Tampilkan postingan dengan label KAMBOJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMBOJA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2010

RI-Kamboja Tingkatkan Kerjasama Militer

0


Liputan6.com, Jakarta: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja Jenderal Pol Saroeun beserta Staf. Kunjungan kehormatan ini didahului dengan penyambutan secara kemiliteran di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/11).

Dalam siaran pers yang dikirim ke sejumlah media massa disebutkan, kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja dimaksudkan untuk lebih meningkatkan hubungan persahabatan. Selain itu meningkatkan kerjasama militer antarkedua angkatan bersenjata, khususnya kerjasama pelatihan tentara Kamboja.

Hubungan dan kerjasama militer antara Kamboja dan Indonesia sebenarnya telah berlangsung lama. Bahkan, di bawah naungan PBB, TNI berperan aktif dan ditunjuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian di Kamboja.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Saroeun menyampaikan rasa empati atas terjadinya bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini. Panglima yang diangkat sejak 25 Januari 2009 juga berperan aktif dalam kerjasama dengan Indonesia. Itulah sebabnya, Saroeun dianugerahi Bintang Yudha Dharma Utama oleh pemerintah Republik Indonesia. Upacara penganugerahan bintang tersebut dilaksanakan di Kementerian Pertahanan dan disematkan langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Sumber: LIPUTAN 6


Sabtu, 10 Juli 2010

Kamboja Gelar Latihan Perang

0

AP PHOTO/LING SHUO
Tentara Kamboja berpatroli di dekat Kuil Preah Vihear di perbatasan Kamboja-Thailand, Provinsi Preah Vihear, Kamis (24/7). Kuil ini berada di atas lahan sengketa Thailand-Kamboja. Sejak tahun 1962, Mahkamah Internasional menyatakan kuil itu sebagai milik Kamboja, tetapi tidak pernah diterima pihak Thailand. Sengketa kembali mencuat setelah kuil itu, atas usulan Kamboja, mendapat status sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.


KOMPAS.com — Mulai minggu depan, untuk kali pertama, Kamboja menggelar latihan perang dalam skala akbar. Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Sebagaimana Xinhua mewartakan pada Sabtu (10/7/2010), tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kondisi damai dan keamanan di negeri tersebut.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Chhum Socheat, pelatihan ini bertajuk Pengawal Angkor 2010. "Kami menggelar mulai 17 Juli hingga 30 Juli tahun ini," katanya.

Kegiatan besar itu, imbuh Socheat, bakal melibatkan 26 negara, termasuk Indonesia, Perancis, Filipina, Australia, India, Italia, Jerman, Jepang, Mongolia, dan Inggris. Jumlah prajurit yang terlibat ada 1.000 orang, sebagian besar tentara Kamboja dan AS.

Pelatihan tempur dalam kerangka Operasi Keamanan Global (GPOI) PBB itu bakal dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Yang pertama ada di Provinsi Kompong Speu, sekitar 50 kilometer dari Phnom Penh. Lalu, sesi kedua digelar di Phnom Penh.

Sumber: KOMPAS


Jumat, 09 Juli 2010

Kamboja Hancurkan 80.000 Ranjau Darat

0

PHNOM PENH, KOMPAS.com — Kamboja telah menghancurkan lebih dari 80.000 ranjau darat dan alat perang lain yang belum meledak (unexploded ordinances/UXO) selama enam bulan pertama tahun ini, kata seorang pejabat urusan ranjau darat, Jumat.

Deputi Direktur Jenderal Pusat Tindakan Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Center/CMAC), Oum Phumro, mengatakan, dalam masa enam bulan tahun ini, para penjinak ranjau telah membersihkan sekitar 30 kilometer persegi lahan dari ranjau dan menghancurkan lebih dari 80.000 ranjau darat dan alat perang lain yang belum meledak.

CMAC merupakan badan pemerintah urusan ranjau dan merencanakan dalam 2010 dapat membersihkan sekitar 425 ladang ranjau.

Ranjau darat dan alat perang yang belum meledak masih tertanam di sejumlah kawasan di Kamboja, yang merupakan warisan dari tiga dekade perang dan konflik sipil yang berlangsung hingga akhir 1998.

Kamboja telah membersihkan sekitar 450 kilometer persegi dari lahannya, menemukan dan menghancurkan 2,7 juta ranjau dan alat perang lain yang belum meledak.

Saat ini terdapat 670 kilometer persegi lahan lagi di Kamboja yang masih tertanam ranjau yang perlu dibersihkan.

Awal Mei lalu, lima pekerja perkebunan tewas setelah kendaraan mereka menabrak sebuah ranjau anti-tank kuno di bekas kubu pertahanan Khmer Merah.

Sopir mobil dan dua perempuan tewas seketika dalam ledakan di provinsi Pailin, kata Leng Sochea, Wakil Sekjen Pelaksana Tindakan Ranjau (MAA).

Dua orang lainnya meninggal kemudian di rumah sakit dan delapan lainnya cedera, katanya.

Rezim Khmer Merah telah ditumbangkan pada 1979, tetapi pemberontakan sipil masih terus berlangsung hingga 1998, dan membuat Kamboja yang miskin itu menjadi salah satu negara di dunia yang daratannya tertanam ranjau warisan perang.

Wilayah dengan luas sekitar 670 kilometer persegi masih perlu dibersihkan dari alat-alat peledak itu, kata Perdana Menteri Hun Sen.

Menurut Palang Merah Kamboja, jumlah korban tewas berkaitan dengan ledakan ranjau turun menjadi 200 orang pada kurun 2008-2009, dari 800 kasus setiap tahun pada periode 2005-2006.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 02 Juni 2010

China Gives Over 250 Military Trucks To Cambodia

0


PHNOM PENH, Cambodia - China has promised more than 250 new military trucks to Cambodia, Prime Minister Hun Sen said May 31, signaling deeper military cooperation between the two nations.

Hun Sen said a donation of 257 military trucks and 50,000 military uniforms was agreed during a meeting with Chinese President Hu Jintao in Shanghai earlier in May.

"They are all brand-new trucks... from the factory," Hun Sen said during a ceremony to open a Chinese-funded bridge.

The trucks will arrive in Cambodia June 18 and then be featured in a parade, said Hun Sen, who went on to praise Chinese leaders for "talking less, but doing a lot" to help Cambodia.

The announcement of Chinese military aid comes after the U.S. in April stopped a shipment of military trucks to Cambodia as punishment for sending ethnic Uighur asylum-seekers back to China in defiance of international appeals.

Cambodia in December deported the 20 Uighurs, members of a largely Muslim minority group in western China, even though they were seeking U.N. refugee status and said they would face torture if returned.

The decision to deport the Uighurs came a day ahead of a visit by Chinese Vice President Xi Jinping, during which he agreed $1.2 billion in aid and loans to Cambodia with Hun Sen.

Beijing has rejected accusations that the generous aid package was linked to the move.

China, a former patron of the genocidal Khmer Rouge regime, now eclipses many of the impoverished country's other donors with hundreds of millions of dollars in largely-unconditional aid and donated military equipment.

From: DN


Kamis, 04 Maret 2010

Kamboja Melakukan Tes Atas Roket Miliknya

0

KAMPONG CHHNANG - Militer Kamboja tidak biasanya melakukan tes terhadap roket yang mereka miliki. Namun hari ini pengetesan tersebut dilakukan di tengah-tengah pertikaian tapal batas dengan negara tetangga mereka, Thailand.

Dalam latihan militer yang diketahui secara publik untuk pertama kalinya usai perang saudara beberapa dekade lalu, Kamboja menembakan lebih dari 200 roket dari truk pelontar roket. Tes ini dilakukan di sebuah pangkalan udara yang terletak sekira 180 kilometer dari perbatasan dengan Thailand.

Namun seorang pejabat militer Kamboja menolak tuduhan ini sebagai aksi provokasi kepada Thailand.

"Latihan ini bukan bentuk ancaman ataupun unjuk gigi kepada negara tetangga kami (Thailand) atau pun negara lainnya," ungkap juru bica Kementrian Pertahanan Kamboja, Chhum Socheat, seperti dikutip AFP, Kamis (4/3/2010).

Sementara Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, juga sempat menepis anggapan provokasi sebelum latihan perang ini dilakukan. Menurutnya latihan ini diadakan untuk memperkuat kemampuan militer Kamboja untuk memenuhi tugas menghadapi ancaman musuh.

PM Hun Sen juga menambahkan jika roket yang ditembakan tersebut tidak lebih untuk mengetahui kualitas roket buatan Rusia dan China yang dibiarkan terbengkalai sejak perang dingin. Roket-roket ini sendiri sebelumnya dibiarkan tidak terurus di gudang militer Kamboja.

Hubungan Kamboja dan Thailand memang terus mengalami ketegangan, pengerahan pasukan kedua negara di perbatasan yang diperebutkan sejak Juli 2008 hingga kini masih terus berlangsung.

Sengketa perbatasan itu sendiri terjadi sejak Unesco memberikan status warisan dunia kepada Kuil Preah Vihear yang dibuat pada abad 11, yang diberada di wilayah kamboja yang juga diklaim Thailand.

Sumber: OKEZONE




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin