaporan Pertamina harus dilakukan. "Yang penting segera laporkan kepada kami," ujar Irnanda Laksanawan. Dengan cara tersebut, Irnanda Laksanawan optimistis, pemesanan kapal perusahaan minyak dan gas bumi itu tidak akan dilakukan di negara lain.

Sumber: REPUBLIKA


Sabtu, 13 November 2010

Hovercraft Buatan Anak Bangsa

0

Kartika, hovercraft buatan anak bangsa, saat melakukan demonstrasi di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pembekalan Angkutan (Ditbekang) TNI Angkatan Darat berhasil membangun sebuah hovercraft. Yang membanggakan, hovercraft tersebut merupakan hasil buatan anak bangsa.

"Hanya mesinnya saja yang beli. Selebihnya buatan anak bangsa. Kita kerjasama dengan para insinyur dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro), dan ada juga dari ITS (Institut Teknologi Surabaya)," ungkap Kolonel Budiyono, ketua tim pembuatan Hovercraft Ditbekang TNI AD, saat ditemui Tribunnews di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Budiyono mengatakan pembangunan Hovercraft, yang turut disponsori salah satu pengusaha tekstil asal Solo, Jawa Tengah, dirampungkan pada Oktober lalu.

Setelah melalui serangkaian tes, Hovercraft yang diberi nama Kartika itu melakukan demonstrasi di Pameran Indodefence 2010 di Arena PRJ, 10-13 November 2010. Tanpa hambatan, Kartika melakukan manuver di atas lapangan conblok yang biasanya digunakan sebagai lapangan parkir.

"Kalau di air bisa lincah lagi. Kendaraan ini kan bisa dipakai untuk segala medan. Itu sebenarnya dia melayang sekitar 15 cm dari permukaan," tuturnya.

Budiyono mengaku pihaknya mampu membuat lima hingga 10 unit Hovercraft. Namun hal itu tentu saja tergantung permintaan. Begitu pula untuk penggunaan Kartika yang sudah siap dioperasikan.

"Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau," kata Budiyono.

Letkol MA Ramadhan, salah seorang anggota tim pembangunan Hovercraft, mengatakan Kartika mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter. Hovercraft yang mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, itu juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.

"Hanya saja manuvernya masih nyaman dengan ketinggan ombak 1,2 meter," kata Ramadhan di tempat yang sama.

Disinggung mengenai daya angkut, Ramdhan mengatakan saat ujicoba, Kartika bisa mengangkut beban 5,5 ton. Padahal dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. "Itu pun masih bisa ditambah," tegasnya.

Sumber: TRIBUN


Menhan : SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN HIBAH HERCULES KE INDONESIA

0

Hercules C-130 J Milik AU Norwegia

Jakarta, 12/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui banyak tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C130 untuk TNI dari sejumlah negara. Namun, harus dipilah-pilah kondisi pesawatnya guna menghindari biaya tinggi.

"Kita sudah cek di beberapa negara itu, wah itu parah sekali, kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya di Jakarta, Jumat (12/11).

Menurut Purnomo, semua itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran, sehingga perlu pertimbangan kuantitas dan kualitasnya. Persoalan hibah menghibah tidak bisa sembarangan. "Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan tawaran hibah hercules bukan hanya dari Amerika saja, tapi Jadi Norwegia dan Australia. Dia mencontohkan Australia menawarkan hibah ke Indonesia tapi itu menunggu pesawat barunya C130 seri C datang. Jadi ada proses selama menunggu sembari proses birokrasi juga harus dipenuhi.

Menurutnya, proses pembicaraan hibah sudah ada dari tingkat paling tinggi hingga ke menteri. Proses dilakukan petahapan. "Aturannya memang begitu. tidak mudah, memang, tapi terus kita percepat," ujarnya.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan pihaknya juga sudah berbicara mengenai operasi perang dan non perang untuk membantu bencana alam. Dicontohkan KRI Suharso sebagai kapal jenis landing platform dock (LPD) efektif untuk operasi kesehatan di daerah. "Tahun depan akan kita pakai di Wakatobi. Tapi KRI Suharso peralatannya minim, sehingga kita katakan mau nggak Menteri Kesehatan dan Menteri Kesra mengajukan ke Menteri Keuangan, " ujarnya.

Jika itu dapat di-share, ujarnya, KRI Suharso bisa pakai untuk operasi kesehatan dalam bakti sosial dalam Sail Wakatobi mendatang.

Sumber : KOMINFO


Jumat, 12 November 2010

Varia TNI Ketua DPR Tabur Bunga dari KRI

0

KRI Makassar-590

JAKARTA -Ketua DPR Marzuki Alie menjadi inspektur upacara tabur bunga memperingati hari pahlawan di atas geladak KRI Makassar-590 di Perairan Teluk Jakarta, Rabu (10/11). Upacara tabur bunga diikuti TNI, mahasiswa, pelajar, dan organisasi pemuda.

Acara tabur bunga dari atas KRI Makasar-590 dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Wakil KSAD Letjend TNI Suryo Prabowo, Wakil KSAL Laksda TNI Marsetio, Danlantamal III Jakarta Laksma TNI Iskandar Sitompul, jajaran pejabat TNI AL dan Kementerian Sosial serta para veteran.

Upacara tabur bunga juga melibatkan lima kapal pendamping, yakni kapal AL, Kapal Polisi Air, Kapal KPLP, kapal Bea Cukai, tim pengamanan Kopaska Armabar dan Satkamla Lantamal III. Posisi tabur bunga sekitar 1 mil dari Damar.

Atlet Tembak TNI AD Juara Umum di Malaysia

JAKARTA - Para atlet tembak TNI Angkatan Darat (AD) yang mengikuti Lomba Tembak Asean Army Rifle Meet (AARM) ke-20 Tahun 2010 di Malaysia, berhasil meraih prestasi dengan mempertahankan predikat juara umum.

Kontingen menembak TNI AD berjumlah 64 prajurit terdiri dari 37 orang petembak, 20 orang pendukung dan 7 orang observer diterima pimpinan TNI AD di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (11/11). Di bawah pimpinan Komandan Kontingen Letkol TNI Maruli Simanjuntak kontingen tersebut sejak tanggal 10 Oktober hingga 29 Oktober 2010 lalu mengikuti Lomba Tembak yang diikuti oleh para petembak Angkatan Darat seluruh Negara Asean.

Nomor menembak yang diperlombakan adalah jenis Pistol Putra dan Putri, Karaben, Senapan serta SO. Dari 45 Medali Emas yang diperebutkan, Kontingen TNI Angkatan Darat meraih 23 Medali Emas, 13 Medali Perak, serta 14 Medali Perunggu.


Patkamla Temukan 11 Proyektil Meriam

JAKARTA - Tim Patroli Keamaan Laut (Patkamla) Lantamal III menemukan dan segera mengamankan 11 proyektil Meriam kaliber 120 mm dan dua karung berisi 2.225 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

Proyektil ini ditemukan di alur masuk gedung pompa antara Pelabuhan Barat Muara Baru dengan Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat (5/11).

Komandan Lantamal III, Laksma TNI Iskandar Sitompul melalui Kepala Bagian Penerangan Lantamal III, Mayor TNI Agus Susilo mengatakan, amunisi meriam kaliber 120 mm dan ribuan proyektil peluru diperkirakan bekas atau sisa perang dunia ke II.

Sumber: SUARA KARYA


Rabu, 10 November 2010

4 KRI Masih Bantu Korban Tsunami

0

Padang (ANTARA News) - Empat unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) masih dioperasikan untuk membantu korban tsunami yang terjadi di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.

"Empat KRI yang masih dioperasikan yakni, KRI Gilimanuk, KRI Teluk Cirebon, KRI Teluk Manado, serta KRI Imam Bonjol," kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Teluk Bayur, Padang, Laksamana Pertama, TNI-AL Aswad, di Padang, Rabu (10/11).

Menurutnya, sekarang satu unit kapal perang, yakni KRI Teluk Manado membawa pulang para relawan dari kabupaten Mentawai ke Jakarta.

"KRI Imam Bonjol digunakan untuk patroli di sekitar perairan Kabupaten Mentawai," katanya.

Dia menambahkan, sedangkan dua KRI yakni Imam Bonjol serta KRI Teluk Cirebon masih menunggu jadwal keberangkatan ke Mentawai.

"Dua KRI untuk membawa barang bantuan serta tim medis untuk ke Mentawai," katanya.

Dia mengatakan, Lantamal II Teluk Bayur Padang pada tahun 2011 akan mendapatkan penambahan dua unit kapal perang.

"Dua jenis kapal perang yang akan diterima Lantamal II ini nantinya adalah KRI Kalabang dan KRI Kalahitam,"katanya.

Menurutnya, penambahan dua unit kapal perang dikerahkan untuk melakukan patroli disekitar perairan Sumbar, terutama daerah Mentawai.

"Kapal perang ini akan melakukan patroli sepanjang Pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Nias, Sibolga, Mentawai, serta Bengkulu,"katanya.

Dia menambahkan, adanya penambahan dua unit kapal ini maka personil juga perlu ditambah ke Lantamal II Teluk Bayur Padang.

Untuk mengatasi ini, 80 personil dari Surabaya akan dipindahkan ke Lantamal II. "Personil tersebut ditempatkan menjadi awak dua kapal perang, satu kapal akan mempunyai 40 orang awak kapal," katanya.

Sumber: ANTARA


Sabtu, 06 November 2010

Warga Wasior Serbu Pengobatan KRI dr Suharso

0


Wasior yang hancur setelah diterjang banjir bandang 9 Oktober 20100.

WASIOR, KOMPAS.com - Ratusan warga Wasior mendatangi pelayanan kesehatan yang diberikan tim kesehatan dari kapal rumah sakit milik TNI AL, KRI dr Suharso. Sejak pelayanan kesehatan diberikan Jumat (5/11/2010), sudah tercatat ada sedikitnya 483 orang berobat.

Rencananya, pelayanan dilaksanakan hingga hari ini karena KRI dr Suharso akan ke Manokwari untuk mengobati 4.680 korban banjir Wasior yang mengungsi di sana.
Ketua Kelompok Tim Evakuasi Satgas Bencana Wasior Letnan Satu dr Bangun Pramujo mengatakan mayoritas dari warga yang berobat mengeluhkan sakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). "Ada juga yang sakit kulit dan diare tetapi tidak banyak jumlahnya," katanya.

Bangun mengingatkan agar sanitasi lingkungan dan kebersihan makanan/minuman diperhatikan pasca banjir bandang, termasuk perlunya membangun tempat mandi, cuci, dan kakus yang sehat. Sanitasi yang buruk bisa berimbas pada kian banyaknya warga yang te rjangkit penyakit.

Berdasarkan data posko bencana banjir bandang Wasior, hingga kemarin, tercatat ada 172 orang meninggal, 118 orang hilang, 41 orang luka berat, dan 3.374 orang luka ringan akibat banjir bandang yang terjadi 4 Oktober lalu.

Sumber: KOMPAS


EKSPLORASI KELAUTAN Pemerintah Diminta Batalkan Kerja Sama dengan AS

0


Logo National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)

KARAWANG (Suara Karya): Ketua DPP Partai Golkar bidang Lingkungan Hidup dan Kesehatan Ade Komarudin, mendesak pemerintah Indonesia membatalkan proyek kerja sama penelitian dan eksplorasi laut, antara pemerintah Amerika Serikat dengan Indonesia melalui National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)-sebuah badan penelitian dibawah Kementerian Perdagangan AS.

Pasalnya, proyek tersebut disinyalir hanya menguntungkan pemerintah Amerika untuk mengumpulkan data-data tentang kekayaan hayati serta sumber daya alam yang belum di eksplorasi di Kawasan Timur Indonesia.

"Saya berharap pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang terlibat dalam proyek kemitraan membatalkan proyek tersebut. Jika tidak, pemerintah Indonesia akan mengalami kerugian karena proyek kemitraan itu hanya akal-akalan yang bertujuan memetakan potensi kekayaan alam Indonesia demi kepentingan asing," ujarnya kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja dan silaturahmi bersama anak yatim di daerah pemilihan (dapil) Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/11).

Ade Komarudin mensinyalir, proyek penelitian keanekaragaman hayati serta kekayaan laut wilayah Asia Tenggara yang melibatkan pemerintah AS, bertujuan mencari tahu dan memetakan potensi serta sumber kekayaan alam Indonesia khususnya di kawasan timur Indonesia (KTI) yang terkenal dengan potensi kekayaan hayati dan biota kelautan.
"Saya berharap KKP dan BPPT harus membatalkan rencana tersebut, jangan sampai pihak asing mencaplok kekayaan alam Indonesia," katanya.

Dia juga menyarankan pemerintah juga perlu melakukan renegosiasi ulang proyek-proyek kerja sama luar negeri, khususnya di bidang lingkungan hidup, kehutanan, pertambangan yang dapat merusak ekosistem lingkungan.

"Jika kita mau jujur terjadinya berbagai musibah seperti banjir, tanah longsor belakangan ini juga disebabkan ekosistim lingkungan hidup dan kondisi hutan Indonesia yang sudah semakin rusak dan tidak tertata dengan baik," kata Ade Komarudin.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus tetap mewaspadai bahwa ancaman globalisasi lingkungan hidup ini menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara komprehensif. "Sekarang ini semua negara sedang dilanda krisis perubahan iklim yang membawa dampak sekaligus ancaman terhadap umat manusia, termasuk Indonesia," ujarnya.
Seperti diketahui, ekspedisi eksplorasi laut tersebut dilengkapi secara khusus pelataran yang canggih dengan kapal penelitian dan dua pusat komando eksplorasi yang berada di Seattle dan Jakarta. Meski pun dalam proyek tersebut pemerintah AS melibatkan para ilmuwan Indonesia selama kapal beroperasi. Sementara data dan gambar dari dasar laut akan dikirim ke kapal melalui remotely operated vehicle (ROV) secara real time melalui satelit broadband dan internet berkecepatan tinggi.
Selain itu, kapal penelitian juga dilengkapi peralatan yang serba canggih serta pulsa suara untuk mendeteksi bentuk di dasar laut dan menghasilkan peta resolusi tinggi dari dasar laut sedalam 7.000 meter.Pekerjaan ekspedisi itu sendiri sebenarnya sudah dilaksanakan pada 24 Juni-14 Juli 2010.

Sumber: SUARA KARYA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin