Tampilkan postingan dengan label LIBYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIBYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2010

Rusia mengupgrade 200 tank Era Uni Soviet Libya

0

MBT T-72 buatan Rusia (Foto: inetres)

Rusia akan memodernisasi sekitar 200 T-72 MBT Angkatan Darat Libya selama beberapa tahun mendatang, sumber industri pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu.

"Kesepakatan Kerjasama militer 1,3 Miliar euro yang ditandatangani antara Rusia dan Libya tahun ini termasuk modernisasi sekitar 200 tank T-72 yang telah dgunakan Angkatan Darat Libya sejak era Soviet," sumber yang dekat dengan negosiasi kata RIA Novosti.

Moskow dan Tripoli telah membahas pembicaraan untuk modernisasi T-72 tank sejak 2006 dalam rangka menghidupkan kembali kerjasama bilateral militer.

Libya merupakan salah satu pembeli terbesar persenjataan buatan Rusia pada paruh kedua abad ke-20.

Tripoli memperoleh lebih dari 2.000 tank, 2.000 kendaraan tempur infanteri lapis baja dan pengangkut personel lapis baja, sekitar 450-gerak sendiri artileri, serta sejumlah pesawat tempur dan sejumlah besar senjata kecil dari Uni Soviet sejak awal tahun 1970-an.

Namun, Rusia telah mengalami persaingan ketat dengan negara-negara Barat dalam penjualan senjata ke Libya sejak PBB mengangkat sanksi terhadap negara Afrika pada tahun 2003, setelah pemimpin Libya Muammar Gaddafi mengumumkan ia akan menghentikan program senjata nuklir nasional dan kemudian menerima tanggung jawab atas pemboman teroris 1998 atas Lockerbie di Skotlandia, setuju untuk membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Sumber: RIA / MIK


Rabu, 02 Juni 2010

Algeria, Libya set to buy Russian Pantsir-S1 short-range air defense systems

0


Pantsir-S1


Algeria and Libya are ready to buy Russian Pantsir-S1 short-range air defense systems, deputy head of the Russian Military-Technical Cooperation Service Vyacheslav Dzirkaln said on Wednesday.

"The new system has shown high efficiency. Algeria and Libya have shown interest. Syria has already bought these systems in the past," Dzirkaln said, adding that other potential customers were likely to appear.

Earlier in March the Russian press said Algeria was planning to buy 40 Pantsir-S1s for $500 million.

Several Russian papers also reported that Russia had signed a $734-million contract with the United Arab Emirates (UAE) in 2000 on purchasing 50 Pantsir-S1s.

Dzirkaln confirmed the reports and said Russia would finish delivering the Pantsir-S1's to the UAE this year.

Pantsir-S1 is a short-to-medium range combined surface-to-air missile and antiaircraft artillery system manufactured by the Tula-based Instrument Making Design Bureau (KPB).

It is designed to protect point and area targets and carries up to 12 two-stage solid-fuel surface-to-air missiles in sealed ready-to-launch containers.

The system also has two dual 30 mm automatic cannons that can engage targets at a range of up to 4 km.

FROM: RIA


Minggu, 31 Januari 2010

Libya Akan Membeli Senjata Rusia

0



Tank T-90C

MOSKOW, KOMPAS.com - Libya telah menandatangani kesepakatan pembelian senjata Rusia senilai hampir dua miliar dolar, kata Perdana Menteri Vladimir Putin seperti dikutip kantor-kantor berita Rusia, Sabtu (31/1/2010).

"Kemarin, kontrak senilai 1,3 miliar euro (1,8 miliar dolar AS) telah ditandatangani. Kontrak itu tidak hanya melibatkan senjata api," kata Putin sebagaimana dikutip kantor berita Ria Novosti dan Interfax.

Putin berbicara setelah pertemuan dengan pemimpin pabrik Izhmash, yang membuat senapan Kalashnikov.

Beberapa pejabat Rusia mengatakan, awal pekan ini telah terjadi pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Libya Younes Jaber di Moskow mengenai penjualan senjata Rusia itu.

Perdana menteri Rusia itu tidak menyebutkan secara khusus tipe senjata atau peralatan militer yang dibutuhkan dalam perjanjian tersebut.

Tetapi sumber diplomatik Rusia memberitahu Interfax, Libya ingin mendapatkan 20 pesawat tempur, sedikitnya dua sistem pertahanan udara S-300, beberapa puluh tank T-90C dan senjata lain.




Salah satu Sukhoi




Yak-130



Rudal S300

Moskow dan negara Afrika utara itu telah menikmati hubungan erat pada saat Perang Dingin, dan banyak persenjataan Rusia dibeli dari Uni Soviet dalam beberapa tahun terakhirnya.

Moskow dan Tripoli telah meningkatkan kontak mereka dalam beberapa tahun belakangan. Pada 2008 pemimpin Libya Moamer Gaddhafi mengunjungi ibukota Rusia itu dalam kunjungan pertamanya ke Moskow sejak 1980-an.

Sumber: Kompas




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin