Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PALESTINA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 November 2010

Israel Antisipasi Serangan Rudal dengan SMS

0

illustrasi

Jakarta - Meski sering dilaporkan jadi biang keladi atas serangan ke Palestina, Israel ternyata juga was-was mendapat hantaman balasan. Bahkan, mereka kini tengah menyiapkan strategi penghalau rudal yang mengandalkan SMS.

Israel Defence Forces dilaporkan akan membuat semacam sistem peringatan dini multi platform -- salah satunya via pesan singkat -- bagi warganya. Jadi diharapkan, sebelum serangan misil menerjang, warga dapat menyelamatkan diri.

Sistem ini digadang-gadang baru bisa hadir pada Juni 2011 mendatang. Perusahaan bernama eViglio yang bekerja sama dengan Ericsson terpilih sebagai pemenang tender dan akan menggarapnya.

Sistem yang akan dibangun ini nantinya akan menjadi metode peringatan yang tersentralisasi dan bisa dikirimkan melalui berbagai perangkat elektronik. Mulai dari perangkat genggam, televisi, situs internet, stasiun radio, hingga billboard.

Peringatan dikirimkan berdasarkan letak geografis dan tergantung dari ancaman serangan yang terdeteksi. Pesan yang disampaikan pun terdiri berbagai bahasa, ada Ibrani, Inggris, Rusia, Arab, dan Amharic.

Tak cuma bisa digunakan untuk menangkal serangan rudal, dikutip detikINET dari Cellular News, Selasa (9/11/2010), sistem ini dikatakan juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan peringatan bencana alam macam gempa bumi dan angin topan.

Sumber: DETIK


Senin, 23 Agustus 2010

Pengakuan Mantan Tentara Israel

0

Jakarta (ANTARA News)- Setelah dihebohkan oleh sebuah foto di Facebook yang menggambarkan seorang tentara perempuan Israel membelakangi beberapa pria Palestina yang ditahan dengan mata terikat, kini dua perempuan yang pernah menjalani wajib militer di angkatan bersenjata Israel berbicara tentang pengalaman serupa.

Adalah Inbar Michelzon, seorang wanita Israel yang membuka tekanan dari dalam batinnya, setelah menjalani dua tahun wajib militer di Angkatan Pertahanan Israel (Israeli Defence Force atau IDF).

Satu kata yang tercoret di dinding Hebrew University of Jerusalem telah menggerakan hati Michelzon.

Kata itu adalah 'occupation' (pendudukan).

"Saya merasa seperti seseorang yang telah membicarakan sesuatu yang tabu," kata Michelzon di sebuah kafe di Tel Aviv, seperti yang dikutip The Guardian, Minggu (22/8).

"Itu benar-benar mengejutkan saya. Ada sebuah grafiti yang berbunyi, 'akhiri pendudukan', dan saya merasa, OK, sekarang saya bisa berbicara tentang apa yang saya telah saya saksikan," sambung Michelzon.

Michelzon menjadi satu dari beberapa mantan tentara perempuan Israel yang telah berbicara blak-blakan tentang pengalaman militer mereka, sebuah gerakan yang kemudian membuat mereka dituduh pengkhianat dan tidak loyal.

Sulit dibayangkan betapa besar pengaruh dari pengakuan mereka, tetapi mereka telah memberikan gambaran alternatif dari apa yang sering digembar-gemborkan oleh IDF sebagai 'tentara yang paling bermoral di muka bumi'.

Keprihatinan terhadap budaya tentara Israel mulai meningkat sejak minggu lalu setelah sebuah foto di Facebook menggambarkan seorang tentara perempuan Israel berpose membelakangi tahanan Palestina yang duduk dengan tangan terikat dan mata ditutup.

Foto itu mengingatkan pada skandal Abu Ghraib di Irak. Tetapi, Eden Abergil, tentara perempuan di foto itu yang kini tidak aktif di militer, justru mengatakan tidak mengerti apa yang salah dari foto yang digambarkan sebagai 'buruk dan tidak berperasaan' oleh IDF.

Israel memang mengharuskan perempuan yang berusia 18 tahun untuk selama dua tahun mengikuti wajib militer.

Pengalaman itu bisa menjadi sangat tidak manusiawi bagi sepuluh persen dari mereka yang bertugas di wilayah pendudukan Israel. Contohnya Michelzon.

"Saya meninggalkan militer sambil membawa bom yang terus berdetak di perut saya. Saya merasa telah melihat halaman belakang Israel. Saya melihat sesuatu yang tidak pernah dibicarakan orang, Itu hampir seperti saya telah mengetahui rahasia yang kotor dari sebuah negara dan saya harus membukanya," tegas Michelzon.

Michelzon yang kini berusia 29 tahun mulai menjalani wajin militer pada September 2000, tepat ketika intifada kedua pecah.

"Saya bergabung dengan militer dengan pandangan yang idealis, saya sangat ingin berbakti untuk negara saya," Michelzon berkisah.

Ia ditempatkan di Erez, daerah perlintasan Israel dengan Jalur Gaza, di dalam ruangan kendali radio.

"Sangat banyak ketegangan, banyak tembakan, dan bom bunuh diri. Sedikit demi sedikit saya memahami aturan main, Anda harus membuat orang Arab susah, itu adalah tugas utama, karena mereka adalah musuh," Michelzon meneruskan kisahnya.

Michelzon lalu bercerita tentang contoh kegiatan rutin di pos tempatnya berjaga, tentang seorang perempuan Palestina yang ingin menyebrang. Michelzon lalu melapor pada atasannya, meminta izin untuk membiarkan perempuan itu melintas.

Alih-alih memberi izin, atasannya malah menyuruhnya membuat perempuan itu menunggu selama berjam-jam.

"Saya merasa kesepian dalam angkatan bersenjata. Saya tidak bisa berbicara tentang hal-hal yang saya pikir salah. Saya tidak memiliki pandangan yang kuat tetapi saya tidak merasa nyaman tentang pembicaraan itu, tentang tentara yang memukul orang Arab dan tertawa," Michelzon berbicara getir.

"Saya kira semua orang normal dan hanya saya yang tidak. Saya merasa asing," tukas Michelzon.

Memasuki Juni 2002, di akhir masa tugasnya, Michelzon mengatakan ia merasa ingin lari dan kabur ke India.

"Saya mengatasi masa-masa berat sedikit demi sedikit," ia kembali bertutur.

Ketika kembali melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, ia harus menjalani terapi selama dua tahun, masa ketika ia mulai berpikir untuk membuka semuanya.

Ia juga bergabung ke 'Breaking the Silence', sebuah organisasi beranggotakan mantan tentara yang mempublikasikan berbagai pengakuan dari mantan tentara tentang kehidupan di wilayah pendudukan untuk mendorong perdebatan tentang 'harga moral' dari pendudukan itu.

Michelzon memberikan bukti kepada kelompok itu dan dua tahun lalu bukti itu muncul dalam sebuah tayangan dokumenter berjudul, 'To See If I'm Smiling'.Film itu menceritakan pengalaman seorang perempuan muda yang bertugas di militer.

Film itu kemudian dikritik oleh banyak pihak. Kelompok 'kiri' fokus pada "hal-hal buruk yang kita lakukan dan bukan pada fakta bahwa kita ingin sebuah diskusi. Kami ingin menempatkan sebuah cermin dan mengatakan kepada publik Israel untuk menatap mata mereka sendiri."

"Mereka dari kelompok 'kanan' malah mengatakan, 'mengapa Anda melakukan ini pada rakyat Anda sendiri? Apakah Anda membenci Negara Anda sendiri? Tetapi saya melakukannya karena saya mencintai negara saya. Kami harus berjuang untuk mengatakan kami ingin berbicara tentang situasi politik," ucap Michelzon.

Sementara itu dampaknya psikologis pada para perempuan yang mengikuti wajib militer tidak terelakkan terutama mereka yang bertugas di kawasan pendudukan.

"Jika Anda ingin bertahan sebagai perempuan di angkatan bersenjata, Anda harus menjadi 'kelaki-lakian'. Tidak ada ruang untuk perasaan. Itu seperti persaingan untuk melihat siapa yang paling tangguh. Pada banyak kesempatan perempuan sering berusaha lebih agresif dari laki-laki," ungkap Michelzon.

Tidak hanya Michelzon, seorang perempuan mantan tentara yang bertugas di Hebron, sebuah kota di Tepi Barat, pada 2001 sampai 2002 juga punya kisah yang sama.

Dana Golan, bertugas di Hebron bersama 25 perempuan lainnya, menjadi bagian kecil dari 300 prajurit laki-laki.

"Jika saya menunjukan kecemasan, itu akan dianggap sebagai kelemahan," aku Golan.

Perempuan berusia 27 tahun itu mengatakan masa paling menggoncangkan ketika berdinas di militer adalah ketika mereka melakukan razia senjata di perumahan Palestina.

Sebuah keluarga dibangunkan pada pukul dua dini hari oleh para tentara yang terus menggeledah rumah mereka.

Tidak ada senjata yang ditemukan. Anak-anak yang masih kecil sangat ketakutan.

"Saya pikir, apa yang akan saya rasakan jika saya menjadi anak berusia empat tahun itu? Bagaimana saya akan bertumbuh? Pada saat itu yang tampak bagi saya bahwa terkadang yang kami kerjakan hanya menimbulkan korban. Untuk jadi penjajah yang baik, kami harus menciptakan konflik," Golan mengenang kejadian itu.

Dalam peristiwa berbeda ia menyaksikan para tentara Israel mencuri dari toko elektronik Palestina. Ia mencoba melaporkannya tetapi ia mendapat jawaban menyakitkan.
"Ada hal-hal yang tidak boleh saya campuri," keluh Golan.

Tentara Israel juga pernah mempermalukan orang-orang tua Palestina di jalanan.

"Saya berandai-berandai bagaimana jika mereka adalah orang tua atau kakek nenek saya," Golan mengingat-ingat.

"Kami bertumbuh di tengah kepercayaan bahwa IDF adalah tentara yang paling bermoral di dunia. Siapa pun tahu setiap orang berdinas di angkatan bersenjata. Kini ketika saya berbicara tentang tindakan tidak bermoral, saya mungkin berbicara tentang saudari atau anak perempuan Anda. Mereka tidak mau mendengar," papar Golan.

IDF sendiri bangga bahwa 90 persen dari anggotanya terbuka untuk perempuan dan laki-laki.

"Melayani sebuah unit angkatan bersenjata tempat Anda selalu berhubungan dengan orang yang mungkin saja mencelakai Anda sungguh tidak mudah, Anda harus tangguh," kata Kapten Arye Shalicar, juru bicara militer.

"Itu bukan saja hal yang terjadi pada perempuan, berlaku untuk semua orang. Akhirnya, sebuah unit tempur adalah sebuah unit tempur. Kadang sesuatu terjadi dan tidak semua tindakan benar 100 persen," Shalicar melanjutkan.

Angkatan bersenjata menurutnya punya prosedur untuk melaporkan tindakan yang salah dan setiap tentara wajib mengikutinya.

Baik Michelzon dan Golan sama sekali tidak menyesal karena telah berbicara terbuka.

"Selama dua tahun saya melihat orang menderita dan saya tidak melakukan apa-apa, itu sungguh menakutkan," kata Michelzon.

"Pada akhirnya, rasanya seperti angkatan bersenjata telah mengkhianati saya, mereka memanfaatkan saya. Saya tidak bisa mengenali diri saya sendiri," kesah Michelzon.

"Apa yang kami sebut melindungi negara kami ternyata adalah menghancurkan kehidupan," pungkas Michelzon.

Sumber: ANTARA


Selasa, 17 Agustus 2010

Israel Permalukan Tawanan Palestina di Facebook

0

INILAH.COM, Jakarta- Militer Israel kembali membuat ulah di Facebook, di mana seorang mantan anggotanya menaruh foto diri beserta tawanan Palestina yang matanya tertutup.

Seperti dikutip dari Telegraph, foto ini menampilkan perempuan itu bersilang kaki dan tersenyum dengan latar belakang beberapa tawanan yang tertutup matanya. Hal tersebut mengingatkan kita pada strata tentara Israel yang memiliki kontrol penuh atas masyarakat Palestina di kawasan Tepi Barat.

Tentara Israel memang sering ‘berulah’ di media sosial seperti Facebook dan YouTube. Beberapa waktu lalu, sekelompok prajurit telah ditegur karena menampilkan koreografi tarian saat melakukan patroli di kota Hebron, Palestina. Tindakan ini mereka rekam dan di-posting di YouTube.

Juru bicara pemerintah Palestina Ghassan Khatib mengecam foto itu dan mengatakan mereka sangat sedih melihat bagaimana 43 tahun keberadaan Israel di Palestina telah begitu berpengaruh terhadap sikap tentara Israel.

“Ini menunjukkan mentalitas mereka,” kata Khatib.

“Mereka sangat bangga menghina Palestina. Mereka begitu tidak adil, tidak bermoral dan korupsi. Ini ditunjukkan dalam foto tersebut.”

Di sisi lain, militer Israel juga mengecam foto perempuan muda yang bernama Eden Aberjil –sesuai nama akun Facebook- yang berada di kota pelabuhan Ashdod, selatan Israel.

“Ini adalah foto yang memalukan,” kata Kapten Barak Raz, juru bicara militer Israel.

“Gambar tersebut menunjukkan masalah keamanan informasi, serta pelanggaran serius atas moral dan kode etik prajurit. Mereka seharusnya melayani publik saat bekerja. Saya yakin perempuan ini akan disidang dalam mahkamah militer.”

Namun, belum jelas apakah pihak militer dapat menghukum Aberjil karena ia telah selesai melaksanakan wajib militer.

Gambar tersebut mengingatkan kita pada gambar yang diambil tentara Amerika di penjara Abu Ghraib, Irak, pada tahun 2003. Gambar itu menampilkan tentara Irak yang telanjang, dipermalukan dan menyedihkan.

Masyarakat Palestina yang ditangkap akan diborgol dan ditutup matanya oleh tentara Israel agar tidak melarikan diri.

Sumber: INILAH


Kamis, 12 Agustus 2010

Tentara Israel Diperintah Hormati Ramadan

0

VIVAnews - Tentara Israel yang berjaga di Tepi Barat diminta menahan diri dari makan, minum dan merokok di depan umum terutama di perbatasan dengan Palestina selama Ramadan. Mereka diminta "menunjukkan pengertian dan penghormatan yang tinggi" kepada warga Muslim yang berpuasa mulai Rabu, 11 Agustus 2010 ini.

Seperti dilansir the Jerusalem Post, tentara Israel juga dibekali dengan jadwal dan tradisi Ramadan. Pemerintahan Israel akan berkoordinasi dengan otoritas keagamaan Palestina mengenai jadwal sembahyang dan kegiataan keagamaan.

Selama Ramadan dan Lebaran nanti, Israel memperpanjang jam kerja sampai tengah malam di Jalama dan Rehan yang melintas Jenin, Beit Mishpat melintas ke Ramallah dan Rachel melintas ke Bethlehem. Keluarga Palestina bisa mengunjungi saudara di Israel sepanjang Ramadan. Juga ada 200 izin diberikan kepada warga negara Arab untuk masuk ke Judea dan Samaria karena alasan kemanusiaan.

Namun perintah ini dikecam Komite Warga Samaria. Tentara Israel dinilai lebih memperhatikan Islam daripada Yudaisme. "Apakah Menteri Pertahanan namanya Ehud Barak atau Ahmed Barak?" mereka bertanya, sinis

Akses ke Aqsa

Namun di tengah perubahan sikap tentara Israel ini, di saat yang sama akses ke Masjidil Aqsa dibatasi. Arabnews.com melansir, warga Palestina yang hendak salat Jumat di Masjidil Aqsa, salah satu tempat suci Islam, dibatasi selama Ramadan.

Di Jerusalem, hanya laki-laki Palestina berumur di atas 50 tahun dan perempuan di atas 45 tahun bisa bebas masuk ke Masjidil Aqsa. Pria berusia 45-50 tahun dan wanita berusia 30-45 tahun juga bisa dengan izin khusus.

Namun warga Arab Palestina yang tinggal di Jerusalem Timur yang masuk Israel tidak dibatasi masuk ke kawasan yang pernah menjadi tempat kebangkitan perjuangan Palestina di tahun 2000 itu. Sejak itu, warga Tepi Barat sulit sekali memasuki Jerusalem.

Sumber: VIVA NEWS


Rabu, 30 Juni 2010

Israel Protes Pernyataan Patrialis Soal Aksi Teror

0

Jakarta - Menkum HAM Patrialis Akbar diprotes pemerintah Israel. Patrialis dalam wawancara dengan Al Jazeera mengatakan mendukung aksi bom asal ditujukan untuk Israel.

Wawancara khusus dengan Al Jazeera ini ditayangkan pada Kamis (24/6/2010). Kepada Al Jazeera, Patrialis mengatakan pemerintah terus melakukan program deradikalisasi terhadap anggota Jamaah Islamiyah.

"Kalau ada yang marah dengan Israel jangan membom di sini tapi di Israel. Kalau perlu kita kasih senjata, kita kasih uang, keluarganya kita jaga. Itu lebih bagus daripada menyerang di Indonesia dan membunuh orang tak berdosa," kata Patrialis.

Namun Patrialis buru-buru meluruskan bukan artinya dia mendukung kekerasan. "Tentu bukan dengan kekerasan, tapi datang kesana dan membantu proses perdamaian," kata Patrialis.

Pernyataan ini membuat berang Israel. Pejabat Kemlu Israel Yigal Palmor kepada Al Jazeera mengatakan ucapan Patrialis ilegal.

"Adalah imoral dan ilegal untuk mendukung aksi teroris di negara lain. Dia harus lebih berhati-hati dengan ucapannya," kata Palmor.

Sementara Jubir Presiden Dino Patti Djalal, juga kepada Al Jazeera, mengatakan ucapan Patrialis bukanlah cermin kebijakan pemerintah Indonesia untuk mendukung aksi teror. Namun Patrialis hanya menangkap perasaan masyarakat Indonesia yang marah dan kecewa terhadap kekerasan yang dilakukan Israel termasuk kepada sejumlah relawan Indonesia di kapal Mavi Marmara.

"Masyarakat Indonesia marah atas aksi Israel terhadap Flotilla yang juga melukai beberapa relawan Indonesia. Dia (Menkum HAM) hanya mengekspresikan perasaan masyarakat dengan cara dia," tutupnya.

Sumber: DETIK NEWS


Rusia Kirim 50 Kendaraan Lapis Baja ke Palestina

0

kendaraan lapis baja rusia (foto: letustalk.files.wordpress.com)

Moskow, (tvOne)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengungkapkan kabar kontroversial, Selasa (29/6). Ia menyatakan, Palestina akan segera menerima 50 kendaraan lapis baja buatan Rusia. Puluhan kendaraan lapis baja tersebut kini telah tiba di Yordania.

"Kami telah mengirimkan kepada Palestina 50 kendaraan lapis baja yang telah tiba di Yordania. Kami harap dapat segera sampai di sini dalam beberapa hari mendatang," katanya kepada wartawan di Tepi Barat, menurut seorang penerjemah bahasa Arab.

Lavrov berbicara setelah melakukan pertemuan dengan pemimpin Palestina yang didukung barat, Mahmud Abbas dalam satu kunjungan resmi ke kawasan itu. Ia juga bertemu dengan menteri luar negeri Israel dalam lawatan itu.

Menteri Pertahanan Israel dan militer tidak mau segera memberikan komentar mengenai pernyataan Lavrov.

Pada 2008, Israel telah mengeluarkan persyaratan dari pengapalan kendaraan lapis baja itu, yang akan dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, namun pengiriman kendaraan lapis baja itu telah beberapa kali ditunda.

Kendaraan lapis baja itu akan tiba dalam dua kali pengapalan, masing-masing 25 unit, namun Israel memiliki hak untuk memveto pengapalan kedua jika Israel mengkhawatirkan kendaraan lapis baja itu akan jatuh ke tangan para gerilyawan.

Sumber: TV ONE


Senin, 14 Juni 2010

Jerman Tangkap Agen Mossad

0


Warga Palestina pendukung kelompok Hamas, dalam foto bertanggal 26 Februari 2010 ini, memperlihatkan gambar-gambar Mahmud al-Mabhuh yang dibunuh Mossad, agen intelijen Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan tuduhan menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza.


Kairo, Kompas - Pejabat Jerman, Sabtu (12/6), mengungkapkan, aparat Polandia telah menangkap seseorang yang diduga agen Dinas Intelijen Luar Negeri Israel (Mossad). Penangkapan itu terkait dengan pembunuhan tokoh Hamas, Mahmud Abdel Rauf al-Mabhuh (50), akhir Januari lalu di Dubai, Uni Emirat Arab.

Majalah Jerman Der Spiegel mengungkapkan, orang yang ditangkap itu bernama Uri Brodsky.

Al Mabhuh yang lahir di Jalur Gaza dan hidup di Suriah sejak tahun 1989 dituduh Israel sebagai salah seorang penanggung jawab penyelundupan senjata dari Iran ke Jalur Gaza.

Aparat kepolisian Dubai menuduh Mossad terlibat pembunuhan tokoh Hamas itu, dan mengajukan 26 nama warga Israel tersangka pembunuh tersebut.

Kepolisian Dubai mengatakan, para anggota tim pembunuh tokoh Hamas itu menggunakan paspor palsu berbagai negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Irlandia, Perancis, dan Australia.

Kepala Kepolisian Dubai Dahi Halfan Tamim pada 15 Februari lalu mengatakan, identitas dan gerak-gerik tim pembunuh Al Mabhuh berhasil diketahui dalam waktu sangat cepat, kurang dari 24 jam, berkat rekaman kamera CCTV yang tersebar di seantero kota Dubai.

Israel tidak membenarkan atau membantah tuduhan Dubai.

Pemalsu paspor

Inggris dan Australia telah mengusir sejumlah diplomat Israel yang diduga terlibat pemalsuan paspor negara itu. Jerman juga menyampaikan kemarahan terhadap Israel karena tindakan Mossad memalsukan paspor Jerman. Kejaksaan Jerman mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Brodsky yang diduga memalsukan paspor Jerman itu.

Penangkapan dilakukan di Polandia, awal Juni ini, atas perintah kejaksaan Jerman. ”Seseorang telah berhasil ditangkap di Warsawa,” ungkap jubir kejaksaan Jerman itu.

Departemen Luar Negeri Israel juga mengakui bahwa seorang warga Israel telah ditangkap di Polandia dan kini sedang mendapat bantuan dari Kedutaan Israel di Warsawa.

Tertangkapnya Brodsky itu kini menyebabkan hubungan diplomatik Jerman-Israel kembali krusial. Israel meminta Polandia tidak menyerahkan Brodsky ke Jerman.

Keluarga Al Mabhuh, seperti dikutip situs televisi Aljazeera, menyampaikan rasa gembira atas tertangkapnya salah satu pelaku pembunuhan Al Mabhuh. Mereka meminta Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) segera bergerak meminta Brodsky diserahkan kepada UEA untuk diadili.

Menurut Der Spiegel, polisi perbatasan Polandia, awal Juni lalu, telah menangkap seseorang di bandara udara yang mencoba masuk dengan paspor bernama Uri Brodsky.

Der Spiegel mengungkapkan, Brodsky yang berwarga negara Israel diduga terlibat penyiapan logistik untuk operasi pembunuhan Al Mabhuh di Dubai.

Majalah terkemuka Jerman itu menjelaskan, Pemerintah Jerman terakhir ini telah meminta Interpol untuk mencari dan menangkap Brodsky karena diduga beroperasi di Jerman untuk Mossad.

Menurut para penyidik Jerman, Brodsky ditemani agen Mossad lain yang diduga pernah mengajukan permintaan pengeluaran paspor Jerman pada tahun 2009 atas nama penduduk kota Cologne, Jerman, dengan nama Michael Bodenheimer.

Seseorang dengan nama Michael Bodenheimer itu diduga juga masuk Dubai dan meninggalkan kota itu segera setelah pelaksanaan pembunuhan Al Mabhuh.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 13 Juni 2010

Dua Kapal Iran Siap Berangkat ke Gaza

0


TEHERAN--MI: Seorang pejabat Bulan Sabit Merah Iran, Minggu (13/6), mengatakan dua kapal yang ditangani kelompok kemanusiaan itu siap dan menunggu persetujuan kementerian luar negeri untuk bertolak ke Gaza.

"Kami siap tetapi masih menunggu izin kementerian luar negeri bagi kondisi politik, militer dan keamanan di kawasan itu," kata Mojtaba Majd, pejabat senior Bulan Sabit Merah yang dikutip kantor berita Mehr.

Secara terpisah Bulan Sabit Merah mengatakan kedua kapal itu, satu mengangkut bahan makanan dan obat-obatan diperkirakan akan bertolak pekan ini.

Majd mengatakan lebih dari 100.000 warga Iran telah mendaftarkan diri untuk ikut ke Gaza sebagai relawan pada kapal kedua, tetapi menambahkan hanya mereka yang memiliki keahlian akan dikirim ke wilayah Palestina itu.

Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, Senin, pihaknya akan mengirim tiga kapal ke Gaza, dua di antaranya Jumat dan satu setelah hari itu, dalam apa yang dianggapnya satu usaha untuk mematahkan blokade yang diberlakukan Israel terhadap wilayah itu.

Organisasi kemanusiaan itu mengatakan pihaknya juga akan mengirim sebuah pesawat yang mengangkut 30 ton peralatan medis ke Mesir untuk dikirim ke Gaza.

Bulan Sabit Merah Iran itu sebelumnya mengirim satu kapal yang mengangkut bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza Desember 2008 tetapi dilarang memasuki wilayah itu oleh angkatan laut Israel.

Keputusan Iran untuk mengirim bantuan baru itu dibuat setelah pasukan komando Israel menyerang satu armada yang mengangkut bantuan dan para akti visi pro Palestina yang menewsskan 19 orang, sembilan diantaranya warga Turki yang memicu kecaman dunia dan kalangan politik di Teheran

Permusuhan antara Iran dan Israel memburuk dibawah pemerintah Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dengan para komandan penting Iran berulang-ulang menyatakan Teheran memiliki rudal-rudal yang dapat mencapai sasaran Israel.

Sebaliknya, Israel yang adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang diperkirakan memiliki senjata nuklir, menolak mengessmpingan melakukan aksi militer terhadap Iran untuk mencegah negara itu memiliki senjata-senjata nuklir.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 12 Juni 2010

Israel Terima Penyelidikan Internasional

0


WASHINGTON, KOMPAS.com — Para pejabat Israel, Jumat (11/6/2010), mengatakan, mereka akan menerima partisipasi internasional dalam penyelidikannya terhadap serbuan ke kapal Turki yang menuju Gaza, 31 Mei lalu.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), Michael Oren, mengatakan, negaranya akan mengumumkan dalam beberapa hari mendatang komposisi komisi itu yang dibentuk untuk memeriksa apa yang terjadi di dalam kapal yang mencoba membawa bantuan ke Gaza itu. Para pejabat Israel, yang tak mau disebut jati dirinya karena sensitivitas diplomatik masalah itu, mengatakan kepada CNN bahwa akan ada partisipasi internasional dalam penyelidikan tersebut, tetapi tidak dapat mengonfirmasikan spekulasi bahwa AS akan menjadi bagian dari penyelidikan.

AS terus berbicara dengan Israel tentang kemungkinan partisipasi AS, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, PJ Crowley, kepada wartawan, Jumat. Ketika ditanya apakah AS akan mendukung sebuah resolusi PBB yang menyerukan penyelidikan yang dipimpin PBB, Crowley mengatakan, "Kami tidak mengetahui adanya resolusi yang akan diperkenalkan di PBB minggu depan."

Sejumlah negara telah mendesak agar Israel mengizinkan PBB untuk menyelidiki kasus itu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Kamis di Washington, menyerukan sebuah komisi penyelidikan internasional dengan mengatakan, "Israel tidak bisa menyelidiki dirinya sendiri."

Crowley mengatakan, Washington mendukung penyelidikan yang dipimpin Israel, tetapi juga terbuka dan berdiskusi dengan Israel tentang potensi di mana masyarakat internasional dapat berpartisipasi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri itu mengatakan, "AS percaya ini harus tidak memihak, harus kredibel, dan partisipasi internasional dalam beberapa cara dapat meningkatkan hasilnya dan dukungan bagi penyelidikan itu."

Dalam sebuah pidato pada hari Jumat di Washington, Duta Besar Israel mengatakan, Israel telah terlibat dalam diskusi serius dengan AS, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dua anggota Kuartet "Timur Tengah" lainnya, yaitu Uni Eropa dan Rusia, tentang cara untuk memberikan lebih banyak bantuan bagi warga sipil di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas, yang dianggap AS dan Israel sebagai sebuah organisasi teroris. Setiap pemberian bantuan, kata Oren, juga harus menyediakan cara untuk menjamin keamanan Israel dari senjata yang mungkin diselundupkan ke Gaza.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 10 Juni 2010

Israel Ajukan Syarat Pembukaan Blokade

0


Sejumlah warga Palestina yang hendak menuju Mesir menunggu para polisi Hamas memeriksa paspor di gerbang Rafah, Jalur Gaza, Selasa (8/6). Pada hari Rabu, Israel juga mengizinkan masuk makanan dan minuman ke Jalur Gaza.


JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel tidak akan mencabut blokade atas Jalur Gaza jika Hamas tidak mengizinkan Palang Merah mengunjungi seorang tentara Israel yang ditangkap tahun 2006.

"Kami harus berkata jelas bahwa syarat minimal untuk mencabut blokade adalah Palang Merah diizinkan untuk mengunjungi secara teratur Gilad Shalit," kata Avigdorn Lieberman, menteri militer Israel, Kamis (10/6), dalam pernyataannya, merujuk ke seorang prajurit 23 tahun yang ditahan Hamas. "Sepanjang syarat ini tidak dipenuhi, tidak ada alasan untuk mengubah situasi," katanya.

Hamas dengan cepat menolak syarat itu dengan mengatakan, "Pengaitan nasib Shalit dengan blokade merupakan suatu upaya menyesatkan dan menutupi upaya-upaya internasional untuk memecahkan pengepungan itu." Hamas mengatakan, pihaknya hanya akan membebaskan Shalit untuk ditukar dengan ratusan tawanan Palestina yang disekap di Israel, termasuk beberapa pemimpin politik dan gerilyawan terkemuka yang bertanggungjawab atas sejumlah serangan mematikan.

Israel kini menghadapi kecaman internasional berkaitan dengan blokade atas wilayah Palestina itu, yang menutup semua pasokan barang-barang kebutuhan pokok, dan serangan mematikan terhadap armada kapal bantuan kemanusiaan pada 31 Mei lalu.

Penutupan Jalur Gaza pertama dilakukan ketika Shalit ditangkap Hamas dan kelompok gerilyawan lain dalam serangan lintas perbatasan pada Juni 2006, dan memperketat sanksi-sanksi itu ketika Hamas memegang kekuasaan di Gaza tahun lalu. Israel mengatakan, penutupan diperlukan untuk menahan Hamas - yang berikrar untuk menghancurkan Israel - dan mendesak pembebasan Shalit.

Sumber: KOMPAS


Senin, 07 Juni 2010

Iran Siapkan Garda Revolusi

0


TEHERAN, KOMPAS.com — Pasukan elite Iran, Garda Revolusi, siap untuk memberikan kawalan militer bagi kapal barang yang berupaya memecahkan blokade Israel terhadap Gaza, seorang wakil pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Minggu (6/6/2010).

"Pasukan angkatan laut Garda Revolusi telah siap sepenuhnya untuk mengawal konvoi perdamaian dan pembebasan ke Gaza dengan semua kekuatan dan kemampuannya," tegas Ali Shirazi, wakil Khamenei di Garda Revolusi, seperti dikutip oleh kantor berita setengah resmi Mehr.

Campur tangan oleh militer Iran akan dianggap sangat provokatif oleh Israel yang menuduh Iran memasok senjata ke Hamas, gerakan Islam yang memerintah Gaza.

Iran tidak mengakui Israel, dan Presiden Mahmoud Ahmadinejad sering memprediksi kematian negara itu dalam waktu dekat.

Senin lalu tentara Israel membunuh sembilan aktivis di atas sebuah kapal dalam konvoi yang berusaha untuk mengirim bantuan ke Gaza, kejadian yang memicu kebencian internasional, khususnya di negara-negara Muslim.

Kapal lainnya berlayar Sabtu dan para aktivis pro-Palestina berjanji lagi ketika mereka menantang blokade yang diterapkan Israel terhadap Gaza empat tahun lalu dengan tujuan, katanya, untuk menghentikan senjata mencapai Hamas.

Shirazi menyatakan, Iran akan mendorong lagi upaya internasional untuk menghentikan blokade itu. "Kami akan membuka musuh kami pada aksi global secara spontan dan tidak akan membiarkan mereka mencapai tujuan keji mereka."

PM Benjamin Netanyahu, sementara itu, mengatakan, Israel akan terus mencegah kapal mencapai pantai dan pembangunan "pelabuhan Iran di Gaza", merujuk pada dukungan Iran kepada Hamas.

Garda Revolusi, dengan angkatan laut, angkatan udara, dan struktur komando terpisah dari pasukan bersenjata reguler, dianggap sangat setia pada pemimpin tertinggi. "Jika pemimpin tertinggi mengeluarkan perintah untuk ini, pasukan angkatan laut Garda Revolusi akan melakukan semampunya untuk mengamankan (konvoi) kapal itu," kata Shirazi. "Tugas Iran untuk membela rakyat Gaza yang tak bersalah."

Israel dan sekutunya, AS, telah menolak untuk mengesampingkan aksi militer terhadap Iran untuk mencegahnya memperoleh kemampuan senjata nuklir—sesuatu yang Israel anggap sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

Menurut Teheran, program nuklirnya untuk pembangkitan energi dan tujuan medis, dan musuh-musuh bersenjata nuklirnya munafik karena berupaya merintangi kemajuan teknologinya.

Sumber: KOMPAS


Senin, 31 Mei 2010

Detik-detik Penyerangan Israel ke Misi Gaza

0

Gas air mata ditembakkan, Israel menyerbu ruang media dan memaksa komunikasi diputus.

VIVAnews - Angkatan Laut Israel menembaki konvoi kapal kemanusiaan, Freedom Flotilla yang sedang menuju Jalur Gaza. Setidaknya, dua orang tewas dan 50 lainnya luka-luka dalam penyerangan Senin 31 Mei 2010 pagi.

Seperti dimuat laman Press IV Iran, serangan dilancarkan Israel pasca Israel mencoba menghalangi kapal agar tak sampai ke Gaza. Konvoi ini membawa 10.000 suplai kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. Juga membawa ratusan politisi, aktivis, relawan, dan jurnalis.

Laman berita, Al Jazeera memberitakan, Angkatan Laut Israel mengontak kapten kapal pada Sabtu 29 Mei 2010 pukul 11.00 waktu setempat -- mereka menanyakan identitas kapten kapal dan ke mana kapal menuju.

Beberapa saat kemudian, dua kapal Angkatan Laut Israel mengapit kapal tersebut. Tak hanya itu, sebuah helikopter Israel terbang rendah mengawasi kapal.

Sekitar 8 menit yang lalu tentara Israel memasuki Kapal Mavi Marmara dari helikopter, sementara boat Israel mengelilingi kapal tersebut.

Tentara Israel lalu menghujani kapal dengan gas air mata, bahkan memasuki ruang media dan memaksa para jurnalis mematikan komunikasi.

"Israel masuk kapal, siap-siap komunikasi putus...update terakhir: dua orang mati syahid, 30 luka-luka ditembak dari helikopter Israel," seperti dimuat laman Sahabat Al Aqsa dalam Twitter.

Sumber: VIVANEWS


Kapal Misi Kemanusiaan RI Ditembaki Israel

0

Tiga orang tewas akibat diberondong tembakan dari sebuah helikopter Israel.

VIVAnews - Kapal kemanusiaan Mavi Marmara yang membawa misi kemanusiaan Indonesia dan jurnalis tvOne ditembaki helikopter Israel di perairan Gaza, Palestina.

Tiga orang dikabarkan tvOne meninggal dan 30-an lainnya luka-luka. Peristiwa terjadi Senin 31 Mei 2010.

Di dalam kapal ini terdapat aktivis Mer-C Indonesia yang membawa misi kemanusiaan. Juga ada jurnalis tvOne yang melakukan liputan di atas kapal ini.

Mer-C atau Medical Emergency Rescue Committee adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis.

Relawan MER-C Indonesia yang ikut dalam misi ke Gaza adalah Nur Fitri Moeslim Taher selaku ketua tim dengan anggota dr Arief Rachman, Abdillah Onim, Nur Ikhwan Abadi, dan Muhammad Yasin. Mereka ikut rombongan misi "Flotilla to Gaza" (kebebasan untuk Gaza) tahun 2010 bersama berbagai elemen dan pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia dari 50 negara yang masuk Gaza pada tanggal 25 Mei 2010.

Sukarelawan dari 50 negara yang ikut misi ini ada di bawah koordinasi Insani Yardim Vakfi, Turki. Misinya menghentikan blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan hampir 4 tahun ini, serta memakan korban ribuan jiwa. Kapal ini juga membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan.

Israel mengancam akan mengebom kapal-kapal yang mengangkut misi kemanusiaan untuk warga di jalur Gaza.

Sumber: VIVANEWS


Dukungan Indonesia Perkuat Kemerdekaan Palestina

0


JAKARTA--MI: Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menegaskan dukungan rakyat Indonesia bisa memperkuat kemerdekaan Palestina selain berbagai bantuan sosial kemanusiaan yang selama ini telah diberikan secara konsisten.

"Di samping bantuan kemanusiaan, Indonesia bisa memberi ilham urgensi persatuan nasional untuk mencapai merdeka. Jika bangsa Palestina masih terpecah-pecah, kemerdekaan sulit tercapai," kata Mensos melalui pernyataan yang dikeluarkan Pusat Media Kementerian Sosial, Senin (31/5).

Menurut Mensos yang tidak sempat menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk ke Provinsi Sulawesi Utara (29-31/5), pihaknya juga menepis isu pemindahan lokasi pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia dari Gaza ke Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa RS Indonesia di Gaza itu simbol dukungan internasional sehingga Israel tak bisa berbuat sewenang-wenang untuk menghalangi dan merusaknya.

"Dunia akan marah jika fasilitas medis yang dibutuhkan rakyat tetap dipersulit. Palestina juga butuh perindungan terhadap lanjut usia (lansia), janda, anak-anak, dan warga sipil tak bersenjata agar tidak jadi korban kekerasan," katanya.

Mensos juga menegaskan bahwa hingga saat ini banyak pelanggaran Israel terhadap konvensi internasional. Pada konferensi pers bersama seusai pertemuan bilateral Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/5), dinyatakan Indonesia akan mendirikan RS di Jalur Gaza senilai Rp20 miliar untuk menambah fasilitas kesehatan yang ada di kawasan tersebut.

Presiden Yudhoyono menyatakan Indonesia siap memberikan bantuan kemanusiaan dalam bentuk apa pun kepada Palestina jika dibutuhkan. "Kita juga akan mendirikan rumah sakit di Gaza senilai Rp20 miliar dengan harapan bisa menambah fasilitas di Gaza," ujarnya.

Indonesia, lanjut dia, juga siap melanjutkan kontribusi pembangunan kapasitas untuk berdirinya negara Palestina merdeka seperti yang selama ini dilakukan melalui forum negara-negara Asia Afrika. "Saya juga sampaikan bahwa Indonesia siap untuk menjadi bagian dari proses perdamaian sesuai peran yang tepat dan dikehendaki oleh pemimpin Palestina," kata Presiden.

Sumber: Media Indonesia


Sabtu, 29 Mei 2010

Armada Bantuan Gaza Tertunda

0


Kapal bantuan kemanusian yang menuju Jalur Gaza untuk menentang blokade Israel atas wilayah itu.


KOMPAS.com — Sebuah armada bantuan kemanusiaan yang dijadwalkan berlayar ke Gaza, Jumat (28/5/2010), guna menentang embargo Israel tertunda sehari karena masalah teknis dan ketakutan Israel mungkin akan menahan salah satu kapal.

"Kami tidak akan berangkat hingga Sabtu, tetapi kapal-kapal ini masih terus berlayar," kata Audrey Bomse dari Free Gaza Movement yang mengorgasasikan armada multinasional yang berkumpul di Siprus. Semula dijadwalkan kapal-kapal bantuan itu akan mencapai perairan Gaza Sabtu ini.

"Kami telah mengubah koordinat dua kali karena ada laporan Israel mengancam untuk menangkap kapal Turki sehingga kami memutuskan menunda sampai semua kapal bergabung," tambahnya.

"Hal ini telah menunda segala sesuatunya sehari karena perubahan koordinat membutuhkan waktu. Juga ada kesulitan teknis dengan salah satu kapal sehingga kami harus memindahkan penumpang dari kapal itu ke satu kapal Turki," kata Bomse.

Ratusan aktivis menyiapkan langkah akhir dari usaha mereka untuk menerobos embargo atas Jalur Gaza, sebuah upaya yang akan mati-matian akan digagalkan Israel, karena masing-masing pihak menuduh yang lain melanggar hukum internasional.

Dua kapal kargo dan lima kapal kecil berisi ribuan ton persediaan dan ratusan penumpang menuju titik pertemuan di Siprus di mana mereka berencana menyatu sebelum berangkat bersama ke Gaza. Panitia mengatakan, kapal kedelapan, Rachel Corrie dari Irlandia, tertinggal dan akan berjalan menuju Gaza secara terpisah.

Kapal-kapal itu akan bertemu di perairan internasional. "Pemerintah Siprus tidak ingin kami berangkat dari Siprus. Saya hanya bisa berasumsi bahwa mereka mendapat tekanan," kata Bomse. Namun, seorang pejabat Siprus mengatakan bahwa Nicosia belum menerima permintaan resmi dari Otoritas Palestina tentang bantuan kemanusiaan itu.

Menteri Komunikasi Siprus Erato Kozakou-Marcoullis membantah bahwa keputusan yang melarang armada itu untuk berlayar dari Siprus karena tekanan Israel. "Ini keputusan yang dibuat sendiri oleh Siprus," katanya.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 27 Mei 2010

Israel Siap Menghentikan Konvoi Kapal ke Gaza

0


TEMPO Interaktif, Yerusalam - Seorang sumber militer Israel mengatakan, Rabu waktu setempat, angkatan laut Israel siap menghentikan konvoi kapal Turki yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki blokade Jalur Gaza.

Israel dan Mesir menutup perbatasan Gaza setelah Hamas menguasai teritorial tersebut pada 2007 seraya menolak menghentikan kekerasan terhadap negeri Yahudi. Gaza berpenduduk 1,5 juta jiwa mengalami masalah kekurangan air bersih dan obat-obatan.

"Sesuai dengan petunjuk dari pemerintah Israel, pasukan pertahanan Israel dan angkatan laut Israel siap menghentikan kapal-kapal yang akan memasuki perairan Gaza," jelas sumber militer. Sumber tersebut mengatakan, angakatan laut telah melakukan latihan untuk mencegah memasuki perairan yang diblokade.

Beberapa pekan ini, Israel telah mengijinkan sejumlah barang yang sebelumnya dilarang seperti pakaian, sepatu, kayu, dan aluminium untuk memasuki Jalur Gaza melalui perbatasan darat. Selain itu, dimungkinkan pula bantuan kemanusiaan masuk ke teritorial pantai.

Sumber militer menambahkan, jika kapal tidak segera kembali setelah mendapatkan peringatan, mereka akan ditahan pasukan angkatan laut Israel dan dibawa ke pelabuhan Israel, sementara penumpang dan kru kapal akan dipulangkan sedangkan barang-barang bantuan dikirimkan ke Gaza. Angkatan laut akan memeriksa kapal untuk memastikan "tidak ada operasi teror atau bahan peledak di atas kapal," kata sumber.

Israel berada dibawa tekanan internasional untuk memperlonggar blokade, PBB menyebutnya sebagai hukuman bagi rakyat Gaza atas kebijakan Hamas yang bersumpah menghancurkan Israel.

Kapal internasional membawa sekitar 10 ribu ton perlengkapan kesehatan, material perumahan, dan kebutuhan lain yang diharapkan bisa masuk ke perairan Israel dalam waktu beberapa hari.

Sumber: TEMPO


Rabu, 26 Mei 2010

Jet Tempur Israel Serang Gaza, 15 Terluka

0


Serangan Israel sering dilancarkan ke Gaza (Foto: AP)


RAFAH - 15 warga Palestina di perbatasan Gaza dilaporkan menderita luka-luka usai jet tempur milik Israel melancarkan serangan dalam pada Selasa 25 Mei malam waktu setempat. Serangan itu sendiri diketahui berlangsung selama semalaman.

Israel berkilah jika serangan tersebut dilakukan menyusul aksi peledakan yang dilakukan oleh kelompok pejuang Palestina, di tembok pembatas yang memisahkan Gaza dari Israel. Para pejuang tersebut diketahui mengisi sebuah kereta belanja yang dipenuhi dinamit dan meledakannya di tembok itu. Demikian diberitakan Associated Press, Rabu (26/5/2010).

Selain menggunakan bahan peledak, para pejuang tersebut diketahui melepaskan tembakan ke arah pemukim Israel. Tetapi tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Israel dalam serangan yang juga terjadi pada hari Selasa itu.

Sementara menurut keterangan Rumah Sakit Beit Hanoun di Utara Gaza, 15 warga dipastikan menderita luka dalam serangan udara yang dilancarkan Israel. Sebagian besar dari korban merupakan warga sipil Palestina, yang tidak dapat menghindari serangan yang ditujukan pada tempat pelatihan kelompok Hamas.

Selain melakukan serangan di Beit Hanoun, seorang sumber warga Palestina menyebutkan, jika Israel juga melakukan serangan kedua di Bandara Internasional Rafah. Tidak ada korban jiwa ataupun terluka dalam serangan ini.

Sumber: OKEZONE


Minggu, 16 Mei 2010

Pos Perbatasan Gaza-Mesir Dibuka

0


GAZA CITY, KOMPAS.com — Pos perbatasan Mesir di Rafah di Gaza Selatan telah dibuka, Sabtu (15/5/2010), untuk pertama kali dalam 10 pekan. Demikian dikatakan pihak Hamas yang menguasai wilayah Palestina yang diblokade itu.

Kementerian dalam negeri menyatakan, sekitar 300 warga Palestina telah melintasi perbatasan pada hari Sabtu. Sebanyak 8.000 warga lain diperkirakan akan menyusul selama pembukaan perbatasan yang berlangsung selama tiga hari itu.

Sebanyak 1,5 juta warga Jalur Gaza yang miskin sebagian besar mengandalkan jaringan terowongan di bawah perbatasan Mesir. Hal ini mereka lakukan sejak Israel dan Mesir memperketat blokade yang sebelumnya sudah ketat setelah Hamas merebut kekuasaan di wilayah itu pada 2007.

Sebagian besar dari terowongan itu digunakan untuk membawa masuk kebutuhan pokok, seperti pangan, keperluan rumah tangga, dan ternak.

Namun, Hamas dan kelompok garis keras lainnya memiliki terowongan yang lebih rahasia, yang mereka gunakan untuk membawa masuk senjata dan uang.

Mesir telah membuat bangunan di bawah tanah dalam upaya untuk mengekang penyelundupan, yang mereka anggap berisiko terhadap keamanan.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 22 April 2010

Lebanon Bantah Hizbullah Terima Rudal

0


ROMA, KOMPAS.com - PM Lebanon Saad Hariri, Rabu (21/4/2010) membantah kelompok Hizbullah menerima rudal-rudal Scud dari Suriah dan mengatakan tuduhan-tuduhan itu dilakukan Israel untuk mengancam negaranya.

"Tuduhan-tuduhan ini adalah sama dengan tuduhan senjata pemusnah massal terhadap Presiden Irak Saddam Hussein: Itu tidak ada." kata Hariri dalam wawancara dengan surat kabar Italia La Stampa.

"Israel sedang berusaha mengulangi skenario yang sama untuk Lebanon. Rumor-rumor tentang Scud hanyalah satu dalih untuk mengancam negara saya," katanya dan menyebut tuduhan itu tidak benar.

Presiden Israel Shimon Peres secara terbuka menuduh Suriah mengirim rudal-rudal Scud kepada milisi Hizbullah Lebanon.

Washington memanggil diplomat penting Suriah, untuk menyampaikan apa yang disebutnya tindakan provokatif pengiriman rudal-rudal itu, yang dikatakan merupakan ancaman pada Lebanon dan Israel.

Hizbullah adalah kelompok Islam Syiah yang didukung Suriah dan Iran, yang masuk dalam daftar hitam teroris AS, tetapi anggota pemerintah persatuan Lebanon.

Kelompok itu berperang melawan Israel tahun 2006 dan memiliki dukungan kuat di Lebanon selatan.

Suriah awal bulan ini membantah pihaknya membantu Hizbullah dengan rudal-rudal Scud, dan mengatakan Israel menggunakan tuduhan itu sebagai dalih bagi serangan militer.

Hariri, yang sering bertikai dengan Hizbullah di masa lalu, mengatakan kelompok itu menang secara sah dalam pemilu di Lebanon selatan dan senjata mereka hanya bisa dilucuti melalui dialog politik.

Hariri dan sekutu-sekutunya menuduh Suriah terlibat dalam pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri tahun 2005.

Pertikaiannya dengan Hizbullah, sekutu Suriah mengancam Lebanon ke perang saudara baru. Tapi ia lalu memperbaiki hubungan dengan Suriah dan membentuk satu pemerintah yang mengikut sertakan kelompok itu.

"Kami telah memperbaiki hubungan dengan Suriah. Presiden Suriah Bashar Al Assad dan saya telah memutuskan bekerjasama untuk memperbaiki hubungan kami dengan saling menghormati. Tentu saja, tidak bisa mengharapkan segala sesuatu dapat berubah dengan satu pertemuan, tapi kami akan mengatur itu." kata Hariri.

Hariri mengatakan satu pengadilan khusus yang dibentuk di Den Haag, Belanda untuk mengusut pembunuhan ayahnya itu harus diizinkan menjalankan tugasnya.

Hariri menuduh PM Israel Benjamin Netanyahu berusaha menentang proses perdamaian di Timur Tengah.

"Masalah riil adalah Israel tidak ingin menyerahkan daerah kepada Palestina dan mengakui solusi dua negara," kata Hariri yang mengunjungi Roma untuk satu pertemuan dengan PM Italia Silvio Berlusconi.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 21 April 2010

Palestina Pasti Berdiri

0


Helikopter Israel terbang di atas kota tua Jerusalem dalam parade memperingati hari jadi ke-62 negara Israel, Selasa (20/4). Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengungkapkan bahwa Israel sudah seharusnya mendengarkan apa kata dunia agar tidak terus selama bertahun-tahun menguasai rakyat Palestina.


Kairo, Kompas - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam wawancara dengan radio Israel pada hari Senin (19/4) menegaskan, Israel harus mengakhiri pendudukannya di wilayah Palestina dan harus menyerahkan semua urusan Palestina kepada mereka sendiri, cepat atau lambat.

”Negara Palestina akan pasti berdiri pada masa mendatang, suka atau tidak suka, dicegah atau tidak,” kata Barak kepada radio Israel dalam peringatan tahunan tewasnya serdadu Israel dalam berbagai peperangan.

Dalam peringatan tewasnya serdadu Israel dalam berbagai peperangan itu, tercatat sebanyak 22.684 serdadu Israel tewas dan 3.971 warga sipil Israel tewas.

Barak melanjutkan, dunia sudah tidak menerima lagi berlanjutnya kekuasaan Israel atas rakyat lain beberapa dekade lagi. Karena itu, lanjutnya, tidak ada solusi lagi kecuali membiarkan mereka (Palestina) memerintah sendiri.

Barak juga menegaskan, tidak ada alasan meletusnya perang baru di Timur Tengah pada musim panas mendatang. Ia mengungkapkan, Israel tidak berniat melancarkan perang apa pun saat ini.

Penegasan Barak itu menanggapi pernyataan Raja Abdullah II dari Jordania kepada harian Chicago Tribune pertengahan April lalu bahwa kemungkinan meletus perang baru di Timur Tengah pada musim panas nanti jika proses perdamaian Israel-Palestina tetap tidak bergerak.

”Israel memiliki kekuatan dan kepercayaan diri yang cukup untuk mencapai solusi atas dasar prinsip dua negara. Bila mencapai solusi itu tidak mungkin, tanggung jawab harus dipikul pihak lain (Palestina),” katanya.

Menhan Israel itu juga menyatakan, krisis diplomasi antara Israel dan AS terakhir ini tidak menguntungkan Israel. Ia meminta PM Israel Benjamin Netanyahu segera mengakhiri krisis hubungan dengan AS.

”Kita harus mengubah situasi ini dengan cara menawarkan inisiatif politik yang mencakup masalah-masalah inti dalam konflik dengan Palestina,” tandas Menhan Israel itu.

Menurut Barak, jika harus memperluas koalisi pemerintahan untuk mencapai tujuan tersebut (memperbaiki hubungan dengan AS), maka harus dilakukan.

Para pengamat menyebut, Barak bermaksud kemungkinan bisa mengajak Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni dalam koalisi pemerintahan untuk memperbaiki hubungan dengan AS melalui cara memenuhi tuntutan Washington.

Seperti dimaklumi, perundingan Israel-Palestina macet total sejak Desember 2008. Upaya AS hingga saat ini gagal untuk memulai lagi perundingan Israel-Palestina itu.

AS sendiri akhirnya terlibat krisis hubungan dengan Israel akibat perbedaan pendapat soal permukiman Yahudi.

Puncak krisis

Krisis hubungan AS-Israel mencapai puncaknya ketika Israel mengumumkan pembangunan 1.600 rumah baru di Jerusalem Timur, pada saat Wakil Presiden AS Joe Biden berkunjung ke Israel bulan lalu.

Obama ketika bertemu Netanyahu di Washington bulan Maret lalu mengajukan 13 tuntutan kepada Israel sebagai solusi mengakhiri krisis hubungan AS-Israel. Di antara tuntutan AS itu adalah membekukan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. Namun, anggota koalisi pemerintah Netanyahu yang berintikan dari partai agama dan ultranasionalis kanan Israel menolak memenuhi tuntutan AS itu.

Akan tetapi, sikap PM Israel Benjamin Netanyahu bertolak belakang dengan Menhan Ehud Barak. Netanyahu dalam peringatan tewasnya serdadu Israel itu malah mengkritik Presiden AS Barack Obama.

Menurut Netanyahu, tuntutan Obama untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur tidak rasional dan mustahil bagi Israel menerima tuntutan tersebut.

Ia menegaskan, pembangunan permukiman Yahudi sudah ada sejak era Golda Meir, Yitzhak Rabin, Shimon Peres, dan Israel tidak menghadapi tuntutan keras dari AS seperti saat ini.

Ia meminta Palestina memulai perundingan langsung dengan Israel tanpa prasyarat. Adapun Palestina selama ini menuntut Israel menghentikan dahulu pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur sebelum memulai perundingan damai.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin