Tampilkan postingan dengan label EROPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EROPA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 November 2010

Update : KRI Dewaruci Tiba Setelah Keliling Eropa

0

KRI Dewa Ruci (kanan), yang sejak 12 Maret lalu melakukan muhibah ke 29 kota di 21 negara, Jumat (19/11), tiba kembali di Jakarta dan berlabuh di Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta. Dalam muhibah itu, kapal legendaris yang sudah berusia 58 tahun tersebut mengikuti dua perlombaan dan tiga festival kapal layar serta menyabet 23 penghargaan.

Surabaya (ANTARA News) - Kapal Republik Indonesia Dewaruci akhirnya tiba kembali di Surabaya, Selasa, setelah pelayaran keliling benua Eropa selama sembilan bulan sejak Maret 2010.

Kapal latih TNI AL itu disambut Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana TNI Bambang Suwarto, Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto, petinggi Koarmatim, dan keluarga awak kapal.

Istri Pangarmatim Ny Bambang Suwarto memberikan kalungan bunga selamat datang kepada Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto dan selanjutnya Pangarmatim mengiinspeksi atas kapal tersebut.

Suasana haru tampak menyelimuti keluarga awak KRI Dewaruci saat kapal itu merapat di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pelayaran ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi prajurit TNI AL, terutama Kadet AAL," kata Pangarmatim.

KRI Dewaruci berangkat dari Surabaya menuju benua Eropa untuk latihan pelayaran dan praktik operasi Kartika Jala Krida (KJK) pada 12 Maret 2010.

Dalam pelayaran menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) selama 258 hari itu, KRI Dewaruci yang membawa 66 awak kapal dan 88 Kadet AAL, menyinggahi 25 negara, antara lain Spanyol, Prancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda, Jerman, dan Italia.

Kapal latih jenis Barquentin buatan H.C Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman tahun 1952 itu, juga mengikuti sejumlah kejuaraan internasional dan meraih sedikitnya 13 penghargaan, diantaranya The Best Ship in Crew Parade di Volos dan Lavrion Yunani, The Historical Seas Tall Ship Regatta 2010, dan The Most Spectacular Ship Arrival di Belgia.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman yang didapat selama pelayaran, para Kadet AAL bisa menjadi prajurit TNI AL yang sejati," kata Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto yang hadir mewakili Gubernur AAL.

Sumber : ANTARA


Senin, 15 November 2010

Indobat Latihan Evakuasi Udara Dengan Spanyol

0


ADHIT AL QUSAYR (Pos Kota) – Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL menggelar latihan evakuasi udara (Casevac Exercise) bekerjasama dengan Spain Heli Squadron (Spain Air) yang dilaksanakan di Indobatt Area Operation (AO). Pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dari kedua negara kontingen, masing-masing mengikutsertakan prajuritnya.

Indobatt mengerahkan satu tim Battalion Mobile Reserve (BMR) yang dipimpin oleh Lettu Inf Arief Widyanto serta dua tim Forward Medical Team (FMT) yang dipimpin oleh Kapten Ckm dr. Hadi Zulkarnain. Sedangkan dari pihak Spanyol mengerahkan satu Medical Air Support dilengkapi dengan pesawat heli jenis Bell-205 dengan Captain Pilot Jose Torices Rasines serta Co-Pilot Diego Remon Ausere.

Latihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh personel Indonesian Peacekeepers tentang pelaksanaan prosedur evakuasi personel melalui udara sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP) UNIFIL. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh personel dapat dengan cepat memberikan bantuan evakuasi apabila terjadi kejadian-kejadian yang bersifat tanggap-darurat di lapangan. Demikian dikatakan oleh Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar pada kesempatan meninjau ditengah-tengah latihan berlangsung.

“Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga 23-D selaku Indonesian Peacekeepers yang sebentar lagi akan berakhir, di negeri Lebanon Selatan ini, tetap memiliki semangat tinggi untuk mendukung seluruh kegiatan operasional sampai akhir misi penugasan”, ujar Komandan Indobatt.

Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta latihan atas partisipasinya dalam kegiatan penting ini. Ditambahkan oleh Komandan Indobatt, bahwa kesempatan latihan ini merupakan bekal ilmu yang tidak mudah didapatkan. Pengalaman adalah guru terbaik, sehingga disadari atau tidak latihan ini menjadi tambahan ilmu khususnya bagi anggota medis Indobatt yang dapat diaplikasikan di kemudian hari.

Sumber : POS KOTA


Sabtu, 13 November 2010

Menhan : SEJUMLAH NEGARA TAWARKAN HIBAH HERCULES KE INDONESIA

0

Hercules C-130 J Milik AU Norwegia

Jakarta, 12/11/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui banyak tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C130 untuk TNI dari sejumlah negara. Namun, harus dipilah-pilah kondisi pesawatnya guna menghindari biaya tinggi.

"Kita sudah cek di beberapa negara itu, wah itu parah sekali, kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya di Jakarta, Jumat (12/11).

Menurut Purnomo, semua itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran, sehingga perlu pertimbangan kuantitas dan kualitasnya. Persoalan hibah menghibah tidak bisa sembarangan. "Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan tawaran hibah hercules bukan hanya dari Amerika saja, tapi Jadi Norwegia dan Australia. Dia mencontohkan Australia menawarkan hibah ke Indonesia tapi itu menunggu pesawat barunya C130 seri C datang. Jadi ada proses selama menunggu sembari proses birokrasi juga harus dipenuhi.

Menurutnya, proses pembicaraan hibah sudah ada dari tingkat paling tinggi hingga ke menteri. Proses dilakukan petahapan. "Aturannya memang begitu. tidak mudah, memang, tapi terus kita percepat," ujarnya.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan pihaknya juga sudah berbicara mengenai operasi perang dan non perang untuk membantu bencana alam. Dicontohkan KRI Suharso sebagai kapal jenis landing platform dock (LPD) efektif untuk operasi kesehatan di daerah. "Tahun depan akan kita pakai di Wakatobi. Tapi KRI Suharso peralatannya minim, sehingga kita katakan mau nggak Menteri Kesehatan dan Menteri Kesra mengajukan ke Menteri Keuangan, " ujarnya.

Jika itu dapat di-share, ujarnya, KRI Suharso bisa pakai untuk operasi kesehatan dalam bakti sosial dalam Sail Wakatobi mendatang.

Sumber : KOMINFO


Sabtu, 06 November 2010

Norwegia Tuding Kedubes AS Lakukan Spionase

0


Gara-gara sebuah dokumenter televisi mengenai pengintaian ilegal terhadap ratusan pemukiman Norwegia, pemerintah menuntut penjelasan dari Negeri Adidaya itu.

INILAH.COM, Oslo - Gara-gara sebuah dokumenter televisi yang menyatakan Kedubes AS melakukan pengintaian ilegal terhadap ratusan pemukiman di wilayah Norwegia, pemerintah setempat menuntut penjelasan dari Negeri Adidaya itu.

Menurut siaran televisi berita TV2, Kedubes AS di Oslo mempekerjakan sekitar 15 sampai 20 orang untuk melakukan pengawasan tersebut. Termasuk diantaranya mantan perwira tinggi kepolisian. Pengawasan penduduk lokal tersebut bertujuan mencegah kemungkinan serangan terhadap kepentingan AS di negara itu.

Laporan tersebut menyatakan, pengintaian telah dilakukan satu dekade lalu. Kedubes AS diklaim mempekerjakan pegawai untuk mengambil foto dari orang-orang yang terlibat demonstrasi. Kemudian membuat database terstruktur yang disusun menjadi program komputer SIMAS (Sistem Analisis Manajemen Insiden Keamanan).

Bila laporan tersebut ternyata benar, maka Kedubes AS akan dikenakan tuduhan yang melanggar hukum Norwegia. Kementerian Luar Negeri Norwegia menyatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Kedutaan Besar AS beberapa hari lalu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

Kementrian meminta informasi, apakah pihak Norwegia telah diberitahu tentang program pengintain itu dan sejauh mana keterlibatan mereka, kata Jubir Kemenlu Norwegia Marte Lerberg Kopstad, dalam sebuah pernyataan. "Pertemuan itu tidak merinci secara detail, namun tetap penting karena kini kita telah memiliki semua faktanya," katanya.

Sementara itu Menlu Jonas Gahr Stoere menolak untuk berspekulasi tentang akurasi laporan TV2 tersebut. Namun ia menegaskan bila terjadi pelanggaran terhadap UU Norwegia, maka masalah akan menjadi sangat serius.

Sumber: INILAH


Sabtu, 30 Oktober 2010

English News : Saudi Minister Visits Spain, Reportedly For Major Tank Deal

0

Demonstration Leopard 2E Tanks(Photos:armyrecognition.com )

MADRID - Saudi Arabia's deputy defense minister will visit Spain next week, officials said Oct. 29, and he is reportedly considering the purchase of Leopard 2E tanks for up to three billion euros.

Prince Khaled bin Sultan, Saudi deputy minister of defense and aviation, will meet King Juan Carlos on Nov. 1, according to the Royal Palace's diary.

He will also see Prime Minister Jose Luis Rodriguez Zapatero on Nov. 2, said a government spokesman, without giving details of their agenda.

Spain's leading El Pais daily this week said the Saudi minister may conclude the purchase of 200 to 270 Leopard 2E tanks for up to three billion euros (4.1 billion dollars), which would be a record deal for the country's defense export industry.

Spanish officials have not confirmed the report.

"There is still no contract. There is the possibility of an acquisition of combat tanks," said Raul Alvarez, spokesman for the defense sector of the major union Comisiones Obreras.

Alvarez said the contract could involve about 200 tanks.

Spain signed a military cooperation agreement with Saudi Arabia in June 2008, seeking to strengthen relations particularly in training and scientific and technical cooperation.

Up to now cooperation has been focused on training Saudi pilots on the Eurofighter at southern Spanish air base of Moron.

Khaled is the de facto head of the defense ministry in the absence of his father, Saudi Crown Prince and Defence Minister Sultan bin Abdul Aziz, whose health has sparked concerns in recent years.

On Wednesday, Khaled said his father was in good health and taking his annual vacation.

Prince Sultan, minister of defense and aviation since 1962 and crown prince since 2005, left the country in November 2008 to undergo surgery in the United States and then to convalesce in Morocco, returning in December 2009.

From: DN


Minggu, 24 Oktober 2010

RI Harus Balas Dukung Irlandia Utara Merdeka

2


INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia semestinya membalas memainkan isu kemerdekaan Irlandia Utara dari Inggris, menanggapi sikap parlemen Inggris yang mendukung kemerdekaan Papua.

"Sayang pemerintah Indonesia nggak berani karena presidennya memble," kata Permadi kepada INILAH.COM, Minggu (24/10/2010).

Menurut politisi sekaligus paranormal ini, akan lain ceritanya jika seandainya Presiden RI dijabat Prabowo Subianto yang dianggapnya sebagai 'Soekarno kecil'.

"Kecuali nanti presidennya 'Soekarno kecil'. Kalau Prabowo jadi presiden mungkin bisa dukung Irlandia Utara merdeka dari Inggris," tandasnya.

Menurut mantan politisi PDIP yang kini hijrah ke Partai Gerindra ini, dalam sejarahnya Presiden RI yang punya keberanian dalam kancah internasional hanya mantan Presiden Soekarno. "Yang berani begitu hanya Bung Karno. Pemerintah sekarang memble," katanya.

Seperti diberitakan, kampanye Free West Papua yang merilis video penyiksaan oleh TNI, ternyata mendapatkan dukungan politisi Inggris. Tokoh utama di balik pergerakan pembebasan Papua Barat ini adalah Benny Wanda. Dalam kecamannya terkait video penyiksaan warga Papua, Benny menyatakan dirinya sebagai pemimpin kemerdekaan Papua Barat.

Benny yang tinggal di Inggris, mendirikan Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) pada Oktober 2008. Ia mendapat dukungan dari sejumlah politisi, terutama yang berada di Inggris semisal Andrew Smith, Lord Harries, Lembik Opik dari parlemen Inggris.

Sumber: INILAH


Sabtu, 25 September 2010

Kapal Latih Portugal "Sagres" ke Indonesia

0

Kapal Latih Portugal "Sagres"(Foto:frankbaiamonte.blogspot.com)

Jakarta, Kompas - Kapal latih layar tinggi bertiang tiga milik Angkatan Laut Portugal, Sagres, berencana melakukan lawatan ke Indonesia sekaligus memperingati sejarah kedatangan Portugis di kawasan Nusantara lebih dari lima abad silam.

Menurut Duta Besar Portugal untuk Indonesia Carlos Frota, Jumat (24/9), saat mengundang sejumlah jurnalis makan siang di kediamannya, lawatan itu bukan bermaksud memperingati kehadiran kekuatan invasi negara itu di masa tersebut, melainkan lebih bersifat kunjungan persahabatan.

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang memiliki kultur beragam dan bahkan sudah dikenal sejak dahulu punya sikap dan pemikiran yang sangat terbuka (open minded) pada kultur dan nilai-nilai dari suku bangsa dan peradaban lain di dunia.

Bahkan, hingga sekarang pun, menurut Frota, dirinya meyakini terdapat berbagai macam kultur, bahasa, budaya, serta agama dari banyak bangsa di dunia, yang telah menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan di dalam kehidupan negeri ini, termasuk juga kebudayaan dan bahasa Portugis.

Lebih lanjut, menurut Frota, kapal latih layar tinggi itu rencananya akan berada di Indonesia, 26-30 September 2010. Sejumlah kegiatan seremonial juga akan digelar, termasuk membuka kesempatan masyarakat untuk datang dan naik ke kapal itu guna melihat langsung dari dekat. Acara kunjungan umum digelar 28-29 September.

Sebelum tiba di Jakarta, kapal yang dinakhodai Commander Luis Pedro Pinto P Mendes itu juga melawat ke Singapura dan Timor Leste. Kapal diawaki sedikitnya 139 personel Angkatan Laut Portugal. Seperti juga kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Dewa Ruci, kapal latih layar tinggi (tall-ships) Sagres juga berfungsi menjadi kapal latih bagi para kadet baru AL Portugal. Kapal tersebut bertugas sejak tahun 1962 dan telah berlayar ke seluruh penjuru dunia.

Kapal Sagres hanya absen menjalankan tugasnya tahun 1987 dan 1991 untuk menjalani perawatan dan perbaikan. Tahun ini Sagres direncanakan mengunjungi sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, sejumlah negara di Asia Tenggara, India, dan Mesir.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 24 September 2010

Dua Jet Tempur Kroasia Jatuh

0

illustrasi

ZAGREB--MI: Dua jet tempur militer Kroasia jatuh saat melakukan latihan Kamis (23/9), kata seorang juru bicara kementerian pertahanan negara anggota baru NATO itu.

"Dua MIG-21 jatuh selama latihan di Slunj (di Kroasia tengah). Kedua pilot selamat," kata Goran Grosinic.

Ia tidak menyebutkan penyebab peristiwa tersebut namun membantah laporan-laporan media bahwa kedua pesawat buatan Rusia itu bertabrakan di udara.

Kroasia memiliki 12 pesawat MIG-21 namun hanya enam yang beropeasi penuh, kata harian Jutarnji List di situs beritanya.

Kroasia, yang bergabung dengan NATO bersama Albania pada 2009, berencana mengganti armada udaranya itu dengan pesawat-pesawat AS atau Swedia.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Kamis, 12 Agustus 2010

Rusia Kerahkan Rudal Pertahanan Udara di Abkhazia

1

S-300

REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW--Rusia mengerahkan rudal pertahanan udara berketepatan tinggi di wilayah Abkhazia, yang memisahkan diri dari Georgia, Rabu (11/8). Rusia mengirim sinyal menantang pada Tbilisi dan Barat dua tahun setelah perang dengan Georgia.

Sistim rudal S-300 yang hebat itu menyokong kehadiran militer Moskow di wilayah yang disengketakan itu dan memancing tanggapan marah dari Georgia. Jendral Alexander Zelin, komandan pasukan udara Rusia, mengatakan bahwa pertahanan udara tipe lainnya telah dikerahkan di wilayah pemberontak Georgia lainnya yang didukung Rusia, Ossetia Selatan.

"Tugas pertahanan udara itu tidak hanya mencakup wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan, tapi juga untuk menghindari pelanggaran perbatasan negara mereka (kedua wilayah itu) di udara dan menghancurkan kendaraan yang secara tidak sah menyusupi ruang udara mereka," jelas Zelin.

Zelin menambahkan, sistim pertahanan udara itu juga akan melindungi pangkalan Rusia di Abkhazia dan Ossetia Selatan. "Pada waktu yang sama, tugas pertahanan udara Abkhazia dan Ossetia Selatan juga akan dilaksanakan di dekat garis depan dan penerbangan militer yang melakukan tugas tempar di sana," ujar Zelin.

Georgia beraksi dengan cepat, menuduh Moskow telah memperkuat citra dan perannya sebagai negara pendudukan."Itu menunjukkan, bahwa Rusia tidak bermaksud untuk menarik tentaranya dari Abkhazia dan Ossetia Selatan, tapi memperkuat pengawasan militernya atas wilayah tersebut," kata Eka Tkeshelashvili, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Georgia.

Sumber: REPUBLIKA


Kamis, 29 Juli 2010

KRI Dewa Ruci Disambut di Kristiansand

0

London (ANTARA News) - Kapal bersejarah KRI Dewa Ruci yang pertama kali berlayar ke Jerman di tahun 1953 ini merapat di Pelabuhan Kristiansand, Rabu dalam muhibahnya mengikuti Tall Ships Races 2010.

Kedatangan Dewa Ruci disambut dengan prosesi atraksi saat kapal itu merapat. Sekretaris Tiga KBRI Oslo, Febby Fahrani dalam keterangan persnya, Kamis menyebutkan sekitar 30 kapal-kapal kecil yang sedang berlayar di perairan sekitar pelabuhan turut mengiringi Dewa Ruci saat merapat di galangan sandar kota Kristiansand.

Sambutan khusus diberikan Dubes RI Oslo, Esti Andayani dan seluruh jajaran staf KBRI Oslo serta Atase Pertahanan RI untuk wilayah Norwegia berkedudukan di Berlin, Jerman, Fachri Adamy yang menunggu kedatangan KRI Dewa Ruci di galangan sandar kota Kristiansand.

Secara khusus, Esti Andayani mengalungkan rangkaian bunga anggrek kepada komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Suharto, sebagai ucapan selamat datang di Norwegia.

Selama mengikuti Tall Ships Races 2010 di kota Kristiansand yang diikuti oleh 81 kapal layar dari 18 negara ini, KRI Dewa Ruci akan menampilkan pertunjukan seni Indonesia di panggung utama pada 29 Juli 2010.

Sumber: ANTARA


Rabu, 21 Juli 2010

KRI Dewaruci Tiba di Denmark

0

Surabaya (ANTARA News) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci tiba di Kota Alborg, Denmark, demikian siara pers dari Bagian Penerangan Akademi Angkatan Laut (AAL), di Surabaya, Rabu malam.

Kapal tersebut menempuh perjalanan sejauh 595 mil laut dari Kota Antwerp, Belgia, sejak 13 Juli 2010 dan tiba di Alborg, Rabu waktu setempat.

Kapal yang dikomandani Letkol Laut (P) Suharto dengan 164 anak buah kapal, sebanyak 83 di antaranya merupakan kadet AAL, itu merapat di Pelabuhan Alborg dengan selamat.

Dalam siaran persnya itu disebutkan, para awak KRI Dewaruci akan menggelar sejumlah agenda kegiatan selama di Denmark.

Di antara kegiatan itu adalah menerima kunjungan pejabat pemerintah Kota Alborg, mengikuti pertandingan olahraga persahabatan, pesta jamuan makanan, dan menyuguhkan atraksi kesenian.

"Kami juga mendapat kesempatan mengunjungi situs-situs bersejarah dan berbagai kegiatan lainnya yang disusul Kedutaan Besar RI di Denmark," katanya.

Kapal layar bertiang tinggi buatan tahun 1956 itu akan meninggalkan Alborg, Sabtu (24/7) untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Kristiansand, Norwegia..

KRI Dewaruci tidak sendirian dalam menempuh perjalanan sejauh 200 mil laut itu karena akan bersaing dengan sejumlah kapal layar tiang tinggi lainnya dari berbagai negara dalam ajang "The Tall Ship Race 2010 in Alborg".

Gubernur AAL, Laksamana Pertama TNI Hari Bowo berharap awak KRI Dewaruci bisa kembali mendulang kesuksesannya dengan mengumpulkan gelar terbanyak seperti yang pernah diraihnya di sejumlah ajang sebelumnya.

Sebelumnya KRI Dewaruci telah mengoleksi beberapa gelar juara di ajang lomba kapal layar "The Tall Ship Race 2010" dengan rute Cherbourg (Perancis)-Antwerp (Belgia).

Awak kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut itu juga berhasil meraih gelar juara bola basket antarpelaut di negara-negara Eropa.

Gelar sejumlah ajang itu diraihnya dalam misi pelayaran muhibah KRI Dewaruci ke sejumlah negara di Asia, Afrika, dan Eropa, selama sembilan bulan sejak Januari 2010.

Sumber: ANTARA


CASA in it for long haul with military transports

0

C-295

Robust and versatile, the series of small-medium tactical transports designed by CASA in Spain are still enjoying steady sales after more than 40 years. Now owned by EADS and marketed by Airbus Military, the C-212, CN-235 and C-295 have logged 817 sales to 127 operators in 58 countries. “These aircraft are little jewels. They are our bread-and-butter, and deserve more headlines,” said Airbus Military CEO Domingo Urena.

The top-of-the-line C-295 is on show here at Farnborough. CASA has sold nearly 100 of the aircraft and is currently producing units for Chile, Mexico, Poland and Portugal, with five for Vietnam to come. Capable of carrying 71 troops or nine metric tons for 2,900 nm, the C-295 has a cargo hold that is actually one inch longer than that of a C-130, said commercial senior vice president Antonio Rodriguez.

Airbus is particularly proud of the palletized maritime patrol aircraft (MPA) fit that has been developed for Portugal’s C-295s. “We have the only multi-role MPA for sale,” Rodriquez claimed.

These C-295s carry the same fully integrated tactical system (FITS) that EADS-CASA designed for the upgrade of Spain’s P-3 MPAs, albeit with fewer operator consoles. In fact, the FITS has also been installed in CN-235s and C-212s. According to Airbus, it is the world’s top selling aircraft in its class, with 108 units sold.

The FITS uses rugged COTS hardware and is being migrated to Windows using the free Linux software. It is adaptable to different sensors and missions, such as ground surveillance.

“We develop all the code ourselves, so it is fully exportable,” said Miguel-Angel Morell, senior vice president technology. Airbus Military also provides ground-based mission support and training systems.

The C-295 can fly for up to 11 hours in the MPA role and can be equipped with underwing hardpoints. Torpedo drop trials were done last spring, from the prototype ASW aircraft for Chile. The internal configuration for these aircraft was designed on the same CATIA system that CASA used to design the C-295 in the late 1990s. In fact, Morell claimed that the C-295 was the first aircraft to be completely designed in CATIA. That claim is also made by Dassault with respect to the Falcon 7X, but Morell said CASA used Version 4 for the C-295 before Dassault used Version 5 for the 7X, “and we designed the tail for that plane,” he added.

The CN-235 has a payload of six metric tons or 51 troops, and a range 2,600 nm. It carries one less 108- by 88-inch pallet than the C-295, that is, four instead of five. More than 250 CN-235s have been sold, about half of them from a second production line in Indonesia, where Nurtanio (later IPTN) was the launch partner back in 1979.

The headline customer has been the U.S. Coast Guard, which has been using the aircraft to monitor the BP oil spill in the Gulf of Mexico. Two more CN-235s are currently in production for the USCG, plus one for the Colombian Navy and eight for France.

The C-295 and the CN-235 are now built on a common assembly line on the south side of San Pablo airfield in Seville, in the huge new production facility that also houses final assembly of the A400M. “We’ve never had a big backlog for these aircraft–that’s the type of market they are in,” said Urena. It is therefore important, he added, that the low-rate production is managed as efficiently as possible, which is done by outsourcing key sections to six countries, including Indonesia, Turkey, Portugal and the EADS-PZL factory in Poland.

As the aircraft comes together on four static line positions at Seville in southern Spain, customization of the final configuration can be delayed as long as possible, so early delivery can be offered to new prospects. Urena said the total market segment is only about 30 aircraft per year, and he is happy that EADS-CASA has achieved about two thirds of that in recent years.

The C-212 first flew on March 26, 1971, and has evolved through three versions into today’s 400 series. It carries 20 troops or three metric tons, and flies for 1,000 nm. Five aircraft for Thailand are being completed.

According to Urena, the C-212 faces lots of competition in its weight class, most of them faster, but none of them offering a rear-loading ramp. However, he added, “We need to be more price-competitive...I can’t afford to produce it in Europe.” He is therefore exploring the possibility of licensing or subcontracting production to Indonesian Aerospace (formerly IPTN). “They have the skills...why not try this adventure?” he asked.

Airbus Military sees a bright future for the C-212/235/295 series. The increase in drug trafficking and smuggling, and the growth of organized illegal immigration, is driving new applications and new sales. Meanwhile, fisheries control, pollution control and search-and-rescue remain staple missions. “We sell aircraft to Ireland so they can capture illegal Spanish fishermen,” said Morell with some irony, given the aircraft’s Spanish heritage.

From: AIN Online


Rabu, 14 Juli 2010

KRI Dewa Rucii Tinggalkan Belgia

0

Diiringi dentuman meriam dan disaksikan ratusan warga Belgia, KRI Dewa Ruci, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu (14/7/2010) pagi, meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia. Selanjutnya kapal latih TNI AL ini akan mengikuti Tall Ships Races 2010 di Denmark.

BRUSSELS, KOMPAS.com- Diiringi 14 kali dentuman meriam, Kapal Latih TNI AL KRI Dewaruci bertolak meninggalkan Pelabuhan Antwerpen, Belgia, Selasa (13/7/2010) petang waktu setempat atau Rabu pagi tadi. Ratusan warga Antwerpen menyemut untuk menyaksikan prosesi pelepasan kapal yang baru saja menyabet tiga penghargaan dalam ajang Tall Ships Races 2010 itu.

Keberangkatan KRI Dewa Ruci diantar KUAI KBRI Brussel, Minister Counsellor Sri Hartiningsih, Atase Pertahanan RI untuk Belanda dan Belgia, Kol Wisnu, serta Roy Wahab, dan Punjul Nugraha dari Pensosbud KBRI Brussel.

Minister Counsellor Pensosbud dan Diplomasi Publik KBRI Brussel dalam surat siaran persnya yang diterima Kompas.com, Rabu, menyatakan, ratusan warga Belgia yang hadir tak hentinya melambaikan tangan, mengiringi kapal yang berlayar ke tengah laut.

“Kedatangan dan keberangkatan KRI Dewaruci adalah yang paling spektakuler dari seluruh peserta, sehingga akan dijadikan atraksi penutup Tall Ships Races di Antwerpen,” kata Letkol Patrick Janssens, perwira penghubung AL Belgia yang bertugas mendampingi KRI Dewaruci.

KRI Dewaruci merupakan kapal tiang tinggi terakhir dari 75 peserta lomba yang meninggalkan pelabuhan Antwerpen. Sebelumnya, kapal-kapal yang berukuran lebih besar, seperti Shabab Oman dari Oman, MIR dari Russia, dan Christian Radich dari Norwegia, hanya memperoleh satu kali tembakan meriam.

Menurut Priatna, keberhasilan KRI Dewaruci merupakan salah satu bentuk konkrit diplomasi total, yang telah berhasil merebut hati dan pikiran (win hearts and minds) warga Belgia, khususnya Antwerpen.

Panitia memang membatasi hanya tiga penghargaan yang bisa diberikan kepada peserta dari sebuah negara. Akan tetapi, kata Priatna, KRI Dewa Ruci sesungguhnya mendapat empat penghargaan. Yang satu lagi adalah berhasil merebut hati dan pikiran (win heart and mind).

"Tidak hanya di hati warga Belgia, tapi juga masyarakat internasional. Itu jauh lebih berharga dan amat terhormat”, tulis Priatna dalam siaran persnya.

Kembali antusias

Menurut Priatna, antisiasme masyarakat Antwerpen kembali ditunjukkan saat KRI akan meninggalkan Antwerpen. Mereka bahkan sudah mulai berkumpul ketika kapal latih TNI AL itu tengah dalam tahap persiapan meninggalkan pelabuhan. Pengunjung semakin bertambah ketika para kadet menampilkan atraksi Korps Musik yang memainkan lagu-lagu populer, serta meneriakkan yel-yel yang bersahabat.

Sebelum bertolak, Komandan KRI Dewaruci, Letkol (Laut) Suharto Ladjide memberikan penghormatan kepada seluruh pengunjung dari tangga kapal, yang dibalas secara serentak oleh para pengunjung.

Aplaus meriah kembali diberikan oleh masyarakat ketika Korps Musik Kadet AAL RI mulai memainkan irama Auld Lang Syne, mengiringi ditariknya KRI Dewaruci dari dermaga oleh kapal tunda Pelabuhan Antwerpen.

Masyarakat dan pengunjung tetap berada di pinggir dermaga Pelabuhan Antwerpen, ketika KRI Dewaruci memutar untuk melintas lagi, dan baru bubar ketika KRI Dewaruci menghilang dari pandangan. Beberapa peserta bahkan sempat tidak dapat menahan rasa harunya ketika melepas keberangkatan KRI Dewaruci.

Beberapa pengunjung menyuarakan harapan agar KRI Dewaruci dapat kembali mengunjungi Antwerpen, atau pelabuhan Belgia lainnya. “Para kadet dan awak kapal sangat ramah dan bersahabat,” puji seorang pengunjung. “Penampilan dan atraksi keseniannya juga sangat menarik dan unik,” ujar pengunjung lainnya.

Setelah dari Antwerpen, KRI Dewaruci akan mengikuti lomba Tall Ships Races 2010 dari Antwerpen di Belgia ke Aalborg di Denmark. Bendera start akan dikibarkan secara resmi pada tanggal 14 Juli 2010 pukul 15.00 di Laut Utara.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 13 Juli 2010

KRI Dewa Ruci Rebut 3 Penghargaan

0


Marching band Gita Taruna yang diawaki para kadet KRI Dewa Ruci tampil memukau dalam parade di Antwerpen, Belgia, Senin (12/7/2010). Mereka membawa banner panjang bertuliskan Indonesia, berjalan sepanjang 3 km ini. KRI Dewa Ruci menyabet tiga penghargaan dalam Tall Ships Race 2010 di Antwerpen.

JAKARTA, KOMPAS.com- Luar biasa. Kapal Latih KRI Dewa Ruci mampu merebut tiga penghargaan di Belgia. Ketiga penghargaan itu adalah kapal dengan formasi terbaik saat berlabuh (the most spectaculer ship entering port), kapal asal terjauh, dan tim olah raga basket terbaik.

Penghargaan telah diberikan oleh panitia Tall Ship Race 2010 kepada Letkol (Laut) Suharto selepas parade di lapangan terbuka di pusat kota Antwerpen, Belgia, Senin (12/7/20010) waktu setempat.

Dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Selasa (13/7/2010), Minister Counsellor Penerangan Sosial-Budaya dan Diplomasi Publik KBRI Brussels PLE Priatna menyatakan, parade dan pengumuman itu disaksikan oleh Walikota Anwerpen, Komandan Pelabuhan Laut Antwerpen, KUAI KBRI Brussel, serta warga Indonesia dan ribuan masyarakat Belgia.

Ditambahkan Priatna, parade itu diikuti peserta dari berbagai negara. Dalam parade itu, Marching band Gita Taruna yang dimainkan para kadet KRI Dewa Ruci membawa banner panjang bertuliskan Indonesia. Mereka berjalan sepanjang 3 km dan amat memukau.

Ribuan masyarakat Belgia berjajar menyaksikan parade dan atraksi drum band kadet Dewa Ruci yang mengalunkan 4 lagu berbahasa Inggris populer yang bernada enerjik dan rapi: Besame Mucho, La Bamba, Oh Carol, dan lagu natal Jingle Bell. Masyarakat bersorak dan bertepuk mengucapkan kekagumannya mendengar lagu Barat yang tidak asing di telinga mereka dimainkan secara apik para taruna KRI Dewa Ruci, yang berasal dari negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim.

KRI Dewa Ruci mampu menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. Open ship yang dilakukan praktis lebih dari 12 sejam sehari hampir tidak pernah kosong dari para pengunjung yang ingin menyaksikan kapal layar bertiang tinggi yang cukup tua ini.

“Kami menyiapkan kunjungan ini secara serius, agar publik Belgia seluas mungkin dapat melihat Indonesia secara dekat”, demikian kilah Roy N Wahab, Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel , didampingi Sdr Punjul Nugraha, Sekretaris III Pensosbud yang telah menyiapkan acara kunjungan berlangsung lancar.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 11 Juli 2010

KRI Dewa Ruci Disambut Meriah di Belgia

0

London (ANTARA) - KRI Dewa Ruci yang mengikuti parade di kota Antwerpen dan acara open ship bagi publik mendapat sambutan antusias dari masyarakat Belgia, setibanya di pelabuhan Schelde, Port Antwerpen-Belgia.

Letkol (Laut) Suharto, komandan KRI Dewa Ruci beserta ABK (anak buah kapal) sebanyak 164 orang disambut Belgian Navy Commander Patrick Van den Bergh bersama Atase Pertahanan RI untuk Belanda dan Belgia Kol. Wisnu, ujar Minister Counsellor Pensosbud/Diplik KBRI Brussel, P.L.E. Priatna, kepada koresponden ANTARA London, Minggu.

PLE Priatna ikut menyambut bersama ratusan masyarakat Antwerpen detik-detik merapatnya KRI Dewa Ruci dan prosesi atraksi merapatnya Dewa Ruci dibibir daratan Belgia bersama Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel, Royhan Wahab dan Punjul Nugraha, di galangan sandar kota Anterwepen.

KBRI Brussel menyambut kedatangan Letkol (Laut) Suharto beserta ANK Dewa Ruci di kantor KBRI Brussel di Avenue de Tervuren 294, setibanya rombongan muhibah "the Tall Ship Race 2010", yang diikuti sekitar 40 kapal berbendera asing dari 40 negara bersandar di pelabuhan Antwerpen-Belgia.

KRI Dewa Ruci akan berada di Belgia selama lima hari.

Letkol (Laut) Suharto menyambut gembira tibanya Dewa Ruci di kota Belgia dan sambutan hangat diberikan warga Belgia, yang tiada putusnya menanti giliran mengunjungi kapal bersejarah KRI Dewa Ruci yang pertama kali berlayar ke Jerman tahun 1953 ini.

Menurut P.L.E Priatna, open ship dan kunjungan menyaksikan kapal yang dibuka dari pagi hari hingga larut malam menjadi ikon unik dialog dan rasa keingintahuan masyarakat Belgia menyaksikan kapal layar terjauh dari Indonesia yang tiba di Belgia. Lebih dari 10 ribu mil laut jarak yang telah ditempuh hingga sandar di kota cantik Antwerpen ini.

Atraksi yang dilakukan awak dan kadet KRI Dewa Ruci setiap harinya, mulai dari musik, tari, poco-poco, hingga acara coctail party di kapal yang merapat ini, menjadi daya tarik yang luar biasa, ujarnya.

Bendera Merah Putih berkibar saat ribuan orang setiap harinya mengunjungi geladak kapal, berkeliling, melihat papan peta besar Indonesia dan menyaksikan hiburan yang terbuka ini. Luar biasa antusiasme publik mendatangi kapal layar besar ini.

"Sambutan hangat, benar KRI Dewa Ruci menjadi idiom promosi bagus Indonesia sebagai negara kelautan di mancanegara" demikian PLE Priatna, di tengah kerumunan antrean publik memasuki kapal Dewa Ruci itu.

Sumber: ANTARA


Kamis, 01 Juli 2010

83 Kadet AAL Susul Dewaruci di Spanyol

0

KRI Dewaruci

Surabaya - Sebanyak 83 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) bergabung dengan awak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang sedang singgah di pelabuhan Malaga, Spanyol.

Kepala Bagian Penerangan AAL, Mayor Laut (Kh) Jamaluddin, di Surabaya, Kamis, mengatakan, para kadet itu merupakan pasukan susulan.

Mereka bertolak dari Tanah Air menuju Malaga dengan menggunakan jalur udara. "Sekarang mereka sudah bergabung dengan awak KRI Dewaruci lainnya," katanya.

Sebanyak 83 kadet itu saat ini tercatat sebagai kadet tingkat III Angkatan ke-57 yang terdiri atas korps pelaut sebanyak 26 orang, korps teknik (19), korps elektro (14), dan korps suplai (10).

Kedatangan 83 kadet AAL itu diterima Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto sekaligus Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kartika Jala Krida.

"Mereka juga langsung mengadakan "courtesy call" kepada Dubes RI," kata Jamaliddin.

Selama berada di Malaga, mereka akan melakukan pertandingan persahabatan dengan tim
sepak bola Angkatan Udara Spanyol.

Mereka juga akan menggelar kesenian kadet yang dihadiri oleh Dubes RI untuk Spanyol, Maroko, dan Portugal.

Selanjutnya mereka akan melakukan pelayaran selama 93 hari dengan rute Malaga (Spanyol), Cherbourg (Perancis), Antwerp (Belgia), Alborg (Denmark), Kristiansand (Norwegia), Hartlepool (Inggris), Brest (Prancis), Amsterdam (Belanda), Bremerhaven (Jerman), Cagliari (Italy), Alexandria (Mesir), Jakarta, dan kembali lagi ke Surabaya.

Dalam mengarungi rute tersebut, para kadet akan mengikuti beberapa perlombaan pelayaran internasional, di antaranya "The Tall Ships Race 2010" di Aalborg, Denmark), "Sail Amsterdam Festival" di Bremerhaven, Jerman, dan "Festival Internationationale Mediterrneo E Velieri" di Cagliari, Italia.

Sumber: ANTARA


DPR Bicarakan Kerja Sama dengan Parlemen Eropa

0


Kapal Frigate LCF Buatan Damen Belanda (Foto: DAMEN)

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay mengungkapkan, pihaknya berhasil membicarakan kerja sama antarparlemen dengan sejumlah mitra di Eropa yang menyangkut politik, pertahanan, ekonomi dan sosial-budaya.

"Selain degan parlemen Eropa urusan ASEAN di Brusel, Belgia, kami juga bertemu untuk meningkatkan kerja sama antarparlemen dengan legislatif Jerman di Berlin," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I DPR RI ke kawasan Eropa dipimpin ketua komisi, Kemal Azis Stamboel (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).

"Khusus di Jerman, sejumlah isu menarik di bidang politik, pertahanan, ekonomi dan sosial-budaya telah dibicarakan untuk menjadi bagian penting membangun kerja sama strategis dan saling menguntungkan," kata Paskalis Kossay.

Obyek Vital

Selain kunjungan ke parlemen Eropa dan Jerman, demikian Paskalis Kossay, pihaknya juga mengunjungi sejumlah obyek vital pertahanan di Belanda.

"Antara lain pabrik kapal `Damen` di Amsterdam, pabrik pembuatan kaca optik dan Pabrik Sandi Nasional "Sanneg". Ada banyak hal yang kami dapatkan dari sana, yang kiranya dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat sistem pertahanan nasional," katanya.

Selain ke Eropa, beberapa tim Komisi I DPR RI juga melakukan kunker ke sejumlah kawasan, antara lain, Timur Tengah, khususnya di Palestina (terutama kawasan Gaza) dipimpin Tubagus Hasanuddin (Fraksi PDI Perjuangan) dan Agus Gumiwang (Fraksi Partai Golkar).

Selain itu, ada tim yang melaksanakan kunker ke Australia dan sekitarnya yang diikuti, antara lain, Paula Sinjal

Sumber: ANTARA


Sabtu, 26 Juni 2010

KRI Dewaruci Lolos Dari Ganasnya Laut Mediterania

0


SIAGA-GAYA: Setelah melakukan perjalanan tiga hari mengarungi ganasnya Laut Mediterania, akhirnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci merapat di dermaga Pelabuhan Malaga, Spanyol.

Kapal yang memiliki tiang layar setinggi 35 meter tersebut bertolak dari Aljazair pada 17 Juni 2010 dengan dilepas Duta Besar RI untuk Aljazair, Yuli Mumpuni Widarso.

"Perjalanan dari Aljazair ke Malaga ditempuh dalam waktu tiga hari. Padahal biasanya hanya dua hari," kata Kariono.

Lamanya waktu tempuh itu disebabkan tingginya gelombang dan kecepatan angin di Laut Mediterania.

Awalnya KRI Dewaruci mengatakan kecepatan angin hanya lima knot. Namun, dalam waktu singkat perlahan-lahan kecepatan angin bertambah menjadi 20 hingga 25 knot dan meningkat lagi menjadi 40 knot, terutama di sekitar perairan Teluk Almeria di bagian tenggara Spanyol.

Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Mayor Laut Kariono di Surabaya, Jumat, (25/6), mengatakan, kapal layar tiang tinggi yang diawaki para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) itu tiba di Malaga pada 23 Juni 2010 pukul 08.30 waktu setempat.

"Mereka terlambat akibat pengaruh kondisi cuaca Samudera Atlantik yang terbuka hingga Selat Gibraltar," kata Kariono.

Sementara tinggi gelombang mencapai 4-5 meter myang engakibatkan air laut masuk melalui haluan kapal itu.

Hampir semua awak kapal mabuk laut. "Bahkan jumlah prajurit yang mengalami `sea sick` (mabuk laut) ini melebihi dari yang pernah terjadi. Mungkin karena mereka terlalu lama terombang-ambing gelombang Laut Mediterania, yakni 28 jam," katanya.

Setelah Spanyol, KRI Dewaruci dijadwalkan akan singgah ke Prancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Belanda, Jerman, Italia, dan Mesir, sebelum akhirnya kembali ke Tanah Air pada September 2010.

Sumber: SIAGA INDONESIA


Jumat, 04 Juni 2010

Roket Antitank Pun Ikut Raib

0


BRUSSEL, KOMPAS.com - Amunisi militer, termasuk roket antitank, telah dicuri dari tempat penimbunan senjata di Belgia barat laut, demikian kementerian pertahanan negara itu, Kamis (3/6/2010).

Pencuri itu mengambil roket tipe M-72 LAW untuk senjata pegangan tangan dan Thunderflashes, pengganti pelatihan untuk granat, menurut kantor berita Belgia.

Senjata itu berada dalam bunker yang dilindungi oleh sistem elektronik dan dijaga oleh patroli dan anjing keamanan.

Militer, polisi dan penuntut umum Belgia semuanya telah memulai penyelidikan setelah pencurian itu diketahui di tempat penimbunan senjata di Bourg-Leopold. Rabu.

Kementerian pertahanan menolak memberikan perincian mengenai kasus itu.

Roket-roket curian itu mampu menghancurkan sasaran dari jarak sejauh 200 meter, menurut media Belgia.

Sumber: KOMPAS


C-212 assembly set for Indonesian shift

0


Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia


Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia as part of an Airbus Military initiative to reduce the type's unit cost and allow its Spanish facilities to be dedicated to producing the larger CN-235 and C-295 models.

"The question is: can we find an industrial arrangement on which we can continue to produce this aircraft in a very competitive way," says Airbus Military managing director Domingo Ureña.

"We are working with our colleagues in Indonesia to see how we can jointly offer this product to the market," he reveals. Airbus Military has a long-standing partnership with Indonesian Aerospace on the CN-235, and Ureña says "an agreement has been reached" to extend this to also include assembly of the C-212.

Ureña believes the C-212 can continue to meet requirements for operators in regions such as Asia Pacific, but says: "We need to be able to offer a cheap price. I hope in the short- to medium-term to go back to the market and say that we have the solution."

Airbus Military is close to concluding a deal with Thailand for an undisclosed number of C-212s configured for fisheries protection duties. The company has also been selected to provide Vietnam with five, although a contract has yet to be signed.

Developed initially for the Spanish air force and first flown in 1971, more than 480 C-212s have been ordered. It is now offered in its -400 production standard, a configuration that is less than 10 years old.

Meanwhile, senior vice-president commercial Antonio Rodriguez-Barberán says Airbus Military is also "starting to consider not a replacement for the C-212, but a re-engineering of the aircraft to make it more modern".

Airbus Military delivers around 24 CN-235s and C-295s a year from its San Pablo site near Seville, Spain, but has not yet produced the C-212 on its new assembly line.

The company is believed to have initiated early studies on the development of a larger successor for both the CN-235 and C-295, but officially says that it is in no rush to replace the types.

From: FG




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin