Tampilkan postingan dengan label Senjata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senjata. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Komponen Pesawat TNI Sebagian Produksi Lokal

0

Roket AMRAAM.

TEMPO Interaktif , Yogyakarta - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan, sebagian komponen alat utama sistem persenjataan (alutsista) merupakan produksi lokal. Komponen tersebut antara lain komponen pesawat, senjata, dan amunisi udara. ”Kami mengambil cukup dari lokal saja jika ada komponen yang diproduksi di dalam negeri. Tapi kalau tidak diproduksi maka harus memesan dari luar yang memakan waktu lama,” kata Imam seusai membuka rapat pimpinan TNI Angkatan Udara di kompleks Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Senin (24/1).


Dia menuturkan, pada 2010, anggaran untuk pembelian pesawat tempur F-16 dan Sukhoi sebesar US$ 90 juta. Rinciannya, dia menyebutkan pembelian amunisi dari Amerika Serikat sebesar US$ 36 juta. Sedangkan dari Rusia dianggarkan sebesar US$ 54 juta. Pembelian dari dua negara besar itu karena komponen alat yang digunakan merupakan produk mereka.


Pada rencana strategis pembangunan TNI Angkatan Udara, Imam mengatakan, pada 2010-2014 telah direncanakan menambah dan mengganti alat persenjataan yang telah tua dan tidak layak pakai. “Ini upaya untuk mendukung kelancaran tugas operasional TNI Angkatan Udara, sebab alat-alat persenjataan yang dimiliki masih kurang,” katanya.


Dalam sambutannya, Imam menyatakan, berdasarkan kesiapan alat utama sistem persenjataan 2010, rencana kebutuhan jam terbang sebanyak 55.252 jam. Kebutuhan itu antara lain mendukung kesiagaan penanggulangan bencana, memenuhi kebutuhan latihan awak pesawat, operasi, dan pendidikan. Untuk radar membutuhkan jam operasional sebanyak 18 jam per hari.


“Ini untuk menuju TNI Angkatan Udara sebagai the first class air force. TNI Angkatan Udara bertekad mewujudkan kekuatan pokok minimum dan reformasi birokrasi,” kata Imam. Total personel TNI Angkatan Udara saat ini berjumlah 37 ribu orang yang terdiri dari 31 ribu personel militer dan 6.000 pegawai negeri sipil. Jumlah personel akan ditambah jika alat utama sistem persenjataan juga sudah bertambah, karena pengembangan organisasi diikuti oleh pengembangan personel.

Sumber: TEMPO


Jumat, 21 Januari 2011

China tidak Ingin Lomba Senjata

0

Presiden China Hu Jintao Dan Presiden AS Barack Obama Melakukan Kerjasama Bilateral(Foto: SINDO)

WASHINGTON--MICOM : Presiden China Hu Jintao mengatakan China tidak tertarik ikut dalam lomba senjata atau menerapkan dominasi militer terhadap negara-negara lain.

"Kami tidak ikut dalam perlombaan senjata atau menciptakan ancaman militer terhadap negara manapun," kata pemimpin China itu dalam sebuah pidato di depan para pemimpin kalangan pengusaha Amerika, Kamis (20/1) waktu setempat.

Hu meminta kerjasama Amerika mengenai masalah ekonomi dan keamanan.

Di hari ketiga lawatannya ke Amerika Hu bertemu dengan sejumlah politisi dan ditanyai mengenai sejumlah isu.

"China tidak akan pernah mencari dominasi atau melaksanakan kebijakan ekspasionis," kata Hu dalam pidatonya.

Pemimpin China itu menambahkan bahwa hubungan Amerika dan China sudah lama "berjalan mulus dan tumbuh dengan stabil" ketika kedua negara saling mempertimbangkan kepentingan mereka.

Sebelumnya pada hari Kamis Ketua DPR Amerika John Boehner, pemimpin Partai Republik, menyebutkan bahwa China perlu memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap hak intelektual dan memperbaiki catatan hak asasi manusia dalam pertemuan dengan Hu di parlemen Amerika.

Hu mengakui bahwa China masih perlu melakukan lebih banyak upaya terkait HAM.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Selasa, 18 Januari 2011

Komandan Korps Marinir : Akan Ada Pengadaan Tank Dan Artileri

0

Dankormar saat diusung para prajurit Brigif-3 Marinir

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif-3, Yonif-8 Mar Tangkahan Lagan, Pangkalan Berandan Kab. Langkat Sumut, Kamis (6/1)

Dalam kunjungan kerja tersebut Komandan Korps Marinir didampingi ibu Nita Alfan disamping meresmikan lapangan tembak gedung Transit Usman serta meresmikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “Ananda Bhumyamca” atas ide Ketua Ranting B Cabang 7 (Ny. Arum Bambang Hadi) yang di resmikan oleh Ibu Nita Alfan sebagai Ketua PG Jalasenastri yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti.

Sebelum acara peresmian lapangan tembak yang diberi nama Sutanto, Komandan Korps Marinir turun langsung kelapangan meninjau latihan serangan Kompi dalam hubungan Batalyon diperkuat kesenjataan bantuan antara lain 2 (dua) pucuk How 105 mm, 1 (satu) ton Tank PT 76 dan 1 (satu) ton BTR 50 yang dilanjutkan penembakan Armed 105 dan Canon Kal. 90 mm. Dalam latihan ini disimulasikan melawan musuh berkekuatan 1 (satu) ton diperkuat 2 (dua) pucuk Mortir 81 dan 2 (dua) pucuk senjata anti Tank serta 2 (dua) pucuk senjata mesin sedang. Latihan dilaksanakan dikawasan hutan yang berlokasi di seputaran Desa PIR ADB Kec. Besitang Kab Langkat Sumut.

Pada kesempatan itu Komandan Korps Marinir melihat dari dekat kemampuan prajurit Yonif – 8 Mar dalam menyelesaiakan sasaran. Dengan menaiki kendaraan tempur Tank amfibi Dankormar menelusuri medan latihan yang berat karena lokasinya yang berbukit-bukit dan lembah yang curam, beliau menilai kemampuan tempur dan kemampuan taktis Yonif – 8 Marinir terus mengalami peningkatan dan tidak mengecewakan. Namun, untuk meningkatkan profesionalitas prajurit, beliau meminta agar prajurit Yonif – 8 Mar tetap meningkatkan kemampuan tempur dengan latihan terus menerus.

Yonif–8 Marinir adalah Batalyon Infanteri paling kuat di Indonesia, karena dilengkapi dengan senjata bantuan tempur yang cukup lengkap. Ungkapan itu disampaikan Jendral berbintang dua dalam arahannya dihadapan prajurit Korps Baret Ungu seusai acara peresmian lapangan tembak Yonif – 8 Mar.

Untuk mendukung kemampuan persenjataan di Yonif – 8 Mar Komandan Korps berjanji dalam waktu dekat akan mengirimkan tambahan kendaraan tempur berupa Tank yag baru dan senjata Artileri.

Sebagai wujud kecintaan dan rasa bangga terhadap kemampuan prajurit Marinir Tangkahan Lagan, Komandan Korps memberikan sepucuk senjata sniper kesayangan beliau dan diterima oleh Komandan Batalyon Infanteri – 8 Marinir Letkol Marinir Bambang Hadi S.

Dalam pengarahannya Komandan Korps Marinir mengatakan prajurit Marinir adalah gigi graham dari pemerintah, jadi kalau ada orang yang mencoba merongrong kewibawaan pemerintah akan dikunyah habis. Beliau menekankan kepada seluruh prajurit agar Marinir berani dan tetap menjaga disiplin.

Dimedan damai prajurit harus tetap menjaga soliditas, solidaritas serta senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat, TNI/Polri dan lingkungan tempat bertugas. Kalaupun ada persoalan yang timbul maka selesaikan dengan bijak. Serta tingkatkan keimanan dan ketagwaan terhadap Tuhan.

Hadir dalam kunjungan kerja Komandan Korps Marinir tersebut antara lain pejabat Provinsi, Pemda, Muspida, TNI/Polri ( para Dankolak dan Dansatlak di wilayah Sumut, Aceh Timur), Muspika, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda dan masyarakat.

Sumber : KORPS MARINIR


Senin, 10 Januari 2011

AS Akan Respons Kemajuan Militer China

0


Foto jet tempur siluman China, J-20, yang diduga sengaja dibocorkan ke publik.

BEIJING, KOMPAS.com — Amerika Serikat mengatakan akan merespons kemampuan militer China yang meningkat pesat dengan membangun kekuatannya sendiri di sekitar wilayah tersebut.

Robert Gates, Menteri Pertahanan AS, mengatakan hal itu saat tiba di Beijing, China, Minggu (9/1/2011), untuk mengikuti perundingan selama empat hari. Perundingan itu sendiri bertujuan memperbaharui hubungan angkatan bersenjata AS dan China. Namun, kunjungan tersebut telah dibayang-bayangi serangkaian pengumuman China tentang pertumbuhan kekuatan teknologi rudalnya, kemampuan angkatan laut, dan inisiatif pertahanan lain.

Kunjungan itu merupakan yang pertama oleh seorang Menteri Pertahanan AS sejak tahun 2000 dan terjadi saat ketegangan meningkat di wilayah tersebut. Kunjungan itu juga terjadi hampir setahun setelah China menghentikan kontak militer dengan Washington menyusul penjualan senjata ke Taiwan.

Di tengah hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang berada pada titik terendah dalam beberapa dekade, Beijing telah dibuat marah oleh latihan militer bersama AS-Korea Selatan di dekat pantainya. Sementara itu, Washington dibuat prihatin oleh meningkatnya keinginan China dalam melenturkan otot militernya. Sepuluh hari lalu, Jepang mengungkapkan bahwa negara itu telah menyiagakan jet tempurnya 44 kali dalam sembilan bulan terakhir sebagai tanggapan atas susupan Angkatan Udara China ke wilayah udara Jepang.

"Saya prihatin dengan perkembangan rudal antikapal dan rudal balistik (China) sejak saya menduduki jabatan ini," kata Gates seperti dikutip Telegraph. "Perkembangan itu jelas berpotensi menjadikan sejumlah kemampuan kami berada dalam risiko dan kami harus memberi perhatian pada hal tersebut. Kami harus menanggapi secara tepat dengan program kami sendiri."

Kamis lalu, Gates mengumumkan anggaran militer untuk lima tahun ke depan, yang akan mencakup pendanaan bagi pembangunan generasi baru pembom jarak jauh serta bagi jammers elektronik dan radar baru.

Berbagai kemajuan terbaru yang dibuat militer China telah menggelisahkan Washington. China tengah mengembangkan rudal balistik antikapal yang sudah dijuluki sebagai "pembunuh kapal induk". Perkembangan itu menjadi kekhawatiran mendalam bagi AS yang bergantung pada kapal induk bagi proyek kekuasaannya di wilayah tersebut.

Pekan lalu, Beijing juga mengumumkan apa yang tampaknya menjadi prototipe dari sebuah jet tempur siluman. Sementara itu, ada pula spekulasi bahwa China akan meluncurkan kapal induk pertamanya pada akhir tahun ini, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sementara anggaran pertahanan China dan program pengembangan senjatanya tetap terselubung kerahasiaan. Banyak pengamat yakin, teknologi militer China tetap satu generasi di belakang AS.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 05 Januari 2011

Gadget Pendeteksi Sniper Besutan Inggris

0


Page 48 graphic

VIVAnews - Inggris saat ini tengah menguji sebuah senjata revolusioner yang dapat melacak lokasi penembak jitu pasukan musuh dengan cepat dan akurat dari jarak 1.000 yards atau sekitar 900 m.

Seperti dikutip dari DailyMail, perangkat kecil ini sudah dikembangkan oleh ilmuwan yang bekerja pada lab rahasia Defence Science and Technology Laboratory di Wiltshire, Inggris.

Perangkat bernama Boomerang Warrior-X itu mampu mendeteksi lokasi penembak jitu dengan cepat, sehingga pasukan Inggris akan bisa menyerang balik penembak jitu tadi.

Detektor ini menggunakan teknologi pemrosesan akustik yang canggih untuk mengevaluasi posisi musuh dengan menentukan koordinat target pada sebuah sebuah layar kecil sebagai indikatornya.

Warrior-X yang dilengkapi dengan prosesor yang memiliki detektor paling canggih di pasaran. Detektor itu telah juga dimodifikasi oleh ilmuwan militer AS untuk digunakan di Irak.

Saat musuh menembak, maka sistem akustik akan mengetahui arah tembakan musuh, dan display alat itu akan menunjukkan indikator panah yang memperlihatkan lokasi musuh.

Teknologi ini juga menggunakan sebuah software yang mampu menyediakan update secara berkala atas lokasi musuh, bahkan saat musuh sudah bergerak karena merasa tersudut.

Tak hanya itu, Warrior-X juga bisa terhubung dengan sistem senjata Joint Tactical Air Controllers untuk memberikan lokasi musuh yang tepat kepada pilot pesawat tempur yang hendak melakukan serangan udara.

Senjata yang secara resmi dikenal dengan nama Compact Soldier Worn Shooter-Detector System itu, tiap unitnya dijual seharga 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp 140 juta.

Pasukan Inggris telah memesan 1.000 unit Warrior-X untuk digunakan di Provinsi Helmand Afganistan. Bila alat in terbukti membantu, Inggris akan melengkapi lebih banyak lagi pasukannya dengan gadget ini.

"Alat ini sedikit banyak bisa membantu pasukan untuk lebih menjaga keselamatan mereka. Model awal yang lebih besar dari alat ini telah digunakan oleh pasukan AS di Irak, juga di Afganistan. Namun, ini pertama bagi Inggris dan bisa dipandang sebagai alat yang revolusioner," ujar sumber senior militer Inggris.

Sumber: VIVANEWS


Selasa, 04 Januari 2011

Ekspor Pertahanan Korsel Jauh Dari Target Senilai 1,5M Pada Tahun 2010

0

Ist

Ekspor disektor pertahanan tahun lalu menjadi $ 1187970000 merupakan catatan terbaik yang pernah dicapai pada korsel, tetapi tahun 2010 target ekspor jauh dari harapan yaitu 1,5 miliar dolar AS. Pesawat T-50 yang merupakan proyek pesawat latih buatan korsel ini sangat berpotensi diekspor seperti Singapura tetapi tahun ini tender gagal atau tertunda, kata seorang pengamat.

Menurut DAPA a predator, seperti kapal hunryeonham sebagai dukungan logistik sebesar $ 365.480.000, amunisi sebesar $ 333.760.000, K9, termasuk self-propelled gun, senjata api termasuk $ 114.910.000, dengan total ekspor $ 1187970000. Meningkat 1,9% dibandingkan pada tahun 2009 yaitu sekitar $ 1165920000.

Target tahun ini sebesar $ 1,5M sangat jauh dari harapan yang telah direncanakan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) telah gagal mengkspor T-50 ke Singapura, Dan tertundanya ekspor T-50 ke Indonesia, serta self-propelled gun K-9 ke Australia pada tahun ini.

Dalam hal negara menurut perdagangan AS, komitmen dari ekspor mesin pesawat dan amunisi, termasuk bear metal dan kontrak sebesar $ 480.000.000 merupakan angka tertinggi yang tercatat. dukungan logistik dan kembali ke Malaysia setelah hunryeonham mengekspor 360 juta dolar AS. Secara umum, ekspor kapal dan amunisi pesawat telah meningkat secara signifikan.

Dapa telah menarget ekspor sebesar 16 juta dolar untuk tahun ini, seperti self-propelled gun K-9 dan pelatih militer untuk mendukung ekspor dan berencana untuk fokus pada isu-isu strategis. sistem Pembebasan untuk mengekspor barang-barang untuk meningkatkan royalti ekspor impor dan sistem perizinan untuk menyederhanakan perencanaan.

Tahun ini United Arab Emirates, Uzbekistan, the Norwegian Radiation Space Agency dan Ekuador telah menandatangani sebuah MOU untuk kerja sama, kerja sama pertahanan kedua internasional telah meningkat menjadi 31 negara. MOU chegyeolhu dilaksanakan dalam 11 kali selama tahun lalu dan Logistik Pertahanan jeongryejeok gongdongwi diadakan untuk mencari peluang ekspor. Dan lima kali di negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab kegiatan pengembangan pasar, dan memberikan subsidi ke Singapura, Malaysia untuk mendorong berpartisipasi dalam pameran luar negeri.

Sumber: NAEIL/WDN/MIK


Kamis, 23 Desember 2010

Lanal Semarang Ikuti Uji Terampil Gladi Tugas Tempur

0

Semarang, CyberNews. Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang mengikuti Uji Terampil Gladi Tugas Tempur P-1/PII 2010 di Mako Lanal Semarang, Rabu (22/12). Uji Terampil dilakukan langsung oleh Komando Latihan (Kolat) Armatim TNI AL. Sebelas tim penguji melakukan pengujian berupa materi tertulis maupun praktek lapangan.

Di antaranya, uji ketrampilan prajurit bongkar pasang senjata, penindakan Huru hara (Dakhura), penindakan ancaman sabotase, pertahanan pangkalan, penggulangan kebakaran serta peran penanggulangan bencana alam/banjir.

Wakil Kepala Tim (Wakatim) Uji Trampil Gladi Tugas Tempur P-I/PII 2010 Letkol Laut (P) Hadi Prayitno mengatakan melalui uji trampil kepada parjurit TNI AL bisa dijadikan tolok ukur seberapa kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya.

"Semua pengetahuan prosedur peraturan khas TNI AL kita ujikan dalam uji trampil ini. Bahkan tak hanya kemampuan prajurit dalam persenjataan namun juga peraturan khas TNI AL dalam menerima tamu, penjagaan markas maupun baris berbaris ikut pula diujikan,"jelasnya.

Dikatakan, uji trampil digelar rutin setiap setahun sekali di tiap pangkalan jajaran TNI AL. Hasil akhir penilaian dari uji trampil tersebut selanjutnya akan menjadi evaluasi bagi pangkalan TNI AL.

"Hasil dari uji trampil ini akan kita jadikan tolok ukur kemampuan prajurit dan pangkalan TNI AL. Apapun hasil dari ujian tersebut kemudian akan dijadikan sebagai evaluasi akhir tahun sehingga dapat dijadikan evaluasi ke depannya dalam pembinaan satuan prajurit yang lebih baik,"jelasnya.

Komandan Pangkalan TNI AL (Dan Lanal) Semarang, Kolonel Laut (T) Moelyanto menyambut baik adanya Uji Trampil Gladi Tugas Tempur P-1/PII 2010 di Lanal Semarang yang dilakukan Kolat Armatim TNI AL.

Dengan adanya uji trampil yang dilakukan rutin dan berkala tiap akhir tahunan diharapkan mampu memacu kemampuan serta profesionalitas prajurit TNI AL kedepan yang semakin baik. "Kita sangat apresiatif terhadap Uji Trampil ini. Karena dengan adanya uji terampil dapat memeliharaan naluri tempur prajurit agar esensi profesionalitasnya senantiasa terjaga," jelasnya.

Sumber: SUARA MERDEKA


Selasa, 21 Desember 2010

Srikandi Koarmabar Mampu Bongkar Pasang Senjata

0

JAKARTA (Pos Kota) – Kemampuan srikandi-srikandi yang tergabung dalam Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) masih sangat tangguh dalam bidang penguasaan senjata laras panjang, ini dibuktikan setelah para srikandi-srikandi Koarmabar berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua pada perlombaan bongkar pasang senjata yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kowal ke-48, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (21/12).

Tim bongkar pasang senjata Kowal Koarmabar yang terdiri dari 7 orang berhasil mengunguli lima Tim Kowal lainnya yakni Mabesal, Kormar, Kolinlamil, Seskoal, Lantamal III Jakarta serta RSAL. Hasil selengkapnya pada perlombaan ini yakni Tim Kowal Koarmabar keluar sebagai tempat pertama dengan meraih nilai 711, diikuti Tim Kowal Mabesal di tempat kedua dengan nilai 639 dan Tim Kowal Kormar di tempat ketiga dengan nilai 632.

Selain perlombaan bongkar pasang senjata yang dipertandingkan dalam rangka memperingati HUT Kowal ke-48 yang akan diperingati pada 5 Januari 2011 yang akan datang, Koarmabar juga mengikutsertakan 30 Kowal mengikuti beberapa perlobaan lainnya diantaranya perlombaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) berpedang yang diraih Kowal Kormar pada juara pertama dikuti Kowal Mabesal juara kedua dan Koarmabar juara ketiga, menembak pistol keluar sebagai juara pertama dan kedua Kowal Mabesal dan diikuti Kowal Koarmabar pada juara ketiga.

Sumber: POS KOTA


Hanya Seperdua Senjata Ringan Kodam VII yang Bisa Dipakai

0

(Ist)

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota DPR RI Salim Mengga mengaku prihatin dengan kondisi alusista di lingkungan Kodam VII Wirabuana, karena tidak banyak berubah sejak era 70 an ketika masih jadi TNI aktif dan bertugas di daerah ini.

Salim mengemukakan hal itu setelah mendengar pemaparan perwira Kodam mengenai kondisi alusista di lingkup Kodam.

Contohnya senjata ringan yang siap pakai hanya 57 persen dan kendaraan tempur yang hanya siap pakai 24 persen.

Sumber: TRIBUN


Kamis, 16 Desember 2010

Alutsita Pasukan Armed akan Diganti

0

Meriam 105 MM KH 178 buatan Korsel.

Magelang, CyberNews. Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Armed TNI AD (Danpussenarmed Kodiklat TNI AD) Brigjen A. Agung Gde Suardhana mengatakan alat utama sistem senjata (alutsita) Armada Medan (Armed) TNI AD Kostrad akan diregenerasi menjadi lebih canggih.

Langkah ini dilakukan demi mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Diharapkan regenerasi alutsita ini akan membantu Armed dalam menjawab tantangan zaman yang lebih kompleks dan berat.

Roket WR 40 langusta buatan Polandia.

Menurut Brigjen Agung Gde Suardhana meriam 76 MM yang telah lama digunakan Armed digantikan meriam 105 MM KH 178 buatan Korsel yang lebih mutakhir. Pasukan Armed juga akan mendapat tambahan senjata baru yakni roket WR 40 langusta buatan Polandia.

"Penambahan dan regenerasi beberapa alutsita ini harus dijadikan tantangan untuk terus maju. Jangan dianggap sebagai kendala," tegas Brigjen A. Agung Gde Suardhana dalam pengarahan kepada 350 prajurit Armed 3/105 Tarik Magelang di Mako Armed 3, Kamis (16/12).

Dia berharap seluruh prajurit TNI AD khususnya di Armed 3 agar cepat belajar dan terus belajar agar tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Apalagi perkembangan iptek sekarang sangat cepat dan terus berubah.

Suadharna mengatakan pihaknya akan membentuk tiga divisi baru yakni divisi lintas udara (linud), raider (serang) dan divisi mekanis (mesin). Ketiga divisi tersebut untuk menggantikan Divisi Malang dan Jawa Barat.

Penambahan divisi ini dimaksudkan untuk mendukung pembinaan kesatuan agar lebih baik. "Jangan sampai prajurit Armed ketinggalan zaman dan teknologi. Kita harus terus belajar dan belajar," kata dia.

Sumber: SUARA MERDEKA


iPhone, 'Senjata' Tambahan Wajib Bagi Militer Modern

0

(Ist)

Jakarta - Guna mendukung berbagai tugasnya, para tentara era modern tentunya dilengkapi dengan teknologi kemiliteran mutakhir. Namun tambahan persenjataan terbaru mereka saat ini bukanlah semacam amunisi, senjata otomatis, atau benda sejenis lainnya, melainkan sebuah iPhone.

Contohnya, seperti yang terjadi di kalangan militer Amerika Serikat (AS). Dilansir Wall Street Journal dan dikutip detikINET, Kamis (16/12/2010), program iPhone kini menjadi bagian baru dalam peperangan, dimana konektivitas sangat penting bagi kesuksesan tugas militer.

Para pejabat Angkatan Darat di AS berharap, smartphone dapat digunakan secara luas dalam tugas perang 2011 sehingga para tentara bisa mengakses informasi intel secara real time selama perang berlangsung.

"Apa yang kami lakukan sangat fundamental mengubah bagaimana para tentara mengakses informasi, pengetahuan, konten pelatihan dan data operasional," kata Mike McCarthy selaku Director Commission of Command Complex of Future Force Integration Directorate.

Untuk saat ini, tentara AS dibatasi hanya menggunakan iPhone Apple atau smartphone berbasis Android Google. Namun para pejabat Angkatan Darat AS berencana akan memperluas penggunaan gadget di luar smartphone seperti tablet, e-reader bahkan proyektor portabel.

Mengingat program ini masih dalam tahap percobaan, para tentara diberikan izin untuk menyesuaikan diri dengan mainan baru mereka. "Kami perlu menciptakan lingkungan yang membuat para tentara cakap menemukan aplikasi yang paling cocok bagi mereka, dan itulah pendekatan yang kami lakukan," tandas McCarthy.

Sumber: DETIK


Indobatt Amankan Sisa Amunisi Tentara Israel

0

AZ ZAQIYAH (Pos Kota) – Unexploded Ordnance atau yang lebih dikenal dengan sebutan UXO adalah sisa-sisa amunisi dan perlengkapan perang yang belum sempat meledak, yang digunakan oleh IDF (Israel Defence Forces) dalam perang 34 hari tahun 2006 di Lebanon.

Diperkirakan, masih terdapat jutaan UXO yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon yang sengaja disebar oleh IDF sebelum meninggalkan Lebanon Selatan.

Adalah Ahmad (40 th) salah seorang penggembala telah menemukan beberapa UXO disekitar Az Zaqiyah, Rabu (15/12). Selanjutnya, Ahmad melaporkan temuannya tersebut ke UN POSN 9-2 (Kompi C Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil). Setelah menerima laporan, Komandan Kompi C Konga XXIII-E/Unifil Kapten Marinir Budi Widjani memerintahkan satu regu dari Kompi Charlie yang pimpin oleh Lettu Marinir Arismoko didampingi oleh Ahmad dan Ali Karsa (interpeteur lokal) untuk melaksanakan pengecekan ke lokasi penemuan UXO tersebut.

Setelah sampai di lokasi, Tim yang dipimpin Lettu Marinir Arismoko melakukan pengamanan dan identifikasi di sekitar area UXO serta memberi tanda danger mine. Setelah diidentifikasi, ada beberapa UXO yang ditemukan yaitu 1 buah Munisi M-42, 1 buah Mortir 81, 1 buah Mortir-60 dan 1 buah Cluster Bomb. Kemudian, hasil identifikasi dilaporkan ke Komandan Kompi C dan selanjutnya melaporkan ke Markas Indobatt di UN POSN 7-1.

Langkah yang diambil yaitu, melaporkan ke Lebanon Armed Forces (LAF) yang dipimpin oleh Ajudan Dazour datang ke lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan Tim dari Kompi C, ternyata terdapat 2 jenis UXO yang masih aktif yaitu mortir 81 dan Cluster Bomb yang selanjutnya ditangani oleh tim dari LAF.

Authentikasi:
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa.



Sumber: POS KOTA


Senin, 13 Desember 2010

Railgun Terdahsyat Melesat dengan 7 Kali Kecepatan Suara

0


Senjata railgun yang dikembangkan angkatan laut AS ini menggunakan elektromagnetik ketimbang bubuk mesiu untuk menembakkan proyektil hingga tujuh kali kecepatan suara.

KOMPAS.com — Senjata superdahsyat mungkin hanya jadi imajinasi dalam video game. Namun, senjata super yang baru-baru ini dikembangkan untuk kepentingan angkatan laut Amerika Serikat ini nyata. Senjata super itu merupakan railgun elektromagnetik yang mampu menyerang dan menghancurkan lawan dengan kecepatan mach 8 atau tujuh kali kecepatan suara.

"Orang melihat ini hanya khayalan dalam video game. Tapi ini nyata. Ini adalah sejarah baru," kata Roger Ellis, manajer program pengembangan senjata ini.

Uji di Naval Surface Warfare Center di Dahlgren, Virginia, pada Jumat (10/12/2010) mengungkapkan, dalam sekali serangan, railgun ini mampu memproduksi gaya 33 megajoule. Gaya yang dikerahkan senjata itu 33 kali lebih kuat dari gaya sebuah mobil seberat 1 ton yang bergerak dengan kecepatan 100 mil per jam (160,93 km per jam).

Kehebatannya membuat senjata ini memecahkan rekor dunia. Kekuatan senjata ini tiga kali lebih kuat dari senjata yang memegang rekor sebelumnya. Railgun ini mampu mencapai target sejauh 100 mil (160,93 km) dalam hitungan menit, sesuatu yang tak mungkin dilakukan dengan senjata konvensional. Senjata ini tak menghancurkan musuh dengan bahan peledak, tetapi dengan kekuatan gelombang energi yang dimilikinya. Setiap obyek yang dilewati akan musnah.

Laksamana Nevin Carr, kepala riset angkatan laut, mengatakan, senjata ini sangat cepat dan akurat, bisa membalikkan arah senjata musuh dan menyerang dirinya sendiri. Pengembangan senjata yang menelan dana 211 juta dollar AS ini bertujuan untuk menciptakan senjata yang mampu tetap menyerang dengan kecepatan supersonik.

Dikatakan bahwa masih membutuhkan waktu 10 tahun lagi agar senjata ini siap digunakan oleh angkatan laut. Senjata dengan kekuatan 2 kali lipat senjata saat ini tersebut mungkin akan siap dikembangkan pada tahun 2025. Diperkirakan, senjata itu mampu menyerang sejauh 200 mil (sekitar 321 km) dalam 6 menit.

Sumber: KOMPAS


Menhan : Pemerintah Tak Danai Pabrik Propelan

0

PT Dahana Di Subang, Jawa Barat.

JAKARTA(SINDO) – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menegaskan,pemerintah tidak akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan industri bahan peledak.

Pendanaan industri bahan peledak seperti PT Dahana di Subang Jawa Barat,ungkap Menhan,murni dilakukan melalui mekanisme pembiayaan perbankan nasional. ”Investasinya didukung oleh perbankan nasional. Bukan beban pemerintah. Pembayarannya nanti berasal dari pendapatan industri tersebut,” ungkap Purnomo di Jakarta kemarin.Purnomo mengatakan, biaya yang dipinjam dari perbankan nasional tersebut nantinya akan dibayar dari hasil penjualan bahan-bahan peledak.

Dengan demikian, jelasnya, APBN sama sekali tidak terganggu. ”Dahana membangun dengan nonrecost financing karena tidak membebani uang pemerintah,tapi pembangunan dibiayai dari hasil-hasil penjualan,” ujarnya. Begitu pun dengan pembangunan pabrik propelan yang berada di kawasan tersebut, juga dibiayai dari keuntungan perusahaan.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu meyakini, dalam beberapa tahun ke depan, pabrik propelan akan mampu mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit bagi negara mengingat besarnya kebutuhan akan propelan baik di dalam maupun di luar negeri.

Bahkan, lanjut Purnomo, pabrik propelan tersebut sudah diperkenalkan ke negara-negara tetangga, termasuk pada saat kunjungan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean ke Indonesia pada Kamis (9/12).

”Jadi, jangan berpikir lagi bahwa pertahanan akan membebani ekonomi, tapi kita harus mengubah menjadi menyokong perekonomian,” tegasnya. Seperti diketahui, PT Dahana akan membangun energic material center di Subang,Jawa Barat,yang di dalamnya juga akan dibangun pabrik propelan untuk bahan peledak militer. Rencananya, pabrik ini mulai beroperasi pada 2013.

Selain industri bahan peledak dalam kawasan seluas hampir 600 hektare tersebut,terdapat juga tempat pengembangan dan penelitian serta pendidikan dan pelatihan bahan peledak. Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Indonesia sebenarnya telah memiliki pabrik amunisi milik PT Pindad di Turen, Jawa Timur. Namun, sampai sekarang bahan bakunya masih harus diimpor dari Afrika Selatan.

Karena itu, sudah saatnya Indonesia memiliki pabrik bahan peledak militer.”Dengan angkatan bersenjata yang besar dan kepolisian yang besar, tentunya dibutuhkan alutsista yang banyak,terutama untuk isian amunisi kaliber kecil, besar, sampai roket. Ini membutuhkan propelan yang cukup banyak. Sudah saatnya Indonesia memiliki kemandirian bahan peledak militer,” tegasnya.

Sumber: SUPUTAR INDONESIA


Rabu, 08 Desember 2010

Lanud Rembiga dan Lanal Mataram Latihan Menembak

0

LOMBOK (Pos Kota) – Untuk menambah kecapakan dan keterampilan prajurit TNI yang siap menghadapi tugas dan situasi apapun, Lanud Rembiga mengadakan latihanmenembak di AWR rambang, Lombok Timur.

Kegiatan latihanmenembak merupakan program kerja Lanud Rembiga untuk membinakemampuan dan profesionalime prajurit. Latihan menembak ini diikuti olehPerwira, Bintara dan Tamtama serta PNS Lanud Rembiga, untuk Bintara danTamtama serta PNS latihan menembak menggunakan senjata laras panjang G3. Sedangkan untuk perwira latihan menembak menggunakan senjata laras pendek jenis colt, FN 46, taurus dan L lama.

Berbeda dengan latihan menembak sebelumnya, latihan menembak kaliini Lanud Rembiga melaksanakan latihan menembak bersama dengan Lanal Mataram dan mengundang pejabat TNI/Polri Kab Lombok Timur, dari TNI AD pejabat yang hadir dari Korem 162/WB dan Kodim 1615 Lotim, dari Polri yang hadir dari Polres Lotim serta turut hadir pula dari pejabat bea dan cukai Prov. NTB.

Di sela-sela latihan Komandan Lanal Mataram Kolonel (Mar) Budi Purnama mengucapkan terima kasih kepada Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Antariksa Anondo beserta seluruh anggota yang telah mengajak personil Lanal mataram untuk latihan menembak bersama dan berharap akan terus berlanjut bukan hanya dalam latihan menembak saja tetapi dalam latihan Hanlan juga Lanal Mataram akan ikut berlatih.

Seusai latihan seluruh anggota Lanud Rembiga melaksakan latihan pertahanan pangkalan dengan skenario bahwa Lanud Rembiga diserang oleh musuh dan para personil berusaha mempertahankan Lanud Rembiga supaya tidak jatuh ketangan musuh. Setelah baku tembak menghalau serangan musuh, dalam skenario para personil Lanud Rembiga melakukan penyisiran di sekitar Lanud karena disinyalir masuh masih bersembunyi, latihan diakhiri dengan menyusuri aset- aset yang dimiliki TNI AU dan mengontrol patok-patok batas tanah AWR Rambang.

Sumber: POS KOTA


Selasa, 07 Desember 2010

Militer Korsel Mulai Latihan Menembak dengan Artileri Lagi

0

Para anggota marinir Korea Selatan melakukan patroli di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan, Senin 6 Desember 2010.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan, pihaknya telah mulai latihan artileri mempergunakan amunisi sungguhan selama lima hari di perairan dari kedua sisi Semenanjung Korea.

Kepala Staf Gabungan mengatakan hari Senin (6/12) tembakan latihan dimulai di 29 lokasi, termasuk di lepas pantai salah satu pulau dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara. Latihan ini dijadwalkan berlangsung sampai hari Jumat depan.

Namun, pejabat Korsel menolak mengidentifikasi lokasi-lokasi secara terperinci di mana penembakan berlangsung dan laporan media mengatakan tak ada artileri yang ditembakkan sejauh ini di dekat perbatasan laut sebelah barat.

Sebuah latihan artileri semacam ini di sebuah pulau di Laut Kuning, Yeonpyeong, telah menyebabkan Korea Utara melakukan penembakan artileri yang menewaskan empat orang pada 23 November.

Korea Utara mengecam latihan Angkatan Laut yang terbaru ini. Korea Utara berdalih hal itu merupakan usaha untuk memicu perang.

Menteri pertahanan Korea Selatan yang baru, purnawirawan Jenderal Kim Kwan-jin, telah bersumpah untuk membalas dengan serangan militer yang kuat jika pemerintah Korea Utara meluncurkan serangan lagi.

Sumber: REPUBLIKA


Minggu, 05 Desember 2010

Update : Menhan: Indonesia Akan Bangun Pabrik Propelan

0

illustrasi

SUBANG(SINDO) – Indonesia segera bisa memproduksi bahan peledak khusus untuk kebutuhan militer. Rencananya,pabrik yang mampu memproduksi propelan akan selesai dibangun PT Dahana pada 2013.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, industri propelan sebagai bahan peledaksangat diperlukan untuk pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).Sebab,selama ini bahan peledak militer masih sepenuhnya bergantung dari luar negeri. ”Industri propelan sangat dibutuhkan,” ujarnya usai peletakan batu pertama pembangunan Energetic Material Center (EMC) di kawasan pabrik bahan peledak PT Dahana, Subang,Jawa Barat,kemarin Karena itu, Purnomo menjanjikan pembangunan tersebut akan mendapat dukungan dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sebagai badan yang khusus menangani revitalisasi industri pertahanan.

”Ini merupakan proyek strategis industri pertahanan. Dalam kabinet ini industri pertahanan menjadi prioritas pertama dalam pembangunan industri nasional. Akan meminta dukungan KKIP agar pembangunannya sesuai dengan jadwal pada kabinet ini,”paparnya. Selain sebagai kawasan industri, Menteri Pertahanan juga meminta agar di kawasan seluas hampir 600 hektare tersebut dibangun juga tempat pengembangan dan penelitian yang selama ini berlangsung secara tersebar dan sporadis.

”Pindad melakukan litbang,TNI juga, belum lagi institusi lain. Lebih baik jika nantinya dipadukan dalam satu lokasi,”tuturnya. Dia juga berharap kawasan tersebut dapat digunakan sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bahan peledak. Purnomo melanjutkan, kawasan industri terpadu PT Dahana tentunya juga memproduksi bahan-bahan peledak untuk tujuan komersial dengan tujuan untuk menunjang jalannya perusahaan.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Pengembangan Usaha PT Dahana Fajar Harry Sampurno mengatakan,kebutuhan bahan peledak untuk kepentingan militer Indonesia 100% masih harus diimpor. ”Kami masih nol dan untuk memenuhi kebutuhan itu dan 100% masih mengandalkan impor. Sementara untuk bahan peledak komersial, kami sudah dapat mandiri. Meskipun supply kami masih mencapai 80%,”ungkapnya. Namun, dia mengaku optimistis jika industri propelan sudah beroperasi kebutuhan bahan peledak untuk militer akan dapat terpenuhi secara mandiri.

Nantinya, akan dibangun pabrik untuk propelan roket dan propelan amunisi. ”Pada 2013, saya yakin pasokan bahan peledak militer Indonesia akan dipasok secara mandiri oleh Dahana,” tuturnya.Khusus untuk pembangunan pabrik propelan,diperlukan anggaran sedikitnya USD80 juta. Sehari sebelumnya Litbang TNI Angkatan Udara dan PT Dahana menandatangani kerja sama penelitian dan pengembangan untuk penyempurnaan desain dan sertifikasi Blast Effect Bomb yang merupakan bom latih pesawat tempur.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memproduksi roket berhulu ledak tinggi dengan daya jangkau sekitar 14,5 km.Menurut rencana, pada2013,akandiproduksisebanyak 750 roket dan tahun berikutnya 1000 roket dengan nama RHAN- 122. Roket yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan,PT Pindad dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pusat Latihan Tempur di Baturaja,Sumatera Selatan, Sabtu (6/11) lalu.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan Pos M Batubara mengatakan, meskipun 90% bahan material roket sudah berasal dari dalam negeri.Namun, propelan sebagai bahan pendorongnya masih harus diimpor. Pemerintah memang bertekad menjadikan tahun 2010 sebagai era kebangkitan industri pertahanan dalam negeri.Tekad ini diikuti dengan geliat industri-industri untuk melakukan inovasi serta produksi. Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan seperti PT Pindad yang mulai unjuk gigi dalam melakukan inovasi panser dan senjata serbu.

Setelah dianggap sukses memproduksi panser tipe angkutan personel sedang 6x6 yang dipakai kontingen garuda dalam menunaikan misi perdamaian di Lebanon Selatan,kini PT Pindad mulai akan memproduksi panser dengan senjata kanon dengan nama Panser Tarantula Sementara itu, PT PAL Surabaya juga melakukan pembangunan kapal Perusak Kawal Rudal dengan panjang 105 meter bekerja sama dengan galangan kapal Damen Schelde Naval Ship-building Belanda.

Sumber: SINDO


Sabtu, 04 Desember 2010

Menteri Minta Dahana Penuhi Kebutuhan Bahan Peledak Militer

0

Purnomo Yusgiantoro.

TEMPO Interaktif, Subang - Menteri Pertahanan dan Keamanan Purnomo Yusgiantoro meminta manajemen PT Dahana (Persero) mampu memenuhi kebutuhan bahan peledak khusus militer secara mandiri.

"Kita (Indonesia) memerlukan segera kawasan propellant ," kata Purnomo, usai peletakan batu pertama pembangunan Energetik Material Center (EMC) di kawasan pabrik bahan peledak milik PT Dahana di wilayah Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/12).

Industri propellant, kata Purnomo, kehadirannya sangat diharapkan agar pemenuhan kebutuhan bahan peledak militer Indonesia tidak bergantung ke luar negeri. "Harus bisa dipenuhi secara mandiri," ujar Purnomo.

Ia mengharapkan perusahaan pelat merah yang khusus memproduksi bahan peledak tersebut bisa mewujudkan propellant yang terintegrasi sehingga keberadaannya bisa dijadikan wahana pusat penelitian dan pengembangan yang strategis demi kemajuan bangsa dan negara serta masyarakat Indonesia.

"Saya juga mengharapkan agar industri bahan peledak tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan militer tetapi juga komersial," kata Purnomo.

Direktur Keuangan PT Dahana, Fajar Hary Sampoerno, mengatakan kebutuhan bahan peledak buat kepentingan militer Indonesia yang dipenuhi perusahaannya saat ini baru 80 persen.

Belum terealisasinya pemenuhan kebutuhan bahan peledak militer oleh Dahana karena perusahaan mengalami kendala dalam soal pengadaan bahan baku ammonium nitrat. "Kita masih nol dan untuk memenuhi kebutuhan itu 100 persen masih mengandalkan impor," ujar Fajar.

Tetapi, dia mengaku optimistis jika industri propellant yang berada satu kompleks dengan EMC Subang, ke depan militer Indonesia, akan memenuhi kebutuhan bahan peledak secara mandiri dari Dahana.

"Pada tahun 2013 saya yakin pasokan bahan peledak militer Indonesia akan dipasok secara mandiri oleh Dahana," papar Fajar. Pembangunan kawasan EMC dan industri propellant, di Cibogo, Subang, dipastikan tuntas dibangun pada 2012.

Tarto Dirgantiri, Direktur Utama PT Dahana (Persero), mengatakan kawasan industri bahan peledak di Cibogo akan dibangun di atas lahan seluas 120 hektare.

"Lokasi itu berada di hamparan lahan milik PT Dahana yang memiliki luas 596 hektare," kata Tirto. EMC, dalam kiprahnya kelak, akan menjadi pusat penelitian, pengembangan sekaligus pendidikan bahan peledak Indonesia.

Sumber: Tempo


Rabu, 01 Desember 2010

Presiden Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata

0


Topol, Rudal Balistik antar benua milik Rusia. AP/Alexander Zemlianichenko

TEMPO Interaktif, Moskow -Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa sebuah perlombaan senjata baru bisa terjadi dalam dekade berikutnya, kecuali Rusia dan Barat membentuk sebuah kesepakatan untuk bekerja sama dalam membangun sistem pertahanan rudal.

Dalam pidato tahunan bertajuk Negara Kebangsaan, Selasa (30/11) waktu Moskow, Medvedev menyerukan kerjasama lebih erat dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengulurkan tangan prosepek hubungan yang erat dua dekade setelah runtuhnya Uni Soviet yang mengakhiri Perang Dingin.

Namun dia mengatakan ketegangan akan cepat menjalar, memaksa Rusia untuk meningkatkan gudang senjatanya jika Barat yang menawarkan sistem untuk membela terhadap ancaman rudal gagal menghasilkan kesepakatan yang konkret.

"Dalam dekade mendatang kita menghadapi alternatif berikut: Apakah kita mencapai kesepakatan mengenai pertahanan rudal dan menciptakan mekanisme standar untuk kerjasama, atau ... babak baru perlombaan senjata dimulai," tukas Medvedev. "Dan kita harus membuat keputusan tentang penyebaran senjata-senjata ofensif baru. Sudah jelas bahwa ini skenario yang sangat menyedihkan."

Pidato yang dibacarkan di depan para anggota parlemen dan para menteri, meningkatkan diskusi-diskusi sensitif antara Amerika dan NATO atas misil pertahanan.

Sumber: TEMPO


AS Sesumbar Senapan Barunya Adalah Senjata Pamungkas

0

Jakarta (ANTARA News) - Angkatan darat Amerika Serikat segera menggunakan senapan futuristik dengan peluru pintar yang dilengkapi radio kontrol. Senjata baru itu segera digunakan di Afghanistan.

Senapan XM25 menggunakan peluru yang diprogram untuk meledak pada jarak tertentu, sehingga musuh yang bersembunyi tidak bisa luput dari hantamannya.

Senapan tersebut memiliki jangkauan 2.300 kaki sehingga memungkinkan untuk mencapai target yang tak bisa dijangkau senapan konvensional.

XM25 dikembangkan khusus untuk tentara AS dan akan digunakan oleh prajurit akhir bulan ini.

Senapan itu menggunakan laser pengintai untuk menentukan jarak yang tepat, setelah itu si prajurit dapat menambah atau mengurangi jarak hingga 3 meter agar peluru dapat melewati tempat persembunyian lalu meledak di atas atau di samping sasaran.

Tentara dapat menggunakannya untuk melumpuhkan penembak jitu yang tersembunyi sehingga tak perlu meminta bantuan serangan udara.

Peluru ukuran 25 milimeter berisi chip yang menerima sinyal radio untuk jarak yang tepat untuk target.

Letnan Kolonel Christopher Lehner, manajer proyek untuk sistem itu menggambarkan bangsa-bangsa lain akan berusaha membuat senapan sejenis.

Ia memperkirakan militer Amerika Serikat membeli 12.500 senapan XM25 tahun ini, jumlah yang cukup untuk setiap anggota infanteri dan pasukan khusus.

Lehner mengatakan kepada FoxNews: 'Dengan sistem senjata ini, kita menghilangkan persembunyian musuh. Kini taktik tempur harus disusun ulang. Musuh nantinya cuma bisa melakukan satu hal: kabur."

Para ahli mengatakan senapan itu cocok untuk pertempuran jalanan di Afghanistan. Pasukan perlawanan Afghanistan sering bersembunyi di balik tembok dan hanya keluar saat menembak.

Laser senjata itu akan mengukur jarak musuh kemudian tentara AS akan menambahkan satu meter lagi dengan menggunakan tombol di dekat pelatuk.

Ketika ditembakkan, peluru akan tepat meledak satu meter setelah sasaran sehingga pecah tepat di atas pasukan perlawanan dengan kekuatan setara geranat tangan.

Sumber: ANTARA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin