Tampilkan postingan dengan label PAKISTAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAKISTAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

Pakistan Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir

0

(Ist)

Islamabad (ANTARA News/AFP) - Pakistan, Selasa berhasil melakukan uji coba penembakan rudal jarak menengah yang dapat membawa hulu ledak-hulu ledak nuklir dan konvensional, kata militer.

Militer dalam satu pernyataan mengatakan rudal Ghauri Hatf 5, dengan jangkauan tembak 1.300 km dapat membawa hulu-hulu ledak konvensional dan lainnya.

Peluncuran itu dilakukan oleh kelompok rudal strategi komando "Army Strategic Force" pada akhir pelatihan lapangan yang bertujuan untuk menguji kesiapan operasional pasukan itu, kata pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani, ketua Komite Gabungan Kepala Staf Jendral Khalid Shahmeem Wyne dan para perwira senior militer lainnya dan para ilmuwan menyaksikan uji coba itu, kata pernyataan tersebut.

"Anda telah membuat negara bangga dan kami menghormati anda atas kerja keras anda," kata Gilani kepada para ilmuwan dan para teknisi.

Gilani mengatakan Pakistan dapat bangga atas kemampuan pertahanannya dan penangkalan nuklirnya yang dapat dipercaya.Kemampuan ini, tambahnya merupakan dasar dari kebijakan keamanan Pakistan dan terus meningkatkannya.

"Uji coba itu menunjukkan kredibilitas dari strategi penangkalan minimum, yang adalah tonggak dari kebijakan keamanan kita dan untuk menjamin perdamaian di kawasan itu," katanya.

Gilani mengatakan Pakistan adalah satu negara yang bertangggung jawab dengan kemampuan nuklir yang sangat dipercaya dan tidak memiliki tujuan agresi terhadap negara manapun.

India dan Pakistan-- yang pernah terlibat tiga kali perang, dua antaranya di wilayah Kashmir -- secara rutin melakukan uji coba rudal sejak dua negara itu melakukan uji coba senjata nuklir mereka tahun 1998.

Persenjataan Pakistan termasuk rudal-rudal jarak pendek, menengah dan jauh.

"Tidak diragukan bahwa angkatan bersenjata Pakistan sangat profesional, bermotivasi dan dapat sepenuhnya mengamankan keamanan Pakistan terhadap semua tipe agresi," kata Gilani.

Sumber: ANTARA


Selasa, 14 Desember 2010

Kepala Staf AL Pakistan Kunjungi Cilangkap

0


Pertemuan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dengan Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Admiral Noman Bashir di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/12).

TEMPO Interaktif, Jakarta - Chief Of Naval Staff Pakistan Navy atau Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Admiral Noman Bashir, hari ini Selasa 14 Desember 2010, berkunjung ke Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI disebutkan, kunjungan Noman Bashir tersebut bertujuan agar hubungan kerjasama militer antara Indonesia dan Pakistan yang selama ini telah terjalin, tetap terjaga baik.

Kerjasama tersebut khususnya di bidang latihan militer bersama serta pertukaran personil militer di bidang pendidikan. Kunjungan Kepala Staf Angkatan laut Pakistan tersebut diterima oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di ruang tamu Panglima TNI Mabes TNI Cilangkap.

Sumber: TEMPO


Senin, 13 Desember 2010

KSAL Pakistan Kunjungi AAL

0

kadet AAL yang tergabung dalam Genderang Suling Gita Jala Taruna, mendemonstrasikan kemampuan memainkan genderang dalam defile pasukan HUT ke-63 TNI AL.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Pakistan, Admiral Noman Bashir mengunjungi Akademi Angkatan Laut (AAL) di kawasan Bumimoro, Surabaya, Senin (13/12/2010). Kunjungan orang nomor satu di jajaran AL Pakistan itu diterima Gubernur AAL Laksamana Pertama TNI Ade Supandi, didampingi Wagub AAL, Brigjen TNI (Mar) Gatot Subroto.

Bashir yang didampingi sejumlah pejabat AL Pakistan, di antaranya Commodore Zahid Ilyas, Lt Commander Qaisar Iqbal, dan Lt Commander Zulfiquar Ali Khan, serta Atase Pertahanan Pakistan untuk RI Kolonel Muhammad Umer disuguhi sekilas profil AAL.

Rombongan yang diantar Atase Pertahanan RI untuk Pakistan Kolonel Gamal Hario Putro juga mendapat kesempatan mengunjungi jembatan simulator sebagai salah satu fasilitas pendidikan yang dimiliki AAL.

Rombongan juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi genderang suling Gita Jala Taruna di Lapangan Arafuru, kompleks AAL. "Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Laut ke markas AL Pakistan beberapa waktu lalu," kata Ade yang berkesempatan mendampingi KSAL ke Pakistan itu.

Sumber: KOMPAS


Kamis, 18 November 2010

Jet Pakistan Dipersenjatai Rudal China

0

BEIJING, KOMPAS.com - Pakistan memastikan akan membeli rudal dan sistem penerbangan buatan China untuk mempersenjatai 250 pesawat tempur jenis JF-17 Thunder sebagai upaya kerja sama militer yang lebih erat dengan China, lapor media negeri itu, Kamis (18/11).

Panglima Angkatan Udara Pakistan (PAF), Marsekal Rao Qamar Suleman, mengatakan kepada harian Global Times bahwa sistem radar dan rudal jarak-menengah SD-10 buatan China akan digunakan pada jet tempur yang dikembangkan bersama oleh kedua negara. "PAF tidak berencana untuk menggunakan perlengkapan tempur dan persenjataan buatan Barat pada pesawatnya untuk sementara ini," ujar Suleman sebagaimana dikutip harian tersebut.

Pakistan juga akan membeli empat rudal darat ke udara sebagai upaya penguatan kerja sama dengan China untuk membantu meningkatkan angkatan bersenjatanya, ujar Suleman kepada harian China Daily dalam wawancara terpisah. Dia menyatakan hal itu di sela-sela Pameran Kedirgantaraan tahunan Zhuhai, yang sedang dilaksanakan di China selatan.

Para pakar pertahanan China melayangkan komentar mereka dengan mengatakan kerja sama yang dilakukan tidak menargetkan negara manapun serta tidak membandingkan persetujuan yang dihasilkan atas kunjungan Presiden AS, Barack Obama, ke India pada November, ujar China Daily. Nilai kesepakatan yang dibuat saat kunjungan Obama merupakan persetujuan awal seharga 4,1 miliar dollar AS bagi Angkatan Udara India untuk membeli sepuluh pesawat angkut C-17 Globe Master yang dibuat oleh perusahaan pesawat raksasa AS Boeing.

Pakistan telah berencana mempersenjatai jet tempur JF-17 milik mereka dengan rudal buatan firma Thales SA dari Perancis dengan persetujuan yang dilaporkan seharga 1,2 miliar euro atau 1,6 miliar dollar AS. Namun para pejabat di Perancis menegaskan kepada AFP, April, bahwa persetujuan itu ditunda tanpa keterangan yang jelas. Harian Perancis, Le Monde, mengabarkan bahwa persetujuan itu digagalkan untuk menghindari rusaknya hubungan dengan India, yang merupakan pesaing nuklir Pakistan.

China adalah mitra Pakistan yang kuat dan pemerintah Pakistan sangat tergantung kepada pemerintah China atas kebutuhan pertahanan dan infrastrukturnya. PAF memiliki sebuah armada pesawat buatan China termasuk F-7PG dan A-5, selain pesawat buatan AS F-16 dan Mirage buatan Perancis. Pesawat jet berteknologi menengah JF-17, yang dijuluki jet Thunder, dirakit secara gabungan dengan China.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 22 Oktober 2010

AS Kurangi Bantuan Militer ke Pakistan

0


KEKERASAN - Lokasi peledakan bom bunuh diri di Quetta, Pakistan barat daya, Jumat (3/9/2010). Kekerasan seolah jadi tradisi di Pakistan.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat berniat mengurangi bantuan kepada sekitar setengah lusin satuan angkatan bersenjata Pakistan, yang diyakini telah membunuh penduduk sipil dan tawanan tak bersenjata, kata surat kabar The New York Times dalam laporan, Kamis.

Bila laporan itu benar, keputusan itu akan mewakili kecaman luar biasa terhadap militer Pakistan, pada saat pemerintahan Presiden Barack Obama mengupayakan tindakan lebih besar dari Islamabad untuk memerangi tempat persembunyian Taliban. The Times mengatakan, AS tidak memberitahukan Pakistan mengenai keputusan itu, bahkan meskipun para pejabat senior dan pejabat-pejabat militer berada di Washington untuk mengadakan serangkaian pertemuan.

Surat kabar itu mengutip seorang pejabat AS yang tak disebut namanya mengatakan, ada banyak keprihatinan mengenai tidak ada malunya militer Pakistan.

Para pejabat AS tahun ini berulang mengemukakan pertanyaan-pertanyaan kepada Islamabad mengenai tuduhan-tuduhan pembunuhan di luar pengadilan, oleh pihak militer Pakistan, sekutu penting dalam perang melawan Taliban dan Al Qaeda yang dipimpin AS. Bulan lalu, Washington minta Pakistan memberi penjelasan mengenai pengakuan di video internet yang menunjukkan tentara Pakistan, berbaris membentuk satu regu tembak, kemudian menembaki pria muda berpakaian tradisional dengan tangan terikat dan mata tertutup.

Undang-undang AS melarang memberikan bantuan dana kepada satuan-satuan militer asing yang melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia. Pengamat HAM internasional, Human Rights Watch, mengatakan, pihaknya diberi tahu para pejabat Departemen Luar Negeri AS dan para pejabat Kongres pada awal tahun ini tentang bukti lebih dari 200 pembunuhan terhadap para simpatisan Taliban.

Pembunuhan-pembunuhan itu dilaporkan terjadi di Lembah Swat, rumah bagi sekitar 1,3 juta warga dan tempat bagi operasi militer Pakistan tahun lalu, untuk merebut kembali bekas kubu pertahanan Taliban itu.

Sumber: KOMPAS


Minggu, 17 Oktober 2010

Kapal Perang Pakistan Kunjungi Pelabuhan Tanjung Priok

0


JAKARTA (Pos Kota) – Kapal Perang Pakistan PNS (Pakistan Navy Ships) Syaif tiba di Dermaga 115 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Sabtu (16/10 disambut Asops (asisten Operasi) Danlantamal III, Kolonel Laut (P) Chris Paath mewakili Komandan Lantamal III, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE bersama Atase Pertahanan (Athan) Pakistan di Indonesia Kolonel Zahar serta Para perwira Lantamal III.

PNS Syaif merupakan kapal perang baru milik Angkatan Laut Pakistan jenis Zulfigar Class yang dibuat oleh China dan baru diluncurkan pada tanggal 15 September 2010. Kapal yang dikomandani Kolonel Zubair ini dalam perjalanan dari China menuju Pakistan. Tujuan dari singgah ke Indonesia dalam rangka untuk lebih meningkatkan dan mempererat hubungan kerjasama antara AL Pakistan dan AL Indonesia yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Kedatangan PNS Syaif selain disambut dengan jajaran kehormatan pasukan TNI AL juga sajian tarian tradisional Indonesia. Selama Port Visit di Jakarta kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain Passex (Passing Exercise) dengan KRI, kunjungan kehormatan (Commmander Call) ke Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Pangarmabar dan Danlantamal III Jakarta.

Selain itu khusus untuk para anggota prajurit kapal (ABK) akan mengadakan olahraga bersama pertandingan bola voli dengan tim dari Lantamal III. PNS Syaif berada di Indonesia selama 3 hari dan rencananya pada Selasa (19/10) akan tolak menuju Pakistan.

Sumber: POSKOTA


Rabu, 21 Juli 2010

RI-Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan

0

Pesawat Tempur Pakistan JF-17(Foto:DEFENCE)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Pakistan menyepakati kerja sama pertahanan untuk memantapkan hubungan kedua negara dalam bidang pertahanan ke tingkat yang lebih luas.

Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperations Agreement/DCA) yang ditandatangani Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad di Jakarta, Rabu.

"Kerja sama ini mencakup antara lain peningkatan kerja sama yang telah dilakukan kedua pihak, dan akan dilakukan kedua pihak dimasa datang," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Ia mengatakan, kerja sama dengan Pakistan tersebut sangat penting mengingat banyak kesamaan antara Indonesai dan Paksistan seperti etnik yang beragam, masalah perbatasan darat dan laut, terorisme dan lainnya.

"Selama tiga tahun kita mempersiapkan apa yang bisa dilakukan oleh kedua negara terutama di bidang pertahanan," kata Purnomo.

Hal senada diungkapkan, Menteri Federal Urusan Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad yang mengatakan, latar belakang budaya, kondisi geografis dan persoalan internal Pakistan dengan Indonesia mendasari kerja sama kedua pihak khususnya dalam bidang pertahanan.

"Kerja sama ini, juga membuka peluang bagi kerja sama kedua negara di bidang lain," ujarnya.

Baik Purnomo maupun Ahmad mengatakan, nota kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara itu akan dibahas lebih detail pelaksanaannya oleh kedua pihak pada beberapa bulan mendatang.

"Rincian apa saja dan bagaimana kesepakatan kerja sama itu akan dilakukan akan dibahas lebih rinci lagi dalam beberapa kali pertemuan mendatang di tingkat teknis," kata Purnomo.

Secara umum kesepakatan kerja sama pertahanan RI-Pakistan memuat kesepakatan kedua pihak untuk melakukan dialog/konsultasi reguler di bidang strategis serta isu-isu keamanan.

Tak hanya kesepakatan kerja sama itu juga memuat kesepakatan tukar menukar informasi pertahanan, pertukaran personel, pertukaran ilmu dan pengetahuan bidang pertahanan dan bentuk kerja sama teknis lainnya berdasarkan prinsip kesetaraan dan kepentingan bersama.

Kedua pihak sepakat pula untuk menjajaki kerja sama industri pertahanan.

Sumber: ANTARA


Pakistan ajak RI buat pesawat tempur JF-17

0

Jakarta - Pakistan menawarkan Indonesia untuk memproduksi pesawat tempur bersama. Jenis yang ditawarkan adalah JF-17, yang diklaim setingkat di atas jet tempur canggih produk Amerika Serikat, F-16.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai penandatanganan MoU kerja sama bidang pertahanan dengan Menteri Pertahanan Pakistan Chaudry Ahmad Muchtar, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (21/7).

"Kita ingin melihat lebih jauh tawaran tersebut untuk ditindaklanjuti. Karena kita juga ditawari kerja sama yang sama oleh Korea Selatan," kata Purnomo. Menurut dia, saat ini Pakistan tengah bekerja sama dengan China membangun pesawat tempur.

Pakistan ingin pelajari perang gerilya TNI

Jakarta - Pakistan ingin mempelajari konsep perang gerilya yang dikuasai Tentara Nasional Indonesia.

Hal tersebut terungkap dari pertemuan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan mitranya dari Pakistan, Chaudry Ahmad Muchtar, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (21/7).

Selain soal perang gerilya, Pakistan mengajak Indonesia bekerja sama dalam bidang intelijen dan pemberantasan terorisme. "Itu bagus bagi pengalaman untuk penanganan masalah terorisme karena Pakistan berpengalaman di bidang itu,"

Sedangkan terkait kerja sama intelijen, pemerintah kata Purnomo, hanya ingin berbagi informasi.

Sumber: PRIMAIRONLINE / PRIMAIRONLINE


Sabtu, 29 Mei 2010

Dicurigai Lakukan Kegiatan Mata-mata Seekor Burung Ditahan

0


NEW DELHI--MI: Polisi India menahan satu burung dara setelah hewan itu "tertangkap sedang melakukan tindakan yang diduga sebagai misi mata-mata" buat musuh bebuyutan India dan tetangganya, Pakistan, demikian laporan media setempat Jumat (28/5).

Burung yang berwarna putih tersebut ditemukan oleh seorang warga setempat di negara bagian Punjab, India, yang berbatasan dengan Pakistan, dan dibawa ke pos polisi sekitar 40 kilometer dari ibu kota negara bagian itu, Amritsat.

Burung dara tersebut memiliki cincin di kakinya dan satu nomor telepon Pakistan serta alamat yang tertempel di badannya dengan tulisan tinta merah.

Perwira polisi Ramdas Jagjit Singh Chahal mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India bahwa mereka mencurigai burung itu mungkin hinggap di wilayah India dari Pakistan dengan membawa pesan, kendati tak ada jejak surat yang ditemukan.

Beberapa pejabat telah menginstruksikan agar tak seorang pun diperkenankan melihat hewan tersebut, yang dikatakan polisi telah "melakukan misi khusus mata-mata".

Burung itu telah diteliti secara medis dan kini disimpan di satu ruang yang diberi penyejuk udara dan dijaga oleh polisi.

Beberapa perwira senior telah meminta laporan perkembangan keadaan tiga kali dalam sehari, kata PTI.

Chahal mengatakan penggemar burung dara setempat di daerah perbatasan yang sensitif telah memberi tahu polisi bahwa burung dara Pakistan mudah dikenali karena penampilannya yang berbeda dari burung dara India, demikian laporan surat kabar Indian Express.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Selasa, 25 Mei 2010

KASAU TERIMA PASIS PAKISTAN

0

DISPENAU (25/5),- Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., menerima kunjungan sebanyak 16 orang Pasis Pakistan Air War College yang dipimpin Commandant Pakistan Air War College AVM Tubrez Asif di Mabesau Cilangkap, Senin (24/5).



Maksud kunjungan keenambelas Pasis Sesko Pakistan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan kerjasama kedua negara, khususnya kedua Angkatan Udara dalam melakukan studi banding di bidang kurikulum pendidikan di tingkat Sesko.



Pada kesempatan tersebut, Kasau didampingi Asisten Operasi Kasau Marsda TNI Pandji Utama, Asisten Pengamanan Kasau Marsma TNI Gunpanadi, dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Bambang Samoedro, S.Sos.

Sumber: TNI


Jumat, 21 Mei 2010

Mengerikan, 2 Mata-Mata AS Diledakan Taliban

0

(foto dari www.bild.de)

MIRANSHAH - Dua warga Pakistan yang dituduh sebagai mata-mata Amerika Serikat (AS), menemui ajalnya saat kelompok militan Taliban mengikat tubuh mereka dengan peledak dan kemudian meledakannya.

Aksi keji ini berlangsung di wilayah Waziristan pada Kamis 20 Mei sore waktu setempat. Saat itu lima orang bertopeng membawa kedua korban kedepan publik dan langsung meledakan mereka dengan bahan peledak.

Sebelum mengeksekusi kedua korban, anggota Taliban ini mengarak korban yang tangannya diborgol di depan warga wilayah Datta Kheil. Taliban menuduh mereka telah memberikan informasi kepada pihak AS, agar pesawat tak berawak milik AS dapat melancarkan serangan udara ke wilayah Taliban.

"Mereka (Taliban) memasang bahan peledak di tubuh kedua korban dan kemudian meledakannya," ungkap petugas intelijen Pakistan saat dihubungi melalui telepon oleh Reuters, Jumat (21/5/2010).

Militan Taliban telah membunuh ratusan orang yang mereka anggap sebagai mata-mata bagi AS ataupun Pemerintah Pakistan. Umumnya mereka memutilasi ataupun menembaki para korban hingga tewas. Sementara menurut warga di Datta Kheil, meledakan warga yang mereka curigai sebagai mata-mata merupakan pertama kalinya dilakukan Taliban di wilayuah tersebut.

Sumber: OKEZONE


Sabtu, 08 Mei 2010

India Ingatkan AS Perihal Pakistan

0


Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (kiri tengah) berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani di wisma PM di Islamabad, Pakistan, Minggu (14/12). Brown berjanji memberikan lebih banyak dukungan teknis guna membantu Pakistan dan India dalam upaya memberantas terorisme. Kedua negara itu kini berupaya mengatasi terorisme menyusul aksi serangan ke Mumbai, India, akhir November lalu, yang menyebabkan lebih dari 160 orang tewas.


NEW DELHI, KOMPAS.com - Menteri pertahanan India, Jumat (7/5), memperingatkan Amerika Serikat menyangkut pasokan militer kepada Pakistan. India mengatakan, perangkat keras itu bisa dialihkan untuk menghadapi India.

Peringatan itu datang setelah Amerika Serikat (AS) Maret lalu mengatakan pihaknya akan mengirim pesawat-pesawat tidak berawak kepada Pakistan dan kurang dari sebulan setelah negara itu mengutarakan rencana untuk mentransfer uang 600 juta dolar AS kepada Islamabad untuk membayar operasi-operasi anti-gerilyawan.

Menteri Pertahanan India, AK Antony mengemukakan kepada wartawan di New Delhi bahwa peringatan India itu telah disampaikan kepada Washington. "Kendatipun AS memberikan peralatan militer kepada Pakistan untuk memerangi gerilyawan Taliban, kami merasa ada kemungkinan (Pakistan) mengalihkan sebagian besar peralatan itu ke perbatasan India," kata Antony.

"Kami telah menyampaikan kekhawatiran kami tentang transfer peralatan kepada Pakistan. Kami memberitahu AS bahwa mereka harus hati-hati tentang hal itu," kata menteri pertahanan India itu.

Pakistan, sekutu penting Washington dalam perangnya melawan kelompok gerilyawan telah memproduksi pesawat-pesawat pengintai tetapi negara itu memberitahu AS Maret lalu bahwa pihaknya menginginkan pesawat buatan AS yang canggih. Pentagon kemudian mengatakan pihaknya akan mengirim dalam waktu setahun sekitar 12 pesawat tidak berawak ke Islamabad untuk membantu operasinya terhadap gerilyawan Al Qaeda dan Taliban di Pakistan.

Militer India menegaskan beberapa perangkat keras yang dipasok AS dan dana sebagian telah dialihkan oleh Pakistan agaknya untuk menunjang persenjataannya menghadapi tetangga Asia Selatannya. Kedua negara itu terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris tahun 1947 dan nyaris terlibat konflik senjata keempat tahun 2001 setelah serangan terhadap kompleks parlemen nasional India oleh pria-pria bersenjata yang India salahkan pada Pakistan.

Sumber: KOMPAS


Sabtu, 13 Maret 2010

Russia against developing military ties with Pakistan

0


Russia is not developing military cooperation with Pakistan, Prime Minister Vladimir Putin said Friday.
"I would like to stress that Russia is not maintaining military cooperation with Pakistan as it takes into account the concerns of [our] Indian partners," Putin said after a meeting with Indian Prime Minister Manmohan Singh.
In the 1990s, Pakistan was the chief purchaser of T-80UD tanks produced by Ukraine.
India and Pakistan resumed talks on normalizing bilateral relations for the first time in many years in 2008, but the peace hopes were shattered when a coordinated terrorist attack hit the Indian city of Mumbai in November 2008, claiming at least 166 lives and wounding more than 300 people.
India then blamed the Pakistani-based Lashkar-e-Taiba movement for the assault and said it wanted to see a "visible response" from Islamabad.
New Delhi has a long history of military ties with Moscow. The current cooperation program comprises about 200 joint projects, including the transfer of technology for the licensed assembly of T-90 tanks in India, the production of BrahMos missiles and the purchase of Smerch MLRS by India.
Earlier on Friday, Russia and India signed a $1.5-billion contract on the supplies of 29 more MiG-29K Fulcrum-D carrier-based fighter jets to New Delhi.
The two countries signed a contract stipulating the supply of 12 single-seat MiG-29Ks and four two-seat MiG-29KUBs to India in January 2004. The contract is part of a $1.5 billion deal to deliver the Admiral Gorshkov aircraft carrier, currently being retrofitted in Russia for the Indian navy.

Sumber: RIA


Jumat, 12 Maret 2010

Pakistan Tes Rudal di Laut Arab

0


TEMPO Interaktif, Islamabad - Angkatan Laut Pakistan berhasil melakukan serangkaian pengujian senjata dengan menembakkan rudal dan torpedo Jumat (12/3) dalam apa yang mereka sebut mengirimkan pesan pada kekuatan jahat, yang tampaknya merujuk pada saingan lamanya, India.

Sementara dua tetangganya yang juga memiliki senjata nuklir tampaknya telah mengambil langkah-langkah menuju dimulainya kembali perundingan damai.
Uji senjata dilakukan di Laut Arab dan menggunakan berbagai pesawat terbang, kapal selam, dan kapal. Tapi tidak dijelaskan apakah rudal tersebut disertai hulu ledak nuklir.

Kedua negara secara teratur menguji sistem rudal, dan biasanya memberitahukan satu sama lain sebelum peluncuran tersebut sesuai dengan kesepakatan diplomatik.

Tapi peluncuran pada Jumat ini disertai pernyataan yang tampak menantang tetangganya. Pernyataan seperti itu jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena kedua negara telah berjuang untuk menjaga proses perdamaian mereka.
Akhir bulan lalu, India dan Pakistan mengadakan pembicaraan resmi pertama mereka sejak serangan teroris Mumbai pada bulan November 2008 yang disebut dilakukan kelompok militan Lashkar-e-Taiba.

Tidak jelas apakah pernyataan itu upaya yang disengaja untuk mengganggu hubungan diplomatik, tetapi kata-kata yang sama telah digunakan di masa lalu untuk mengirim peringatan ke New Delhi.

India dan Pakistan telah berperang sejak mereka memperoleh kemerdekaan dari Britania pada tahun 1947.

Kedua belah pihak mulai perundingan dimaksudkan untuk memecahkan perbedaan mereka atas wilayah Himalaya Kashmir dan sengketa lain pada tahun 2004.

Sumber: TEMPO


Kamis, 11 Maret 2010

Serangan Roket dari Pesawat Tak Berawak Amerika Tewaskan 16 Militan

0

TEMPO Interaktif, Islamabad - Dua roket Amerika menghajar wilayah Pakistan baratlaut. Setidaknya 16 militan dilaporkan tewas, yang ditemukan dari reruntuhan rumah.

Serangan dua roket oleh pesawat mata-mata tak berawak ini menghantam sebuah gedung dan kendaraan pada Rabu malam di Waziristan Utara, wilayah yang menjadi benteng Taliban dan militan yang terkait dengan Al-Qaeda di dekat perbatasan Pakistan dengan Afganistan.

Serangan rudal ini datang saat Presiden Afganistan Hamid Karzai berada di Islamabad untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan mengatasi militan Islam yang melancarkan pemberontakan berdarah di kedua sisi perbatasan.

"Korban tewas dalam serangan telah meningkat menjadi 16 setelah empat mayat lagi ditemukan," kata seorang pejabat keamanan senior. "Setidaknya lima dari mereka yang tewas adalah militan asing."

Pejabat itu tidak mengungkapkan kebangsaan orang yang tewas itu, tetapi istilah "militan asing" ini sering digunakan untuk merujuk kepada peuang yang berhubungan dengan Al-Qaeda.

Tujuh militan tewas dalam serangan pertama yang menargetkan markas dan kendaraan di dekat desa Madakhel Mizar, sekitar 50 kilometer sebelah barat Miranshah, di kota utama Waziristan Utara.

Ini adalah serangan mematikan dari roket Amerika sejak 2 Februari, dengan menjatuhkan 18 misil ke tempat persembunyian militan dan kamp pelatihan di Waziristan Utara, menewaskan 31 orang, sebagian besar militan Islam.

Penembakan semacam ini telah menewaskan lebih dari 800 orang di Pakistan sejak Agustus 2008. Korban melonjak dalam satu tahun terakhir saat Presiden Amerika Barack Obama menempatkan pasukannya di Pakistan di jantung perjuangannya melawan Al-Qaeda dan Taliban.

Para pejabat di Washington mengatakan serangan itu adalah alat vital untuk membunuh sejumlah target bernilai tinggi termasuk pemimpin Taliban Pakistan Baitullah Mehsud.

Sumber: TEMPO


Selasa, 02 Februari 2010

Jet Pakistan Lalap 34 Tentara Pakistan

0

KHAR, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat Pakistan menyatakan, hari Senin, pasukan yang didukung pesawat tempur dan helikopter meriam melancarkan serangan yang menewaskan 34 militan, setelah serangan bom bunuh diri di dekat perbatasan dengan Afganistan.

Korps Perbatasan (FC) paramiliter meningkatkan seranhan dengan sasaran tempat-tempat persembunyian Taliban di distrik Bajaur, sementara pasukan terus menggempur daerah-daerah sekitar kota Mamoond dan Salarzai.

"Tigapuluh-empat militan tewas dan sejumlah orang cedera dalam dua hari ini," kata Abdul Malik, seorang pejabat pemerintah daerah, kepada AFP melalui telepon.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin