Tampilkan postingan dengan label Amerika Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Utara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2010

950 Pelatih Militer Kanada Siap ke Afghanistan

0

Ottawa (ANTARA News) - Kanada akan mengirim sebanyak 950 pelatih militer ke Afghanistan untuk membantu tentara Afghanistan mengambialih keamanan setelah tentara tempur Kanada keluar dari negara itu tahun depan, demikian kata beberapa menteri, Selasa.

"Sejak misi itu dimulai, Kanada, bersama dengan mitra-mitra internasional kami, telah membantu melatih dan menasehati sekitar 50.000 tentara Afghanistan," jelas Menteri Pertahanan Peter MacKay pada konferensi pers yang diapit oleh Menteri Luar Negeri Lawrence Cannon dan Menteri Pembangunan Internasional Bev Oda, sebagaimana dikutip dari AFP

"Misi pelatihan bukan-tempur pasca-2011 akan terus menyumbang pada tujuan untuk mempersiapkan Afghanistan guna memikul tanggungjawab atas keamanan mereka sendiri," kata MacKay.

"Warisan pasukan Kanada di Afghanistan akan bertahan dalam kemampuan profesional Pasukan Keamanan Afghanistan untuk memberikan lingkungan yang lebih aman dan stabil pada rakyat Afghanistan."

Kanada sekarang ini memiliki 2.800 tentara tempur di Afghanistan. Mereka telah diperintahkan oleh parlemen untuk pulang pada pertengahan 2011 setelah sembilan tahun berusaha membasmi gerilyawan sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Para pelatih militer itu sebagian besar "dipusatkan di sekitar Kabul", akan melakukan pekerjaan di dalam kelas dan instruksi lainnya dalam "menangani senjata api, pelatihan fisik, tipe latihan yang kami lakuka , sebenarnya, di markas-markas di sini di Kanada," kata MacKay.

"Itu akan mencakup hal-hal seperti latihan keahlian menembak, infantri, lapis baja, artileri dan logistik. Kami mungkin akan melakukan beberapa pelatihan khususc dengan pesawat terbang, tergantung pada apa perlengkapan yang Afghanistan sediakan ... untuk memberikan keterampilan yang pasukan keamanan Afghanistan perlukan untuk melakukan tugas yang akan kami kerjakan untuk mereka," katanya.

"Tidak akan ada kepenasehatan" di medan tempur, ia menambahkan.

Kanada akan tetap di Afghanistan hingga 2014, kata para menteri itu.

Mereka memperkirakan biaya misi pelatihan itu, dan juga bantuan pembangunan, diplomasi regional dan bantuan kemanusiaan sebesar 700 juta dolar per tahun.

Empatpuluh-lima polisi Kanada juga akan terus melatih para pejabat polisi Afghanistan, menurut satu pernyataan.

Sumber : ANTARA


Kamis, 16 September 2010

Meksiko Membeli Enam Helikopter Caracal

0

helikopter EC 725 Cougar(Foto:DS)

MESIKO CITY, KOMPAS.com - Meksiko telah menandatangani perjanjian dengan Prancis untuk membeli enam helikopter militer dari Eurocopter, di tengah tekanan yang meningkat terhadap tentaranya dalam gelombang kekerasan terkait obat bius.

"Keenam helikopter EC 725 Cougar, juga dikenal sebagai Caracal, itu akan bergabung dengan enam helikopter sejenis lainnya yang telah dikirim oleh unit helikopter raksasa angkasa Eropa EADS (Pertahanan Aeronautika dan Angkasa Eropa)," kata seorang pejabat kedutaan besar Prancis.

Perjanjian itu telah diumumkan pertama kali oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy di Meksiko tahun lalu.

Helikopter-helikopter itu akan digunakan untuk mengangkut staf, tidak hanya untuk operasi antiobat bius, tambah seorang pejabat kementerian pertahanan Mesksiko pada AFP.

Pemerintah telah mengerahkan sekitar 50.000 tentara di negara itu sejak 2006 untuk menghadapi kartel obat bius yang sangat berpengaruh.

Meningkatnya kekerasan terkait obat bius telah menyebabkan sekitar 28.000 orang tewas sejak itu, menurut beberapa pejabat.

Prancis juga telah meminjami Meksiko dua helikopter EC 725 untuk mengambil bagian dalam parade militer di ibu kota Meksiko Kamis (16/9/2010), pada saat dimulainya perayaan duaratus tahun kemerdekaan Meksiko dari Spanyol.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 25 Juli 2010

Pilot Ceritakan Pengalaman Lolos dari Maut sebelum Pesawat Jatuh

0

Detik-detik Jatuhnya Hornet

TEMPO Interaktif, London - Usai pilot asal Kanada Kapten Brian Bews menyelamatkan diri dengan memakai kursi pelontar di pesawat, mantan penerbang Angkatan Udara Inggris mengungkapkan pengalamannya yang serupa.

Pada Sabtu (24/7), Bews sedang mengemudikan pesawat tempur CF-18 milik Angkatan Udara Kanada dalam Alberta International Airshow. Namun, setelah mengalami masalah, Bews menyelamatkan diri dengan menarik kursi pelontar sebelum pesawat jatuh ke darat.

Pengalaman yang dirasakan Bews juga pernah dirasakan Letnan Komandan Robert Schwab, 52 tahun. Bekas pilot pesawat tempur tersebut mengungkapkan pengalaman saat menyelamatkan diri saat pesawat Sea Harrier yang dikendalikannya mengalami gagal mesin saat tes penerbangan. Hal tersebut terjadi 200 kaki atau 60,9 meter dari laut.

“Kejadiannya sangat cepat. Di detik terakhir situasinya seperti 'Ya Tuhan',” ujar Schwab. “Insting Anda harus peka bahwa Anda berada di masa beberapa detik menuju kematian dan Anda harus segera keluar. Anda tidak punya waktu untuk berpikir mengenai itu.”

“Kursi pelontar dilepas dengan cara mengangkat tuas di antara kaki Anda. Anda hanya perlu memegangnya dengan kedua tangan Anda dan menempatkan kepala Anda ke belakang sekuat mungkin,” ujarnya. “Jika Anda melihat ke bawah, Anda kemungkinan bisa mematahkan leher Anda. Jadi, Anda harus memejamkan mata dan menarik tuasnya.”

“Tak lama setelah Anda menarik tuas itu, Anda bisa mendengar ledakan yang luar biasa dan atap cockpit terlempar hanya beberapa detik kemudian,” tambahnya. “Satu pak roket di kursi menyala beberapa detik kemudian dan ledakannya bakal melontarkan Anda 400 kaki ke atas langit.”

“Pengalaman tersebut sangat menakutkan,” imbuhnya.

Letnan Komandan Schwab, yang hanya menderita luka kecil di engkelnya ketika pesawat yang diujinya menghantam laut, mengatakan, “Pilot Kanada (Bews) hari ini sangat beruntung. Ia pasti melakukan semuanya tepat waktu sehingga lolos dari maut dan tidak mengalami luka serius.”

“Setelah semua kejadian itu usai, Anda akan berpikir soal Martin-Baker, perusahaan yang membuat kursi pelontar,” imbuhnya. “Anda bahkan diberi dasi khusus, yang hanya diberikan kepada beberapa orang yang selamat dengan menggunakan kursi pelontar.”

Sumber: TEMPO




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin