Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

TNI Pastikan Penggantian Dana Operasi Misi PBB

0

Pasukan Perdamaian Di Lebanon.

Jakarta (ANTARA News) - Militer Indonesia meminta kepastian penggantian dana operasional alat utama sistem senjata yang digunakan dalam misi perdamaian PBB dalam forum konsultasi yang digelar Departemen Operasi Perdamaian PBB (UN DPKO).

Di samping itu termasuk Departemen Dukungan Operasional (Departement Field Support/DFS) Departemen Misi Perdamaian PBB di New York, kata Delegasi TNI yang diketuai Penasihat Militer PTRI Laksamana Pertama TNI Antonius Sugiarto dalam siaran persnya kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Menurtu dia, ada beberapa hal pokok TNI yang akan disampaikan pada forum konsultasi tiga tahunan itu.

"Beberapa kepentingan TNI yang akan diperjuangkan antara lain upaya peningkatan nilai `reimbursement`, negosiasi dukungan, peralatan dan `self sustainment` untuk Pasukan Perdamaian Indonesia (Kontingen Garuda)," katanya.

Tak hanya itu, TNI juga akan memperjuangkan masalah "troops cost", serta upaya penyelesaian kendala yang dihadapi pada saat Pre Deployment Visit (PDV) dan saat pengiriman KRI ke Lebanon.

"Akan dibahas pula beberapa isu strategis lainnya terkait pengiriman Kontingen Garuda," tuturnya.

Forum konsultasi bertajuk ?Contingent Own Equipment Working Group (COE WG)? itu merupakan forum komunikasi dan konsultasi antara PBB dengan negara-negara penyumbang Pasukan Perdamaian (Troop Contributing Country/TCC maupun Police Contributing Country/PCC).

Dalam kegiatan itu dibahas isu-isu strategis terkait dukungan peralatan dan "reimbursement" dalam misi-misi Perdamaian PBB.

Topik utama forum konsultasi yang berlangsung hingga Jumat(28/1)menyangkut masalah teknis dan kebijakan PBB tentang mekanisme penyediaan dan "reimbursement" alat peralatan yang dimiliki atau dibawa oleh kontingen pasukan dari negara-negara penyumbang dalam Misi Perdamaian PBB.

Kegiatan diikuti 350 peserta delegasi dari 85 negara donor dan penyumbang Misi Perdamaian PBB.

Hingga sekarang, PBB telah menyelenggarakan 15 misi perdamaian di seluruh dunia dan melibatkan lebih 115 ribu personel, baik militer maupun polisi dan sipil.

Anggaran misi perdamaian PBB yang dialokasikan pada TA 2009/2010 sebesar 7,8 miliar dollar Amerika merupakan yang terbesar sepanjang sejarah misi perdamaian PBB.

Jumlah pasukn TNI yang terlibat dalam pasukan PBB tercatat 1.526 orang yang bertugas di empat wilayah dunia yakni di Eropa, Timur Tengah, Asia dan Afrika.

Sumber: ANTARA


Sabtu, 22 Januari 2011

Operasi Perdamaian PBB Tahun 2009-2010 Telan Dana USD 7,8 M

0

Pasukan Perdamaian Indobatt Unifil PBB.

Jakarta - Menjaga perdamaian dunia sungguh tidak murah. Selama tahun 2009-2010 lalu, PBB menganggarkan dana 7,8 miliar USD untuk misi-misi pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia.

"Anggaran misi perdamaian PBB yang dialokasikan pada TA 2009/2010 sebesar 7,8 miliar dollar Amerika. Merupakan yang terbesar sepanjang sejarah UN Peacekeeping," ujar Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (22/1/2011).

Minulyo menambahkan Operasi Misi Perdamaian PBB yang digelar saat ini merupakan operasi terbesar yang pernah dilaksanakan oleh PBB. Hingga sekarang, PBB telah menyelenggarakan 15 misi perdamaian di seluruh dunia dan melibatkan lebih 115 ribu personel, baik militer maupun polisi dan sipil.

Saat ini delegasi TNI sedang mengikuti pertemuan Contingent Own Equipment Working Group (COE WG) di Markas PBB di New York AS. Forum ini merupakan forum komunikasi dan konsultasi antara PBB dengan negara-negara penyumbang Pasukan Perdamaian (Troop Contributing Country/TCC maupun Police Contributing Country/PCC).

"Ini untuk membicarakan isu-isu strategis terkait dukungan peralatan dan reimbursement dalam misi-misi Perdamaian PBB," jelas Minulyo.

Delegasi TNI dipimpin oleh Penasehat Militer PTRI Laksamana Pertama (Laksma) TNI Antonius Sugiarto. Beberapa kepentingan diperjuangkan oleh delegasi TNI, di antaranya adalah upaya peningkatan nilai reimbursement, negosiasi dukungan, peralatan dan self sustainment untuk Pasukan Perdamaian Indonesia yang disebut Kontingen Garuda.

"Selain itu masalah troops cost, serta upaya penyelesaian kendala yang dihadapi pada saat Pre Deployment Visit (PDV) dan saat pengiriman KRI ke Lebanon, serta beberapa isu strategis lainnya yang terkait pengiriman Kontingen Garuda," tutup dia.

Sumber: DETIK


Jumat, 14 Januari 2011

Wamenhan Meninjau Perkembangan Pembangunan Komplek PMPP

0


DMC - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (12/1), meninjau perkembangan pembangunan Pusat Markas Pasukan Perdamaian (PMPP) di Desa Sukahati Citeureup Bogor. Kedatangannya kali ini didampingi oleh Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Prof Ir Budi Susilo Supandji DEA. Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 260 hektar tersebut, rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pusat pelatihan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian Bangsa-Bangsa.

Selain sebagai pusat pelatihan pasukan perdamaian, nantinya lahan yang ada akan digunakan juga sebagai pusat bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam, pusat penanggulangan teror serta sebagai tempat pasukan yang disiapkan (stand by forces)untuk diterjunkan dalam penugasan.

Dalam peninjauan kali ini Wamenhan menerima paparan mengenai kemajuan pembangunan, tantangan dan hambatan yang dialami dalam pembangunan serta masukan-masukan bagi pimpinan Kemhan. Hambatan yang disampaikan antara lain bahan material pembangunan sering terlambat datang karena beratnya medan serta hambatan cuaca yang tak menentu. Sementara itu Wamenhan memberikan beberapa catatan dan masukan pada pimpinan proyek.

Sumber: DMC


Sabtu, 08 Januari 2011

Indonesia Jadi Hub Jaringan "Peacekeeping Centers"

0

Ist

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia berupaya menjadi hub bagi jaringan pusat penjaga perdamaian di kawasan pada 2011 sebagai salah satu wujud komitmen pada pemeliharaan perdamaian dunia serta salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian terbesar PBB.

"Dalam isu operasi pemeliharaan perdamaian, Indonesia aktif berkontribusi pada pengembangan konsep strategis penggelaran misi pemeliharaan perdamaian dunia. Pada tahun 2011, Indonesia akan berupaya menjadi hub bagi jaringan peacekeeping centers di kawasan," kata Menlu Marty Natalegawa dalam Pernyataan Pers Tahunan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa sepanjang 2010, Indonesia telah mengirim sekitar 1.785 personil di tujuh misi PBB sebagai cerminan komitmen dalam pemeliharaan perdamaian dunia. Dengan demikian, Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar.

"Ke depan, diplomasi Indonesia akan terus menampilkan kesiapan Indonesia meningkatkan kontribusinya dalam misi perdamaian PBB untuk menjadi sepuluh negara penyumbang terbesar pasukan PBB," katanya.

Menurut Menlu, peningkatan kontribusi pasukan Indonesia tidak hanya terlihat dalam jumlah personil, melainkan juga dalam penambahan unit. Indonesia telah mengirimkan KRI Kaisiepo pada Agustus 2010 untuk bergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Hal itu adalah partisipasi kedua setelah KRI Diponegoro yang bergabung dengan MTF pada bulan April-September 2009.

Indonesia, kata Menlu, juga terus mendorong peningkatan peran sipil atau White Helmet untuk mendukung berbagai program pembangunan dan rehabilitasi wilayah pasca konflik bersenjata. Namun hal ini dilakukan dengan senantiasa mengedepankan kepemilikan nasional negara terkait.

Selain berupaya meningkatkan kontribusi pada pasukan penjaga perdamaian, dalam upayanya menciptakan keamanan dan perdamaian internasional, Indonesia, kata Menlu, Indonesia juga memainkan peran sentral dalam isu perlucutan senjata nuklir guna mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

"Keputusan Indonesia untuk memulai proses ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji coba Senjata Nuklir/CTBT telah mendapatkan sambutan sangat positif oleh masyarakat internasional. Pada 2011 ini, Indonesia Insya Allah dapat merampungkan proses ratifikasi tersebut dan akan mendorong berbagai pihak agar traktat CTBT tersebut dapat segera diimplementasikan," katanya.

Pernyataan pers tahunan Menlu itu dihadiri oleh antara lain Dr. Alwi Shibab (Menlu periode 1999-2001), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu periode 2001-2009), Joop Ave (Menparpostel periode 1993-1998), Agus Gumiwang (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan Sidharto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) serta sedikitnya 340 undangan dari kalangan media, diplomatik, akademisi, instansi pemerintah serta pejabat Kemlu.

Sumber: ANTARA


Senin, 20 Desember 2010

AIR VIOLATION DI WILAYAH UDARA LEBANON DALAM PANTAUAN RADAR UDARA KRI FRANS KAISIEPO-368

0

KRI FRANS KAISIEPO-368

PUSPEN TNI (20/12),- Air Operation Branch dalam struktur Force Head Quarter UNIFIL merupakan salah satu branch/bagian/staf UNIFIL yang berada langsung di bawah DCOS (Deputy Chief Of Staf) OPS yang memiliki spesialisasi keahlian bidang operasi udara yang bertanggung jawab memberikan analisa dan saran/masukan tentang seluruh kegiatan yang berkaitan dengan operasi udara UNIFIL maupun kajian/analisa gambaran situasi udara yang diperoleh UNIFIL.

Sedangkan pelaksana FC (Force Commander) yang memegang tactical control terhadap aset udara UNIFIL berada pada AOC (Air Operation Centre). AOC yang merupakan (gabungan) civil-military cell inilah yang melaksanakan tugas sebagai co-ordinating agency otorisasi penerbangan UNIFIL dengan otoritas penerbangan Lebanon maupun Israel di dalam Joint Operation Area (JOA) sekaligus mengkoordinir maritime air activities dengan Naval Operations Center (NOC).

Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Air Operation Branch dan AOC ini tentunya membutuhkan dukungan sensor udara yang dapat memantau situasi udara di JOA, khususnya berkaitan dengan air violation di wilayah udara Lebanon yang merupakan salah satu perhatian utama Air Ops Branch.

Keterbatasan kemampuan aset radar udara yang mampu memonitor air violation merupakan salah satu kendala yang dihadapi Air Ops Branch untuk merespon laporan/klaim air violation dari salah satu pihak yang bertikai maupun melaporkan hasil analisanya kepada DCOS OPS di Naquora.

Sejak ITS Borsini (Italian Frigate) Outchop (selesai penugasan) setahun yang lalu, praktis aset radar udara yang dapat diandalkan UNIFIL saat ini adalah radar udara milik Quick Reaction Force (QRF) Air Defense Asset (ADA) dari French Contingent dengan kemampuan deteksi kontak udara 30 Km dengan ketinggian maksimal 17.000 feet. Kemampuan deteksi ini tentunya cukup kesulitan dihadapkan dengan pola penerbangan pelaku air violation yang menggunakan pesawat modern mulai dari pesawat fighter, pengintai sampai dengan UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Untuk mengatasi hal tersebut Chief of Air Operation Branch Colonel Picarielo (Italian Air Force) dengan didampingi salah satu stafnya Captain Steven (French Air Force) melaksanakan kunjungan ke Frans Kaisiepo-368 pada tanggal 18 Desember 2010 guna melaksanakan rapat koordinasi. Dalam kesempatan tersebut Chief Air Operation menyampaikan keterbatasan kemampuan aset radar udara QRF-ADA dan secara khusus meminta dukungan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 untuk membantu mengawasi air violation yang cukup sering terjadi di JOA.

Walaupun hal ini merupakan sebuah tugas tambahan bagi KRI Frans Kaisiepo-368 selaku unsur UNIFIL-MTF, namun hal tersebut bukanlah suatu hal sederhana mengingat air violation merupakan issue sensitive sehingga menuntut adanya data (gambaran/plotting udara) yang lengkap dengan akurasi tinggi mulai dari waktu-durasi, pergerakan (haluan-kecepatan) sampai dengan ketinggian kontak udara. Melalui data tersebut Air Operation Branch menganalisa jenis pesawat dan misinya untuk dilaporkan ke DCOS OPS untuk selanjutnya diteruskan ke FC, demikian penjelasan Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST. Seperti diketahui KRI Frans Kaisiepo-368 dilengkapi dengan Radar MW-08 Medium Range Multi Beam Air and Surface Surveillance, Target Acquistion and Tracking Radar buatan Thales Netherland.

Radar modern tersebut memiliki kemampuan 3D (baca 3 Dimensi), mampu memberikan data informasi baringan, jarak dan ketinggian untuk mendeteksi 160 kontak udara secara bersamaan sampai dengan jarak 92 Km. Pertemuan yang berlangsung selama 3 jam di Lounge Room Perwira KRI Frans Kaisiepo-368 tersebut juga dimanfaatkan Chief Air Operation untuk bertukar pikiran dengan Kadepops Kapten Laut (P) Hendriman Putra dan Kadiv Peperangan Atas Air KRI Frans Kaisiepo-368 tentang kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tugas UNIFIL - Air Ops Branch maupun AOC serta analisa beberapa data air violation yang telah diperoleh KRI Frans Kaisiepo-368 sebelumnya.

Perwira Senior dari Italian Air Force tersebut berharap kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 mampu melengkapi gambaran situasi udara yang diperoleh dari QRF-ADA. Harapan tersebut menegaskan pengakuan dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam mengemban tugas yang menuntut profesionalisme prajurit pengawak dan kemampuan peralatan yang dimiliki salah satu unsur TNI AL/Satkor Koarmatim dalam melaksanakan tugas internasional selaku (UNIFIL-MTF) Peace keeping Force di laut. Hal ini tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri dimana selanjutnya diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Sumber: TNI


Kamis, 16 Desember 2010

Indobatt Amankan Sisa Amunisi Tentara Israel

0

AZ ZAQIYAH (Pos Kota) – Unexploded Ordnance atau yang lebih dikenal dengan sebutan UXO adalah sisa-sisa amunisi dan perlengkapan perang yang belum sempat meledak, yang digunakan oleh IDF (Israel Defence Forces) dalam perang 34 hari tahun 2006 di Lebanon.

Diperkirakan, masih terdapat jutaan UXO yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon yang sengaja disebar oleh IDF sebelum meninggalkan Lebanon Selatan.

Adalah Ahmad (40 th) salah seorang penggembala telah menemukan beberapa UXO disekitar Az Zaqiyah, Rabu (15/12). Selanjutnya, Ahmad melaporkan temuannya tersebut ke UN POSN 9-2 (Kompi C Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil). Setelah menerima laporan, Komandan Kompi C Konga XXIII-E/Unifil Kapten Marinir Budi Widjani memerintahkan satu regu dari Kompi Charlie yang pimpin oleh Lettu Marinir Arismoko didampingi oleh Ahmad dan Ali Karsa (interpeteur lokal) untuk melaksanakan pengecekan ke lokasi penemuan UXO tersebut.

Setelah sampai di lokasi, Tim yang dipimpin Lettu Marinir Arismoko melakukan pengamanan dan identifikasi di sekitar area UXO serta memberi tanda danger mine. Setelah diidentifikasi, ada beberapa UXO yang ditemukan yaitu 1 buah Munisi M-42, 1 buah Mortir 81, 1 buah Mortir-60 dan 1 buah Cluster Bomb. Kemudian, hasil identifikasi dilaporkan ke Komandan Kompi C dan selanjutnya melaporkan ke Markas Indobatt di UN POSN 7-1.

Langkah yang diambil yaitu, melaporkan ke Lebanon Armed Forces (LAF) yang dipimpin oleh Ajudan Dazour datang ke lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan Tim dari Kompi C, ternyata terdapat 2 jenis UXO yang masih aktif yaitu mortir 81 dan Cluster Bomb yang selanjutnya ditangani oleh tim dari LAF.

Authentikasi:
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa.



Sumber: POS KOTA


Senin, 13 Desember 2010

TNI Bantu Penampungan Air di El Adeisse

0

illustrasi

Surabaya (ANTARA News) - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil membantu penampungan air bagi masyarakat di El Adeisse, Lebanon Selatan.

Penerangan Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/Unifil kepada ANTARA melalui surat elektronik, Senin, melaporkan El Adeisse masuk dalam daerah operasi Satgas "Indobatt" (Indonesia Battalion).

Bantuan yang tersalur berkat kerja sama antara Indobatt dan Spainbatt itu mendapatkan respons positif dari masyarakat El Adeisse untuk mewujudkan proyek tersebut.

Prajurit Indonesia menilai kebutuhan terhadap air sangat penting bagi kehidupan masyarakat El Adeisse, Lebanon Selatan, karena selama ini air sulit didapatkan.

Akhirnya, prajurit Indonesia meresmikan proyek itu di gedung pertemuan El Adeisse, Lebanon Selatan, Minggu (12/12) waktu setempat.

Peresmian proyek penampungan air itu dilakukan Wadansatgas Indobatt Letkol Marinir Harnoko mewakili Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/UNIFIL.

Kegiatan itu merupakan salah satu peran aktif dari Seksi CIMIC (Civil-Military Coordination) Satgas Indobatt yang dipimpin Mayor Arh Sukma Yudha.

Dalam sambutannya, Letkol Marinir Harnoko menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UNIFIL dan masyarakat El Adeisse atas terwujudnya proyek tersebut.

Ia berharap melalui proyek tersebut dapat meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang erat antara UNIFIL, khususnya Indobatt dengan masyarakat EL ADEISSE.

Sementara itu, wakil dari Unifil, Mayor Calabuig, mengatakan, penampungan air ini mampu menampung 300 ribu liter air, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat El Adeisse.

Menanggapi bantuan itu, Wakil dari masyarakat El Adeisse, Ali Ramal, mengatakan air merupakan kebutuhan vital, sehingga dengan selesainya proyek itu akan sangat membantu bagi masyarakat El Adeisse untuk memenuhi kebutuhan air.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Unifil, khususnya Spainbatt dan Indobatt dalam mewujudkan proyek penampungan air itu.

Acara peresmian diawali dengan penandatanganan "MoU" dan diakhiri dengan pemotongan kue yang dilakukan oleh Wadan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Marinir Harnokko, Ali Ramal dan Mayor Calabuig.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain utusan UNIFIL G-9 CIMIC, Papen Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Kapten Psk Banu Kusworo, beberapa perwira staf Indobatt Konga XXIII-E/UNIFIL, dan tokoh masyarakat El Adeisse.

Sumber: ANTARA


Jumat, 10 Desember 2010

Jenderal Unifil Kunjungi Indobatt

0

Semenjak peralihan dari Satgas lama, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt. Dengan menggunakan Helly Bell UN-280 milik Spanyol, orang nomor dua dijajaran Unifil itu mendarat di Hellypad Indobatt.


LEBANON (Pos Kota) – Chief Of Staff Markas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemon mengunjungi Markas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) POSN 7-1 di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/12).

Kunjungan kerja ini adalah pertama kalinya dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt semenjak peralihan dari Satgas lama kepada Satgas baru. Kedatangan COS dan rombongan menggunakan Helikopter Bell milik Spanyol dengan nomor registrasi UN-280.

Setelah landing di Hellypad Indobatt, didampingi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa beserta Wadansatgas Letkol Mar Harnoko dan beberapa perwira staf, rombongan menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, dilanjutkan tari Yapong yang dipersembahkan oleh Srikandi-Srikandi Wan TNI Indobatt.

Kunjungan dilanjutkan ke Observation Post Alman yang merupakan TMOP (Temporery Observation Post). Selesai menerima penjelasan dari Danki C Kapten Mar Budi Wijani rombongan menuju ke CompoundKompi C POSN 9-2.

Turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja Military Assistant Maj (FR) Bruno Costanzo dan dua perwira staf Unifil lainnya. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa mengatakan, kunjungan kerja COS Unifil ini dimaksudkan untuk memastikan kegiatan satuan-satuan jajaran Unifil, khususnya Kontingen GarudaXXIII-E/Unifil di sepanjang area Litani River.

Kunjungan kerja diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cindera mata dari Dansatgas Indobatt kepada COS Unifil.

Sumber: POS KOTA


Senin, 06 Desember 2010

Garuda Indonesia Rapatkan Misi Perdamaian Lebanon Selatan

0

SURABAYA--MICOM: Kontingen Garuda Indonesia yang terdiri dari berbagai tim menggelar rapat koordinasi di Markas Indobatt UN POSN 7-1 Lebanon Selatan (5/12) untuk membahas langkah teknis dari misi perdamaian dunia.

Penerangan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil melalui surat elektronik, Senin (6/12), melaporkan, rakor (rapat koordinasi) itu merupakan yang pertama. Rakor itu diikuti Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-E/Unifil FHQSU, Force Protection Company, SEMPU, MILSTAFF SECEAST, MTF (CORVETTE), CIMIC, dan Indomedic.

Dalam rakor itu, Komandan Kontingen Garuda Kolonel PNB Yulianta mengatakan, kegiatan itu bertujuan memperkokoh kekompakan sekaligus untuk berkoordinasi kegiatan yang lebih baik bagi misi menjaga perdamaian di Lebanon Selatan.

Selanjutnya, rakor membahas penyampaian paparan oleh J-5 tentang perencanaan kegiatan Unifil seperti Hygiene Inspection oleh Chief Hygiene, Medal Parade, dan membahas rencana kegiatan Satgas Kontingen Garuda ke depan.

Ia menyampaikan beberapa penekanan antara lain peningkatan Zero Accident, profesionalisme terhadap tugas, dan fungsi kontrol masing-masing Komandan Satgas agar selalu memotivasi seluruh anggota.

Pada kesempatan itu, Penasihat Kontingen Garuda Kolonel Laut (E) Joko Edi (DCO Seceast) meminta Kontingen Garuda agar meningkatkan ibadah, loyalitas kepada atasan, memperlihatkan jati diri TNI, menjaga komunikasi sesama Satgas, menyesuaikan prosedur tugas dari PBB.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 04 Desember 2010

Pasukan TNI di Lebanon Dipuji PBB

0

Pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pasukan TNI yang bergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendapat pujian dari PBB. Satuan-satuan tugas (Satgas) TNI dalam UNIFIL dinyatakan sebagai Satgas "Well Organized" dan "Well Trained" atau sukses dalam melaksanakan tugas di daerah operasi. Demikian dikatakan Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono melalui pidato sambutannya dalam upacara penerimaan dan pembubaran Satgas TNI yang baru kembali dari penugasan di Lebanon, di Markas Besar TNI Cilangkap, Jumat 3 Desember 2010 kemarin. "Saya bangga atas prestasi yang telah ditunjukkan para prajurit selama bertugas di Lebanon, dan telah mendapat apresiasi dari PBB," ujar Panglima TNI melalui siaran pers Markas Besar TNI.

Menurut Agus, hingga akhir penugasannya, Satgas-Satgas TNI di UNIFIL masih melaksanakan tugas pemeliharaan perdamaian di sebagian besar hot spot daerah konflik Lebanon. Hasil kerja pasukan TNI itu telah mendapat apresiasi baik dari Komandan Pasukan UNIFIL maupun Komandan Sektor Brigade Timur UNIFIL yang menjadi wilayah tugas Pasukan TNI disana. "Khususnya saat terjadi kemelut di Blue Line pada bulan Agustus lalu," katanya.

Saat itu, tentara Lebanon atau Lebanese Armed Forces dan Israel (Israeli Defence Forces) terlibat konflik dan baku tembak. Prajurit TNI dipuji profesionalitasnya karena tetap bertahan sebagai penengah di tengah dua seteru. Sikap Pasukan TNI itu menurutnya tak hanya berguna bagi kepentingan operasi PBB, "Tapi juga dinikmati masyarakat di daerah tanggung jawab Satgas."

Pasukan TNI yang baru pulang dari penugasan di Lebanon sebanyak 1.301 personel, terdiri dari Satgas Kontingen Garuda (Konga) XXVI-B1/ Force Headquarters Support Unit (FHQSU) sebanyak 50 personel dipimpin Kolonel Infanteri Restu Widiantoro, Konga XXV-B/Sector East Military Police (SEMPU) 75 personel dipimpin Letnan Kolonel Cpm Eko Yatma, Konga XXVI-B2/ Force Protection Company (FPC) 150 personel pimpinan Letkol Inf Fulad, Konga XXIII-D/ Indonesian Mechanized Battalion (Indobatt) sebanyak 1.015 personel dipimpin Letkol Inf Andi Perdana Kahar, dan Military Staff 11 personel dipimpin Kolonel Inf Surawahadi. Mereka telah bertugas selama setahun di Lebanon terhitung mulai pertengahan November 2009.

Sumber: TEMPO


Jumat, 03 Desember 2010

"Indobatt" Fasilitasi Unifil Bantu Masyarakat Taibe Lebanon

0

Surabaya (ANTARA) - Pasukan "Indobatt" (Indonesia Battalion) di Lebanon Selatan memfasilitasi Unifil dan memberikan bantuan alat keselamatan kerja dan pemadam kebakaran kepada masyarakat Desa At Taibe, Lebanon Selatan, Kamis (2/12) waktu setempat.

Staf Penerangan Satuan Tugas (Satgas) Yonif Mekanis Kontingan Garuda (Konga) XXIII-E/Unifil kepada ANTARA melalui surat elektronik, Jumat, melaporkan penyerahan alat keselamatan kerja dan pemadam kebakaran itu merupakan bentuk nyata dari komitmen Unifil dalam membantu pemerintah dan masyarakat Lebanon.

"Bantuan yang diserahkan oleh perwakilan Unifil Sektor Timur Mayor Calabuig dan diterima perwakilan masyarakat At Taibe Moh Hebeish itu merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan pada lingkungan kerja dengan sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat Lebanon," katanya.

Ketika menerima bantuan itu, Hebeish mengatakan, kegiatan ini bukan yang pertama dilakukan Unifil dalam membantu masyarakat, khususnya di desa At Taibe, karena itu diharapkan kegiatan semacam ini akan tetap berlanjut.

"Kami percaya bahwa peran Unifil dalam menjaga perdamaian (peacekeeper) dapat mempererat hubungan kemanusiaan," tegasnya.

Dalam sambutannya, Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa, mengatakan penyaluran peralatan keselamatan kerja dan pemadam kebakaran itu merupakan proyek yang berkesinambungan sehingga dapat membantu masyarakat At Taibe dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.

"Indobatt akan selalu menyambut baik kegiatan Sektor Timur Unifil, khususnya di wilayah penugasan pasukan Indobatt di Lebanon Selatan," kata orang nomor satu di jajaran Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil itu.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Unifil Sektor Timur atas kerja sama dalam mewujudkan proyek bantuan itu, sehingga jalinan kerja sama antara Unifil dengan masyarakat At Taibe berjalan dengan baik.

Penyerahan peralatan keselamatan kerja dan pemadam kebakaran ITU diawali dengan penandatanganan MoU, lalu pembukaan selubung alat keselamatan kerja.

Acara penyerahan bantuan itu juga ditandai dengan pemotongan kue yang diakukan oleh Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Inf Hendy Antariksa, M Hebeish, dan Mayor Calabuig.

Sumber: YAHOO


Selasa, 30 November 2010

Wakil PBB Kunjungi Mabes TNI

0

Asisten Sekjen PBB untuk Departemen Dukungan Lapangan Mr Anthony Banbury

JAKARTA, KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima tamu istimewa. Wakil dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambangi Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (29/11/2010). Kunjungan dipimpin oleh Asisten Sekjen PBB untuk Departemen Dukungan Lapangan Mr Anthony Banbury.

Wakil PBB diterima langsung oleh Kasum TNI Marsdya Edy Harjoko. Dalam rilis resminya, TNI mengaku tidak semua negara mendapatkan kunjungan kehormatan ini. Indonesia dipilih menjadi salah satu negara karena dinilai memiliki peran signifikan dan berprestasi dalam mendukung operasi perdamaian PBB.

Mereka tengah mengumpulkan masukan-masukan dari negara-negara utama penyumbang misi perdamaian PBB terhadap format dan konsep strategi dalam memberikan dukungan logistik lapangan secara global guna mendukung operasi misi perdamaian PBB di seluruh dunia.

Hingga saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 20 negara yang menyumbangkan pasukan dalam operasi misi perdamaian PBB dengan jumlah sebanyak 1.785 personel.

Sumber: KOMPAS


Indonesia Masuk 20 Negara Terbanyak Kirim Pasukan ke PBB

0


Pasukan wanita TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) saat upacara pemberangkatan di Mabes TNi Cilangkap, Jakarta, Kamis (11/11). TNI mengirimkan 1304 personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya Edy Harjoko menerima kunjungan kehormatan Anthony Banbury, Assistant Secretary General For Departement of Field Support (ASG for DFS) of United Nations atau Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Departemen Dukungan Lapangan. Kehadiran Banbury didampingi oleh Letkol Chb Iroth Sonny Edhie, Asisten Penasehat Militer RI di New York, Amerika Serikat.

Dalam siaran pers yang diterima Selasa (30/11), kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari negara-negara utama penyumbang misi perdamaian PBB terhadap format dan konsep strategi dalam memberikan dukungan logistik lapangan secara global guna mendukung operasi misi perdamaian PBB di seluruh dunia.

Indonesia agaknya patut berbangga, karena tidak semua negara mendapatkan kunjungan kehormatan ini. Indonesia dipilih menjadi salah satu negara yang dikunjungi 'ASG for DFS' karena dinilai memiliki peran signifikan dan prestasi di dalam mendukung operasi perdamaian PBB.

Hingga saat ini, Indonesia tercatat sebagai satu dari 20 negara terbanyak yang menyumbangkan pasukan dalam operasi misi perdamaian PBB dengan jumlah sebanyak 1.785 personel. Indonesia juga dinilai sebagai pasukan perdamaian yang memiliki profesionalitas yang tinggi serta dekat di hati masyarakat setempat.

Menanggapi kunjungan tersebut, Kasum TNI menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan 'ASG for DFS' terhadap TNI, khususnya terkait misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Kasum TNI juga berharap agar 'ASG for DFS' dapat terus meningkatkan dukungan logistik dan reimbursement bagi pasukan TNI yang terlibat dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Sumber: TEMPO


Selasa, 16 November 2010

Peringatan HUT Marinir di Kongo Afrika

0


KONGO (Pos Kota) – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XX-H/Monusco (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), Letkol Czi Widiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke 65 tahun 2010 Korps Marinir di lapangan Bumi Cenderawasih Dungu, Senin pagi (15/11).

Sebanyak dua puluh anggota pasukan elit TNI AL dari Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Konga XX-H ini merayakan ulang tahun korps kebanggaannya yang dilaksanakan dengan sederhana.

HUT Korps Marinir ini merupakan manifestasi untuk menumbuhkembangkan dan memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit Korps Marinir dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Sejarah mencatat hingga di usia ke 65 tahun, Korps Marinir tetap konsisten menempatkan dirinya sebagai Garda Utama bersama komponen TNI dan komponen bangsa lainnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Torehan tinta emas dalam perjalanan sejarah panjang Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, sebagai wujud nyata bahwa Korps Marinir dalam menjaga kewibawaan pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian dikatakan Kasal Laksamana TNI Soeparno dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dansatgas Konga XX-H Letkol Czi Widiyanto di hadapan peserta upacara HUT Korps Marinir tersebut.

Melalui Dansatgas Konga XX-H/Monusco, Kasal dalam amanatnya memberikan penekanan sebagai berikut ; Setiap anggota Korps Marinir agar teguhkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan semangat pengabdian untuk memberikan karya terbaik demi TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan Negara Indonesia. Tingkatkan disiplin dengan senantiasa berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Sebelas Azas Kepemimpinan TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas negara. Pertajam dan tingkatkan profesionalisme prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut agar senantiasa mampu menuntaskan setiap tantangan tugas.

Waspada dan laksanakan prosedur keselamatan kerja serta Standard Operating Procedure (SOP), di setiap kegiatan. Pegang teguh komitmen pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok minimum demi terwujudnya Angkatan Laut yang handal dan disegani. Korps Marinir juga menjunjung tinggi nilai dan semangat kebersamaan serta meningkatkan kepekaan terhadap setiap perubahan, pegang jati diri dan identitas yang kuat sebagai prajurit Korps Marinir. Tingkatkan soliditas antara keluarga besar TNI/TNI Angkatan Laut dengan rakyat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan ini juga Kasal menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang tinggi atas pengabdian yang diberikan Korps Marinir khusunya dan TNI Angkatan Laut pada umumnya. Secara khusus Kasal mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit Marinir yang saat ini tengah bertugas baik di daerah-daerah perbatasan, pulau terluar dan pada misi PBB.

Diakhir acara, Dansatgas Konga XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto dan seluruh Perwira yang ada di Camp Bumi Cenderawasih dan peserta upacara memberikan ucapan selamat kepada anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang berulang tahun.

Sumber : POS KOTA


Unifil Gelar Pertemuan Perwira Penerangan di Lebanon

0


NAQOURA (Pos Kota) – Setiap negara anggota peserta United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) memiliki Perwira Penerangan yang mempunyai perbedaan dari setiap sisi penugasan, sehingga diharapkan dengan adanya pertemuan Perwira Penerangan atau PIO (Public Information Officer) di UNIFIL ini, masing-masing PIO dari setiap Satgas, dapat saling berbagi pengalaman atau informasi kepada kita semua yang hadir disini”.

Demikian ditegaskan oleh Mr. Neeraj Singh selaku Chief Public Information Officer saat membuka “UNIFIL PIO Meeting 2010”, di MCC (Mission Conference Center) Markas Besar UNIFIL, Naqoura-Lebanon.

Lebih lanjut Mr. Neeraj Singh mengatakan bahwa keberadaan pasukan Peacekepper di Lebanon ini, sangatlah didukung pelaksanaan tugasnya oleh PIO, sehingga sangatlah penting memberitahukan setiap kejadian di lapangan pada kesempatan pertama, apapun kejadian yang terjadi di lapangan. Mr. Singh menyatakan kebanggaannya atas kerjasama yang selama ini diperlihatkan oleh masing-masing PIO negara kontingen, sebab tanpa keberadaan Perwira Penerangan maka semua misi UNIFIL tidak akan lengkap.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan paparan oleh Letkol Naresh Bhatt selaku Senior Military PIO UNIFIL tentang struktur organisasi PIO di UNIFIL, aturan-aturan yang berhubungan dengan media massa, hubungan dengan LAF (Lebanon Armed Force) dalam hal ini jurnalis yang akan mengunjungi Lebanon Selatan, pengambilan gambar di area atau wilayah tugas UNIFIL, prosedur wawancara dengan pejabat UNIFIL oleh media Lebanon, pengambilan gambar oleh personel UNIFIL dalam misi perdamaian serta koordinasi yang harus selalu terjalin antara PIO Kontingen dengan PIO di Markas Besar UNIFIL.

Sementara, tindakan yang perlu dilakukan oleh pasukan PBB saat melaksanakan tugas patroli kemudian melihat seseorang yang bukan personel UN sedang mengambil gambar terhadap compound ataupun patroli UNIFIL, maka personel PBB berhak menanyakan identitas dari orang tersebut, kemudian menghubungi LAF setempat untuk pemeriksaan selanjutnya, ujar Letkol Naresh Bhatt.

Pertemuan yang ditutup dengan foto bersama ini, dihadiri oleh 30 Perwira Penerangan (Papen) dari negara anggota UNIFIL diantaranya terdapat Papen dari Kontingen Indonesia yakni: Papen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) Kapten Sus Michiko Moningkey, Papen Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) dan Satgas Force Protection Company (FPC) Konga XXI-B1 dan B2 Kapten Laut (KH) Rully Ramadhiansyah serta Papen Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (Sector East Military Police Unit : SEMPU) Lettu Laut (KH) M. Dahlan.

Sumber: POS KOTA


Senin, 15 November 2010

Indobat Latihan Evakuasi Udara Dengan Spanyol

0


ADHIT AL QUSAYR (Pos Kota) – Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL menggelar latihan evakuasi udara (Casevac Exercise) bekerjasama dengan Spain Heli Squadron (Spain Air) yang dilaksanakan di Indobatt Area Operation (AO). Pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dari kedua negara kontingen, masing-masing mengikutsertakan prajuritnya.

Indobatt mengerahkan satu tim Battalion Mobile Reserve (BMR) yang dipimpin oleh Lettu Inf Arief Widyanto serta dua tim Forward Medical Team (FMT) yang dipimpin oleh Kapten Ckm dr. Hadi Zulkarnain. Sedangkan dari pihak Spanyol mengerahkan satu Medical Air Support dilengkapi dengan pesawat heli jenis Bell-205 dengan Captain Pilot Jose Torices Rasines serta Co-Pilot Diego Remon Ausere.

Latihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh personel Indonesian Peacekeepers tentang pelaksanaan prosedur evakuasi personel melalui udara sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP) UNIFIL. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh personel dapat dengan cepat memberikan bantuan evakuasi apabila terjadi kejadian-kejadian yang bersifat tanggap-darurat di lapangan. Demikian dikatakan oleh Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar pada kesempatan meninjau ditengah-tengah latihan berlangsung.

“Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga 23-D selaku Indonesian Peacekeepers yang sebentar lagi akan berakhir, di negeri Lebanon Selatan ini, tetap memiliki semangat tinggi untuk mendukung seluruh kegiatan operasional sampai akhir misi penugasan”, ujar Komandan Indobatt.

Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta latihan atas partisipasinya dalam kegiatan penting ini. Ditambahkan oleh Komandan Indobatt, bahwa kesempatan latihan ini merupakan bekal ilmu yang tidak mudah didapatkan. Pengalaman adalah guru terbaik, sehingga disadari atau tidak latihan ini menjadi tambahan ilmu khususnya bagi anggota medis Indobatt yang dapat diaplikasikan di kemudian hari.

Sumber : POS KOTA


Sabtu, 13 November 2010

Peluru Buatan Cina Ditemukan di Kawasan Konflik

0

illustrasi

NEW YORK, (PRLM).- Dewan Keamanan PBB akhirnya menerima laporan kontroversial terkait pelanggaran embargo senjata di Darfur setelah beberapa pekan tertunda karena keberatan Cina. Dari berbagai sumber diketahui bahwa laporan rahasia itu mengatakan bahwa peluru-peluru buatan Cina ditemukan di kawasan konflik Sudan itu.

Dokumen itu memang tidak serta merta mengatakan bahwa Beijing bertanggung jawab soal ditemukannya ribuan peluru buatan Cina itu. Namun, dokumen itu mengatakan pemerintah Cina tidak melakukan cukup pengawasan untuk memastikan bahwa persenjataan yang dijual ke pemerintah Sudan tidak sampai ke Darfur.

Bagian inilah yang kemudian memicu protes pemerintah Cina yang mengatakan dokumen itu tidak berdasar sama sekali dan penuh kebohongan. Sebelumnya, Beijing menolak Komite Sanksi Sudan Dewan Keamanan untuk secara resmi menyerahkan laporan itu ke negara-negara anggota Dewan Keamanan.

Laporan yang ditulis oleh panel para pakar ini, diserahkan kepada Duta Besar Inggris untuk PBB yang kini memimpin Dewan Keamanan. Masih menurut sumber, laporan itu mencantumkan berbagai jenis peluru buatan Cina yang ditemukan di Darfur.

Wartawan "BBC" di markas besar PBB New York Barbara Plett mengatakan, tudingan itu sangat kontroversial meski laporan itu juga menegaskan bahwa Cina berhak menjual amunisi ke Sudan selama tidak digunakan di Darfur. Panel itu sebelumnya juga mengklaim bahwa banyak amunisi dan persenjataan asing diperjualbelikan secara gelap di Darfur yang semakin memperuncing konflik antara pemerintah dan kelompok pemberontak.

Belum diketahui apakah laporan soal persenjataan di Darfur ini akan disampaikan kepada publik atau tidak. Sudan dan Cina sejak lama merupakan sekutu dekat. Pemerintah Cina merupakan pemain penting dalam industri minyak Sudan.

PBB mengatakan sedikitnya 300.000 orang tewas dan 2,6 juta orang lainnya terpaksa menjadi pengungsi sejak pemberontak Darfur mengangkat senjata melawan pemerintah pada tahun 2003. Presiden Sudan Omar al-Bashir menjadi buronan Pengadilan Kriminal Internasional dengan tuduhan melakukan kejahatan perang di Darfur. Presiden Bashir berulang kali membantah tuduhan itu.

Pemerintahan Omar al-Bashir bahkan mengatakan jumlah korban akibat konflik Darfur terlalu dibesar-besarkan demi alasan politis. Menurut dia jumlah korban tewas sesungguhnya adalah sekitar 10.000 orang saja.

Sumber : PIKIRAN RAKYAT


Jumat, 12 November 2010

TNI berangkatkan 1.304 personel ke Lebanon

0

Jakarta - TNI kembali mengirimkan 1.304 personel Satuan Tugas Kontingan Garuda untuk bergabung ke Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), menggantikan personel TNI yang sudah setahun bertugas di sana.

Kekuatan yang dikirim terdiri dari Satgas Military Police Unit TNI Kontingan Garuda XXV-C/UNIFIL dan Satgas Infantry Mechanized Batalion TNI Kontingan Garuda XXIII-E/UNIFIL, Satgas Force Headquarter Support Unit TNI Kontingen Garuda XXVI-C2/UNIFIL, dan Satgas Civil XXXI A/UNIFIL.

"Diberangkatkan 1.304 personel yang merupakan bagian komitmen TNI untuk menjaga ketertiban dunia khususnya di kawasan Lebanon. Keterlibatan TNI dalam misi perdamaian sudah dimulai sejak tahun 1957 dan ini sudah sekian kali," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai memberangkatkan misi ke Lebanon, Kamis (11/11).

Menurutnya, penugasan itu merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 yaitu ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Tekad ini dijabarkan melalui UU No 34/2004 tentang TNI pasal 20 ayat 3 tentang penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia," tandasnya

Sementara itu, dari 1.304 personel TNI yang diberangkatkan, 16 personel di antaranya adalah perempuan.

Personel yang diberangkatkan akan menggantikan personel TNI yang sudah bertugas satu tahun di Lebanon dan akan ditarik pulang.

Penempatan pasukan UNIFIL di Lebanon merupakan langkah PBB untuk memelihara gencatan senjata antara Israel dan milisi Hizbullah di Lebanon Selatan.

Sumber: PRIMAIRONLINE


Sabtu, 25 September 2010

KRI Frans Kaisiepo Dilepas ke Lebanon Hari Ini

0



Jakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.

Sumber: KOMASJakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.Jakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 31 Agustus 2010

DK-PBB Perpanjang Mandat Unifil di Lebanon

0

Pasukan Indobatt

PBB, New York (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk satu tahun berikutnya dalam upaya membantu meningkatkan stabilitas di negara tersebut.

Keputusan itu dicapai setelah 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB dalam sidang mereka di Markas Besar PBB, New York, sepakat meloloskan resolusi perpanjangan mandat United Nations Interim Force in Lebanon hingga 31 Agustus 2011.

Perpanjangan itu dianggap DK-PBB diperlukan mengingat situasi ketidakstabilan di Lebanon masih menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Pengesahan resolusi itu diikuti dengan desakan DK-PBB agar pihak-pihak yang terlibat konflik di Lebanon mau bekerja sama dengan PBB dan UNIFIL, menghormati kesepakatan penghentian permusuhan, serta tidak melanggar Garis Biru (zona netral) yang memisahkan Lebanon dan Israel.

Dewan Keamanan juga meminta Pemerintah Israel untuk segara menarik pasukannya dari desa Ghajar yang berada di Garis Biru.

Dalam resolusi itu, DK-PBB mendesak terbentuknya kawasan yang bebas dari personil, peralatan dan persenjataan militer di wilayah antara Garis Biru dan Sungai Litani, terkecuali untuk personil, peralatan dan persenjataan milik Pemerintah Lebanon dan UNIFIL.

UNIFIL dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada tahun 1978 untuk memastikan Israel menarik diri dari wilayah Lebanon serta untuk membantu Pemerintah Lebanon membangun kembali pemerintahan yang efektif.

Saat ini, UNIFIL yang berada di Lebanon Selatan dan bermarkas di Naqoura itu memiliki pasukan berjumlah sekitar 15.000 personil yang disumbang dari puluhan negara, termasuk dari Indonesia.

Menurut catatan Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York bulan April 2010, personil Indonesia yang melekat kepada UNIFIL berjumlah 1.307 orang.

Sebagian besar pasukan Indonesia, yaitu 1.018 personil, bertugas di batalion infantri.

Adapun personil lainnya tersebar di berbagai unit, termasuk polisi militer, pendukung markas besar di Lebanon dan di Markas Besar PBB di New York.

Sebagai bagian dari UNIFIL, pasukan RI di Lebanon ditempatkan di Sektor Timur Garis Biru (wilayah netral yang ditentukan PBB), satu sektor dengan kontingen batalion India, Nepal, dan Spanyol.

Di sektor tersebut, pasukan Indonesia disebar di tiga titik wilayah, yaitu markas batalion Indonesia serta tiga kompi berada di Adhsit al Qusayr, satu kompi di El Adeisse UN-963 dan satu kompi lainnya di UN 8-33 atau disebut juga Posisi PBB di Syeh Abbad Tomb.

Sumber: ANTARA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin