Tampilkan postingan dengan label LEBANON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEBANON. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

PBB Perluas Area Operasi Kontingen Garuda di Lebanon

0

Ist

Surabaya - PBB melalui UNIFIL atau United Nation Interim Force In Lebanon memperluas area operasi Satgas Batalyon Infanteri Mekanis (Yonka) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/UNIFIL atau "INDOBATT" (Indonesia Battalion) terhitung mulai tanggal 10 Januari 2011.

Authentikasi Dansatgas Yonif Mekanis KONGA XXIII-E/UNIFIL Letkol Inf Hendy Antariksa kepada ANTARA melalui surat elektronik, Selasa, melaporkan perluasan area operasi itu merupakan kepercayaan dan pemberian tanggung jawab oleh UNIFIL.

Sebelumnya, area operasi tersebut merupakan wilayah Sektor Barat (Sector West) yang merupakan Area Operasi Batalyon Perancis (FRENCHBATT).

Perluasan wilayah operasi Sektor Timur (Sector East) yang diberikan oleh UNIFIL kepada INDOBATT itu merupakan penilaian positif UNIFIL terhadap kinerja serta kesungguhan seluruh prajurit INDOBATT sebagai duta bangsa Indonesia dalam mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon.

Area Operasi yang dipercayakan UNIFIL kepada INDOBATT terdiri dari tiga wilayah yaitu Qabrikha, Tulin, dan As Suwwanan.

Ketiga wilayah tersebut dijaga oleh Kompi E Mekanis Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/UNIFIL yang sebelumnya sebagai Satgas "Force Protection Company 2".

Proses beralihnya Area Operasi dari "Sector West" kepada "Sector East" itu melalui rapat penataan kembali (Reconfiguration Meeting) wilayah Area Operasi UNIFIL yang dipimpin oleh Kepala Staf (Chief Of Staff) UNIFIL, Brigjen Xavier de Woillemont, 19 Desember 2010.

Rapat penataan itu dihadiri oleh seluruh Komandan Kontingen dan seluruh Komandan Batalyon di jajaran UNIFIL, termasuk Letkol Inf Hendy Antariksa selaku Komandan Satgas Yonif Mekanis Indonesia (INDOBATT).

"Reconfiguration meeting" itu membahas tentang penetapan batas wilayah "Sector East" dan "Sector West" berkenaan dengan rencana penyerahan sebagian wilayah "Sector West" kepada "Sector East".

Pada kesempatan itu dibahas juga rencana waktu proses pelaksanaan serah terima ("Hand Over" / "Take Over") ketiga wilayah operasi yang dimaksud.

Setelah itu digelar rapat internal antara INDOBATT dengan FRENCHBATT yang dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2010 di At Tiri Markas FRENCHBATT untuk membahas secara teknis proses "Hand Over" atau "Take Over" ketiga wilayah tersebut.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan perkenalan atau sosialisasi keberadaan INDOBATT kepada Mayor dan Mukhtar yang merupakan pejabat lokal setempat (Local Authority).

Setelah ada kesepakatan, proses "Hand Over/Take Over" secara teknis pun dilaksanakan selama 12 hari yakni mulai dari tanggal 29 Desember 2010 sampai dengan tanggal 9 Januari 2011.

Proses "Hand Over/Take Over" itu meliputi pelaksanaan Patroli Bersama ("Joint Patrol" / "Induction Patrol") antara Tim Patroli INDOBATT dengan Tim Patroli FRENCHBATT di wilayah Qabrikha, Tulin, dan As Suwwanan.

"Joint Patrol" tersebut dilaksanakan dalam rangka pengenalan rute patroli, check point area, situasi wilayah serta sosialisasi keberadaan satgas baru (INDOBATT) di ketiga wilayah tersebut.

Berdasarkan FRAGO 03-001-11 ("Fragmentary Order") tentang perluasan area operasi INDOBATT (INDOBATT EXPANDED AOR), ketiga wilayah itu secara resmi menjadi tanggung jawab INDOBATT pada tanggal 10 Januari 2011.

Sumber: ANTARA


Senin, 20 Desember 2010

AIR VIOLATION DI WILAYAH UDARA LEBANON DALAM PANTAUAN RADAR UDARA KRI FRANS KAISIEPO-368

0

KRI FRANS KAISIEPO-368

PUSPEN TNI (20/12),- Air Operation Branch dalam struktur Force Head Quarter UNIFIL merupakan salah satu branch/bagian/staf UNIFIL yang berada langsung di bawah DCOS (Deputy Chief Of Staf) OPS yang memiliki spesialisasi keahlian bidang operasi udara yang bertanggung jawab memberikan analisa dan saran/masukan tentang seluruh kegiatan yang berkaitan dengan operasi udara UNIFIL maupun kajian/analisa gambaran situasi udara yang diperoleh UNIFIL.

Sedangkan pelaksana FC (Force Commander) yang memegang tactical control terhadap aset udara UNIFIL berada pada AOC (Air Operation Centre). AOC yang merupakan (gabungan) civil-military cell inilah yang melaksanakan tugas sebagai co-ordinating agency otorisasi penerbangan UNIFIL dengan otoritas penerbangan Lebanon maupun Israel di dalam Joint Operation Area (JOA) sekaligus mengkoordinir maritime air activities dengan Naval Operations Center (NOC).

Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Air Operation Branch dan AOC ini tentunya membutuhkan dukungan sensor udara yang dapat memantau situasi udara di JOA, khususnya berkaitan dengan air violation di wilayah udara Lebanon yang merupakan salah satu perhatian utama Air Ops Branch.

Keterbatasan kemampuan aset radar udara yang mampu memonitor air violation merupakan salah satu kendala yang dihadapi Air Ops Branch untuk merespon laporan/klaim air violation dari salah satu pihak yang bertikai maupun melaporkan hasil analisanya kepada DCOS OPS di Naquora.

Sejak ITS Borsini (Italian Frigate) Outchop (selesai penugasan) setahun yang lalu, praktis aset radar udara yang dapat diandalkan UNIFIL saat ini adalah radar udara milik Quick Reaction Force (QRF) Air Defense Asset (ADA) dari French Contingent dengan kemampuan deteksi kontak udara 30 Km dengan ketinggian maksimal 17.000 feet. Kemampuan deteksi ini tentunya cukup kesulitan dihadapkan dengan pola penerbangan pelaku air violation yang menggunakan pesawat modern mulai dari pesawat fighter, pengintai sampai dengan UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Untuk mengatasi hal tersebut Chief of Air Operation Branch Colonel Picarielo (Italian Air Force) dengan didampingi salah satu stafnya Captain Steven (French Air Force) melaksanakan kunjungan ke Frans Kaisiepo-368 pada tanggal 18 Desember 2010 guna melaksanakan rapat koordinasi. Dalam kesempatan tersebut Chief Air Operation menyampaikan keterbatasan kemampuan aset radar udara QRF-ADA dan secara khusus meminta dukungan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 untuk membantu mengawasi air violation yang cukup sering terjadi di JOA.

Walaupun hal ini merupakan sebuah tugas tambahan bagi KRI Frans Kaisiepo-368 selaku unsur UNIFIL-MTF, namun hal tersebut bukanlah suatu hal sederhana mengingat air violation merupakan issue sensitive sehingga menuntut adanya data (gambaran/plotting udara) yang lengkap dengan akurasi tinggi mulai dari waktu-durasi, pergerakan (haluan-kecepatan) sampai dengan ketinggian kontak udara. Melalui data tersebut Air Operation Branch menganalisa jenis pesawat dan misinya untuk dilaporkan ke DCOS OPS untuk selanjutnya diteruskan ke FC, demikian penjelasan Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST. Seperti diketahui KRI Frans Kaisiepo-368 dilengkapi dengan Radar MW-08 Medium Range Multi Beam Air and Surface Surveillance, Target Acquistion and Tracking Radar buatan Thales Netherland.

Radar modern tersebut memiliki kemampuan 3D (baca 3 Dimensi), mampu memberikan data informasi baringan, jarak dan ketinggian untuk mendeteksi 160 kontak udara secara bersamaan sampai dengan jarak 92 Km. Pertemuan yang berlangsung selama 3 jam di Lounge Room Perwira KRI Frans Kaisiepo-368 tersebut juga dimanfaatkan Chief Air Operation untuk bertukar pikiran dengan Kadepops Kapten Laut (P) Hendriman Putra dan Kadiv Peperangan Atas Air KRI Frans Kaisiepo-368 tentang kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tugas UNIFIL - Air Ops Branch maupun AOC serta analisa beberapa data air violation yang telah diperoleh KRI Frans Kaisiepo-368 sebelumnya.

Perwira Senior dari Italian Air Force tersebut berharap kemampuan sensor udara KRI Frans Kaisiepo-368 mampu melengkapi gambaran situasi udara yang diperoleh dari QRF-ADA. Harapan tersebut menegaskan pengakuan dan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam mengemban tugas yang menuntut profesionalisme prajurit pengawak dan kemampuan peralatan yang dimiliki salah satu unsur TNI AL/Satkor Koarmatim dalam melaksanakan tugas internasional selaku (UNIFIL-MTF) Peace keeping Force di laut. Hal ini tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri dimana selanjutnya diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia.

Sumber: TNI


Kamis, 16 Desember 2010

Indobatt Amankan Sisa Amunisi Tentara Israel

0

AZ ZAQIYAH (Pos Kota) – Unexploded Ordnance atau yang lebih dikenal dengan sebutan UXO adalah sisa-sisa amunisi dan perlengkapan perang yang belum sempat meledak, yang digunakan oleh IDF (Israel Defence Forces) dalam perang 34 hari tahun 2006 di Lebanon.

Diperkirakan, masih terdapat jutaan UXO yang tersebar di seluruh wilayah Lebanon yang sengaja disebar oleh IDF sebelum meninggalkan Lebanon Selatan.

Adalah Ahmad (40 th) salah seorang penggembala telah menemukan beberapa UXO disekitar Az Zaqiyah, Rabu (15/12). Selanjutnya, Ahmad melaporkan temuannya tersebut ke UN POSN 9-2 (Kompi C Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil). Setelah menerima laporan, Komandan Kompi C Konga XXIII-E/Unifil Kapten Marinir Budi Widjani memerintahkan satu regu dari Kompi Charlie yang pimpin oleh Lettu Marinir Arismoko didampingi oleh Ahmad dan Ali Karsa (interpeteur lokal) untuk melaksanakan pengecekan ke lokasi penemuan UXO tersebut.

Setelah sampai di lokasi, Tim yang dipimpin Lettu Marinir Arismoko melakukan pengamanan dan identifikasi di sekitar area UXO serta memberi tanda danger mine. Setelah diidentifikasi, ada beberapa UXO yang ditemukan yaitu 1 buah Munisi M-42, 1 buah Mortir 81, 1 buah Mortir-60 dan 1 buah Cluster Bomb. Kemudian, hasil identifikasi dilaporkan ke Komandan Kompi C dan selanjutnya melaporkan ke Markas Indobatt di UN POSN 7-1.

Langkah yang diambil yaitu, melaporkan ke Lebanon Armed Forces (LAF) yang dipimpin oleh Ajudan Dazour datang ke lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan Tim dari Kompi C, ternyata terdapat 2 jenis UXO yang masih aktif yaitu mortir 81 dan Cluster Bomb yang selanjutnya ditangani oleh tim dari LAF.

Authentikasi:
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa.



Sumber: POS KOTA


Lebanon Sita Peralatan Mata-mata Israel

0

Binocular Laser untuk melakukan koordinat sasaran.

BEIRUT, KOMPAS.com — Militer Lebanon, Rabu (15/12/2010), menyatakan telah menyita dua peralatan pengintai canggih milik Israel di pegunungan di atas kota Beirut, dan peralatan itu dapat membantu Israel memantau dan mengincar berbagai tempat untuk diserang.

Peralatan tersebut ditemukan dengan memanfaatkan keterangan yang diberikan kepada dinas intelijen Lebanon oleh "beberapa sumber perlawanan", kata militer Lebanon di dalam satu pernyataan. Militer Lebanon merujuk kepada kelompok gerilyawan Syiah, Hezbollah.

Militer Lebanon menyatakan, Israel telah berencana memasang peralatan itu di Sanin dan Barouk, dua kabupaten yang berada di masing-masing gunung di sebelah utara dan selatan ibu kota negeri tersebut. Peralatan itu dapat menetapkan koordinat sasaran dan meliputi laser yang mampu mencapai jarak 20 kilometer, pemasok listrik lepas, dan peralatan untuk mengirim gambar.

Satu sumber militer mengatakan, peralatan tersebut yang disita pada hari Rabu juga diduga telah digunakan untuk memantau banyak wilayah perbatasan Lebanon dengan tetangganya, Suriah. Gambar yang disiarkan di jejaring militer (www.lebarmy.gov.lb) memperlihatkan peralatan yang sebagian tertutup batu di lereng bukit batu.
Tak lama setelah pengumuman militer, beberapa pesawat tempur Israel terbang rendah di atas beberapa kota kecil di Lebanon selatan, kata warga setempat. Namun, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Tak ada kegiatan (militer) yang tak biasa di daerah itu."

Dua pekan sebelumnya, Lebanon menyatakan, Israel telah menggunakan pengendali jarak jauh untuk meledakkan dua alat pemantau komunikasi yang telah dipasangnya di bagian selatan negeri tersebut. Pada 2006 Israel melancarkan agresi, peristiwa yang juga dikenal sebagai Perang Israel-Hezbollah dan di Lebanon dikenal sebagai Perang Juli, selama 34 hari.

Konflik tersebut berawal pada 12 Juli 2006 dan berlanjut sampai gencatan senjata yang diperantarai PBB diberlakukan pada 14 Agustus 2006 pagi. Kendati demikian, secara resmi agresi tersebut berakhir pada 8 September 2006, ketika Israel mencabut blokade angkatan lautnya atas Lebanon.

Sumber: KOMPAS


Senin, 13 Desember 2010

TNI Bantu Penampungan Air di El Adeisse

0

illustrasi

Surabaya (ANTARA News) - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil membantu penampungan air bagi masyarakat di El Adeisse, Lebanon Selatan.

Penerangan Satgas Yonif Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/Unifil kepada ANTARA melalui surat elektronik, Senin, melaporkan El Adeisse masuk dalam daerah operasi Satgas "Indobatt" (Indonesia Battalion).

Bantuan yang tersalur berkat kerja sama antara Indobatt dan Spainbatt itu mendapatkan respons positif dari masyarakat El Adeisse untuk mewujudkan proyek tersebut.

Prajurit Indonesia menilai kebutuhan terhadap air sangat penting bagi kehidupan masyarakat El Adeisse, Lebanon Selatan, karena selama ini air sulit didapatkan.

Akhirnya, prajurit Indonesia meresmikan proyek itu di gedung pertemuan El Adeisse, Lebanon Selatan, Minggu (12/12) waktu setempat.

Peresmian proyek penampungan air itu dilakukan Wadansatgas Indobatt Letkol Marinir Harnoko mewakili Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/UNIFIL.

Kegiatan itu merupakan salah satu peran aktif dari Seksi CIMIC (Civil-Military Coordination) Satgas Indobatt yang dipimpin Mayor Arh Sukma Yudha.

Dalam sambutannya, Letkol Marinir Harnoko menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UNIFIL dan masyarakat El Adeisse atas terwujudnya proyek tersebut.

Ia berharap melalui proyek tersebut dapat meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang erat antara UNIFIL, khususnya Indobatt dengan masyarakat EL ADEISSE.

Sementara itu, wakil dari Unifil, Mayor Calabuig, mengatakan, penampungan air ini mampu menampung 300 ribu liter air, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat El Adeisse.

Menanggapi bantuan itu, Wakil dari masyarakat El Adeisse, Ali Ramal, mengatakan air merupakan kebutuhan vital, sehingga dengan selesainya proyek itu akan sangat membantu bagi masyarakat El Adeisse untuk memenuhi kebutuhan air.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Unifil, khususnya Spainbatt dan Indobatt dalam mewujudkan proyek penampungan air itu.

Acara peresmian diawali dengan penandatanganan "MoU" dan diakhiri dengan pemotongan kue yang dilakukan oleh Wadan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Marinir Harnokko, Ali Ramal dan Mayor Calabuig.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain utusan UNIFIL G-9 CIMIC, Papen Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Kapten Psk Banu Kusworo, beberapa perwira staf Indobatt Konga XXIII-E/UNIFIL, dan tokoh masyarakat El Adeisse.

Sumber: ANTARA


Jumat, 10 Desember 2010

Jenderal Unifil Kunjungi Indobatt

0

Semenjak peralihan dari Satgas lama, kunjungan ini merupakan kunjungan pertama yang dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt. Dengan menggunakan Helly Bell UN-280 milik Spanyol, orang nomor dua dijajaran Unifil itu mendarat di Hellypad Indobatt.


LEBANON (Pos Kota) – Chief Of Staff Markas (COS) UNIFIL Brigadir Jenderal Xavier de Woillemon mengunjungi Markas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) POSN 7-1 di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (9/12).

Kunjungan kerja ini adalah pertama kalinya dilakukan pejabat Unifil ke Markas Indobatt semenjak peralihan dari Satgas lama kepada Satgas baru. Kedatangan COS dan rombongan menggunakan Helikopter Bell milik Spanyol dengan nomor registrasi UN-280.

Setelah landing di Hellypad Indobatt, didampingi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa beserta Wadansatgas Letkol Mar Harnoko dan beberapa perwira staf, rombongan menuju Markas Indobatt dan disambut secara protokoler, dilanjutkan tari Yapong yang dipersembahkan oleh Srikandi-Srikandi Wan TNI Indobatt.

Kunjungan dilanjutkan ke Observation Post Alman yang merupakan TMOP (Temporery Observation Post). Selesai menerima penjelasan dari Danki C Kapten Mar Budi Wijani rombongan menuju ke CompoundKompi C POSN 9-2.

Turut hadir dalam rombongan kunjungan kerja Military Assistant Maj (FR) Bruno Costanzo dan dua perwira staf Unifil lainnya. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Hendy Antariksa mengatakan, kunjungan kerja COS Unifil ini dimaksudkan untuk memastikan kegiatan satuan-satuan jajaran Unifil, khususnya Kontingen GarudaXXIII-E/Unifil di sepanjang area Litani River.

Kunjungan kerja diakhiri dengan foto bersama dan pemberian cindera mata dari Dansatgas Indobatt kepada COS Unifil.

Sumber: POS KOTA


Senin, 06 Desember 2010

Garuda Indonesia Rapatkan Misi Perdamaian Lebanon Selatan

0

SURABAYA--MICOM: Kontingen Garuda Indonesia yang terdiri dari berbagai tim menggelar rapat koordinasi di Markas Indobatt UN POSN 7-1 Lebanon Selatan (5/12) untuk membahas langkah teknis dari misi perdamaian dunia.

Penerangan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil melalui surat elektronik, Senin (6/12), melaporkan, rakor (rapat koordinasi) itu merupakan yang pertama. Rakor itu diikuti Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Konga XXIII-E/Unifil FHQSU, Force Protection Company, SEMPU, MILSTAFF SECEAST, MTF (CORVETTE), CIMIC, dan Indomedic.

Dalam rakor itu, Komandan Kontingen Garuda Kolonel PNB Yulianta mengatakan, kegiatan itu bertujuan memperkokoh kekompakan sekaligus untuk berkoordinasi kegiatan yang lebih baik bagi misi menjaga perdamaian di Lebanon Selatan.

Selanjutnya, rakor membahas penyampaian paparan oleh J-5 tentang perencanaan kegiatan Unifil seperti Hygiene Inspection oleh Chief Hygiene, Medal Parade, dan membahas rencana kegiatan Satgas Kontingen Garuda ke depan.

Ia menyampaikan beberapa penekanan antara lain peningkatan Zero Accident, profesionalisme terhadap tugas, dan fungsi kontrol masing-masing Komandan Satgas agar selalu memotivasi seluruh anggota.

Pada kesempatan itu, Penasihat Kontingen Garuda Kolonel Laut (E) Joko Edi (DCO Seceast) meminta Kontingen Garuda agar meningkatkan ibadah, loyalitas kepada atasan, memperlihatkan jati diri TNI, menjaga komunikasi sesama Satgas, menyesuaikan prosedur tugas dari PBB.

Sumber: MEDIA INDONESIA


Sabtu, 04 Desember 2010

Pasukan TNI di Lebanon Dipuji PBB

0

Pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pasukan TNI yang bergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendapat pujian dari PBB. Satuan-satuan tugas (Satgas) TNI dalam UNIFIL dinyatakan sebagai Satgas "Well Organized" dan "Well Trained" atau sukses dalam melaksanakan tugas di daerah operasi. Demikian dikatakan Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono melalui pidato sambutannya dalam upacara penerimaan dan pembubaran Satgas TNI yang baru kembali dari penugasan di Lebanon, di Markas Besar TNI Cilangkap, Jumat 3 Desember 2010 kemarin. "Saya bangga atas prestasi yang telah ditunjukkan para prajurit selama bertugas di Lebanon, dan telah mendapat apresiasi dari PBB," ujar Panglima TNI melalui siaran pers Markas Besar TNI.

Menurut Agus, hingga akhir penugasannya, Satgas-Satgas TNI di UNIFIL masih melaksanakan tugas pemeliharaan perdamaian di sebagian besar hot spot daerah konflik Lebanon. Hasil kerja pasukan TNI itu telah mendapat apresiasi baik dari Komandan Pasukan UNIFIL maupun Komandan Sektor Brigade Timur UNIFIL yang menjadi wilayah tugas Pasukan TNI disana. "Khususnya saat terjadi kemelut di Blue Line pada bulan Agustus lalu," katanya.

Saat itu, tentara Lebanon atau Lebanese Armed Forces dan Israel (Israeli Defence Forces) terlibat konflik dan baku tembak. Prajurit TNI dipuji profesionalitasnya karena tetap bertahan sebagai penengah di tengah dua seteru. Sikap Pasukan TNI itu menurutnya tak hanya berguna bagi kepentingan operasi PBB, "Tapi juga dinikmati masyarakat di daerah tanggung jawab Satgas."

Pasukan TNI yang baru pulang dari penugasan di Lebanon sebanyak 1.301 personel, terdiri dari Satgas Kontingen Garuda (Konga) XXVI-B1/ Force Headquarters Support Unit (FHQSU) sebanyak 50 personel dipimpin Kolonel Infanteri Restu Widiantoro, Konga XXV-B/Sector East Military Police (SEMPU) 75 personel dipimpin Letnan Kolonel Cpm Eko Yatma, Konga XXVI-B2/ Force Protection Company (FPC) 150 personel pimpinan Letkol Inf Fulad, Konga XXIII-D/ Indonesian Mechanized Battalion (Indobatt) sebanyak 1.015 personel dipimpin Letkol Inf Andi Perdana Kahar, dan Military Staff 11 personel dipimpin Kolonel Inf Surawahadi. Mereka telah bertugas selama setahun di Lebanon terhitung mulai pertengahan November 2009.

Sumber: TEMPO


Jumat, 03 Desember 2010

"Indobatt" Fasilitasi Unifil Bantu Masyarakat Taibe Lebanon

0

Surabaya (ANTARA) - Pasukan "Indobatt" (Indonesia Battalion) di Lebanon Selatan memfasilitasi Unifil dan memberikan bantuan alat keselamatan kerja dan pemadam kebakaran kepada masyarakat Desa At Taibe, Lebanon Selatan, Kamis (2/12) waktu setempat.

Staf Penerangan Satuan Tugas (Satgas) Yonif Mekanis Kontingan Garuda (Konga) XXIII-E/Unifil kepada ANTARA melalui surat elektronik, Jumat, melaporkan penyerahan alat keselamatan kerja dan pemadam kebakaran itu merupakan bentuk nyata dari komitmen Unifil dalam membantu pemerintah dan masyarakat Lebanon.

"Bantuan yang diserahkan oleh perwakilan Unifil Sektor Timur Mayor Calabuig dan diterima perwakilan masyarakat At Taibe Moh Hebeish itu merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas keamanan pada lingkungan kerja dengan sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat Lebanon," katanya.

Ketika menerima bantuan itu, Hebeish mengatakan, kegiatan ini bukan yang pertama dilakukan Unifil dalam membantu masyarakat, khususnya di desa At Taibe, karena itu diharapkan kegiatan semacam ini akan tetap berlanjut.

"Kami percaya bahwa peran Unifil dalam menjaga perdamaian (peacekeeper) dapat mempererat hubungan kemanusiaan," tegasnya.

Dalam sambutannya, Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil, Letkol Inf Hendy Antariksa, mengatakan penyaluran peralatan keselamatan kerja dan pemadam kebakaran itu merupakan proyek yang berkesinambungan sehingga dapat membantu masyarakat At Taibe dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.

"Indobatt akan selalu menyambut baik kegiatan Sektor Timur Unifil, khususnya di wilayah penugasan pasukan Indobatt di Lebanon Selatan," kata orang nomor satu di jajaran Satgas Yonmek Konga XXIII-E/Unifil itu.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Unifil Sektor Timur atas kerja sama dalam mewujudkan proyek bantuan itu, sehingga jalinan kerja sama antara Unifil dengan masyarakat At Taibe berjalan dengan baik.

Penyerahan peralatan keselamatan kerja dan pemadam kebakaran ITU diawali dengan penandatanganan MoU, lalu pembukaan selubung alat keselamatan kerja.

Acara penyerahan bantuan itu juga ditandai dengan pemotongan kue yang diakukan oleh Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil Letkol Inf Hendy Antariksa, M Hebeish, dan Mayor Calabuig.

Sumber: YAHOO


Selasa, 16 November 2010

Unifil Gelar Pertemuan Perwira Penerangan di Lebanon

0


NAQOURA (Pos Kota) – Setiap negara anggota peserta United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) memiliki Perwira Penerangan yang mempunyai perbedaan dari setiap sisi penugasan, sehingga diharapkan dengan adanya pertemuan Perwira Penerangan atau PIO (Public Information Officer) di UNIFIL ini, masing-masing PIO dari setiap Satgas, dapat saling berbagi pengalaman atau informasi kepada kita semua yang hadir disini”.

Demikian ditegaskan oleh Mr. Neeraj Singh selaku Chief Public Information Officer saat membuka “UNIFIL PIO Meeting 2010”, di MCC (Mission Conference Center) Markas Besar UNIFIL, Naqoura-Lebanon.

Lebih lanjut Mr. Neeraj Singh mengatakan bahwa keberadaan pasukan Peacekepper di Lebanon ini, sangatlah didukung pelaksanaan tugasnya oleh PIO, sehingga sangatlah penting memberitahukan setiap kejadian di lapangan pada kesempatan pertama, apapun kejadian yang terjadi di lapangan. Mr. Singh menyatakan kebanggaannya atas kerjasama yang selama ini diperlihatkan oleh masing-masing PIO negara kontingen, sebab tanpa keberadaan Perwira Penerangan maka semua misi UNIFIL tidak akan lengkap.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan paparan oleh Letkol Naresh Bhatt selaku Senior Military PIO UNIFIL tentang struktur organisasi PIO di UNIFIL, aturan-aturan yang berhubungan dengan media massa, hubungan dengan LAF (Lebanon Armed Force) dalam hal ini jurnalis yang akan mengunjungi Lebanon Selatan, pengambilan gambar di area atau wilayah tugas UNIFIL, prosedur wawancara dengan pejabat UNIFIL oleh media Lebanon, pengambilan gambar oleh personel UNIFIL dalam misi perdamaian serta koordinasi yang harus selalu terjalin antara PIO Kontingen dengan PIO di Markas Besar UNIFIL.

Sementara, tindakan yang perlu dilakukan oleh pasukan PBB saat melaksanakan tugas patroli kemudian melihat seseorang yang bukan personel UN sedang mengambil gambar terhadap compound ataupun patroli UNIFIL, maka personel PBB berhak menanyakan identitas dari orang tersebut, kemudian menghubungi LAF setempat untuk pemeriksaan selanjutnya, ujar Letkol Naresh Bhatt.

Pertemuan yang ditutup dengan foto bersama ini, dihadiri oleh 30 Perwira Penerangan (Papen) dari negara anggota UNIFIL diantaranya terdapat Papen dari Kontingen Indonesia yakni: Papen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) Kapten Sus Michiko Moningkey, Papen Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) dan Satgas Force Protection Company (FPC) Konga XXI-B1 dan B2 Kapten Laut (KH) Rully Ramadhiansyah serta Papen Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (Sector East Military Police Unit : SEMPU) Lettu Laut (KH) M. Dahlan.

Sumber: POS KOTA


Senin, 15 November 2010

Indobat Latihan Evakuasi Udara Dengan Spanyol

0


ADHIT AL QUSAYR (Pos Kota) – Indonesian Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL menggelar latihan evakuasi udara (Casevac Exercise) bekerjasama dengan Spain Heli Squadron (Spain Air) yang dilaksanakan di Indobatt Area Operation (AO). Pasukan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dari kedua negara kontingen, masing-masing mengikutsertakan prajuritnya.

Indobatt mengerahkan satu tim Battalion Mobile Reserve (BMR) yang dipimpin oleh Lettu Inf Arief Widyanto serta dua tim Forward Medical Team (FMT) yang dipimpin oleh Kapten Ckm dr. Hadi Zulkarnain. Sedangkan dari pihak Spanyol mengerahkan satu Medical Air Support dilengkapi dengan pesawat heli jenis Bell-205 dengan Captain Pilot Jose Torices Rasines serta Co-Pilot Diego Remon Ausere.

Latihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh personel Indonesian Peacekeepers tentang pelaksanaan prosedur evakuasi personel melalui udara sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP) UNIFIL. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh personel dapat dengan cepat memberikan bantuan evakuasi apabila terjadi kejadian-kejadian yang bersifat tanggap-darurat di lapangan. Demikian dikatakan oleh Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar pada kesempatan meninjau ditengah-tengah latihan berlangsung.

“Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga 23-D selaku Indonesian Peacekeepers yang sebentar lagi akan berakhir, di negeri Lebanon Selatan ini, tetap memiliki semangat tinggi untuk mendukung seluruh kegiatan operasional sampai akhir misi penugasan”, ujar Komandan Indobatt.

Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta latihan atas partisipasinya dalam kegiatan penting ini. Ditambahkan oleh Komandan Indobatt, bahwa kesempatan latihan ini merupakan bekal ilmu yang tidak mudah didapatkan. Pengalaman adalah guru terbaik, sehingga disadari atau tidak latihan ini menjadi tambahan ilmu khususnya bagi anggota medis Indobatt yang dapat diaplikasikan di kemudian hari.

Sumber : POS KOTA


Jumat, 12 November 2010

TNI berangkatkan 1.304 personel ke Lebanon

0

Jakarta - TNI kembali mengirimkan 1.304 personel Satuan Tugas Kontingan Garuda untuk bergabung ke Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), menggantikan personel TNI yang sudah setahun bertugas di sana.

Kekuatan yang dikirim terdiri dari Satgas Military Police Unit TNI Kontingan Garuda XXV-C/UNIFIL dan Satgas Infantry Mechanized Batalion TNI Kontingan Garuda XXIII-E/UNIFIL, Satgas Force Headquarter Support Unit TNI Kontingen Garuda XXVI-C2/UNIFIL, dan Satgas Civil XXXI A/UNIFIL.

"Diberangkatkan 1.304 personel yang merupakan bagian komitmen TNI untuk menjaga ketertiban dunia khususnya di kawasan Lebanon. Keterlibatan TNI dalam misi perdamaian sudah dimulai sejak tahun 1957 dan ini sudah sekian kali," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai memberangkatkan misi ke Lebanon, Kamis (11/11).

Menurutnya, penugasan itu merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 yaitu ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Tekad ini dijabarkan melalui UU No 34/2004 tentang TNI pasal 20 ayat 3 tentang penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia," tandasnya

Sementara itu, dari 1.304 personel TNI yang diberangkatkan, 16 personel di antaranya adalah perempuan.

Personel yang diberangkatkan akan menggantikan personel TNI yang sudah bertugas satu tahun di Lebanon dan akan ditarik pulang.

Penempatan pasukan UNIFIL di Lebanon merupakan langkah PBB untuk memelihara gencatan senjata antara Israel dan milisi Hizbullah di Lebanon Selatan.

Sumber: PRIMAIRONLINE


Jumat, 22 Oktober 2010

INDOBATT PERINGATI HUT KOMANDO PASKHAS TNI ANGKATAN UDARA

0

PUSPEN TNI (21/10),- Indonesian Battalion memperingati hari kelahiran ke-63 Komando Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dengan menggelar upacara peringatan di lapangan upacara Soekarno-Base UN Position 7-1 Adshit Al-Qusayr beberapa waktu lalu dipimpin, oleh Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf Andi Perdana Kahar selaku inspektur upacara. Sedangkan Kapten (Pasukan) Alpin Jonggi Lumban Tobing bertindak selaku komandan upacara.

Dalam sambutan tertulis Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP; yang dibacakan oleh Komandan Indobatt, disampaikan dalam beberapa tahun terakhir ini, telah banyak kemajuan dan upaya perubahan yang telah dilakukan Korpaskhas. Kemajuan penataan di bidang organisasi, personel dan pembinaan satuan jajaran, terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Penambahan jumlah prajurit Paskhas secara bertahap disesuaikan dengan pengembangan kekuatan satuan. Demikian juga pembinaan satuan jajaran, lebih diarahkan untuk mewujudkan kemampuan matra udara, komando, pertahanan udara titik, dan kemampuan khusus. Kemajuan yang telah dicapai saat ini merupakan rangkaian hasil kerja keras, disiplin, dedikasi dan loyalitas pengabdian segenap prajurit jajaran Korpaskhasau.

Sedangkan dalam sambutan tidak tertulisnya, Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar menyampaikan pujiannya atas pengucapan Sapta-Marga TNI oleh salah satu prajurit Paskhas saat maju kehadapan seluruh pasukan upacara kali ini. Pengucapan Sapta-Marga kali ini merupakan yang terbaik yang pernah saya dengar dari seluruh upacara 17-an yang selama ini digelar di Lebanon Selatan, ujarnya dengan serius. Pengucap Sapta-Marga Pratu Evan Oktariansa adalah salah satu prajurit Korpaskhas yang beruntung dapat bergabung di dalam Kontingen Garuda Indonesia tahun 2009-2010 ini. Sebelumnya berasal dari kesatuan yang jauh dari Tugu Monas yakni dari Batalyon 466 Paskhas yang berada di kota Phinisi Makassar Sulawesi Selatan.

Dalam sejarahnya, enam puluh tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Oktober 1947, peristiwa bersejarah berupa penerjunan pasukan payung yang pertama di Kalimantan Tengah, senantiasa menjadi sumber inspirasi pada peringatan hari ulang tahun Korpaskhas. Peristiwa heroik tersebut, telah mewariskan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengabdian sosok prajurit sejati, kepada bangsa dan negara. Nilai pengabdian dan pengorbanan yang dilandasi oleh sebuah tekad, jiwa ksatria, keberanian dan ketulusan hati, hendaknya senantiasa mengalir dalam darah dan melekat dalam dada setiap prajurit Baret Jingga.

Dari awal terbentuknya, Korpaskhas secara konsisten telah melaksanakan komitmen pengabdian, melalui berbagai keterlibatannya dalam operasi militer maupun tugas-tugas lain bersama satuan TNI lainnya. Berbagai operasi militer seperti penumpasan PRRI/ Permesta, penumpasan G-30S/ PKI, Trikora/ Dwikora, Operasi Seroja, misi perdamaian dunia dan lain-lainnya, menjadi bukti nyata pengabdian sekaligus prestasi prajurit Paskhas.

Thema peringatan HUT Paskhas tahun ini adalah Dengan militansi prajurit, korps Paskhas siap melaksanakan tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka menegakkan dan menjaga keutuhan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian informasi yang diperoleh dari Perwira Upacara kali ini Lettu (Pasukan) Didik Adi Susanto.

Tidak hanya sampai disini saja, peringatan HUT Paskhas di lingkungan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (Indonesian Battalion/ Indobatt) dilanjutkan dengan acara ramah-tamah di Kompi Mekanis C Indobatt UN Position 9-2 desa Al-Zikkyeh. Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Perwira Senior dari Korpaskhas Kapten (Pasukan) Yosafat dari Detasemen Bravo Paskhas, yang saat ini tergabung dalam Satuan Tugas FPU XXVI-B/ UNIFIL (Force Protection Unit UNIFIL) di New-Land UNIFIL Naqoura.

Kapten (Pasukan) Yosafat menyatakan ungkapan rasa bangganya dapat memperingati HUT korps-nya ini di negeri Lebanon Selatan. Serta ucapan terimakasihnya mewakili seluruh prajurit yang lainnya, kepada pimpinan Indobatt yang telah memberikan kesempatan bagi prajurit Paskhas untuk merayakannya di kompi mekanis C Indobatt.

Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf Andi Perdana Kahar menimpali, merupakan suatu kehormatan baginya dapat bersama-sama dengan Korps Baret Jingga merayakan HUT ke-63 Paskhas di bumi Lebanon Selatan. Jika meninjau kembali moto dari pasukan ini, saya sangat terkesan. Vadikaraste Mafalesu Kadatjana yang artinya Berjuang tanpa menghitung untung ruginya. Hal ini mengingatkan saya, bagaimana seharusnya seorang prajurit TNI profesional. Yakni bekerja tanpa pamrih demi bangsa dan negara, menjadi prajurit yang profesional dan solid satu sama lain. Ini merupakan modal dasar untuk menghadapi tugas tantangan di-Tahun yang diberikan kepada Kapten (Pasukan) Yosafat. Perayaan sederhana namun penuh makna ini turut membangkitkan semangat kebersamaan diantara prajurit Indobatt.

Sumber: TNI


Sabtu, 25 September 2010

KRI Frans Kaisiepo Dilepas ke Lebanon Hari Ini

0



Jakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.

Sumber: KOMASJakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.Jakarta, Kompas - KRI Frans Kaisiepo dijadwalkan berangkat ke Lebanon sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-B/United Nations Interim Force in Lebanon, Sabtu ini.

Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman, Kamis (23/9), memeriksa persiapan terakhir dan penggelaran pasukan. Rencananya KRI Frans Kaisiepo akan dilepas oleh Panglima TNI di Komando Lintas Laut Militer.

Kaisiepo-368 diawaki 100 prajurit dan dipimpin Komandan Satuan Tugas Letkol Laut (P) Wasis Priyono. KRI Frans Kaisiepo merupakan kapal keempat jenis korvet kelas Sigma milik TNI Angkatan Laut. KRI ini dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda, pada tahun 2006 khusus untuk TNI AL. KRI ini adalah kapal kedua setelah KRI Diponegoro 365 yang ikut misi yang sama tahun lalu. Saat itu misi KRI Diponegoro merupakan misi pertama dari Asia Tenggara.

Saat pemeriksaan, Tono Suratman mengingatkan, seluruh perlengkapan material yang diberikan merupakan barang inventaris negara yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam penggunaan setiap peralatan, prosedur agar dipatuhi. Prajurit diminta memelihara segala fasilitas yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan.

Tono menyatakan, keamanan dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama, khususnya dalam penggunaan peralatan dengan risiko tinggi.

Sumber: KOMPAS


Selasa, 21 September 2010

TNI Kembali Kirim Pasukan Perdamaian

0



SURABAYA (SINDO) – TNI kembali dipercaya PBB untuk mengirimkan pasukan perdamaian yang akan bertugas di Lebanon. Dalam partisipasi kali ini TNI mengirim 100 prajurit dari TNI AL.

Mereka akan bergabung dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII.B United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL) 2010. “Kita kembali mendapatkan kepercayaan dari dunia. Para prajurit sudah kami siapkan untuk bertugas sebaik mungkin di sana,” ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana TNI Bambang Suwarto di Dermaga Ujung, Surabaya, kemarin.

Pada acara pelepasan itu para prajurit terlihat diantar para anggota keluarganya. Para pengantar tampak terharu dan sedih saat menyaksikan KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 yang membawa mereka bergerak. Salah satunya adalah Merry,21. Perempuan yang sedang hamil sembilan bulan ini harus rela berpisah sementara dengan suaminya Lettu Fuad. Bagi perempuan, ditinggal pergi suami di saat menanti kelahiran buah hati pertama tentu tidak mudah.

”Saya sudah siap karena memang ini sudah panggilan tugas,””ujar Merry yang menikah setahun lalu. Satgas terdiri atas 88 orang anak buah kapal (ABK) KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368,7 pilot dan kru helikopter BO0105, 2 paramedis, 1 personel Kopaska dan 2 personel penyelam. KRI Frans kaisiepo-36 dipimpin oleh Letkol laut (P) Wasis Priyono. Kapal beserta personel ini akan bertugas selama 8 bulan.

Dengan rincian 2 bulan perjalanan berangkat dan pulang, serta 6 bulan berada di lokasi. Rute yang akan dilewati selama pelayaran menuju Lebanon, yaitu Surabaya-Jakarta- Belawan-Chocin-Salalah-Port Said-Beirut. Di Lebanon,prajurit Indonesia akan bergabung dengan negara lain untuk mengemban tugas perdamaian dunia dalam gugus tugas Maritime Task Force (MTF).Tahun lalu, TNI AL juga memberangkatkan KRI Diponegoro-365 ke Lebanon.

Sumber: SINDO


Sabtu, 14 Agustus 2010

Pasukan Srilanka Gantikan Pasukan Garuda di Libanon

0

INILAH.COM, Libanon - Director General Operations of Srilanka Army (GOSA) Mayor Jenderal Likugan Hewage Sharendra Chandana Silva mengadakan kunjungan kerja ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo Force Protection Company (2nd Indo FPC) Kompi Mekanis Konga XXIII-C1 bertempat di Markas Besar UNIFIL, Naqoura Lebanon Selatan, Kamis (12/8).

Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Inf Restu Widiyantoro, beserta Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana. Kunjungan pejabat militer dari Srilangka tersebut dalam rangka mempelajari serta mengetahui secara jelas tugas dan kewajiban dari Satgas 2nd Indo Force Protection Company yang nantinya, akan digantikan oleh Kompi dari Srilanka pada pertengahan Oktober 2010.

Pada kunjungan ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo FPC tersebut, Mayjen Likugan menerima paparan singkat satuan dari Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan FHQSU meliputi tugas pokok, organisasi dan kekuatan personel Indonesia.

Selanjutnya Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana memberikan paparan mengenai operasional satuannya serta tugas dan tanggung jawabnya selaku Kompi Pertahanan dan Pengamanan di Markas Besar UNIFIL.

Pada kesempatan itu rombongan militer dari Srilangka meninjau Markas dan tempat tinggal prajurit dari Satgas 2nd Indo FPCKompi Mekanis Konga XXIII-C1 yang bertempat di Gianicolo Camp, New Land Naqoura Lebanon Selatan yang nantinya akan dihuni personel dari pasukan Srilanka.

"Rombongan juga melihat kendaraan tempur yang dimiliki oleh Satgas 2nd Indo FPC seperti ANOA yang saat ini menjadi tumpuan utama Satgas 2nd Indo FPC untuk mengamankan wilayah tanggung jawab pengamanan Markas Besar UNIFIL," ujar Perwira Penerangan Konga XXVI-B1/Unifil, Lettu Laut Rully dalam keterangan tertulis yang diterima INILAH.COM Jumat (13/8).

Sumber: INILAH


Kamis, 12 Agustus 2010

TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon

0


Surabaya (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali mengirimkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 beserta personelnya dalam misi perdamaian dunia di Lebanon pada akhir Agustus mendatang.

Sekitar 100 personel KRI Frans Kaisiepo yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII-B/UNIFIL itu, mulai mengikuti latihan pratugas di Pusat Latihan Operasi Laut Kolatarmatim Ujung Surabaya, Kamis.

Kegiatan latihan yang berlangsung hingga menjelang keberangkatan menuju Lebanon itu dibuka Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Soehartono Suratman.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapuspen TNI Mayjen Aslizar Tanjung, Asops KSAL Laksda TNI Dadiek Surarto, Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto, dan pejabat TNI lainnya.

"Ini merupakan pengiriman kapal perang kedua dalam misi perdamaian ke Lebanon. Pada tahun lalu, TNI juga telah mengirimkan KRI Diponegoro-365 untuk tugas yang sama," kata Asops Panglima TNI.

Jenderal bintang dua yang akrab disapa Tono Suratman ini menjelaskan pengiriman pasukan TNI dalam misi perdamaian PBB sejak 1957 saat Kontingen Garuda (Konga) pertama diterjunkan.

Sampai saat ini, kata dia, pengiriman pasukan untuk misi perdamaian ke sejumlah negara yang sedang terjadi konflik masih terus dilakukan, termasuk ke Lebanon.

"Pemerintah, DPR, Kementerian Luar Negeri, dan lembaga terkait lainnya sangat mendukung tugas mulia ini. Karena itu, TNI selalu siap mengirimkan pasukan jika diminta," kata Tono usai membuka pelatihan.

Selama berada di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo dan seluruh personelnya akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari 34 negara lainnya, seperti China, Spanyol, Prancis, Italia, dan Korea Selatan.

"Mereka akan bertugas di Lebanon selama enam bulan. Karena itu, fisik dan mental harus benar-benar disiapkan selain juga kesiapan pendukung tugas lainnya," kata Asops Panglima TNI.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 yang dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Wasis Priyono itu, membawa satu unit helikopter BO-105 beserta tujuh orang krunya, 88 ABK, dua tenaga paramedis, satu anggota Pasukan Katak (Kopaska), dan dua orang penyelam.

Dalam pelayaran menuju Lebanon sekitar hampir satu bulan, kapal perang jenis Sigma Klas Korvet Belanda dari jajaran Satkorarmatim itu, akan berangkat dari Surabaya dengan melintasi Jakarta, Belawan, Cochin, Salalah, Port Said, dan Beirut.

Sumber: ANTARA


Jaga Perdamaian, 100 Prajurit TNI AL Berangkat ke Libanon

0

Pasukan Indobatt(foto: detik)

Surabaya - Indonesia kembali mendapat kepercayaan dari PBB untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian. Kali ini yang dikirim adalah pasukan dari TNI AL yang akan bertugas di laut.

Pasukan yang akan dikirim nantinya berjumlah 100 personel, plus 1 unit kapal yakni KRI Frans Kaisiepo 368 dan 1 unit helikopter BO 105. Karena itu dibutuhkan peningkatan kualitas pasukan dengan standar internasional.

"Ini merupakan kedua kalinya bagi TNI AL diminta PBB untuk bergaung dalam penjagaan misi perdamaian di Libanon selama 6 bulan kedepan," kata Asisten Operasi Panglima TNI Mayjend TNI Soehartono Suratman kepada wartawan usai membuka pelatihan pasukan penjaga perdamaian dalam United Nation Interm Forces in Libanon (UNIFIL) di Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (12/8/2010).

Menurut Suratman, para prajurit terpilih ini akan mendapatkan pelatihan yang mempunyai standart internasional. "Mereka nantinya akan diberi pelatihan yang standar training moduls baik penguasaan alusista maupun komunikasi berbahasa Inggris," tuturnya.

Suratman juuga berpesan kepada prajurit yang akan berangkat agar selama menjalankan tugas mulia ini bisa mengenal karakterisitik baik geografis, gaya hidup, latar belakang konflik di lapangan serta hindari konflik senjata.

"Jangan sampai pemberitaan di media membuat kalian ciut nyali. Tapi tugas kalian adalah tugas mulia yang membawa nama bangsa sehingga kalian harus tahu latar belakang konflik agar tidak terjadi konflik senjata baik serta tidak diplot sebagai pihak yang membela salah satu pihak," tegasnya.

Pasukan perdamaian yang akan berangkat pada akhir Agustus, nantinya akan bergabung dengan negara-negara eropa diantaranya, Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris.

Sumber: DETIK


Gagalnya Operasi Komando Israel

0

ilustrasi

Dalam upaya meyakinkan publik tentang kemampuan Hezbollah menyadap sinyal gambar yang dikirim pesawat pengintai Israel tanpa awak ke kamar komando di Israel, Sekjen Hezbollah Hassan Nasrullah dalam jumpa pers, Senin (9/8) malam, mengungkapkan tentang keberhasilan Hezbollah menggagalkan operasi komando Israel di Desa Ansariyah tahun 1997. Gagalnya operasi komando Israel itu telah membawa korban 12 pasukan komando Israel tewas.

Israel kemudian membalas kegagalan operasi komando Ansariyah itu dengan membunuh salah seorang petinggi Hezbollah, Ali Dib (Abu Hassan), dan dua saudaranya.

Nasrullah juga memberikan contoh dengan menayangkan gambar video pesawat pengintai Israel yang terbang di atas wilayah di mana salah seorang petinggi Hezbollah, Ali Dib (Abu Hassan), dan dua saudaranya dibunuh oleh Israel beberapa hari setelah itu. Pola itu, kata Nasrullah, persis seperti pola ketika membunuh Hariri.

Nasrullah mengungkapkan, beberapa hari sebelum operasi komando Israel di Ansariyah pada 1997 Hezbollah berhasil menyadap titik sinyal yang dikirim pesawat pengintai Israel tanpa awak tipe ”MK” yang melakukan pemotretan di atas wilayah Lebanon Selatan ke kamar komando di Israel.

”Kami berhasil menyadap jalur pengiriman sinyal dari pesawat pengintai tanpa awak Israel yang memungkinkan semua sinyal pesan dari pesawat pengintai itu yang masuk ke kamar komando di Israel juga masuk ke kamar komando Hezbollah. Ini prestasi teknologi bagi kami dan kami terus mempertahankan kemampuan itu dan juga terus menyadap semua sinyal yang dikirim pesawat pengintai Israel tersebut,” ungkap Nasrullah.

Nasrullah mengakui, semula memang sulit membaca sinyal pesan yang ditangkap dari pesawat pengintai Israel dan tidak semua orang yang berhasil mendeteksi sinyal pesan itu bisa memahaminya langsung.

Nasrullah lalu menceritakan kisah gagalnya operasi komando Israel di Desa Ansariyah itu.

Ia mengungkapkan, suatu ketika kader-kader Hezbollah secara kebetulan menyadap gambar udara dari pesawat pengintai tanpa awak Israel yang melakukan pemotretan dari wilayah pantai hingga wilayah perkebunan di Lebanon Selatan dan akhirnya mencapai Desa Ansariyah.

”Kader-kader Hezbollah kemudian membuat perangkap di beberapa tempat dekat jalan menuju Desa Ansariyah itu. Pada 5 September 1997, sejumlah pasukan komando Israel tiba-tiba datang menyelusuri jalan menuju Ansariyah hingga sampai ke tempat yang terdapat perangkap tersebut. Pada saat itu pula langsung terjadi bentrok senjata yang menewaskan 12 pasukan komando Israel,” ungkap Nasrullah.

Menurut pakar militer, Brigadir Jenderal (Purn) Hisyam Jaber, tindakan Nasrullah memaparkan gambar jalur pesawat pengintai Israel ”MK” yang memotret jalannya operasi komando di Ansariyah untuk menunjukkan kepada publik tentang kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki Hezbollah sejak tahun 1997.

Jaber mengatakan, Hezbollah ingin memberikan pesan bahwa ia mampu menyadap sinyal gambar jalan dari hasil pemotretan pesawat pengintai Israel yang akan dilalui mantan PM Rafik Hariri di dalam dan di luar Beirut pada 2005, seperti halnya ia mampu menyadap sinyal gambar jalan dari hasil pemotretan pesawat pengintai Israel yang akan dilalui pasukan komando Israel dalam operasi komando Ansariyah pada tahun 1997.

Harian terkemuka Israel, Yediot Aharonot, mengutip pejabat tinggi militer yang terlibat operasi komando Ansariyah mengatakan, tidak menutup kemungkinan gambar video yang ditayangkan Hezbollah itu tentang operasi komando di Ansariyah pada tahun 1997 mengandung kebenaran.

”Tidak mungkin menghapus kemungkinan bahwa tragedi operasi komando di Ansariyah akibat kelalaian intelijen,” tulis Yediot Aharonot.

Menurut Yediot Aharonot, Israel pada tahun 1997 tidak memiliki informasi yang memadai tentang pengaruh kuat Iran terhadap Hezbollah dan akibatnya tidak mengira Hezbollah memiliki kemampuan teknologi menyadap sinyal gambar dari pesawat pengintai tanpa awak.

Israel, lanjut Yediot Aharonot, saat itu tidak menaruh perhitungan tentang kemampuan teknologi Iran dalam menyadap sinyal gambar dari pesawat pengintai tanpa awak.

Sumber: KOMPAS


Rabu, 11 Agustus 2010

Redam Bentrok Libanon-Israel, TNI Raih Penghargaan

0

JAKARTA--MI: Komandan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Libanon Selatan (UNIFIL) memberikan perghargaan kepada prajurit TNI karena berhasil meredam perselisihan militer Libanon dan Israel di perbatasan kedua negara pada 3 Agustus 2010.

Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez, mengatakan, perselisihan militer Libanon dan Israel itu berpotensi menimbulkan konflik lebih besar. "Namun, karena tindakan profesional Kontingen TNI maka potensi itu dapat diredam," katanya, dalam rilis Mabes TNI yang diterima di Jakarta, Rabu (11/8).

Minquez yang juga Komandan Kontingen Spanyol itu menambahkan, insiden antara militer Lebanon (LAF) dan militer Israel (IDF) terjadi tiba-tiba dan hanya pasukan yang terlatih dan profesional serta sikap antisipatif seorang komandan, peningkatan eskalasi dapat dicegah.

Surat Penghargaan dari Komandan UNIFIL Sektor Timur itu, diberikan kepada Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi UNIFIL.

Penghargaan diterima Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar dengan tembusan kepada Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Kolonel Inf Restu Widiyantoro.

Sebelumnya diberitakan dalam sebuah media cetak Al Mannar, dua prajurit TNI meninggalkan medan tempur dengan taksi saat terjadi insiden antara militer Libanon dan Israel. Hal itu dibantah Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar yang mengatakan, sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB, prajurit TNI memiliki tugas pokok memelihara perdamaian di wilayah Lebanon Selatan dan tidak berpihak.

"Dalam menjalankan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 (United Nations Security Council Resolution 1701), pasukan TNI harus mematuhi prosedur, hukum dan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh PBB, seperti SOP (Standard Operating Procedure), ROE (Role of Engagement) maupun STIR (Standardize Tactical Incident Reaction)," tuturnya.

Andi menegaskan, apa yang dilakukan dua prajurit TNI dalam insiden tersebut telah sesuai dengan seluruh ketentuan PBB yang berlaku.

Sumber: MEDIA INDONESIA




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin