Tampilkan postingan dengan label BANGLADESH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANGLADESH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010

Persaingan dan Kerja Sama Militer

0


Petang menjelang malam di lapangan Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat, Kabupaten Bandung, Senin (21/6), saat bendera Merah Putih diturunkan. Terlihat puluhan prajurit TNI, Armed Forces Philippines, US Army, dan Royal Thai Army yang mengenakan seragam olahraga berdiri takzim memberi penghormatan.

Petang itu, mereka baru saja mengakhiri latihan gabungan Garuda Shield 2010 di Bandung, Jawa Barat. Selama 10 hari, TNI, US Army Pacific (USARPAC) yang berpangkalan di Hawaii, bersama militer Thailand, Brunei, Nepal, Filipina, dan Banglades berlatih dan bersaing dalam latihan Garuda Shield.

Aktivitas latihan

Ada tiga aktivitas latihan, yakni markas komando (CPX-Command Post Exercise), latihan lapangan (FTX-Field Training Exercise), dan bantuan kemanusiaan untuk misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (HCA-Humanitarian and Civic Assistance).

Latihan markas digelar di sebuah ruangan di Hotel Mason Pine di luar Kota Bandung. Markas komando menjadi pusat kegiatan gabungan markas tentara ”multinasional”.

Adapun latihan lapangan dan latihan misi kemanusiaan PBB digelar di kompleks Pusdikif dan perkampungan warga yang berada di sekitar kompleks.

Sejumlah kendaraan angkut berlapis baja milik TNI dan truk disediakan untuk latihan misi PBB. Setiap hari para anggota militer dari negara yang berbeda menampilkan keterampilan dalam menangani situasi lapangan saat menjalankan tugas PBB.

Salah satu skenario penting adalah perlucutan senjata di daerah konflik yang ditangani PBB. Skenario lain, ambush (jebakan) saat menjalankan misi PBB.

Seorang prajurit menceritakan, satu kontingen militer negara ASEAN sempat lalai menjaga bagian belakang ”konvoi PBB” saat tiba-tiba diserang.

”Kontingen tersebut berkonsentrasi menjaga bagian depan dan samping konvoi. Tiba-tiba ada rentetan tembakan dari arah belakang. Dalam situasi nyata, semua akan tewas,” kata prajurit itu. Namun, hasil penilaian dari latihan antarkontingen sengaja tidak diumumkan terbuka untuk menjaga semangat kerja sama.

Beberapa tempat ibadah dan fasilitas publik dibangun oleh anggota militer multinasional di perkampungan penduduk.

Sangat hargai

Kapten Lloyd Phelps, juru bicara kontingen USARPAC, mengatakan, pihaknya sangat menghargai kerja sama dan latihan yang digelar bersama. ”Ini menunjukkan hubungan harmonis antarpersonel angkatan perang dari Amerika Serikat, TNI, dan negara-negara sahabat,” kata Phelps. Adapun Mayor Anis dari Angkatan Darat Banglades mengaku, pihaknya senang bisa berbagi pengalaman.

”Kontingen Banglades adalah salah satu unit militer yang paling sering mendapat penugasan PBB. Kondisi alam Banglades yang kerap diganggu topan badai membuat tentara kami terbiasa menangani bantuan kemanusiaan,” ujar Anis yang pernah bertugas dalam misi kemanusiaan di Kosovo.

Kapten Leo, perwira TNI AD yang pernah bertugas di Lebanon, mengaku, latihan gabungan seperti itu sangat penting. ”Tugas nontempur sangat berguna bagi kesiapan pasukan dan mengangkat nama Indonesia dalam misi PBB,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 21 April 2010

CN-235 akan dipamerkan di Bangladesh

0



CN 235 di Singapore Airshow

JAKARTA, KOMPAS.com - CN-235, Merupakan sebuah produk pesawat di Indonesia oleh industri strategis PT Dirgantara Indonesia (PT DI), akan ditampilkan di Expo Indonesia 2010 di Bangladesh pada 11 Mei 13, tahun 2010.

Duta Besar Indonesia di Dhaka Zet Mirzal Zainuddin mengatakan pameran akan menampilkan berbagai produk ekspor industri strategis dan non-strategis di Indonesia.

Beberapa produk industri strategis termasuk CN-235 PT DI, kendaraan militer dan peralatan PT PINDAD, dan pelatih kereta api PT INKA.

Produk otomotif juga akan ditampilkan pada acara tersebut yang mencakup kendaraan serbaguna seperti Suzuki APV, Toyota Avanza, dan produk GT.

Indonesia Expo 2010 bertema "Integrated 2010 Expo: Discover Indonesia, the Beauty Unlimited".

Sumber: KOMPAS


Kamis, 25 Februari 2010

900 Tentara Bangladesh Terancam Hukuman Gantung

0

DHAKA, KOMPAS.com - Pihak berwenang Bangladesh menyatakan akan menuntut 900 tentara penjaga perbatasan yang dituduh melakukan pembunuhan, pembakaran dan penjarahan selama pemberontakan tahun lalu yang menewaskan 74 orang.

Sebanyak 57 perwira senior tewas dalam 33 jam pengepungan pada 25 Februari tahun lalu dan menimbulkan ketegangan besar antara pemerintah sipil yang baru terpilih di bawah Perdana Menteri Sheikh Hasina dengan petinggi militer.

"Kami telah menemukan bahwa ada sekitar 900 tentara Bangladesh ikut ambil bagian dalam pembunuhan perwira tentara, penjarahan, pembakaran dan penyiksaan terhadap anggota keluarga para perwira," kata jaksa Mosharraf Hossain Kazal kepada AFP.

"Kami berada dalam tahap akhir penyelidikan. Mereka akan segera dikenakan hukuman, "katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman maksimum untuk pembunuhan di bawah hukum pidana Bangladesh adalah kematian dengan digantung.

Mayat mereka yang tewas dalam pemberontakan itu dibuang pada saluran pembuangan dan dimakamkan secara dangkal. Para korban ditemukan selang beberapa hari setelah pertumpahan darah berakhir dan para pemberontak melarikan diri dengan pakaian sipil.

"Sebagai bagian dari penyelidikan pidana, lebih dari 7.000 penjaga perbatasan telah diinterogasi dan 2.205 orang telah ditahan," kata polisi penyelidik Abdul Kahhar Akhand.

Diperkirakan 3.500 orang akan menghadapi tuntutan pengadilan khusus militer atas keterlibatan mereka dalam pemberontakan. Terdakwa dalam pengadilan ini menghadapi hukuman maksimum tujuh tahun penjara.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin