Tampilkan postingan dengan label jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jerman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Penghematan Biaya, Jerman Pertimbangkan Kurangi Jumlah Personel Militer

0

Berlin - Kementerian Pertahanan Jerman tengah mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah personel militernya lebih dari sepertiga. Praktik wajib militer pun untuk sementara dihentikan.

Semua itu dilakukan untuk menekan biaya pertahanan. Demikian disampaikan sumber-sumber pemerintah Jerman seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (14/8/2010).

Pemerintah Jerman saat ini sedang menelaah lima model berbeda untuk merombak angkatan bersenjatanya sebagai langkah penghematan biaya dan modernisasi militer.

Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg cenderung memilih skema yang akan membuat jumlah angkatan bersenjata berkurang menjadi 163.500 personel dari sekitar 250.000 personel saat ini.

Dari jumlah itu, nyaris seluruh pasukan akan merupakan prajurit karir. Ditambah lagi dengan sekitar 7.500 relawan jangka pendek yang akan menggantikan 60 ribu pasukan relawan yang saat ini ditugasi untuk periode enam bulan.

Rencana pengurangan jumlah militer ini dilakukan di tengah meningkatnya peran militer Jerman di luar negeri. Dalam dua dekade terakhir, militer Jerman ikut serta dalam misi internasional di negara-negara dilanda konflik seperti Somalia, Kosovo, Kongo dan Afghanistan. Total 6.700 prajurit Jerman ditempatkan di luar negeri saat ini.

Sumber: DETIK


Minggu, 26 September 2010

Daewoo Dan HDW Tawarkan Pembuatan Kapal Selam Di PT PAL

0

U-214 Buatan HDW Jerman

Surabaya - Dua perusahaan perkapalan asal Korea Selatan dan Jerman menawarkan proyek pembangunan kapal selam di PT Pal Indonesia.

"Ada dua perusahaan dari Korea Selatan dan Jerman yang mengajukan proposal kerja sama pembangunan kapal selam," kata Direktur Utama PT Pal Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Rabu.

Pertama adalah Daewoo, perusahaan perkapalan asal Korea Selatan yang menawarkan pembangunan kapal selam jenis Changbogo kelas 209.

Disusul kemudian Thyssen/HDW, perusahaan perkapalan asal Jerman, yang juga menawarkan pembangunan kapal selam berkonsep propulsi bebas udara ("air independent propulsion"/AIP).

"Sebenarnya Daewoo juga menawarkan kapal selam berkonsep AIP. Namanya juga Changbogo, tapi kelasnya berbeda," kata Harsusanto.

Kedua perusahaan perkapalan tersebut bersedia membangun kapal selam di Pal, sama seperti yang ditawarkan perusahaan perkapalan asal Belanda, Damen Schelde Netherlands Shipyard (DSNS), yang akan membangun kapal perang jenis perusak kawal rudal.

"Kami juga sudah menyiapkan tempat pembangunan kapal selam di sini. Ada beberapa hanggar yang bisa dimanfaatkan," paparnya.

Menurut dia, pembangunan kapal selam berbeda dengan kapal-kapal permukaan lain. Pembangunan kapal selam, butuh banyak tempat karena sistemnya terdiri atas beberapa modul.

"Dengan adanya kerja sama itu, dapat menekan biaya pembuatan kapal selam di sini karena investasi produksi kapal selam itu sangat mahal," ucapnya.

Harsusanto menjelaskan rencana alih tekonologi untuk pembangunan kapal selam. Untuk kapal selam pertama, teknik perancangan dan instalasi "outfitting" dikerjakan mitra kerja, sedangkan integrasi dan penyelesaian keseluruhan kapal selam dikerjakan Pal.

Pada pembangunan kapal selam kedua, instalasi "outfitting", integrasi, dan penyelesaian keseluruhan ditangani Pal. Selanjutnya kapal selam ketiga, proses seluruhnya diharapkan dikerjakan di Pal.

Hingga saat ini, Pal masih menunggu persetujuan dari pemerintah untuk menentukan tawaran dari dua perusahaan perkapalan tersebut.

Sumber: ANTARA


Selasa, 21 September 2010

Dubes RI Berlin Luncurkan 'Indonesia Update'

0

Berlin - Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo meluncurkan forum diskusi Aktuelles Indonesien (Indonesia Update), melibatkan kalangan media dan politik.

"Menyadari bahwa forum yang melibatkan berbagai stakeholders di Jerman ini akan memberikan impuls penting pada upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral Jerman-Indonesia," ujar Dubes Eddy dalam sambutan pembukaan di Adlon Kempinski Hotel, Berlin, Selasa (21/9/2010).

Inisiatif bertajuk Indonesia Update: Coffee Morning with the Ambassador tersebut dihadiri oleh kalangan politik, 15 perwakilan media massa Jerman dan dua perwakilan media massa Indonesia, yakni Kompas dan detikcom.

Eddy menjelaskan, melalui forum diskusi ini pihaknya mengharapkan dapat mempelajari pandangan berharga dan saran dari para stakeholder dan mitra di Jerman mengenai bagaimana dapat meningkatkan kerjasama.

"Sebagai sesi pendahuluan kami mengundang perwakilan media dan politik," papar Eddy.

Dikatakan, bahwa media memainkan peranan penting dalam memantapkan hubungan antara Jerman-Indonesia. Faktanya, melalui media publik umum di Jerman mendapatkan citra tentang apa itu Indonesia, siapa bangsa Indonesia dan pandangan mereka terhadap dunia dan nilai-nilai mereka.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan penghargaan dan terimakasih mendalam kepada media Jerman atas perhatian dan pengertian kepada Indonesia dan kerjasama yang baik yang telah diberikan selama ini.

Diharapkan forum ini juga akan semakin meningkatkan kerjasama dan membangun kontak lebih akrab dengan media. "Saya percaya dengan jalinan yang erat akan memberi kontribusi untuk meningkatkan hubungan baik di antara kita, seperti telah kita nikmati sejauh ini," tegas Eddy.

Menurut Eddy, Indonesia Update pada tiap edisi akan menghadirkan topik berbeda dengan audiens yang berbeda pula. Walaupun demikian, perwakilan terhormat dari media selalu terbuka untuk hadir.

Pada kesempatan itu, Dubes yang baru menempati pos Berlin 14 bulan itu, juga ingin menggarisbawahi peran penting yayasan politik Jerman, Stiftungen. Sejumlah besar proyek dan even kondusif untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia serta hubungan bilateral yang telah direalisasikan hingga sekarang.

"Saya berharap kerjasama istimewa antara Stiftungen dengan KBRI Berlin dapat terus dipelihara dan diperkuat di tahun-tahun mendatang," demikian Eddy.

Inisiatif Indonesia Update ini mendapat sambutan positif dari kalangan media dan mitra di Jerman, sebagai forum diskusi berkala untuk mendapatkan informasi dari tangan pertama, membahas kerjasama bilateral Indonesia-Jerman dan mendiskusikan perkembangan terbaru mengenai Indonesia.

Sumber: DETIK


Minggu, 19 September 2010

Pilot Tewas dalam Tabrakan di "German Airshow"

0

Pesawat di German Air Show terbakar (Foto:RIA)

Moskow (ANTARA News) - Seorang pilot tewas dalam tabrakan di udara pada pameran udara pesawat-pesawat retro di Jerman Selatan, menurut laporan surat kabar Die Welt yang dikutip kantor berita Ria-Novosti.

Dua pesawat bertabrakan Sabtu petang di sebuah bandara dekat kota Warngau, sekitar 40 kilometer di selatan Munich.

Salah satu pesawat masih mengudara dan pilotnya masih menguasai dan melakukan pendaratan darurat, sedangkan pesawat kedua segera jatuh dan terbakar.

Panitia penyelenggara membatalkan pertunjukan dan pameran hari kedua. `German airshow` melibatkan 82 pesawat retro, rencananya akan digelar Ahad.

Kecelakaan itu terjadi sekitar dua pekan setelah insiden dekat kota Jerman, Nuremberg.

Seorang wanita tewas dan 38 lainnya cedera ketika sebuah pesawat berbelok dari landasan pacu saat lepas landas dan menabrak kerumunan penonton yang terkejut dengan kejadian tersebut.

Sumber: ANTARA


Jumat, 17 September 2010

Germany Grounds Eurofighter Combat Jets on Ejector Seat Concern

0

illustration (Photos:news.pseka.net)

Sept. 16 (Bloomberg) -- Germany’s air force grounded all 55 of its Eurofighter combat jets because of safety concerns over the functioning of the pilot ejector seats.

The Eurofighters, produced by European Aeronautic, Defence & Space Co., have been grounded since yesterday and the German Luftwaffe is working closely with industry officials to identify the problem, a Defense Ministry spokesman said in Berlin on customary condition of anonymity.

The groundings are a flight-safety issue because the functioning of the ejector seat during an emergency can’t be guaranteed in certain circumstances, the spokesman said, without elaborating.

Countries operating military aircraft that have had accidents generally ground planes not being used operationally to allow time for an investigation, said Eurofighter spokesman Marco Valerio. Eurofighter is working with customers to understand the issues and resolve them, he said.

The Eurofighter problem is another setback for the German military’s efforts to enhance its equipment in missions from Afghanistan to Somalia as the government embarks on one the biggest overhauls of the military in the post-World War II era. Steps include reducing the number of soldiers to as few as 170,000 and halting or suspending conscription.

In May, the Defense Ministry curbed test runs of some NH90 military-transport helicopters made by Eurocopter SA after engine faults emerged in flight maneuvers. The malfunction may add to a four-year delay in delivery of the final version of the NH90 to Germany, the ministry said at the time.

The Eurofighter grounding was first reported by Financial Times Deutschland, which linked the measure to a crash in Spain at the end of last month. In that accident, a Saudi Arabian air force lieutenant-colonel was killed when a Eurofighter crashed at Moron air base, near Seville, the Spanish Defense Ministry said on Aug. 24.

The Saudi officer was in Moron as part of a training agreement between the Spanish and Saudi Arabian military.

From:BUSINESSWEEK


Selasa, 10 Agustus 2010

KRI Dewaruci akan ikuti Sail Bremerhaven, Jerman

0

KRI Dewa Ruci

Berlin - Setelah keikutsertaannya dalam Tall Ship Race di Belgia, Denmark, Norwegia, Inggris, Perancis, dan Belanda, KRI Dewaruci di bawah komando Letkol Laut Suharto akan berkunjung ke Jerman untuk berpartisipasi dalam acara Sail Bremerhaven yang akan berlangsung tanggal 25-29 Agustus 2010. Jerman sendiri merupakan tempat KRI Dewaruci dibuat pada 1953 oleh galangan kapal HC Stülcken Sohn, Hamburg.

Perjalanan menjelajahi Eropa tersebut selain merupakan ajang pelatihan bagi Taruna Akademi Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia, juga sekaligus sebagai misi promosi budaya Indonesia ke negara-negara yang disinggahinya. Dalam acara Sail Bremerhaven, kru KRI Dewaruci akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti Tari Reog Ponorogo, Tarian Minang, Tari Saman, Tari Rampak Kendang dan Tari Perang dari Papua.

Menurut deplu.go.id, Selasa (10/8), KRI Dewaruci akan berlabuh di Bremerhaven pada 24 Agustus 2010. Setelah misi selama empat hari di Jerman, KRI Dewaruci meninggalkan Bremerhaven menuju Italia.

KRI Dewaruci merupakan kapal layar bertiang tiga dengan panjang 58,5 meter dan lebar 9,5 meter. Pelayaran kali ini sangat bermakna karena disamping merupakan pelayaran ke tanah kelahirannya, setelah ini KRI Dewaruci hanya akan menjelajahi rute-rute Asia dan dalam negeri Indonesia saja.

Sumber: PRIMAIRONLINE


Senin, 14 Juni 2010

Jerman Tangkap Agen Mossad

0


Warga Palestina pendukung kelompok Hamas, dalam foto bertanggal 26 Februari 2010 ini, memperlihatkan gambar-gambar Mahmud al-Mabhuh yang dibunuh Mossad, agen intelijen Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan tuduhan menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza.


Kairo, Kompas - Pejabat Jerman, Sabtu (12/6), mengungkapkan, aparat Polandia telah menangkap seseorang yang diduga agen Dinas Intelijen Luar Negeri Israel (Mossad). Penangkapan itu terkait dengan pembunuhan tokoh Hamas, Mahmud Abdel Rauf al-Mabhuh (50), akhir Januari lalu di Dubai, Uni Emirat Arab.

Majalah Jerman Der Spiegel mengungkapkan, orang yang ditangkap itu bernama Uri Brodsky.

Al Mabhuh yang lahir di Jalur Gaza dan hidup di Suriah sejak tahun 1989 dituduh Israel sebagai salah seorang penanggung jawab penyelundupan senjata dari Iran ke Jalur Gaza.

Aparat kepolisian Dubai menuduh Mossad terlibat pembunuhan tokoh Hamas itu, dan mengajukan 26 nama warga Israel tersangka pembunuh tersebut.

Kepolisian Dubai mengatakan, para anggota tim pembunuh tokoh Hamas itu menggunakan paspor palsu berbagai negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Irlandia, Perancis, dan Australia.

Kepala Kepolisian Dubai Dahi Halfan Tamim pada 15 Februari lalu mengatakan, identitas dan gerak-gerik tim pembunuh Al Mabhuh berhasil diketahui dalam waktu sangat cepat, kurang dari 24 jam, berkat rekaman kamera CCTV yang tersebar di seantero kota Dubai.

Israel tidak membenarkan atau membantah tuduhan Dubai.

Pemalsu paspor

Inggris dan Australia telah mengusir sejumlah diplomat Israel yang diduga terlibat pemalsuan paspor negara itu. Jerman juga menyampaikan kemarahan terhadap Israel karena tindakan Mossad memalsukan paspor Jerman. Kejaksaan Jerman mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Brodsky yang diduga memalsukan paspor Jerman itu.

Penangkapan dilakukan di Polandia, awal Juni ini, atas perintah kejaksaan Jerman. ”Seseorang telah berhasil ditangkap di Warsawa,” ungkap jubir kejaksaan Jerman itu.

Departemen Luar Negeri Israel juga mengakui bahwa seorang warga Israel telah ditangkap di Polandia dan kini sedang mendapat bantuan dari Kedutaan Israel di Warsawa.

Tertangkapnya Brodsky itu kini menyebabkan hubungan diplomatik Jerman-Israel kembali krusial. Israel meminta Polandia tidak menyerahkan Brodsky ke Jerman.

Keluarga Al Mabhuh, seperti dikutip situs televisi Aljazeera, menyampaikan rasa gembira atas tertangkapnya salah satu pelaku pembunuhan Al Mabhuh. Mereka meminta Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) segera bergerak meminta Brodsky diserahkan kepada UEA untuk diadili.

Menurut Der Spiegel, polisi perbatasan Polandia, awal Juni lalu, telah menangkap seseorang di bandara udara yang mencoba masuk dengan paspor bernama Uri Brodsky.

Der Spiegel mengungkapkan, Brodsky yang berwarga negara Israel diduga terlibat penyiapan logistik untuk operasi pembunuhan Al Mabhuh di Dubai.

Majalah terkemuka Jerman itu menjelaskan, Pemerintah Jerman terakhir ini telah meminta Interpol untuk mencari dan menangkap Brodsky karena diduga beroperasi di Jerman untuk Mossad.

Menurut para penyidik Jerman, Brodsky ditemani agen Mossad lain yang diduga pernah mengajukan permintaan pengeluaran paspor Jerman pada tahun 2009 atas nama penduduk kota Cologne, Jerman, dengan nama Michael Bodenheimer.

Seseorang dengan nama Michael Bodenheimer itu diduga juga masuk Dubai dan meninggalkan kota itu segera setelah pelaksanaan pembunuhan Al Mabhuh.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 19 Mei 2010

RI-JERMAN SEPAKAT BAHAS KERJASAMA PERTAHANAN

0

Kesepakatan itu, menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, tercapai dalam pertemuan pertama konsultasi dwipihak Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin.

Kesepakatan itu menyebutkan bahwa seluruh kerjasama pertahanan kedua negara akan tercantum dalam sebuah Perjanjian Kerjasama Pertahanan (DCA), yang saat ini sedang dirundingkan.

Selain membahas mengenai pentingnya payung hukum bagi kerjasama pertahanan, pertemuan itu juga membahas langkah-langkah pelaksanaan program kerjasama bilateral untuk penguatan lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia.

Dalam kaitan ini kedua delegasi memandang perlu untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung proses desentralisasi di Indonesia, terutama dalam peningkatan kapasitas pemerintahan daerah dalam pelayanan publik sesuai dengan Rencana Pembangunan Nasional Indonesia.

Kedua delegasi juga mengindentifikasikan langkah-langkah koordinasi untuk pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung upaya Indonesia dalam pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan dan kerjasama untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Pada kesempatan itu isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian kedua pemerintah. Kedua delegasi membahas langkah-langkah koordinasi pelaksanaan kesepakatan pelaksanaan kerjasama lingkungan yang akan diawali dengan kegiatan terkait dengan penggunaan berlanjut energi panas bumi di Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan MoU mengenai "Clean Development Mechanism" (CDM) yang ditandatangani oleh kedua Menteri Lingkungan Hidup di Berlin, Desember 2009.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan itu dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Retno L. P. Marsudi, sedangkan delegasi Jerman dipimpin oleh Direktur Jenderal urusan Asia dan Pasifik Kemlu Jerman, Cyrill Jean Nunn.

Secara umum pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara sebagai tindak lanjut dari hasil-hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Berlin pada Desember 2009, selain isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.

Konsultasi bilateral berikutnya akan diselenggarakan di Jerman pada 2012.

Sumber: DEPHAN




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin