Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Tank Tempur Kodam VII Telat Tiba di Pelabuhan Makassar

0

Ist

TRIBUNEWS.COM, MAKASSAR - Kedatangan tank tempur jenis APS (Angkut Personel Sedang) 2 (6x6) APC (Armoured Personnel Carrier) milik Yon Kaveleri (YonKav 10) Serbu/Kodam VII Wirabuana ke Pelabuhan Makassar, terlambat empat jam dari jadwal semula.

Belasan wartawan dari media cetak dan elektronik masih menunggu
Sejatinya kendaraan tempur (ranpur) ini dijadwalkan tiba pukul 14.00 Wita, namun kemudian molor hingga pukul 18.00 Wita.

Sebelumnya, Desember 2010 lalu, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Amril Amir SIP, menyaksikan penyerahan kendaraan tempur lapis baja, jenis Panser APS 2 (6x6) APC dari Direktorat Peralatan Angkatan Darat kepada Paldam VII/Wrb dan selanjutnya diserahkan kepada Yonkav 10/Serbu di Lapangan Markas Batalyon Kavaleri 10/Serbu.

Penyerahan tiga unit panser jenis ini merupakan penyerahan tahap awal, yang
selanjutnya dalam waktu dekat dari pihak Pussenkav akan menyerahkan beberapa ranpur jenis Tank lagi dalam tahap kedua.

Sumber: TRIBUN


Rabu, 19 Januari 2011

Tank Siluman Bakal Jadi Kenyataan

0


Konsep tank siluman yang dikembangkan oleh BAE Systems, Inggris. Foto: foxnews.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda pernah baca komik Wonder Woman? Tokoh superhero karya William Moulton Marston itu punya pesawat jet yang bisa menghilang alias tak kelihatan.

Nah, dalam waktu tak lama lagi kendaraan lapis baja atau tank yang diturunkan dalam medan tempur juga bakal tak kelihatan oleh musuh alias invisible.

Kemungkinan untuk “menghilangkan” tank itu kini sedang diteliti oleh pabrik senjata di Inggris, BAE Systems. Mereka menamakan teknologi ini sebagai eCamouflage.

Cara kerjanya dengan menggunakan “tinta elektornik” sebagai bahan penyamaran. Lalu, video kondisi di sekitar tank diarahkan ke tank tersebut maka jadilah tank siluman.

Tak seperti penyamaran konvesional, pada penyamaran eCamouflage gambar di seluruh tank turut berubah menyesuaikan kondisi di sekitarnya.

Hal ini dimungkinkan berkat adanya sensor elektronik canggih yang tertanam di bagian luar tank. Dengan begitu tank bisa menyusup ke wilayah musuh tanpa ketahuan.

Untuk mewujudkan proyek ini BAE Systems menggandeng perusahaan Swedia yang menciptakan teknologi e-ink screens di digital book readers seperti Amazon Kindle dan Sony Reader.

Teknologi ini akan diujicobakan di tank CV90. “Tapi tak hanya itu, kami juga akan mencobanya di pesawat terbang,” kata Mike Sweeney, juru bicara perusahaan tersebut.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 18 Januari 2011

KRI Banjarmasin Melakukan Long Sea Trial

0


JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan, MPA,MBA. meninjau kesiapan KRI Banjarmasin-592 kapal perang baru TNI AL yang akan melaksanakan uji coba/long sie trial lintas laut di wilayah perairan Indonesia, diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (18/1)

Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan ,MPA.,MBA didampingi Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel laut (P) Yusup dan Asisten Logistik Pangkolinlamil Supriayit P.Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel laut (P) Dri Suatmaji dan beberapa pejabat Kadis Kolinlamil memberikan arahan dan penekanan kepada Komandan beserta para perwira pengawak KRI Banjarmasin-952 sebelum berangkat melaksanakan iji coba /long sea trial di long room perwira kapal.

Dalam Kesempatan tersebut Pangkolinlamil menegaskan kepada Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI Banjarmasin-592 agar selama melaksanakan long sea trial membuat jurnal kegiatan pada masing –masing departeman di kapal perang .

Tiap perwira, tambahnya dalam menyiapkan laporan agar dilaksanakan secara lengkap dan mendalami permasalahn yang ada sebagai dasar dalam pembuatan laporan kepada pemimpin ataupun atasan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam kegiatan long sea trial ini laksanakan kegiatan safari KRI Banjarmasin-592 hasil produksi putra-putra terbaik bangsa Indonesia atau produksi dalam negeri. Dan memanfaatkan mementum kehadiran KRI Banjarmasin-592 di beberapa dermaga untuk memperkenalkan kapal terbaru TNI AL buatan dalam negeri PT PAL Surabaya.. Dan sekaligus mengadakan kunjungan kehormatan kepada pejabat muspida didaerah maupun mengundang pejabat daerah dalam acara minum kopi bersama di KRI Banjarmasin-592.

Lebih lanjut pada saat merapat di dermaga pelabuhan ,tambahnya gunakan kesempatan tersebut untuk kegiatan open ship /kunjungan warga masyarakat setempat dan anak-anak sekolah sesuai prosedur ..namun hal tersebut tetap utamakan keamanan personel dan material.

Untuk mendukung kegiatan Safari kapal perang produksi dalam negeri tersebut KRI Banjarmasin-592 mengangkut ranpur kors marinir antara lain 4 tank PT 76, tank RRF 3 buah dan sea reader 2 buah untuk melakanakan latihan embarkasi dan debarkasi ranpur dan latihan pendaratan . Selain itu mengangkut ranpur 2 tank jenis AMX-10 P dari TNI AD ya digeser ke Makasar.

Untuk kegiatan latihan pendaratan dan embarkasi/debarkasi tersebut kapal perang yang memiliki panjang 125 meter dan lebar 22 meter tersebut dilibatkan pula personel dari Koprs Marinir sejumlah 75 orang untuk latihan pendaratan.

Kegiatan KRI Banjarmasin-592 dengan komandan KRI Letkol laut (P) Eko Joko Wiyono akan melaksanakan lintas laut menuju Makasar dan selanjutnya menurunkan 2 tank TNI AD untuk menambah ranpur Batalyon kavaleri di Makasar. Untuk rute selanjutnya direncanakan akan melaksanakan lintas laut menuju wilayah timur Indonesia, antara lain Ambon, Gorontalo, Bitung dan Balikpapan.

Sumber: POS KOTA


Komandan Korps Marinir : Akan Ada Pengadaan Tank Dan Artileri

0

Dankormar saat diusung para prajurit Brigif-3 Marinir

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif-3, Yonif-8 Mar Tangkahan Lagan, Pangkalan Berandan Kab. Langkat Sumut, Kamis (6/1)

Dalam kunjungan kerja tersebut Komandan Korps Marinir didampingi ibu Nita Alfan disamping meresmikan lapangan tembak gedung Transit Usman serta meresmikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “Ananda Bhumyamca” atas ide Ketua Ranting B Cabang 7 (Ny. Arum Bambang Hadi) yang di resmikan oleh Ibu Nita Alfan sebagai Ketua PG Jalasenastri yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti.

Sebelum acara peresmian lapangan tembak yang diberi nama Sutanto, Komandan Korps Marinir turun langsung kelapangan meninjau latihan serangan Kompi dalam hubungan Batalyon diperkuat kesenjataan bantuan antara lain 2 (dua) pucuk How 105 mm, 1 (satu) ton Tank PT 76 dan 1 (satu) ton BTR 50 yang dilanjutkan penembakan Armed 105 dan Canon Kal. 90 mm. Dalam latihan ini disimulasikan melawan musuh berkekuatan 1 (satu) ton diperkuat 2 (dua) pucuk Mortir 81 dan 2 (dua) pucuk senjata anti Tank serta 2 (dua) pucuk senjata mesin sedang. Latihan dilaksanakan dikawasan hutan yang berlokasi di seputaran Desa PIR ADB Kec. Besitang Kab Langkat Sumut.

Pada kesempatan itu Komandan Korps Marinir melihat dari dekat kemampuan prajurit Yonif – 8 Mar dalam menyelesaiakan sasaran. Dengan menaiki kendaraan tempur Tank amfibi Dankormar menelusuri medan latihan yang berat karena lokasinya yang berbukit-bukit dan lembah yang curam, beliau menilai kemampuan tempur dan kemampuan taktis Yonif – 8 Marinir terus mengalami peningkatan dan tidak mengecewakan. Namun, untuk meningkatkan profesionalitas prajurit, beliau meminta agar prajurit Yonif – 8 Mar tetap meningkatkan kemampuan tempur dengan latihan terus menerus.

Yonif–8 Marinir adalah Batalyon Infanteri paling kuat di Indonesia, karena dilengkapi dengan senjata bantuan tempur yang cukup lengkap. Ungkapan itu disampaikan Jendral berbintang dua dalam arahannya dihadapan prajurit Korps Baret Ungu seusai acara peresmian lapangan tembak Yonif – 8 Mar.

Untuk mendukung kemampuan persenjataan di Yonif – 8 Mar Komandan Korps berjanji dalam waktu dekat akan mengirimkan tambahan kendaraan tempur berupa Tank yag baru dan senjata Artileri.

Sebagai wujud kecintaan dan rasa bangga terhadap kemampuan prajurit Marinir Tangkahan Lagan, Komandan Korps memberikan sepucuk senjata sniper kesayangan beliau dan diterima oleh Komandan Batalyon Infanteri – 8 Marinir Letkol Marinir Bambang Hadi S.

Dalam pengarahannya Komandan Korps Marinir mengatakan prajurit Marinir adalah gigi graham dari pemerintah, jadi kalau ada orang yang mencoba merongrong kewibawaan pemerintah akan dikunyah habis. Beliau menekankan kepada seluruh prajurit agar Marinir berani dan tetap menjaga disiplin.

Dimedan damai prajurit harus tetap menjaga soliditas, solidaritas serta senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat, TNI/Polri dan lingkungan tempat bertugas. Kalaupun ada persoalan yang timbul maka selesaikan dengan bijak. Serta tingkatkan keimanan dan ketagwaan terhadap Tuhan.

Hadir dalam kunjungan kerja Komandan Korps Marinir tersebut antara lain pejabat Provinsi, Pemda, Muspida, TNI/Polri ( para Dankolak dan Dansatlak di wilayah Sumut, Aceh Timur), Muspika, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda dan masyarakat.

Sumber : KORPS MARINIR


Sabtu, 18 Desember 2010

Fera Arsiantie, Perempuan di Balik Pembelian 17 Tank Amfibi Rusia

0

Fera Arsiantie di atas salah satu tank Marinir yang didatangkan dari Rusia.

Deg-degan Tiga Minggu Menunggu Kapal Datang

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menambah persenjataan. Sebanyak 17 tank amfibi BMP-3F didatangkan dari Rusia dan diserahkan secara resmi pada Sabtu silam (11/12). Tak banyak yang tahu bahwa pembelian kendaraan perang itu ditangani seorang perempuan.
------------------------------------------------
DHIMAS GINANJAR, Surabaya
-----------------------------------------------
BERKULIT putih dengan tubuh semampai, Fera Arsiantie terus mengumbar senyum. Sesekali jemari lentiknya menyibakkan rambut cokelat kemerahan yang dipotong sebahu. Gerak-geriknya anggun.

Yang pertama mengenal bisa jadi menebak ibu satu anak itu adalah seorang model atau public relation officer. Jauh dari pekerjaan yang lebih banyak dihabiskan di lapangan. "Saya memang sempat jadi model. Tapi, itu dulu banget," ujar business development manager PT Citra Persada tersebut. Dunia Fera kini berbalik 180 derajat dari sepuluh tahun lalu. Alih-alih pekerjaan yang berkaitan dengan dunia fashion, dia memilih untuk menggeluti dunia yang sangat "laki-laki".

Sejak 2002, Fera bergabung di perusahaan yang bergerak di bidang defense equipment supplier (penyedia alutsista). Tugasnya cukup berat. Termasuk mengawal pembelian 17 tank amfibi BMP-3F yang baru bergabung dengan Korps Marinir, Sabtu (11/12). Dia harus rela pulang larut malam untuk menyiapkan tender pembelian tank tersebut. Bahkan, untuk mempersiapkan kedatangan tank seberat 18,7 ton dari Rusia itu, dia harus sering menempuh perjalanan Jakarta-Moskow. "Tiga minggu sekali saya ke sana untuk mengurus ini dan itu," imbuhnya.

Meski demikian, perjalanan selama 12 jam ke Moskow, ditambah 2 jam menuju Kota Kurgan, harus dilalui dengan tegar walaupun melelahkan. Di Kurgan itulah tank-tank yang memiliki kemampuan menembak 10 peluru per menit tersebut diproduksi. Bahkan, tidak jarang Fera harus menjadi team leader yang dikirim untuk uji fungsi. "Karena perempuan sendiri, saya sampai dijuluki seperti BMP-3F, beautiful but dangerous," ucapnya lantas tertawa.

Jika melihat fisik BMP-3F, bisa jadi julukan itu pas disematkan kepada Fera. Maklum, fisik tank tersebut memang menarik. Tidak seperti tank amfibi umumnya karena memiliki snorkel (sirkulasi udara untuk manuver di laut). Istimewanya, saat manuver, tidak sedikit pun air masuk ke ruang tempur. Selain itu, BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus. Di antaranya, konstruksi (chassis) BMP-3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah dirawat, dan minim pemeliharaan.

Berbagai fitur khusus itulah yang membuat BMP-3F menjadi kendaraan tempur (ranpur) segala medan berat. Tapi, tetap diimbangi dengan kemampuan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik. Aplikasi persenjataan baru (SKS arteleri-roket-meriam) dengan sistem kontrol penembakan otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak membuat tank tersebut sangat berbahaya di medan perang.

Ketangguhan Fera juga teruji saat tawar-menawar harga di meja rapat. Karakter arek Suroboyo yang ceplas-ceplos, apa adanya, dan terbuka pada diri Fera ternyata berefek positif saat tawar-menawar itu. Sikapnya yang ngeyelan saat mempertahankan sesuatu yang menurutnya menguntungkan Indonesia akan diusahakan sekuat tenaga. "Sampai mereka bilang, saya menyerah dengan Fera. Wanita tangguh dari Indonesia," ujarnya.

Perempuan yang berulang tahun setiap 28 Maret itu lantas membagikan tip bekerja dengan orang asing. Menurut dia, sebenarnya tidak terlalu susah asalkan bisa bekerja sama berdasar rasa pertemanan atau persaudaraan daripada kepentingan bisnis semata. Jika itu bisa dilakukan, kedekatan akan terlihat saat mereka mengenalkan keluarga dan anaknya. "Biasanya, saya suka memberi mereka suvenir khas Indonesia seperti kain batik," jelasnya.

Selain itu, karena bekerja di dunia laki-laki, Fera tidak mau dianggap remeh. Dia berkeyakinan harus bisa menunjukkan bahwa dirinya pantas dihargai dari kepintaran. Karena itu, ibu Shakira Ameera King, 4, tersebut sangat menjaga cara berpakaian yang sopan. Dengan begitu, mereka tidak bisa meremehkan perempuan. "Saya tidak hanya bekerja berdasar kecantikan. Justru dengan menghargai diri sendiri, orang lain akan mengikuti kita," tegasnya.

Karena itu, kerap muncul celetukan bahwa alumnus SMAN 16 Surabaya tersebut secara spesifikasi sudah seperti tentara tapi tetap feminin. Apalagi dia tidak canggung untuk terjun di dunia laki-laki. Misalnya, saat dia mencoba BMP-3F di Rusia. "Bisa jadi, saya perempuan pertama yang mengendarai tank BMP-3F," tuturnya lantas tersenyum bangga.

Rasa bangga dan terharu menjadi satu saat pembelian ranpur tersebut terealisasi. Pembelian tank seharga Rp 400 miliar itu akhirnya unload di Tanjung Perak pada 26 November lalu setelah tiga minggu melintasi lautan. Saat menunggu kedatangan tank-tank tersebut, Fera mengaku deg-degan dan stres. Dia sampai mau menunggu kedatangan kapal pengangkut tank itu hingga pukul 03.00. "Saya ingin lihat sendiri kedatangan tank-tank itu karena saya yang mengurus semua mulai awal," katanya.

Saat tank tersebut diuji coba dan diserahkan secara langsung di Situbondo, hati lulusan FIA Universitas Brawijaya itu semakin berbunga. Dia tidak menyangka usaha kerasnya bersama tim selama ini mampu merealisasikan impian Korps Marinir untuk mendatangkan saudara muda tank BTR yang dimiliki 15 tahun lalu. "Ada kebanggaan dalam diri saya atas pembelian tank-tank ini," ungkapnya.

Fera lantas menerawang. Dia tidak menyangka jalan hidupnya bakal seperti ini. Sebab, dia sebenarnya mengawali karir sebagai sales manager JW Marriott Surabaya, kemudian menjadi sales manager Hotel Mandarin Oriental di Jakarta. Begitu juga saat dirinya mendapat gelar master of communication di Universitas dr Mustopo Jakarta. "Dulu, bayangan saya masuk militer serem. Tapi, ternyata tidak juga," tuturnya.

Tahun 2002 benar-benar menjadi awal yang baru bagi putri pasangan Ir Satwam Satyaganesja dan Sri Heruwati tersebut. Itulah tahun pertama dia masuk ke perusahaan yang menggeluti defense equipment supplier. Tapi, belum di PT Citra Perdana. Dia menyatakan sempat bingung dengan pekerjaannya yang keluar masuk Mabes TNI dan Polri. Sebagai perempuan tangguh, dia mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya selama sebulan.

Bergelut di pekerjaan lelaki tidak membuat Fera cepat menyerah. Yang membuat dirinya bertahan pada profesi itu justru karena pekerjaannya lain daripada yang lain. Semua dilakukan atas nama negara, sehingga mau tidak mau dirinya harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi untuk bisa memberikan yang terbaik bagi TNI. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum, negara tidak memiliki banyak anggaran untuk membenahi alutsista.

Tantangan itulah yang membuat Fera terlecut untuk memberikan yang terbaik untuk negara. Dia menyatakan cukup miris melihat TNI yang terpaksa beroperasi dengan peralatan lama dan tua. "Karena itu, apa pun rintangannya tetap harus dilalui dengan baik," tegasnya.

Tantangan itu juga langsung didapatkan dirinya saat masuk ke PT Citra Persada pada 2008. Dia langsung menangani pembelian tank BMP-3F yang konon sudah lama diagendakan tapi selalu gagal terwujud. "Saya sampai menjuluki tank itu sebagai baby saya," paparnya lantas tertawa.

Direktur PT Citra Persada Indra S. Djani memberikan acungan jempol kepada prestasi Fera itu. Dia menilai, wanita asli Surabaya tersebut bukanlah wanita karir biasa. Sebab, dia berani menggeluti bidang yang jarang ditempati kaum wanita. Oleh sebab itu, perusahaan mewakilkan sepenuhnya proyek prestisius tersebut kepada tim yang digawangi Fera. "Terbukti, dia berhasil menembus bisnis yang sulit dengan memasukkan 17 tank amfibi BMP-3F untuk marinir," ucapnya bangga.

Sumber: JPNN


Jumat, 17 Desember 2010

US Akan Membantu Pengadaan Suku Cadang LVT -7 Marinir

0

Dankormar jabat komando dengan Real Admiral Ronald Horton usai tukar menukar cindermata.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin menerima kunjungan kehormatan Real Admiral Ronald Horton selaku Commander Logistic Group Western Pacific Amerika Serikat di Ruang VIP Brigif 2 Marinir Cilandak, Rabu (15/12).

Kegiatan kunjungan ini, selain untuk mempererat hubungan kerjasama antara United States Navy dan TNI Angkatan Laut kedua Negara, juga untuk membina hubungan kerjasama berupa dukungan logistic dari US Navy, seperti kebutuhan akan suku cadang kendaraan Amphibi Landing Vehicle Track (LVT) -7 Marinir dan rencana pembelian M 4 USA.

Dalam pembicaraan, Real Admiral Ronald Horton akan meningkatkan kerjasama latihan antara US Navy dan TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir.

Selain pembicaraan singkat, Real Admiral Ronald H beserta rombongan selanjutnya berkeliling kesatrian R Hartono Cilandak untuk melihat fasilitas yang dimiliki Korps Marinir dan tukar menukar cendera antara kedua pejabat.

Sumber: MARINIR


Senin, 13 Desember 2010

TNI Akan Membangun 1 Batalion Tank Untuk Daerah Perbatasan

0





JAGOI, 12/12 - MENAMBAH KEKUATAN. Empat anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 641/Beruang bersiaga di Pintu Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, Sabtu (11/12). Guna menambah kekuatan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, TNI akan membangun satu batalyon tank bagian Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang pada 2011.

Sumber: ANTARA


Update : Menhan: Persenjataan TNI Diperkuat

0


SITUBONDO (Suara Karya): Sebanyak 17 tank amfibi canggih buatan Rusia, BMP-3F, mendukung kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL).

Dana yang dikucurkan untuk pembelian kendaraan tempur (ranpur) berteknologi tinggi buatan The Federal State Unitary Enterprise Rosoboronexport Russian itu, 50 juta dolar Amerika Serikat.

"BMP-3F merupakan ranpur lapis baja yang sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran asimetris," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai serah terima dan mencoba ikut mengendarai 17 unit BMP-3F dari pemerintah Rusia kepada pemerintah Indonesia, di Situbondo, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, menyerahkan BMP-3F kepada Mabes TNI untuk diserahkan kepada Korps Marinir melalui TNI AL. Pada acara sama, Purnomo dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL karena telah ikut memajukan Marinir.

"Atas kontribusi dan perhatian yang tulus untuk kemajuan dan perkembangan Marinir, karena itu Marinir memberikan apresiasi tinggi atas keteladanan jiwa, sikap dan semangat integritas Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro," ujar Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mohammad Alfan Baharuddin, usai memasangkan baret ungu kepada Purnomo.

Tampak hadir, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov, Atase Pertahanan (Athan) Rusia Kolonel Vladimir Fedorovich, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Hamid Awaluddin, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, dan Irjen Kemhan Laksdya TNI Gunadi, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mohammad Alfan Baharuddin, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio, serta beberapa anggota Komisi I DPR.

Kontrak pengadaan BMP-3F telah dilaksanakan sejak Agustus 2008 dengan nilai kontrak US $ 50 juta atau sekitar Rp 455 miliar. Awalnya, dengan nilai kontrak seperti itu, Indonesia akan mendapat 20 unit BMP-3F. Namun, karena harganya naik, Indonesia hanya mendapatkan 17 unit.

Sejak tiba di Indonesia 26 November 2010, dikatakan Purnomo, 17 unit tank berkemampuan amfibi tersebut telah menjalani uji fungsi untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan tank dapat beroperasi dengan baik. Uji fungsi dilaksanakan di Surabaya dan Pusat Latihan Tempur Marinir di Karang Tekok, Situbondo.

"BMP-3F telah disempurnakan khususnya untuk manuver laut. Ada penambahan sirkulasi udara saat manuver di laut dan ruang pasukan tempur (snorkel) dan perbaikan pada tameng di kubah untuk menahan air agar tidak masuk ruang tempur," ujarnya.

Tiga Kekuatan Senjata

Ia menambahkan, BMP-3F punya fitur khusus, seperti kontruksi (casis) yang bisa dimodernisasi sesuai kebutuhan dan gampang dirawat serta efisien biaya pemeliharaan. Dengan adanya beberapa penyempurnaan, dikatakan Purnomo, BMP-3 menjadi ranpur segala medan berat yang diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik.

Sementara itu, Komisi I DPR bertekad akan menghapus semua potensi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses impor pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) negeri ini.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman, Indonesia yang sudah membeli alutsita dengan harga mahal, bahkan sering masih diembargo negara produsen. "Karena, ada kepentingan produsen dan keterlibatan perusahaan perantara, pengadaan alustista kita juga sering didikte pihak produsen," ujarnya saat bersama belasan anggota Komisi I, mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/12).

Pihaknya berharap, BUMN dalam negeri bisa menjangkau teknologi menengah atas dalam pengadaan alutsista.

Sumber: SUARA KARYA


Minggu, 12 Desember 2010

Menhan : Kita Akan Melakukan Pengadaan 300 Tank Untuk TNI AL

0

Kendaraan tempur tank Amfibi BMP-3F terapung di Pantai Banongan, Situbondo, saat latihan kesenjataan terpadu dan uji fungsi, Sabtu (11/12/2010). Penambahan kendaraan tempur buatan Rusia ini diharapkan bisa memperkuat kekuatan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI.(Foto: KOMPAS)

SINTUBONDO - Kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertambah. Setelah September lalu ditadangkan pesawat Sukhoi untuk TNI AU, kali ini giliran alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AL yang diperkuat. Kemarin (11/12), sebanyak 17 tank amfibi jenis BMP-3F buatan Rusia diserahkan dan diujicobakan secara langsunfoleh Korps Marinir di Baluran, Situbondo, Jatim.

Proses dimulai di Puslatpur Marinir Balongan dan Baluran atau biasanya disebut Karangtekok. Di sana, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAL Laksamana Soeparno, Serta Komandan Korps marinir Mayjen M. Alfan Bahrudin menyaksikan manuver pendaratan tank amfibi. Salah satu tank BMP-3F juga turut disertakan dalam pendaratan tersebut disamping tank amfibi yang sudah dimiliki Marinir.

Tank BMP-3F tersebut memang istimewa karena memiliki beberapa fitur khusus. Misalnya, konstruksi yang memungkinkan untuk dimoderinisasi, mudah dirawat, dan minim pemeliharaan. BMP-3F juga mengaplikasikan persenjataan baru (SKS artileri, roket, meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis.

Yang membuat Indonesia melirik tank sepanjang 7,2 meter itu adalah kemampuannya menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak. Maklum, tank yang bisa mengangkut hingga tujuh infantri itu menggunakan pola stabilizer sistem terbaru.

Menhan Purnomo Yusgiantoro terliahat kepincut pada tank yang sama dengan digunakan tentara Rusia itu. Rencananya, tank-tank tersebut akan ditambah hingga tiga kompi (sekitar 300 tank) secara bertahap. "Dengan tank ini, kami semakin percaya diri untuk mempertahankan NKRI" tegasnya.


Sumber: JAWA POS/MIK


Menhan : Kita Akan Melakukan Pengadaan 81 BMP-3F, 10 BMP-3FK, Dan 4 BREM-L

0

SITUBONDO (Pos Kota) – Setelah melewati pengujian (uji fungsi) melalui operasi amfibi, uji penembakan dengan berbagai jarak jangkauan serta bermacam jenis amonisi yang dimiliki yang berlangsung di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.

Disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin, Duta Besar Indonesia di Rusia dan Duta Besar Rusia di Indonesia, sebanyak 17 unit tank modern amfibi tipe BMP-3F buatan Rusia yang dibeli Pemerintah Indonesia resmi dimiliki dan melengkapi alut sista Korps Marinir TNI AL.

Uji fungsi ini diintegrasikan dengan Latihan Kesenjataan Terpadu Korps Marinir Wilayah Timur yang tengah berlangsung di tempat yang sama dengan melibatkan 2 kapal perang jenis LST yakni KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Penyu-513, 8 tank amfibi PT 76, BTR 50 dan Kapa (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri).

Uji fungsi ke-17 unit tank pasukan pendarat amfibi ini untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan serta sistem persenjataan tank tersebut beroperasi dengan baik dan sempurna. Usai uji fungsi dilanjutkan dengan serah terima secara resmi BMP-3F dari Rosoboronexport, Rusia kepada Kementerian Pertahanan RI dan TNI serta Korps Marinir TNI AL sebagai pengguna.

Dengan bertambahnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Korps Marinir, termasuk kendaraan tempur akan semakin meningkatkan efek daya tempur dan daya tangkal TNI secara keseluruhan.

Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur lapis baja yang sangat sempurna baik dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini. Pada uji coba di berbagai medan dan cuaca, tank jenis ini memperlihatkan hasil yang memuaskan. Berbagai amonisi yang digunakan mulai 100 mm, 30 mm, 7,62 mm serta 81 mm granat asap menunjukan akurasi yang sangat tepat dan nyaris sempurna. Jangkauan tembakan sejauh 4000 meter di mana sepuluh sasaran ditempatkan di area Puslatpur berhasil dihancurkan dengan tepat.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang mengenakan kostum doreng khas Korps Marinir ikut mencoba masuk ke dalam kabin tank dan melakukan penembakan berbagai jenis amonisi, juga berhasil menghancurkan sasaran tembak secara akurat dalam jangkauan 4000 meter. ”Saya puas uji fungsi ini berhasil, semoga tank ini menjadi kebanggaan Korps Marinir,” ujarnya.

Tank amfibi BMP-3F telah mengalami penyempurnaan, khususnya untuk kemampuan manuver di laut dengan penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manuver di laut ruang pasukan tetap normal), perbaikan tameng di kubah untuk menahan ombak dan gelombang air laut agar tank tetap stabil menuju serbuan pantai. Dengan adanya beberapa penyempurnaan, BMP-3F menjadi kendaraan tempur segala medan serta diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih tangguh.

BMP-3F mengamplikasikan persenjataan baru (artileri, roket dan meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata baik saat manuver/bergerak karena menggunakan pengontrol penembakan otomatis yang berteknologi mutakhir (pola stabilizer sistem teknologi baru). Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm. Penggabungan ini memungkinkan prajurit awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara.

BMP-3F berbobot kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas 10 prajurit yang terdiri dari 3 awak tank dan 7 awak senjata, kecepatan di medan berlumpur 45 km, 70 km di jalan raya, 10 km di air dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km. Sedangkan kemampuan jelajah 600 km, di lumpur 12 km dan daya jelajah di air 7 jam. Tank BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain mudah perawatannya dan efisien pemelihanaannya.

Menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Tank BMP-3F adalah tank amfibi yang teknologinya paling modern yang dimiliki TNI dan merupakan generasi terakhir yang diproduksi oleh Rusia. Penyerahan ke-17 unit Tank BMP-3F ini merupakan bagian dari Rencana Jangka Panjang Pembangunan Postur TNI untuk memenuhi Kekuatan Pokok TNI. ”Untuk meningkatkan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL, kita masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L. Kebutuhan tersebut akan kita penuhi secara bertahap di waktu-waktu mendatang,” tegasnya.

Ditambahkan Menhan Purnomo Yusgiantoro ke-17 Tank BMP-3F ini adalah hasil pengadaan melalui State Credit yakni bentuk dana pinjaman (credit fasility) yang dijamin Pemerintah Rusia. Penggunaan fasilitas pinjaman melalui State Credit didasarkan oleh status Rusia yang bukan anggota OECD countries sehingga tidak dapat memberikan pinjaman dalam bentuk Export Credit seperti yang gunakan pada pengadaan alutsista yang lain.

Sumber: POS KOTA


Sabtu, 11 Desember 2010

Berita Foto : Latihan Kesenjataan Terpadu

0


KSAL Laksamana Soeparno, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama Dankormar Mayjen TNI Marinir M Alfan Bahrudin (kiri ke kanan) melakukan salam komando di Mangga Dua, Baluran, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Menhan diangkat menjadi warga kehormatan Marinir usai latihan kesenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.



Kendaraan tempur tank Amfibi BMP-3F terapung di Pantai Banongan, Situbondo, saat latihan kesenjataan terpadu dan uji fungsi, Sabtu (11/12/2010). Penambahan kendaraan tempur buatan Rusia ini diharapkan bisa memperkuat kekuatan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI.



Sejumlah kendaraan tempur tank amfibi BMP-3F menghindari ranjau darat saat latihan kesenjataan terpadu di Bukit T12 Puslatpur Baluran, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Kegiatan tersebut dalam rangka latihan persenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.


Sejumlah kendaraan tempur tank amfibi BMP-3F melancarkan serangan saat latihan kesenjataan terpadu di Bukit T12 Puslatpur Baluran, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Dalam latihan ini diadakan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.


Sejumlah prajurit Marinir turun dari kendaraan tempur tank amfibi saat latihan kesenjataan terpadu di Pantai Banongan, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Dalam latihan kesenjataan terpadu ini diadakan uji fungsi peralatan yang baru dibeli, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.



Sejumlah kendaraan tempur tank amfibi mendarat di Pantai Banongan, Situbondo, dalam latihan kesenjataan terpadu, Sabtu (11/12/2010). Dalam latihan ini diadakan uji fungsi peralatan yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.


Kendaraan tempur tank amfibi BMP-3F mendarat di Pantai Banongan, Situbondo, saat latihan kesenjataan terpadu dan uji fungsi, Sabtu (11/12/2010). Penambahan kendaraan tempur buatan Rusia ini diharapkan bisa memperkuat kekuatan TNI untuk menjaga keutuhan NKRI.


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kiri) didampingi Dankormar Meyjen TNI Marinir M Alfan Bahrudin melihat latihan kesenjataan terpadu di Bukit T12 Puslatpur Baluran, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Kegiatan tersebut dalam rangka latihan persenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.


Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (bawah kiri) didampingi Dankormar Meyjen TNI Marinir M Alfan Bahrudin dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono naik tank amfibi BMP-3F di Pantai Banongan Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Kegiatan tersebut dalam rangka latihan persenjataan terpadu dan uji fungsi mesin tempur yang baru, tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.




Sejumlah anggota Marinir merangkak dengan ditembaki peluru tajam (dopper) saat latihan di puslatpur Karangtekok, Situbondo, Sabtu (11/12/2010). Latihan ini untuk mencetak Marinir yang tangguh di segala medan sehingga mampu menjaga keutuhan NKRI.

Sumber: KOMPAS


Tank BMP-3f Resmi Memperkuat Korp Marinir TNI AL

0


Situbondo (ANTARA News) - Tank amfibi BMP-3F buatan Rusia, resmi memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara resmi 17 unit tank amfibi tersebut dari Pemerintah Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.

Setelah diserahterimakan kepada Menteri Pertahanan, diserahkan kepada TNI kemudian Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai pengguna.

Sebelumnya, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin, penambahan 17 tank amfibi dari Rusia itu akan semakin memperkuat jajaran korps baret ungu yang dipimpinnya.

Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.

Usai serah terima tank amfibi, akan dilakukan pengangkatan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Sumber: ANTARA


Senin, 06 Desember 2010

TNI AL Uji Coba Tank Amfibi BMP-3F Rusia

3

BMP 3F TNI AL Buatan Rusia

SURABAYA, KOMPAS.com — TNI Angkatan Laut berencana melakukan uji coba terhadap kemampuan 17 tank amfibi jenis BMP-3 yang baru saja didatangkan dari Rusia untuk melengkapi persenjataan pasukan Marinir.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Senin (6/12/2010), mengatakan, uji coba akan dilakukan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini.

"Latihan dan uji coba itu sekaligus serah terima tank amfibi kepada pasukan Marinir," paparnya seusai memimpin upacara peringatan Hari Armada di Koarmatim.

Uji coba juga untuk memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan tank amfibi berharga miliaran rupiah itu beroperasi dengan baik.

Tank amfibi sebanyak 17 unit yang dibeli TNI AL dari Rusia itu tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, pada akhir November lalu.

Menurut KSAL, pengadaan peralatan tempur baru itu untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di jajaran TNI AL.

"Sementara ini jumlah tank amfibi yang dibeli baru 17 unit dan kemungkinan bisa ditambah sesuai kebutuhan. Alutsista yang lama dan tidak bisa difungsikan lagi akan diganti dengan baru," katanya.

Laksamana TNI Soeparno menambahkan, pembelian peralatan tempur dari Rusia itu sudah melalui berbagai kajian, termasuk soal harga, kemampuan, dan kualitasnya.

Selain tank amfibi, pihaknya juga sudah merencanakan untuk melakukan pengadaan beberapa alutsista baru, seperti kapal selam, kapal perang, dan peralatan tempur lainnya.

"Pengadaan itu sudah masuk dalam agenda dan sekarang sedang diproses," ujarnya.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 03 Desember 2010

SERAH TERIMA TANK AMPHIBI BMP-3 F RUSIA 11 DESEMBER 2010

0

Tank Amphibi BMP-3 F buatan Rusia

Paparan tentang serah terima Tank Amphibi BMP-3 F buatan Rusia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dilaksanakan di Markas Komando Korps Marinir, Jalan Prapatan No. 40 Jakarta Pusat, Jumat (3/12).

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno beserta rombongannya turut hadir disitu serta diterima langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin.

Sebelumnya, Kasal beserta rombongan Sholat Jum’at bersama para prajurit Marinir dan warga sekitar mako di Gedung Graha Marinir.

Menurut rencana upacara serah terima BMP-3 F akan dilaksanakan di Banongan Situbondo tanggal 11 Desember 2010, serta diakhiri kegiatan pengangkatan Menhan sebagai warga kehormatan Korps Marinir.

Paparan disampaikan langsung oleh Dan Pasmar 1 Kolonel Marinir A. Faridz Whashington, serta dihadiri Irjenal Mayjen TNI (Mar) Djunaedi Djahri, Asops Kasal, Aspers Kasal, Aslog Kasal, Komandan Kobangdikal, Komandan Seskoal, para pejabat teras Mabesal dan pejabat teras di lingkungan Korps Marinir.

Sumber: KORP MARINIR


Senin, 29 November 2010

BMP 3F Tank Ampibi Marinir TNI AL

0


SURABAYA, 29/11 - TANK AMFIBI BARU. Danmenkav-1 Marinir, Kolonel Mar Lasmono (2 kanan) menjelaskan kepada sejumlah perwira menengah jajaran Pasmar-1, di atas Tank Amfibi BMP-3F di Resimen Kavaleri-1 Marinir, Karangpilang Surabaya, Senin (29/11). Sebanyak 17 unit Tank Amfibi BMP-3F buatan Rusia, melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL.


PERLENGKAPAN TANK AMFIBI. Sejumlah anggota Resimen Kavaleri-1 Marinir, Dephan dan Mabesal, memeriksa perlengkapan Tank Amfibi BMP-3F di Resimen Kavaleri-1 Marinir, Karangpilang Surabaya, Senin (29/11). Sebanyak 17 unit Tank Amfibi BMP-3F buatan Rusia, melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL.



TANK AMFIBI BARU. Seorang teknisi Tank Amfibi BMP-3F berkebangsaan Rusia, menjelaskan bagian dari tank tersebut kepada seorang anggota Resimen Kavaleri-1 Marinir di Resimen Kavaleri-1 Marinir, Karangpilang Surabaya, Senin (29/11). Sebanyak 17 unit Tank Amfibi BMP-3F buatan Rusia, melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL.


Danpasmar-1, Brigjen TNI (Mar) Ahmad Faridz Washington (depan kiri), mendengarkan penjelasan dari teknisi Tank Amfibi BMP-3F berkebangsaan Rusia, di Resimen Kavaleri-1 Marinir, Karangpilang Surabaya, Senin (29/11). Sebanyak 17 unit Tank Amfibi BMP-3F buatan Rusia, melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Korps Marinir TNI AL.

Sumber: ANTARA


Kamis, 25 November 2010

17 Unit Tank BMP-3F Rusia Tiba Jumat Malam

0

BMP 3f jenis IFV buatan Rusia

Jakarta (ANTARA News) - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin mengatakan 17 unit tank amfibi BMP-3F buatan Rusia akan tiba di Indonesia pada Jumat (26/11) malam.

Dikonfirmasi ANTARA usai menghadiri serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer di Jakarta, Kamis, ia mengatakan, ke-17 unit tank amfibi tersebut akan tiba di Dermaga Ujung Surabaya.

"Selain 17 unit tank amfibi, terdapat pula satu mobil bengkel. Seluruhnya diangkut dari Rusia ke Indonesia menggunakan kapal kargo komersial Rusia. Tiba sekitar pukul 19.00 WIB," ujarnya.

Alfan menambahkan, setibanya di Dermaga Ujung Surabaya ke-17 unit tank amfibi itu akan menjalani uji fungsi untuk memastikan seluruh peralatan, perlengkapan tank tersebut beroperasi baik.

"Uji fungsi akan dilaksanakan di Surabaya dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Sitobondo. Usai menjalani uji fungsi dengan sempurna, baru akan akan ada penyerahan secara resmi dari Pemerintah Rusia kepada Indonesia dan TNI serta TNI Angkatan Laut sebagai pengguna," katanya.

Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.


BMP-3F

Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja yang sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris).

Di era 90-an BMP-3F pernah diujicoba di United Arab Emirates bersama dengan ranpur lainnya, diantaranya buatan Inggris dan Amerika. Dari hasil ujicoba tersebut memperlihatkan hasil yang memuaskan pada BMP-3F.

Selanjutnya BMP-3F disempurnakan kembali khususnya untuk manuver di laut, dimana penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manufer di laut ruang pasukan / tempur tetap normal), dan perbaikan pada tameng di kubah untuk menahan air agar tidak masuk ruang tempur.

BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain, konstruksi (chasis) BMP-3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah perawatannya dan minim pemeliharaan.

Dengan adanya beberapa penyempurnaan BMP-3F menjadi ranpur segala medan yang cukup berat, namun hal ini bisa diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik

Tak hanya itu, BMP-3F mengaplikasi persenjataan baru (SKS Arteleri - Roket - Meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak karena di BMP3F sudah menggunakan skema balok
penggontrol penembakan otomatis yang baru (pola stabilizer sistem baru).

Selain itu, konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): Meriam, peluncur roket berkaliber 100mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan Mitraliur berkaliber 7,62 mm.

Penggabungan ini memungkinkan awak ranpur dapat memilih dengan cepat keperluan penggunaan senjata dalam situasi tempur tergantung dari sasaran yang diinginkan baik darat, laut maupun udara.

Sumber: ANTARA


Selasa, 23 November 2010

Turki Tawarkan Produksi Tank

0

illustrasi

JAKARTA (SINDO) – Pemerintah Turki menawarkan kerja sama produksi kendaraan tempur jenis tank kepada Indonesia. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta, kemarin.


Midhio mengatakan, tawaran Turki tersebut dalam bentuk transfer teknologi.Tawaran itu masih dalam proses pembahasan di Kemhan. ”Turki sudah datang menawarkan kerja sama produksi tank dengan transfer teknologi,” paparnya. Namun, Midhio tidak menyebutkan jenis tank yang ditawarkan tersebut. Kerja sama industri pertahanan dengan Turki, lanjut Midhio, selama ini berlangsung dengan baik. Kedua negara,ujarnya,juga sudah menyepakati transfer teknologi berupa modifikasi pesawat CN 235 dari pesawat biasa menjadi pesawat patroli maritim dengan kelengkapan sarana elektronik mutakhir.

”Kerja sama militer Indonesia dengan Turki memang cukup menguntungkan dan terus akan ditingkatkan karena negara ini penguasaan teknologi militernya sangat maju,”katanya. Indonesia belakangan ini memang sedang aktif melakukan pembicaraan-pembicaraan strategis dengan sejumlah negara, terutama menyangkut pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) sekaligus pembangunan industri pertahanan. Pekan lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, Indonesia dan Cina juga sedang menjajaki produksi rudal bersama. Cina memang berencana memproduksi rudal antikapal C-705 untuk pertahanan udara dan laut.

Peluru kendali tersebut merupakan pengembangan dari rudal C- 802 yang telah digunakan kapalkapal perang milik TNI Angkatan Laut. ”Misalnya,pengadaan misil C 802 dan C 705. Kalau mau perbanyak, kenapa tidak dibangun di Indonesia saja?”kata Purnomo. Pengamat militer dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Evan A Lesmana mengatakan, kerja sama pertahanan memang harus dibarengi dengan tindak lanjut yang konkret. Misalnya, sampai sejauh mana kerja sama dapat diwujudkan dalam bentuk pelatihan militer atau transfer teknologi dalam pengadaan alutsista? ”Persoalan kerja sama pertahanan kan bukan dari segi kuantitas berapa banyak kerja sama yang ditandatangani.Tapi, follow up-nya untuk membantu kapabilitas angkatan bersenjata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Evan mengungkapkan, dalam konteks pengadaan alutsista memang diperhadapkan pada persoalan yang tidak mudah. Pemerintah dan TNI perlu memikirkan agar persenjataan yang akan diadakan ataupun rencana transfer teknologi benar-benar terencana dan dapat terintegrasi dengan baik. Merujuk data yang dikeluarkan Kemhan tahun 2004,ujar Evan, sampai saat ini Indonesia masih memakai alutsista dari 17 negara sebanyak 173 jenis. ”Pembelian maupun transfer teknologinya harus terencana. Jangan sampai ada persenjataan yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Sumber : SINDO


Kamis, 11 November 2010

Daewoo International Akan Mengekspor Kendaraan Lapis Baja Ke Indonesia

0

K-200AI Merupakan Kendaraan Lapis Baja Buatan Daewoo

SEOUL, November 11 (Yonhap) - Daewoo International Corp, perusahaan perdagangan terbesar kedua Korea Selatan, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan menyediakan kendaraan lapis baja senilai US $ 70 juta untuk Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, Daewoo International akan memasok kendaraan lapis baja pada akhir 2013, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Daewoo International juga mengatakan mulai memproduksi kendaraan lapis baja bulan ini.

"Kami menerima bantuan besar dari Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (dapa) diplomasi militer dan Bank Ekspor-Impor dukungan keuangan Korea dalam menyimpulkan kesepakatan ini," kata perusahaan itu. Dapa adalah lembaga pengadaan senjata Korea Selatan.

Daewoo International menandatangani kesepakatan senilai $ 80 juta Angkatan Laut Indonesia untuk pemeliharaan kapal selam dan kesepakatan senilai $ 40 juta dengan TNI AU untuk menyediakan pesawat untuk pelatihan pilot selama tahun lalu, perusahaan menambahkan.

Sumber: YONHAP


Sabtu, 06 November 2010

Update : Pindad Akan Produksi Panser Dilengkapi Roket

0

illustrasi

BANDUNG, (PRLM).- Untuk meningkatkan sistem keamanan dan pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan RI akan memproduksi sejumlah alat utama sistem senjata. Di antaranya adalah panser tarantula yang dilengkapi dengan kanon serta roket dengan daya jangkau 15 kilometer.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang ditemui usai memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung di Aula Timur ITB, Jln. Ganesa Bandung, Jumat (5/11).

Menurut Purnomo, pengerjaan dari peralatan tersebut akan dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri, yakni PT. Pindad yang juga melibatkan PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Hal ini dilakukan untuk mendorong industri dalam negeri dan kembali membangkitkan PT. DI.

Rencananya roket buatan Pindad ini akan diuji coba hari ini (Sabtu (6/11)) di Pusat Latihan Tempur Baturaja. Jika ujicoba ini berhasil, pemerintah akan memproduksi 750 roket pada 2013 dan 1.000 roket di tahun 2014. “Kita prioritaskan untuk Angkatan Laut dan Angkatan Darat. Ini sangat bagus karena merupakan produk dalam negeri. Fokus pertama untuk kebutuhan dalam negeri dan selanjutnya akan dikembangkan untuk ekspor. Begitu juga untuk panser tarantula ini. kembangkan untuk memperkuat sistem keamanan kita selain juga mendorong industri dalam negeri,” tuturnya.

Sebelumnya, kata Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Minerla ini, PT. Pindad juga telah memproduksi panser anoa. Sebanyak 150 panser anoa telah diproduksi untuk memperkuat tim perdamaian RI di di Libanon. “Panser Anoa ini sudah kita produksi juga untuk pasar luar negeri selain juga CN 235. Malaysia sudah memesan dan akan menambah pesanan. Rencananya minggu depan Menhan Malaysia akan datang ke Indonesia untuk membicarakan ini,” ujarnya.

Selain alat utama tersebut, pemerintah juga menurut Purnomo akan menambah produksi alat lain. Seperti payung terjun dan sejumlah sparepart lainnya. “Kita juga akan libatkan PT. DI untuk produksinya,” ucapnya.

Purnomo menambahkan, anggaran yang diperlukan untuk perawatan dan pembelian alutsista dalam kabinet kali ini sebesar Rp 150 triliun, di luar belanja pegawai. Sementara dalam APBN ditetapkan Rp 100 triliun. “Ada gep Rp 50 triliun. Sedang kita carikan. Pada 2011 nanti akan dipenuhi, selain juga kita coba tambah pada APBNP,” ujarnya.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT


Jumat, 05 November 2010

Pindad Akan Produksi Panser Tarantula

0

Panser Tarantula Yang Akan Diproduksi Pindad
BANDUNG, TRIBUN - Setelah sukses memproduksi Panser Anoa, PT Pindad akan memproduksi Panser Tarantula. Panser ini hampir sama fungsinya dengan Panser Anoa, hanya saja dilengkapi peralatan tambahan yakni canon.

Menteri Pertahanan RI, Prof Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA Phd, mengatakan, panser buatan Pindad ini nantinya juga akan digunakan untuk pertahanan TNI. Namun tidak menutup kemungkinan seperti Panser Anoa, Panser Tarantula ini diproduksi massal untuk pihak luar yang ingin membeli hasil karya anak bangsa ini.

"Panser Anoa sudah terbukti bisa digunakan untuk kendaraan di misi perdamaian. Dan beberapa negara seperti Malaysia bahkan sudah akan melakukan MoU untuk memesan panser ini. Panser Tarantula nantinya untuk menambah kekuatan pertahanan kita," kata Purnomo, saat ditemui usai mengisi Kuliah Umum Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB di Aula Timur ITB Jalan Ganeca, Jumat (5/11).

Menurut Purnomo, rencana pembuatan Panser Tarantula ini akan dibicarakan lebih lanjut termasuk alokasi dana untuk memesan alat tempur ini.

Sumber: TRIBUN




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin