Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

0

Meir Dagan, mantan direktur Mossad

REPUBLIKA.CO.ID, Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015. Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.

Sumber: REPUBLIKA


Kamis, 30 Desember 2010

Bangun PLTN, Indonesia Gandeng Badan Tenaga Atom Internasional

0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) selalu siap membantu negara-negara yang berkeinginan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), termasuk Indonesia.

"Tentang rencana pembangunan PLTN pertama di Indonesia sesungguhnya kita tidak perlu ragu lagi untuk melangkah karena dunia bahu-membahu dalam membantu negara-negara yang berkeinginan membangun PLTN," kata Konsultan pada Seksi Pengembangan Teknologi Nuklir IAEA, Jupiter S. Pane di Austria, dalam wawancara dengan surat elektronik, Kamis.

IAEA telah membentuk suatu tim khusus yang disebut Integrated Nuclear infrastructure Group (INIG) yang tugasnya khusus untuk membantu negara-negara berkembang secara sistematis dalam merencanakan pembangunan PLTN-nya, ujar Jupiter Pane.

INIG, lanjut Jupiter S Pane, telah membantu membahas status kesiapan infrastruktur negara-negara yang akan membangun PLTN seperti Jordania, Vietnam, Indonesia, dan Thailand melalui Misi INIR (Integrated Nuclear Infrastructure Review).

Hal ini, lanjut dia, terkait dengan fakta bahwa 60 negara berkembang telah menunjukkan keinginannya untuk membangun PLTN dan diperkirakan 15-30 PLTN akan dibangun sebelum tahun 2030, seperti disampaikan Direktur jenderal IAEA pada Konferensi Umum ke-54.

Review status kesiapan infrastruktur Indonesia fase 1 telah dilakukan pada pertengahan Oktober 2009, dan hasilnya menunjukkan kesiapan Indonesia untuk melanjutkan persiapan ke fase 2.

Fase 2 itu yaitu melakukan persiapan untuk menyusun spesifikasi lelang (Bid Information Specification) sambil memperkuat ke 19 isu infrastruktur nuklir.

Namun sebelum melangkah pada pekerjaan tersebut harus ada keputusan "Go Nuclear" dari pemerintah terlebih dahulu serta tingkat penerimaan masyarakat yang cukup, ujarnya.

Sumber: REPUBLIKA


Selasa, 21 Desember 2010

Pakistan Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir

0

(Ist)

Islamabad (ANTARA News/AFP) - Pakistan, Selasa berhasil melakukan uji coba penembakan rudal jarak menengah yang dapat membawa hulu ledak-hulu ledak nuklir dan konvensional, kata militer.

Militer dalam satu pernyataan mengatakan rudal Ghauri Hatf 5, dengan jangkauan tembak 1.300 km dapat membawa hulu-hulu ledak konvensional dan lainnya.

Peluncuran itu dilakukan oleh kelompok rudal strategi komando "Army Strategic Force" pada akhir pelatihan lapangan yang bertujuan untuk menguji kesiapan operasional pasukan itu, kata pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, ketua Komite Gabungan Kepala Staf Jendral Khalid Shahmeem Wyne dan para perwira senior militer lainnya dan para ilmuwan menyaksikan uji coba itu, kata pernyataan tersebut.

"Anda telah membuat negara bangga dan kami menghormati anda atas kerja keras anda," kata Gilani kepada para ilmuwan dan para teknisi.

Gilani mengatakan Pakistan dapat bangga atas kemampuan pertahanannya dan penangkalan nuklirnya yang dapat dipercaya.Kemampuan ini, tambahnya merupakan dasar dari kebijakan keamanan Pakistan dan terus meningkatkannya.

"Uji coba itu menunjukkan kredibilitas dari strategi penangkalan minimum, yang adalah tonggak dari kebijakan keamanan kita dan untuk menjamin perdamaian di kawasan itu," katanya.

Gilani mengatakan Pakistan adalah satu negara yang bertangggung jawab dengan kemampuan nuklir yang sangat dipercaya dan tidak memiliki tujuan agresi terhadap negara manapun.

India dan Pakistan-- yang pernah terlibat tiga kali perang, dua antaranya di wilayah Kashmir -- secara rutin melakukan uji coba rudal sejak dua negara itu melakukan uji coba senjata nuklir mereka tahun 1998.

Persenjataan Pakistan termasuk rudal-rudal jarak pendek, menengah dan jauh.

"Tidak diragukan bahwa angkatan bersenjata Pakistan sangat profesional, bermotivasi dan dapat sepenuhnya mengamankan keamanan Pakistan terhadap semua tipe agresi," kata Gilani.

Sumber: ANTARA


Jumat, 17 Desember 2010

Korut Inginkan Perang Nuklir dengan Korsel

0

illustrasi Perang Nuklir Korut - Korsel.

SEOUL - Korea Utara (Korut) kembali memperingatkan negara tetangganya Korea Selatan (Korsel) tentang keterlibatan senjata nuklir dalam perang kedua negara. Menurut Korut perang nuklir hanya tinggal menunggu waktu.

"Kebijakan perang Korsel yang terlalu gegabah, membuat perang perang besar di Semenanjung Korea hanya tinggal menunggu waktu," pernyataan website resmi Pemerintah Korut Uriminzokkiri, seperti dikutip AFP, Jumat (17/12/2010).

"Jika perang akhirnya pecah, akan memicu perang nuklir dan tentunya perang tidak hanya terpusat pada Semenanjung Korea," lanjut pernyataan.

Sementara dalam komentar lainnya, suratkabar Korut Rodong Sinmun menggambarkan kondisi semenanjung saat ini tak ubahnya tempat paling berbahaya di dunia.

"Semenanjung Korea adalah wilayah paling berbahaya saat ini dan terancam perang besar," menurut Rodong Sinmun. "Kondisi ini merupakan buah keterlibatan Amerika Serikat (AS) yang terus mendesak kebijakan agresi kepada Korut," cetus Rodong Sinmun.

Sejak memanasnya hubungan kedua Korea setelah serangan artileri Korut ke Korsel 23 November lalu, Negeri Kim Jong-Il ini terus menebarkan ancaman perang nuklir. Meskipun dianggap sebagai gertakan belaka, patut dicemaskan karena Korut dicurigai memiliki senjata nuklir canggih.

Sumber: OKEZONE


Kamis, 16 Desember 2010

Rusia Tawarkan PLTN kepada RI

0

Konsep BOO (Built, Operate & Owned) dalam pembangunan PTLN di Rusia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Rusia menawarkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia. Hal ini disampaikan Petr Shchedrovitskiy, pimpinan badan usaha tenaga nuklir Rusia, Rosatom.

Petr Shchedrovitskiy menjadi kepala delegasi Rusia yang berkunjung ke Indonesia dan memberikan presentasi tentang kemampuan negerinya membangun PLTN.

“Kami berharap dapat membangun PLTN di Indonesia karena menurut hemat kami ini adalah pembangkit energi paling efisien,” katanya di sela sela lokakarya tentang energi nuklir di Pusat Studi dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, hari ini.

Pemerintah RI juga tak perlu sibuk mencari dana jika setuju membangun PLTN Rusia ini. Berbagai opsi pendanaan ditawarkan, termasuk yang sudah disepakati perusahaan ini dengan Turki dalam membangun PLTN berkekuatan 4 X 1000 MW, yaitu konsep BOO (Built, Operate & Owned) alias pemerintah tinggal membeli listriknya saja dengan harga dan dalam masa waktu yang telah disepakati.

Petr Shchedrovitskiy memperkirakan harganya berkisar antara U$ 0,10 hingga U$ 0,15/KWH. “Tergantung masa kontrak yang disepakati.” Reaktor PLTN, menurutnya, mempunyai usia pakai sekitar 60 tahun.

Lantas bagaimana dengan limbah nuklir dari PLTN? Petr Shchedrovitskiy mengatakan, perusahaannya bersedia membawa limbah itu keluar Indonesia untuk diproses kembali di Rusia.

Ia berharap pemerintah RI tertarik membangun reaktor berkapasitas 1000 MW karena terbukti paling efisisen. “Ongkos operasionalnya di bawah dua sen dolar per KWH,” katanya.

Belum jelas jawaban resmi pihak Indonesia karena pertemuan delegasi RI dan Rusia baru dijadwalkan malam ini.

Sumber: TEMPO


IAEA Tegaskan Indonesia Paling Siap Bangun PLTN

0

illustrasi

Wina (ANTARA) - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang paling siap mengembangkan energi nuklir, bersama dua negara lainnya Jordania dan Vietnam.

"Dukungan IAEA ini sebagai dorongan politis bagi Indonesia untuk mengembangkan PLTN," kata Duta Besar RI untuk Austria I Gusti Agung Wesaka di Wina, Austria, Rabu malam.

Saat ini, menurut dia, yang masih menjadi masalah bagi Indonesia adalah penerimaan publik dan keputusan politik, sedangkan aspek-aspek lain dinilai sudah memenuhi.

"Bangka Belitung tidak bisa bergerak tanpa keputusan politik dari pusat. Sementara Vietnam sudah lebih dulu memulainya dengan menyepakati kerja sama pembangunan PLTN dengan Rusia," katanya.

Kesimpulan itu adalah hasil penelitian IAEA yang bermarkas di Wina, berjudul "Integrated Nuclear Infrastructure Review 2009" yang meneliti kesiapan negara berkembang mengembangkan PLTN.

Dirjen IAEA Yukia Amano sangat antusias mendukung Indonesia mengembangkan nuklir dan berharap bisa berkunjung ke Jakarta dalam waktu dekat.

Sementara itu Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali mengatakan, Babel siap mendukung pembangunan PLTN dengan menyediakan dua lokasi di Bangka Selatan dan Bangka Barat.

Ia menegaskan, bahwa Babel membutuhkan listrik untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Kami berharap pemerintah juga membangun transmisi listrik dari Jawa ke Sumatera dan ke Babel sehingga PLTN di Babel bisa menambah kapasitas listrik nasional," katanya.

Ia juga meminta rakyat Babel mendukung program persiapan pembangunan PLTN tersebut.

Sumber: YAHOO


Rabu, 15 Desember 2010

Korut Gali Terowongan untuk Uji Coba Nuklir

0

illustrasi

SEOUL--MICOM: Korea Utara (Korut) telah menggali terowongan di area uji coba nuklir, yang nantinya dipakai untuk uji coba ketiga nuklir pada Maret tahun depan. Demikian berita yang diembuskan surat kabar Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, Rabu (15/12).

Surat kabar tersebut mengatakan penggalian dilakukan di Kota Punggye di wilayah timur laut. Kedalaman terowongan tersebut sudah mencapai 500 meter, setengah dari jarak yang dibutuhkan untuk sebuah uji coba nuklir.

Korut pun mempercepat pengerjaan sebuah konstruksi baru di kompleks nuklir Yongbyon. Kompleks tersebut baru saja terungkap sebagai fasilitas pengayaan uranium, ujar surat kabar mengutip sumber intelijen.

"Terowongan (Punggye) itu akan mencapai kedalaman 1.000, jarak yang dibutuhkan untuk tes nuklir antara Maret hingga Mei," ujar sumber intelijen, seperti dikutip oleh Chosun. Sementara, Kementerian Luar Negeri Korsel menolak berkomentar atas pemberitaan tersebut.

Para analis mengatakan terungkapnya fasilitas modern uranium dan persiapan uji coba nuklir lain akan memaksa negara-negara berpengaruh di kawasan regional kembali ke meja perundingan. Korut telah menunjukkan fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon kepada ilmuwan nuklir AS pada November lalu. Namun, Menteri Luar Negeri pada Selasa (14/12) mencurigai Korut masih memiliki fasilitas pengayaan uranium lainnya, seperti di Yongbyon.

Korut telah melakukan beberapa kali uji coba nuklir. Pada 2006 dan 2009, negara tersebut mengadakan tes nuklir ini di Punggye. Namun, ledakan nuklir dalam terowongan itu terdeteksi oleh AS dan Korsel. Dewan Keamanan PBB mengutuk percobaan tahun lalu itu. Selain memberikan sanksi embargo penjualan senjata Korut, DK PBB memotong dana untuk program-program tersebut.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Jumat, 10 Desember 2010

Server Wikileaks Di Bunker Tahan Nuklir

0



STOCKHOLM, KOMPAS.com - Di satu kawasan, di salah satu wilayah paling keren di Stockholm, sebuah bukit berselimut salju yang di ujungnya berdiri sebuah gereja, tersembunyi bunker anti serangan nuklir dan menjadi pusat data masa depan untuk 8.000 server, yang dua diantaranya milik WikiLeaks.

"Segala gemuruh global (yang terjadi sekarang) diciptakan oleh dua kotak kecil ini," kata Jon Karlung, kepala dan pendiri Bahnhof, salah satu perusahaan penyedia server untuk laman peniup-peluit itu.

Karlung berdiri di atas lantai menunjuk dua kotak plastik hitam pipih yang dikelilingi kabel-kabel. Setiap kedipan berwarna biru menandakan kotak-kotak itu dalam keadaan aktif.

Server-server itu tersimpan di lemari putih terkunci yang berjejer dengan barisan lemari putih lainnya di sebuah ruang besar berdinding cadas yang menyambung langsung ke tebing gunung.

Kubah itu riuh rendah oleh bunyi server dan putaran kipas angin yang diperlukan untuk mendinginkan server-server tersebut.

Pengusaha bermantel ini menutup pintu lemari putih tersebut dan melanjutkan memandu ke aula data yang menjadi pusat perhatian dunia.

Data tersebut menghebohkan dunia setelah WikiLeaks yang menjadi kliennya sejak Oktober, mulai menyebarkan rangkaian kawat rahasia milik kedubes-kedubes AS di seluruh dunia.

Dari pengakuan pimpinannya, pusat data itu diperlakukan sepenting data yang lainnya, dan WikiLeaks diperlakukan sama dengan klien-klien Bahnhof lainnya, yang melanggani jasa server perusahaan itu.

Tempat itu kelihatan seperti dalam gambaran fiksi ilmiah atau film-film spionase, dan mewakili karakter rahasia dari penyewanya yang saat ini menjadi orang yang paling digunjingkan dunia, yaitu pemimpin WikiLeaks yang misterius, Julian Assange.

Assange kini menghuni bui di London menunggu persidangan untuk ekstradisinya ke Swedia, di mana dia diinginkan untuk dijebloskan karena tuduhan serangan seksual.

Sampai Interpol mengeluarkan surat perintah penangkapannya, tanggal kelahiran orang ini menjadi rahasia.

Seorang pengunjung masuk ke aula data melalui pintu kaca bergeser yang tertutup oleh uap dari panas yang dikeluarkan server-server itu, di sisi Vita Berget (Gunung Putih) pada sudut ciamik di daerah Soedermalm, Stockholm.

Sekali masuk ke situ, panas dan lembab mencekik, sementara satu lereng agak menjorok mengarah ke aula data, yaitu dinding yang diapit tanaman-tanaman tropis yang tak akan bertahan hidup di suhu dingin di luar kompleks data tersebut.

Berkode sandi pionen (sejenis tumbuhan khas Swedia), bunker itu pertama kali dirancang pada pertengahan 1940-an, kemudian diperbarui menjadi tempat perlindungan anti serangan nuklir di puncak masa Perang Dingin.

Aula besar itu digunakan untuk tujuan-tujuan berbeda. Pada 1990-an semula menjadi tempat eksibisi sampai kemudian diambil alih beberapa tahun lalu oleh Bahnhof, sebuah perusahaan besar yang berbisnis pusat data. Perusahaan ini juga penyedia jasa internet (ISP).

"Bunker ini memberi perlindungan ekstra kepada WikiLeaks," kata Karlung setengah bercanda.

Tentu saja ancamannya bukan fisik dalam arti harafiah.

"Kami sangat terlindung dari serangan-serangan fisik yang tak mungkin terjadi. Ancaman sesungguhnya mungkin dari hukum dan kemungkinan besar dari serangan cyber," katanya.

Di sebuah kantor di samping ruang server, dengan bangga dia menunjuk sebuah layar yang memperlihatkan grafik trafik (lalu lintas akses) ke server WikiLeaks.

"Hingga kini, tidak ada satu serangan langsung terhadap kami. Kami memang menyaksikan dampak dari serangan-seranga itu, tapi tidak ada serangan terhadap fasilitas ini atau layanan yang mereka punya di sini," katanya.

WikiLeaks, papar Karlung, juga mempunyai server di tempat lainnya.

"Mereka tidak menaruh telur-telur mereka di keranjang yang sama."

Ketika ditanya mengenai keguncangan politik akibat skandal kawat diplomatik oleh WikiLeaks, Karlung menjawab bahwa klien-kliennya dapat menggunakan server-server mereka atas keinginannya sendiri, sepanjang tidak menyalahi hukum di Swedia.

"Satu-satunya yang akan membahayakan server mereka di sini adalah jika mereka memuat material ilegal."

Menjadi hosting sebuah server, katanya, adalah ibarat jasa pengiriman surat.

Saat ditanya untuk apa saja klien-kliennnya menggunakan server-server mereka, dia menjawab "Ini seperti menanyakan kepada pengantar surat, apa isi surat itu jika dia membuka surat tersebut," katanya.

Sumber: KOMPAS


India Gagal Uji Senjata Rudal Nuklir

0


BHUBANESWAR, KOMPAS.com - India Jumat (10/12/2010) gagal melakukan uji senjata versi upgrade rudal balistik Agni-II jarak menengah yang berkemampuan nuklir.

"Agni-II plus dari darat ke darat itu ditembakkan dari sebuah peluncur mobile di Pulau Wheeler, di lepas pantai barat negara bagian Orissa, tetapi segera jatuh ke laut tak lama setelah ditembakkan," kata sumber tersebut.

Hal itu tidak segera jelas mengapa uji rudal itu gagal. Rudal itu memiliki dua tingkat, keduanya didorong oleh propelan padat.

Mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir satu-ton, Agni-II adalah salah satu dari serangkaian rudal yang dikembangkan sebagai strategi pencegahan terhadap dua negara tetangga bersenjata nuklir, yakni China dan Pakistan.

Agni-II memiliki jangkauan normal 2,000-2,500 kilometer (1,250-1,500 mil) dan India telah berhasil menguji sebuah varian Agni-III dengan jangkauan hingga 3,000-3,500 kilometer.

Peng-upgrade-an Agni-II plus memiliki sistem navigasi yang diperbaiki dan bertujuan menjembatani kesenjangan antara kedua rudal dengan kisaran jarak 2,500-3,000 kilometer.

Sumber: KOMPAS


Malaysia Harapkan Kerjasama Nuklir dengan Korsel

1


Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak menyatakan minat negaranya untuk memanfaatkan pengalaman Korea Selatan dalam teknologi nuklir termasuk di antaranya pembangunan reaktor nuklir pintar dan berbagai reaktor nuklir kecil.

Hal itu dikemukakan Najib hari ini (10/12) dalam konferensi persnya bersama Presiden Korsel, Lee Myung-bak , yang berkunjung ke Kuala Lumpur. Sebagaimana dilaporkan IRNA, kedua negara telah menandatangani kesepahaman di bidang keamanan nuklir dan radio aktif.

Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Korsel menekankan pentingnya energi nuklir sebagai sebuah sumber energi yang meyakinkan, stabil, aman, dan bersih. Tidak hanya itu, PM Malaysia juga mengharapkan perluasan kerjasama kedua negara di sektor nuklir.

Di bagian lain, terkait usulan pembentukan Dewan Dagang Malaysia-Korsel, Najib menegaskan, "Usulan tersebut akan mempermudah perundingan dan kerjasama sektor swasta kedua negara dan akan membuka peluang kerjasama baru kedua pihak."

Pada kesempatan itu, Najib menekankan agar Malaysia memanfaatkan kemampuan perusahaan-perusahaan Korsel di sektor teknologi ramah lingkungan.

Sumber: IRIB


Rabu, 08 Desember 2010

Iptek Nuklir dalam Menghadapi Masalah FEW di Indonesia

0

FOOD, energy, and water (FEW/pangan, energi, dan air bersih) merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dicukupi untuk menunjang kehidupannya. Ketiga kebutuhan dasar tersebut sampai saat ini masih merupakan suatu masalah yang membebani sebagian besar masyarakat, terutama lapisan bawah, dan juga bagi pemerintah.

Sebagian masyarakat masih merasakan kesulitan untuk memperoleh paling tidak dua dari kebutuhan dasar tersebut, yaitu pangan dan energi, sedangkan pemerintah harus bekerja keras dalam mencukupi agar pangan dan energi untuk kepentingan masyarakat. Pemerintah melakukan usaha untuk memenuhi agar kebutuhan masyarakat akan pangan dan energi dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, antara lain melalui berbagai bentuk subsidi: subsidi pangan (raskin, termasuk subsidi pupuk, dan lain-lain), subsidi energi (BBM, listrik, dan lain-lain).

Untuk kebutuhan air bersih, bahkan untuk keperluan konsumsi minum saja, saat ini sebagian kota besar sudah sangat bergantung pada daerah sekitar mereka. Sudah menjadi pemandangan yang biasa kalau kita lihat di jalan raya mobil tangki datang dari arah pegunungan untuk membawa air bersih yang digunakan masyarakat perkotaan.

Berbagai permasalahan yang dihadapi terkait dengan kebutuhan dasar tersebut adalah jumlah dan sebaran penduduk Indonesia, ketersediaan sumber daya yang tidak merata, serta kebijakan penanganan masalah di masa lalu yang tidak tepat.

Dalam perioda 20-40 tahun yang akan datang, yaitu 2030-2040, masalah yang akan dihadapi akan menjadi lebih berat karena ada beberapa parameter penting yang luput dari perhatian, atau tidak cukup mendapat perhatian, antara lain laju pertumbuhan penduduk, faktor yang terkait dengan produksi (pangan dan sumber energi) berkurang karena terdeplesi atau tidak ditemukan sumber-sumber baru. Bilamana hal ini tidak ditangani dengan baik, akan dapat memberikan suatu ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, dan terutama akan dirasakan masyarakat dengan penghasilan rendah.

Permasalahan

Jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 237 juta jiwa memerlukan suatu pemikiran yang serius, apalagi angka pertambahan penduduk (growth rate) yang relatif masih tinggi (> 1,4%). Dengan asumsi bahwa growth rate di tahun-tahun mendatang akan menurun sejalan dengan kenaikan tingkat kemakmuran masyarakat, namun jumlah penduduk di tahun-tahun mendatang masih akan meningkat dengan pesat. Beberapa simulasi yang dibuat berbagai institusi terhadap jumlah penduduk pada 2030-2050 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai angka dalam orde 275-300 juta orang.

Jumlah penduduk yang sedemikan besar akan memberikan konsekuensi bahwa kebutuhan pangan, energi dan air bersih juga semakin banyak. Hal itu tentunya akan memberikan tekanan terhadap dana yang tersedia untuk melakukan pembangunan, bilamana konsep terhadap penyediaan pangan dan energi masih menggunakan cara-cara seperti yang dilakukan seperti saat ini.

Pangan

Di bidang pangan, sampai saat ini kita masih terjebak pada permasalahan yang terkait dengan penyediaan atau pemenuhan berbagai komoditas utama penting: beras, gula pasir, kedelai, jagung, daging dan susu, grand-grand parent stock untuk daging ayam dan telur, serta impor gandum. Hampir seluruh permasalahan kekurangan komoditas itu diselesaikan dengan melakukan impor, dengan masalahnya akan semakin berat mengingat stok perdagangan dunia untuk komoditas tersebut dari waktu ke waktu semakin sedikit serta rentan terhadap perubahan musim serta semakin banyak negara lain yang memerlukan impor juga.

Swasembada beras yang terjadi sejak dua tahun lalu masih sangat labil karena sangat bergantung pada kondisi cuaca-musim di Indonesia, serta hama yang masih sering mengganggu produksi dalam negeri. Gangguan cuaca/musim yang terjadi saat ini saja masih membuat tanda-tanya, akankah kita dapat swasembada pada 2010 ini?

Hal yang serupa terjadi untuk komoditas pangan lainnya, impor gula dan kedelai dari waktu ke waktu semakin meningkat. Impor gandum dari waktu ke waktu juga meningkat karena diversifikasi pangan yang kurang baik sehingga sebagian besar masyarakat hanya berpindah menjadi pengguna berbagai produk gandum sebagai pengganti beras. Mudah-mudahan program 1 juta sapi yang dideklarasikan di berbagai provinsi (NTB, Susel, dan lain-lain) berhasil sehingga kebutuhan daging dan susu dalam waktu mendatang dapat dipenuhi.

Pertambahan penduduk, berkurangnya lahan subur akibat konversi untuk penggunaan nonpertanian, serta tekanan dari perubahan musim akibat pemanasan global akan semakin membuat ketahanan pangan kita semakin rentan. Peningkatan kemakmuran masyarakat diperkirakan akan juga memengaruhi pola makan sehingga konsumsi karbohidrat dapat berkurang, tetapi di sisi lain akan meningkatkan konsumsi daging dan susu serta telur, termasuk hasil turunannya.

Perlu dicatat bahwa konsumsi ikan saat ini masih terlalu rendah sehingga sudah saatnya kita meningkatkan produksi dan konsumsi ikan, sebagai suatu komplementer dari konsumsi daging dalam meningkatkan pasokan protein bagi masyarakat. Salah satu hal lain yang menjadi ancaman bagi penyediaan pangan adalah terjadinya konversi dari bahan pangan untuk energi, terutama untuk keperluan bioenergi yaitu biodiesel dan bioetanol.

Energi

Penggunaan energi per kapita pada suatu negara akan dapat dijadikan ukuran tingkat kemakmuran bangsa. Bilamana kita ingin meningkatkan kemakmuran bangsa, berarti penyediaan energi, khususnya listrik, akan menjadi prasyarat mutlak. Di samping itu, untuk mendukung pembangunan ekonomi, energi merupakan suatu infrastruktur penting dalam mendukung industri.

Apalagi bila kita melihat listrik sebagai suatu bentuk energi final, ketersediaan listrik merupakan suatu persyaratan mutlak bagi industri. Dengan kemampuan penyediaan listrik yang ada saat ini, rasio elektrifikasi yaitu jumlah keluarga yang dapat menggunakan listrik masih sekitar 66%. Artinya masih ada 34% masyarakat tidak dapat memperoleh sambungan listrik.

Dengan terbatasnya listrik, serta kualitas penyediaan listrik yang tidak memadai, banyak industri melakukan relokasi pabriknya, atau membuat investasi di Indonesia kurang menarik jika dibandingkan dengan negara tetangga. Hal itu tentunya akan memengaruhi target capaian pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, menjadi suatu tuntutan bagi kita semua untuk menyediakan energi khususnya listrik bagi kemajuan tingkat kemakmuran bangsa.

Diversifikasi penggunaan energi masih terkendala oleh berbagai kebijakan lain yang tidak mendukung. Sistem subsidi pada beberapa jenis energi fosil menghambat usaha untuk melakukan diversifikasi energi yang seharusnya digunakan untuk menggantikan penggunaan energi fosil yang notabene merupakan energi tak terbarukan, dan sekaligus sebagai penyumbang emisi gas CO2 yang akhirnya memberikan dampak pemanasan global (global warming).

Beberapa hal yang terkait dengan masalah energi di Indonesia saat ini antara lain sebagai berikut.

Ekspor sumber daya energi masih digunakan sebagai komponen sumber penerimaan dalam APBN. Sebagai akibat pelaksanaan kontrak jangka panjang, gas bumi masih diekspor, padahal keperluan dari dalam negeri dari waktu ke waktu bertambah. Sebagian besar batu bara dalam negeri masih diekspor dan karena berbagai alasan.

Di lain sisi, kesadaran bahwa penggunaan energi bersih dan aspek ekonomi membuat kebijakan penggunaan gas, namun ternyata untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri sekarang kita malah harus mengimpor gas karena pagu pemakaian dalam negeri tidak dialokasikan dari produksi gas nasional.

Kontribusi penggunaan BBM sebagai sumber energi masih relatif tinggi, konsumsi dari tahun ke tahun masih meningkat, sedangkan produksi dalam negeri relatif stagnan.

Keterbatasan infrastruktur industri migas, misalnya refinari minyak, jaringan distribusi gas, menjadikan lebih sulitnya penanganan masalah minyak dan gas. Impor minyak dan gas dalam bentuk final akan memengaruhi ketahanan energi nasional serta menghabiskan devisa.

Dapat dikatakan bahwa konsep kebijakan energi nasional sampai saat ini masih menggunakan prinsip 'memiliki' sumber energi (fosil), dan bukan 'menguasai' sumber energi (fosil). Dengan konsep itu, pemanfaatan sumber energi di dalam negeri lebih diutamakan, padahal di beberapa negara lain, usaha untuk mendapatkan sumber energi di luar negeri lebih diutamakan.

Pengelolaan sumber energi di dalam negeri dikonservasikan untuk keperluan generasi mendatang. Bahkan dapat dilihat bagaimana sumber daya energi sudah dikuasai pihak asing, yang kemudian mendorong untuk dilakukan ekspor energi primer untuk keperluan pemilik modal yang berasal dari negara yang membutuhkan energi primer tersebut.

Adanya suatu dogma, bahwa Indonesia sebagai negara kaya raya akan sumber energi, tetapi tidak pernah melihat berapa sebetulnya cadangan sumber energi tersebut bila dibandingkan dengan cadangan dunia. Hampir semua cadangan sumber energi kita (minyak, gas, batu bara) ternyata tidak signifikan jika dibandingkan dengan cadangan dunia, apalagi kalau cadangan tersebut kemudian dibagi dengan besarnya penduduk.

Artinya bahwa cadangan sumber daya energi kita per kapita sangat kecil jika dibandingkan dengan cadangan per kapita di dunia. Di satu pihak, produksi dan kemudian ekspor relatif besar sehingga dapat dikatakan telah terjadi pengurasan sumber energi (fosil) dengan laju yang mengkhawatirkan.

Dengan adanya dogma bahwa kita kaya raya akan sumber energi primer itu, masyarakat menuntut harga energi harus rendah dan yang terjadi kemudian kita menjadi negara yang boros menggunakan energi.

Kebutuhan air bersih

Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan utama dan merupakan suatu prasyarat bagi masyarakat untuk mendapatkan tingkat kesehatan yang baik. Namun, pada kenyataannya penyediaan air bersih sampai saat ini masih merupakan suatu problem bagi masyarakat tingkat bawah yang ada di kota-kota besar, maupun di daerah yang sulit air.

Penyelesaian


Pemanfaatan Iptek nuklir di Indonesia untuk mendukung kebutuhan pangan, industri, air, dan juga energi sudah diintroduksikan sejak beroperasinya reaktor atom pertama beroperasi di Bandung, 1964. Sampai saat ini, kegiatan tersebut terus berkembang dan menghasilkan banyak produk yang sudah dirasakan masyarakat.

Di bidang pangan, khususnya di bidang pertanian, berbagai jenis bibit unggul sudah dihasilkan. Untuk padi saat ini sudah dihasilkan sebanyak 16 jenis bibit unggul baru, beberapa di antaranya (mira-1, bestari) sangat diminati petani karena terbukti tahan terhadap hama, produktivitasnya tinggi, serta rasanya enak. Jenis kedelai unggul (empat jenis), khususnya jenis mutiara-1 sangat diminati petani karena menghasilkan jenis kedelai biji besar dan produktivitasnya tinggi. Bibit unggul untuk kacang hijau juga sudah dihasilkan, tetapi pemanfaatannya belum begitu terasa karena respons masyarakat masih kurang.

Di bidang pemupukan, telah dihasilkan juga biofertilizer, serta growth-promoter yang berasal dari bahan-bahan yang tersedia di masyarakat. Beberapa jenis galur--sorghum, gandum tropis, dan beberapa tanaman pangan lain--siap dalam proses untuk segera dihasilkan jenis bibit unggul baru.

Masih di bidang pangan, tetapi di bidang peternakan dan perikanan, pemanfaatan iptek nuklir untuk pengembangan teknologi nutrisi/pakan ternak dan juga teknik reproduksi sudah mulai diintroduksi di beberapa daerah dalam mendukung deklarasi provinsi penghasil 1 juta ternak (NTB, Sulsel, dan lain-lain).

Gabungan antara pertanian dan peternakan dalam suatu konsep bio-cyclofarming yang utuh akan meningkatkan hasil petani-peternak, dan sekaligus menghasilkan suatu desa mandiri energi dan pangan. Pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak akan meningkatkan kualitas produksi ternak. Kotoran ternak untuk biogas, dan juga dapat digunakan untuk beternak cacing, akan meningkatkan penghasilan petani-peternak.

Apalagi kalau kemudian digabung dengan perikanan atau bahkan kalau sebelumnya digunakan untuk berternak ayam/bebek. Optimasi ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan iptek nuklir sebagai perunut/tracer dalam siklus kehidupan pertanian (ternak)pertanian lagi.

Di bidang energi
, pemanfaatan iptek nuklir untuk mendukung pengembangan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi telah dilakukan di Indonesia sejak 25 tahun lalu. Namun, tentunya pemanfaatan nuklir dalam bentuk PLTN merupakan suatu solusi penyelesaian penyediaan energi jangka panjang di Indonesia, terutama karena PLTN dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar, serta sangat sedikit mengemisikan gas CO2.

Kalau pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia pada awal 1970 lebih ditekankan untuk mencari kebocoran air dari berbagai dam, mengukur debit air sungai, dan sebagainya, pada akhir-akhir ini pemanfaatan iptek nuklir digunakan untuk mencari sumber air tanah dalam yang akan digunakan sebagai sumber air di daerah yang sulit air.

Teknik perunut dengan iptek nuklir juga digunakan untuk melakukan manajemen air tanah dalam rangka dapat memperoleh jaminan pengelolaan air tanah yang berkelanjutan. Di masa mendatang, pemanfaatan iptek nuklir dalam bentuk penggunaan PLTN generasi mendatang diharapkan dapat dihasilkan sumber air dari desalinasi air laut dengan harga yang relatif murah.

Keberhasilan introduksi iptek nuklir di Indonesia untuk kemaslahatan masyarakat dan bangsa sangat bergantung pada dukungan masyarakat sendiri.

Keberterimaan masyarakat terhadap pemanfaatan iptek nuklir secara otomatis akan mendorong termanfaatkannya hasil-hasil litbang yang akhirnya hanya akan dapat digunakan sebagai suatu sistem inovasi bilamana didukung banyak pihak, terutama oleh masyarakatnya sendiri. Kalau dalam uraian tersebut hanya diterangkan keterkaitan iptek nuklir untuk menjawab masalah pangan, energi, dan air bersih, sebetulnya ada satu lagi pemanfaatan iptek nuklir yang sangat banyak digunakan di Indonesia, yaitu pemanfaatannya untuk membantu bidang kesehatan.

Oleh Hudi Hastowo Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 04 Desember 2010

Kapal Selam Nuklir Pertama India Segera Dioperasikan

0


REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI--Panglima Angkatan Laut India, Nirmal Varma, menyatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir pertama negara ini akan dioperasikan dalam dua tahun mendatang. IRNA (2/12) melaporkan, Varma dalam konferensi pers tahunannya di New Delhi menyatakan, "Program pembangunan kapal selam nuklir yang dimulai tahun 2009 itu dirahasiakan dan dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2012."

Dikatakannya, pascapengoperasian kapal selam nuklir itu, Angkatan Bersenjata India akan memiliki kemampuan meluncurkan rudal-rudal strategis baik dari permukaan maupun dari bawah permukaan laut. Kapal selam nuklir itu merupakan satu dari rencana produksi tiga kapal selam nuklir yang dibantu oleh para pakar dari Rusia.

Sumber: REPUBLIKA


Selasa, 30 November 2010

Geger, Amerika Punya Nuklir di Belanda!

0


RAHASIA - Kalimat dalam dokumen diplomatik yang dirilis WikiLeaks dan menunjukkan Amerika Serikat memiliki senjata nuklir di Eropa, tepatnya di Jerman, Belanda dan Belgia.

KOMPAS.com - Situs WikiLeaks bikin geger lagi dengan rilis terbarunya yang masih terkait pembongkaran dokumen rahasia diplomatik secara bertahap.

Kali ini, Senin (29/11/2010), organisasi yang didirikan Julian Assange itu merilis informasi sensitif soal proyek senjata nuklir Amerika Serikat di Eropa.

Itu terungkap lewat memo dari Duta Besar AS untuk Jerman yang diunggah WikiLeaks pada laman ini.

Dalam sebuah diskusi tentang penarikan senjata AS dari Eropa, memo tersebut menyatakan: "Penarikan senjata nuklir dari Jerman dan mungkin dari Belgia dan Belanda bisa sangat mempersulit secara politik bagi Turki untuk mempertahankan cadangannya sendiri."

Memo itu ditulis oleh Duta Besar AS, Philip Murphy pada November 2009. Kerajaan tidak pernah menyatakan bahwa nuklir tersebut berada di negeri Belanda.

Anggota Parlemen dari Partai Sosialis Belanda, Harry van Bommel, mendesak kepada pemerintah agar tidak lagi diam, dan mengakui keberadaan nuklir tersebut.

Menurut koran Volkskrant, WikiLeaks memiliki 3.021 memo yang dikirim oleh Duta Besar AS di Den Haag, namun belum dipublikasikan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Belanda tahun 2003-2007, Ben Bot, sudah merasa bahwa dokumen yang dibocorkan WikiLeaks itu akan menjadi pukulan telak bagi diplomasi Amerika.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 26 November 2010

Di Bawah Ancaman Rudal Taepodong

0

Rudal Taepodong II

Empat tahun silam, tepatnya Senin, 9 Oktober 2006, Korea Utara melakukan uji peledakan nuklir untuk pertama kalinya. Dengan uji tersebut, Korut menjadi negara kedelapan yang menyatakan diri sebagai negara nuklir setelah AS (1945), Rusia (1949), Inggris (1952), Perancis (1960), RRC (1964), India (1974), dan Pakistan (1998). Israel diyakini memiliki sekitar 200 senjata nuklir, tapi itu tak pernah dinyatakan secara terbuka.

Kita ingat, reaksi dunia atas uji nuklir Korut itu amat hebat. Nuklir Korut telah mengguncangkan keseimbangan di Asia Timur. Waktu itu tebersit kekhawatiran, bagaimana kalau Jepang dan Korea Selatan lalu mengikuti jejak Korut?

Memang saat itu muncul perkiraan, daya ledakan nuklir Korut lebih rendah dibandingkan dengan uji nuklir pertama negara lain, yaitu 1 kiloton atau kurang. Padahal biasanya uji nuklir pertama menghasilkan daya ledak 10 kiloton-60 kiloton. (NYT Online, 10/10/06)

Selain masalah daya ledak, Korut juga masih perlu mengubah bom yang dapat diledakkan menjadi hulu ledak untuk dipasang di pucuk rudal kebanggaan mereka yang bernama Taepodong.

Meskipun jalan panjang masih harus dilalui Korut untuk menyempurnakan sistem senjata nuklirnya, yang sudah diperlihatkan negara ini kepada dunia amat menggentarkan. Tentu Jepang dan Korsel adalah dua negara yang paling cemas dengan situasi ini.

Dalam situasi keseimbangan kekuatan yang berubah inilah, tanpa diduga-duga, Selasa (23/11) lalu, Korut menembakkan artileri ke Pulau Yeonpyeong, ketika Korsel melakukan latihan militer tahunan yang diikuti oleh 70.000 pasukan. Serangan yang menewaskan dua tentara Korsel ini tak ayal lagi memicu baku tembak dalam salah satu bentrok paling serius antara dua musuh bebuyutan ini dalam puluhan tahun terakhir.

Dari pihak Korsel, Korut bukan sekali ini saja memprovokasi. Beberapa tahun terakhir provokasi Korut, termasuk dua kali uji nuklir, beberapa kali uji peluncuran rudal, serta penenggelaman sebuah kapal perang Korsel pada Maret silam yang menewaskan 46 pelautnya.

Sebaliknya, pihak Korut berpandangan bahwa latihan militer Korsel merupakan simulasi invasi Selatan ke Utara, dan ”satu cara untuk memprovokasi perang”. Menurut Korut, latihan tersebut melibatkan sejumlah kekuatan AS meskipun hal ini dibantah oleh Korsel.

Yeonpyeong yang terletak 3 kilometer dari garis batas utara (ini batas laut yang tidak diakui oleh Korut), dan hanya 12 km dari pantai Korut, kini menjadi pangkalan sekitar 1.000 marinir Korut. Angkatan Laut Korsel sudah mengoperasikan kapal ”patroli pembunuh” kelas terbaru yang dilengkapi dengan rudal di Laut Barat, atau yang juga dikenal sebagai Laut Kuning. (IHT, 24/11)

Menyusul insiden provokasi di atas, kuasa-kuasa besar yang aktif mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea lalu menyerukan agar konflik diselesaikan secara nonmiliter, dan Korut mau kembali ke meja perundingan enam pihak yang memfokuskan diri pada upaya denuklirisasi di Semenanjung.

Namun, seiring dengan itu, AS segera mengirimkan gugus kapal induk George Washington dari pangkalannya di selatan Tokyo, Rabu lalu. Kapal induk bertenaga nuklir yang mengangkut lebih dari 75 pesawat dan 6.000 awak ini akan bergabung dengan latihan militer Korsel hingga Rabu pekan depan.

Ancaman nuklir

Di luar penembakan artileri, yang tentu amat mengkhawatirkan adalah eskalasi yang bisa memicu ancaman Kim Jong Il di awal tulisan ini.

Selain kecanggihan teknologi alat utama sistem senjata, kemakmuran Korsel memungkinkan disediakannya latihan lebih memadai.

Kondisi yang tidak simetri ini dengan cerdik coba dijungkirkan Korut dengan mengembangkan kemampuan nuklir dan rudal. Untuk nuklir, Korut terbukti punya program penyempurnaan dan perluasan. Guru besar Universitas Stanford, Siegfried S Hecker, yang mengunjungi Korut melihat dengan mata kepala sendiri adanya fasilitas modern untuk pengayaan nuklir.

Adapun untuk rudal, sejak tahun 2006 Korut telah menguasai rekayasa rudal. Berbasis rudal Scud buatan Rusia, Korut telah berhasil mengembangkan rudal balistik jarak pendek, jarak sedang (Nodong), dan jarak jauh (Taepodong).

Butuh pengakuan


Meski serangan artileri ke Pulau Yeonpyeong merupakan provokasi yang mencemaskan, sebagian pengamat tidak yakin bahwa itu merupakan langkah serius Korut untuk melancarkan perang besar-besaran. Seperti telah terjadi sebelum ini, setiap kali punya keinginan tersembunyi, penguasa Korut yang masih bercorak Stalinis ini lalu membuat move militer yang mengagetkan. Kali ini pun provokasi dikaitkan dengan masih acuhnya AS terhadap Korut. Kemungkinan kedua, langkah Korut kali ini dimaksudkan untuk mengamankan proses suksesi dari Kim Jong Il ke Kim Jong Un, yang bagaimanapun mengandung potensi instabilitas di dalam negeri Korut.

Dengan pengerahan armada kapal induk, kombinasi AS-Korsel secara militer telah menjadi Goliath menghadapi David (Korut) yang kecil. Ini pun pola asimetri yang kini juga sering dijumpai dalam konflik modern. (Lihat The Sling and the Stone – On War in the 21st Century, Col Thomas Hammes, 2006)

Tetapi, lebih dari situasi asimetris, respons ”mengerahkan otot lebih besar untuk menggentarkan lawan” yang mungkin justru tak diharapkan oleh Korut inilah yang secara psikologis bisa memicu frustrasi Korut yang lebih serius. (IHT, 25/11)

Dalam hal ini, sebetulnya yang paling terancam adalah Korsel.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 23 November 2010

Temuan Ilmuwan Amerika Bikin Gusar Banyak Negara

0

Fasilitas Nuklir Korea Utara (Foto:Boston.com )
SEOUL, SENIN - Pemerintah Amerika Serikat beserta sejumlah negara sekutu gusar soal kemampuan dan penguasaan teknologi nuklir Korea Utara. Mereka juga gusar dengan fasilitas pengayaan uranium yang dikuasai dan dimiliki Korut.

Mereka mengatakan, kemampuan pengayaan nuklir Korea Utara berpotensi besar membahayakan keselamatan negara-negara di sekitarnya. Namun, AS mengaku masih membuka kesempatan berdialog.

Kekhawatiran itu beralasan mengingat Korut dikenal sebagai pengekspor persenjataan nuklir. Bahkan, negara itu mengandalkan sepenuhnya pemasukan bagi perekonomian yang morat-marit itu dari hasil ekspor senjata. Negara komunis dan paling tertutup di dunia itu gembar mengembangkan senjata.

Kegusaran dan keterkejutan sejumlah negara muncul. Korut mengekspos fasilitas dan teknologi pengayaan uranium yang dimilikinya.

Ilmuwan AS bernama Siegfried S Hecker dan timnya dari Center for International Security and Cooperation, Universitas Stanford, AS, pertengahan November lalu berkunjung ke fasilitas nuklir Korut di Yongbyon. Hecker mengaku sangat terkejut dengan perkembangan yang dia lihat.

Teknologi pengayaan nuklir yang dikuasai Korut tampaknya sangat maju dan canggih dari yang diduga selama ini. Korut ternyata telah menguasai teknologi reaktor air biasa (light-water reactor) dan memiliki sedikitnya 2.000 unit mesin pemroses, yang digunakan untuk proses pengayaan nuklir.

Dalam laporan tertulisnya Hecker mengatakan, mereka beranggapan hanya akan menemukan sejumlah kecil alat pemroses uranium. Dia dan timnya justru menemukan sejumlah instalasi yang terdiri dari ribuan peralatan yang terpasang rapi dan bersih.

Instalasi itu diketahuinya punya kemampuan memproduksi uranium yang diperkaya (enriched uranium) berskala tingkat rendah. Material nuklir itu biasa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir.

Telah mampu

Tidak hanya itu, Hecker dan timnya juga menduga kuat bahwa Korut sudah dalam tahap mampu membuat sumber sekunder material nuklir untuk keperluan persenjataan.

Sebelumnya Korut telah memiliki bom-bom berbasis plutonium. Bom sejenis (bom berbasis uranium) itu pernah dijatuhkan dan diledakkan AS di Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945, yang mengakhiri Perang Dunia II.

Lebih lanjut, Panglima Angkatan Bersenjata AS Laksamana Mike Mullan menilai ekspos sengaja kemampuan nuklirnya itu menunjukkan sikap provokatif Korut, yang cenderung menunjukkan perilaku ingin berperang.

Untuk itu, Mullen meminta semua negara besar harus bersatu menekan Korut, tidak terkecuali China, negara sekutu utama Korut.

China sampai sekarang belum mengeluarkan reaksi resmi soal temuan terbaru itu. Satu-satunya komentar yang muncul adalah dari dosen Central Party School di Beijing, Zhang Liangui. Namun, dia menilai masalah tersebut hanya merupakan persoalan antara AS dan Korut.

Sumber : KOMPAS


Indonesia Berpotensi Bangun 30 Reaktor Nuklir

0

PLTN Muria

Pangkalpinang (ANTARA News) - Staf Ahli Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Dr Wawan Purwanto, mengemukakan, Indonesia memungkinkan membangun 30 lebih reaktor nuklir karena memiliki potensi besar yang didukung faktor geologi dan bahan baku yang memadai.

"Setiap provinsi di Indonesia mimiliki potensi untuk dibangun reaktor nuklir karena bahan bakunya banyak dan secara geologi cukup mendukung," katanya di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, saat ini baru terdapat tiga reaktor nuklir di Indonesia yaitu di Serpong, Jogja dan Bandung dengan daya sekitar 90 Mega Watt.

"Satu reaktor itu memiliki kekuatan daya 30 Megawa Watt untuk pertanian dan kesehatan, sementara untuk nuklir bisa mencapai 10 ribu Mega Watt untuk satu reaktor," katanya.

Ia mengatakan, Korea saja yang luas negaranya hanya seper tiga Pulau Jawa bisa memiliki sebanyak 20 reaktor nuklir dan Cina sudah membangun 30 reaktor.

"Sementara Indonesia baru punya tiga reaktor dengan skala kecil, padahal setiap provinsi memungkinkan untuk dibangun reaktor nuklir," ujarnya.

Ia menjelaskan, energi tenaga nuklir sangat murah, tidak rawan pencemaran dan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) cukup menyediakan areal seluas 25 hektare.

"Babel sudah ditetapkan tapak PLTN di Kabupaten Bangka Barat, provinsi ini akan lebih cepat maju jika PLTN berhasil dibangun," ujarnya.

Menurut dia, pro kontra terhadap pembangunan PLTN dan adanya ketakutan masyarakat karena ketidaktahuan tentang pentingnya energi ini.

"Kalau pihak PLN sudah mendukung sepenuhnya karena yang mengelolanya PLN dan tentu mereka profesional," ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya terus mendorong pemerintah untuk membangun PLTN dan mengharapkan setiap provinsi punya reaktor nuklir agar lebih cepat berkembang dan maju.

"Di negara-negara maju sudah mengembangkan nuklir ini karena sangat penting dan lebih murah dibanding energi lain," katanya.

Sumber: ANTARA


Jumat, 19 November 2010

Batan Siapkan Penyimpanan Limbah Radioaktif PLTN

0


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan menyiapkan tempat penyimpanan limbah radioaktif yang paling aman untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang rencananya akan segera dibangun. "UU tentang Ketenaganukliran no 10 tahun 1997 memang menyebut, meskipun PLTN nantinya tak dikelola oleh pemerintah, pengolahan limbah radioaktif tetap jadi tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Batan," kata Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa (PTDBR) Batan Dr. Djarot Sulistio di Jakarta, Jumat.

Namun, lanjut dia, soal ini baru bisa dipastikan jika sudah jelas ada keputusan soal pembangunan PLTN, karena lokasi pengolahan limbah radioaktif ada di dekat PLTN. Saat ini belum dipastikan PLTN tersebut akan dibangun di mana, apakah di Jepara, Bangka Belitung atau Kalimantan.

"Untuk satu unit PLTN berkapasitas 1.000 MW menghasilkan limbah rata-rata tahunan hanya 300 meter kubik, sehingga tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara itu bisa menampung sampai 20 tahun. Setelah itu baru dikirim ke tempat penyimpanan limbah radioaktif akhir. Kita punya banyak wilayah yang cocok untuk ini," katanya.

Yang akan menjadi pertimbangan suatu tempat bisa menjadi lokasi penyimpanan limbah radioaktif PLTN, menurut dia, harus jauh dari pemukiman masyarakat, jauh dari sumber air masyarakat serta memiliki risiko gempa yang kecil. Suatu tempat penyimpanan limbah radioaktif, ujar dia, dibangun beberapa puluh sampai ratus meter di bawah tanah, seperti bunker yang berlapis-lapis dengan beton.

Saat ini, ujar Djarot, Batan sudah memiliki tempat penyimpanan limbah radioaktif di Serpong yang terbesar di Asia Tenggara dan aman. Tempat ini menerima limbah radioaktif selain dari tiga reaktor riset Batan di Serpong, Bandung dan Yogyakarta, juga limbah radioaktif dari rumah sakit dan industri dari seluruh Indonesia, rata-rata 40 drum limbah setiap tahun. "Limbah ini kami reduksi volumenya misalnya dari 100 liter menjadi dua liter dengan proses evaporasi (penguapan -red). Setelah itu sisa cairan yang tinggal sedikit dicampur semen sehingga terkungkung dan mudah dikendalikan," katanya.

Dia juga mengatakan, dibanding dengan limbah bahan berbahaya beracun (B3) seperti sianida dan lainnya, limbah radioaktif yang bersifat tak stabil ini bisa meluruh dengan sendirinya karena memancarkan energi berupa sinar atau partikel untuk mencapai kestabilan.

"Sebanyak 95 persen unsur radioaktif ini rendah umur paruh waktunya yakni sekitar 30 tahun, sedangkan lima persen lagi baru bisa meluruh ribuan tahun yang ini pun di alam tersimpan aman di lapisan geologi, seperti kandungan Uranium di Kanada dan lain-lain," katanya.

Di Cigar Lake, Kanada pada kedalaman 430 meter di bawah permukaan tanah terdapat deposit uranium dengan kandungan tinggi (11 persen dari total cadangan uranium dunia) yang tidak berpindah dari sejak awal yaitu sekitar 1,3 miliar tahun lalu. "Bagaimana alam menyimpan kandungan unsur radioaktifnya seperti Uranium, bisa dicontoh oleh kita dalam menyimpan limbah radioaktif," katanya.

Sumber: REPUBLIKA


Rabu, 03 November 2010

Reaktor Nuklir Tinggal Kesediaan Publik

0


JAKARTA, KOMPAS.com - Reaktor nuklir yang diharapkan dapat menjadi sumber pembangkit listrik alternatif berbiaya murah di Indonesia dinilai belum siap digunakan meskipun secara teknologi dan ekonomi sudah sangat layak. Satu hal yang menjadi penghalang digunakannya reaktor nuklir di Indonesia adalah belum ada masyarakat yang menerima teknologi ini sebagai sumber pembangkit energi listrik yang murah.

"Masyarakat belum menerimanya. Sepanjang belum ada yang menerima, ya kita jangan memaksakan untuk menggunakan nuklir. Meski demikian, secara teknologi, ini sudah sangat aman. Saya tahu soal ini karena pernah menjadi Presiden Ke-46 Konferensi IAEA (The International Atomic Energy Agency)," ujar Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Menurut Hatta, setiap reaktor nuklir harus memenuhi tiga syarat agar dapat digunakan di suatu negara. Pertama, secara teknologi harus dapat dipastikan bahwa reaktor nuklir itu aman, dan memang sudah terbukti aman. Kedua, secara ekonomi dapat memberikan manfaat bagi penggunanya, dan ini pun sudah terbukti karena reaktor nuklir bisa menghasilkan energi listrik yang murah.

"Ada satu syarat lagi, yakni public acceptance, masyarakat harus bersedia menerimanya. Syarat ini yang belum dapat dipenuhi hingga saat ini," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata menegaskan, energi nuklir sebagai energi alternatif tidak akan dilewatkan begitu saja. Pemerintah Indonesia menyatakan siap untuk memanfaatkan energi nuklir untuk berbagai keperluan, termasuk bagi pembangkit listrik bertenaga nuklir atau reaktor nuklir.

Saat ini, energi nuklir merupakan bagian dari kebijakan energi nasional yang masih dalam perumusan akhir oleh Dewan Energi Nasional. Jika kebijakan itu sudah ditetapkan oleh pemerintah, Kementerian Riset dan Teknologi siap untuk menyosialisasikan dan mempersiapkan rencana pembangunan reaktor nuklirnya. (Kompas.com, 23 Agustus 2010)

"Kalau kebijakan energi nasional dengan energi nuklir sebagai salah satu alternatif sudah ditetapkan, Kementerian Riset dan Teknologi siap menjalankan tugas yang sudah diberikan, yaitu sosialisasi dan mempersiapan diri pembangunannya (reaktor nuklir)," tandas Suharna.

Menurut dia, kesiapan Indonesia untuk memanfaatkan energi nuklir, termasuk membangun reaktornya, sudah terbukti lama. "Kalau soal kesiapan, kita siap sudah lama. Kita sudah pernah membangun reaktor sudah dari tahun 1960-an, 1970-an, dan 1980-an, meskipun hanya untuk riset. Akan tetapi, kita siap," tambahnya.

Rencana pembangunan reaktor nuklir, lanjut Suharna, tidak pernah ditunda. "Kita terus mematangkan rencana kita untuk menyiapkan kebijakan energinya dnegan alternatif itu (nuklir). Jika kebijakannya itu sudah ada, bagian kita akan mempersiapkan pembangunannya itu," jelasnya.

Ada sejumlah reaktor nuklir yang pernah dibangun untuk kajian seperti di Serpong (Banten), Bandung (Jawa Barat), dan Yogyakarta. Sejumlah daerah juga menyatakan minatnya untuk membangun. Sejumlah daerah mempunyai perhatian besar untuk energi nuklir. Bahkan, daerahnya menawarkan diri untuk lokasi pembangunan reaktor nuklir, seperti di Kalimantan, Bangka Belitung, dan Serang (Banten).

Sumber: KOMPAS


Selasa, 02 November 2010

Prancis dan Inggris akan Uji Coba Senjata Nuklir

0

illustrasi

PARIS--MICOM: Pemimpin Prancis dan Inggris akan menandatangani persetujuan yang mensahkan kedua negara menguji coba senjata nuklir mereka di sebuah fasilitas gabungan di Prancis.

Demikian pernyataan yang dikelaurkan Kepresidenan Prancis, Selasa (2/11).

Sebuah pusat simulasi nuklir akan didirikan di Valduc, Prancis timur, sekitar 45 kilometer barat laut kota Dijon, serta akan mulai beroperasi pada 2014, ujar pernyataan dari Kepresidenan.

Pusat simulasi tersebut akan memungkinkan ilmuwan Prancis dan Inggris dapat memperagakan sejumlah kinerja material nuklir untuk memastikan "kelangsungan hidup, keselamatan, dan keamanan atas senjata nuklir jangka panjang kedua negara," ujar pernyataan itu.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, akan menandatangani persetujuan di London pada Selasa ini bagi kerja sama pertahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Persetujuan kedua negara itu akan mencakup pembentukan pasukan militer gabungan dan berbagi kapal induk bagi pesawat.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 28 Oktober 2010

Bom Nuklir Kini Tak Butuh Misil, Cukup Taruh di Kargo Pesawat

0

Jakarta - Bom-bom berhulu ledak nuklir kini tidak lagi harus diluncurkan ke sasaran dengan misil-misil antar negara atau antar benua. Cukup taruh bom di kargo pesawat penumpang dan arahkan pesawat yang sarat penumpang tersebut ke sasaran.

"Ada kecenderungan semacam itu. Itu mengapa kini pemerintah AS sangat teliti mengenai kargo," ujar Robert E Kelley, seorang ilmuwan nuklir Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan Kelley dalam diskusi soal ambisi Nuklir Burma di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2010).

Kelley merupakan mantan direktur di international Atomic Energy Agency (IAEA). Dia memiliki 30 tahun pengalaman di US Nuclear Complex. Kelly juga memiliki pengalaman lapangan menginpeksi senjata nuklir di Irak, Afrika Selatan dan Libia.

"Kita tidak bisa mengecek satu per satu bawaan di Kargo dengan seksama. Coba anda bayangkan, ada berapa ribu pesawat yang terbang setiap harinya," jelas Kelley.

Terkait ambisi nuklir Burma, Kelley menilai saat ini Burma, belum dapat membuat bom. Tapi inilah yang sedang mereka persiapkan sekarang.

"Bayangkan sebuah pesawat terbang dari Rangoon. Membawa sebuah bom nuklir dalam kargonya dan penuh penumpang untuk menuju ke satu tempat," terang dia.

Sumber: DETIK




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin