Tampilkan postingan dengan label Pesawat Latih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Latih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

Menhan Menerima Kunjungan Dubes Finlandia dan Vietnam

0

Pesawat Latih Hawk TNI AU.

Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (26/1), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, HE Kal Sauer, di Kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangannya kali ini adalah untuk memperkenalkan diri karena dirinya baru menjabat sebagai Duta Besar Finlandia untuk Indonesia pada September 2010. Namun dijelaskan oleh Dubes Finlandia, dirinya tidak asing dengan pertahanan karena pernah bertugas mengurusi pasukan perdamaian di PBB selama beberapa tahun.

Dubes Finlandia juga mendengar kabar bahwa Indonesia saat ini sedang membangun pusat pelatihan pasukan perdamaian. Dijelaskannya bahwa Finlandia juga memiliki pusat pelatihan pasukan perdamaian yang kemudian juga digunakan sebagai pusat pelatihan UN dan NATO. Dan Dubes Finlandia juga mengundang pejabat kemhan untuk datang ke pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian yang dimiliki Finlandia untuk melakukan studi banding atau penyempurnaan perencanaan proyek yang sedang dibangun di Indonesia.

Menhan menjelaskan proyek pembangunan pusat pelatihan pasukan perdamaian diharapkan selesai pada akhir tahun ini, sedangkan tiga pusat pelatihan lainnya yaitu standby forces, humanitarian assistant disaster relief dan counter terrorism akan diselesaikan setelahnya.

Menyoal undangan Dubes Finlandia untuk mengunjungi Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian disana, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa dirinya juga telah diminta oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkunjung ke pusat-pusat pelatihan pasukan perdamaian yang dimiliki negara lain untuk melakukan perbandingan dan penyempurnaan. Dan Menhan menyambut baik undangan kunjungan tersebut.

Pada hari yang sama, Menhan Purnomo Yusgiantoro juga menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Vietnam untuk Indonesia HE Nguyen Huu Dzung, di kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangannya kali ini adalah untuk berpamitan sehubungan dengan berakhirnya masa tugas sebagai Dubes Vietnam untuk Indonesia selama tiga tahun.

Selama tiga tahun keberadaannya di Indonesia sebagai Duta Besar, kerjasama pertahanan kedua negara telah mengalami kemajuan sangat pesat termasuk diantaranya saling kunjung pejabat tinggi angkatan bersenjata kedua negara dan hadirnya Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam ADMM yang diselenggarakan di Hanoi Vietnam akhir tahun lalu. Dirinya berharap, persahabatan dan hubungan kerjasama kedua negara terutama di bidang pertahanan dapat terus ditingkatkan dimasa mendatang.

Sebelumnya, Menhan Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Co-Chairman of The British Govenrment’s Asia Task Force, Lord Powell, di Kantor Kemhan, Jakarta. Kedatangannya kali ini adalah untuk menindaklanjuti tawaran up-grade dan perbaikan pesawat latih Hawk yang dimiliki TNI AU oleh perusahaan Inggris British Aerospace yang tawarannya telah dilakukan pada Desember tahun lalu kepada Kepala Badan Ranahan Kemhan Laksda TNI Susilo.


Sumber: DMC


Rabu, 26 Januari 2011

EKUADOR HARAPKAN KERJASAMA ANGKATAN UDARA DENGAN INDONESIA

0

Pesawat Super Tucano Milik AU Ekuador.

Jakarta, DMC – Pemerintahan Ekuador, mengharapkan kerjasama dalam bidang pertahanan dengan pemerintahan Indonesia, khususnya kerjasama Angkatan Udara kedua negara. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Ekuador untuk Republik Indonesia, Eduarto Alberto, saat melakukan kunjungan kerja kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (25/1).

Dubes Ekuador mengatakan, saat ini Ekuador lebih menitikberatkan pada kerjasama angkatan udara dan Indonesia diharapkan dapat membuka kerjasama tersebut melalui penawaran kursus-kursus pelatihan bagi staf maupun perwira Angkatan Udara kedua negara. Beberapa kursus atau pelatihan yang diselenggarakan misalnya dalam pemeliharaan pesawat dan perawatan mesin pesawat ataupun sistim kelistrikan pada pesawat, dari tingkat menengah sampai dengan mahir.

Menanggapi harapan Pemerintahan Ekuador, Menhan mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu kemungkinan kerjasama yang dapat dilaksanakan kedua negara melalui Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan dan mengharapkan Pemerintahan Ekuador melalui kedutaannya dapat terus berkomunikasi dengan Kemhan. Salah satunya yang mungkin dapat dijajaki adalah pemeliharaan pesawat Super Tocano, mengingat saat ini pesawat tersebut telah dimiliki Angkatan Udara Ekuador.

Pada kesempatan tersebut, Menhan juga sempat menyampaikan keprihatinannnya terhadap kerusuhan yang dialami Pemerintahan Ekuador pada akhir September 2010, di mana muncul permasalahan antara pemerintah dan pihak kepolisian karena rencana memotong bonus sekaligus memperpanjang periode bagi polisi untuk mendapat kenaikan pangkat, yaitu dari lima menjadi tujuh tahun.

Pada kesempatan tersebut, Menhan didampingi Dirjen Strahan, Mayjen TNI Puguh Santoso dan Kepala Puskomlik Kemhan RI, Brigjen TNI I Wayan Medhio.

Sumber: DMC


Selasa, 04 Januari 2011

Ekspor Pertahanan Korsel Jauh Dari Target Senilai 1,5M Pada Tahun 2010

0

Ist

Ekspor disektor pertahanan tahun lalu menjadi $ 1187970000 merupakan catatan terbaik yang pernah dicapai pada korsel, tetapi tahun 2010 target ekspor jauh dari harapan yaitu 1,5 miliar dolar AS. Pesawat T-50 yang merupakan proyek pesawat latih buatan korsel ini sangat berpotensi diekspor seperti Singapura tetapi tahun ini tender gagal atau tertunda, kata seorang pengamat.

Menurut DAPA a predator, seperti kapal hunryeonham sebagai dukungan logistik sebesar $ 365.480.000, amunisi sebesar $ 333.760.000, K9, termasuk self-propelled gun, senjata api termasuk $ 114.910.000, dengan total ekspor $ 1187970000. Meningkat 1,9% dibandingkan pada tahun 2009 yaitu sekitar $ 1165920000.

Target tahun ini sebesar $ 1,5M sangat jauh dari harapan yang telah direncanakan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) telah gagal mengkspor T-50 ke Singapura, Dan tertundanya ekspor T-50 ke Indonesia, serta self-propelled gun K-9 ke Australia pada tahun ini.

Dalam hal negara menurut perdagangan AS, komitmen dari ekspor mesin pesawat dan amunisi, termasuk bear metal dan kontrak sebesar $ 480.000.000 merupakan angka tertinggi yang tercatat. dukungan logistik dan kembali ke Malaysia setelah hunryeonham mengekspor 360 juta dolar AS. Secara umum, ekspor kapal dan amunisi pesawat telah meningkat secara signifikan.

Dapa telah menarget ekspor sebesar 16 juta dolar untuk tahun ini, seperti self-propelled gun K-9 dan pelatih militer untuk mendukung ekspor dan berencana untuk fokus pada isu-isu strategis. sistem Pembebasan untuk mengekspor barang-barang untuk meningkatkan royalti ekspor impor dan sistem perizinan untuk menyederhanakan perencanaan.

Tahun ini United Arab Emirates, Uzbekistan, the Norwegian Radiation Space Agency dan Ekuador telah menandatangani sebuah MOU untuk kerja sama, kerja sama pertahanan kedua internasional telah meningkat menjadi 31 negara. MOU chegyeolhu dilaksanakan dalam 11 kali selama tahun lalu dan Logistik Pertahanan jeongryejeok gongdongwi diadakan untuk mencari peluang ekspor. Dan lima kali di negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab kegiatan pengembangan pasar, dan memberikan subsidi ke Singapura, Malaysia untuk mendorong berpartisipasi dalam pameran luar negeri.

Sumber: NAEIL/WDN/MIK


Rabu, 22 Desember 2010

Media Korsel : Indonesia Akan Umumkan Pembelian T-50 Pada Januari 2011

0


Potensi Ekspor Korea pesawat latih T-50 mendapatkan lampu hijau. Setelah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) gagal melakukan negosiasi pesawat Alenia Aermacchi Italia sehingga T-50 memiliki kesempatan untuk melakakukan pengadaan pesawat latih Buatan Italia tersebut.

Indonesia akan mengumumkan pada bulan Januari tahun depan, sebelum sujujeon mengatakan Pesawat latih tersebut merupakan tawaran terakhir dan T-50 memiliki peluang yang sangat tinggi untuk mengekspor pesawat tersebut.

Menurut Majelis Nasional pemerintah Uni Emirat Arab baru-baru ini memiliki spesifikasi ahereumakisawa (kinerja) untuk pesawat latih Italia dan transfer teknologi, dll. Sehingga menyebabkan Aermacchi M-346 didiskualifikasi dalam pengadaan pesawat tersebut.

Komisi Pertahanan Nasional secara resmi mengatakan "pemerintah United Arab Emirates dan pesawat latih ahereumakisaga untuk memberikan kursus untuk menunjukkan pendapat yang berbeda yang menyebabkan kegagalan negosiasi" dan "informal Alenia Aermacchi M-346 dicabut sebagai status pemenang tender"katanya.

Pejabat juga mengatakan bahwa "United Arab Emirates melalui sumber-sumber lokal, juga telah memberitakan kegagalan negosiasi antara pemerintah dan Alenia Aermacchi" dan "membuat pengumuman resmi yang akan dirilis terhadap pembatalan tersebut"katanya.

Sehingga T-50 mempunyai potensi ekspor sekali lagi. Bahkan, Alenia Aermacchi sebagai pemenang tender hal ini merupakan sebuah kabar buruk akibat pembatalan tersebut. Itu menyebabkan Korea Aerospace Industries (KAI) T-50 bertolak ke UEA untuk agresif melobi untuk pengadaan pesawat tersebut.

Awalnya pemerintah Uni Emirat Arab dan Aermacchi Alenia menandatangani perjanjian definitif pada Oktober tahun lalu. Tetapi pihak Aermacchi Alenia tidak dapat memenuhi persyaratan kesepakatan UEA telah yang tertunda.

Knowledge Economy dan DAPA official "Apakah United Arab Emirates belum mengumumkan secara resmi untuk memverifikasi tentang masalah tersebut" tetapi "Pemerintah United Arab Emirates pembicaraan resmi dengan pemerintah Italia meminta kami untuk bernegosiasi. Ini akan memperbesar peluang T-50 untuk diekspor, "katanya.

Sementara itu, pada bulan Januari tahun depan Indonesia akan mengumumkan pemenang tender pesawat latih, Dari proyek pengadaan pesawat latih, T-50 merupakan calon terkuat dalam pengadaan pesawat tersebut. Saat ini T-50 dan Yak-130 Rusia bersaing ketat dalam tender tersebut. Dalam hal ini, baru-baru ini Menteri Pengetahuan Ekonomi Hwan kembali dari Indonesia dan "Dia tahu T-50 sudah melalui tahap akhir untuk diekspor ke Indonesia," katanya "Ini baik karena mendapatkan dukungan dari lokal" katanya.

Sumber: FN NEWS


Minggu, 05 Desember 2010

Menhan: Indonesia Akan Beli 24 Unit Bell 412EP Dan 16 Unit Pesawat Latih

0

T-50 Buatan KAI Korea Selatan merupakan Pesawat Latih Dan Pesawat Tempur Ringan.

JAKARTA, Niat Indonesia untuk melakukan pemesanan terhadap pesawat tempur latih dan tertarik dalam memperluas armada pesawat tempur, helikopter dan pesawat angkutnya. Menteri pertahanan
Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, tiga kandidat pesawat tempur latih Korea Selatan, Rusia dan Republik Ceko, yaitu T-50, Yakovlev Yak-130 dan Vodochody Aero L-159. Purnomo mengatakan kepada AVIATION WEEK bahwa keputusan dibuat dengan cepat dan Indonesia menyediakan 16 pesawat, cukup untuk satu skuadron. "Hal ini sudah dalam tahap akhir," katanya, tanpa mencatat jangka waktu tertentu.

"Kami mencari pesawat yang dapat digunakan untuk pelatihan dan sebagai pesawat tempur serang ringan," katanya. " Fighter yang baik untuk mencegat pesawat ringan yang melintasi wilayah NKRI tanpa pemberitahuan sebelumnya." Indonesia membutuhkan pesawat tempur latih karena sebagian pesawat BAE hawks sudah digrounded, Purnomo mengatakan, Indonesia sangat mengalami kesulitan untuk mendapatkan suku cadang dan peralatan untuk Hawks. "Untuk meningkatkan hubungan, saya(purnomo) menegaskan bahwa Presiden BAE, berjanji akan melakukan pengadaan suku cadang dan peralatan untuk hawks." katanya, bila tidak ada perbaikan suku cadang dan peralatan maka Indonesia akan menggrounded hawks secara bertahap.

Korea Selatan mungkin akan memimpin dalam kompetisi untuk pengadaan pesawat tempur latih untuk TNI AU karena kedekatan hubungan strategis dengan Indonesia. "TNI AU sebagai pengguna pesawat tempur sedang melakukan pengkajian dan membuat evaluasi teknis untuk pesawat tempur latih tersebut" kata Purnomo.tetapi apabila AU telah membuat pemilihan pesawat yang terbaik.maka proposal akan diajukan ke markas besar TNI untuk disetujui,dan kemudian diserahkan kepada departemen pertahanan"katanya. Menhan "mengerti apa yang dibutuhkan oleh pemerintah," tambahnya".

Indonesia dan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juli untuk mengembangkan sebuah pesawat tempur baru, KF-X, dimana PT DI ikut dilibatkan untuk memproduksi pesawat tempur tersebut. Purnomo mengatakan Indonesia ingin mulai memasukkan pesawat tempur KF-X dalam armada TNI AU pada tahun 2025 untuk mengantikan pesawat tempur F-16.

Tetapi dalam jangka pendek, Indonesia bisa mengambil keuntungan dari Lockheed Martin. "Kita mempunyai anggaran untuk membeli F-16 tipe terbaru atau menerima hibah f-16", kata Purnomo. "dengan menggunakan F-16 kita dapat mengupgrade sendiri (dengan bantuan luar negeri),yang membuat kami menjadi tertarik." Tetapi jika Indonesia menerima hibah F-16, maka harus memperhitungkan lifetime pesawat tempur tersebut. Indonesia telah memiliki F-16 A / B Blok 15 dan Purnomo menegaskan bahwa Indonesia ingin upgrade F-16.

Sekarang Amerika Serikat mencabut embargo atas Indonesia, tetapi ada beberapa masalah teknis yang akan terus kita kaji. Purnomo mengatakan Indonesia dapat mengupgrade F-16 dari perusahan non-AS karena "Ada Turki. Mereka memiliki armada terbesar F-16 setelah Amerika Serikat, "katanya.

Bell Helicopter dan Eurocopter baru-baru ini menerima tawaran melalui kerjasama dengan produsen pesawat PT DI, Karena PT DI bisa membantu dalam memproduksi helikopter. Purnomo mengatakan TNI baru-baru ini menandatangani kontrak dengan PT DI untuk pengadaaan 24 helikopter Bell 412EP. Ia juga mengatakan TNI AU juga membeli helikopter AS332 Super Puma, yang dibuat oleh PT DI.

Indonesia dalam waktu dekat juga membutuhkan helikopter untuk ditempatkan di korvet AL,heli ini jg dapat digunakan untuk peperangan anti kapal selam. 4 kapal korvet sigma buatan belanda yang telah dibeli baru baru ini,dan juga kapal korvet kelima yang dalam pengerjaan di PAL Surabaya.

Untuk kedepannya maka akan diadakan pembelian pesawat tempur Sukhoi. Indonesia telah mempunyai 10 pesawat tempur Sukhoi dan purnomo mengatakan pemerintah berencana membeli 6 lagi sehingga jumlahnya akan menjadi satu skadron.

Dalam hal transpor militer,upgrade model C130 yang sudah menua masuk dalam daftar belanja. Pemerintah juga berencana untuk membeli CN 235 dari PTDI serta mencari dan menggantikan psawat F 27 yang sudah tua dengan EADS CASA CN 295 dalam tender.

Sumber: AVIATION WEEK/MIK


Kamis, 02 Desember 2010

Daewoo Memasok Kendaraan Lapis Baja Dan Kapal Selam Ke Indonesia

0

Kendaraan Lapis Baja K-21 Buatan Doosan

Theindonesiatoday.com - Daewoo International menandatangani kontrak dengan Departemen Pertahanan Indonesia untuk kendaraan lapis baja ringan 6 x 6 untuk TNI senilai $ 700jt, Zacks.com melaporkan. Doosan akan memproduksi pada waktu musim panas.

Secara terpisah, Daewoo International juga setuju menandatangani kontrak senilai $ 800jt Jenis kapal selam U-209 untuk TNI AL dan $ 400 juta untuk pembelian pesawat latih bagi Angkatan Udara Indonesia. Sebelumnya, Daewoo International diakuisisi oleh POSCO pada bulan September 2010, sebesar 3,37 triliun won. Harga beli 2,5% lebih rendah dari tawaran asli dari 3,46 miliar won oleh POSCO. POSCO, melalui akuisisi, yang ditujukan untuk memastikan pengadaan bahan baku agar stabil dan memperkuat kehadirannya di pasar luar negeri. Kontrak kemungkinan untuk meningkatkan peluang ekspor untuk kendaraan lapis baja ringan oleh POSCO internasional, terutama di Asia dan Amerika Latin.

Sumber: The Indonesia Today / MIK


Rabu, 01 Desember 2010

Pesawat Latih Hilang dari Radar

0

Pesawat latih jenis TB 10

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat latih jenis TB 10 yang tengah terbang solo dari Bandara Budiarto Curug, Tangerang, Banten, menuju Beranti, Lampung, hilang dari radar. Pilot pesawat dengan nomor registrasi PK-AGM diketahui RM Farukhi.

"Karena cuaca buruk pesawat mencoba return to base. Tapi tiba-tiba hilang dari radar. Posisi terakhir pesawat yang terpantau dari Bandara Soekarno Hatta adalah 06,01 derajat lintang selatan dan 106,03 derajat bujur timur," ucap Dody, petugas piket Badan SAR Nasional yang dihubungi Kompas.com, Rabu (1/12/2010).

Menurut Dody, cuaca di sekitar posisi terakhir pesawat diketahui hujan deras. Basarnas segera mengirim sebuah helikopter dan sebuah kapal boat ke sekitar lokasi.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 25 November 2010

M-346 Dan T-50 Menjadi Kandidat Pesawat Latih Israel

0

M-346 Dan T-50

Kementerian Pertahanan Israel telah mengirimkan permintaan informasi untuk Alenia Aermacchi dan Korea Aerospace Industries untuk armada baru pelatih jet canggih. Angkatan udara Israel telah dievaluasi masing-masing perusahaan desain M-346 dan T-50 sebagai pengganti Douglas dalam dokumen Akademi A/TA-4 Skyhawks digunakan dalam penerbangan. Permintaan baru itu dikeluarkan setelah komisaris antitrust Israel menegaskan bahwa draft perjanjian kerjasama pertahanan antara dua perusahaan terkemuka di negara ini masih dalam evaluasi. Partisipasi Elbit Sistem dan Israel Aerospace Industries, perusahaan patungan bermaksud untuk membeli dan menjual kemudian dipilih jam terbang pesawat dalam jenis Angkatan Udara. Perusahaan-perusahaan juga ingin merakit bagian-bagian dari jenis di Israel dan memberikan dengan beberapa sistem buatan lokal.

Sumber: FG


Sabtu, 20 November 2010

Indonesia considers more Embraer Tucanos

0

Super Tucano

JAKARTA, Nov. 19 (UPI) -- Indonesia could double its order for eight Embraer EMB-314 Super Tucano light attack turboprops, an air force official said.

The first of the eight aircraft will arrive in 2012 and includes ground-support stations and a logistics package.

The firm order for the eight, announced earlier this month, was the first for the Super Tucano in the Asia-Pacific region, but more could follow.

"Air force headquarters has decided to replace our Rockwell OV-10 Broncos with as many as 16 Super Tucanos," Indonesian air force operational commander Yushan Sayuti said.

Embraer won the deal over Korea Aerospace Industries KT-1, of which 11 are being used as trainers with Indonesia's air force. A 12th aircraft crashed at Bali Airport in June but the pilot and trainee-pilot ejected safely.

The KT-1 is a South Korean single-engine turboprop, basic training aircraft. It was developed by KAI and the Agency for Defense Development as the first completely indigenous South Korean aircraft. It first flew in 1991 but wasn't until some years later that it was inducted into the South Korean air force, which remains the aircraft's primary user with around 80 units.

Turkey operates around 40 of the KT-1, with an option to buy 15 more.

Indonesia urgently needs the Super Tucano because it is believed to have grounded at least 10 of its 12 aging OV-10F versions of the Bronco, a plane that first flew in 1965.

"The Super Tucano has been chosen to replace the Broncos because of its flexibility to perform a broad range of missions, including light attack, surveillance, air-to-air interception and counter insurgency," Embraer said in a written statement.

Indonesia's Broncos served in many surveillance and light attack roles, especially during the country's 1975 foray into neighboring East Timor, and which is now independent Timor Leste. Broncos also were used for bombardment during civil disruptions around the large mining operations of Freeport-McMoRan in the country's West Papua region.

Indonesia's versions of the Bronco are fitted with 12.7 mm Browning heavy machine guns in place of the lighter 7.62 mm machine guns favored by the U.S Navy.

At the Singapore Air Show in February, Boeing, which acquired the aerospace and defense units of Rockwell in 1996, said export interest for the Bronco was still high. Boeing said it would go on with its development of the aircraft even if it failed to win the U.S. Air Force tender for 100 light attack and armed reconnaissance aircraft.

The Super Tucano first flew in 1999 and was introduced into the Brazilian air force in 2003.

The Super Tucano's power is from a single Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop producing 1,600 hp. Maximum speed is nearly 350 mph with a range of around 975 miles and a ceiling height of 35,000 feet. Armaments include two 12.7 mm FN Herstal M3P machine guns in wings and cannon pods and two MAA-1 Piranha missiles.

Other weapons can include conventional and laser-guided bombs. The aircraft also carries an electro-optical infrared sensor, laser designator and secure radios with data links.

Apart from the air force of Brazil, other users include the Dominican Republic and Colombia. Chile and Ecuador have placed orders.

Competitors to the Super Tucano include the Beechcraft T-6 Texan II, the Piper PA-48 Enforcer, the Turkish-made TAI Hurkus and the Pilatus PC-21 from Switzerland.

From : UPI


Jumat, 12 November 2010

Ini Dia Pesawat Latih Andalan Korea

0


Pengunjung melihat berbagai produk pesawat tempur buatan Korea Selatan saat Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11/2010). Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut, dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010).

KOMPAS.com — Ajang Indo Defense 2010 membuat Indonesia tertarik dengan salah satu pesawat produksi Korea, T-50. Pesawat tersebut dikabarkan menjadi salah satu calon pesawat yang akan dibeli oleh Indonesia, bersaing dengan pesawat produksi Rusia dan Ceko.

"Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengungkapkan ketertarikannya dengan T-50. Namun, masih belum diputuskan apakah Pemerintah Indonesia akan membelinya. T-50 masih akan bersaing dengan Yak-130 produksi Rusia dan L-150 produksi Ceko," kata Sky Lee, Regional Manager International BD-Asia/South America Korea Aerospace Industry (KAI) di sela pameran Indo defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

T-50 sebagai salah satu pesawat andalan Korea memiliki beberapa keunggulan, "Pesawat ini masuk ke dalam jenis pesawat supersonic atau berkecepatan tinggi, berbeda dengan Yak-130 yang masuk dalam golongan subsonic," kata Lee mengungkapkan keunggulan pesawat tersebut.

Pesawat ini merupakan salah satu jet trainer untuk training pilot tempur generasi berikutnya. Pesawat ini mulai dikembangkan secara konseptual sejak tahun 1992 hingga 1995. Sementara itu, program pengembangan pesawat sendiri dimulai dari tahun 1997. Pengembangan total atau Full Scale Development dari pesawat ini dimulai setelah pesawat melalui 1.400 tes penerbangan. Sementara, produksi pertamanya sendiri dimulai dari bulan Desember 2005.

Setelah melewati berbagai program tes penerbangan, Lee mengungkapkan bahwa keunggulan lain dari pesawat ini adalah soal kemanan. "Pesawat ini berhasil melalui tes penerbangan tanpa satu kecelakaan pun. Ini membuktikan kalau pesawat ini aman untuk digunakan," kata Lee saat diwawancarai Kompas.com.

Saat ini, Lee mengungkapkan, T-50 dioperasikan bersama ROKAF untuk pelatihan pilot tingkat lanjut dan merupakan bagian dari Total Training System dan Ground Based Training System. Berdasarkan analisa ROKAF, spesifikasi T-50 mampu mengurangi waktu pelatihan sebanyak 20 persen, mengurangi biaya sebanyak 30 persen, dan meningkatkan skill pilot sebanyak 40 persen.

Pemasaran T-50 dilakukan KAI bekerja sama dengan Lockheed Martin Aeronautics. Lee mengatakan, T-50 merupakan pesawat trainer supersonic yang paling baik. Dengan kemampuan sistem dan performanya, T-50 merupakan salah satu platform terbaik untuk training pilot tempur generasi selanjutnya.

T-50 dilengkapi dengan multi-mode radar, Close air Support, dan kunci senjata A/A dan A/G. Pesawat ini dikatakan juga mampu memenuhi kebutuhan sebagai Light Combat aircraft jika dibutuhkan. Di Korea sendiri, T-50 telah digunakan secara luas dengan 57 unit pesawat telah digunakan.

Soal harga, Lee mengatakan, "Pemerintah Indonesia memiliki modal 400 juta dollar AS. Jika Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli pesawat ini, kami bisa memutuskan untuk memnjual paket terdiri dari 16 pesawat, training, spare part, ground support, dan technical support."

Lee mengatakan, saat ini Indonesia dan Korea memiliki relasi yang kuat sebab Korea sendiri telah membeli pesawat jenis CN-235 dari Indonesia. Jadi, ia sangat berharap relasi tersebut diteruskan dengan pengembangan pilot menggunakan T-50.

Pesawat T-50 merupakan pesawat yang khusus digunakan untuk pelatihan pilot. Terdapat pula versi jenis lain yang sudah dilengkapi dengan persenjataan lengkap bagi yang telah siap mengoperasikan. Meski demikian, pesawat T-50 bisa dimodifikasi dengan meng-install persenjataan yang dibutuhkan tanpa perlu membeli jenis baru yang telah dilengkapi senjata.

Sumber: KOMPAS


The Roulettes, Penarik Perhatian

0

Akrobatik The Roulettes

Salah satu yang bakal menjadi penarik perhatian utama dalam Pameran Indo Defence, Indo Aerospace, dan Indo Marine 2010 adalah penampilan tim akrobatik udara The Roulettes dari Royal Australian Air Force.


Pilatus PC 9/A—pesawat dengan dua tempat duduk dan satu mesin turboprop—beratraksi di udara Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, hingga 13 November mendatang. Dalam acara pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah undangan, baik dari Kementerian Pertahanan, TNI, maupun tamu dari industri pertahanan dan militer puluhan negara, terpesona dengan tampilan The Roulettes yang berwarna merah-putih itu, Rabu (10/11).

Dengan formasi wedge, misalnya, enam pesawat terbang di sebelah podium membentuk segitiga dengan satu pesawat di depan sebagai ujung mata panah yang meluncur. Posisi sebaliknya, Delta juga hadir, di mana tiga pesawat mengawali formasi segitiga itu.

Tepuk tangan penonton mulai membahana saat dua pesawat PC 9/A terbang horizontal dengan posisi seperti cermin. Maksudnya, kedua pesawat itu saling berhadapan secara horizontal. Pertunjukan semakin seru saat keenam pesawat tersebut muncul dengan formasi corkscrew alias pembuka botol anggur. Sebuah pesawat bergerak berputar terus-menerus di belakang formasi berbentuk segitiga.

Sulit akrobat

Jenis pesawat yang menggunakan baling-baling, menurut juru bicaranya, flying officer Gareth Gordon, membuat agak sulit melakukan akrobat di udara karena tidak stabil. Selain itu, lebar jangkauan baling-baling sepanjang 1,8 meter juga membuat harus ada ketelitian tinggi.

Beberapa gerakan memang mengundang detak jantung. Dengan formasi vulcan, misalnya, dua pesawat berderet di depan, diikuti dua pesawat yang membentuk sudut 120 derajat dengan dua pesawat di depan itu melakukan jungkir balik. Atau bisa juga gerakan combat pitch out, di mana keenam pesawat itu bergerak berputar membentuk lingkaran terus-menerus. ”Ada beberapa gerakan jungkir balik, misalnya loop, wingover, atau barrel roll,” ujar Gordon.

Berbagai gerakan salto memang dilakukan. Ibarat penari, The Roulettes bersalto dengan berbagai gaya. Ada yang tetap kembali pada arahnya, ada yang sambil berbelok, ada yang susul-menyusul bergantian. Perlu diingat, semua gerakan itu dilakukan hanya dengan jarak antarpesawat sejauh 3 meter.

Sumber: KOMPAS


Senin, 08 November 2010

Jakarta Bebas Abu Merapi, Pilot Australia Aerobatik di Halim

0

Tim Akrobatik Roulettes

Jakarta - Angkatan Udara Australia menyatakan Jakarta aman dari abu vulkanik Gunung Merapi. Tim aerobatik AU Australia, Roulettes pun menggelar latihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Keadaan di sini cukup clear. Tidak ada masalah. Sejauh ini baik-baik saja," ujar Komandan Sekolah Penerbang AU Australia, wing commander David Penton, di Halim, Senin (8/11/2010).

Kondisi aman ini dibuktikan oleh aksi memukau para penerbang negeri kanguru tersebut. Selama setengah jam, Roulettes menunjukkan aksi-aksi mendebarkan di udara.

Tim aerobatik Roulettes menggunakan 6 pesawat berjenis Pilatus PC-9A yang bercat merah putih. 3 Pilot TNI AU yang merupakan anggota tim aerobatik Jupiter, ikut dalam aksi ini.

Para pilot melakukan aksi-aksi aerobatik dengan kecepatan sekitar 590 km/jam. Mereka mempertahankan jarak antar pesawat hanya sekitar 3 meter. Uniknya selama atraksi, pilot satu dengan lainnya hanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat tangan.

Mereka menunjukan berbagai manuver seperti loops, barrel rolls, mirror, corkscrew dan rollbacks. "Kami ingin mengucapkan terimakasih pada TNI AU atas kesempatan latihan bersama ini," ujar Penton.

Rencananya, Tim Roulettes akan tampil dalam Indodefence di Kemayoran, tanggal 10-13 November. Jika memungkinkan, mereka juga akan tampil di Bandara Adisutjipto tanggal 14 November nanti. Tapi tentu semua sesuai kondisi.

Sumber: DETIK


Jumat, 05 November 2010

English News : Polish trainer contest attracts five bidders

0

T-50 GE

Five bidders have submitted initial offers to the Polish defence ministry's requirement for a new advanced jet trainer.

As expected, the integrated training system contest has attracted responses from Alenia Aermacchi with the M-346, BAE Systems, offering the Hawk 128, and a Korea Aerospace Industries/Lockheed Martin bid with the T-50P. Additional interest has come from Aero Vodochody, with the L-159T1 and Finland's Patria, which is offering upgraded Hawk 51/51As.

Negotiations will take place with each of the bidders over the next six to seven weeks to define detailed tactical and technical requirements. Final documentation will be required before the end of this year, with the shortlisted bidders to then have another two to three weeks to submit detailed proposals.

A winner should be announced in late February or early March, with a contract to be signed in May or June next year.

The defence ministry says its evaluation will be weighted 70% for acquisition and service costs, 20% for "premium parameters" and 10% for offsets. It will also take into account the so-called "Polonisation" of the respective packages.

If more than one bidder is selected, the final price of the bids will be subject to an electronic auction.

From : FG


Kamis, 04 November 2010

Indonesia Akan Membeli Dua Skuadron Super Tucano

0

Super Tucano

Pemerintah juga akan menandatangani sejumlah MoU pengadaan alutsista yang melibatkan sejumlah perusahaan strategis dan pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan MoU akan ditandatangani pada hari pembukaan Indo Defense, yang akan diadakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 10-13 November.

Purnomo mengatakan MoU termasuk pembelian dua skuadron standar pesawat ringan serangan Super Tucano untuk menggantikan penuaan Angkatan Udara OV-10 Bronco
.

"Kami akan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia [DI] untuk pekerjaan pemeliharaan. Kami juga berharap DI dapat memproduksi beberapa suku cadang dan komponen, "katanya.

Bom P-100
MoU lain yang akan ditandatangani meliputi pembelian bom P-100 dan P-100L buatan perusahaan swasta lokal yang berbasis di Malang kemudian bekerjasama dalam pengadaan senjata dan amunisi buatan PT Pindad.

Bom tersebut untuk pengadaan perlengkapan persenjataan Sukhoi Su-27/30.

Sumber: THE JAKARTA POST


Selasa, 02 November 2010

Korsel Promosi T-50 GE Ke AS

0

T-50 GE Buatan KAI ditawarkan ke AS, Indonesia, dan Polandia

SEOUL, Nov 2 (Yonhap) - Korea Selatan menawarkan ekspor 500 Pesawat latih T-50 GE ke Amerika Serikat, karena AU Amerika Serikat akan mengganti pesawat latih untuk armada timurnya, dikutip seorang pejabat pemerintah hari ini.

Angkatan udara AS sedang mengkaji opsi pada apakah akan meremajakan pesawat latih T-38 atau ganti dengan yang baru, diharapkan keputusan diambil pada tahun 2012, kata pejabat tersebut, menambahkan bahwa tim pemeriksa AS mengunjungi Seoul tahun ini untuk memeriksa kinerja Korea Selatan dalam membangun T-50 trainer jet.

"Jika AS memutuskan untuk membeli jet pelatih baru, maka akan membeli 300 sampai 500 pesawat," kata pejabat tersebut tanpa menyebut nama.

Angkatan udara Amerika mempelajari T-50, M-346 dari Italia dan Hawk 128 dari Inggris sebagai kandidat yang mungkin untuk menggantikan T-38s, menurut pejabat itu.

T-50 dikembangkan bersama oleh KAI dan Lockheed Martin, Korea Selatan meluncurkan T-50 "Golden Eagle" di tahun 2005, yang menjadikan korsel pembuatan pesawat tempur ke 12 di dunia.

Korea Selatan mendorong untuk mengekspor T-50, namun tawaran untuk menjual pesawat ke Uni Emirat Arab dan Singapura gagal karena harganya yang tinggi.

Meskipun T 50 harga $ 20 juta per unit, namun 10-20 persen lebih mahal daripada pesaingnya, dan merupakan pesawat latih pertama di dunia yang mempunyai kecepatan 1,5 Mach kata pejabat itu.

Secara terpisah, Korea Selatan mendorong untuk menjual T-50 ke Indonesia dan Polandia.

Sumber: YONHAP


Sabtu, 30 Oktober 2010

Pengamat Rusia : Yak-130 bisa menang tender Untuk Pengadaan Pesawat Latih TNI AU

0

UBS Yak-130

Berdasarkan analisis ahli TSAMTO menyimpulkan bahwa pesawat tempur latih dari Rusia (UBS), Yak-130 memiliki potensi untuk menjadi pemenang tender untuk penyediaan Angkatan Udara Indonesia. Pesaing Yak-130 T-50 (Korea Selatan), L-159 (Republik Ceko) dan FTC-2000 (RRC).


Kursi ganda di Yak-130 dirancang untuk melatih pilot, serta untuk digunakan memerangi target darat dan udara dalam kondisi cuaca yang sederhana dan buruk. Hal ini memiliki banyak keuntungan. Sebagai contoh, UBS Yak-130 menyediakan tingkat tinggi penerbangan dalam keselamatan melalui penggunaan empat kali lipat sistem pengendalian by-wire dengan pembatasan batas sudut serang, bermesin ganda sistem propulsi, serta kursi ejeksi kelas 0-0 dan karakteristik terbang tinggi.


UBS Yak-130.

The-Yak 130 dilengkapi dengan navigasi yang canggih dan peralatan radio komunikasi, kabin dengan menampilkan multifungsi berwarna (konsep Kaca kokpit, diimplementasikan dalam fighter dari 4 + dan 5). Dia memiliki tingkat tinggi tersendiri yang disediakan terpisah unit daya, sebuah penjaga chassis diperkuat peredam dan tangga di sisi kru yang memastikan pesawat dari lapangan udara sudah siap.

UBS Yak-130 memiliki suspensi 9-point, dan kompatibel dengan berbagai senjata pesawat terbang, dari bom dipandu dan rudal, rudal udara-ke-udara, bom terarah dan untuk menembakkan rudal-rudal 5-50 kg dan 80-266 mm, masing-masing, dan 23-mm aerogun. Berat muatan maksimum adalah 3000 kg. Pesawat ini hemat biaya, yang disediakan oleh konstruksi modern (sumber daya yang ditunjuk 10 ribu jam, masa pakai sampai 30 tahun), efisiensi bahan bakar, kontrol yang tinggi dan kemudahan perawatan.

Dirancang atas perintah Angkatan Udara Rusia, Yak-130 yang telah berhasil lulus ujian negara pada tahun 2009, mulai produksi massal dan pengiriman ke pasukan, menandatangani beberapa kontrak ekspor.


TCB L-159V

L-159V ("Aero Vodochody, Republik Ceko), salah satu pesaing UBS Yak-130 didasarkan pada dengan pendahulunya sekarang single-seater-L 159A, dan inferior ke Yak-130 pada sejumlah indikator.

Diantaranya adalah keamanan (intake mesin tunggal udara dan tidak adanya sayap), tidak memungkinkan untuk melatih pilot pesawat tempur dari 4+ dan generasi 5 secara maksimal, dengan melihat perbandingan berat (kapasitas hampir 50% lebih rendah dari Yak-130), informasi-kontrol lapangan tidak konsisten dengan generasi pesawat modern 4 + dan 5G.

Karena kekurangan order untuk program pesawat L-159B terancam bangkrut, dan memfokuskan untuk pesawat kecil.


T-50 pesawat.

T-50 (Korea Selatan) dirancang untuk melatih pilot pesawat tempur F-16, sehubungan dengan apa yang berwenang memiliki tingkat kesamaan yang tinggi dengan F-16 memiliki proporsi tinggi (50%) komponen buatan Amerika. Pesawat dibuat dalam dua versi - TCB T-50 pesawat tempur ringan dan AT-50.

Yak 130 memiliki sistem keamanan yang lebih tinggi dari T-50, (mesin tunggal, katup udara tidak masuk, landing gear tidak disesuaikan dengan pilot untuk belajar mendarar dipermukaan yang kasar), jauh lebih kecil daripada sudut diperbolehkan serangan, konsumsi bahan bakar (mengkonsumsi 15-20% lebih besar dari Yak 130), serta jangkauan dan durasi penerbangan. Dari dimensi IFI T-50 memiliki kekurangan dari kabin Yak-130 bentuk campuran penyediaan informasi menghambat pengembangan lebih lanjut pesawat generasi 4 + dan 5G dengan prinsip modern membangun bidang cntrol taxi information.


Untuk aplikasi pelatihan tempur, Anda harus memiliki modifikasi-AT 50 dan prosedur non-standar untuk perawatan sistem di dalam pesawat terbang yang mempersulit perawatan pesawat tersebut. Selain itu, sebagian besar bagian buatan Amerika di pesawat tidak mengecualikan kemungkinan untuk memaksakan pembatasan pada pasokan pesawat, dalam kasus keputusan oleh pemerintah Amerika Serikat (semua peralatan dan aksesori Yak-130 buatan Rusia).

Beberapa keunggulan dari beberapa indikator, di seluruh pesawat T-50 memiliki sejumlah keterbatasan yang signifikan pada aplikasi ini sebagai pesawat latih, dan sebagai akibatnya, pada umumnya, lebih rendah ke Yak-130.



Pesawat FTC-2000

FTC-2000 (RRC) telah dikembangkan berdasarkan pesawat latih J-7 (MiG-21U, 50-ies. Pada penghujung abad 20. Kinerja dan operasional karakteristik pesawat dan mesin yang tidak memenuhi pesawat modern generasi 4. Saat ini, pesawat sudah ketinggalan jaman dan inferior ke Yak-130 untuk keamanan (mesin tunggal, katup udara masuk tidak ada, sistem keselamatan aktif, dan pembatasan penerbangan membatasi sudut serang), masalah dengan sistem ejeksi dan me-reset lampu.


Dia mengakui adanya-Yak 130 dengan kemampuan manuver (sudut maksimum serangan 16 derajat Lebih dari 2 kali lebih rendah dari pada-Yak 130.), Tidak memberikan pelatihan penuh pada pilot pesawat tempur generasi terbaru, kabin tetap tidak memenuhi pesawat modern. FTC-2000 masih memiliki pilihan kompetitif dengan UBS-L 15 untuk Angkatan Udara Cina, dan dia memiliki konsumsi bahan bakar pesawat yang tinggi dan sumber daya kinerja rendah dan biaya perawatan mesin yang melebihi Yak-130 lebih dari 2,5 kali.

Sumber: ARM EXPO


Selasa, 26 Oktober 2010

Pesawat Super Tucano Buatan Brasil Tempati Skuadron 21 Malang

0


MALANG--MICOM: Sebanyak 16 pesawat latih serang tempur Super Tucano A-29 buatan Brasil segera menggantikan pesawat tempur Oviten-10F Bronco buatan Amerika Serikat yang sudah di-grounded.

Komandan Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Abdul Rahman Saleh Malang, Marsekal Pertama Dwi Putranto menjawab pertanyaan Media Indonesia, Senin (25/10) malam mengatakan pesawat Super Tucano tersebut akan melengkapi alutsista TNI-AU di Skuadron 21 yang sebelumnya diisi OV-10F Bronco.

Sejauh ini persiapan sudah dilakukan. Tim dari negara asal produsen pesawat Super Tucano dalam waktu dekat segera datang ke Lanud Abdul Rahman Saleh guna melihat fasilitas yang ada.

Fasilitas yang akan dilihat itu di antaranya menyempurnakan hanggar dan parkir pesawat di Skuadron 21, serta menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. "Diharapkan pada 2011 sudah ada pembangunan fasilitas untuk 16 pesawat," tegasnya.

Ia menjelaskan pesawat Super Tocano memiliki kelebihan misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat atau memiliki keunggulan close air support udara ke darat dari jarak dekat.

Pesawat propeler mesin tunggal buatan Empresa Brasiliera de Aeronautica, Brasil, ini memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh, sehingga bisa diteruskan untuk misi penghancuran oleh pesawat tempur lainnya.

Setelah fasilitas disiapkan, maka langkah selanjutnya menyiapkan sumber daya manusia, termasuk pilot. Pilot-pilot yang akan menerbangkan Super Tocano sebelumnya dilatih di negara produsen yakni Brasil.

Sejauh ini pilot Oviten untuk sementara waktu selama grounded dibagi ke kesatuan. "Setelah Super Tocano datang, mereka akan ditarik kembali," tukasnya.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 02 Oktober 2010

Sukhoi Akan Diuji di Sangatta

0

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam unit pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki Indonesia akan diujikan kemampuanya pada Latihan Puncak Angkasa Yudha 2010 yang akan digelar pada 28 Oktober di Sangatta, Kalimantan Timur. Latihan puncak TNI AU dimana seluruh kekuatan akan digelar.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai menghadiri serah terima jabatan Penglima TNI, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (2/10/2010).

"Sukhoi sudah dipersenjatai, ketika latihan puncak Angkasa Yudha, Sukhoi akan mulai latihan menembak, air to ground," katanya dengan bangga.

Lebih lanjut, KSAU menjelaskan bahwa semua kekuatan TNI Angkatan Udara akan terlibat, selain Sukhoi juga F16, Hawk 109/209, F-5E Tiger dan KT I Wong Bee.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 01 Oktober 2010

KEMHAN RI UPAYAKAN ALIH TEKNOLOGI 'SUPER TUCANO'

0


Jakarta - Kementerian Pertahanan RI tengah mengupayakan adanya alih teknologi dalam pengadaan pesawat "Super Tucano EMB-314" yang akan menggantikan pesawat OV-10 Bronco TNI Angkatan Udara, kata Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto di Jakarta, Rabu.

Kepada ANTARA ia mengemukakan, klausul mengenai alih teknologi itu akan dimasukkan dalam kontrak pengadaan 16 unit "Super Tucano" bagi TNI Angkatan Udara. "Karena itu, masih memerlukan waktu agar kontraknya selesai dan pengadaan `Super Tucano` dapat segera dilaksanakan," ujar Eris.

Ia mengungkapkan, pihak Embraer Brasil sebagai produsen "Super Tucano" hanya mengizinkan PT DI untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan non aeronautika. Sedangkan Kemhan RI terutama PT DI menginginkan, Embraer memberikan ijin untuk pembuatan suku cadang pesawat.

"Dengan begitu, jika sewaktu-waktu TNI Angkatan Udara sebagai pengguna, memerlukan suku cadang pesawat akan lebih cepat dan murah. Tidak perlu kita harus menunggu lama. Ini yang masih kita negosiasikan. Setelah disepakati kedua pihak, baru kita masukkan dalam kontrak agar ada dasar hukum yang jelas dan tidak timbul masalah di waktu mendatang," kata Eris.

Ia menambahkan, pihaknya memahami kebutuhan TNI Angkatan Udara untuk segera mengganti pesawat OV-10 yang telah lama dihanggarkan namun Kementerian Pertahanan tidak mau gegabah. "Pemerintah telah menetapkan dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, harus menyertakan alih teknologi. Ini yang sedang diupayakan pula dalam pengadaan pesawat Super Tucano dan lainnya," ujar Eris menegaskan.

Sebelumnya, Asisten Perencanaan kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Ery Biatmoko mengatakan, dalam kurun waktu 2005-2024 TNI Angkatan Udara berencana mengganti sejumlah pesawat tempur dan angkut yang telah memasuki usia pakai 20-30 tahun, seperti OV-10 Bronco yang kini telah di-"grounded", Hawk MK-53, F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon. Untuk pengganti Hawk MK-53, maka Mabes TNI Angkatan Udara mengajukan tiga jenis pesawat yang sudah dicoba yakni T-50, Yak 130 dari Rusia dan L-159B dari Ceko.

Ia mengemukakan, pengadaan pengganti pesawat OV-10 Bronco sangat mendesak mengingat pesawat tempur taktis buatan North American Rockwell itu sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. "Kalau terlalu lama, kasihan adik-adik penerbang kita. Jadi, jika lebih cepat akan lebih baik. Kemampuan penerbang kita terjaga dan kesiapan operasional juga bertambah," kata Ery yang ditemui di tempat kerjanya.

Indonesia mulai menggunakan pesawat itu sejak 1976, dan terbukti efektif saat diterjunkan dalam operasi militer di Timor-Timor, Aceh dan Kalimantan Barat.

Kini aktivitas di Skuadron Udara 21 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, yang merupakan markas pesawat OV-10 Bronco, hanya sekadar memelihara pesawat-pesawat yang ada. Para pilot pesawat OV-1O Bronco kini memelihara kemampuan terbangnya dengan menjadi instruktur atau menjalani konversi ke jenis pesawat lain.

Sumber: DEPHAN


Senin, 27 September 2010

Pilot Alexander Supeli Meninggal Dunia

0



Jakarta - Alexander Supeli (54), pilot yang jatuh saat menerbangkan pesawat Super Decathlon PK-NZP di Bandara Husein Sastranegara akhirnya meninggal dunia. Dia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 05.31 WIB.

"Itu (meninggal) sudah diprediksi sebelumnya karena kondisinya dari kemarin terus kritis," kata Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dr Rudy Kadarsah, saat dihubungi detikcom, Senin (27/9/2/2010).

Rudi menjelaskan, dari kemarin organ tubuh Alexander terus menurun fungsinya, meskipun tim dokter telah berusaha maksimal malakukan penanganan. "Tim dokter sudah maksimal memberi penanganan khusus kepada pasien," imbuhnya.

Dia menambahkan, pembengkakan di tubuh Alexander hampir merata di sekujur tubuh akibat luka bakar. Inilah yang mengakibatkan korban gagal diselamatkan.

"Pokoknya dari kemarin kritis terus. Pembengkakan sudah di sekujur tubuhnya," ujarnya.

Saat ini, jenazah Alexander masih berada di ruang jenazah RSHS.

Sumber: DETIK




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin