Tampilkan postingan dengan label POLANDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLANDIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

English News : Polish trainer contest attracts five bidders

0

T-50 GE

Five bidders have submitted initial offers to the Polish defence ministry's requirement for a new advanced jet trainer.

As expected, the integrated training system contest has attracted responses from Alenia Aermacchi with the M-346, BAE Systems, offering the Hawk 128, and a Korea Aerospace Industries/Lockheed Martin bid with the T-50P. Additional interest has come from Aero Vodochody, with the L-159T1 and Finland's Patria, which is offering upgraded Hawk 51/51As.

Negotiations will take place with each of the bidders over the next six to seven weeks to define detailed tactical and technical requirements. Final documentation will be required before the end of this year, with the shortlisted bidders to then have another two to three weeks to submit detailed proposals.

A winner should be announced in late February or early March, with a contract to be signed in May or June next year.

The defence ministry says its evaluation will be weighted 70% for acquisition and service costs, 20% for "premium parameters" and 10% for offsets. It will also take into account the so-called "Polonisation" of the respective packages.

If more than one bidder is selected, the final price of the bids will be subject to an electronic auction.

From : FG


Selasa, 02 November 2010

Korsel Promosi T-50 GE Ke AS

0

T-50 GE Buatan KAI ditawarkan ke AS, Indonesia, dan Polandia

SEOUL, Nov 2 (Yonhap) - Korea Selatan menawarkan ekspor 500 Pesawat latih T-50 GE ke Amerika Serikat, karena AU Amerika Serikat akan mengganti pesawat latih untuk armada timurnya, dikutip seorang pejabat pemerintah hari ini.

Angkatan udara AS sedang mengkaji opsi pada apakah akan meremajakan pesawat latih T-38 atau ganti dengan yang baru, diharapkan keputusan diambil pada tahun 2012, kata pejabat tersebut, menambahkan bahwa tim pemeriksa AS mengunjungi Seoul tahun ini untuk memeriksa kinerja Korea Selatan dalam membangun T-50 trainer jet.

"Jika AS memutuskan untuk membeli jet pelatih baru, maka akan membeli 300 sampai 500 pesawat," kata pejabat tersebut tanpa menyebut nama.

Angkatan udara Amerika mempelajari T-50, M-346 dari Italia dan Hawk 128 dari Inggris sebagai kandidat yang mungkin untuk menggantikan T-38s, menurut pejabat itu.

T-50 dikembangkan bersama oleh KAI dan Lockheed Martin, Korea Selatan meluncurkan T-50 "Golden Eagle" di tahun 2005, yang menjadikan korsel pembuatan pesawat tempur ke 12 di dunia.

Korea Selatan mendorong untuk mengekspor T-50, namun tawaran untuk menjual pesawat ke Uni Emirat Arab dan Singapura gagal karena harganya yang tinggi.

Meskipun T 50 harga $ 20 juta per unit, namun 10-20 persen lebih mahal daripada pesaingnya, dan merupakan pesawat latih pertama di dunia yang mempunyai kecepatan 1,5 Mach kata pejabat itu.

Secara terpisah, Korea Selatan mendorong untuk menjual T-50 ke Indonesia dan Polandia.

Sumber: YONHAP


Jumat, 02 Juli 2010

AS Akan Gelar Rudal Pencegat Sm-3

0

Rudal SM-3 (Foto: JAPAN FOCUS)

Warsawa (ANTARA News) - Amerika Serikat akan menggelar rudal-rudal pencegat SM-3 di Polandia antara 2015 dan 2018 berdasar rencananya untuk mempertahankan sekutu-sekutu NATO-nya di Eropa dari kemungkinan serangan Iran, kata seorang pejabat Polandia, Kamis.

Rudal-rudal pencegat itu, yang ditargetkan terhadap rudal balistik jarak dekat dan jarak menengah, merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal yang telah diubah dari Presiden AS Barack Obama, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Sistem itu akan menggantikan rencana era Bush bagi Polandia dan Republik Ceko untuk menampung elemen-elemen perisai pertahanan rudal yang ambisius untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan jarak jauh dari Iran.

"Menteri Pertahanan Polandia Bogdan Elich mengatakan Amerika telah berjanji untuk membawa SM-3-SM-3 ke sini setelah 2015 tapi secara definitif sebelum 2018," jelas jurubicara pertahanan Janusz Sejmej.

Rusia berkeberatan sekali pada rencana pertahanan rudal awal presiden George W. Bush, tapi menyampaikan keprihatinan yang lebih lembut pada usulan Obama itu.

PM Polandia Donald Tusk telah memberikan isyarat kesiapan pemerintahnya untuk berpartisipasi dalam sistim Obama yang telah diubah itu dalam kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden ke Warsawa Oktober tahun lalu.

Menlu AS Hillary Clinton akan mengunjungi Warsawa, Polandia selatan, Sabtu, tempat ia dan Menlu Polandia Radek Sikorski akan menandatangani amandemen bagi perjanjian perisai rudal 2008 yang dicapai dengan pemerintah Bush.

Menurut sebuah perjanjian terpisah, AS akan mengirim sederetan dari sejumlah deretan rudal Patriot-nya, disertai dengan 100 personil, dari lokasi tetapnya di Jerman untuk melatih tentara Polandia. Deretan Patriot itu akan berada di Polandia selama sebulan dalam setiap tiga bulan.

Polandia telah dikagetkan oleh kebijakan luar negeri Rusia yang lebih tegas terhadap bekas Uni Soviet, khususnya di Georgia, dan perjanjian Patriot tersebut dianggap penting secara simbolis untuk menekankan komitmen AS pada keamanannya.

Kunjungan Hillary Clinton yang akan datang ke Polandia dan bekas repblik-republik Soviet Ukraina, Georgia, Armenia dan Azerbaijan sebagian dimaksudkan untuk mencoba menghilangkan kekhawatiran mereka bahwa upaya Washington untuk memperbaiki hubungan kembali dengan Moskow mungkin akan mengorbankan mereka.

Sumber:ANTARA


Rabu, 26 Mei 2010

Rusia Kecam Rudal Amerika di Polandia

0

Rudal Patriot milik Amerika Serikat di Polandia Utara (24/5).

EMPO Interaktif, Moskow - Kementerian Luar Negeri Rusia mengkritik penempatan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di Polandia. Pertahanan anti rudal dari darat ke udara itu telah berada di utara negara itu sejak Senin lalu.

Namun hingga kini Kremlin belum mengeluarkan pernyataan yang mengancam. Rudal patriot itu ditempatkan di dekat Kaliningrad, kota Rusia yang berbatasan dengan wilayah Polandia.

Amerika menegaskan penempatan Patriot di pangkalan militer Morag itu untuk melatih pasukan Polandia. Kerja sama itu berlangsung hingga dua tahun mendatang dengan tambahan 150 tentara Amerika.

Amerika dan Rusia telah bersepakat meningkatkan kerja sama di bidang militer. Presiden Amerika Barack Hussein Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah meneken perjanjian yang mengurangi stok senjata nuklir.

Sumber: TEMPO


Kamis, 22 April 2010

Mei, Polandia Terima Rudal AS

0

WARSAWA, KOMPAS.com — Deretan rudal Patriot AS yang akan digelar pertama di Polandia akan tiba pada akhir Mei, demikian dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Januzs Sejmej, Rabu (21/4/2010).

"Setelah persiapan dan konsultasi, pengerahan pertama deretan anti-rudal Patriot akan dimulai sekitar 24 Mei di Morag," ujar Sejmej.

Pangkalan militer Polandia di Morag, di daerah danau Mazurian, sekitar 250 km di utara Warsawa, dan hanya 60 km dari perbatasan dengan wilayah Kaliningrad, Rusia.

Sejmej menolak mengatakan berapa lama penggelaran itu akan berlangsung, tetapi menyatakan penggelaran itu hanya sementara.

Pada Februari, Polandia mengesahkan perjanjian penempatan tentara AS di wilayahnya, yang akan mengawaki deretan rudal permukaan ke udara Patriot itu.

Mereka juga akan melatih tentara Polandia untuk menggunakan sistem itu. Polandia acap kali menegaskan, pangkalan dekat Kaliningrad itu tidak dipilih karena alasan politik dan strategis, tetapi benar-benar karena pangkalan itu memiliki infrastruktur yang baik.

Pada September 2008, Presiden AS Barack Obama telah membatalkan rencana yang telah disepakati setahun sebelumnya oleh pendahulunya, George W Bush, untuk menempatkan sistem perisai anti-rudal yang kontroversial di Polandia dan Republik Ceko.

Menurut perjanjian yang sekarang dikesampingkan itu, AS juga berjanji untuk membantu menatar pertahanan udara nasional Polandia dengan rudal Patriot dan dilekatkan ke bagian perjanjian itu.

Rencana perisai anti-rudal itu telah membuat marah Rusia, yang menganggapnya sebagai ancaman pada keamanannya di ambang pintunya, meskipun Washington bersikeras perisai itu ditujukan untuk menangkis ancaman rudal jarak jauh dari Iran.

Warsawa dan Praha adalah bagian dari lingkungan kekuasaan era Soviet, Moskwa, tetapi menjadi sekutu AS yang solid setelah keluar dari blok komunis yang hancur itu pada 1989 dan masuk NATO pada 1999.

Pemerintah Obama sejak itu muncul dengan rencana baru yang dimaksudkan untuk menangkis serangan rudal jarak dekat dan menengah.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 10 April 2010

Presiden Polandia Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

1


SMOLENSK, KOMPAS.com — Presiden Polandia Lech Kaczynski bersama sejumlah pejabat tinggi negara itu tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat yang mereka ditumpangi di Rusia, Sabtu (10/4/2010). Pesawat rombongan Kaczynski jatuh saat mendekati Bandara Smolensk yang ditutupi kabut di Rusia bagian barat.

Gubernur wilayah Smolensk, Sergei Antufiev, memastikan tidak ada penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Kepada stasiun televisi Rusia-24, via telepon dari Smolensk, Antufiev mengatakan, "Pesawat itu menyambar puncak pohon (saat hendak mendarat), lalu jatuh dan pecah berkeping-keping." Ia menambahkan, "Tidak ada yang selamat."

Gambar pada siaran televisi Rusia menunjukkan reruntuhan pesawat tersebar di hutan dengan bagian-bagian yang masih terbakar.

Kantor-kantor berita Rusia, yang mengutip keterangan Kementerian Darurat Rusia, melaporkan, ada 132 orang dalam pesawat jenis Tupolev Tu-154 tersebut.

Para pejabat di Warsawa memastikan pesawat yang ditumpangi Kaczynski telah jatuh. Televisi Rusia menyiarkan gambar video yang diambil pada Sabtu pagi sebelum presiden dan istrinya naik pesawat di Warsawa menuju Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Polandia Piotr Pszkowski mengatakan, Kepala Staf Angkatan Darat Polandia dan Wakil Menteri Luar Negeri Andrzej Kremer ada di pesawat itu.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev segera menunjuk Perdana Menteri Vladimir Putin sebagai kepala komisi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut dan mengirim Menteri Urusan Situasi Darurat Rusia Sergei Shoigu ke lokasi kejadian.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 17 Maret 2010

Polandia Luncurkan Helikopter Black Hawk

0


Jakarta (ANTARA News) - Pabrik pesawat terbang PZL Mielec bersama mitra yang kini menjadi pemiliknya, Sikorsky Aircraft Corp, meluncurkan produk perdana helikopter Black Hawk tipe S-70i di Mielec, kota yang terletak di selatan Polandia berjarak sekitar 300 km dari Warsawa.

Dubes RI di Warsawa Hazairin Pohan dalam keterangan yang disampaikan kepada ANTARA, Rabu, mengatakan dia diundang pada acara peluncuran tersebut.

Pimpinan Sikorsky Aircraft Corp Bob Kokorda dan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki saat itu menyatakan produk helikopter tersebut merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Eropa termasuk Polandia.

"Dalam waktu tiga tahun, kemitraan kami telah berhasil membangun helikopter terbaik di dunia dalam kelasnya, dan karena itu kami optimis akan mampu memenuhi permintaan pasar?" kata Kokorda.

Helikopter Black Hawk tipe S-70i tersebut merupakan produk pertama di Eropa dan disebut multi-purpose karena tidak saja terkenal untuk medan pertempuran tetapi juga untuk pesawat angkut, SAR, pemadam kebakaran, maupun transportasi VIP.

Pabrik pesawat terbang PZL Mielec yang menghasilkan pesawat angkut skytruck, empat unit kini dimiliki Polri, adalah perusahaan yang cukup berpengalaman dan tiga tahun yang lalu dibeli oleh perusahaan AS, Sikorsky Aircraft Corp, salah satu perusahaan di bawah United Technologies Corp.

Pesawat produk perdana tersebut segera akan dikirim ke Florida, AS, untuk uji kelaikan, untuk seterusnya akan diproduksi di Mielec, Polandia. Menurut penjelasan pejabat PZL Mielec, pabrik tersebut akan memulai produksi massal helikopter Black Hawk tipe S-70i pada tahun 2012 dengan kapasitas 20 unit per tahun untuk dipasarkan secara internasional.

"Kami tertarik dengan pasar di Indonesia dan menawarkan produk baru Black Hawk tipe S-70i untuk memperkuat armada TNI serta berbagai keperluan dan medan tugas lainnya," demikian pernyataan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki kepada Dubes Hazairin Pohan, seusai acara peluncuran perdana.

Sumber: ANTARA


Rabu, 24 Februari 2010

Menhan Menerima Dubes Polandia dan Belanda Bicarakan Kerjasama Pertahanan

0


Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (23/1) secara berturut –turut menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Polandia dan Duta Besar Belanda di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan Dubes Polandia Tomasz Lukaszuk kepada Menhan tersebut, diantaranya dibicarakan mengenai Defence Cooperation Agreement / DCA (perjanjian kerjasama pertahanan) antara RI-Polandia.

Dubes Polandia menyampaikan, pemerintah Polandia berharap Defence Cooperation Agreement antara RI – Polandia dapat segera diratifikasi oleh Indonesia. Setelah diratifikasi maka pembicaraan kerjasama pertahanan kedua negara akan semakin terbuka, baik melalui kerjasama di bidang industri pertahanan, pertukaran perwira maupun kerjasama dalam bidang pendidikan.

Dubes Polandia menambahkan, kemungkinan kerja sama lainnya yang dapat dilakukan kedua negara diantanya juga kegiatan dalam persiapan personel untuk pasukan perdamaian. Hal itu memungkinkan dapat dilaksanakan, karena Polandia mempunyai pusat pendidikan untuk persiapan pasukan perdamaian, sementara Indonesia juga mempunyai pasukan yang memiliki pengalaman dalam misi penjaga perdamaian.

Lebih lanjut Dubes Polandia menyampaikan, pemerintah Polandia juga berharap adanya peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan antara RI - Polandia. Dijelaskannya, saat ini pembicaraan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara sudah dimulai antara industri pertahanan Polandia dengan PT. DI. Selain kerja sama dengan PT. DI, pemerintah Polandia berharap kerja sama di bidang industri pertahanan juga dapat dilakukan dengan industri pertahanan dalam negeri Indonesia lainnya.

Terakhir, Dubes Polandia menyampaikan kepada Menhan untuk berkenan berkunjung ke Polandia dan melakukan kunjungan ke Menhan Polandia bersamaan dengan kunjungan Presiden Eropa beberapa waktu yang akan datang. Diharapkan melalui kunjungan tersebut akan semakin meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan kedua negara.

Menanggapi Dubes Polandia, Menhan menyampaikan dalam perjalanan ke Eropa nanti, Menhan berharap dapat menyempatkan diri untuk berkunjung ke Polandia sebagai balasan kunjungan Menhan Polandia ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Menjelaskan tentang perkembangan Defence Cooperation Agreement antara RI-Polandia, Menhan mengatakan saat ini masih menunggu proses ratifiikasi dari DPR RI, namun demikian diharapkan pada saat pelaksanaan Indo Defence akhir tahun ini perjanjian kerjasama pertahanan kedua negara tersebut sudah diratifikasi.

Menhan menerima kunjungan Dubes Belanda

Sementera itu, saat kunjungan Dubes Belanda Nikolaos van Dam menyinggung mengenai kerjasama pertahanan antara RI - Belanda khususnya peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan. Dubes Belanda menyampaikan, setelah Indonesia membeli kapal korvert sebanyak empat buah ke belanda beberapa waktu yang lalu, kerjasama di bidang industri pertahanan antara kedua negara diharapkan dapat terus dilanjutkan khususnya kemungkinan untuk kerjasama pembuatan bersama kapal korvert dengan PT.PAL.

Menanggapi Dubes Belanda, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kerjasama dibidang industri pertahanan antara RI - Belanda diharapkan memungkinkan adanya transfer of technology (alih teknologi). Karena, dengan kerja sama alih teknologi tersebut, kedepan Indonesia berharap dapat mencapai kemandirian di bidang industri pertahanan sesuai dengan program revitalisasi industri pertahanan yang dicanangkan oleh Kemhan RI. Oleh karenanya, lebih lanjut Menhan berharap ada konsep konkrit mengenai kerjasama transfer of technology antara RI - Belanda tersebut.

Sumber: DMC




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin