Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

TNI AL Repowering 6 Kapal Perang

0

KRI Karel Sasuit Tubun

suarasurabaya.net| Sebanyak 6 kapal perang TNI AL akan di-repowering untuk kurangi beban biaya. Ke-6 kapal itu, diantaranya, kapal tempur buatan Belanda.

Satu diantara kapal yang sudah selesai di-repowering yakni KRI Karel Sasuit Tubun. Sementara KRI Oswot Siahaan dalam proses repowering. Repowering ini dalam upaya memperbarui kapal-kapal TNI AL yang sudah tua dan dianggap tidak layak dipakai beroperasi.

Laksamana AGUS SUHARTONO Panglima TNI AL seperti dilaporkan RANGGA reporter Suara Surabaya, Jumat (28/01), mengatakan repowering dilakukan pada kapal yang badannya bagus tapi daya dorongnya sudah buruk.

Ini disampaikan Laksamana AGUS SUHARTONO di sela sertijab jabatan komandan Jenderal Akademi TNI dari Letjen NONO SAMPURNO kepada Marsekal Pertama S ANDREAS di AAL Surabaya.

Kata Panglima TNI, prioritas repowering adalah kapal-kapal dari Belanda dan Jerman Barat. Untuk kapal-kapal yang dibeli dari Amerika pada tahun70-an akhir tidak digunakan lagi. Panglima TNI mengistilahkan dengan sebutan akan dilepas.

Repowering kapal dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Dengan repowering, penggunaan BBM pada kapal bisa dihemat. Panglima menambahkan biasanya 1 kapal bisa menghabiskan 50 ton solar, dengan pembaharuan hanya menggunakan 18-20 ton solar.

Repowering kapal ini melibatkan industri perkapalan dalam negeri seperti PT PAL, PT Pindad dan Industri Angkatan Laut. Industri dalam, dinilai Panglima, sudah baik. Selain kapal, sistem kendali persenjataan seperti rudal juga di-repowering. Khusus untuk rudal masih melakukan kerjasama dengan China dan Rusia.

Sumber: SUARA SURABAYA


Selasa, 25 Januari 2011

TNI AL Akan Uji Persenjataan Strategisnya

0


Rudal Yakhont Dipasang di KRI Oswald Siahaan-354.


Metrotvnews.com, Jakarta: TNI Angkatan Laut akan menguji sejumlah persenjataan strategisnya. Seperti peluru kendali untuk memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan dan personel matra laut dalam mengantisipasi berbagai ancaman sesuai perkembangan lingkungan strategis yang terjadi.

"Uji persenjataan itu dimaksudkan untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan, perawatan, perbaikan yang efektif guna mencapai kesiapsiagaan yang optimal," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di sela-sela rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut (KSAL) 2011 di Jakarta, Selasa (25/1).

Ia menambahkan, salah satu persenjataan strategis yang akan diuji adalah peluru kendali Yakhont buatan Rusia. Beberapa kehandalan Yakhont yang tidak dimiliki rudal antipermukaan TNI-AL sebelumnya adalah Yakhont mempunyai kecepatan maksimum hingga 2,5 Mach. Ditambah lagi Yakhont punya jangkauan tembak sangat jauh, tak tanggung-tanggung 300 kilometer.

"Dua kemampuan tadi yang hingga kini belum dimiliki jajaran rudal antikapal TNI-AL. Yakhont dapat ditembakan dari Surabaya ke sasaran di Yogyakarta," ungkap Kasal.

Seperti diketahui TNI-AL mempunyai rudal Exocet MM30/40, Harpoon dan C802. Tapi di balik itu, Yakhont mempunyai bobot dan dimensi yang terbilang bongsor di kelasnya. Harga satu unit Yakhont ditaksir sekitar 1,2 juta dolar AS.

Saat ini 16 KRI sudah dipasang rudal Yakhont yaitu enam pada kapal jenis fregat dan 10 di kapal perang Korvet. Masing-masing Fregat dipasang delapan unit Yakhont, sedangkan Korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

KSAL menambahkan, sasaran tembak dari uji coba sejumlah persenjataan strategis itu adalah kapal perang yang tidak lagi digunakan. Uji coba akan dilaksanakan di Samudra Indonesia pada Februari.

Pada kesempatan yang sama, KSAL mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Kementerian Pertahanan terkait pengadaan dua kapal selam baru yang telah direncanakan sejak lama.

"Kita telah menyampaikan spesifikasi teknik dan spesifikasi operasional kapal selam yang kami butuhkan. Sekarang prosesnya masih di Kementerian Pertahanan. Di sana akan dibahas lagi di Tim Evaluasi Pengadaan yang akan menentukan kapal selam jenis apa yang akan dibeli dan digunakan TNI Angkatan Laut. Apapun yang diberikan kami terima," kata Soeparno.

Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar Amerika Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

"Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga," kata KSAL.

Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Prancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan yaitu Korea Selatan dan Rusia.

Rencananya, dari dua pilihan itu akan diuji kembali, mana spesifikasi kapal selam yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut oleh Kementerian Pertahanan.

Sumber: METRO TV


Wuih! Misil Supersonik Masuk Jajaran Persenjataan KRI

2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Mulai 2011, TNI AL makin percaya diri dengan masuknya misil Yakhont di jajaran persenjataan KRI. Yakhont, yang dipasang di KRI Oswald Siahaan 354, tidak asing lagi di dunia maritim internasional. Misil antikapal berkecepatan supersonik buatan Rusia ini memiliki daya jelajah hingga 300 kilometer.

Uji coba penembakan Yakhont akan dilakukan tahun ini. "Nanti kita coba. Ini sedang persiapan," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana (TNI) Soeparno, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Ia tak menyebut tanggal pastinya. Menurut dia, misil Yakhont bisa menembak sasaran di Yogyakarta dari Surabaya.

Misil ini memiliki kemampuan yang tak dimiliki misil lain, yakni kecepatan maksimum 2,5 Mach. Menurut Wikipedia, Yakhont digunakan tiga negara: Rusia, Vietnam, dan Indonesia. Rusia juga akan menjual Yakhont ke Suriah.

Soeparno mengatakan sasaran ujicoba Yakhnot adalah KRI tua buatan Amerika Serikat. Untuk pemusnahan itu, TNI AL perlu mendapat izin dari AS. "Sasarannya sudah disetujui oleh AS. Jadi, sasarannya adalah satu kapal yang dihapus," katanya.

Asisten Perencanaan KSAL, Laksamana Muda (TNI) Among Margono, mengatakan Yakhont merupakan misil strategis. "Untuk membeli saja melalui tujuh instansi di Rusia dan harus dengan persetujuan Presiden Rusia," katanya.

Sumber: REPUBLIKA


Jumat, 21 Januari 2011

2 WNI Berhasil Diselamatkan Pasukan Korsel

0

Seoul - Pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) telah berhasil menyelamatkan 21 pelaut termasuk 2 WNI yang disandera para bajak laut Somalia pekan lalu. Kapal kargo mereka yang dibajak juga berhasil direbut kembali.

Dalam operasi itu, delapan bajak laut tewas. Presiden Korsel Lee Myung-bak pun memuji keberhasilan operasi penyelamatan tersebut.

"Militer kami telah melakukan operasi tersebut dengan sangat baik di bawah situasi yang sulit. Saya menghargai itu dan mengirimkan pesan dukungan," tutur Lee dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi Korsel dan diberitakan kantor berita resmi Korsel, Yonhap, Jumat (21/1/2011).

Operasi ini mengakhiri misi pasukan Korsel di Laut Arab yang dimulai awal pekan ini. Dalam misi penyelamatan itu, kapal penghancur Korsel, Choi Young beserta sekitar 300 prajurit khusus SEAL dilibatkan untuk mengejar kapal Samho Jewelry yang dibajak tersebut.

"Pasukan khusus kami menyerbu kapal Samho Jewelry yang dibajak pagi tadi dan membebaskan semua sandera," kata Letjen Lee Seong-ho, kepala operasi tempur untuk Kepala Staf Gabungan Korsel.

"Dalam operasi, pasukan kami menewaskan beberapa pembajak Somalia dan seluruh sandera dikonfirmasikan selamat," ujar pejabat militer Korsel itu kepada para wartawan.

Diimbuhkan Lee, pasukan Korsel menangkap hidup-hidup lima pembajak Somalia. Keseluruhan ada 13 pembajak di atas kapal Samho Jewelry seberat 11.500 ton tersebut.

"Operasi ini meunjukkan tekad kuat pemerintah kita bahwa kita tak akan lagi mentolerir aktivitas ilegal oleh para pembajak," tandas Lee.

Dikatakan Lee, nakhoda kapal mengalami luka tembak di perutnya selama operasi penyelamatan. Namun kondisinya tidak membahayakan.

Kapal Samho Jewelry dibajak pada Sabtu, 15 Januari lalu di Laut Arab saat dalam perjalanan menuju Sri Lanka dari Uni Emirat Arab. Kapal tersebut mengangkut bahan-bahan kimia. Kapak tersebut membawa 21 kru yang terdiri dari delapan warga Korsel, dua WNI dan 11 warga Myanmar.

Sumber: DETIK


Selasa, 11 Januari 2011

Belasan Marinir Jaga Pelabuhan Benoa

0

ist

DENPASAR--MICOM: Belasan anggota Marinir dari Lanal Denpasar saat ini disiagakan di Pelabuhan Benoa Bali. Ini dilakukan untuk melakukan pengawalan terhadap sebuah kapal perang milik Pemerintahan Australia yang saat ini sedang merapat di Pelabuhan Benoa.

Pengawalan terhadap kapal perang milik Australia tersebut akan dilakukan selama berada di Denpasar dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Danlanal Denpasar Letkol Plt Wayan Suarjaya, kapal perang Australia yang bernama HMAF Broome itu dinahkodai kapten wanita bernama Lieutenant Kylie Crew. Kapal tersebut sudah berada di Bali sejak Senin (10/1), dalam rangka misi logistik dan kunjungan wisata.

Awak kapal jenis patroli merapat ke Dermaga Selatan Pelabuhan Benoa Denpasar diterima langsung Danlanal Denpasar Letkol Wayan Suarjaya. "Kapal perang Australia ini dalam rangka logistic visit dan wisata, pada 13 Januari sudah kembali ke Darwin," ucap Suarjaya.

Menurut Suarjaya, kehadiran kapal dengan panjang 56,8 meter dan lebar 9,7 meter tersebut sama sekali tidak mengganggu aktivitas Pelabuhan Benoa umumnya. Kapal yang dilengkapi senjata ringan itu mengangkut 23 orang kru, lima orang perwira dan 18 anggota tentara.

Rencananya, pada Rabu (12/1), rombongan Kapal Perang itu akan melakukan kunjungan ke Markas Pangkalan TNI AL Denpasar. "Tidak ada agenda khusus lainnya karena hanya merupakan silaturahmi biasa di Korps Angkatan Laut Indonesia," ujarnya.

Pada Kamis (13/1) sekitar pukul 10.00 WITA rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Darwin, Australia.

Selama mereka di Bali pasukan TNI AL disiagakan di sekitar Pelabuhan Benoa, Denpasar, guna mengamankan kru dan kapal.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Selasa, 04 Januari 2011

TNI Minta PT PAL Tuntaskan Pesanan Kapal

0


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menerima pimpinan PT PAL di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (4/1). Pertemuan itu dilakukan untuk membahas perkembangan pembuatan kapal-kapal TNI oleh PT PAL.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT PAL Harsusanto melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan terkait pembuatan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dan Landing Platform Dock (LDP). Panglima TNI merupakan pihak pengguna kapal-kapal yang dibangun oleh PT PAL itu.

Menanggapi laporan PT PAL itu, Panglima TNI mengharapkan PT PAL memerhatikan ketepatan waktu penyelesaian kapal-kapal tersebut, sehingga dapat menaikkan kredibilitas PT PAL sebagai perusahaan industri strategis nasional.

Dalam keterangan pers tertulis, Panglima TNI pada pertemuan itu didampingi Aslog Mayjen (TNI) Hari Krisnomo, Asrenum Marsda (TNI) Amirullah Amin dan Kapuspen (TNI) Laksda TNI Iskandar Sitompul.

Sumber: YAHOO


Jumat, 31 Desember 2010

RASEX ANTARA KRI FRANS KAISIEPO-368 DAN BNS OSMAN F18

0



Maritime Interdiction Operation (MIO) yang dilaksanakan oleh MTF – UNIFIL di laut Mediterranean wilayah Lebanon merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan mandate United Nations Security Council Resolution 1701 dan 1884 menuntut tidak hanya tingkat kehadiran kapal/unsur yang tinggi namun juga endurance operasi di laut yang lebih lama. Endurance di laut merupakan suatu keterbatasan bagi TG 448.3 yang terdiri atas kapal-kapal yang berukuran kecil (patrol boat), terlebih dikaitkan dengan seringnya cuaca buruk selama musim dingin yang menyebabkan kapal-kapal kecil tersebut sering melaksanakan sheltering (berlindung dari cuaca buruk). Hal tersebut selanjutnya mendorong TG 448.1 yang terdiri atas kapal-kapal besar (frigate dan corvette) dengan sustainability terhadap sea state yang lebih baik untuk memperpanjang durasi patroli guna mengisi kekosongan di AMO (Area of Maritime Operation). Untuk merespons tuntutan tersebut pada tanggal 29 Desember 2010 dilaksanakan Serial RASEX (Replenisment At Sea) antara KRI FKO-368 dan BNS Osman F18.

UNREP/RAS (Underway Replenishment/Replenisment At Sea) adalah suatu metode pembekalan bagi unsur di laut yang memungkinkan suatu unsur ataupun gugus tugas untuk tetap berada di laut dalam jangka waktu yang lama untuk mendukung pelaksanaan operasi. Dalam Serial Latihan RASEX tersebut KRI FKO-368 bertindak selaku OCS (Officer Conducting Exercise) yang mengendalikan latihan yang berlangsung di Zone 1 North – AMO. Mengingat sifat ancaman terbesar yang mungkin terjadi selama pelaksanaan RAS adalah ancaman udara, maka latihan diawali dengan meningkatkan meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udara (Peran Tempur Bahaya Udara). Latihan RAS sendiri di kalangan Navy di seluruh dunia merupakan salah satu serial latihan yang menarik dan cukup menantang mengingat sifat pembekalan di laut yang dilaksanakan dengan kondisi kapal pemberi (delivering ship) dan penerima (receiving ship) dalam keadaan berjalan (underway) sehingga membutuhkan suatu tingkat kecakapan seamanship dan kerja sama tim, baik intern kapal maupun dengan kapal counterpart. Melalui latihan tersebut dapat tercermin team work dan profesionalisme, mulai dari ship handling saat approach maneuver, kecakapan Tim RAS sampai dengan disiplin suatu kapal, demikian dijelaskan oleh Komandan KRI FKO-368 Letkol Wasis Priyono. Latihan tersebut juga dimanfaatkan untuk dokumentasi/pengambilan gambar yang dilaksanakan dengan dukungan Call Sign Garuda (Heli BO-105) yang diawaki oleh Kapten Laut (P) Adolf Alex Jambormias, Co-Pilot Lettu Laut (P) Erich Yuliatirta dengan didampingi Pasintel Kapten Laut (P) Bambang Subeno dan Kadiv PAA Kapten Laut (P) Fuad Hasan serta teknisi Sertu Mes Giat Supryanto.

Dalam latihan yang berlangsung selama 2 jam tersebut Komandan KRI FKO-368 dan BNS Osman menyampaikan apresiasi dan penilaian positif terhadap pelaksanaan latihan tersebut. Selain dapat memelihara dan meningkatkan profesionalisme dan team work prajurit pengawak kapal, diharapkan Serial Latihan RASEX ini dapat meningkatkan mutual cooperation dan relationship diantara unsur-unsur yang tergabung dalam MTF/Unifil Lebanon.

Sumber: TNI AL


Kamis, 30 Desember 2010

200 Personel Kapal Perang China Kunjungi KRI Tanjung Nusanive-973

0

JAKARTA (Pos Kota) – Personel 3 kapal perang Angkatan Laut China yang tergabung dalam Satgas Chinese Navy Task Force (CNTF) berjumlah 200 personel melaksanakan kunjungan ke Kapal perang TNI AL KRI Tanjung Nusanive-973 di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta.kemarin ,

Para personel yang berkunjung tersebut adalah personel yang mengawaki kapal perang Angkatan laut China dari ABK kapal perang LPD 998, DDG 170 dan AOE 887, melaksanakan kunjungan ke Indonesia sandar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Kunjungan angkatan laut China yang tergabung dalam satgas CNTF dengan perwira tertua Senior Capt Chen Lin selaku Wadan satgas CNTF didampingi Perwakilan Athase Pertahanan China untuk Indonesia Major Chong. diterima secara langsung oleh Komandan KRI Tanjung Nusanive-973 Letkol laut (P) Heri Widodo didampingi beberapa perwira di Ball room KRI Tanjung Nusanive-973.

Dalam kesempatan tersebut didepan personel Angkatan laut China , Komandan KRI Letkol laut (P) Heri Widodo menyampaikan selamat datang di kapal perang TNI AL KRI Tanjung Nusanive-973, salah satu unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut disampaikan paparan secara garis besar tentang KRI Tanjung Nusanive-973 sebagai kapal perang jenis bantu angkut personel yang bertugas melaksanakan angkutan laut militer dalam rangka melaksanakan tugas pokok Kolinlamil.

Selain itu disampaikan beberapa spesifikasi kapal perang dan jumlah personel yang mengawaki mulai dari tingakat perwira, bintara dan tamtama.

Usai kegiatan pengenalan kapal perang tersebut para tamu personel angkatan laut China diberikan kesempatan berkeliling ke ruang –ruang kapal dengan dipandu oleh para ABK KRI untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas dan peralatan yang dimiliki kapal perang KRI Tanjung Nusanive-973.

Para ABK KRI Tanjung Nusanive-973 maupun ABK Kapal perang China menggunakan kesempatan ini sebagai sarana untuk lebih mengenal dan sekaligus berdialok tukar-menukar pengalaman sebagai prajurit angkatan laut.

Sementara itu Senior Capt Chen Lin selaku Wadan satgas CNTF didampingi Perwakilan Athase Pertahanan China untuk Indonesia Major Chong dan beberapa perwira mengadakan ramah-tamah dengan Komandan KRI Tanjung Nusanive-973 Letkol Laut (P) Heri Widodo didampingi beberapa perwira KRI di Long Room Perwira.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan tukar menukar Cindera Mata Komandan KRI dengan Wadan satgas CNTF .dan dilanjutkan dengan membuat foto-foto para ABK kedua Negara di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Sumber: POS KOTA


Senin, 20 Desember 2010

AIR VIOLATION DI WILAYAH UDARA LEBANON DALAM PANTAUAN RADAR UDARA KRI FRANS KAISIEPO-368

0

KRI FRANS KAISIEPO-368

PUSPEN TNI (20/12),- Air Operation Branch dalam struktur Force Head Quarter UNIFIL merupakan salah satu branch/bagian/staf UNIFIL yang berada langsung di bawah DCOS (Deputy Chief Of Staf) OPS yang memiliki spesialisasi keahlian bidang operasi udara yang bertanggung jawab memberikan analisa dan saran/masukan tentang seluruh kegiatan yang berkaitan dengan operasi udara UNIFIL maupun kajian/analisa gambaran situasi udara yang diperoleh UNIFIL.

Sedangkan pelaksana FC (Force Commander) yang memegang tactical control terhadap aset udara UNIFIL berada pada AOC (Air Operation Centre). AOC yang merupakan (gabungan) civil-military cell inilah yang melaksanakan tugas sebagai co-ordinating agency otorisasi penerbangan UNIFIL dengan otoritas penerbangan Lebanon maupun Israel di dalam Joint Operation Area (JOA) sekaligus mengkoordinir maritime air activities dengan Naval Operations Center (NOC).

Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Air Operation Branch dan AOC ini tentunya membutuhkan dukungan sensor udara yang dapat memantau situasi udara di JOA, khususnya berkaitan dengan air violation di wilayah udara Lebanon yang merupakan salah satu perhatian utama Air Ops Branch.

Keterbatasan kemampuan aset radar udara yang mampu memonitor air violation merupakan salah satu kendala yang dihadapi Air Ops Branch untuk merespon laporan/klaim air violation dari salah satu pihak yang bertikai maupun melaporkan hasil analisanya kepada DCOS OPS di Naquora.

Sejak ITS Borsini (Italian Frigate) Outchop (selesai penugasan) setahun yang lalu, praktis aset radar udara yang dapat diandalkan UNIFIL saat ini adalah radar udara milik Quick Reaction Force (QRF) Air Defense Asset (ADA) dari French Contingent dengan kemampuan deteksi kontak udara 30 Km dengan ketinggian maksimal 17.000 feet. Kemampuan deteksi ini tentunya cukup kesulitan dihadapkan dengan pola penerbangan pelaku air violation yang menggunakan pesawat modern mulai dari pesawat fighter, pengintai sampai dengan UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Untuk mengatasi hal tersebut Chief of Air Operation Branch Colonel Picarielo (Italian Air Force) dengan didampingi salah satu stafnya Captain Steven (French Air Force) melaksanakan kunjungan ke Frans Kaisiepo-368 pada tanggal 18 Desember 2010 guna melaksanakan rapat koordinasi. Dalam kesempatan tersebut Chief Air Operation menyampaikan keterbatasan kemampuan aset radar udara QRF-ADA dan secara khusus meminta dukungan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 untuk membantu mengawasi air violation yang cukup sering terjadi di JOA.

Walaupun hal ini merupakan sebuah tugas tambahan bagi KRI Frans Kaisiepo-368 selaku unsur UNIFIL-MTF, namun hal tersebut bukanlah suatu hal sederhana mengingat air violation merupakan issue sensitive sehingga menuntut adanya data (gambaran/plotting udara) yang lengkap dengan akurasi tinggi mulai dari waktu-durasi, pergerakan (haluan-kecepatan) sampai dengan ketinggian kontak udara. Melalui data tersebut Air Operation Branch menganalisa jenis pesawat dan misinya untuk dilaporkan ke DCOS OPS untuk selanjutnya diteruskan ke FC, demikian penjelasan Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST. Seperti diketahui KRI Frans Kaisiepo-368 dilengkapi dengan Radar MW-08 Medium Range Multi Beam Air and Surface Surveillance, Target Acquistion and Tracking Radar buatan Thales Netherland.

Radar modern tersebut memiliki kemampuan 3D (baca 3 Dimensi), mampu memberikan data informasi baringan, jarak dan ketinggian untuk mendeteksi 160 kontak udara secara bersamaan sampai dengan jarak 92 Km. Pertemuan yang berlangsung selama 3 jam di Lounge Room Perwira KRI Frans Kaisiepo-368 tersebut juga dimanfaatkan Chief Air Operation untuk bertukar pikiran dengan Kadepops Kapten Laut (P) Hendriman Putra dan Kadiv Peperangan Atas Air KRI Frans Kaisiepo-368 tentang kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tugas UNIFIL - Air Ops Branch maupun AOC serta analisa beberapa data air violation yang telah diperoleh KRI Frans Kaisiepo-368 sebelumnya.

Perwira Senior dari Italian Air Force tersebut berharap kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 mampu melengkapi gambaran situasi udara yang diperoleh dari QRF-ADA. Harapan tersebut menegaskan pengakuan dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam mengemban tugas yang menuntut profesionalisme prajurit pengawak dan kemampuan peralatan yang dimiliki salah satu unsur TNI AL/Satkor Koarmatim dalam melaksanakan tugas internasional selaku (UNIFIL-MTF) Peace keeping Force di laut. Hal ini tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri dimana selanjutnya diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Sumber: TNI


PAL Optimis Bisa Membuat PKR Buat TNI AL

0

Desain PKR Buatan PAL & Damen.

SURABAYA (Suara Karya): PT PAL Indonesia optimistis bisa menuntaskan pesanan pembangunan kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR) milik TNI. Kapal senilai 220 juta dolar AS ini diharapkan bisa semakin memperkuat TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan bangsa. Menurut Dirut PAL Indonesia Harsusanto, saat ini proses pembuatan kapal perang jenis itu sudah dalam tafap finalisasi kontrak antara Kementerian Pertahanan dengan DSMS Belanda serta antara DSMS dan PAL Indonesia. Dalam hal ini, PAL berharap, kapal yang dikerjakan bersama dengan perusahaan galangan kapal asal Belanda ini bisa dioperasikan pada 2014 mendatang.

Meski hampir mendekati final, menurut Harsusanto, namun dari segi konsep masih ada kendala di antara dua perusahaan galangan kapal tersebut. Masing-masing perusahaan merasa memiliki pengalaman dan kemampuan sendiri-sendiri. "Kita sedang menggabungkan perbedaan ini, karena kita yang sudah membangun 400 kapal juga merasa memiliki kemampuan. Sama seperti mereka," katanya. Sejumlah kalangan menghendaki agar pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bisa dibuat di dalam negeri.

Sumber: SUARA KARYA


Pembuatan Proyek KFX dan PKR Akan Dimulai Pada Tahun 2011

0

Proyek KFX Merupakan Kerjasama MoU Korsel Dan Indonesia.

PKR Kerjasama PAL Indonesia Bersama Damen Belanda.

Proyek pembuatan jet tempur dengan Korea Selatan dan pembangunan kapal perang jenis korvet dengan Belanda dimulai pada tahun 2011. Juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Silmy Karim, dalam jumpa pers di Jakarta, akhir pekan lalu, menjelaskan, prototipe pesawat tempur mulai dikembangkan bersama pada tahun depan dan peletakan lunas kapal perang jenis korvet juga dilakukan tahun depan. ”Ini merupakan proyek jangka panjang. Prototipe pesawat tempur diperkirakan selesai dalam 10 tahun dan dapat menjawab kebutuhan persenjataan Indonesia,” kata Silmy

Sumber: KOMPAS


Kamis, 16 Desember 2010

TNI AL Berkomitmen Bangun Kekuatan

0

Tank Amphibi BMP 3F Milik Marinir TNI AL

Liputan6.com, Jakarta: Usai penyerahan 17 unit tank amfibi dari Rusia kepada Indonesia, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut atau TNI AL berkomitmen membangun kekuatan militer baik berupa kapal perang Republik Indonesia atau KRI hingga kendaraan tempur taktis. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL atau Kadispenal Kolonel Laut (S) Tri Prasodjo di Jakarta, Rabu (15/12).

Dalam kunjungannya ke SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Tri menjelaskan pemerintah akan membeli kendaraan tempur sesuai kebutuhan saat ini tanpa mengkhususkan produk negara tertentu. Bahkan, ia menambahkan, TNI AL berupaya menjalin kerja sama dengan produsen dalam negeri guna memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata atau alutsista. Beberapa perusahaan pelat merah seperti PT Penataran Angkatan Laut atau atau PAL Indonesia dan beberapa perusahaan swasta lainnya diyakini mampu menanganinya.

Ketika ditanya mengenai masalah perbatasan dengan Malaysia, Tri mengungkapkan, masalah itu sedang tim gabungan beberapa instansi Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan dan beberapa petinggi TNI-Polri. Meski begitu, mantan Paban IV Progar Staf Perencanaan dan Anggaran Angkatan Laut (Srenal) itu menyatakan TNI tetap berkomiten menjaga kesatuan wilayah RI.

"Itu adalah urusan negara, tugas pokok TNI AL menjaga adalah kedaulatan negara," ujar Tri.

Untuk diketahui, Tri diangkat menjadi Kadispenal sejak awal Desember lalu, Ia menggantikan Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara yang kini mengemban jabatan baru sebagai Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat.

Sumber: YAHOO


Selasa, 14 Desember 2010

TNI AL Amankan Kapal Ikan Thailand di Natuna

0

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut mengamankan dua kapal ikan Thailand yang tengah menangkap ikan secara tidak sah (ilegal) di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Selasa.

Juru bicara TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (S) Tri Prasodjo mengatakan, kedua kapal ikan itu masing-masing Kapal Motor (KM) Jitruangporn 7 dan KM Karuna Samut.

"Keduanya ditangkap oleh Kapal Perang RI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 yang sedang melaksanakan operasi laut dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Ia mengungkapkan, KM Jitruangporn 7 berbobot 80 ton, dinakhodai Tarasi, diawaki delapan orang yang seluruhnya berkewarganegaraan Thailand, serta telah berhasil menangkap kurang lebih satu ton ikan campuran.

"Satu ton ikan itu, ditemukan di dalam palka kapal," kata Tri.

Sementara itu, KM Karuna Samut dari perusahaan yang sama, berbobot 80 ton, dinakhodai Padid, diawaki delapan orang warga negara Thailand telah berhasil menangkap ikan campuran kurang lebih tiga ton yang disimpan pula di palka kapal.

"Kedua kapal ikan asing tersebut berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan melakukan penangkapan ikan tidak dilengkapi dokumen pada saat diperiksa sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujar Tri.

Ia menambahkan, kedua kapal beserta 18 orang warga negara Thailand dan sejumlah barang bukti lainnya dikawal ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya.

Kapal Ikan Indonesia

Sementara itu, KRI Kalahitam-828 yang mengamankan laut sehari-hari di perairan Kepulauan Riau berhasil menangkap kapal berbendera Indonesia "KM Muara Harapan" di Selat Riau karena mengangkut berbagai jenis barang, diantaranya semen 575 ton tidak sesuai ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

Kapal yang dinahkodai Abdul Rahim tersebut tidak dilengkapi Surat Kecakapan Nakhoda, anak buah kapal, tidak memiliki Surat Perjanjian Kerja Laut, Surat Ijin Berlayar dan sejumlah persyaratan lainnya demi keamanan dan keselamatan kapal serta muatannya.

Atas tindakan itu, kapal yang berawak delapan orang digiring ke Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Kepulauan Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Sedangkan KRI Wiratno-879 yang beroperasi di Laut Sulawesi menangkap KM Wahyu karena diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi. Pada saat pemeriksaan di atas kapan juga ditemukan keberadaan PPNS BPH Migas yang tidak masuk dalam daftar manives kapal.

KM Wahyu berbobot 91 ton yang dinakhodai Octo S. Hamel dan diawaki 30 orang itu selanjutnya dikawal ke Lantamal VIII Manado untuk proses hukum selanjutnya.

Tri Prasodjo menegaskan, unsur-unsur operasional TNI Angkatan Laut senantiasa bertindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan dan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

"Justru cuaca sangat buruk seperti sekarang ini, kapal perang TNI Angkatan Laut meningkatkan intensitas kehadirannya di laut selain melaksanakan penegakan kedaulatan dan hukum juga untuk pengamanan pelayaran dan SAR.

Sumber: ANTARA


Senin, 13 Desember 2010

Empat KRI Amankan Kunjungan Wapres

0

KRI Yos Sudarso

SEBATIK, KOMPAS.com - Sehari menjelang kedatangan Wakil Presiden Boediono, Selasa (14/12/2010) siang besok, perairan Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim), diamankan oleh empat Kapal RI. Empat KRI itu adalah KRI Wiratno, KRI Tedung Selar, KRI Yos Sudarso, dan KRI Iskandar Muda.

Keempat KRI itu bersiaga penuh di perairan Karang Unarang, Pulau Sebatik, yang berhadapan dengan perairan Malaysia. Di salah satu KRI itu terdapat Panglima Armada Timur, yang besok direncanakan akan memberikan paparan mengenai Gugus Tempur Laut Armada Timur di Pos TNI AL Sungai Nyamuk kepada Wapres.

Selain pengamanan di laut, kunjungan Wapres Boediono juga akan dijaga ketat oleh personel TNI dan Polri sebanyak 752 orang serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan.

Selain akan berdialog dengan siswa-siswa dan kalangan tokoh di Pulau Sebatik di Pondok Pesantren Mutiara Bangsa, Wapres juga akan Patok III H Kuning Sei Panjang, serta mengunjungi Pos Pengamanan Perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltim.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 11 Desember 2010

Kapal Perang Rusia Berkunjung ke Srilanka

0

VLADIVOSTOK--MICOM: Satuan gugus tugas Armada Pasifik yang dipimpin oleh kapal perusak Laksamana Vinogradov Sabtu (11/12), menyelesaikan kunjungan tiga hari ke Srilanka dan meneruskan perjalanan ke Teluk Aden untuk memerangi pembajakan laut di wilayah tersebut.

Kunjungan ke pelabuhan Kolombo bertepatan dengan ulang tahun ke-60 Angkatan Laut Srilanka. "Selama kunjungan persahabatan para pelaut Rusia mengunjungi kantor wali kota dan beberapa fasilitas militer," kata juru bicara Armada Pasifik Rusia. Destroyer Admiral Vinogradov mengawal misi tersebut dengan kapal penyelamat dan tanker Pechenga.

Gugus tugas itu adalah untuk menggantikan kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal perusak Armada Utara kelas Admiral Levchenko Udaloy yang dipandu-rudal. Kelompok, yang juga termasuk kapal tanker Olekma dan SB-36 kapal tunda dari Armada Laut Hitam Rusia itu, tiba di Teluk Aden pada 3 Juli.

Angkatan Laut Rusia telah mempertahankan kehadirannya di lepas pantai Tanduk Afrika sejak Oktober 2008, dengan kapal perang yang beroperasi secara rotasi.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Minggu, 05 Desember 2010

Menhan: Indonesia Akan Beli 24 Unit Bell 412EP Dan 16 Unit Pesawat Latih

0

T-50 Buatan KAI Korea Selatan merupakan Pesawat Latih Dan Pesawat Tempur Ringan.

JAKARTA, Niat Indonesia untuk melakukan pemesanan terhadap pesawat tempur latih dan tertarik dalam memperluas armada pesawat tempur, helikopter dan pesawat angkutnya. Menteri pertahanan
Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, tiga kandidat pesawat tempur latih Korea Selatan, Rusia dan Republik Ceko, yaitu T-50, Yakovlev Yak-130 dan Vodochody Aero L-159. Purnomo mengatakan kepada AVIATION WEEK bahwa keputusan dibuat dengan cepat dan Indonesia menyediakan 16 pesawat, cukup untuk satu skuadron. "Hal ini sudah dalam tahap akhir," katanya, tanpa mencatat jangka waktu tertentu.

"Kami mencari pesawat yang dapat digunakan untuk pelatihan dan sebagai pesawat tempur serang ringan," katanya. " Fighter yang baik untuk mencegat pesawat ringan yang melintasi wilayah NKRI tanpa pemberitahuan sebelumnya." Indonesia membutuhkan pesawat tempur latih karena sebagian pesawat BAE hawks sudah digrounded, Purnomo mengatakan, Indonesia sangat mengalami kesulitan untuk mendapatkan suku cadang dan peralatan untuk Hawks. "Untuk meningkatkan hubungan, saya(purnomo) menegaskan bahwa Presiden BAE, berjanji akan melakukan pengadaan suku cadang dan peralatan untuk hawks." katanya, bila tidak ada perbaikan suku cadang dan peralatan maka Indonesia akan menggrounded hawks secara bertahap.

Korea Selatan mungkin akan memimpin dalam kompetisi untuk pengadaan pesawat tempur latih untuk TNI AU karena kedekatan hubungan strategis dengan Indonesia. "TNI AU sebagai pengguna pesawat tempur sedang melakukan pengkajian dan membuat evaluasi teknis untuk pesawat tempur latih tersebut" kata Purnomo.tetapi apabila AU telah membuat pemilihan pesawat yang terbaik.maka proposal akan diajukan ke markas besar TNI untuk disetujui,dan kemudian diserahkan kepada departemen pertahanan"katanya. Menhan "mengerti apa yang dibutuhkan oleh pemerintah," tambahnya".

Indonesia dan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juli untuk mengembangkan sebuah pesawat tempur baru, KF-X, dimana PT DI ikut dilibatkan untuk memproduksi pesawat tempur tersebut. Purnomo mengatakan Indonesia ingin mulai memasukkan pesawat tempur KF-X dalam armada TNI AU pada tahun 2025 untuk mengantikan pesawat tempur F-16.

Tetapi dalam jangka pendek, Indonesia bisa mengambil keuntungan dari Lockheed Martin. "Kita mempunyai anggaran untuk membeli F-16 tipe terbaru atau menerima hibah f-16", kata Purnomo. "dengan menggunakan F-16 kita dapat mengupgrade sendiri (dengan bantuan luar negeri),yang membuat kami menjadi tertarik." Tetapi jika Indonesia menerima hibah F-16, maka harus memperhitungkan lifetime pesawat tempur tersebut. Indonesia telah memiliki F-16 A / B Blok 15 dan Purnomo menegaskan bahwa Indonesia ingin upgrade F-16.

Sekarang Amerika Serikat mencabut embargo atas Indonesia, tetapi ada beberapa masalah teknis yang akan terus kita kaji. Purnomo mengatakan Indonesia dapat mengupgrade F-16 dari perusahan non-AS karena "Ada Turki. Mereka memiliki armada terbesar F-16 setelah Amerika Serikat, "katanya.

Bell Helicopter dan Eurocopter baru-baru ini menerima tawaran melalui kerjasama dengan produsen pesawat PT DI, Karena PT DI bisa membantu dalam memproduksi helikopter. Purnomo mengatakan TNI baru-baru ini menandatangani kontrak dengan PT DI untuk pengadaaan 24 helikopter Bell 412EP. Ia juga mengatakan TNI AU juga membeli helikopter AS332 Super Puma, yang dibuat oleh PT DI.

Indonesia dalam waktu dekat juga membutuhkan helikopter untuk ditempatkan di korvet AL,heli ini jg dapat digunakan untuk peperangan anti kapal selam. 4 kapal korvet sigma buatan belanda yang telah dibeli baru baru ini,dan juga kapal korvet kelima yang dalam pengerjaan di PAL Surabaya.

Untuk kedepannya maka akan diadakan pembelian pesawat tempur Sukhoi. Indonesia telah mempunyai 10 pesawat tempur Sukhoi dan purnomo mengatakan pemerintah berencana membeli 6 lagi sehingga jumlahnya akan menjadi satu skadron.

Dalam hal transpor militer,upgrade model C130 yang sudah menua masuk dalam daftar belanja. Pemerintah juga berencana untuk membeli CN 235 dari PTDI serta mencari dan menggantikan psawat F 27 yang sudah tua dengan EADS CASA CN 295 dalam tender.

Sumber: AVIATION WEEK/MIK


Kamis, 02 Desember 2010

KRI FRANS KAISIEPO-368 SEBAGAI FORCE PROTECTION COMMAND

0



KRI FRANS KAISIEPO-368 SEBAGAI FORCE PROTECTION COMMANDER DALAM PENGAMANAN TRIPARTITE MEETING Naquora.Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 dalam mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon mendapat kepercayaan untuk menjadi Forces Protection Commander (FPC) dari Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Asarta dalam rangka pengamanan Tripartite Meeting. Minggu lalu waktu setempat.

Tripartite Meeting di UNIFIL Naquora Headquater itu dihadiri oleh Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Asarta, pejabat senior Lebanon Armed Forces dan Israel Defences Forces. Tripartite Meeting pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas UN Security Council Resolution 1701 terkait penempatan tanda batas yang jelas pada Blue Lines (perbatasan) dan daerah Al Ghajar (masih diduduki Israel).

Tripartite Meeting yang diselenggarakan di perbatasan Lebanon-Israel tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi kelangsungan stabilitas perdamaian di Lebanon, terlebih di tengah meningkatnya suhu politik di Lebanon berkaitan dengan issue STL (Special Tribunal for Lebanon). Untuk itu dilaksanakan kegiatan pengamanan darat, laut mapun udara. Seperti diketahui STL tersebut merupakan suatu upaya penyelidikan internasional terhadap pembunuhan mantan PM Lebanon Rafiq Hariri pada tanggal 14 Februari 2005.

Dalam rangka kegiatan pengamanan tersebut KRI Frans Kaisiepo-368 dibawah komandan Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST ditunjuk sebagai Force Protection Coordinator (FPC) terhadap maritime threat sekaligus mengintegrasikan general air surveillance menghadapi ancaman udara yang mungkin timbul di sekitar tempat pertemuan.

Dalam pelaksanaan force protection tersebut selaku FPC KRI Frans Kaisiepo-368 membawahi unsur-unsur MTF yang sedang beroperasi di AMO yang terdiri atas FGS Auerbach (Patrol Boat/Germany), TCG Salihrreis-F 246 (Frigate/Turkey), BNS Osman F-18 (Frigate/Banglades). Dalam pelaksanaan tugas di lapangan KRI. Frans Kaisiepo-368 Selain dituntut untuk mampu membangun dan mengkoordinir gambaran permukaan (surface compilation), FPC juga dituntut untuk mampu membangun dan mengkoordinir gambaran situasi udara (Air Picture Compilation) seluruh aset kawan yang terlibat seperti Quick Reaction Force - Air Defense Asset (French) yang berkedudukan di Naquora maupun radar udara di bandara.

Hal ini tentunya bukanlah tugas yang mudah, khususnya berkaitan dengan integrasi general air surveillance yang menuntut kemampuan dan kesiapan peralatan deteksi udara sekaligus pertahanan udara yang memadai. Menurut Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST. Karena cukup padatnya marine traffic (kapal permukaan) ditambah Air Traffic (pesud) sipil maupun militer yang padat di sekitar wilayah perbatasan benar-benar merupakan sebuah ujian bagi profesionalisme prajurit dan kemampuan alut sista Satgas MTF Kontingen Garuda XXVIII B/UNIFIL.

Namun demikian dengan kerja keras dan didukung oleh peralatan Sewaco (Sensor, Weapon And Command System) yang memadai, kerja sama yang baik dengan unsur force protection lainnya serta dukungan Call Sign Garuda sebagai mata di udara kegiatan force protection dapat berjalan aman dan lancar. Seluruh pergerakan kontak permukaan maupun pergerakan pesawat di sekitar wilayah perbatasan dapat termonitor dengan baik, sitrep (situation reporting) yang dituangkan dalam RMP (Recognized Maritime Picture) dan RAP (Recognized Air Picture) kepada seluruh unit MTF dan Force Protection juga terlaksana dengan baik.

Penunjukkan KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai Force Protection Commander (FPC) dalam kegiatan pengamanan ini kembali menegaskan kepercayaan dunia Internasional terhadap profesionalisme prajurit pengawak dan kemampuan alut sista TNI AL dalam melaksanakan tugas-tugas peace-keeping. Pencapaian ini diharapkan akan dapat mengangkat nama bangsa Indonesia. Kepala Dispenarmatim Letkol Laut Drs. Yayan Sugiana.

Sumber: TNI AL


Rabu, 01 Desember 2010

74 Murid SD Al Hanief Bekasi Kunjungi KRI Tanjung Kambani-971

0

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 74 murid Sekolah Dasar Al Hanief Bekasi dengan didampingi 7 orang guru dan 10 orang tua mengadakan kunjungan ke KRI Tanjung Kambani – 971 di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta. (30/11).

Kunjungan wisata ke kapal perang TNI AL dengan ketua rombongan Ibu Dewi Kumbarawati salah seorang guru yang mewakili Kepala sekolah SD AL Hanief Bekasi ,

Menurut Ibu Dewi Kumbarawati di saat berada di Anjungan KRI tanjung kambani-971 mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu program sekolah dalam rangka memberikan pembelajaran di luar sekolah melalui kunjungan ke kapal perang TNI AL di dermaga Kolinlamil.

Selama berada di kapal perang TNI AL tersebut, para siswa selain merasakan berada di dalam kapal perang , juga dapat melihat dari dekat tentang berbagai peralatan dan persenjataan di kapal perang yang bertugas sebagai kapal angkut pasukan.

KRI Tanjung Kambani – 971 dengan Komandan Letkol Laut (P) Heri Winarno, demikian disampaikan oleh salah satu perwira yang ditunjuk sebagai pemandu kunjungan siswa SD yang yang beralamat di Jl. Bambu Kuning Selatan Rt 04/Rw 03 Sepanjang Jaya Rawa Lumbu Bekasi .

Kegiatan kunjungan diawali dengan pemutaran berbagai rekaman kegiatan berkaitan dengan kegiatan TNI AL bertujuan untuk lebih mengenalkan tentang tugas-tugas Angkatan Laut.

Selain itu diharapkan dengan Pemutaran berbagai kegiatan dokumentasi tersebut para siswa dapat lebih mengenal dan memahami secara langsung tentang , tugas Angkatan Laut pada umumnya dan tugas yang diemban kapal perang TNI AL.

Selanjutnya para siswa diberikan kesempatan untuk berkeliling di kapal perang

KRI tanjung kambani0971 secara berkelompok dengan dipandu oleh seorang prajurit pengawak kapal perang untuk berkeliling mulai dari ruang –ruang pasukan, ruang anjungan dan berbagai peralatan SAR dan sebagainya.

Sumber: POS KOTA


Jumat, 19 November 2010

Lima Kapal Perang Sudah Berada di Nunukan

0

KRI 911 Sorong di Pelabuhan Tunon Taka, Jumat (19/11).

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id - Hingga Jumat (19/11/2010) sore ini sudah ada lima kapal perang yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan.

Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) sebelumnya memang telah bertugas di perairan sekitar Pulau Karang Unarang, sementara dua KRI lainnya baru didatangkan untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Pasop Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Kapten Laut (P) Ghofar mengatakan, diturunkannya KRI ke Nunukan untuk menambah kekuatan yang ada sebelumnya, tidak lepas dari kejadian yang terjadi di sekitar perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sekaca.

Dalam kasus itu, empat nelayan Indonesia diduga telah dianiaya Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia. "Dengan adanya kejadian di Sungai Kaca itu, TNI AL menambah pengamanan. Intensitas kita sebagai pengaman di laut ditingkatkan untuk lebih berhati-hati terhadap segala ancaman," ujarnya.

Komandan KRI Tedung Selar 824 Mayor Laut (P) Ranu Samaji mengatakan, KRI Tedung Selar ditarik dari tempat tugasnya di Selat Makassar untuk melakukan patroli di perbatasan RI-Malaysia di Karang Unarang, Ambalat.

"Ini kali keduanya kami melakukan patroli rutin ke wilayah Ambalat. Kita melaksanakan operasi rutin yang biasa digelar secara rutin. Rencananya sekitar 75 hari kami melakukan patroli," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp5 juta dan dua senapan angin.

Sumber: TRIBUN


TNI AL Turunkan Dua Kapal Perang ke Nunukan

0


NUNUKAN,tribunkaltim.co.id - TNI Angkatan Laut bertindak serius terhadap dugaan penyiksaan yang dilakukan Polis Gerakan Am (di Indonesia sama dengan Brimob) terhadap empat nelayan Indonesia Senin (15/11/2010) lalu di perairan perbatasan RI-Malaysia, sekitar Pulau Sekaca, Nunukan.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi mengatakan, selain meningkatkan intensitas patroli, pihak TNI AL juga menambah kekuatan dengan menurunkan dua kapal perang.

Saat ini satu Kapal Republik Indonesia (KRI) yakni KRI Sorong 911 sudah bertambat di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. "Sekarang KRI Tedung Selar 824 sedang meluncur dari Surabaya ke Nunukan," kata Danlanal melalui Pasop Lanal Nunukan Kapten Laut(P) Ghofar.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perabatasan RI-Malaysia.

Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dan dua senapan angin.

Sumber : TRIBUN




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin