Tampilkan postingan dengan label ISRAEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISRAEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

Akun Benny Israel di Twitter Bocorkan Rahasia Negara

0

JAKARTA--MICOM: Siapakah Benny Israel? Lewat cicitan akun @benny_israel di Twitter ia menyentil tentang berbagai kasus serta sepak terjang para pejabat di negeri ini. Lewat twitter juga ia membocorkan banyak rahasia negara, seperti yang dilakukan Julian Assange, si pendiri WikiLeaks.

Dalam beberapa pekan terakhir, akun @benny_israel menggemparkan dunia maya lewat cicitannya tentang berbagai isu sensitif di negeri ini. Ia bahkan mengeluarkan serial cicitan tentang intelijen negara.

Akun ini sendiri mulai aktif semenjak 14 November 2010 lalu. Hingga kini, pengikutnya tidak kurang dari 15 ribu akun dan terus bertambah.

Sejumlah nama mantan petinggi TNI seperti Sujono Humardani, Ali Moertopo, Soedomo, dan Benny Moerdani ia sebut dalam cicitannya. Bahkan ia saling bercicit dengan Febridiansyah, peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch), @febridiansyah mengenai sebuah kasus secara terbuka.

Akun twitter @budimansudjatmiko yang disinyalir milik anggota DPR RI dari PDIP juga tampak aktif dengannya. "RT @budimandjatmiko: Juara! Kpn2 kita minum teh di HydePark:) RT @benny_israel: The Circle. Kata orang Malaysia itu ..."

Beberapa pengikutnya saat ini menjadikan akun twitter @benny_israel ini sebagai tempat bertanya. Seperti akun @debapirez yang bertanya, "Meneg BUMN akan mengganti 12 Komisaris BUMN. any comment?"

Akun misterius tersebut lantas menjawab, " Rezim baru pasukan baru. MY ganti orang2nya SD."

Ia juga bercicit hal sensitif yang membuka tabir intelijen. "Orang2 pd sisi intelijen militer sedikit 'brutal' kalau ada hal yg menyinggung mereka. Nyawa gak ada harganya buat mereka," ujar Benny dalam akunnya.

Lebih dari 4.895 cicitan ia kemukakan ke publik di dunia maya. Setiap harinya, ia menjawab hampir seluruh pertanyaan pengikutnya dari pagi hingga pagi lagi.

Jawaban lugas, baik tentang kasus Antasari Azhar, mantan ketua KPK, maupun tentang kebenaran pernyataan Gayus Tambunan setelah vonis, terlontar dalam akun tersebut.

Andi Arief lewat akun @AndiAriefNews yang sebelumnya mengklaim mengetahui identitas misterius ini bahkan tidak berani menjawab tantangan secara terbuka. Namun beberapa pihak mencurigainya sebagai salah satu aktivis internet chat saat kejadian Mei 98 karena gaya bahasanya yang mirip, seperti yang diungkapkan akun @hrsyah.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Jumat, 07 Januari 2011

Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

0

Meir Dagan, mantan direktur Mossad

REPUBLIKA.CO.ID, Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015. Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

"Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

"Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.

Sumber: REPUBLIKA


Rabu, 05 Januari 2011

Arab Saudi Tangkap Burung Mata-mata Israel

0

Ist

VIVAnews -- Aparat Arab Saudi menangkap Burung Nasar, burung pemakan bangkai dengan tuduhan menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad.

Di badan burung yang ditangkap itu dipasangi pemancar GPS dan label bertuliskan kode R65 dari Universitas Tel Aviv. Burung itu masuk ke wilayah pedesaan Arab Saudi beberapa minggu lalu.

Penduduk lokal menduga ini bagian dari plot zionis, atau setidaknya ada misi intelijen yang diemban burung berkepala botak itu.

Koran Arab Saudi, al-Weeam adalah kali pertamanya yang memuat insiden ini. Burung bangkai itu disebutkan mendarat di dekat rumah seorang syekh dalam komunitas Hayel. Artikel koran itu menyebut, bau busuk ke luar dari mulut burung itu.

Sementara, koran lokal Israel, Ma'ariv memberitakan penemuan burung itu telah menciptakan histeria massal di negara-negara Arab -- tentang pertumbuhan kekuatan militer Israel.

Aparat Israel mengklaim burung itu tak bersalah. GPS dan label kode adalah bagian dari studi tentang pola migrasi burung bangkai itu.

Insiden itu terjadi hanya beberapa minggu pasca laporan seorang pejabat Mesir tentang hiu yang menyerang turis di perairan Sharm el Sheikh juga terkait kegiatan intelijen Israel.

Penggunaan burung dalam aktivitas intelijen telah lama dikenal. Dulu, informasi rahasia ditulis di secarik kertas yang dipasangkan di kaki Burung Merpati. Oktober 2008, aparat keamanan Iran menangkap dua Merpati yang diduga mengintai Natanz -- lokasi markas pengayaan uranium Iran.

Hewan itu dipasangi cincin baja dan peralatan kecil yang sulit dilihat oleh mata normal. Mei 2010 lalu, hal serupa dilakukan aparat India. Seekor burung dara yang ditangkap diduga jadi mata-mata musuh bebuyutan India, Pakistan.

Strategisnya peran burung juga mengilhami markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, untuk memproduksi kendaraan jenis nano aerial vehicles (NAV), berukuran mini yang bisa terbang. Tugasnya, memata-matai musuh di area perkotaan.

Alat yang dilengkapi sensor canggih tersebut akan menyerupai burung Hummingbird atau Kolibri, jenis burung terkecil di dunia yang beratnya bisa hanya 1,8 gram.

Sumber: VIVANEWS


Senin, 03 Januari 2011

WikiLeaks: Iran Bisa Serang Israel 12 Menit

0


Peluncuran misil Iran Qiam-1. AP/Iranian Defense Ministry,Vahid Reza Alaei, HO

TEMPO Interaktif, Yerusalem - Situs pembocor dokumen rahasia WikiLeaks terus mengeluarkan kawat diplomatik milik pemerintah Amerika Serikat. Dalam kawat terbaru, terungkap, pemerintah Iran memiliki misil yang bisa menghancurkan Israel hanya dalam rentang waktu 10 hingga 12 menit.

Dalam kawat diplomatik yang dikirim Kedutaan AS di Tel Aviv ke Washington tersebut, Kepala Staf Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi mengatakan kemampuan Iran itu di hadapan delegasi anggota kongres AS yang dipimpin Ike Skelton pada November 2009. Menurut Ashkenazi pemerintah Iran memiliki 300 misil yang bisa menyerang Israel dalam waktu 12 menit.

Meski Iran ancaman bagi Israel, dalam kawat tersebut diungkapkan Ashkenazi lebih khawatir dengan kekuatan Hamas yang mengendalikan Gaza dan perbatasan barat Israel. Dia juga cemas dengan kekuatan Hezbollah di Lebanon. Menurut Ashkenazi Hezbollah punya 40 ribu roket. "Sedangkan Hamas kemungkinan juga mampu membombardir Tel Aviv, kota terpadat Israel," kata Ashkenazi.

Untuk mengantisipasi serangan Hamas dan Hezbolla, Ashkenazi mengungkapkan telah mempersiapkan diri. Bahkan untuk perang skala besar sekali pun. "Serangan-serangan roket itu merupakan ancaman serius bagi kami, karena itu kami menyiapkan diri, termasuk menyiapkan roket-roket untuk pertahanan," kata dia.

Sumber: TEMPO


Jumat, 17 Desember 2010

Operation Alpa : Kerjasama Militer Israel-Indonesia Terbongkar

0

Para Pilot TNI AU Pada Waktu Operasi Alpa.

Jakarta - Pemerintah Indonesia sering berdalih tak memiliki hubungan apapun dengan Israel, namun sesungguhnya kerjasama secara rahasia dan diam-diam sudah sering terjadi.
Salah satunya diungkap dalam dialog seorang purnawirawan perwira TNI AU, Marsma (Purn) Djoko F Poerwoko dalam sebuah talk show di Mata Najwa di MetroTV Rabu malam (15/12/), pukul 22:05 WIB. Acara bertema “Rahasia Negara” itu antara lain mengungkap operasi rahasia para perwira AU yang berlatih di Israel.

Poerwoko lulusan AKABRI Angkatan Udara tahun 1973 ini mengakui, militer Indonesia melakukan kerjasama rahasia dengan Israel. Tahun 1980-an ia dan puluhan kawan-kawannya yang juga pilot, menerima tugas dengan sandi “Operasi Alpha”.

Tidak jelas siapa yang merancang operasi tersebut. Namun kata Djoko, mantan Panglima ABRI Jenderal LB. Moerdani, saat itu memberikan pengarahan yang sangat detail. Mereka diberitahu akan mendapat pendidikan di Arizona, Amerika Serikat.

"Yang merancang kami tidak jelas, namun kami langsung dibriefing langsung pak Benny waktu itu. Bagaimana melaksanakan dan bagaimana pelatihan di sana," ujarnya.

Namun ketika sampai di Singapura tujuan berbelok ke Israel dengan terlebih dulu melewati beberapa negara. Para peserta tidak bisa mundur, meski paspor mereka semua ditahan, diambil oleh perwira dari BAIS (Badan Intelejen Strategis) dan diganti dengan Surat Perintah Laksana Paspor.

“Kalau misi ini gagal, negara tidak akan mengakui kewarganegaraan Anda,” demikian kata Djoko menirukan LB. Moerdani ketika di Singapura.

Dari Singapura mereka dibawa menuju German dengan menggunakan Singapore Airlines. Saat itu, para penerbang tempur ini berpakaian sipil dan berlagak layaknya turis. Mereka juga tidak boleh bertegur sapa. Duduknyapun terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.

Sesampai di Jerman mereka digiring oleh Polisi Khusus dan langsung diterbangkan ke Israel. Meski sampai di Tel Aviv, mereka semuanya sesungguhnya masih belum tahu tujuan penerbangan tersebut.

Setiba di di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, semuanya langsung ditangkap oleh petugas militer Israel. Namun, rupanya, itu hanya sekenario saja. Setelah itu mereka diberikan akomodasi yang baik dan berwisata ke beberapa tempat, termasuk ke Barsheeba.

"Tidak masuk imigrasi, tapi kami lewat pintu lain. Tapi ternyata kami diselamatkan," tambah Poerwoko.

Para pilot Indonesia itu kemudian menyadari, jika sesunguhnya mereka akan dilatih oleh AU-Israel untuk mengemudikan A-4 Skyhawk, yang rencananya akan dibeli pemerintah Indonesia. Mereka di latih selama 4 bulan di Gurun Negev. Setelah selesai mereka diterbangkan ke Amerika kembali.

Pria yang juga menulis buku “Menari di Angkasa, Anak Kampung Menjadi Penerbang Tempur”, juga menjelaskan, usai mendapat latihan dari Israel mereka mendapat kemewahan yang berlimpah dari Pemerintah.

Mereka diterbangkan ke New York. Berlibur ke Buffalo, Dallas, Colorado, Phoenix dan terakhir Arizona. Selama perjalanan itu pula mereka wajib mengirimkan post card dan foto foto yang memperkuat alibi bahwa mereka, seolah-olah, benar-benar dididik di Amerika.

“Yang jelas, kita diminta foto sebanyak-banyaknya di Amerika, dan dikirim ke tanah air, " tambahnya. Tujuannya, tak lain agar menghilangkan jejak dari Israel, “ ujar Djoko di MetroTV. Fakta ini menunjukkan adanya hubungan “tersembunyi” antara pemerintah Indonesia dan Israel.

Operasi Alpha dijalankan begitu rahasia, sampai-sampai badan pesawat Skyhawk ditutupi sedemikian rupa dan diberi label F-5. Pilot yang dilatih di Israel tidak hanya mereka yang berangkat bersama Djoko. Tidak ada dokumen terkait operasi tersebut, kata Djoko, karena semuanya dihancurkan.

Oleh karenanya, ketika menuliskan cerita tentang "Operasi Alpha" dibukunya dia menolak dikatakan membongkar rahasia negara, sebab negara sendiri tidak pernah mengakui hal itu ada dan tidak ada dokumen sebagai buktinya.

Hubungan kerjasama tersembunyi Indonesia-Israel lainnya, boleh jadi tidak lama lagi akan terus terkuak.

Sumber: WARTA NEWS


Kamis, 16 Desember 2010

Indobatt Amankan Sisa Amunisi Tentara Israel

0

AZ ZAQIYAH (Pos Kota) – Unexploded Ordnance atau yang lebih dikenal dengan sebutan UXO adalah sisa-sisa amunisi dan perlengkapan perang yang belum sempat meledak, yang digunakan oleh IDF (Israel Defence Forces) dalam perang 34 hari tahun 2006 di Lebanon.

Diperkirakan, masih terdapat jutaan UXO yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon yang sengaja disebar oleh IDF sebelum meninggalkan Lebanon Selatan.

Adalah Ahmad (40 th) salah seorang penggembala telah menemukan beberapa UXO disekitar Az Zaqiyah, Rabu (15/12). Selanjutnya, Ahmad melaporkan temuannya tersebut ke UN POSN 9-2 (Kompi C Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil). Setelah menerima laporan, Komandan Kompi C Konga XXIII-E/Unifil Kapten Marinir Budi Widjani memerintahkan satu regu dari Kompi Charlie yang pimpin oleh Lettu Marinir Arismoko didampingi oleh Ahmad dan Ali Karsa (interpeteur lokal) untuk melaksanakan pengecekan ke lokasi penemuan UXO tersebut.

Setelah sampai di lokasi, Tim yang dipimpin Lettu Marinir Arismoko melakukan pengamanan dan identifikasi di sekitar area UXO serta memberi tanda danger mine. Setelah diidentifikasi, ada beberapa UXO yang ditemukan yaitu 1 buah Munisi M-42, 1 buah Mortir 81, 1 buah Mortir-60 dan 1 buah Cluster Bomb. Kemudian, hasil identifikasi dilaporkan ke Komandan Kompi C dan selanjutnya melaporkan ke Markas Indobatt di UN POSN 7-1.

Langkah yang diambil yaitu, melaporkan ke Lebanon Armed Forces (LAF) yang dipimpin oleh Ajudan Dazour datang ke lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan Tim dari Kompi C, ternyata terdapat 2 jenis UXO yang masih aktif yaitu mortir 81 dan Cluster Bomb yang selanjutnya ditangani oleh tim dari LAF.

Authentikasi:
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa.



Sumber: POS KOTA


Lebanon Sita Peralatan Mata-mata Israel

0

Binocular Laser untuk melakukan koordinat sasaran.

BEIRUT, KOMPAS.com — Militer Lebanon, Rabu (15/12/2010), menyatakan telah menyita dua peralatan pengintai canggih milik Israel di pegunungan di atas kota Beirut, dan peralatan itu dapat membantu Israel memantau dan mengincar berbagai tempat untuk diserang.

Peralatan tersebut ditemukan dengan memanfaatkan keterangan yang diberikan kepada dinas intelijen Lebanon oleh "beberapa sumber perlawanan", kata militer Lebanon di dalam satu pernyataan. Militer Lebanon merujuk kepada kelompok gerilyawan Syiah, Hezbollah.

Militer Lebanon menyatakan, Israel telah berencana memasang peralatan itu di Sanin dan Barouk, dua kabupaten yang berada di masing-masing gunung di sebelah utara dan selatan ibu kota negeri tersebut. Peralatan itu dapat menetapkan koordinat sasaran dan meliputi laser yang mampu mencapai jarak 20 kilometer, pemasok listrik lepas, dan peralatan untuk mengirim gambar.

Satu sumber militer mengatakan, peralatan tersebut yang disita pada hari Rabu juga diduga telah digunakan untuk memantau banyak wilayah perbatasan Lebanon dengan tetangganya, Suriah. Gambar yang disiarkan di jejaring militer (www.lebarmy.gov.lb) memperlihatkan peralatan yang sebagian tertutup batu di lereng bukit batu.
Tak lama setelah pengumuman militer, beberapa pesawat tempur Israel terbang rendah di atas beberapa kota kecil di Lebanon selatan, kata warga setempat. Namun, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Tak ada kegiatan (militer) yang tak biasa di daerah itu."

Dua pekan sebelumnya, Lebanon menyatakan, Israel telah menggunakan pengendali jarak jauh untuk meledakkan dua alat pemantau komunikasi yang telah dipasangnya di bagian selatan negeri tersebut. Pada 2006 Israel melancarkan agresi, peristiwa yang juga dikenal sebagai Perang Israel-Hezbollah dan di Lebanon dikenal sebagai Perang Juli, selama 34 hari.

Konflik tersebut berawal pada 12 Juli 2006 dan berlanjut sampai gencatan senjata yang diperantarai PBB diberlakukan pada 14 Agustus 2006 pagi. Kendati demikian, secara resmi agresi tersebut berakhir pada 8 September 2006, ketika Israel mencabut blokade angkatan lautnya atas Lebanon.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 10 Desember 2010

Israel Kirim Pesawat Mata-mata ke Rusia

0

illustrasi

MOSKWA, KOMPAS.com — Israel telah mengirim sejumlah pesawat mata-mata ke Rusia, dalam pengiriman pertama pesanan Rusia.

Menurut kantor berita Interfax, Jumat (10/12/2010), Moskwa berusaha untuk merevitalisasi angkatan udaranya yang merosot.

Pengiriman pesawat itu ditujukan untuk mendorong kemampuan dalam mengumpulkan data intelijen Rusia.

Perjanjian pembelian pesawat mata-mata Israel senilai 550 juta dollar AS tersebut ditandatangani tahun lalu.

"Semua pesawat mata-mata itu ditetapkan melalui kontrak yang telah dikirim ke Kementerian Pertahanan Rusia. Satu kelompok perwira Rusia telah menjalani pelatihan dalam penggunaan peralatan itu," kata sebuah sumber diplomatik militer yang tak disebutkan namanya, Kamis, seperti dikutip Interfax.

Perang lima hari Rusia dengan bekas republik Soviet, Georgia, pada 2008 telah menyingkap sistem intelijen dan komunikasinya yang buruk.

Perjanjian dengan Israel untuk meningkatkan Angkatan Udara Rusia itu merupakan bagian dari penjualan yang memperoleh persetujuan Moskwa untuk mengalihkan penjualan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia ke Iran, menurut kawat diplomatik AS, yang dipublikasikan WikiLeaks.

Rusia telah membekukan pesanan rudal permukaan-ke-udara itu ke Iran awal tahun ini, dengan menyebut putaran baru sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Teheran karena aktivitas nuklirnya yang seperti bayangan.

Rusia menyatakan, mereka ingin membeli pesawat mata-mata Israel untuk mengetahui konstruksi dan teknologinya.

Sebuah sumber industri pertahanan Israel mengatakan kepada Reuters, Kamis, bahwa pengiriman itu merupakan hasil dari perjanjian yang ditandatangani satu setengah tahun lalu.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Vladmir Popovkin sebelumnya mengatakan, Rusia telah mempertimbangkan 14 pesawat mata-mata Israel dalam pesanan pertamanya.

Pada Oktober Rusia memesan dua kali lipat jumlahnya dari pesanan April lalu untuk satu set pesawat mata-mata lainnya.

Beberapa pengamat mengatakan, Angkatan Udara Rusia membutuhkan kira-kira 100 pesawat pengintai bagi pengumpulan data intelijen efektif jika terjadi konflik militer.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 25 November 2010

M-346 Dan T-50 Menjadi Kandidat Pesawat Latih Israel

0

M-346 Dan T-50

Kementerian Pertahanan Israel telah mengirimkan permintaan informasi untuk Alenia Aermacchi dan Korea Aerospace Industries untuk armada baru pelatih jet canggih. Angkatan udara Israel telah dievaluasi masing-masing perusahaan desain M-346 dan T-50 sebagai pengganti Douglas dalam dokumen Akademi A/TA-4 Skyhawks digunakan dalam penerbangan. Permintaan baru itu dikeluarkan setelah komisaris antitrust Israel menegaskan bahwa draft perjanjian kerjasama pertahanan antara dua perusahaan terkemuka di negara ini masih dalam evaluasi. Partisipasi Elbit Sistem dan Israel Aerospace Industries, perusahaan patungan bermaksud untuk membeli dan menjual kemudian dipilih jam terbang pesawat dalam jenis Angkatan Udara. Perusahaan-perusahaan juga ingin merakit bagian-bagian dari jenis di Israel dan memberikan dengan beberapa sistem buatan lokal.

Sumber: FG


Rabu, 24 November 2010

Israel Gunakan Facebook untuk Wajib Militer

0

illustrasi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Israel menggunakan situs jejaring sosial Facebook untuk 'menangkap' para wanita yang mangkir dari tugas wajib militer. Hingga kini, lebih dari seribu akun wanita Israel yang dibobol untuk mengetahui apa aktivitas mereka akhir-akhir ini.

"Mereka biasanya mengelak ikut dinas militer karena mengaku menjadi seorang pemeluk agama yang taat," kata juru bicara militer Israel, Kapten Arye Shalicar, seperti dikutip Telegraph, hari ini.

Buktinya, seorang perempuan telah ditangkap setelah dia mengirimkan foto ketika sedang makan di sebuah restoran dan ada pula yang ditangkap ketika sedang berbelanja pakaian. Sebagian lainnya ditangkap dengan cara memancing mereka keluar rumah untuk memenuhi undangan pesta pada Jum'at malam.

Setiap wanita yang menghindari dinas militer dengan alasan agama, menurut Shalicar, dilarang untuk mengakses menggunakan komputer, mengakses internet, berbicara melalui telepon dan menonton televisi. "Apabila dia melanggar semua itu, artinya dia berbohong," katanya.

Dinas militer merupakan kewajiban bagi setiap warga Israel yang berusia di atas 18 tahun. Untuk laki-laki wajib militer dilaksanakan selama tiga tahun dan wanita dua tahun.

Sumber : TEMPO


Kamis, 18 November 2010

Israel Bakal Tambah Jet Tempur F-35

0

F-35

WASHINGTON, KOMPAS.com - Israel mengadakan perundingan dengan Amerika Serikat untuk memperoleh tambahan 20 jet tempur F-35 buatan Perusahaan Lockheed Martin, kata pejabat tinggi pertahanan Israel, Rabu (17/11).

Seorang perwira pertahanan, Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi, mengatakan Israel akan menerima 20 lagi pesawat F-35 pada akhir persetujuan yang disepakati Oktober lalu untuk membeli sebanyak 20 jet siluman yang berharga sekitar 96 juta dolar AS per satu pesawat.

"Yang saya ketahui mengenai kabar terbaru itu bahwa hal ini masih dalam perundingan antara pemerintah Israel dan pemerintah AS," katanya kepada media bersama dengan perwira tinggi militer AS, Laksamana Mike Mullen. "Saya belum mengetahui keputusan akhir hal itu," kata Ashkenazi.

Sejumlah media telah mengabarkan bahwa pemerintah Presiden AS Barack Obama menawarkan tambahan jet kepada Israel atas pertukaran dengan tiga bulan penghentian pendirian permukiman baru yang menjadi masalah utama bagi upaya kesepakatan perdamaian Palestina dan Israel. Menurut sumber dari Israel, penawaran yang dibicarakan sewaktu pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di New York pekan lalu membicarakan penawaran F-35 seharga 3 miliar dollar AS dan perjanjian pemberian dukungan oleh para diplomat AS kepada Israel di PBB.

Israel mengatakan bahwa pengiriman pertama sejumlah jet itu akan dilakukan pada 2015 hingga 2017 sehingga akan meningkatkan kemampuan Israel untuk melindungi dirinya dan menggempur negara-negara yang menjadi ancaman di Timur Tengah.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 11 November 2010

Jet Tempur Israel Jatuh Saat Latihan

0

illustrasi

JERUSALEM, KOMPAS.com — Sebuah jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Israel (IAF) jatuh di gurun di utara negara itu sewaktu melakukan latihan terbang rutin, ujar pihak militer, Kamis (11/11/2010).

Pihak militer menjelaskan, dua awak pesawat hilang sehingga mereka mengirim sejumlah pasukan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan bagi pilot dan navigator di kawasan Kawah Ramon, ujar seorang juru bicara militer.

Jatuhnya pesawat F-16 buatan Amerika Serikat yang dirancang bagi AU Israel merupakan kecelakaan pertama jenis pesawat itu yang dipercaya dapat menjangkau kawasan musuh bebuyutannya, Iran. Komandan AU Israel Ido Nehushtan telah meminta penyelidikan atas kecelakaan itu dan telah melarang terbang armada F-16 secara berkala, ujar juru bicara itu.

Kecelakaan itu terjadi pada Rabu malam, tetapi pihak militer Israel yang menerapkan patokan umum melarang penyiaran berita sebelum keluarga para awak diberi tahu.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 09 November 2010

Israel Antisipasi Serangan Rudal dengan SMS

0

illustrasi

Jakarta - Meski sering dilaporkan jadi biang keladi atas serangan ke Palestina, Israel ternyata juga was-was mendapat hantaman balasan. Bahkan, mereka kini tengah menyiapkan strategi penghalau rudal yang mengandalkan SMS.

Israel Defence Forces dilaporkan akan membuat semacam sistem peringatan dini multi platform -- salah satunya via pesan singkat -- bagi warganya. Jadi diharapkan, sebelum serangan misil menerjang, warga dapat menyelamatkan diri.

Sistem ini digadang-gadang baru bisa hadir pada Juni 2011 mendatang. Perusahaan bernama eViglio yang bekerja sama dengan Ericsson terpilih sebagai pemenang tender dan akan menggarapnya.

Sistem yang akan dibangun ini nantinya akan menjadi metode peringatan yang tersentralisasi dan bisa dikirimkan melalui berbagai perangkat elektronik. Mulai dari perangkat genggam, televisi, situs internet, stasiun radio, hingga billboard.

Peringatan dikirimkan berdasarkan letak geografis dan tergantung dari ancaman serangan yang terdeteksi. Pesan yang disampaikan pun terdiri berbagai bahasa, ada Ibrani, Inggris, Rusia, Arab, dan Amharic.

Tak cuma bisa digunakan untuk menangkal serangan rudal, dikutip detikINET dari Cellular News, Selasa (9/11/2010), sistem ini dikatakan juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan peringatan bencana alam macam gempa bumi dan angin topan.

Sumber: DETIK


Senin, 08 November 2010

BENJAMIN NETANYAHU Hanya Aksi Militer Bisa Hentikan Iran

0


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya di hadapan Konferensi Pimpinan Amerika Yahudi di New York, 7 Juli 2010

NEW ORLEANS, KOMPAS.com — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada Wakil Presiden AS, Joe Biden, Minggu (7/11/2010), bahwa hanya sebuah ancaman tindakan militer yang bisa memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.

Seorang pajabat senior Israel mengungkapkan hal tersebut seusai mengikuti pembicaraan antara Netanyahu dan Biden. Netanyahu bertemu Biden di New Orleans tak lama setelah ia tiba di sana untuk mengikuti sebuah pertemuan puncak organisasi Yahudi. Pejabat senior itu, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengutip Netayahu yang mengatakan kepada Biden bahwa "Satu-satunya cara untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir adalah dengan menciptakan sebuah ancaman yang dapat dipercaya tentang aksi militer terhadap Iran jika tidak juga menghentikan upayanya untuk mendapatkan sebuah bom nuklir".

Pemerintah Presiden Barack Obama, yang tidak mengesampingkan opsi militer terhadap Iran, sejauh ini menekankan Iran dengan sanksi-sanksi dan diplomasi sebagai pilihan ketika berurusan dengan program nuklir negara itu. Iran telah sepakat untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan enam negara kuat dunia setelah tanggal 10 November. Perundingan itu merupakan langkah lain dari upaya internasional untuk menekan Iran agar meninggalkan program pengayaan uranium yang diduga Barat akan digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Mark Regev, juru bicara Netanyahu, mengatakan, Perdana Menteri Israel menyatakan dukungan bagi sanksi-sanksi lanjutan terhadap Iran, tetapi menyarankan adanya lebih banyak tekanan. "Sanksi-sanksi itu penting. Sanksi-sanksi tersebut meningkatkan tekanan terhadap Iran. Namun, sejauh ini belum ada perubahan dalam perilaku Iran dan peningkatan tekanan internasional sangat diperlukan," katanya mengutip perkataan Netanyahu saat berbicara dengan Biden.

Sumber: KOMPAS


Senin, 01 November 2010

Audi A8 Antipeluru buat Perdana Menteri Israel

0

A8, model yang digunakan Audi menciptakan mobil khusus VIP

JERUSALEM, KOMPAS.com — Pemerintah Israel memilih Audi A8L sebagai mobil dinas untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dipilihnya sedan sasis panjang setelah memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya, tak cuma mewah dan nyaman. Lebih penting lagi, menyangkut keamanan.

Ternyata, unsur-unsur tersebut terdapat pada mobil buatan pabrikan Jerman, Audi A8L Security, yang punya kelebihan antipeluru. Dibeli dengan harga 685.000 dollar AS (Rp 6,1 miliar) sebagai mobil termahal dari yang pernah dibeli Pemerintah Israel. Mobil ini akan membawa Netanyahu dalam berbagai kegiatan kenegaraan.

Kendaraan ini merupakan pengembangan dari model A8L bermesin W12 Quattro yang pertama kali dluncurkan pertengahan 2007 lalu. Untuk kepentingan melindungi kepala pemerintahan, kabin penumpang dilapisi baja dan kaca antipeluru serta serat aramida yang tahan api.

"Kendaraan ini memang disediakan untuk perdana menteri agar memiliki perlindungan terbaik sesuai dengan standar keamanan tentara. Pemilihan dilakukan melalui tender terhadap beberapa merek yang mampu menyediakan kendaraan seperti ini. Perdana menteri tak dilibatkan dalam pemilihan unit yang digunakan, semua diputuskan oleh para profesional di bidangnya," ujar pihak kantor Perdana Menteri Israel.

Audi A8L menggunakan mesin bertenaga 450 PS, tetapi dengan bobot kendaraan jauh lebih berat karena material pada bodi. Kelebihan lainnya, dalam kondisi darurat mobil ini menyediakan berbagai teknologi komunikasi termutakhir, termasuk telepon dan mesin faksimile. Mobil juga tetap bisa melaju meski ban kempis.

Faktor kenyamanan tak lepas dari sajian, ada beberapa fitur lain, seperti kulkas, bar, tempat penyimpan cerutu (humidar), sampai DVD player. Selain Audi, beberapa produsen mobil lain yang memasarkan mobil kepresidenan adalah Mercedes-Benz, BMW, dan GM.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 22 Oktober 2010

Kenapa Israel Diam Ketika US Menjual Alutsista Ke Arab Saudi?

0

F-15 Arab Saudi

YERUSALEM, Oktober 21 (Xinhua) - US berencana untuk menjual persenjataan yang sangat canggih ke Arab Saudi mungkin memicu keberatan Israel di masa lalu, tetapi ketika Amerika Serikat mengumumkan Rabu akan menjual 60 miliar dolar AS diperkirakan senjata canggih untuk sekutu Arabnya, pejabat AS tidak melihat keberatan dari negara Yahudi.

Israel telah bersikukuh mempertahankan tepi teknis atas tetangganya dan telah menyuarakan oposisi terhadap penjualan yang akan mengancam supremasi teknologinya.

Namun, Andrew Shapiro, asisten sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk urusan politik-militer, mengatakan pemerintah AS tidak mengantisipasi keberatan Israel atas kesepakatan ini yang, jika tidak terhalang oleh Kongres AS, akan menjadi terbesar senjata kesepakatan dalam sejarah Amerika dan akan memakan waktu 15-20 tahun untuk menyelesaikannya.

Analis percaya Israel diam kali ini karena baik Israel dan Arab Saudi menganggap Iran sebagai ancaman, dan kesepakatan itu tidak akan mengubah keseimbangan strategis regional.

Seorang musuh bersama

Joshua Teitelbaum, seorang peneliti senior di Pusat Moshe Dayan Timur Tengah dan Afrika Studi di Tel Aviv University, mengatakan kepada Xinhua bahwa diam Israel bisa disimpulkan dalam mengatakan "musuh musuh saya adalah teman saya."

"Selama Israel merasa bahwa itu adalah menjaga tepi militer kualitatif, tidak akan mencoba untuk bertentangan atau memblokir upaya sekutu utamanya, Amerika Serikat," katanya.

Israel sendiri baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat yang akan memberikan Israel dengan 20-35 jet tempur F-35 bahwa biaya sampai 3 miliar dolar AS, Teitelbaum ditambahkan.

Sementara Israel dan Arab Saudi tidak dapat melihat mata ke mata pada masalah yang paling di Timur Tengah, keduanya berbagi kecemasan umum tentang Iran, katanya.

Menurut Teitelbaum, bagi Israel, fokusnya adalah pada niat diduga Iran untuk memperoleh senjata nuklir, sementara Arab Saudi kekhawatiran tentang potensi ancaman Syiah Iran untuk hegemoni regionalnya.

MENJAGA KESENJANGAN TEKNOLOGI

Francis Tusa, editor newsletter Pertahanan London Analisis diterbitkan, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan saat ini tidak akan mengubah keseimbangan strategis di kawasan tersebut dan Israel akan tetap mempertahankan keunggulan teknologi.

Ketika Amerika Serikat diekspor F-15 jet tempur ke Arab Saudi, Israel sedang dalam proses memperoleh F-35 jet tempur. Salah satu perbedaan penting antara kedua yang mungkin telah meyakinkan Israel bahwa kesepakatan baru tidak akan menjadi ancaman adalah kurangnya kemampuan operasional jangka panjang F-15 sebagai lawan F-35 yang, dengan udara pengisian bahan bakar, bisa pergi hampir di mana saja di wilayah tersebut.

"Setiap orang harus ingat bahwa Washington tidak akan melakukan apa pun yang akan mengubah keseimbangan militer utama terhadap Israel," kata Tusa.

Jika situasi yang akan timbul bahwa negara Arab akan berusaha untuk menyerang Israel, Amerika Serikat akan langkah untuk bantuan sekutunya, Tusa mengatakan, menambahkan "pemerintah Saudi saat ini anda tidak mendapatkan kesan mereka akan menyerang Israel apapun waktu dekat. "

NOT A SIGN OF TRUST

Sementara satu mungkin dipimpin untuk percaya bahwa kurangnya keberatan bisa menjadi tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi, para analis percaya bahwa Israel memiliki lebih percaya di Amerika Serikat dan menahan kritik.

Barak Seener, ketua program keamanan Timur Tengah di Royal United Services Lembaga Studi Pertahanan dan Keamanan, London think tank, mengatakan kepada Xinhua bahwa kesepakatan tidak harus dilihat sebagai tanda kepercayaan antara Israel dan Arab Saudi melainkan sebagai hati-hati dirancang rencana oleh Amerika Serikat untuk "meningkatkan kemampuan strategis Arab Saudi tanpa mengganggu keuntungan Israel."

pandangan Seener itu digemakan oleh Yehuda Ben Meir, seorang peneliti utama dan co-direktur Institut Nasional Studi Keamanan di Tel Aviv University, yang mengatakan kepada Xinhua bahwa "akan sulit bagi Israel untuk menentang kesepakatan yang Amerika Serikat dapat mengatakan bertujuan untuk memperkuat negara-negara Arab di Iran. "

Sumber: XINHUA


Minggu, 10 Oktober 2010

Suriah : Penjualan F-35 Ke Israel Mengancam Stabilitas Timur Tengah

0

F-35 Buatan US (Foto: media.defenseindustrydaily.com)

Suriah telah menyuarakan keprihatinan atas kesepakatan baru Israel untuk membeli pesawat tempur siluman F-35 buatan AS, mengatakan hal itu mengancam keamanan di Timur Tengah dan kawasan regional negara-negara Arab.


Sebuah panel kementerian yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak membuat keputusan akhir pada bulan September untuk membeli 20 F-35 jet tempur dalam kesepakatan sepenuhnya didanai oleh militer AS.

Berbicara di KTT Liga Arab di Libya pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Syria Walid al-Muallem mengatakan kesepakatan baru-baru ini selesai akan mengguncang wilayah tersebut, Jerusalem Post melaporkan.

Muallem menyatakan kekecewaannya atas penolakan Tel Aviv untuk menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat selama komite pertemuan tingkat menteri Liga Arab, antara pembicaraan antara Israel dan Otoritas Palestina.

"Kami diberitahu yang diatur Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengumumkan pembekuan penyelesaian konstruksi untuk dua bulan tambahan dalam pertukaran jaminan bahwa masalah ini tidak akan datang lagi dan senjata mutakhir," keluhnya.

Tapi "sekarang masalah ini bukan membekukan pemukiman, tetapi ancaman bagi negara-negara Arab di wilayah ini," menteri luar negeri Suriah mengatakan mengacu pada kesepakatan F-35 yang dibeli Tel Aviv.

Menurut kontrak yang ditandatangani oleh Israel dan Amerika Serikat di New York pekan lalu, Israel akan menerima 20 dari pesawat tempur lebih dari $ 3 miliar, untuk dikirim antara 2015 dan 2017. Dan akan menambah lagi 75 lebih.

Sebuah jet stealth generasi kelima, F-35 dikatakan mampu menghindari semua radar dan sistem rudal anti-pesawat.

"F-35 akan memberikan Israel dengan keunggulan diudara dan membantu mempertahankan tepi kualitatif militer di kawasan itu," kata Barak pada bulan September, menambahkan bahwa pesawat-pesawat tempur baru akan memastikan ke tangan atas Israel dalam konflik di masa depan "dalam waktu dekat dan yang akan datang"

Sumber: PressTV / MIK


Jumat, 08 Oktober 2010

Israel Beli 20 Jet Tempur F-35 Senilai Rp 24,5 Triliun

0

F-35 Buatan LM

TEMPO Interaktif, New York - Israel hari Kamis menandatangani kesepakatan senilai US$ 2,75 miliar (Rp 24,5 triliun) dengan Amerika untuk membeli sekitar 20 jet tempur anti radar F-35 buatan Lockheed Martin Corp. Jet tempur itu disebut-sebut sebagai pesawat tempur paling canggih di dunia.

Israel akan menerima jet itu dari 2015 sampai 2017, menurut sebuah pernyataan Israel pada upacara penandatanganan di konsulat di New York. Negara Yahudi itu adalah pembeli pertama di luar sembilan negara yang terlibat pengembangan pesawat itu.

Perjanjian ini diteken setelah pembicaraan bertahun-tahun tentang berbagai isu seperti soal harga pesawat, partisipasi industri Israel dalam produksi F-35, serta integrasi kemampuan Israel terhadap armada F-35 miliknya.

Biaya itu sekitar US$ 96 juta (Rp 856 miliar) per pesawat, termasuk mesin. Selain itu, kesepakatan itu meliputi simulator, suku cadang dan pemeliharaan - yang membuat nilai totalnya US$ 2,75 miliar, menurut pernyataan Israel.

Setidaknya 19 F-35 diharapkan menjadi bagian dari pengiriman pertama. Nilai total bisa mencapai US$ 15,2 miliar (Rp 135,5 triliun) jika semua opsi dilaksanakan, kata Pentagon kepada Kongres dalam sebuah informasi awal pada bulan September 2008.

"Penandatanganan ini adalah peristiwa strategis dan penting bersejarah," kata Michael Oren, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, dalam sebuah pernyataan terpisah.

Menggambarkan F-35 sebagai pesawat tempur paling canggih di dunia, Oren mengatakan jet tempur baru itu akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman dari mana saja di Timur Tengah.

Mayor Jenderal Purnawirawan Ehud Shani, direktur jenderal kementerian pertahanan, meneken kesepakatan itu untuk Israel. Wakil Laksamana Angkatan Laut AS David Venlet, kepala program bersama F-35 Pentagon, menandatanganinya untuk Amerika Serikat.

Berlawanan dengan pernyataan tertulis, Shani mengatakan kepada wartawan F-35 akan mulai tiba pada tahun 2016, atau berbeda satu tahun dari rilis pers.

Sumber: TEMPO


Senin, 04 Oktober 2010

RI, Kedua Tertinggi Diserang Virus Stuxnet

0

INILAH.COM, Jakarta–Virus Stuxnet jadi pembahasan karena menargetkan fasilitas penting termasuk nuklir Iran. Gawatnya Indonesia jadi negara tertinggi kedua yang terinfeksi virus itu.

Worm komputer Stuxnet pertama kali ditemukan pada Juni 2010. Penemunya adalah sebuah perusahaan keamanan berasal dari Belarus.

Worm ini jadi terkenal karena merupakan worm pertama yang memata-matai dan memprogram ulang sistem industri.

Serangan worm itu belakangan menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi, mengenai maksud dan tujuan penyebar Stuxnet, asal, serta identitas dari penyerang dan targetnya.

Berdasarkan geografis penyebaran Stuxnet, perusahaan keamanan Kaspersky Labs menyebutkan Iran, Indonesia dan India sejauh ini memimpin dalam hal negara yang terinfeksi.

Namun, Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam keterangan tertulis yang diterima INILAH.COM menyebutkan epidemi Stuxnet (seperti epidemi lainnya) tidak statis.

Worm ini secara terus menerus menyebar. Sementara banyak sistem masih terinfeksi, namun banyak juga yang telah dibersihkan.

Kaspersky Lab menyebut infeksi Stuxnet di India tercatat 86 ribu, Indonesia 34 ribu, dan Iran 14 ribu .

Sumber: INILAH


Sabtu, 02 Oktober 2010

RI juga Korban Virus Israel Penyerang Nuklir Iran?

0

INILAH.COM, Jakarta – Virus komputer yang menyerang fasilitas nuklir Iran dicurigai berasal dari Israel. Virus itu dilaporkan juga telah menyerang fasilitas vital Indonesia.

Seperti dilaporkan The Telegraph seorang peneliti Jerman Ralf Langner mengklaim Unit 8200 yang merupakan lengan pasukan pertahanan Israel adalah pelaku serangan virus komputer yang menyusup ke dalam stasiun tenaga nuklir Bushehr Iran.

Ahli komputer itu telah menghabiskan waktu panjang menelusuri asal dari worm bernama Stuxnet itu.

Sepotong perangkat lunak canggih tapi berbahaya tersebut bisa menginfeksi sistem operasi yang dibuat oleh Siemens dari Jerman di seluruh dunia.

Virus Stuxnet kemungkinan besar masuk ke Iran lewat flashdisk oleh salah satu perusahaan Rusia yang membantu membangun fasilitas Bushehr.

Disebutkan, perusahaan yang sama memiliki proyek di Asia, termasuk India dan Indonesia yang kemungkinan juga diserang.

Sementara Iran diduga telah menderita 60 persen dari serangan.

Ahli keamanan cyber mengatakan bahwa Israel kemungkinan besar adalah pelaku serangan itu dan telah menargetkan Iran. Tetapi negara itu tidak mengakui perannya itu pada sekutu-sekutunya.

"Tidak ada yang bersedia menerima tanggung jawab untuk khasus perangkat lunak berbahaya ini yang merupakan senjata kompleks dan hebat," kata seorang pakar Whitehall.

Pihak berwenang Iran mengakui worm telah menyerang Bushehr dan mengakui fasilitas itu akan mulai beroperasi pada Januari, dua bulan terlambat dari yang direncanakan.

Sumber: INILAH




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin