Tampilkan postingan dengan label TIMTENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIMTENG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Januari 2011

2 WNI Berhasil Diselamatkan Pasukan Korsel

0

Seoul - Pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) telah berhasil menyelamatkan 21 pelaut termasuk 2 WNI yang disandera para bajak laut Somalia pekan lalu. Kapal kargo mereka yang dibajak juga berhasil direbut kembali.

Dalam operasi itu, delapan bajak laut tewas. Presiden Korsel Lee Myung-bak pun memuji keberhasilan operasi penyelamatan tersebut.

"Militer kami telah melakukan operasi tersebut dengan sangat baik di bawah situasi yang sulit. Saya menghargai itu dan mengirimkan pesan dukungan," tutur Lee dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi Korsel dan diberitakan kantor berita resmi Korsel, Yonhap, Jumat (21/1/2011).

Operasi ini mengakhiri misi pasukan Korsel di Laut Arab yang dimulai awal pekan ini. Dalam misi penyelamatan itu, kapal penghancur Korsel, Choi Young beserta sekitar 300 prajurit khusus SEAL dilibatkan untuk mengejar kapal Samho Jewelry yang dibajak tersebut.

"Pasukan khusus kami menyerbu kapal Samho Jewelry yang dibajak pagi tadi dan membebaskan semua sandera," kata Letjen Lee Seong-ho, kepala operasi tempur untuk Kepala Staf Gabungan Korsel.

"Dalam operasi, pasukan kami menewaskan beberapa pembajak Somalia dan seluruh sandera dikonfirmasikan selamat," ujar pejabat militer Korsel itu kepada para wartawan.

Diimbuhkan Lee, pasukan Korsel menangkap hidup-hidup lima pembajak Somalia. Keseluruhan ada 13 pembajak di atas kapal Samho Jewelry seberat 11.500 ton tersebut.

"Operasi ini meunjukkan tekad kuat pemerintah kita bahwa kita tak akan lagi mentolerir aktivitas ilegal oleh para pembajak," tandas Lee.

Dikatakan Lee, nakhoda kapal mengalami luka tembak di perutnya selama operasi penyelamatan. Namun kondisinya tidak membahayakan.

Kapal Samho Jewelry dibajak pada Sabtu, 15 Januari lalu di Laut Arab saat dalam perjalanan menuju Sri Lanka dari Uni Emirat Arab. Kapal tersebut mengangkut bahan-bahan kimia. Kapak tersebut membawa 21 kru yang terdiri dari delapan warga Korsel, dua WNI dan 11 warga Myanmar.

Sumber: DETIK


RI-Turki Bangun Kerjasama di Bidang Industri Pertahanan

0

KunjunganPresiden Indonesia Susilo Bamabang Yudhoyono Ke Turki Tahun Lalu.

Jakarta, DMC - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (19/1), di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Turki untuk Indonesia HE Murat Adali. Kunjungannya kali ini adalah dalam rangka pertemuan pembangunan kerjasama industri pertahanan antara RI dan Republik Turki yang dilangsungkan di Ditjen Pothan Kemhan dan dipimpin oleh Sekretariat Ditjen Potensi Pertahanan Laksma TNI Leonardi.

Pertemuan yang membicarakan kerjasama di bidang industri pertahanan ini berlangsung selama tiga hari dan akan berakhir pada 21 Januari 2011 yang berisi pembicaraan mengenai pengembangan kerjasama di bidang industri pertahanan dan kunjungan ke Mabes TNI Cilangkap untuk melakukan diskusi dengan pengguna Alutsista. Delegasi Turki dipimpin oleh Kepala Departemen Kerjasama Internasional dalam bidang industri pertahanan Lutfi Varoglu.

Wamenhan menjelaskan, pada dasarnya skema kerjasama kedua negara dalam bidang pertahanan dan dalam rangka mengembangkan kerjasama di bidang industri pertahanan adalah sama. Dan berdasarkan kemajuan industri pertahanan Turki yang juga dilihat langsung, diharapkan pertemuan yang membahas mengenai pengembangan industri pertahanan bersama ini dapat memberikan hasil yang konkret bagi kedua negara.

Dijelaskan oleh Dubes Turki untuk Indonesia , dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini industri pertahanan Turki sudah maju pesat sehingga mampu memenuhi kebutuhan alutsista dalam negerinya dan mulai merambah kepada negara-negara sahabatnya. Hal inilah yang mendorong Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Turki menyatakan keinginannya mengembangkan kerjasama industri pertahanan kedua negara.

Pertemuan ini adalah pertemuan pertama yang membicarakan mengenai kerjasama industri pertahanan sejak ditandatanganinya kerjasama bilateral pertahanan antara RI dan Republik Turki terutama dalam bidang industri pertahanan pada tahun 2010 lalu. Pertemuan ini sangat penting tidak hanya bagi kemajuan kerjasama industri pertahanan kedua negara tetapi juga dalam rangka memperkuat hubungan kerjasama pertahanan kedua negara.

Lebih lanjut diharapkannya pertemuan ini menghasilkan daftar kerjasama dalam industri pertahanan yang dapat dilakukan bersama dan jika dimungkinkan dituangkan dalam MoU. Didalam daftar tersebut akan sekaligus ditunjuk industri pertahanan Turki dan Indonesia yang dapat saling bekerjasama sehingga memiliki sebuah struktur kerjasama yang jelas. Dan diharapkan MoU kerjasama industri pertahanan ini dapat ditandatangani saat Presiden Turki melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada April mendatang.

Sumber: DMC


Rabu, 05 Januari 2011

Arab Saudi Tangkap Burung Mata-mata Israel

0

Ist

VIVAnews -- Aparat Arab Saudi menangkap Burung Nasar, burung pemakan bangkai dengan tuduhan menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad.

Di badan burung yang ditangkap itu dipasangi pemancar GPS dan label bertuliskan kode R65 dari Universitas Tel Aviv. Burung itu masuk ke wilayah pedesaan Arab Saudi beberapa minggu lalu.

Penduduk lokal menduga ini bagian dari plot zionis, atau setidaknya ada misi intelijen yang diemban burung berkepala botak itu.

Koran Arab Saudi, al-Weeam adalah kali pertamanya yang memuat insiden ini. Burung bangkai itu disebutkan mendarat di dekat rumah seorang syekh dalam komunitas Hayel. Artikel koran itu menyebut, bau busuk ke luar dari mulut burung itu.

Sementara, koran lokal Israel, Ma'ariv memberitakan penemuan burung itu telah menciptakan histeria massal di negara-negara Arab -- tentang pertumbuhan kekuatan militer Israel.

Aparat Israel mengklaim burung itu tak bersalah. GPS dan label kode adalah bagian dari studi tentang pola migrasi burung bangkai itu.

Insiden itu terjadi hanya beberapa minggu pasca laporan seorang pejabat Mesir tentang hiu yang menyerang turis di perairan Sharm el Sheikh juga terkait kegiatan intelijen Israel.

Penggunaan burung dalam aktivitas intelijen telah lama dikenal. Dulu, informasi rahasia ditulis di secarik kertas yang dipasangkan di kaki Burung Merpati. Oktober 2008, aparat keamanan Iran menangkap dua Merpati yang diduga mengintai Natanz -- lokasi markas pengayaan uranium Iran.

Hewan itu dipasangi cincin baja dan peralatan kecil yang sulit dilihat oleh mata normal. Mei 2010 lalu, hal serupa dilakukan aparat India. Seekor burung dara yang ditangkap diduga jadi mata-mata musuh bebuyutan India, Pakistan.

Strategisnya peran burung juga mengilhami markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, untuk memproduksi kendaraan jenis nano aerial vehicles (NAV), berukuran mini yang bisa terbang. Tugasnya, memata-matai musuh di area perkotaan.

Alat yang dilengkapi sensor canggih tersebut akan menyerupai burung Hummingbird atau Kolibri, jenis burung terkecil di dunia yang beratnya bisa hanya 1,8 gram.

Sumber: VIVANEWS


Senin, 13 Desember 2010

Turki Berharap Mengembangkan Pesawat Tempur Dengan Korsel Dan Indonesia

0

Illustrasi

Berhasrat untuk memperkuat kemampuan angkatan udara, Turki yang tertarik untuk mengembangkan pesawat tempur baru ke Korea Selatan dan Indonesia, hal ini telah dikonfimasi oleh pejabat senior dari Turki dan Korea Selatan.

"Ada beberapa diskusi awal tentang kemungkinan partisipasi kami dalam program KF-X," kata seorang pejabat senior Turki di majalah Berita Harian ekonomi & Hurriyet selama akhir pekan. "Kami sedang menyelidiki kelayakan dan potensi program ini."

Pada bulan September, Mayor Jenderal Choi Cha-kyu, Direktur Jenderal kantor program pesawat Korea Selatan Program Administration bidang Pertahanan, mengatakan bahwa Ankara secara serius mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam program KF-X.

"Akan ada kebutuhan [Turki] untuk menggantikan pesawat tempur lama dengan yang baru pada 2020," kata Choi harian Korea Times mengatakan pada saat itu. "Setelah bertemu dengan anggota dewan, Turki diharapkan dapat menanggung jumlah yang sama biaya MoU dengan Indonesia."

Program KF-X merupakan pengembangan pesawat tempur multirole lanjutan untuk angkatan udara Korea Selatan dan Indonesia. Awalnya diluncurkan pada tahun 2001 tetapi kemudian ditunda karena kesulitan keuangan dan teknologi. Program ini akan mulai tahun depan dengan persetujuan anggaran.

Korea Selatan akan menyediakan 60 persen dari pembangunan KF-X biaya sekitar 4,2 miliar dolar, dengan sisanya berasal dari pemerintah lain atau mitra bisnis. Sekitar 120 KF-X akan dibangun pada awalnya dan lebih dari 130 pesawat akan diproduksi juga setelah model tahap pertama mencapai kemampuan operasional.

Berdasarkan nota kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan Juli, Indonesia telah sepakat untuk membayar 20 persen dan membeli sekitar 50 pesawat KF-X ketika produksi massal dimulai.

Korea Selatan juga sedang berusaha untuk menerima transfer teknologi dari perusahaan aerospace Barat. sebuah mitra perusahaan yang mungkin adalah Swedia Saab.

PILIHAN LAIN

Para pemimpin Turki telah memilih F-35 Joint Strike Fighter Lightning II sebagai jenis pesawat tempur generasi mendatang. Ia berencana untuk membeli sekitar 100 F-35 pesawat senilai hampir $ 15 milyar. Banyak perusahaan Turki merupakan anggota dari sembilan negara dari proyek Joint Strike Fighter konsorsium sembilan negara-negara Barat, dan memproduksi suku cadang untuk pesawat tersebut.

Lockheed Martin, perusahaan AS yang memimpin Joint Strike Fighter program, Turki ingin meningkatkan jumlah F-35 berencana membeli ke 120 dari 100 pesawat. Turki juga akan menerima 30 F-16 Blok 50 dari Lockheed sebagai solusi stop-gap sampai F-35 pengiriman dimulai sekitar tahun 2015.

Namun para pejabat Turki mengatakan mereka terbuka untuk berpartisipasi dalam program di masa mendatang tempur lain internasional.

Turki juga sedang menghadapi tekanan dari Italia, mitra dekat dibidang pertahanan, untuk membeli Eurofighter Typhoon, yang dibuat oleh konsorsium Eropa termasuk perusahaan dari Italia, Inggris, Jerman dan Spanyol.

Giovanni Bertolone, Wakil Presiden Operasi Finmeccanica, seorang konglomerat dibidang industri papan atas di Italia, pada awal Desember menyerukan Turki untuk bersama-sama menghasilkan tahap selanjutnya dari Eurofighter. Finmeccanica merupakan perusahaan induk dari Alenia Aeronautica, salah satu produsen dari Eurofighter.

Bertolone mengatakan F-35 dan Eurofighter memiliki fungsi yang berbeda, dan bahwa Turki bisa memegang kedua pejuang. Pesawat Eurofighter dirancang terutama sebagai tempur udara-udara, sedangkan F-35 lebih cocok untuk udara ke daratan.

Dalam kasus Turki memutuskan untuk membeli Eurofighter, pesawat ini akan menggantikan sebagian besar dibuat oleh Phantom F-4E, yang baru-baru ini modern oleh Israel.

"Kami mendorong Turki untuk mengikuti contoh Inggris dan Italia, yang akan memiliki dua pesawat," kata Bertolone. "Kemampuan-untuk memerangi-udara adalah penting, dan kami pikir situasi ini akan semakin dikenal."

Banyak analis percaya rencana untuk mendorong Korea Selatan KF-X juga akan cocok untuk pertempuran udara-udara.

Sumber: Hurriyetdailynews


Rabu, 24 November 2010

Pengamat : Perang Korea Mempercepat Pembentukan Blok Baru

0

Korut Menembakkan Artileri Di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan 3Km Dari Perbatasan Korut-Korsel(Foto: theglobeandmail.com)

Jakarta - Serangan terbuka Korea Utara ke Korea Selatan, pada 23 November 2010, bisa memancing pihak-pihak lain untuk terlibat dalam perang tersebut, atau membuka perang di belahan dunia lain. Meski tidak ada lagi Blok Barat dan Blok Timur, namun perang Korea masih memancarkan terjadinya peperangan kedua blok itu. Korea Utara sebagai negara yang masih menganut ideologi komunisme sosialisme, sementara Korea Selatan berwajah negara kapitalisme.

Perang Korea menjadi simbol perlawanan dari kelompok yang selama ini ditindas oleh Amerika Serikat dengan kelompok yang menjadi sekutu Amerika Serikat, sehingga perang Korea itu bisa jadi sangat menarik dan mendapat dukungan dari Iran dan Venezuela. Sebab selama ini Korea Utara, Iran dan Venezuela adalah negara yang merasakan arogansi Amerika Serikat.

Dengan adanya Perang Korea, maka negara yang selama ini mempunyai visi dan misi yang sama untuk melawan ketidakadilan dunia, notabene dilakukan oleh Amerika Serikat, maka negara itu akan mempercepat pembentukan blok baru. Pembentukan blok baru itu bagi mereka adalah sebuah keniscayaan sebab Amerika Serikat sebagai sebuah negara dalam menjalan politik luar negerinya tidak sendiri. Di belakang Amerika Serikat, ada Inggris, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya.

Salah satu kemungkinan terjadinya pembentukan blok baru itu adalah persekutuan negara-negara Amerika Latin dan Iran. Rintisan itu sudah dilakukan oleh Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, Presiden Venezuela Hugo Chaves, Presiden Bolivia Evo Moralles, dan Brasil ketika dipimpin oleh Lula da Silva.

Paling semangat dalam melawan arogansi Amerika Serikat dilakukan oleh Mahmud Ahmadinejad dan Hugo Chaves. Bisa dikatakan hubungan antara Mahmud Ahmadinejad dan Hugo Chaves sebuah hubungan yang unik dan sangat spesial. Di antara kedua pemimpin itu disebut telah mengadakan pertemuan hingga sampai 9 kali. Dalam setiap pertemuan, kedua pemimpin selain menyepakati peningkatan hubungan kedua negara, keduanya secara lantang juga menyerukan perlawanan terhadap kekuatan imperalisme dan globalisasi yang dikemudikan oleh Amerika Serikat.

Perbedaan ideologi dan agama kedua negara bukan menjadi sekat atau hambatan kedua negara untuk bersatu melawan arogansi Amerika Serikat. Setiap kebijakan politik luar
negeri yang dikeluarkan oleh Mahmud Ahmadinejad pasti akan didukung oleh Hugo Chaves, demikian sebaliknya. Ketika Eropa, Amerika Serikat, dan Israel, merasa prihatin atas terpilihnya Mahmud Ahmadinejad dalam pilpres Iran yang lalu, Hugo Chaves justru orang yang mengucapkan selamat atas terpilihnya Mahmud Ahmadinejad.

Dalam pertemuan di Iran, Oktober 2010, Mahmud Ahmadinejad dan Hugo Chaves menyepakati komitmen untuk membangun tata dunia baru guna menghapus dominasi Barat di pentas global. Saat di Teheran, Hugo Chaves bahkan mengatakan, imperialisme (Amerika Serikat) telah memasuki tahap penurunan dan seperti seekor gajah yang sedang menuju pemakaman.

Dalam menggalang kekuatan baru dunia, Mahmud Ahmadinejad tidak hanya bersepakat dengan Hugo Chaves, namun juga dengan Presiden Brasil, saat itu Luiz Inacio Lula da Silva. Dalam sebuah lawatan ke Brasil, Mahmud Ahmadinejad mengatakan, tata dunia baru harus segera dibangun di muka bumi ini. Keinginan Ahmadinejad di Brasil itu sepertinya gayung bersambut sebab Lula da Silva menyambut hangat kedatangan Mahmud Ahmadinejad itu. Bagi Amerika Serikat, sikap hangat Lula da Silva itu secara implisit mendukung program nuklir Iran. Apa yang dilakukan oleh negara bola itu bagi Amerika Serikat sebagai suatu sikap yang tidak pada tempatnya.

Apa yang diinginkan Mahmud Ahmadinejad di Brasil menjadi sebuah kenyataan, saat di Teheran, Iran, pada Mei 2010, bisa menjadi sebuah saksi bangkitnya kekuatan untuk menciptakan tata dunia baru yang selama ini didominasi oleh Barat. Pada bulan itu, Lula da Silva, PM Turki Turki Recep Erdogan, dan Mahmud Ahmadinejad mensepakati pertukaran bahan uranium Iran ke Turki, begitu sebaliknya, dari Turki ke Iran.

Kesepakatan itu otomatis akan 'melawan' kesepakatan sebelumnya, yakni Iran harus mengirim uraniumnya ke Rusia dan Perancis, dan selanjutnya Rusia dan Perancis akan mengirimkan kembali ke Iran. Dengan kesepakatan itu, maka Iran dengan di-back up oleh Brasil dan Turki akan melaksanakan kesepakatan yang baru dan mengacuhkan kesepakatan lama.

Adanya kesepakatan tiga negara tersebut, Brasil-Turki-Iran, membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjadi berang. Dalam pembicaraan telepon dengan Erdogan, Obama mengatakan pembahasan rancangan sanksi baru terhadap Iran di forum DK PBB akan terus berlanjut walau ada kesepakatan segitiga itu.

Mengapa Turki, Iran dan negara-negara di kawasan Amerika Latin seolah-olah hendak membentuk semacam aliansi? Faktornya adalah pertama, pemimpin-pemimpin negara di kawasan Amerika Latin banyak yang berlatar belakang berideologi kiri (neososialis). Di Amerika Latin, saat ini banyak tokoh-tokoh yang berhaluan kiri, dari yang radikal sampai moderat, terpilih menjadi kepala negara atau kepala pemerintahan. Banyaknya tokoh kiri menjadi pemimpin membuat Amerika Latin bergerak ke kiri (baru). Kiri yang dimaksud di sini bisa dibaca bebas sebagai pemerintahan sosialis-marxis yang radikal seperti Venezuela, Bolivia, Ekuador, Cuba, ataupun sosialis-demokrat yang moderat semisal Brasil dan Cile. Meski Lula da Silva mengakhiri jabatannya sebagai presiden, sepertinya penggantinya akan meneruskan kebijakan Lula da Silva.

Kedua, di Turki bangkitnya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP, Adalet ve Kalkinma Partisi) sebagai kekuatan baru yang mampu mengendalikan arah politik dalam dan luar negeri. Kemenangan AKP itu terlihat rakyat Turki setuju amandemen konstitusinya. Selama ini konstitusi yang dibuat oleh para jenderal yang setia kepada ideologi Mustafa Kemal Ataturk tidak menghasilkan tatanan yang demokratis. Kebebasan yang seharusnya dimiliki oleh rakyat dan partai politik pemenang pemilu sering dirampas oleh para tentara dengan alasan yang terkadang sering subjektif.

Ini terjadi ketika pada tahun 1995 ketika Partai Islam Refah yang dipimpin Necmettin
Erbakan memenangi pemilu, kemenangan itu partai Islam itu dicurigai akan mengubah haluan Turki dari sekular menuju negara Islam. Berangkat dari kecurigaan tersebut maka militer pada tahun 1997 melakukan kudeta dengan alasan mengamankan haluan negara.

Keberhasilan AKP dalam menempatkan dirinya, sejak kemenangannya pada Pemilu 2002, di mata Uni Eropa tidak menjadi masalah sebab partai itu bisa diajak kerjasama dalam membangun Uni Eropa. Keseriusan AKP untuk menjadikan Turki bagian dari Uni Eropa menjadikan negara-negara Eropa tidak mengkhawatirkan Turki sebagai sebuah ancaman. Meski Turki berubah haluan itu tidak menjadi masalah sebab Turki sudah menunjukan 'kesetiaannya' kepada Uni Eropa. Turki adalah anggota NATO dan meski mayoritas
berpenduduk Muslim.

Meski AKP ingin menjadi bagian dari Eropa, namun AKP tetap kritis dalam berhubungan
dengan negara-negara Eropa dalam mensikapi masalah nuklir Iran dan Israel. Sikap AKP
di bawah pimpinan Tayyip Erdogan dalam masalah nuklir Iran dan Israel ini menarik
simpati dan sejalan dengan mayoritas keinginan rakyat Turki, yakni melawan kesewenang-wenangan Amerika Serikat, Uni Eropa dan Israel yang melakukan ketidakadilan terhadap negara-negara Islam.

Ketiga, Blok China-Korea Utara. Perang Korea ini bagi Amerika Serikat merupakan sebuah pilihan yang sulit. Secara kepentingan, baik ideologi dan ekonomi, pasti Amerika Serikat mendukung Korea Selatan, namun tidak mudah bagi Amerika Serikat untuk menerjunkan bantuan militer dan alutsistanya kepada Korea Selatan. Bila Amerika Serikat secara vulgar menggelar kekuatan militernya untuk mendukung Korea Selatan dalam melawan Korea Utara, maka hal demikian akan memancing China untuk juga terlibat dalam perang itu. Sebagai sekutu lama dan seideologi komunis-sosialis, tentu China akan mendukung Korea Utara.

Apa yang dilakukan Turki, China, Iran, Korea Utara, Brasil, Venezuela, Bolivia dan negara lain yang sefaham dengan negara-negara itu merupakan sebuah sikap positif untuk membentuk tatanan dunia baru. Setidak-tidaknya mencegah kesewenangan-wenangan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap negara lain.

Sumber: DETIK


Selasa, 23 November 2010

Turki Tawarkan Produksi Tank

0

illustrasi

JAKARTA (SINDO) – Pemerintah Turki menawarkan kerja sama produksi kendaraan tempur jenis tank kepada Indonesia. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta, kemarin.


Midhio mengatakan, tawaran Turki tersebut dalam bentuk transfer teknologi.Tawaran itu masih dalam proses pembahasan di Kemhan. ”Turki sudah datang menawarkan kerja sama produksi tank dengan transfer teknologi,” paparnya. Namun, Midhio tidak menyebutkan jenis tank yang ditawarkan tersebut. Kerja sama industri pertahanan dengan Turki, lanjut Midhio, selama ini berlangsung dengan baik. Kedua negara,ujarnya,juga sudah menyepakati transfer teknologi berupa modifikasi pesawat CN 235 dari pesawat biasa menjadi pesawat patroli maritim dengan kelengkapan sarana elektronik mutakhir.

”Kerja sama militer Indonesia dengan Turki memang cukup menguntungkan dan terus akan ditingkatkan karena negara ini penguasaan teknologi militernya sangat maju,”katanya. Indonesia belakangan ini memang sedang aktif melakukan pembicaraan-pembicaraan strategis dengan sejumlah negara, terutama menyangkut pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus pembangunan industri pertahanan. Pekan lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, Indonesia dan Cina juga sedang menjajaki produksi rudal bersama. Cina memang berencana memproduksi rudal antikapal C-705 untuk pertahanan udara dan laut.

Peluru kendali tersebut merupakan pengembangan dari rudal C- 802 yang telah digunakan kapalkapal perang milik TNI Angkatan Laut. ”Misalnya,pengadaan misil C 802 dan C 705. Kalau mau perbanyak, kenapa tidak dibangun di Indonesia saja?”kata Purnomo. Pengamat militer dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Evan A Lesmana mengatakan, kerja sama pertahanan memang harus dibarengi dengan tindak lanjut yang konkret. Misalnya, sampai sejauh mana kerja sama dapat diwujudkan dalam bentuk pelatihan militer atau transfer teknologi dalam pengadaan alutsista? ”Persoalan kerja sama pertahanan kan bukan dari segi kuantitas berapa banyak kerja sama yang ditandatangani.Tapi, follow up-nya untuk membantu kapabilitas angkatan bersenjata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Evan mengungkapkan, dalam konteks pengadaan alutsista memang diperhadapkan pada persoalan yang tidak mudah. Pemerintah dan TNI perlu memikirkan agar persenjataan yang akan diadakan ataupun rencana transfer teknologi benar-benar terencana dan dapat terintegrasi dengan baik. Merujuk data yang dikeluarkan Kemhan tahun 2004,ujar Evan, sampai saat ini Indonesia masih memakai alutsista dari 17 negara sebanyak 173 jenis. ”Pembelian maupun transfer teknologinya harus terencana. Jangan sampai ada persenjataan yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Sumber : SINDO


Rabu, 17 November 2010

Irak Terima Helikopter Buatan Rusia

0

illustrasi Mi-171E

BAGHDAD, (PRLM).- Irak menerima dua terakhir dalam satu pesanan delapan helikopter serba guna buatan Rusia yang berharga 150 juta dolar. Demikian dikatakan militer Amerika Serikat, Selasa (16/11).

Pembelian itu adalah usaha terbaru Irak untuk meningkatkan kekuatan angkatan bersenjatanya menjelang penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat yang menurut rencana dilakukan akhir tahun depan, sementara militer AS membantau banyak kendaraan dan logistik kepada Irak.

Dua helikopter Mi-171E diserahkan ke pangkalan militer Irak di Taji, 28km utara Baghdad pada 7 November, melengkapi pesanan itu, kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Pesawat buatan Rusia ini akan digunakan untuk berbagai misi termasuk kontra terorisme, angkutan dan intelijen, pengintaian dan pengawasan. Militer AS mengatakan pihaknya mengeluarkan pernyataan itu karena pembelian tersebut dilakukan dengan bantuan para penasehat militer AS.

Pesawat yang dibeli dari Rusia itu dikirim ke Sharjah, Uni Emirat Arab, tempatnya dilengkapi termasuk pemasangan peralatan elektronik dan sistem pengendali senjata, sebelum tiba di Taji. Armada helikopter multi guna itu termasuk 16 helikopter Mi-17 serta delapan Mi-171E.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT


Kamis, 11 November 2010

Pesawat Tak Berawak Disiapkan Beroperasi di Yaman

0


Jenis pesawat Predator yang dipakai di Irak, menurut foto dokumentasi tahun 2004. Jenis pesawat inilah yang diberitakan tengah disiapkan oleh AS untuk dipakai pula di Yaman guna memerangi salah satu sayap Al Qaeda di negeri itu.

Berita yang dilansir harian The Washington Post, Minggu (7/11), dan dikutip media-media di Timur Tengah, bahwa pesawat tempur tanpa awak AS tipe Predator dalam beberapa bulan terakhir ini telah terbang di atas teritorial udara Yaman untuk memantau gerakan Tanzim Al Qaeda sayap Jazeera al-Arab yang berbasis di Yaman, menunjukkan betapa Washington kehilangan kesabaran menghadapi ancaman AQAP.

Hal tersebut sekaligus sebagai sinyal mulai kehilangan kepercayaan Washington terhadap kemampuan Pemerintah Yaman memerangi Tanzim Al Qaeda sayap Jazeera al-Arab (AQAP). Sementara AQAP semakin mengukuhkan dirinya sebagai jaringan Tanzim Al Qaeda yang memberi fokus serangannya terhadap sasaran di AS.

AQAP, misalnya, terlibat pengiriman dua paket bom yang ditemukan di bandar udara Dubai dan Inggris (East Midlands Airport) pada 29 Oktober lalu dalam pengiriman menuju AS.

AQAP juga terlibat pengiriman pria asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab, yang gagal meledakkan pesawat Northwest Airlines yang mengangkut 278 penumpang saat mendarat di Detroit dari Amsterdam pada 25 Desember 2009.

Bagi AS, tidak ada pilihan lain kecuali memperlakukan Yaman seperti Pakistan. AS beberapa tahun terakhir ini telah menggunakan pesawat tempur tanpa awak untuk menggempur tempat persembunyian aktivis Tanzim Al Qaeda di wilayah suku Pakistan dekat perbatasan dengan Afganistan.

Pesawat tempur tanpa awak AS itu cukup efektif dalam berandil membunuh tokoh-tokoh Al Qaeda yang bersembunyi di wilayah perbatasan Pakistan- Afganistan, meskipun sering juga membawa korban warga sipil.

Namun, AS juga harus membayar harga mahal kepada Pemerintah Yaman, seperti halnya yang juga terjadi di Pakistan, sebagai imbalan izin pesawat tanpa awak AS itu terbang di wilayah udara Yaman.

Di Pakistan, AS membayar dengan janji bantuan dana sebanyak 5 miliar dollar AS selama lima tahun kepada pemerintahan Islamabad. Di Yaman, AS meningkatkan bantuan dana untuk pembasmian teroris kepada Pemerintah Yaman dari hanya 4,6 juta dollar AS pada tahun 2006 menjadi 155 juta dollar AS pada tahun 2010.

AS juga berniat akan meningkatkan bantuan militer kepada Yaman hingga senilai 250 juta dollar AS tahun 2011. AS bertekad pula menjual sejumlah helikopter tempur dan peralatan militer lainnya kepada militer Yaman untuk meningkatkan kemampuan aparat keamanan negara itu dalam memerangi AQAP.

Di Yaman, pesawat tanpa awak AS diberitakan belum menembakkan rudal-rudalnya, tetapi sekadar mencoba mendeteksi tempat persembunyian tokoh-tokoh AQAP, terutama tokoh sekelas Anwar al-Aulaqi dan Samir Khan (tokoh intelektual AQAP) serta komandan lapangan AQAP semacam Qasim al-Rimi dan Ibrahim al-Asiri. Akan tetapi, aksi pesawat tanpa awak AS menembakkan rudal-rudalnya di Yaman hanya menunggu situasi politik saja yang akan terjadi setiap saat pada masa mendatang.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengungkapkan adanya kesepakatan kerja sama keamanan antara AS dan Yaman untuk memerangi AQAP.

Menurut pejabat AS yang tak mau disebut namanya seperti dikutip harian berbahasa Arab Al Quds al-Arabi, salah satu butir dalam kesepakatan keamanan AS-Yaman itu menegaskan, pasukan AS dilarang terjun langsung di wilayah Yaman, tetapi tidak melarang pesawat tanpa awak AS menembakkan rudal-rudalnya terhadap sasaran yang telah diyakini sebagai tempat persembunyian aktivis AQAP.

AS melihat pengerahan pesawat tanpa awak di Yaman itu sebagai jalan kompromi di tengah Pemerintah Yaman masih menolak keras penyebaran langsung pasukan khusus AS dan Barat untuk memburu aktivis AQAP di negara itu.

Pemerintah Presiden Ali Abdullah Saleh di Yaman memandang kehadiran langsung pasukan AS di negara itu akan membawa reaksi negatif di Yaman ataupun di dunia Arab, seperti halnya yang terjadi di Irak saat ini. Bahkan, sebaliknya, bisa mendorong para loyalis Al Qaeda dari negara lain datang ke Yaman untuk berjihad melawan pasukan AS, seperti halnya yang terjadi di Afganistan dan Irak selama ini.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 07 November 2010

English News : NATO missile defense shield in Turkey may threat Iran, Russia - experts

0

NATO missile defense shield in Turkey may threat Iran, Russia

Possible deployment of the elements of NATO missile defense shield in Turkey is targeted against Iran and may pose a threat to Russia's security, Russian experts said on Saturday.

Earlier on Saturday Turkish media said Ankara would agree to deploy a missile-defense system on its territory if its three conditions were accepted.

First, the Turkish authorities insist on building NATO, but not the U.S. missile defense system. Second, the anti-missile shield should be deployed in the all alliance's states-members. And third, Turkey would not allow NATO to turn it into the alliance's frontline state as it was during the Cold War.

"Turkey wants to be equally respected both in the West and in the East...Turkey wants to entrench itself as a key empire of the entire continent," Sergei Demidenko of the Institute of Strategic Studies and Analysis said.

"Geographically Turkey is the closest to Iran, while politically it is one of Iran's enemies," another Russian leading political expert, the head of the Institute of Political Studies, Sergei Markov said. "It is Iran's enemy because Turkey is the ally of the United States...but first of all they both [Turkey and Iran] compete for the leadership in the Islamic world."

The President of the Academy on Geopolitical Affairs, Leonid Ivashov said the ongoing deployment of the anti-missile defense shield in Europe is aimed to "neutralize Russia's nuclear missile potential."

"We do not have other powers, except of the nuclear missile potential, to protect even the single parts of our territories," Ivashov said.

Meanwhile, the Turkish Foreign Minister, Ahmet Davutoglu, while commenting on Turkey's plans to deploy anti-missile shield said that NATO should exclude any formula that confronts Turkey with a group of countries in its threat definitions and planning.

"We do not want a Cold War zone or psychology around us," Davutoglu added.

Turkey's decision over missile defense system on its soil will be announced at the upcoming NATO summit in Lisbon due to be held on November 18-19.

From : RIA


Sabtu, 30 Oktober 2010

English News : Saudi Minister Visits Spain, Reportedly For Major Tank Deal

0

Demonstration Leopard 2E Tanks(Photos:armyrecognition.com )

MADRID - Saudi Arabia's deputy defense minister will visit Spain next week, officials said Oct. 29, and he is reportedly considering the purchase of Leopard 2E tanks for up to three billion euros.

Prince Khaled bin Sultan, Saudi deputy minister of defense and aviation, will meet King Juan Carlos on Nov. 1, according to the Royal Palace's diary.

He will also see Prime Minister Jose Luis Rodriguez Zapatero on Nov. 2, said a government spokesman, without giving details of their agenda.

Spain's leading El Pais daily this week said the Saudi minister may conclude the purchase of 200 to 270 Leopard 2E tanks for up to three billion euros (4.1 billion dollars), which would be a record deal for the country's defense export industry.

Spanish officials have not confirmed the report.

"There is still no contract. There is the possibility of an acquisition of combat tanks," said Raul Alvarez, spokesman for the defense sector of the major union Comisiones Obreras.

Alvarez said the contract could involve about 200 tanks.

Spain signed a military cooperation agreement with Saudi Arabia in June 2008, seeking to strengthen relations particularly in training and scientific and technical cooperation.

Up to now cooperation has been focused on training Saudi pilots on the Eurofighter at southern Spanish air base of Moron.

Khaled is the de facto head of the defense ministry in the absence of his father, Saudi Crown Prince and Defence Minister Sultan bin Abdul Aziz, whose health has sparked concerns in recent years.

On Wednesday, Khaled said his father was in good health and taking his annual vacation.

Prince Sultan, minister of defense and aviation since 1962 and crown prince since 2005, left the country in November 2008 to undergo surgery in the United States and then to convalesce in Morocco, returning in December 2009.

From: DN


Rabu, 27 Oktober 2010

English News :Russian arms exporter denies MiG-31 fighter contract with Syria

0


Russia does not have a contract to supply MiG-31 Foxhound fighter jets to Syria, the head of the Russian state-run arms exporter Rosoboronexport said on Wednesday.

Media rumors about the sales of at least six MiG-31 aircraft to Damascus under a 2007 contract sparked criticism in the West and Israel, which consider arming Syria a threat to regional security.

"The existence of a contract on the delivery of MiG-31 interceptors to Syria is a journalistic hoax," Rosoboronexport General Director Anatoly Isaykin told reporters at the Euronaval 2010 exhibition in Paris.

The MiG-31 Foxhound is a two-seater supersonic interceptor aircraft developed to replace the MiG-25 Foxbat. It is equipped with two D-30F6 turbofan two-shaft engines with a common afterburner and a variable supersonic nozzle, which allow the aircraft to fly at supersonic speeds of up to Mach 2.83.

The interceptor also features unique air-to-air missiles capable of hitting targets at ranges exceeding 200 kilometers (125 miles), including aircraft with stealth capabilities, cruise missiles, and supersonic aircraft.

From: RIA


PANGKALAN MILITER AS Amat Mewah, Serasa Bukan di Irak

0

kamp Victoria (Baghdad)

Di sebuah kamp militer Amerika Serikat di Baghdad, Irak, para tentara bisa menikmati makanan sandwich dan minuman bir serta menonton televisi langsung dari AS.

Di kamp Victoria (Baghdad) dan sejenisnya di seantero Irak, generator terus beroperasi untuk memberi tenaga listrik pada mesin pendingin ruangan (AC) dan koneksi internet, seperti halnya mereka bisa menikmati mandi air panas ketika musim dingin dan minuman air botol dingin ketika musim panas.

Kehidupan sehari-hari anggota pasukan AS dan para stafnya di dalam kamp militer itu jangan coba dibandingkan dengan kehidupan kontras di luar kamp militer AS itu.

Di luar kamp militer AS, ada wujud Irak hakiki yang karut-marut. Kehidupan di luar kamp militer itu, penduduk hidup sebagai bangsa yang terjerat lingkaran perang yang tak berkesudahan. Banyak dari mereka menghadapi tragedi.

Di balik kehancuran dinding kehidupan itu, sebanyak 50.000 pasukan AS di Irak bekerja nyaris tanpa istirahat. Sebagian besar pasukan tempur AS telah ditarik dari Irak, awal September lalu, dan sisanya akan ditarik pada akhir tahun 2011.

Di luar kamp-kamp militer itu, Pemerintah Irak hanya mampu memberi listrik untuk penerangan satu jam sehari. Air yang dapat diminum pun sudah sangat tercemar.

Para pasukan AS sering tidak peka terhadap kenyataan kontras di luar kamp mereka. Seorang pegawai di kamp Victoria, pekan lalu, yang berada di Baghdad sejak dua bulan lalu, tidak tahu kalau berlaku jam malam di Baghdad sejak pertengahan malam hingga pukul 05.00.

Di Baghdad, diberlakukan jam malam sejak invasi AS pada tahun 2003. Namun, belakangan jam malam diperpendek seiring dengan membaiknya situasi keamanan. Setiap orang di Irak pasti memiliki anggota keluarga atau teman yang tewas atau luka-luka. Terakhir ini muncul banyak berita tentang aksi penyanderaan oleh sindikat untuk mencari uang tebusan.

Menembak gadis cilik


Ada sebuah cerita mengerikan dalam dokumen rahasia yang dirilis Wikileaks itu. Alkisah seorang serdadu AS membunyikan klakson mobil patrolinya untuk mengingatkan sebuah kendaraan tak dikenal yang dianggap terlalu dekat dengan mobil patroli AS itu. Ketika gagal menggertak kendaraan tak dikenal itu, lalu dilepas tembakan peringatan. Ternyata tembakan peringatan itu mengenai gadis cilik berusia sembilan tahun. Hampir 400.000 dokumen rahasia yang dirilis situs Wikileaks itu sejak 2004 hingga Januari 2010 mengungkapkan tewasnya warga sipil dan anak kecil dalam jumlah besar.

Di sebuah kamp besar militer AS di luar kota Basra, Irak selatan, Sersan Staf Chanelsherie DeMello mengatakan selalu mencari kesempatan bisa keluar dari kamp militer, termasuk mengatur sebuah perjalanan beberapa pekan lalu ke sebuah desa. ”Saya pernah datang ke sebuah rumah di Irak dan menemukan seorang wanita sederhana menanggalkan cincinnya dan memasangnya ke dalam jari saya. Warga Irak tampak merupakan warga yang hangat,” ujar DeMello.

Seorang pejabat AS yang mendapat tugas di Irak sejak beberapa bulan lalu mengaku terkejut melihat di jalan-jalan tol di negara kaya minyak itu terdapat banyak pos-pos pemeriksaan. Warga Irak ketika melakukan perjalanan menghadapi kenyataan sehari-hari, yaitu harus sering berhenti di tengah jalan di pos-pos pemeriksaan itu untuk menunjukkan kartu identitasnya setiap beberapa kilometer.

Semula pasukan AS sendiri yang melakukan kontrol sehari-hari di pos-pos pemeriksaan itu. Namun, sejak pertengahan tahun 2009, pasukan AS mulai lebih banyak berada di kamp-kamp militer mereka dengan mengurangi kehadiran langsung di jalan-jalan raya dan menyerahkan urusan kontrol di pos-pos pemeriksaan kepada aparat keamanan Irak.

Militer AS telah membayar harga mahal di Irak dengan jatuh korban tewas 4.000 personel pasukan dan 32.000 lainnya luka-luka sejak invasi tahun 2003.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 23 Oktober 2010

Dokumen Militer AS di Wikileaks: Korban Perang Irak 60 % Sipil

0

Jakarta - Dokumen rahasia militer AS yang berisi aksi tentaranya selama perang Irak dibeberkan di Wikileaks. Tidak kurang dari 391.832 logs atau catatan selama perang 1 Januari 2004 sampai 31 Desember 2009 dirilis ke publik.

Dalam websitenya, Wikileaks mulai melempar dokumen tersebut ke publik pada tanggal 22 Oktober 2010. Mereka mengklaim kebocoran ini merupakan yang terbesar dalam sejarah militer Amerika.

Tiap catatan itu tergolong 'SIGACT' (Significant Action in the war). Ini kali pertama detil kejadian yang dilihat dan didengar tentara AS langsung di medan perang bisa diketahui oleh masyarakat luas. Padahal sebelumnya catatan tersebut tidak pernah diizinkan oleh pemerintah AS diumumkan ke publik.

Isi dokumen berisi antara lain data 109.032 orang yang tewas dalam perang Irak. Mereka yang tewas terdiri dari 66.081 warga sipil, 23.984 pengacau keamanan (musuh), 15.196 tentara Irak, 3.771 orang tentara pasukan koalisi.

Dari data ini terlihat kalau lebih dari 60 persen korban tewas adalah warga sipil. Hampir 31 warga tak bersalah harus meregang setiap harinya di Irak selama 6 tahun pendudukan AS di Irak.

Rilis ini langsung mendapat respon dari pemerintah AS. Pentagon mengkritik Wikileaks yang telah membocorkan rahasia tersebut karena bisa membahayakan keselamatan prajurit AS dan 300 warga Irak yang selama ini membantu AS.

"Kami menyayangkan Wikileaks merilis dokumen rahasia ini ke orang-orang di seluruh penjuru dunia," ujar juru bicara Pentagon, Geoff Morrell, seperti yang dikutip detikcom dari reuters, Sabtu (23/10/2010).

Sumber: DETIK


Jumat, 22 Oktober 2010

Kenapa Israel Diam Ketika US Menjual Alutsista Ke Arab Saudi?

0

F-15 Arab Saudi

YERUSALEM, Oktober 21 (Xinhua) - US berencana untuk menjual persenjataan yang sangat canggih ke Arab Saudi mungkin memicu keberatan Israel di masa lalu, tetapi ketika Amerika Serikat mengumumkan Rabu akan menjual 60 miliar dolar AS diperkirakan senjata canggih untuk sekutu Arabnya, pejabat AS tidak melihat keberatan dari negara Yahudi.

Israel telah bersikukuh mempertahankan tepi teknis atas tetangganya dan telah menyuarakan oposisi terhadap penjualan yang akan mengancam supremasi teknologinya.

Namun, Andrew Shapiro, asisten sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk urusan politik-militer, mengatakan pemerintah AS tidak mengantisipasi keberatan Israel atas kesepakatan ini yang, jika tidak terhalang oleh Kongres AS, akan menjadi terbesar senjata kesepakatan dalam sejarah Amerika dan akan memakan waktu 15-20 tahun untuk menyelesaikannya.

Analis percaya Israel diam kali ini karena baik Israel dan Arab Saudi menganggap Iran sebagai ancaman, dan kesepakatan itu tidak akan mengubah keseimbangan strategis regional.

Seorang musuh bersama

Joshua Teitelbaum, seorang peneliti senior di Pusat Moshe Dayan Timur Tengah dan Afrika Studi di Tel Aviv University, mengatakan kepada Xinhua bahwa diam Israel bisa disimpulkan dalam mengatakan "musuh musuh saya adalah teman saya."

"Selama Israel merasa bahwa itu adalah menjaga tepi militer kualitatif, tidak akan mencoba untuk bertentangan atau memblokir upaya sekutu utamanya, Amerika Serikat," katanya.

Israel sendiri baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat yang akan memberikan Israel dengan 20-35 jet tempur F-35 bahwa biaya sampai 3 miliar dolar AS, Teitelbaum ditambahkan.

Sementara Israel dan Arab Saudi tidak dapat melihat mata ke mata pada masalah yang paling di Timur Tengah, keduanya berbagi kecemasan umum tentang Iran, katanya.

Menurut Teitelbaum, bagi Israel, fokusnya adalah pada niat diduga Iran untuk memperoleh senjata nuklir, sementara Arab Saudi kekhawatiran tentang potensi ancaman Syiah Iran untuk hegemoni regionalnya.

MENJAGA KESENJANGAN TEKNOLOGI

Francis Tusa, editor newsletter Pertahanan London Analisis diterbitkan, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan saat ini tidak akan mengubah keseimbangan strategis di kawasan tersebut dan Israel akan tetap mempertahankan keunggulan teknologi.

Ketika Amerika Serikat diekspor F-15 jet tempur ke Arab Saudi, Israel sedang dalam proses memperoleh F-35 jet tempur. Salah satu perbedaan penting antara kedua yang mungkin telah meyakinkan Israel bahwa kesepakatan baru tidak akan menjadi ancaman adalah kurangnya kemampuan operasional jangka panjang F-15 sebagai lawan F-35 yang, dengan udara pengisian bahan bakar, bisa pergi hampir di mana saja di wilayah tersebut.

"Setiap orang harus ingat bahwa Washington tidak akan melakukan apa pun yang akan mengubah keseimbangan militer utama terhadap Israel," kata Tusa.

Jika situasi yang akan timbul bahwa negara Arab akan berusaha untuk menyerang Israel, Amerika Serikat akan langkah untuk bantuan sekutunya, Tusa mengatakan, menambahkan "pemerintah Saudi saat ini anda tidak mendapatkan kesan mereka akan menyerang Israel apapun waktu dekat. "

NOT A SIGN OF TRUST

Sementara satu mungkin dipimpin untuk percaya bahwa kurangnya keberatan bisa menjadi tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi, para analis percaya bahwa Israel memiliki lebih percaya di Amerika Serikat dan menahan kritik.

Barak Seener, ketua program keamanan Timur Tengah di Royal United Services Lembaga Studi Pertahanan dan Keamanan, London think tank, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan tidak harus dilihat sebagai tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi melainkan sebagai hati-hati dirancang rencana oleh Amerika Serikat untuk "meningkatkan kemampuan strategis Arab Saudi tanpa mengganggu keuntungan Israel."

pandangan Seener itu digemakan oleh Yehuda Ben Meir, seorang peneliti utama dan co-direktur Institut Nasional Studi Keamanan di Tel Aviv University, yang mengatakan kepada Xinhua bahwa "akan sulit bagi Israel untuk menentang kesepakatan yang Amerika Serikat dapat mengatakan bertujuan untuk memperkuat negara-negara Arab di Iran. "

Sumber: XINHUA


Minggu, 10 Oktober 2010

Suriah : Penjualan F-35 Ke Israel Mengancam Stabilitas Timur Tengah

0

F-35 Buatan US (Foto: media.defenseindustrydaily.com)

Suriah telah menyuarakan keprihatinan atas kesepakatan baru Israel untuk membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan AS, mengatakan hal itu mengancam keamanan di Timur Tengah dan kawasan regional negara-negara Arab.


Sebuah panel kementerian yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak membuat keputusan akhir pada bulan September untuk membeli 20 F-35 jet tempur dalam kesepakatan sepenuhnya didanai oleh militer AS.

Berbicara di KTT Liga Arab di Libya pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Syria Walid al-Muallem mengatakan kesepakatan baru-baru ini selesai akan mengguncang wilayah tersebut, Jerusalem Post melaporkan.

Muallem menyatakan kekecewaannya atas penolakan Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat selama komite pertemuan tingkat menteri Liga Arab, antara pembicaraan antara Israel dan Otoritas Palestina.

"Kami diberitahu yang diatur Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengumumkan pembekuan penyelesaian konstruksi untuk dua bulan tambahan dalam pertukaran jaminan bahwa masalah ini tidak akan datang lagi dan senjata mutakhir," keluhnya.

Tapi "sekarang masalah ini bukan membekukan pemukiman, tetapi ancaman bagi negara-negara Arab di wilayah ini," menteri luar negeri Suriah mengatakan mengacu pada kesepakatan F-35 yang dibeli Tel Aviv.

Menurut kontrak yang ditandatangani oleh Israel dan Amerika Serikat di New York pekan lalu, Israel akan menerima 20 dari pesawat tempur lebih dari $ 3 miliar, untuk dikirim antara 2015 dan 2017. Dan akan menambah lagi 75 lebih.

Sebuah jet stealth generasi kelima, F-35 dikatakan mampu menghindari semua radar dan sistem rudal anti-pesawat.

"F-35 akan memberikan Israel dengan keunggulan diudara dan membantu mempertahankan tepi kualitatif militer di kawasan itu," kata Barak pada bulan September, menambahkan bahwa pesawat-pesawat tempur baru akan memastikan ke tangan atas Israel dalam konflik di masa depan "dalam waktu dekat dan yang akan datang"

Sumber: PressTV / MIK


Sabtu, 09 Oktober 2010

China dan Turki Latihan Perang Bareng

0

WASHINGTON, KOMPAS.com - Angkatan udara China dan Turki telah melakukan latihan bersama, dalam kegiatan yang tampaknya akan menjadi latihan pertama yang melibatkan Beijing dan sebuah negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Turki telah memberi jamin kepada Amerika Serikat bahwa negara itu akan "berhati-hati sepenuhnya" untuk melindungi teknologi AS dan NATO yang sensitif, kata Letnan Kolonel AD AS Tamara Parker, seorang jurubicara Departemen Pertahanan AS, Jumat. Ia melukiskan, pemerintah Turki berkomitmen pada aliansi NATO dan keberlanjutan hubungan yang kuat dengan AS. "Sepanjang pengetahuan kami yang pasti, pesawat tempur F-16 buatan AS tidak dilibatkan dalam pelatihan itu," kata Parker.

Menurut laporan-laporan pers Turki, latihan itu terjadi pada 20 September hingga 4 Oktober di pangkalan udara Konya di wilayah Anatolia di Turki tengah.

Beberapa pakar AS melukiskan latihan itu sebagai upaya untuk menekankan kemampuan China untuk beroperasi melewasti wilayahnya. David Finkelstein, direktur Studi China di kelompok riset CNA di Alexandria, Virginia, mengatakan, mungkin akan menjadi yang pertama kali angkatan udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China terlibat dalam pelatihan gabungan dengan sebuah negara NATO. "Sesungguhnya, ekspedisi PLA yang baru mulai sedang dilakukan," kata Finkelstein.

Pejabat Pentagon lainnya, yang minta tidak disebutkan namanya, mengatakan indikasi yang ada bahwa angkatan udara Turki telah menerbangkan pesawat-pesawat tempur Phantom F-4, yang digunakan secara luas pada saat Perang Vietnam, sementara China menerbangkan SU-27 buatan Rusia.

Manuver China-Turki itu terjadi sebelum kunjungan Perdana Menteri Wen Jiabao ke Turki pekan ini. Turki dan China bermaksud melipat-tigakan perdagangan dua arah menjadi senilai 50 miliar dollar AS setahun pada tahun 2015 berdasarkan kemitran strategis baru, kata Wen pada konferensi pers di Ankara, Jumat, dengan Perdana Meneri Turki Tayyip Erdogan.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 18 September 2010

English News : Russia To Supply Syria With Cruise Missiles

0

illustration

MOSCOW - Russian Defense Minister Anatoly Serdyukov confirmed in Washington that Russia would supply Syria with P-800 Yakhont cruise missiles, Russian news agencies reported Sept. 17.

"We will supply Yakhont to Syria, we will fulfill the contract," Serdyukov was quoted as saying by ITAR-TASS news agency in comments to Russian journalists, adding that the contract was signed in 2007.

Serdyukov was speaking in Washington during a visit to the Pentagon aimed at expanding military ties as part of the countries' much-vaunted "reset" in relations.

Russia's arms sales and possible nuclear cooperation with Syria, which has close ties to Iran, is unnerving for the United States and Israel. Israel fears weapons being transferred to the Lebanese militant group Hezbollah.

Serdyukov described such fears as unjustified.

"The U.S. and Israel ask us not to supply Syria with Yakhont. But we do not see the concerns expressed by them that these arms will fall into the hands of terrorists," he said.

The Russian defense minister also called for an end to a deadlock over a key Cold War arms treaty limiting conventional military forces of Europe.

Russia abandoned it in 2007 over U.S. plans to install a missile shield in Eastern Europe.

The Conventional Forces in Europe treaty (CFE) limits the deployment of troops and military hardware across Europe.

"Even our American partners understand that it cannot work anymore in the form in which it is now," Serdyukov said, adding that the treaty "needs to be more up-to-date and match the realities of today."

NATO countries have said they will only ratify an adapted CFE treaty once Moscow lives up to a pledge made in 1999 to pull its troops out of former Soviet republics Georgia and Moldova.

"We stand by our position on the treaty and have firmly stated that we will not lift our moratorium until our conditions are accepted and we are offered options that suit us," Serdyukov said.

The issue is expected to be discussed when Russia attends talks during a NATO summit in Lisbon in November.

Sumber: DN


AS Berharap RI Berperan Atasi Konflik Timur Tengah

0

WASHINGTON - Amerika Serikat dan Indonesia berkomitmen untuk menguatkan kerja sama global dalam bergabagi bidang, termasuk mengupayakan perdamaian di Timur Tengah.

Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Menlu Marty Natalegawa yang bertemu di sela pertemuan Join Comission di Washington, Jumat kemarin waktu setempat.

“Indonesia bukan hanya sekadar patner bilateral, namun juga pemimpin untuk dari isu-isu penting yang dihadapi dua negara,” ujar mantan Ibu Negara itu seperti dikutip AFP, Sabtu (18/9/2010).

Sementara itu Marty mengatakan dua negara yang jumlah penduduknya terbesar ketiga dan keempat di dunia sudah selayaknya mempererat kerja sama satu sama lain di kancah internasional.

“Kami siap untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam mendorong upaya saling memahami di manapun ada konflik. Apa pun isunya, konflik Israel-Palestina atau isu nuklir di Semenanjung Korea, kami akan selalu mengambil bagian dalam mencari solusi,” ujar Marty.

Sumber: OKEZONE


Tim Robot ITS Siap Bersaing di Mesir

0

iilustrasi

JAKARTA(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh kemarin melepas keberangkatan tim robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS ke kontes robot internasional ABU Asia Pacific Robot Contest (ABUROBOCON) 2010 di Kairo, Mesir.

Kontes bergengsi ini akan berlangsung pada 20–21 September 2010. Menurut Mendiknas, keikutsertaan Indonesia pada kontes robot dunia ini merupakan yang kesembilan kalinya.Sebelumnya,tim Indonesia yang diwakili oleh tim PENS ITS juga pernah menjadi juara pertama di Fukushima, Jepang pada tahun 2000 lalu. ”Targetnya adalah juara karena mereka pernah jadi juara,”ujarnya dalam keterangan pers di gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Jakarta,kemarin. Tim robot yang dinamai Mio-rEi tersebut beranggotakan Bayu Sandi Martha, Muh Ali Anang Lubis, Rahardhita Widyatra Sudibyo, Zainul Arifin, Putus Dadar Gumilang,dan Adityo Sarjono.

Mereka mewakili Indonesia setelah menjadi juara pada ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2010 pada Juni 2010 di Universitas Muhammadiyah Malang. Pada ABU-ROBOCON 2010 tim Indonesia akan berkompetisi dengan 16 negara peserta dan 17 tim. Sedangkan tuan rumah Mesir menyertakan dua tim.Adapun saingan terberat yang bakal dihadapi Mio-rEi adalah China, Vietnam, Malaysia, dan Jepang.

”Saingan terberat terutama China dan Vietnam karena memiliki tingkat kecepatan hampir sama sehingga persaingannya nanti akan ketat sekali,” kata Direktur PENS ITS Dadet Pramadihanto.JAKARTA(SINDO) – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh kemarin melepas keberangkatan tim robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS ke kontes robot internasional ABU Asia Pacific Robot Contest (ABUROBOCON) 2010 di Kairo, Mesir.

Kontes bergengsi ini akan berlangsung pada 20–21 September 2010. Menurut Mendiknas, keikutsertaan Indonesia pada kontes robot dunia ini merupakan yang kesembilan kalinya.Sebelumnya,tim Indonesia yang diwakili oleh tim PENS ITS juga pernah menjadi juara pertama di Fukushima, Jepang pada tahun 2000 lalu. ”Targetnya adalah juara karena mereka pernah jadi juara,”ujarnya dalam keterangan pers di gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Jakarta,kemarin. Tim robot yang dinamai Mio-rEi tersebut beranggotakan Bayu Sandi Martha, Muh Ali Anang Lubis, Rahardhita Widyatra Sudibyo, Zainul Arifin, Putus Dadar Gumilang,dan Adityo Sarjono.

Mereka mewakili Indonesia setelah menjadi juara pada ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2010 pada Juni 2010 di Universitas Muhammadiyah Malang. Pada ABU-ROBOCON 2010 tim Indonesia akan berkompetisi dengan 16 negara peserta dan 17 tim. Sedangkan tuan rumah Mesir menyertakan dua tim.Adapun saingan terberat yang bakal dihadapi Mio-rEi adalah China, Vietnam, Malaysia, dan Jepang.

”Saingan terberat terutama China dan Vietnam karena memiliki tingkat kecepatan hampir sama sehingga persaingannya nanti akan ketat sekali,” kata Direktur PENS ITS Dadet Pramadihanto.

Sumber: SINDO


Selasa, 14 September 2010

Paket Senjata Saudi 60 Miliar Dollar

0

F-15 Arab Saudi (Foto: defensenews-updates.blogspot.com)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Presiden Barack Obama akan segera memberitahu Kongres mengenai paket senjata untuk Arab Saudi senilai 60 miliar dollar Amerika Serikat. Perjanjian itu berpotensi memecahkan rekor dan mungkin akan membantu menghadapi ancaman Iran yang meningkat.

Seorang pejabat senior AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, Senin (13/9) mengatakan, ia memperkirakan Saudi pada awalnya hanya berkomitmen pada pembelian senilai 30 miliar dollar, tapi itu dapat menjadi lipat dua. Paket tersebut akan termasuk 84 jet tempur F-15 Boeing Co dan peningkatan 70 unit lainnya dari (tipe) pesawat itu. Paket itu juga melibatkan 72 helikopter Black Hawk yang dibuat Sikorsky Aircraft, satu unit dari United Technologies Corp.

"Itu sangat besar," kata Andrew Exum, seorang pengamat di Pusat untuk Keamanan Amerika Baru, menyebut perjanjian yang telah lama diantisipasi itu sebagai "pembangkit semangat" bagi industri pertahanan AS. "Apa yang AS sekarang upayakan untuk dilakukan di sini sangat jelas. (Ini) pada dasarnya berupaya untuk bekerja dengan, bersama dan melalui mitra-mitra kami di kawasan itu untuk mengimbangi Iran," katanya.

Penambahan persenjataan Saudi itu terjadi di tengah kekhawatiran internasional yang mendalam mengenai langkah Iran untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kemajuan dalam program nuklirnya yang Barat yakini ditujukan untuk mengembangkan bom atom, sebuah tuduhan yang dibantah Iran. AS juga telah mengurangi kecemasannya atas kemampuan rudal Iran yang bertambah, dan dengan tenang membantu negara-negara Arab meningkatkan pertahanan rudal mereka.

Paket Saudi itu, kata Exum, harus dilihat dari konteks perjanjian lainnya di kawasan itu. Ia menyebut yang diperkirakan penjualan sistim pertahanan rudal yang dibuat oleh Lockheed Martin Corp pada Uni Emirat Arab.

Senin pagi, juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan, mengatakan, ia memperkirakan Kongres akan menerima pemberitahuan resmi mengeni perjanjian dengan Saudi, yang telah lama diantisipasi, itu pekan depan. Lapan menolak untuk mengomentari perinciannya dan mengatakan Kongres perlu diberitahu pertama.

Dorongan untuk Boeing
Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan perjanjian senjata AS-Saudi itu juga melibatkan 70 helikopter Apache dan 36 Little Birds buatan Boeing. Jika disetujui, perjanjian Saudi itu akan memberikan dorongan besar pada unit pertahanan Boeing Co, yang memiliki beberapa program penting yang telah dikurangi oleh Menteri Pertahanan Robert Gates tahun lalu.

"Transaksi ini menunjukkan bahwa mungkin masih akan ada banyak semangat dalam program jet tempur F-15 dan program pesawat warisan Boeing lainnya," kata pengamat pertahanan Loren Thompson dari Institut Lexington yang bermarkas di Virginia.

"Penjualan ke Saudi itu dengan sendirinya akan membuat perbedaan besar pada penghasilan perusahaan selama sedikitnya lima tahun ke depan," ujar Thompson.

Dengan pemberitahuan ke Kongres itu, para anggota parlemen memiliki waktu 30 hari untuk menolak perjanjian tersebut.

Arab Saudi adalah pembeli terbesar senjata AS dalam rentang waktu empat tahun dari 2005 hingga 2008, dengan 11,2 miliar dolar AS dalam perjanjian, menurut Pelayanan Riset Kongres AS.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin