Tampilkan postingan dengan label INDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

TNI Ingin Latihan Bersama dengan India

0

Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya menginginkan kerja sama bidang latihan dan operasi bersama militer India dapat ditingkatkan di masa mendatang.

"Kami mengharapkan kerja sama antara kedua negara di bidang latihan dan operasi yang selama ini telah terjalin dengan baik khususnya di angkatan laut kedua negara dapat ditingkatkan," katanya, saat menerima Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Nirmal Kurma Verma di Jakarta, Rabu.

Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Minulyo Suprapto menambahkan, angkatan laut kedua negara telah lama melakukan latihan bersama terutama di wilayah batas perairan kedua negara.

"Diharapkan kerja sama latihan bersama dan operasi antara angkatan laut kedua negara dapat ditingatkan menjadi lebih luas lagi di masa mendatang," katanya.

Selama kunjungan empat harinya di Indonesia, Laksamana Verma selain mempererat kerja sama militer kedua negara, juga berkeinginan menjajaki kerja sama industri pertahanan antara kedua pihak.

Selain melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Verma juga dijadwalkan mengunjungi Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya.

Tidak itu saja, Laksamana Verma juga akan melakukan penjajakan ke beberapa Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan PT PAL.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio usai pertemuan, mengatakan, industri pertahanan India lebih maju dibandingkan Indonesia terutama dalam industri kimia, elektronika, mekanika, dan perbekalan.

"Bahkan, mereka sudah mampu membuat rudal, kapal selam dan kapal induk. Kita masih menjajaki apa yang bisa dikerjasamakan untuk industri pertahanan kedua negara," katanya.

Kemungkinan kerja sama pertahanan RI-India telah dilakukan sejak beberapa tahun silam yang selanjutnya dikukuhkan melalui ratifikasi nota kesepahaman kerja sama kedua negara bidang pertahanan yang diwujudkan dalam Joint Defence Committee.

Sumber: ANTARA


Wamenhan RI Terima Kunjungan Kasal India

0

Ist

Jakarta, DMC – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin atas nama Menteri Pertahanan RI, Selasa (11/1) mengadakan menerima kunjungan dan melakukan pembicaraan (cc) dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Admiral Nirmal Verma PVSM beserta rombongan di ruang kerjanya, di kantor Kemhan Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Kasal India menyampaikan kepada Wamenhan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan kehormatan dalam rangka untuk membangun kerjasama diantara kedua negara di bidang pertahanan dan industri pertahanan. Beberapa program ditawarkan pemerintah India kepada Indonesia diantaranya mengenai program pertukaran pelatihan dan pendidikan secara berkala yang telah dilakukan Angkatan Laut kedua negara.

Selain itu juga Kasal India menyatakan Indonesia khususnya TNI AL banyak terlibat, dan mendukung berbagai kegiatan multilateral seperti keterlibatan TNI AL dalam The Indian Naval Ocean Symposium (INOS) dimana pada kesempatan tersebut TNI AL berkesempatan memberikan seminar dan workshop serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan INOS. Termasuk TNI AL terlibat dalam MILAN yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali di Kep. Andaman yang melibatkan TNI AL dari berbagai negara.

Untuk itu, lanjut Kasal India, pemerintah India memiliki keinginan dan berantusias untuk membangun dan melanjutkan kerjasama antar kedua angkatan laut seperti patroli terkoordinasi (coordinated patrol), submarine trainning dan pertukaran informasi. Selain itu juga atas nama pemerintah India, Kasal India mengucapkan terima kasih karena telah menjadikan India sebagai salah satu negara tujuan pelatihan dan pendidikan khususnya bagi personel TNI AL.

Menanggapi hal tersebut, Wamenhan menyambut baik perkembangan kerjasama yang telah dibangun selama ini antar Angkatan Laut kedua negara sebagai leading sector yang didasarkan atas kesamaan sejarah antara Indonesia dan India serta besarnya peranan India dalam perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut Wamenhan juga menjelaskan mengenai industri pertahanan dimana Indonesia mulai tahun lalu telah menambah alutsista dengan menyediakan berbagai kendaraan untuk kepentingan angkatan bersenjata Indonesia. Wamenhan berharap India dapat metransformasikan teknologi dan IT melalui kerjasama di bidang industri pertahanan.

Sumber: DMC


Selasa, 11 Januari 2011

India Tawarkan Kerjasama Pembuatan Rudal

0

Rudal Brahmos

JAKARTA--MICOM: Pemerintah India menawarkan kerjasama pembuatan rudal ke Indonesia. Tawaran itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Nirmal Kumar Verma saat melakukan kunjungan resmi ke Kemenhan, Jakarta, Selasa (11/1).

"India ingin menawarkan kerjasama. Nah, sejauh mana kemampuan kita karena yang berkali-kali ditawarkan ke kita rudal Brahmos. Itu sudah dibuat dan ditawarkan ke kita. Kita sudah beli yang asli. Rudal Yakhont. Mudah-mudahan kedepan kita bisa kerjasama," kata Kapuskom Publik Brigjen I Wayan Midhio.

Kerjasama itu, dinilai dia bisa menguntungkan program seribu roket yang sedang digagas oleh Indonesia. Dikombinasikan dengan kemampuan pembuatan rudal India, ia menyatakan roket Indonesia berpeluang menjadi rudal.

"Indonesia sudah mampu membuat roket. Tahun 2011-2014 kita buat seribu roket. Kalau kita buat pengaturnya, nanti kita buat rudal. Nah, kita jajaki apa yang ditawarkan mereka," jelasnya.

Industri pertahanan India, menurut dia, sudah lebih maju dibandingkan Indonesia. India bahkan sudah mampu memproduksi kapal selam, rudal, korvet dan kapal induk. Fokus industri pertahanan India saat ini adalah membangun air defence carrier, yakni teknologi pesawat anti serangan udara. "Kita sendiri saat ini spare part radar dan parasut kita membeli dari mereka," tukasnya.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 08 Januari 2011

India & Indonesia Melakukan Kerjasama DaIam Bidang Keamanan

0


India dan Indonesia akan melakukan kemitraan strategis dalam jangka lima tahun untuk membina kerjasama untuk melawan terorisme dengan perjanjian ekstradisi dan pakta untuk pencegahan perdagangan narkoba. Kerjasama ini akan ditandatangani selama kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Indonesia yang mulai 25 Januari.

India merupakan salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi tercepat dalam perekonomian dunia dan Indonesia merupakan negara demokrasi sekuler dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta menjadi ketua ASEAN,
kedua negara juga berharap untuk memulai pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan kemitraan ekonomi yang komprehensif, yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral sebesar $ 12000000000 (Rs.54, 480 rupee) dan saat ini terus menunjukan peningkatan.

Yudhoyono, yang sebelumnya mengunjungi India pada 2005 ketika kedua negara meningkatkan hubungan mereka dengan kemitraan strategis, Dan merupakan tamu utama untuk perayaan 62 tahun Hari Republik India pada tanggal 26 Januari.

Presiden pertama Indonesia, Sukarno juga merupakan tamu kepala negara pada perayaan pertama Hari Republik India pada tanggal 26 Januari 1950.

"Ini merupakan kunjungan penting bagi kami dari sudut pandang sejarah," kata Leonard Hutabarat, sekretaris Kedutaan Indonesia di New Delhi, pada hari Jumat.

"Ada diskusi tentang untuk menyimpulkan delapan sampai 10 perjanjian di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan TI.

Akan ada perjanjian ekstradisi dan lain tentang pencegahan perdagangan narkotika" yang diharapkan akan ditandatangani selama kunjungan, kata dia.

Ekstradisi dan pencegahan pakta perdagangan narkoba " akan memberikan dasar untuk kerjasama di masa depan tentang counter-terorisme, mengingat bahwa kejahatan transnasional semakin lama semakin meningkat," kata Hutabarat, mengingat bahwa India dan Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman anti-terorisme pada tahun 2004.

Dari sudut pandang India, "Indonesia negara penting di Asia Tenggara.

Hal ini karena Indonesia merupakan bagian dari ASEAN, yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi juga demokrasi pluralistik, dan sebuah mosaik kelompok etnis dan agama yang berbeda, yang membuatnya mirip dengan India ", kata seorang pejabat kementerian luar negeri India yang dirahasiakan identitasanya.

India memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di dunia dan berperang melawan pemberontakan Islam di Kashmir.

"Indonesia juga merupakan tetangga dekat perbatasalan langsung dengan kepulauan Andaman yang berjarak sekita 80km dari kepulauan Indonesia.

Seperti kita, Indonesia memiliki masalah dengan terorisme, tetapi juga berhasil dalam pemumpasan terorisme," tambah pejabat itu.

Hutabarat Menurut pihak berwenang Indonesia telah menemukan kaitan antara tindak terorisme di wilayah Indonesia dan Afghanistan di masa lalu. Selama pembicaraan dengan para pemimpin India di New Delhi, terorisme akan menjadi salah satu isu penting yang akan dibahas, katanya.

Indonesia juga merupakan anggota Kelompok Dua puluh negara-negara maju dan berkembang yang telah dibentuk setelah krisis ekonomi global tiga tahun lalu.

"Negara ini mencatat pertumbuhan 5,6% pada tahun lalu dan sekarang meningkatkan pertumbuhan mencapai 7% dalam beberapa tahun mendatang," kata Hutabarat.

Mengkonsolidasikan kemitraan strategis yaitu patroli bersama oleh angkatan laut Indonesia dan India tentang bajak laut di Selat Malaka yang sudah berjalan, yang rute utama bagi negara-negara seperti China dan Jepang. India juga telah melakuakan pelatihan pilot pesawat Sukhoi, kata Hutabarat.

Indonesia juga melihat bagaimana Komisi Nasional India pada Hak Asasi Manusia, otoritas manajemen bencana dan kerja Komisi Pemilihan Nasional, yang merupakan suatu kepentingan kerjasama yang lebih erat dalam hal ini untuk memperkuat lembaga-lembaganya, "kata katanya.(Livemint/WDN/MIK)


Kamis, 16 Desember 2010

English News : Russia and India fix T-50 fighter design contract cost at $295 mln

0


Russia and India have agreed the estimated cost of a design contract for their joint fifth-generation fighter project at $295 million, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) Chairman Ashok Nayak said in an interview with RIA Novosti.

"The cost of preliminary design is estimated at $295 million. The work is expected to be complete within 18 months," Nayak said.

Russia's Sukhoi holding and India's Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet based on the prototype T-50 design. India confirmed that it had finalized a draft contract at a meeting with Russia in early October.

Nayak said the contract could be signed by the representatives of India's HAL and Russia's United Aircraft Corporation (UAC) during a visit by Russian President Dmitry Medvedev to India on December 20-22.

The two sides agreed to develop both a single-seat and a two-seat version of the aircraft by 2016, focusing on the single-seat version in the initial stages of development. The costs will be shared equally between Russia and India.

The first Russian prototype T-50 made its maiden flight in January 2010.

The new fighter aircraft is expected to enter service with the Indian Air Force by 2020.

From : RIA


Sabtu, 11 Desember 2010

Uji Rudal India Ganggu Penerbangan Haji

0


MADINAH--MICOM: Uji peluru kendali (rudal) India telah mengganggu penerbangan haji, seperti yang dialami Kelompok Terbang (Kloter) 27a embarkasi Jakarta (JKG), yang tertahan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah (AMAA) karena pesawat terlambat datang.

Pesawat Garuda yang harus mengangkut Kloter 27a itu terlambat tiba di Madinah, kata Duty Manager Garuda di Stasiun Bandara Madinah, Bambang Suwito Adji di Bandara AMAA, Madinah, Jumat (10/12).

Latihan militer dan peluncuran roket di India menjadi sebab pesawat Garuda yang akan mengangkut jamaah asal Jakarta itu menjadi ditunda keberangkatannya. Di India, sedang latihan perang dan peluncuran roket dengan area yang luas dan waktu yang panjang, kata Bambang Suwito Adji.

Menurut Bambang, penerbangan yang berasal dari arah timur yang menuju Timur Tengah semuanya terganggu akibat aktivitas militer tersebut. Termasuk pesawat Garuda milik jamaah kloter 27a yang sebenarnya sudah berangkat dari Bandara Soekarno Hatta.

"Saat masuk di India dicegat dan diminta untuk kembali. Akhirnya pesawat memutar kembali ke Cengkareng," terang Bambang seraya mengatakan kemungkinan ada tiga kloter yang terlambat masuk Madinah. Atas kejadian tersebut, pihak Garuda langsung berkoordinasi dengan Jakarta terkait adanya larangan tersebut. Akhirnya, pesawat diberangkatkan kembali dan akan tiba di Madinah sekira pukul 20.30 waktu Saudi.

"Mereka akan memutar melalui Himalaya atau India utara," papar Bambang. Bagi Garuda, persoalan semacam ini biasa dalam dunia penerbangan. Peristiwa ini dinamakan air block space dan tidak perlu ada kekhawatiran berlebih. Yang penting pilot bisa menghindar dari zona bahaya yang diperingatkan. "Kita mohon maaf jika akhirnya telat. Saya kira bisa masuk ternyata pesawat memutar lagi ke Jakarta," urai Bambang.

Namun Bambang menegaskan jika latihan perang tersebut hanya mengganggu perjalanan berangkat dari Indonesia ke Madinah. Sementara untuk perjalanan sebaliknya akan lancar, karena latihan militer sudah selesai. Seperti diketahui India memang sedang melakukan uji coba rudal supersonik atas kerjasama dengan Rusia. Rudal yang dinamakan BarhMos ini sukses dilakukan peluncuran di negara bagian Orissa.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 02 Desember 2010

India melakukan uji rudal jelajah BrahMos

0


India berhasil melakukan ujicoba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos dari sebuah pangkalan militer di pantai timur laut negara bagian Orissa pada Kamis, Dikutip dari Press Trust of India (PTI).

Rudal jelajah supersonic dengan kemampuan uji penembakan dari sebuah peluncur bergerak pukul 11.00 waktu setempat (05:30 WIB) dari Test Range Terpadu di Chandipur. "Uji coba ini berhasil," kata dari sumber pertahanan PTI tanpa merinci.

Akhirnya uji BrahMos pada tanggal 5 September rudal jelajah mencapai target pada kecepatan supersonik dalam mode steep-dive untuk pertama kalinya. Didirikan pada tahun 1998, BrahMos Aerospace Ltd, perusahaan patungan Rusia-India untuk memproduksi rudal jelajah supersonik oleh Rusia Mashinostroyenie NPO-3M55 Yakhont dirancang (SS-N-26).

Rudal BrahMos memiliki jangkauan 290 km (180 mil) dan dapat membawa hulu ledak konvensional hingga 300 kg (660 lbs). Bisa efektif terlibat sasaran dari ketinggian rendah 10 meter (30 kaki) dan yang memiliki kecepatan maksimum 2,8 Mach.

Sumber: RIA / MIK


Jumat, 19 November 2010

Rudal Brahmos Jadi Inspirasi

0

Rudal Brahmos Dipajang Di Indo Defence 2010

Apa yang tersisa dari sebuah pameran alat utama sistem senjata (alutsista) bagi Indonesia. Sebuah inspirasi. Paling tidak begitulah yang tersirat dari semangat Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat mengelilingi pameran Indo Defence, Indo Aerospace, dan Indo Marine 2010 (IDAM) Expo and Forum 2010 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (11/11) sore lalu. Dia meniti dari satu stan ke stan lain. Hampir semua stan dia kunjungi.

Takjub. “Ke depan Indonesia harus bisa meniru teknologi ini,” ujar Purnomo. Salah satu senjata yang tak henti-hentinya membuat Purnomo takjub adalah rudal penjelajah supersonik Brahmos buatan BrahMos Aerospace, sebuah perusahaan hasil patungan India dan Rusia. Brahmos sendiri merupakan akronim dari nama sungai Brahmaputra di India dan Moscova (Moskwa) di Rusia. Purnomo sebenarnya sudah pernah melihat aksi Brahmos tahun lalu pada ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) di Bangkok, Thailand.

Pada pertemuan para Menteri Pertahanan se-Asia Tenggara ini, rudal Brahmos menampakkan diri dan beraksi. Setahun kemudian, saat Brahmos dipamerkan lagi di Indonesia, ketakjuban Purnomo masih tinggi. Dia tetap takjub saat menatap layar televisi yang menampilkan aksi rudal seharga 3 juta dollar AS atau 27 miliar rupiah ini menghancurkan target. Bagaimana tidak takjub, rudal ini diklaim sebagai rudal tercepat di dunia.

Dalam brosurnya, Brahmos Aerospace dengan bangga mengedepankan jargon “Misil yang Teristimewa”. Dengan kecepatan maksimal 2,8 mach atau setara dengan 3.430 kilometer per jam, Brahmos memang yang terdepan. Rudal supersonik tercanggih buatan Amerika, Harpoon, pun tiga kali lebih lambat dari Brahmos. Mengerikan. Tambah menakjubkan lagi, Brahmos memiliki jangkauan maksimal 290 kilometer dan dapat membawa hulu ledak konvensional hingga 300 kilogram.

India sudah sukses meluncurkan rudal ini di landasan laut dan darat. Ke depan, BrahMos Aerospace akan mencoba memperluas landasan dengan mencoba menempelkannya di badan Sukhoi Su-30MKI Flanker-H (udara) maupun di badan kapal selam (bawah laut). Bakal tambah mengerikan. “Indonesia saja baru bisa mengembangkan rudal dengan jangkauan maksimal 14 kilometer,” kata Purnomo. Itu pun baru akan diluncurkan pada 2014.

Namun begitu, Purnomo bangga bisa mendatangkan teknologi alutsista terbaik di dunia. Setidaknya, keberadaan IDAM Expo akan membuat Indonesia berkaca pada perkembangan persenjataan negara lain.

Alih Teknologi

Proses alih teknologi industri pertahanan yang diperkirakan berlangsung hingga 2025 mendatang diharapkan sempurna. Dan Indonesia dalam rentang 15 tahun itu diharapkan mampu menyamai prestasi yang saat ini ditorehkan India. “Selain bisa olah raga mengelilingi setiap stan, saya banyak belajar dari pameran senjata ini. Kita lihat kemajuan yang kita punya kemudian kita lihat juga kemajuan yang mereka punya. Setelah itu, kita bisa mengukur kekuatan sendiri,” jelasnya.

Tak pelak, pameran yang diikuti lebih dari 400 peserta dari 38 negara ini benar-benar membuat inspirasi untuk terus meningkatkan kelengkapan alutsista kita. Tujuannya bukan semata-mata untuk berperang, tetapi memperkuat pertahanan Indonesia.

Sumber : Koran Jakarta


Russia, India 'likely' to sign 5G fighter contract in December

0

Russia's 5G fighter

Russia and India are highly likely to sign a fifth-generation fighter design contract in December, Deputy Prime Minister Sergei Ivanov said on Thursday.

Russia's Sukhoi holding and India's Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet. India confirmed that it had finalized a draft contract at a meeting with Russia in early October.

"If all procedures are completed by the time of our president's visit [to India] in December, the contract will be ready for signing," Ivanov said.

The new aircraft will be based on Russia's T-50 prototype fifth-generation fighter, which has already made several test flights, and is expected to enter service with the Russian Air Force in 2015.

From : RIA


Jumat, 12 November 2010

Misil Tercepat Produksi India

0


Rudal BRAHMOS

KOMPAS.com - India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju.

"Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia.

Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari misil ini adalah kemampuannya untuk diinstal dimana saja, mulai helicopter, pesawat, kapal hingga kapal selam." Selain itu, sistem kendali misil mampu melaksanakan Salvo Firing atau penembakan serentak, target Assignment atau penugasan target dan memastikan sekelompok target baik di darat maupun di laut. Salvo pada 9 proyektil dapat menembus dan menghancurkan kelompok kapal musuh terdiri dari tiga fregat dengan pertahanan anti misil modern.

Misil-misil yang akan diluncurkan diinstal di dalam alat luncur. Misil tersebut akan dikirim lengkap dengan daya pendorongnya di dalam Transportation and launch Conister (TLC). Misil versi udaranya dimodifikasi sehingga memiliki berat yang lebih ringan tetapi lebih kuat selama proses peluncuran.

Menurut Pathak, misil tercepat produksinya ini berbiaya murah jika dilihat dalam jangka panjang. "Harga misil pada awalnya mungkin tak jauh berbeda dengan misil lain. Tapi, biaya perawatan misil ini jauh lebih murah. Anda hanya perlu maintenance misil selama sekali dalam tiga tahun, berbeda dengan misil lain yang menuntut perawatan secara terus-menerus," kata Pathak.

Brahmos Aerospace yang memproduksi misil ini sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Rusia dan India. Namun, seluruh pengembangan teknologi, proses produksi, tenaga kerja damn tempat produksi berasal dan dilakukan di India.

"Kami memilih Rusia karena mereka memiliki pengalaman dalam soal mesin, sementara kami memiliki pengalaman dalam soal sistem sehingga kami akan mampu memproduksi misil yang paling baik," kata Pathak. Joint Venture sendiri sudah dimulai pada tahun 1998 dan pada tahun 2005 berhasil meluncurkan produk ini.

Secara umum, misil ini unggul karena jarak tempuh yang jauh, garis lengkung arah peluru yang lebar, dilengkapi dengan anti pertahanan kapal perang serta energi kinetik yang terpasang yang membantu daya rusak kapal.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 28 Oktober 2010

English News : Russia, India to begin design of 5G-fighter in December

0


Russia is planning to sign in December an agreement with India on the preliminary design of a joint fifth-generation fighter aircraft, a senior Russian aircraft industry official said on Wednesday.

Russian Sukhoi holding and Indian Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet, tentatively dubbed PAK FA.

"An agreement with India on the pre-design of the PAK FA will be signed in December," said Alexei Fyodorov, head of Russia's United Aircraft Corporation.

The sides agreed to develop both a single-seat and a two-seat version of the aircraft by 2016, focusing on the single-seat version in the initial stages of development.

The new aircraft will most likely be based on Russia's T-50 prototype fifth-generation fighter, which has already made several test flights and is expected to join the Russian Air Force in 2015.

Russia has been developing its fifth-generation fighter since the 1990s. The current prototype, known as the T-50, was designed by the Sukhoi design bureau and built at a plant in Komsomolsk-on-Amur in Russia's Far East.

Russian officials have already hailed the fighter as "a unique warplane" that combines the capabilities of an air superiority fighter and attack aircraft.

From : RIA


Rabu, 27 Oktober 2010

Indonesia Layak Masuk Kelompok BRIC

0

JAKARTA--MICOM: PT Bank Mandiri Tbk menilai Indonesia bisa masuk ke dalam jajaran negara berkembang yang paling berpengaruh, yaitu kelompok Brasil, Rusia, India, dan China atau biasa dikenal dengan BRIC.

Indonesia dinilai memiliki karakteristik yang sama dengan BRIC secara kapasitas ekonomi.

"Dengan luas wilayah lebih dari 3 juta kilometer persegi dan penduduk di atas 100 juta dan memiliki kapasitas ekonomi yang tinggi ditinjau baik dari sumber daya maupun potensi pasar, serta membukukan kinerja ekonomi yang istimewa, yaitu pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun, Indonesia layak disejajarkan dengan BRIC, ungkap Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, Rabu (27/10).

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki semua prasyarat yang harus dimiliki untuk masuk ke dalam jajarang BRIC. Maka menurutnya tidak ada alasan Indonesia masuk ke dalam jajaran BRIC.

Indonesia akan masuk ke dalam BRIC dengan menambahkan akronim tersebut dengan huruf menjadi BRICI,katanya.

Untuk bisa sejajar dengan BRIC, Indonesia harus meningkatkan daya saingnya.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 21 Oktober 2010

Para Analisis India Menyarankan Pembelian F-35

0


19 Okt @010, Situs resmi Departemen Pertahanan India diterbitkan oleh Ajay seorang analis pertahanan India - dalam artikel tersebut bahwa Pemerintah New Delhi untuk meniadakan multi-peran tempur jarak menengah program pengadaan pesawat, perubahan pembelian dari US. Lockheed Martin mengembangkan tempur siluman F-35 "Lightning II".

Angkatan Udara India saat ini mengagarkan miliaran dolar utnuk membeli 126 pesawat jarak menengah multi-peran tempur, tetapi analis pertahanan India Suke La New Delhi telah mengusulkan penghapusan dari proyek pengadaan pesawat tempur, untuk membeli F-35 Dari US. Dia mengatakan cara ini, ketika pesawat tempur F-35 memasuki Angkatan Udara India akan memiliki penilaian yang lebih positif dari pesawat tempur yang baik.

Su kela mengatakan bahwa tes saat pesawat Angkatan Udara India 6 - 6 pesawat, termasuk F/A-18 Boeing "Super Hornet", Lockheed Martin F-16IN "supersnake" fighter, Dan Dassault Perancis "Rafale", MiG-35 pesawat Rusia , pesawat tempur Saab Swedia "Gripen" dan Eurofighter merupakan pesawat tempur generasi ke generasi keempat.

Sebaliknya, pesawat tempur F-35 merupakan pesawat tempur generasi kelima. F-35 pesawat tempur siluman mempunyai kemampuan mengunci sasaran, dan tidak terlihat oleh radar. karena kedua sisi radar udara untuk "melihat" satunya alat masing-masing, dan F-35 dapat mendeteksi rudal musuh untuk mendeteksi dan melumpuhkan sebelum datangnya pesawat tempur lain. Selain itu, target wilayah musuh untuk melancarkan serangan, kekuatan pesawat tempur F-35 stealth juga memainkan peran penting, ketika musuh terdeteksi, sudah terlambat. Selain itu, Tak perlu dikatakan, di medan perang, 1 F-35 Bisa melumpuhkan 3-4 Pesawat musuh.

Karena Angkatan Udara India menyadari hal ini, pesawat tempur F-35 mengapa tidak muncul di pesawat tempur tawaran-range multi-peran di dalamnya? Untuk masalah ini, Su kela mengatakan, karena 126 dirilis pada tahun 2003 dalam tender spesifikasi tempur , Angkatan Udara India menetapkan spesifikasi memiliki dampak deteren terlalu rendah, sementara pesawat tempur F-35 dari "standar terlalu tinggi." Selain itu, Kementerian Pertahanan India ingin menghindari kontroversi yang potensial, jadi sambil memperkenalkan sejumlah penawar berpartisipasi dalam penawaran proyek pengadaan pesawat tempur. Jika Angkatan Udara India untuk pertimbangan jangka panjang, meminta kemampuan pesawat tempur generasi kelima, itu hanya akan F-35 pesawat tempur untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Su kela mengatakan bahwa dalam spesifikasi penelitian Angkatan Udara India, Lockheed Martin Corporation - 2003-2004 secara tidak langsung untuk penyelidikan dari empat pemasok pesawat Air Force India - dipilih memenuhi persyaratan dari F-16 India berpartisipasi dalam penawaran. Dalam pandangannya, pilih ukuran terlalu tinggi, mahal F-35 pesawat tempur sehingga India tidak berpartisipasi dalam penawaran pengertian bisnis : Menurut ketentuan pembelian India, bahkan jika spesifikasi untuk pesawat dan tidak ada poin tambahan di luar itu. Menurut India, "Prosedur Pengadaan Pertahanan," untuk memenuhi persyaratan teknis dan harga penawaran terendah untuk memenangkan Kamar India kontrak pembelian senjata otomatis.

Su kela mengatakan harga yang hanya Lockheed Martin F-16 dipilih untuk tawaran faktor. Pada saat itu, prototipe F-35 belum ada uji terbang, F-35 uji terbang pertama pada tahun 2006 - jadi jelas Lockheed Martin F-35 di Angkatan Udara India tidak bisa ditentukan dalam jadwal uji terbang. Pejabat senior percaya bahwa Angkatan Udara India, Lockheed Martin telah membuat keputusan strategis: pilih F-16 jarak menengah multi-peran tempur pesawat tempur dalam upaya lagi setelah Angkatan Udara India tidak berpartisipasi dalam F-35. Namun, harapan perusahaan mungkin India dan Rusia telah memutuskan untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur generasi kelima.

Su kela mencatat bahwa situasi telah berubah sekarang. Proyek F-35 telah memasuki tahap produksi, bisa keluar dipasang berlaku segera. Selain itu, Lochmaben Dingxi De pejabat senior Amerika Serikat dikonfirmasi dengan senang hati untuk menjual India F-35. Sementara itu, semakin yakin Kementerian Pertahanan India juga membuktikan bahwa, dalam sistem Amerika Serikat lebih unggul dari pesaing lain, pembelian nya sistem canggih AS memiliki keberanian politik.

Pensiunan dan pejabat senior aktif terhadap pengadaan Udara India Angkatan Angkatan Udara India F-35 pesawat tempur ada dua alasan utama: Pertama, setelah penghapusan akuisisi pesawat tempur proyek jarak menengah multi-peran,Kementerian Pertahanan India akan mengevaluasi pembelian pesawat F-35 ; Kedua, Departemen Pertahanan kemungkinan untuk membeli pesawat tempur F-35 karena kesulitan keuangan.

Namun, Su kela mengatakan bahwa pandangan ini tidak benar. Pesawat C-130J transportasi dan C-17 "Globemaster" merupakan pesawat angkut merupakan strategi pengadaan pesawat untuk membuktikan bahwa Kementerian Pertahanan India memiliki keberanian untuk bertindak tegas. Selain itu, ia juga menunjukkan bahwa dari pemikiran Pakistan sentris, India terhadap Cina mulai fokus untuk membangun serangan yang handal dan kemampuan pertahanan, yang pasti akan enggan ke Cina di masa depan harus dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur generasi kelima seharga miliaran dolar.

Isu lain yang memprihatinkan Angkatan Udara India , pesawat tempur F-35 masih dalam tahap pengembangan. namun, Israel baru-baru ini mengumumkan pengadaan 20 pesawat tempur F-35 (tetapi mereka juga bisa membeli lain 75 plus) hal untuk menghilangkan beberapa kekhawatiran. Harga unit F-35 Sekitar $ 96.000.000, bila dibandingkan Eurofighter dan Rafale harganya tidak jauh berbeda. Israel akan menerima F-35 antara 2015-2017, dan beberapa jarak menengah multi-peran pesawat tempur, para peserta lelang yang sama juga perlu waktu untuk dikirim ke India pesawat Angkatan Udara.

Patut dicatat, analis pertahanan percaya bahwa Israel telah izin Washington, seluruh Israel mungkin akan diintegrasikan ke dalam sistem sensor dan senjata pada pesawat tempur F-35. Bahkan, Amerika Serikat pada awalnya enggan untuk melakukannya, karena hal ini berkaitan dengan source code perangkat lunak Israel. Su kela percaya bahwa, dengan pesanan pesawat 126-200, India juga bisa mendapatkan konsesi dari Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Su kela mencatat bahwa, mengingat lingkungan keamanan yang semakin memburuk di India, India harus membuat armada tempur generasi kelima, masih dalam dua tahun ke depan untuk mempertahankan posisi dominan mereka di Asia Selatan. Meskipun India dan Rusia memulai riset bersama dan pengembangan telah menjadi pesawat tempur generasi kelima. Adapun masalah impor F-35, Su kela mengatakan bahwa dari pertimbangan politik, membatalkan jarak menengah multi-tujuan pesawat tempur proyek pengadaan, untuk membeli F-35 harus dilakukan oleh inisiatif AU India, yang diperlukan untuk memastikan bahwa Departemen Pertahanan India Proses ini akan menunda batas waktu untuk minimum.

Sumber: xinhuanet


Rabu, 20 Oktober 2010

Patroli Terkoordinasi ke-16 India–Indonesia 20 Oktober-6 November 2010

0

pesawat TNI AL CASA (P-852)

Hubungan pertahanan yang terjalin antara Indonesia dan India telah berkembang dengan baik dan kedua bangsa telah diuntungkan oleh kegiatan kerjasama antarangkatan bersenjata dari kedua negara bersahabat ini.

TNI AL dan Indian Navy melaksanakan patroli terkoordinasi di mulut Selat Malaka dan laut Andaman dua kali dalam setahun sebagai bagian dari tindakan yang diambil untuk menjaga bagian dari Samudera Hindia ini aman dari ancaman yang ditujukan kepada pelayaran komersil.

Sebagai bagian dari Patroli Terkoordinasi India – Indonesia ke-16 yang dijadwalkan berlangsung dari 20 Oktober hingga 6 November 2010, dua kapal Angkatan Laut India INS Sharabh dan Baratang dengan didampingi oleh sebuah pesawat Angkatan Laut India Dornier dan Kapal Perang Angkatan Laut Indonesia KRI Patiunus (385) dan sebuah pesawat TNI AL CASA (P-852) akan melaksanakan patroli terkoordinasi di mulut Selat Malaka/Laut Andaman yang dimulai 22 Oktober 2010. mereka akan berkumpul di Port Blair dari tanggal 4 – 5 November 2010 untuk berpartisipasi dalam

Upacara Penutupan patroli terkoordinasi yang dilaksanakan oleh Komando Andaman dan Nikobar di Port Blair, India.

India dan Indonesia mengikat kemitraan strategis pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke India pada tahun 2005. Kemitraan tersebut menggambarkan kedekatan hubungan pertahanan kedua negara. Telah dilaksanakan kunjungan tetap dari perwira tinggi kedua negara.

Kepala Staf Angkatan Laut India memimpin delegasi India yang berpartisipasi dalam Sail Bunaken di Manado, Sulawesi Utara pada Agustus 2009 dimana dua Kapal Angkatan Laut India berpartisipasi dalam International Fleet Review TNI AL 2009.

Patroli terkoordinasi di laut lepas akan dilaksanakan setelah upacara pembukaan yang dilaksanakan oleh Pangkalan Utama TNI AL I Belawan dan akan dihadiri oleh Perwira Tinggi, Komando Andaman & Nicobar, kapal dan pesawat peserta di Belawan, Indonesia pada 21 Oktober 2010.

Sumber: ANALISADAILY


Senin, 18 Oktober 2010

India Uji Coba Pesawat Tak Berawak

0

UAV Heron Buatan Israel Yang Dibeli Oleh Angkatan Laut India(Foto:indianmilitaryhistory.org)
NEW DELHI, KOMPAS.com - India, Minggu, mengatakan telah menyelesaikan uji coba penerbangan perdana sebuah pesawat mata-mata tak berawak bikinan sendiri, yang telah dikembangkan sebagai bagian dari upaya negara itu untuk mengurangi impor peralatan militer.

"Pesawat itu terbang dalam cara yang tepat seperti yang direncanakan, mencapai ketinggian 3.000 kaki (900 meter), tetap terbang selama 30 menit dan merampungkan semua persyaratan misinya," kata jurubicara Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan, Ravi Kumar Gupta, mengenai penerbangan, Sabtu itu.

Menurut beberapa pejabat, pesawat mata-mata itu, yang dinamai Rustom, memiliki waktu penerbangan maksimal 15 jam dan merupakan prototipe yang militer ingin kembangkan ke model yang lebih maju.

Israel, yang tahun 2005 menandatangani perjanjian senilai 220 juta dolar untuk menjual 50 pesawat mata-mata tak berawak kepada India, tetap salah satu pemasok terbesar pesawat mata-mata ke negara itu. India telah mempercepat usaha untuk memperoleh peralatan militer, termasuk dengan pembelian pesawat mata-mata, sejak serangan di Mumbai tahun 2008 oleh sejumlah gerilyawan yang telah menyebabkan 166 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka.

Amerika Serikat secara tetap menggunakan pesawat mata-mata yang ditempatkan di pangkalan di Afganistan untuk menyerang gerilyawan Taliban dan pejuang terkait Al Qaeda di wilayah suku di bagian baratlaut Pakistan.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 08 Oktober 2010

TNI Siap Berantas Teroris Tanpa Diminta Bantuan Polri

0

Surabaya - TNI AD mengaku siap memberantas teroris yang meresahkan masyarakat Indonesia. Untuk terjun memberantas pelaku aksi teror, kini TNI AD tidak lagi harus menunggu permintaan dari pihak kepolisian. Karena, Kementerian Pertahanan sudah memutuskan agar kedua institusi itu saling bekerja sama.

Hal ini disampaikan oleh KSAD Jenderal TNI George Toisutta kepada wartawan usai memimpin upacara serahterima jabatan Komandan Pangdam V/Brawijaya, di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jumat (8/10/2010).

"Putusan sudah ada. Kini tinggal masalah teknis saja seperti apa," katanya.

George juga menjelaskan, jika saat ini pihak TNI tidak perlu ada lagi menunggu permintaan bantuan dari kepolisian. "Tanpa permintaan lagi sekarang. Karena sudah ada putusan dari Menhan," ujarnya.

Selain itu, George juga menjelaskan jika pihaknya saat ini bangga meski alutsista yang dimiliki sudah uzur. "Kita harusnya bangga karena mampu merawat yang lama, tapi kalau kita mau bersaing dengan negara tetangga sahabat kita harusnya punya yang modern," pungkasnya.

Sumber: DETIK SURABAYA


India Borong Jet Tempur dari Rusia

0

PakFa

NEW DELHI--MI: India telah setuju untuk membeli 250 sampai 300 jet tempur canggih stealth dari Rusia. Demikian penjelasan Menteri Pertahanan India AK Antony dalam konferensi pers, Kamis (7/10). Menurutnya, kesepakatan pembelian jet temput itu menghabiskan dana sekitar US$30 miliar.

Antony yang dalam kesempatan itu didampingi rekannya Anatoly Serdyukov, mengatakan bahwa negara-negara telah sepakat bahwa Rusia akan memasok Pesawat Tempur Generasi Kelima (FGFA) serta 45 pesawat transportasi. "India akan menerima 250-300 FGFA paling canggih," kata Antony.

"Ini adalah dua proyek utama untuk sepuluh tahun ke depan yang akan menjadi contoh kerja sama India-Rusia yang bersinar." Para ahli mengatakan setiap FGFA bernilai sampai dengan US$100 juta.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Jumat, 24 September 2010

English News : MiG-27 crashes in India, pilot survives

0


A MiG-27 Flogger ground attack aircraft of the Indian Air Force (IAF) has crashed in the country's east, the third crash of a plane of this type in India this year, a spokesman for the Indian Army Eastern Command said.

The crash took place at 08:25 am local time (02:25 GMT) some 40 kilometers (25 miles) east of the Kalaikunda air base in West Bengal state.

"The pilot managed to eject and is unharmed. The crash did not cause casualties or destruction on the ground," Mahesh Upasani said, adding that investigation into the crash was under way.

An MiG-27 aircraft crashed in West Bengal in February near the Hashimara military base, killing the pilot and causing all MiG-27 flights to be suspended for a short period of time.

Another MiG-27 plane crashed into a village in the region in July during a routine training flight, killing a local resident and injuring 10 others.

The MiG-27 aircraft was originally built in the former Soviet Union in the mid-1970s before it was licensed to be produced in India.

India has about 150 MiG-27 planes, known as the Bahadhur (Brave) in the IAF.

According to the military, a current upgrade program will keep the MiG-27 operational for another 10 years.

From: RIA


Rabu, 22 September 2010

English News: Biggest India-U.S. Defense Deal Set To Be Signed

0

C-17 Globemaster transport aircraft(Photos:.aviationexplorer )

NEW DELHI - India and the U.S. are likely to sign a $3.5 billion defense deal, the biggest ever between the two countries, according to a report released Sept. 22.

The agreement will see the Indian Air Force buy 10 C-17 Globemaster transport aircraft that are expected to replace the aging fleet of Russian Ilyushin IL-76, the Economic Times newspaper said without citing sources.

The deal, which is in its final stages, is likely to be signed in November when U.S. President Barack Obama visits India.

In February, New Delhi announced a $32 billion defense budget, a 4 percent increase on 2009, when spending was hiked by a quarter as the country seeks to modernize its armed forces.

A top air force official earlier stated that India's air force is just a third the size of rival China's and far short of the aircraft required to meet the security challenges facing the country.

From: DN


Minggu, 05 September 2010

India Uji Coba Rudal Jelajah Supersonik

0

Rudal Brahmos (Foto: acig.org)

Bhubaneswar, India (ANTARA News/AFP) - India, Minggu berhasil melakukan uji coba rudal jelajah supersonik darat ke darat versi BrahMos yang dikembangkannya bersama dengan Rusia, kata para pejabat.

Ruda itu ditembakkan dari sebuah peluncur bergerak 200 km timur laut Bhubaneswar, ibu kota negara bagian Orissa, India timur.

Uji coba rudal vesi BrahMos darat ke darat itu berhasil dan mencapai semua tujuan misi itu, kata diektur Lapangan Uji Coba Terpadu di Chandipur, S.P Dash kepada AFP.

Uji coba terakhir dilakukan 21 Maret, BrahMos memiliki jangkauan tembak 290km dan dapat membawa 300 kilogram hulu ledak konvensional.

Rudal itu mengambil nama Sungai Brahmaputra India dan Sungai Moskow Rusia.

Sumber: ANTARA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin