Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

KRI Dewaruci Bakal Punya Pendamping

0

KRI Dewaruci.

Surabaya - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci bakal memiliki pendamping untuk mendukung kekuatan armada tempur di jajaran TNI Angkatan Laut (AL).

"Kami akan membeli kapal sejenis Dewaruci. Namun yang memiliki daya angkut lebih besar lagi," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, kapal sejenis Dewaruci yang baru nanti harus mampu mengangkut 150 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) ditambah 100 awak kapal.

"Soal kapan dan dari mana kapal itu berasal, sampai sekarang kami belum menentukannya," katanya usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Jenderal Akademi TNI di Lapangan Arafuru, kompleks AAL, itu.

KRI Dewaruci yang ada di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) hanya mampu mengangkut sekitar 100 orang, baik kadet maupun kru.

Kapal layar tiang tiga buatan Jerman tahun 1953 itu baru saja melakukan perjalanan muhibah ke Timur Tengah dan Eropa selama sembilan bulan pada 2010.

Mabes TNI juga akan memperbaiki sejumlah KRI buatan Belanda dan Jerman. "KRI-KRI itu 'platform' atau bodinya masih bagus, namun mesinnya sudah tua," katanya.

Perbaikan kapal-kapal itu bisa dilakukan oleh TNI-AL sendiri atau oleh PT Pal Indonesia sehingga tidak perlu dikirim ke luar negeri atau ke pabrik asalnya.

"Mesinnya baru bisa dibeli dari luar negeri. Demikian halnya dengan persenjataan bisa didatangkan dari Rusia dan China, seperti rudal Yakun yang kami pasang di KRI itu juga dari Rusia," kata Agus.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu menambahkan, untuk KRI-KRI produksi Amerika Serikat akan dimusnahkan karena sudah tidak bisa diperbaiki.

Dalam kesempatan itu, Panglima mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggelar razia terhadap penggunaan atribut-atribut TNI oleh masyarakat sipil.

"Kegiatan ini bagian dari upaya kami menjaga netralitas TNI. Kami tidak ingin ada kendaraan sipil yang dipasangi atribut TNI, seperti stiker dan lain-lain," katanya.

Sumber: ANTARA


TNI AL Repowering 6 Kapal Perang

0

KRI Karel Sasuit Tubun

suarasurabaya.net| Sebanyak 6 kapal perang TNI AL akan di-repowering untuk kurangi beban biaya. Ke-6 kapal itu, diantaranya, kapal tempur buatan Belanda.

Satu diantara kapal yang sudah selesai di-repowering yakni KRI Karel Sasuit Tubun. Sementara KRI Oswot Siahaan dalam proses repowering. Repowering ini dalam upaya memperbarui kapal-kapal TNI AL yang sudah tua dan dianggap tidak layak dipakai beroperasi.

Laksamana AGUS SUHARTONO Panglima TNI AL seperti dilaporkan RANGGA reporter Suara Surabaya, Jumat (28/01), mengatakan repowering dilakukan pada kapal yang badannya bagus tapi daya dorongnya sudah buruk.

Ini disampaikan Laksamana AGUS SUHARTONO di sela sertijab jabatan komandan Jenderal Akademi TNI dari Letjen NONO SAMPURNO kepada Marsekal Pertama S ANDREAS di AAL Surabaya.

Kata Panglima TNI, prioritas repowering adalah kapal-kapal dari Belanda dan Jerman Barat. Untuk kapal-kapal yang dibeli dari Amerika pada tahun70-an akhir tidak digunakan lagi. Panglima TNI mengistilahkan dengan sebutan akan dilepas.

Repowering kapal dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun lalu. Dengan repowering, penggunaan BBM pada kapal bisa dihemat. Panglima menambahkan biasanya 1 kapal bisa menghabiskan 50 ton solar, dengan pembaharuan hanya menggunakan 18-20 ton solar.

Repowering kapal ini melibatkan industri perkapalan dalam negeri seperti PT PAL, PT Pindad dan Industri Angkatan Laut. Industri dalam, dinilai Panglima, sudah baik. Selain kapal, sistem kendali persenjataan seperti rudal juga di-repowering. Khusus untuk rudal masih melakukan kerjasama dengan China dan Rusia.

Sumber: SUARA SURABAYA


Rabu, 26 Januari 2011

TNI Siapkan Tender Pengadaan Kapal Selam

0

BANDUNG--MICOM: TNI Angkatan Laut tengah menyiapkan tender pengadaan dua kapal selam. Tender ditargetkan Ditargetkan tahun ini proyek tersebut bisa mulai dilaksakan dan selesai tahun 2014.

"Semua persyaratan administratif masih disiapkan sebelum jadwal tender diumumkan. Semoga bisa tahun ini," ungkap Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam proses tender tersebut semua perusahaan di berbagai negara berhak ikut. Hingga saat ini, ada perusahaan dari Korea, Prancis, Amerika, dan Jerman yang menyatakan berminat.

Meski demikian, Agus mewajibkan pemenang tender dari perusahaan asing untuk bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri seperti PT PAL dan Bahari. Bentuknya bisa berupa join production atau transfer teknologi, tergantung tingkat kesulitan.

"Teknisi pembuatan kapal harus gabungan antara orang dalam negeri dan asing. Ini sangat penting agar kualitas teknologi dan sumber daya manusia kita di masa depan meningkat," paparnya.

Tender pengadaan dua kapal selam sebenarnya hendak dilaksanakan tahun lalu. Namun karena pemerintah belum memiliki anggaran, rencana tersebut ditunda.

Pengadaan dua kapal selam TNI AL diperkirakan menghabiskan biaya mencapai US$700 juta. Sumber pendanaan diperoleh dari utang luar negeri dengan fasilitas kredit ekspor.

Sumber: MEDIA INDONESIA


TNI Akan Terus Konsentrasi di Pulau Terluar Indonesia

0

Ist


BANDUNG, (PRLM).-Untuk pengamanan di pulau terluar Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan terus konsentrasi terhadap penjagaan di wilayah sana. Bahkan untuk pulau tak berpenghuni pun penjagaan tetap diperketat.

“Ada beberapa macam pengamanan yang dilakukan untuk di pulau terluar Indonesia. Untuk pengamanan di pulau terluar yang berpenghuni, kita tempatkan pasukan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Lalu untuk pulau yang tidak berpenghuni pun kita menempatkan mariner dari TNI AL. Sedangkan untuk pulau yang hanya batu dan tidak berpenghuni, kita hanya patroli saja,” tegas Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Kamis (26/1) seusai acara pameran dan diskusi "Menjaga Tepian Tanah Air” yang diselenggarakan Wanadri.

Agus menjelaskan, alasan menempatkan pasukan gabungan dari TNI AD dan AL di pulau terluar karena di sana terdapat permasalahan hukum laut. Dimana hukum laut perlu ditegakkan di sana.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pengamanan di laut terluar adalah guna menjaga keberadaannya. Dengan maksud agar tetap terjaga keberadaannya, kemudian tidak hilang secara fisik, ekonomis, dan politis.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT


Selasa, 25 Januari 2011

TNI AL Akan Uji Persenjataan Strategisnya

0


Rudal Yakhont Dipasang di KRI Oswald Siahaan-354.


Metrotvnews.com, Jakarta: TNI Angkatan Laut akan menguji sejumlah persenjataan strategisnya. Seperti peluru kendali untuk memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan dan personel matra laut dalam mengantisipasi berbagai ancaman sesuai perkembangan lingkungan strategis yang terjadi.

"Uji persenjataan itu dimaksudkan untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan, perawatan, perbaikan yang efektif guna mencapai kesiapsiagaan yang optimal," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di sela-sela rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut (KSAL) 2011 di Jakarta, Selasa (25/1).

Ia menambahkan, salah satu persenjataan strategis yang akan diuji adalah peluru kendali Yakhont buatan Rusia. Beberapa kehandalan Yakhont yang tidak dimiliki rudal antipermukaan TNI-AL sebelumnya adalah Yakhont mempunyai kecepatan maksimum hingga 2,5 Mach. Ditambah lagi Yakhont punya jangkauan tembak sangat jauh, tak tanggung-tanggung 300 kilometer.

"Dua kemampuan tadi yang hingga kini belum dimiliki jajaran rudal antikapal TNI-AL. Yakhont dapat ditembakan dari Surabaya ke sasaran di Yogyakarta," ungkap Kasal.

Seperti diketahui TNI-AL mempunyai rudal Exocet MM30/40, Harpoon dan C802. Tapi di balik itu, Yakhont mempunyai bobot dan dimensi yang terbilang bongsor di kelasnya. Harga satu unit Yakhont ditaksir sekitar 1,2 juta dolar AS.

Saat ini 16 KRI sudah dipasang rudal Yakhont yaitu enam pada kapal jenis fregat dan 10 di kapal perang Korvet. Masing-masing Fregat dipasang delapan unit Yakhont, sedangkan Korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

KSAL menambahkan, sasaran tembak dari uji coba sejumlah persenjataan strategis itu adalah kapal perang yang tidak lagi digunakan. Uji coba akan dilaksanakan di Samudra Indonesia pada Februari.

Pada kesempatan yang sama, KSAL mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Kementerian Pertahanan terkait pengadaan dua kapal selam baru yang telah direncanakan sejak lama.

"Kita telah menyampaikan spesifikasi teknik dan spesifikasi operasional kapal selam yang kami butuhkan. Sekarang prosesnya masih di Kementerian Pertahanan. Di sana akan dibahas lagi di Tim Evaluasi Pengadaan yang akan menentukan kapal selam jenis apa yang akan dibeli dan digunakan TNI Angkatan Laut. Apapun yang diberikan kami terima," kata Soeparno.

Pengadaan dua unit kapal selam itu dibiayai fasilitas Kredit Ekspor (KE) senilai 700 juta dolar Amerika Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004-2009.

"Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya, serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang dimiliki negara tetangga," kata KSAL.

Pada tender pertama, dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman, Prancis, Korea Selatan, dan Rusia, TNI Angkatan Laut telah menetapkan dua negara produsen sesuai kebutuhan yaitu Korea Selatan dan Rusia.

Rencananya, dari dua pilihan itu akan diuji kembali, mana spesifikasi kapal selam yang sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Laut oleh Kementerian Pertahanan.

Sumber: METRO TV


KRI Banda Aceh Akan Lengkapi Armada TNI AL

0

KRI Banda Aceh Dalam Mengerjaan Di PAL.

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut tahun ini akan memiliki satu lagi kapal perang jenis LPD (Landing Platfrom Dock), yakni KRI Banda Aceh. Kapal perang pengangkut pasukan dan barang itu akan melengkapi koleksi kapal perang TNI AL setelah pekan lalu meresmikan kapal perang pertama buatan dalam negeri, KRI Banjarmasin.

Dikatakan oleh Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, pembuatan dua kapal perang itu dimaksudkan untuk meremajakan deretan kapal perang yang dimiliki TNI AL, yang umumnya merupakan kapal perang buatan Amerika Serikat yang sudah berusia lanjut.

"Sudah selayaknya kita ganti. Penggantiannya itu diupayakan yang buatan kita. Buktinya kita sudah buat oleh PT PAL dua (unit kapal), dan sudah dicoba," kata Soeparno dalam konferensi pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Kapal-kapal baru itu akan diuji coba untuk keliling perairan Indonesia.

Seperti halnya KRI Banjarmasin, KRI Banda Aceh merupakan kapal perang buatan dalam negeri, yakni oleh PT PAL, Surabaya. Harganya diperkirakan sedikit lebih mahal dari biaya pembuatan KRI Banjarmasin sebesar Rp 365 miliar. Proses pembuatan dilakukan sepenuhnya di PT PAL.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo mengatakan, kendati kontraktor utama pembangunan KRI Banda Aceh adalah Korea Selatan, tapi proses alih teknologinya dipastikan hampir seratus persen di PT PAL. "Cuma tenaga ahlinya ada yang dari Korea," ujarnya.

Prasodjo menilai wajar jika biaya produksi KRI Banda Aceh sedikit lebih mahal daripada KRI Banjarmasin. Sebab, selain disebabkan sub kontraktornya dikembangkan di dalam negeri, waktu yang diperlukan dalam proses pembuatannya juga agak lama. "Lalu masih ada material-material yang masih harus didatangkan dari Korea. Tapi mahalnya juga nggak seberapa," kata dia.

Sumber: TEMPO


Wuih! Misil Supersonik Masuk Jajaran Persenjataan KRI

2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Mulai 2011, TNI AL makin percaya diri dengan masuknya misil Yakhont di jajaran persenjataan KRI. Yakhont, yang dipasang di KRI Oswald Siahaan 354, tidak asing lagi di dunia maritim internasional. Misil antikapal berkecepatan supersonik buatan Rusia ini memiliki daya jelajah hingga 300 kilometer.

Uji coba penembakan Yakhont akan dilakukan tahun ini. "Nanti kita coba. Ini sedang persiapan," kata Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana (TNI) Soeparno, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1). Ia tak menyebut tanggal pastinya. Menurut dia, misil Yakhont bisa menembak sasaran di Yogyakarta dari Surabaya.

Misil ini memiliki kemampuan yang tak dimiliki misil lain, yakni kecepatan maksimum 2,5 Mach. Menurut Wikipedia, Yakhont digunakan tiga negara: Rusia, Vietnam, dan Indonesia. Rusia juga akan menjual Yakhont ke Suriah.

Soeparno mengatakan sasaran ujicoba Yakhnot adalah KRI tua buatan Amerika Serikat. Untuk pemusnahan itu, TNI AL perlu mendapat izin dari AS. "Sasarannya sudah disetujui oleh AS. Jadi, sasarannya adalah satu kapal yang dihapus," katanya.

Asisten Perencanaan KSAL, Laksamana Muda (TNI) Among Margono, mengatakan Yakhont merupakan misil strategis. "Untuk membeli saja melalui tujuh instansi di Rusia dan harus dengan persetujuan Presiden Rusia," katanya.

Sumber: REPUBLIKA


AS Menyetujui Pemusnahan Enam Kapal Perang TNI-AL

0

KRI Teluk Langsa 501

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat telah menyetujui pemusnahan enam kapal perang TNI Angkatan Laut buatan Negeri Paman Sam, yang telah berusia diatas 30 tahun.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Seoparno di sela-sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa mengatakan, pemusnahan enam kapal perang angkut buatan AS itu akan dilakukan di Indonesia.

"Terlalu repot jika harus mengembalikan kapal-kapal itu ke produsennya. Meski mereka (AS-red) sangat berat hati, namun mereka setuju kapal-kapal itu dimusnahkan," ujarnya.

Dengan berseloroh, Soeparno mengemukakan, enam kapal LST dan LDP buatan AS itu sudah rata-rata usia 64-70 tahun. Bahkan militer AS jika bertemu kapal itu akan memberikan hormat sebagai bentuk penghormatan kepada `senior`-nya. Jadi kapal-kapal itu sudah saatnya diganti.

Keenam LST itu, KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945. Keenam kapal itu dioperasikan Komando Lintas Laut Militer.

Tentang recana penggantian keenam kapal itu, Kasal mengatakan, pihaknya telah memprogramkan pengadaan dari PT PAL.

"Itu kan kapal angkut, jadi kita bisa adakan dari PT PAL. Toh saat ini PT PAL telah berhasil membuat satu kapal LPD yakni KRI Banjarmasin, dan tengah mengerjakan kapal serupa kedua yakni KRI Banda Aceh," papar Soeparno.

Kasal menegaskan, dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2011 pihaknya akan memantapkan program modernisasi alatutama sistem senjata dalam kerangka mewujudkan kekuatan pokok minimum, secara bertahap 2010-2014 hingga 2024. "Kita akan jalankan itu," ujarnya, menegaskan.

Soeparno mengatakan, dalam mordernisasi alat utama sistem persenjataanya ada tiga langkah yang dilakukan yakni memusnahkan yang sudah tidak layak operasional, dan menggantinya dengan yang baru serta meningkatkan kapasitas dan daya mampu alat utama sistem senjata yang masih laik operasional.

Untuk pengadaan baru, dilakukan dengan memprioritaskan produksi dalam negeri. "Jika belum bisa sepenuhnya diproduksi di dalam negeri, kita lakukan produksi bersama dengan persyaratan alih teknologi," ujarnya.

Sumber: YAHOO


Hari Ini, TNI AL Gelar Rapat Pimpinan

0

TEMPO Interaktif, Jakarta - TNI Angkatan Laut menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) tahunan di Mabes TNI AL, Cilangkap, Selasa (25/1/2011). Rapim yang digelar selama satu hari ini merupakan tindak lanjut Rapim TNI yang dilaksanakan pekan lalu.

"Dalam Rapim TNI AL ini kita menindaklanjuti apa yang telah ditekankan utamanya dari Presiden, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, Jum'at pekan lalu," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dalam konferensi pers usai membuka Rapim, Selasa (25/1).

Rapim ini antara lain diikuti para Asisten KSAL, Kepala Dinas jajaran Mabes TNI AL, Pangkotama TNI AL, sejumlah pejabat teras Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, Lembaga Ketahanan Nasional, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Badan Intelijen Negara dan Mahkamah Agung.

Rapim akan membahas antara lain soal peningkatan profesionalisme prajurit dengan melaksanakan latihan untuk pembinaan dan penggunaan kekuatan, melaksanakan diplomasi dan kerja sama dengan Angkatan Laut negara sahabat, dan uji coba penembakan senjata strategis.

Hal lain yang dibahas adalah percepatan penyelesaian aset TNI AL, pengamanan perbatasan, persiapan kegiatan untuk menghadapi KTT ASEAN, dan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL.

Sumber: TEMPO


TNI AL Kirim Personel 'Colong' Teknologi Alutsista dari Luar

0

Jakarta - TNI AL masih tetap akan mengandalkan produksi dalam negeri untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista)-nya. Namun TNI AL akan mengirim personelnya ke luar negeri untuk belajar teknologi alutsista terbaru.

"Pelaksanaannya bervariasi. Arahannya tetap tidak berubah-ubah dari dahulu sampai sekarang. Untuk alutsista masih produk dalam negeri," ujar KSAL Laksamana M Soeparno.

Hal itu disampaikan Soeparno sebelum rapat pimpinan TNI AL 2011, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (25/1/2011).

Soeparno menambahkan tenaga ahli untuk alutsista dari luar negeri. Pengadaan alutsista tahun ini juga ditempuh dengan cara transfer teknologi.

"Kita kirim TNI AL untuk belajar tentang teknologi alutsista di LN. Bisa dikatakan mencolong teknologi dari luar," jelas Soeparno.

Pulau Terluar

TNI AL juga berencana menambah personel untuk menjaga 92 pulau-pulau terluar. Ada 12 pulau yang harus dijaga karena menjadi titik perbatasan dengan negara lain.

"Dan diamankan dengan cara, penambahan personel. Dan prasarana, yang cukup tentu semua itu menambah biaya. Pulau-pulau terluar itu harus ditempati oleh personel anggota TNI AL," tandas dia.

Sumber: DETIK


Latihan Perang Perdana di Sulsel

0

KRI BANJARMASIN

MAKASSAR (SINDO) – Kapal Perang RI (KRI) Banjarmasin,dijadwalkan akan menjalani latihan perang perdana sejak diluncurkan dari galangan PT PAL Surabaya, November 2010 lalu.

KRI bernomor lambung 592 merupakan produksi dalam negeri. Komandan KRI Banjarmasin Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono mengungkapkan, latihan perang tersebut akan dilakukan kapal Rp365 miliar tersebut, sekembalinya dari pelayaran di Indonesia Timur.Pelayaran itu merupakan yang pertama kali, sekaligus patroli untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

“Iya benar, KRI Banjarmasin akan ikut latihan perang di perairan Sulsel. Kami belum tahu lokasinya karena yang menentukan tempat dan waktu dari pihak Lantaman VI,” kata dia kepada SINDO,kemarin. Kapal yang di sepanjang sisinya tertulis kalimat “Kapal ini dibeli dengan uang rakyat dengan harga Rp365.628.078.500, kita wajib menjaganya”, menyinggahi Pelabuhan Makassar untuk menurunkan muatan berupa empat tank milik TNI AD yang akan ditempatkan di Yonkav Kodam VII/Wirabuana, seperti KRI Banjarmasin.

Tank-tank tersebut merupakan produksi dalam negeri yang sengaja ditempatkan TNI AD Jakarta untuk memperkuat batalion kavaleri Kodam VII/ Wirabuana. Kapal jenis landing platform dock (LPD) termasuk kapal KRI terbesar dengan bobot 7.300 ton, panjang 125 meter dengan lebar 22 meter. Kapal perang ini mampu mengangkut 344 personel, 20 unit tank, dan 2 unit landing craft vehicles.Di anjungan kapal, KRI Banjarmasin mampu menampung tiga helikopter.

Asisten Operasi Pangkalan Utama TNIAL VI Kolonel Rahmat Eko yang dikonfirmasi terkait latihan perang,mengaku,pihaknya sedang melakukan survei lokasi yang cocok untuk menggelar latihan gabungan. “Kami survei perairan Sulsel, tapi belum pasti apakah di bagian selatan atau di mana,akan diinfokan lebih lanjut,”ujarnya. Latihan peran pertama menggunakan KRI Banjarmasin-592 ini juga akan banyak menggunakan peralatan peran buatan Indonesia.

Menurut Eko Jokowiyono, saat ini masyarakat Indonesia sudah patut berbangga karena mampu menciptakan peralatan pertahanan negara dari hasil karya anak bangsa. “Tulisan tentang harga dan produk dalam negeri ini sengaja dipampang agar rasa nasionalisme dan memiliki, kita pupuk dengan baik,”tukasnya.

Kemarin sebelum bertolak ke Maluku, dari pagi hingga siang KRI Banjarmasin-592 ini mendapat kunjungan berbagai siswa-siswi SMA pilihan yang ada di Makassar. Beberapa sekolah yang sempat datang, yakni SMA 1, SMA 5, SMA 17, SMA Islam Athirah, dan beberapa sekolah tingkat SMP.

Sumber: SINDO


Minggu, 23 Januari 2011

TNI AL Tingkatkan Pengamanan Wilayah Perbatasan

0

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Laut akan meningkatkan pengamanan pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan, kata juru bicara TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo, di Jakarta, Minggu.

"Pengamanan pulau terluat dan wilayah perbatasan itu akan menjadi salah satu bahasan utama Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut 2011," katanya.

Tri mengemukakan, selama ini pengamanan pulau-pulau terluar yang berjumlah 92 pulau terus ditingkatkan terutama di 12 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan beberapa negara.

Sejumlah pulau terluar dimaksud adalah Pulau Rondo Provinsi Nangroe Aceh Darussalam berbatasan dengan India, Pulau Berhala Provinsi Sumatera Utara berbatasan dengan Malaysia, Pulau Nipa Provinsi Riau berbatasan dengan Singapura, Pulau Sekatung berbatasan dengan Vietnam.

Selain itu, Pulau Marore, Marampit; dan Miangas Provinsi Sulawesi Utara berbatasan dengan Philipina; Pulau Fanildo, Pulau Bras dan Pulau Fani berbatasan dengan Palau, Pulau Batek Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste serta Pulau Rote berbatasan dengan Australia.

Pengamanan terhadap pulau-pulau terluar antara lain dilakukan dengan gelar operasi pengamanan pulau terluar dan wilayah perbatasan dengan mengerahkan kapal perang dan pesawat udara patroli maritim, melaksanakan survey hidrografi untuk menetapkan batas wilayah negara di laut.

"Tak hanya itu, kami juga melakukan operasi bakti Surya Bhaskara Jaya sebagai wujud kepedulian dan peran TNI AL dalam mendinamisasikan pembangunan daerah terpencil, serta menempatkan Pasukan Marinir di pulau-pulau terluar yang tidak berpenghuni," kata Tri.

Selain pengamanan pulau terluar, Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut juga akan membangun kekuatan TNI AL menuju kekuatan pokok minimum dengan konsep Tri Matra Terpadu serta pemenuhannya yang mengutamakan industri pertahanan dalam negeri.

"Jadi, pengembangan kekuatan Alutsista tentunya juga terkait dengan pengamanan perairan perbatasan Indonesia, seperti pengadaan kapal selam yang diharapkan dapat dimulai tahun 2011 ini,?" katanya.

Tri menambahkan, akan dibahas pula langkah-langkah optimalisasi dan konsistensi penggunaan alokasi anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah untuk TNI AL. Selain itu juga akan dipaparkan upaya peningkatan profesionalisme, serta kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Sumber: ANTARA


Jumat, 21 Januari 2011

TNI Maksimalkan Kekuatan di Perbatasan

0

Ist

JAKARTA (Suara Karya): Pada program kerja 2011, TNI memaksimalkan pembangunan kekuatan pertahanan di wilayah perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga. Selain penambahan pasukan, TNI juga akan membangun pos-pos perbatasan, penambahan transportasi, dan peralatan teknologi komunikasi.

"Kita memandang wilayah perbatasan masih perlu dievaluasi, sehingga perbaikan perlu terus-menerus dilakukan agar pengamanan perbatasan dapat dilakukan secara baik," ujar Panglima TNI, Laksamana TNI, Agus Suhartono dalam jumpa pers Rapim TNI 2011 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (20/1).

Panglima TNI diidampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jende-ral TNI George Toisutta, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Seoparno, dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul.

Menurut Agus, wilayah perbatasan mengandung potensi konflik antarnegara sehingga seyogianya pembangunannya terintegrasi dan multi sektoral, termasuk peningkatan kekuatan pertahanan melalui darat, laut dan udara. "(TNI-Red) Angkatan Darat, Udara dan Laut telah punya program untuk pencapaian target pengembangan kekuatan di kawasan perbatasan," ujarnya.

Wilayah darat, TNI memberi prioritas operasi pengamanan di perbatasan Idonesia dengan negara Malaysia, Papua Nugini dan Republik Democratic Timor Leste (RDTL).

Sedangkan pengamanan laut masih terfokus pada pengamanan pulau-pulau terluar dan perbatasan perairan Selat Malaka, Natuna, Kepulauan Riau, Sulawesi, dan sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Pemantapan Alutsista

Sementara, Soeparno mengatakan, pegembangan kekuatan untuk menjaga perbatasan perairan Indonesia harus diikuti pengembangan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista). Setidaknya, TNI AL memiliki kapal salam untuk mengawal perairan Indonesia.

Pemerintah bersama TNI AL sendiri telah menyiapkan pembangunan kapal selam. Pada 2011 ini, pembangunan kapal selam sudah dapat dimulai. "2011 ini pembangunannya diiharapkan sudah dapat dimulai," ujarnya.

Ia menyebutkan, sebagian pengerjaan kapal selam akan dilaksanakan di luar negeri dan selebihnya dikerjakan di dalam negeri. Sebab, kapal selam merupakan kapal perang yang harus dilengkapi teknologi tinggi.

"Kita memang sudah berpengalaman dalam kapal selam. Namun, kita belum memiliki peralatan dan tempat untuk pembuatan kapal selam. Karena itu, pengerjaan kapal selam kita bekerja sama dengan pihak luar," ujar KSAL.

Meski demikian, kerja sama pembuatan kapal selam dengan pihak luar negeri harus bisa diimanfaatkan transfer teknologi. "Kapal selam punya nilai strategis untuk mengawal perairan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Imam Sufaat menjelaskan, pembangunan kekuatan pertahanan udara diorientasikan ke wilayah timur Indonesia. TNI Angkatan Udara segera membutuhkan 32 radar untuk mengintegrasikan pemantauan udara. "Tapi, sekarang ini kita baru punya 17 radar," ujarnya.

Pada sisi lain, TNI AU telah mengembangkan kekuatan pasukan khas TNI (Paskhas) di Biak. "Kita sudah mengembangkan Paskhas Biak yangs sebelumnya kompi menjadi batalyon," ujar KSAU.

Sumber : SUARA KARYA


Kamis, 20 Januari 2011

TNI Fokus Amankan Papua, Maluku & Aceh di Tahun 2011

0

Papua

Jakarta - TNI menggelar rapat pimpinan 2011. Berdasarkan analisa intelijen, prioritas pengamanan belum berubah dengan prioritas pengamanan tahun 2010. Papua, Maluku dan Aceh masih menjadi prioritas pengamanan TNI.

"Wilayah darat yang masih berpotensi konflik Papua, Maluku dan Aceh," ujar Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/1/2011).

Sedangkan untuk wilayah laut, TNI masih menggelar unsur-unsur kekuatan lainnya di Selat Malaka, Laut Aru dan Perairan Sulawesi.

"Di samping prioritas itu untuk TNI AU akan mengikuti TNI AD dan TNI AL. Pada dasarnya coverage," jelas jenderal bintang empat ini.

Rencananya untuk di Papua, TNI akan membentuk sebuah pangkalan TNI AL. Selain itu, TNI AU telah menambahkan kekuatan Pasukan Khas di Biak. Dari tingkat Kompi menjadi Batalyon.

Namun untuk pembentukan Kodam baru di Papua, hal itu diakui bukan merupakan prioritas.

"Belum, kita fokus dulu lah pada kesejahteraan rakyat," ujar Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal George Toisutta.

Sementara itu, Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul meminta masyarakat Papua tidak takut akan hal ini. Iskandar menjelaskan beberapa pelanggaran HAM yang terjadi di Papua hanya dilakukan oleh oknum TNI. Pelakunya pun telah ditindak.

"Hal itu tentunya tidak menggambarkan wajah TNI secara keseluruhan," katanya.

Sumber: DETIK


Ancaman Utama di Indonesia Timur

0

Ist

Jakarta Timur - Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam ketarangan pers di ruang Balai Wartawan Markas TNI Cilangkap, Jakarta Timur Kamis (20/01) sore. Informasi yang disampaikan intelejen tersebut dijadikan prioritas utama bagi operasi penegakan hukum dan penegakan kedaulatan TNI.

"Disamping Maluku dan Aceh yang tetap menjadi prioritas operasi TNI, Papua tetap menjadi yang utama," ujar Agus kepada wartawan.

Hal itu didasarkan kepada hasil analisa yang diberikan intelejen mengenai perkembangan situasi di wilayah Indonesia Timur tersebut. Sedangkan Maluku dan Aceh dalam rapat pimpinan, diputuskan untuk dijadikan prioritas berikutnya.

Hasil analisa intelejen juga menyebutkan ancaman sama pada wilayah perairan terutama di wilayah Selat Malaka, Laut Natuna, Laut Sulawesi, dan laut Aru. Tindak lanjut laporan intelejen itu, dalam hasil rapim TNI dijadikan prioritas utama untuk melakukan operasi penegakan hukum dan penegakan kedaulatan di wilayah tersebut.

Sumber: INDOSIAR


Selasa, 18 Januari 2011

Update : TNI Berkomitmen Tambah Kapal

0

KRI Banjarmasin 592

JAKARTA – TNI berkomitmen untuk memperbanyak Kapal Republik Indonesia (KRI) produksi dalam negeri. Hal itu dilakukan bertahap melalui transfer teknologi dari negaranegara produsen kapal perang. Melalui langkah diharapkan tidak ada lagi ketergantungan kepada negara asing dalam pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista), khususnya di bidang maritim. “Kami sudah berkomitmen semua harus produksi dalam negeri,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksda Iskandar Sitompul di atas KRI Banjarmasin 592 dalam perjalanan menuju Kepulauan Seribu dari Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Minggu (16/1).

KRI Banjarmasin merupakan produksi dalam negeri pertama yang baru selesai dibuat pada 2009. Iskandar menambahkan, saat ini TNI tengah fokus terhadap proses transfer teknologi dari negara-negara produsen alutsista. “Transfer teknologi diharapkan berjalan,” ujarnya. Dia menambahkan konten lokal dalam setiap alutsista harus bisa lebih dari 60 persen. Dengan proses produksi bertahap itu, beberapa KRI yang berusia tua akan segera dihapuskan. Saat ini, makin banyak alutsista yang diproduksi oleh BUMN.

Dia mencontohkan, BUMN bidang perkapalan, PT PAL saat ini tengah mengerjakan pesanan pembuatan pembuatan KRI dari TNI. Iskandar mengatakan, beberapa waktu lalu telah ada pertemuan antara Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dengan pimpinan PT PAL agar proses pembuatan kapal dapat lebih tepat waktu. Makin Banyak Pada proses pembuatan KRI di dalam negeri, Iskandar mengakui PT PAL masih menggunakan beberapa komponen dari luar negeri.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada satu negara pun yang mampu membangun kapal perang dengan komponen yang seluruhnya diproduksi negara yang bersangkutan. “Namun KRI yang dibuat PT PAL semakin banyak menggunakan konten lokal,” kata dia. Iskandar menjabarkan, selain memperkuat kemandirian, penggunaan konten lokal dalam pembuatan KRI juga dapat membuat proses produksi berjalan lebih cepat.

Dia juga mengatakan, KRI tidak hanya digunakan untuk peperangan, tetapi juga untuk operasi militer selain perang dalam masa damai seperti sekarang ini. Dicontohkan, KRI Banjarmasin merupakan kapal produksi dalam negeri yang dapat digunakan untuk kepentingan bencana alam, ataupun yang lainnya. Pembuatan KRI Banjarmasin ini memakan anggaran APBN sebesar 360 miliar rupiah.

Sumber: KORAN JAKARTA


KRI Banjarmasin Melakukan Long Sea Trial

0


JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Didit Herdiawan, MPA,MBA. meninjau kesiapan KRI Banjarmasin-592 kapal perang baru TNI AL yang akan melaksanakan uji coba/long sie trial lintas laut di wilayah perairan Indonesia, diberangkatkan dari dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (18/1)

Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan ,MPA.,MBA didampingi Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel laut (P) Yusup dan Asisten Logistik Pangkolinlamil Supriayit P.Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel laut (P) Dri Suatmaji dan beberapa pejabat Kadis Kolinlamil memberikan arahan dan penekanan kepada Komandan beserta para perwira pengawak KRI Banjarmasin-952 sebelum berangkat melaksanakan iji coba /long sea trial di long room perwira kapal.

Dalam Kesempatan tersebut Pangkolinlamil menegaskan kepada Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI Banjarmasin-592 agar selama melaksanakan long sea trial membuat jurnal kegiatan pada masing –masing departeman di kapal perang .

Tiap perwira, tambahnya dalam menyiapkan laporan agar dilaksanakan secara lengkap dan mendalami permasalahn yang ada sebagai dasar dalam pembuatan laporan kepada pemimpin ataupun atasan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam kegiatan long sea trial ini laksanakan kegiatan safari KRI Banjarmasin-592 hasil produksi putra-putra terbaik bangsa Indonesia atau produksi dalam negeri. Dan memanfaatkan mementum kehadiran KRI Banjarmasin-592 di beberapa dermaga untuk memperkenalkan kapal terbaru TNI AL buatan dalam negeri PT PAL Surabaya.. Dan sekaligus mengadakan kunjungan kehormatan kepada pejabat muspida didaerah maupun mengundang pejabat daerah dalam acara minum kopi bersama di KRI Banjarmasin-592.

Lebih lanjut pada saat merapat di dermaga pelabuhan ,tambahnya gunakan kesempatan tersebut untuk kegiatan open ship /kunjungan warga masyarakat setempat dan anak-anak sekolah sesuai prosedur ..namun hal tersebut tetap utamakan keamanan personel dan material.

Untuk mendukung kegiatan Safari kapal perang produksi dalam negeri tersebut KRI Banjarmasin-592 mengangkut ranpur kors marinir antara lain 4 tank PT 76, tank RRF 3 buah dan sea reader 2 buah untuk melakanakan latihan embarkasi dan debarkasi ranpur dan latihan pendaratan . Selain itu mengangkut ranpur 2 tank jenis AMX-10 P dari TNI AD ya digeser ke Makasar.

Untuk kegiatan latihan pendaratan dan embarkasi/debarkasi tersebut kapal perang yang memiliki panjang 125 meter dan lebar 22 meter tersebut dilibatkan pula personel dari Koprs Marinir sejumlah 75 orang untuk latihan pendaratan.

Kegiatan KRI Banjarmasin-592 dengan komandan KRI Letkol laut (P) Eko Joko Wiyono akan melaksanakan lintas laut menuju Makasar dan selanjutnya menurunkan 2 tank TNI AD untuk menambah ranpur Batalyon kavaleri di Makasar. Untuk rute selanjutnya direncanakan akan melaksanakan lintas laut menuju wilayah timur Indonesia, antara lain Ambon, Gorontalo, Bitung dan Balikpapan.

Sumber: POS KOTA


Komandan Korps Marinir : Akan Ada Pengadaan Tank Dan Artileri

0

Dankormar saat diusung para prajurit Brigif-3 Marinir

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif-3, Yonif-8 Mar Tangkahan Lagan, Pangkalan Berandan Kab. Langkat Sumut, Kamis (6/1)

Dalam kunjungan kerja tersebut Komandan Korps Marinir didampingi ibu Nita Alfan disamping meresmikan lapangan tembak gedung Transit Usman serta meresmikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) “Ananda Bhumyamca” atas ide Ketua Ranting B Cabang 7 (Ny. Arum Bambang Hadi) yang di resmikan oleh Ibu Nita Alfan sebagai Ketua PG Jalasenastri yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti.

Sebelum acara peresmian lapangan tembak yang diberi nama Sutanto, Komandan Korps Marinir turun langsung kelapangan meninjau latihan serangan Kompi dalam hubungan Batalyon diperkuat kesenjataan bantuan antara lain 2 (dua) pucuk How 105 mm, 1 (satu) ton Tank PT 76 dan 1 (satu) ton BTR 50 yang dilanjutkan penembakan Armed 105 dan Canon Kal. 90 mm. Dalam latihan ini disimulasikan melawan musuh berkekuatan 1 (satu) ton diperkuat 2 (dua) pucuk Mortir 81 dan 2 (dua) pucuk senjata anti Tank serta 2 (dua) pucuk senjata mesin sedang. Latihan dilaksanakan dikawasan hutan yang berlokasi di seputaran Desa PIR ADB Kec. Besitang Kab Langkat Sumut.

Pada kesempatan itu Komandan Korps Marinir melihat dari dekat kemampuan prajurit Yonif – 8 Mar dalam menyelesaiakan sasaran. Dengan menaiki kendaraan tempur Tank amfibi Dankormar menelusuri medan latihan yang berat karena lokasinya yang berbukit-bukit dan lembah yang curam, beliau menilai kemampuan tempur dan kemampuan taktis Yonif – 8 Marinir terus mengalami peningkatan dan tidak mengecewakan. Namun, untuk meningkatkan profesionalitas prajurit, beliau meminta agar prajurit Yonif – 8 Mar tetap meningkatkan kemampuan tempur dengan latihan terus menerus.

Yonif–8 Marinir adalah Batalyon Infanteri paling kuat di Indonesia, karena dilengkapi dengan senjata bantuan tempur yang cukup lengkap. Ungkapan itu disampaikan Jendral berbintang dua dalam arahannya dihadapan prajurit Korps Baret Ungu seusai acara peresmian lapangan tembak Yonif – 8 Mar.

Untuk mendukung kemampuan persenjataan di Yonif – 8 Mar Komandan Korps berjanji dalam waktu dekat akan mengirimkan tambahan kendaraan tempur berupa Tank yag baru dan senjata Artileri.

Sebagai wujud kecintaan dan rasa bangga terhadap kemampuan prajurit Marinir Tangkahan Lagan, Komandan Korps memberikan sepucuk senjata sniper kesayangan beliau dan diterima oleh Komandan Batalyon Infanteri – 8 Marinir Letkol Marinir Bambang Hadi S.

Dalam pengarahannya Komandan Korps Marinir mengatakan prajurit Marinir adalah gigi graham dari pemerintah, jadi kalau ada orang yang mencoba merongrong kewibawaan pemerintah akan dikunyah habis. Beliau menekankan kepada seluruh prajurit agar Marinir berani dan tetap menjaga disiplin.

Dimedan damai prajurit harus tetap menjaga soliditas, solidaritas serta senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat, TNI/Polri dan lingkungan tempat bertugas. Kalaupun ada persoalan yang timbul maka selesaikan dengan bijak. Serta tingkatkan keimanan dan ketagwaan terhadap Tuhan.

Hadir dalam kunjungan kerja Komandan Korps Marinir tersebut antara lain pejabat Provinsi, Pemda, Muspida, TNI/Polri ( para Dankolak dan Dansatlak di wilayah Sumut, Aceh Timur), Muspika, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda dan masyarakat.

Sumber : KORPS MARINIR


Mengubah Wajah TNI yang Lebih Ramah

0

KRI Banjarmasin 592

Ada yang berbeda dalam pelayaran KRI Banjarmasin 592, Minggu (16/1). Di kapal TNI AL yang berlayar dari Jakarta ke Kepulauan Seribu itu ada dua acara yang berdampingan, yaitu silaturahim Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI yang baru Laksamana Muda Iskandar Sitompul dan acara PT Datascript dengan produknya, Canon.

Acara diawali dengan forum antara Iskandar Sitompul dan belasan pimpinan media massa. Bersama para kepala dinas penerangan dari TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro, Brigadir Jenderal Wiryantoro (TNI AD), dan Laksamana Pertama Tri Prasodjo (TNI AL). ”Kita harapkan ada konfirmasi biar seimbang, agar baik untuk bangsa dan negara,” kata Iskandar soal pemberitaan menyangkut TNI.

Ia mengatakan, telepon selulernya dan seluruh jajaran penerangan siap ditelepon 24 jam. ”Media jangan anggap TNI itu seram. Kami ingin terbuka,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan tur kapal bagi para penumpang. Para distributor PT Datascript dan komunitas Canon berjalan-jalan dengan ditemani seorang pemandu dari awak kapal. Rupanya, KRI Banjarmasin 592 adalah kapal pengangkut pasukan. Jenis kapal landing platform dock (LPD) ini dibuat di PT PAL dengan bantuan Korea sebagai bagian dari proyek pembangunan LPD. Dua kapal dibuat di Korea, yaitu KRI Makassar dan KRI Surabaya. Dua lagi di PT PAL bersama dengan KRI Banda Aceh yang hampir rampung.

”Kalau kapal ini ditembak, lari ke mana yah?” tanya seorang distributor asal Surabaya. Ini pengalaman pertama naik kapal perang bagi sebagian besar peserta. Mereka berjalan-jalan hingga ke haluan, buritan, dek bawah, dan tempat sekoci. Percakapan mulai dari cerita-cerita seputar keadaan prajurit TNI AL hingga konflik Ambalat. ”Ini senjatanya di mana ya? Senjatanya harus bagus,” kata seorang pemuda dengan muka khawatir.

Kembali ke helipad tempat diselenggarakannya acara, panggung diisi dengan penarikan undian dan penghargaan kepada para distributor. Sambil menikmati makan malam, seperti mi ayam, sate ayam, udang goreng tepung, dan makaroni panggang, tiba-tiba dari arah panggung lagu ”Tick Tock” dari Kesha yang biasanya menggetarkan lantai dansa di diskotek mengentak. Tak disangka, acara dilanjutkan dengan pergelaran busana dari para prajurit TNI. Dua anggota Marinir berseragam tempur membuka pergelaran dengan terjun pakai tali dengan kepala di bawah.

Puluhan tamu segera bergerombol di bibir panggung. Bak model-model profesional, ada 80 prajurit pria dan wanita yang memperagakan seragam mereka, mulai dari pakaian dinas harian, pakaian dinas upacara, hingga pakaian tempur. Pengunjung berdecak kagum, misalnya, melihat para anggota korps wanita AD, AL, dan AU berpose dengan senyum manis.

Bisa jadi peristiwa tersebut menyiratkan wajah Mabes TNI yang lebih ramah. Artinya, komunikasi 24 jam itu benar-benar terwujud.

Sumber: KOMPAS


Senin, 17 Januari 2011

KRI Makasar Angkut Penumpang ke Bawean

0

Ist

GRESIK, KOMPAS.com- Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Makasar, Senin (17/1/2011) pukul 19.00 malam ini, merapat ke Pelabuhan Gresik untuk membantu mengangkut 2.600 penumpang asal Pulau Bawean.

Seperti diberitakan, warga Bawean sejak Sabtu (8/1) lalu tertahan di Gresik karena tiga kapal penumpang yang melayani pelayaran reguler Gresik-Bawean tidak berlayar. Cuaca buruk dan ketinggian gelombang mencapai 5 meter dengan kecepatan angin 32 hingga 48 knot menyebabkan kapal penumpang KMP Dharma Kartika, MV Tungkal Samudera 01 dan Express Bahari 1C tidak bisa berlayar.

Lebih dari sepekan aktivitas pelayaran Gresik-Bawean, khususnya kapal penumpang dan kapal kayu dengan bobot kurang dari 1.000 GT (gross tonage), tidak bisa berlayar.

Akhirnya Pemerintah Kabupaten Gresik meminta bantuan Panglima Armada Timur TNI AL agar mengirimkan kapal perangnya untuk mengangkut warga Bawean. Semula akan didatangkan KRI Saputan dengan kapasitas 50 penumpang dan 150 ton barang. Namun, jumlah penumpang lebih dari 2.000, akhirnya didatangkan KRI Makasar.

Saat ini sejumlah penumpang sudah memasuki kapal dan membawa barang bawaan. Sejumlah bahan pokok seperti sayuran, mie instan hingga kebutuhan lainnya terlihat menumpuk di dermaga.

Sumber: KOMPAS




 

Pindah Ke mik-news.blogspot.com Copyright © 2010 theme is Designed by admin